Friday, 15 May 2026
Home Blog Page 8030

Angka Kemiskinan Pasca Pandemic di Kabupaten Bogor Diprediksi Bakal Meningkat

BOGORDAILY -Angka kemiskinan di Kabupaten Bogor sejak beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, per tahun 2013, angka kemiskinan di Kabupaten Bogor sempat tercatat di angka 9,54 persen kemudian mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Tahun 2019 kemarin 6,66 persen,” kata Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor Ujang Jaelani, Senin (7/9/2020).

Imbas pandemi Covid-19 yang kini merebak, Ujang memprediksi angka kemiskinan kembali naik. Bahkan dia memprediksi kenaikan ini akan terjadi cukup tinggi.

“Kita belum hitung ya, tapi yang jelas naik, cuman angkanya berapa belum kita rilis ya. Dari angka 6,66 kelihatannya sih (kenaikannya) lumayan,” kata Ujang Jaelani.

Selain itu, kata Ujang, angka pengangguran terbuka juga diprediksi demikian.

Angka pengangguran diprediksi naik cukup tinggi dari angka 9,06 persen di tahun 2019 lalu.

“Yang saya perkirakan pengangguran juga naik lumayan tinggi,” kata Ujang.

Ujang mengaku bahwa prediksi ini dilihat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sementara ini di triwulan II minus 5,32 dan Provinsi Jawa Barat di angka minus 5,98 imbas pandemi.

Sekda Pastikan Dua Lurah Meninggal Bukan Karena Covid-19

0

BOGORDAILY – Dua lurah di Kota Bogor meninggal dunia secara mendadak dalam waktu berdekatan. Namun dipastikan keduanya tidak terpapar Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Syarif Hidayat, Senin 7 September 2020. Ade memastikan, bila dua lurah bukan meninggal karena Covid-19. Lurah Kertamaya dan Rancamaya tersebut meninggal disebabkan sakit penyakit dalam.

“Bukan karena Covid-19. Semalam langsung dibawa ke RSUD dan di cek, itu bukan karena Covid-19,” kata Ade.

Ade bahkan hadir di rumah duka Lurah Kertamaya, Arief Effendi, untuk mengikuti kegiatan takziah.

Dia memastikan keduanya dimakamkan secara normal di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Namun untuk Lurah Kertamaya dimakamkan di pemakaman keluarga di Bojonggede.

“Keduanya dimakamkan secara normal di pemakaman umum dan sekarang almarhum Lurah Kertamaya mau dimakamkan di bojonggede, makam keluarga,” ujar Ade Sarip.

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, Lurah Kertamaya meninggal karena stroke dan Lurah Rancamaya meninggal karena kanker paru.

“Engga kok, bukan karena Covid-19. Jadi, yang satu stroke, yang satu lagi kanker paru. Saya melayat ketempat keduanya,” ungkap Dedie.

Bagus Kahfi Fokus Memulihkan Cedera, Bukan Pindah ke Klub Eropa

0

BOGORDAILY – Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri tengah dalam sengketa antara gabung klub Eropa atau tetap di Barito Putera. Sang pemain mengaku lebih fokus ke pemulihan cedera.

Barito Putera dikabarkan tak rela melepas salah satu pemain bintang belianya. Belakangan, Presiden Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tak akan mencegah jika pemainnya punya cita-cita mengembangkan karier.

Bagus sebagai pemain yang dibicarakan pun akhirnya angkat suara. Saudara kembar Bagas Kaffa itu mengaku tak pernah dihalang-halangi oleh Barito Putera. Namun pindah ke luar negeri bukan fokus utamanya saat ini.

“Fokus saya sekarang penyembuhan, bukan masalah itu. Semoga semua paham, jangan terlalu menyudutkan klub dan Pak Hasnur, harus dipahami dan jangan sepihak saja,” kata Bagus dalam rilis yang didapat.

“Pastinya untuk beberapa bulan ke depan ini saya fokus penyembuhan dulu, biar bisa kembali memperkuat Barito Putera dan Timnas Indonesia. Kalau sudah sembuh baru saya pikirkan langkah selanjutnya, tapi untuk sekarang ini saya ingin sembuh dulu 100 persen. Saya juga enggak mau kalau nanti terburu-buru akhirnya bisa cedera lagi,” ujarnya menambahkan.

Bagus cedera parah kala memperkuat Garuda Select II yang bertanding melawan Reading U-18 pada, 3 Maret 2020. Bagus pun sempat harus menggunakan alat bantu untuk bisa berjalan.

Cedera itu membuat ia tak dipanggil Timnas Indonesia U-19 yang menjalani pemusatan latihan sejak awal tahun. Padahal, ia cukup diandalkan dan menjadi salah satu pemain yang meloloskan Timnas U-19 ke Piala Asia U-19 2020.

Pemain yang dua kali mengikuti program Garuda Select itu kembali menegaskan bahwa dirinya tak pernah dipermasalahkan Barito Putera untuk pindah ke Eropa. Manajemen Laskar Antasari disebutnya bahkan siap mendukung sepenuh hati.

“Saya kan tanda tangan (kontrak) sama Barito dan mengobrol juga sama Pak Hasnur. Semua juga mendukung, semuanya support. Apalagi sebelumnya Pak Hasnur sempat punya janji, bahkan bukan hanya saya, tetapi ke semua pemain kalau bisa bermain di luar negeri, kenapa tidak, klub dan manajemen pasti mendukung,” tutur Bagus.

“Mungkin masyarakat dan netizen salah mengartikan saja apa yang dibilang Pak Hasnur. Karena Pak Hasnur sendiri bilang ke saya jika ada kesulitan atau masalah apapun bisa menghubunginya dan dia siap membantu. Saat ini saya sudah dibantu oleh manajemen dan beliau,” ucap Bagus Kahfi menjelaskan.

Dari Zona Merah Kini Kota Bogor Sudah Jadi Zona Orange

0

BOGORDAILY – Kota Bogor turun dari status zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan Covid-19 menjadi zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19.

Penurunan status itu, setelah diumumkannya penilaian dari tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Alhamdulillah data sudah di-update Bogor jadi zona oranye. Ada peningkatan poinlah ya,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2020).

Kembalinya Kota Bogor menjadi zona oranye, klaim Bima, tak terlepas dari kebijakan Pemkot Bogor selama sepekan belakangan. Bima menyebut, kebijakan jam malam pukul 18.00 WIB bagi pelaku usaha dan 21.00 WIB bagi masyarakat mampu mengurangi kerumunan.

“Kuncinya sekali lagi adalah menahan diri untuk tidak berkerumun, berkumpul. Jadi ketika berkerumun berkurang perlahan-lahan, data menunjukkan kasus positif menurun,” katanya.

Meski demikian, Bima menyatakan, pihaknya tak ingin mengendurkan penanganaan Covid-19 di wilayahnya. Dia menegaskan, semua tim yang menangani Covid-19 harus tetap waspada.

“Walaupun tidak merah lagi. Kita tidak boleh lengah. Jadi kita masih evaluasi terus lah. Pesan kepada warga bahwa kita bisa kendalikan, ketika warga bisa mengendalikan diri,” kata Bima.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbaharui data dan mencatat ada 32 zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 (zona merah) di Indonesia hingga Selasa (25/8/2020). Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya 29 wilayah.

Kota Bogor menjadi satu-satunya daerah zona merah di Jawa Barat. “Berdasarkan analisis, ada 32 zona masuk dalam zona merah atau risiko tinggi di antaranya Kota Bogor, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur masuk dalam zona merah,” ucap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada Kamis (27/8/2020).

Pasien OTG Covid-19 Bakal Diisolasi di BNN Lido

0

BOGORDAILY – Pasien atau Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 asal Kota Bogor akan diisolasi di BNN Lido , Kabupaten Bogor. Hal itu setelah adanya kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang Sinergi Penanganan dan Perawatan pasien Covid-19 asal Kota Bogor.

Gedung tersebut hanya akan menjadi pusat isolasi pasien Covid-19 yang berkategori ringan atau orang tanpa gejala (OTG), sedangkan yang bergejala tetap dirawat di RS rujukan.

Gedung BNN Lido memiliki 2 lantai, berisi 23 kamar dengan 122 kasur. Sementara itu, tenaga kesehatan akan menempati 20 kamar dengan jumlah 40 ranjang.

Nantinya para pasien OTG dan tenaga kesehatan akan menggunakan APD lengkap, disediakan juga tempat olahraga dan berjemur serta ruang serbaguna.

Kepala PPSDM BNN Shindu Setiatmoko mengatakan, sejak April 2020, pihaknya diberikan tugas untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

“Mudah-mudahan amanah ini dapat dilaksanakan, terutama kami siap untuk membantu Kota Bogor dalam memfasilitasi tempat yang ada di kami berupa penginapan dan ruang serbaguna untuk penanganan Covid-19 dalam kurun waktu yang sudah disepakati,” katanya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya berterima kasih atas adanya kerja sama untuk penanganan pasien Covid-19 asal Kota Bogor. “Di sini tempatnya sangat ideal, kami sangat apresiasi, bersyukur, berterima kasih, pihak BNN sangat merespons ini dengan cepat prosesnya,” katanya.

“Kita semua siapkan tenaga kesehatannya, tim semua yang di sini kita siapkan. Ini juga untuk menekan skor karena salah satu indikasi peningkatan status dari kuning, oranye ke merah karena kesediaan rawat inap di rumah sakit,” katanya.

Untuk mekanisme pasien OTG yang diisolasi di PPSDM BNN akan terlebih dahulu dideteksi. Jika masih memungkinkan isolasi di rumah dan wilayahnya mendukung, maka diperkenankan.

“Tapi kalau tidak memungkinkan, apalagi misalnya ada sensasi dari warga akan ke sini langsung dikoordinasikan dengan dinkes,” katanya.

Kerja sama dengan BNN ini, kata Bima, akan berlangsung selama satu tahun.

“Insyaallah, mudah-mudahan tidak sampai setahun Covid-19 selesai,” tuturnya.

Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Budiyono menambahkan, gedung ini digunakan untuk diklat SDM BNN, namun karena pandemi, banyak pelatihan ditunda.

“Daripada kosong kita manfaatkan, kita kerjasamakan dengan pemkot, kami siap membantu,” kata Budiyono yang juga Kasatgas Pencegahan dan Penangggulangan Covid-19 BNN.

Wapres Ma’ruf Amin: Dunia akan Lebih Baik Karena Moralitas dan Kohesi Sosial yang Baik

BOGORDAILY – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menitipkan pesan kepada mahasiswa baru yang sudah mulai memasuki dunia pendidikan tinggi. Dia mendorong mahasiswa agar menjadi agen perubahan yang terus menjunjung tinggi nilai nasionalisme, cinta tanah air, patriotisme dan toleransi.

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya secara daring, Senin (7/9).

“Sebagai kelompok elite dalam struktur masyarakat Indonesia, anda semua harus menjadi agen perubahan. Jadilah agen yang konsisten untuk terus menyuarakan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, patriotisme, dan toleransi. Masa depan negara ini, seluruhnya berada di pundak kalian,” katanya.

Dia berharap mahasiswa dapat mewujudkan semangat nasionalisme tersebut. Sehingga, sekalipun memiliki keunggulan kompetitif secara global, tapi selayaknya tetap berpijak pada ideologi dan kearifan lokal.

“Saya teringat dengan Presiden Indonesia Ke-3 Bapak Prof Dr BJ Habibie yang selalu dijuluki ‘otak Jerman tapi berhati Makkah’. Julukan tersebut mengandung arti bahwa otak kita, atau kemampuan kita bisa melanglang buana dan bersaing di era global ini, tapi hati kita atau jati diri kita tetap harus melekat sesuai dengan identitas dan akhlak sebagai insan nusantara,” jelasnya.

Ma’ruf berpesan agar para mahasiswa menjadi kaum intelektual yang tidak hanya memahami ilmu pengetahuan dengan baik. Tetapi, juga menjunjung tinggi moralitas sosial.

“Tumbuh dan berkembanglah menjadi intelektual yang memahami ilmu pengetahuan tetapi juga menjunjung tinggi moralitas dan menghargai kehidupan sosial. Dunia tidak akan menjadi lebih baik hanya karena banyaknya orang cerdas. Tetapi dunia akan lebih baik karena moralitas dan kohesi sosial yang baik,” tutupnya.

BPJAMSOSTEK Bogor Kota Serahkan Klaim JHT

0

Bogordaily – BPJAMSOSTEK Bogor Kota telah menyerahkan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) kepada peserta BPJS secara langsung di rumah pekerja.

Penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan Imas M yang dalam kondisi sakit dan sudah tidak bisa melakukan aktivitas apapun menerima tabungan JHT BPJAMSOSTEK selama bekerja di Nittoh Presisi Industri. Penyerahan klaim itu disaksikan oleh pihak keluarga serta perwakilan dari BPJAMSOSTEK Bogor Kota, Senin. (07/9)

“Atas nama kemanusiaan kami mengantar langsung tabungan beliau ke rumah karena kondisinya tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor kami” ujar Aan Wijayanti, Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Bogor Kota

Menurut Aan, pihak keluarga semula mengajukan klaim JHT Imas di kantor BPJAMSOSTEK Bogor Kota jalan Pemuda No 28, namun karena pengajuan tidak bisa diwakilkan maka BPJAMSOSTEK Bogor Kota berinisiatif untuk mengantar langsung ke rumah beliau dihari yang sama.

Imas mengalami sakit stroke yang sampai sekarang masih dalam proses perawatan dan mengakibatkan belum bisa bekerja kembali.
“Pihak keluarga sangat berterimakasih dengan pelayanan yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK,” tuturnya.

Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Bogor Kota Mias Muchtar menyampaikan BPJAMSOSTEK Bogor kota terus berkomitmen untuk bisa terus melayani secara optimal dengan pelayanan prima kepada setiap peserta.

Perlu diketahui, BPJAMSOSTEK Bogor Kota sampai saat hari ini sudah membayarkan klaim sebesar 517,5 M sebanyak 40.126 kasus diantaranya klaim untuk program JHT sebanyak 37.752 kasus, Program JKK sebanyak 1.239 kasus, Program JKM sebanyak 397 kasus, Program JPN sebanyak 738 kasus, imbuh Mias Muchtar.

selanjutnya Mias Muchtar menghimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK yang akan mengurus klaim program BPJAMSOSTEK agar tidak menggunakan jasa calo dalam proses klaim yang dapat merugikan peserta.

“Dalam Pengurusan klaim, BPJAMSOSTEK tidak ada biaya administrasi apapun selama proses klaim. Jika memang terdapat kendala, peserta dapat menghubungi layanan call center BPJAMSOSTEK di 175 atau langsung ke kantor BPJAMSOSTEK terdekat”, tutup mias

Swiss Vs Jerman: Die Mannschaft Lagi-lagi Imbang

0

BOGORDAILY – Timnas Jerman kembali meraih hasil imbang setelah sempat unggul duluan. Kali Die Mannschaft diimbangi Swiss 1-1.

Pada pertandingan kedua Liga A Grup 4 UEFA Nations League antara Swiss vs Jerman yang dihelat di St Jakob Park, Senin (7/9/2020) dini hari WIB, tuan rumah memang kalah penguasaan bola 47 persen berbanding 53 persen milik Jerman.

Tapi, Swiss lebih menyerang dengan total 20 attempts, enam on goal, sementara Jerman cuma punya empat attempts on target dari total 14. Jerman unggul duluan di babak pertama lewat gol Ilkay Guendogan.

Sementara, Swiss membalas lewat Silvan Widmer di babak kedua. Jerman yang cuma menambah satu poin tertahan di posisi ketiga klasemen dengan dua poin, sementara Swiss masih di dasar klasemen dengan satu poin.

Ini jadi hasil imbang kedua Jerman setelah hasil serupa saat menghadapi Spanyol Jumat dini hari WIB kemarin.

Jalannya pertandingan

Jerman tidak melakukan banyak perubahan susunan pemain ketimbang saat diimbangi Spanyol 1-1. Cuma Kevin Trapp dan Emre Can yang digantikan Bernd Leno dan Matthias Ginter.

Punya kualitas skuat lebih baik, Jerman coba menekan sejak menit awal. Di menit ketujuh Yann Sommer sudah berjibaku saat menepis bola sepakan Leroy Sane. Di menit ke-12 giliran Haris Seferovic nyaris bikin gol untuk Swiss andaikan bola tembakannya tak dihalau Leno.

Jerman unggul duluan pada menit ke-14 lewat Guendogan. Serangan Jerman dibangun dari sisi kanan saat Julian Draxler memberikan bola kepada Ginter yang kemudian mengoper kepada Guendogan, yang menuntaskan lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti ke pojok gawang.

BASEL, SWITZERLAND - SEPTEMBER 06: Ilkay Guendogan (not in the picture) scores his team's first goal against goalkeeper Yann Sommer of Switzerland during the UEFA Nations League group stage match between Switzerland and Germany at St. Jakob-Park on September 06, 2020 in Basel, Switzerland. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)

Tertinggal 0-1 membuat Swiss makin bernafsu menyerang. Seferovic dan Breel Embolo beberapa kali mendapat kans bikin gol. Pada menit ke-28, Djibril Sow memberikan umpan matang kepada Seferovic yang berdiri bebas.

Sayangnya sepakan Seferovic malah melebar dari sasaran. Jerman membahayakan lagi gawang Sommer di menit ke-32. Timo Werner memberikan umpan tarik yang disambut sepakan Julian Draxler tapi bisa diadang Sommer.

Peluang terbaik Swiss didapat Seferovic pada menit ke-42. Swiss membangun serangan dengan rapi dan mampu mendapat celah di pertahanan Jerman, ketika Seferovic menerima umpan terobosan rekannya tapi bola tembakannya menerpa tiang.

Skor 1-0 untuk keunggulan Jerman bertahan hingga turun minum.

Jerman masih mendominasi permainan di awal babak ini dan hampir membuat gol di menit ke-52. Ginter dari sisi kanan mengirimkan bola ke tengah kotak penalti dan Draxler menerimanya tapi bola sepakannya keburu diblok bek lawan.

Lima menit berselang, Swiss bisa juga menyamakan skor 1-1. Swiss membangun serangan dengan tenang dari sisi kiri, lalu Embolo melepaskan umpan tarik yang disambut sepakan first time Silvan Widmer ke gawang Leno.

Switzerland's Silvan Widmer, right, scores past Germany's Robin Gosens, left,  during their UEFA Nations League soccer match at the St. Jakob-Park stadium in Basel, Switzerland, on Sunday, Sept. 6, 2020. (Georgios Kefalas/Keystone via AP)

Jerman langsung membalas di menit ke-60 tapi Sommer mampu menepis tendangan keras Ruediger dari luar kotak penalti. Swiss juga punya kans bikin gol tapi Leno bisa menepis bola tendangan Xhaka.

Xhaka membuat Leno harus susah payah menepis bola sepakan bebasnya di menit ke-84 yang mengarah ke pojok gawang. Dari situasi sepak pojok itu, Swiss bikin kans lagi, lagi-lagi serangan sayap yang memulainya.

Kali ini umpan tarik Steffen menemui Ruben Vargas yang coba menendang bola dengan tumitnya tapi bola masih melebar. Hingga pertandingan Swiss Vs Jerman berakhir, skor 1-1 tak berubah.

Susunan pemain

Swiss: Yann Sommer; Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez (Stephane Zuber 64′); Silvan Widmer, Renato Steffen, Djibril Sow (Michel Aebishcer 80′), Granit Xhaka, Loris Benito; Breel Embolo (Ruben Vargas 73′), Haris Seferovic.

Jerman: Bernd Leno; Antonio Rudiger, Niklas Sule (Jonathan Tah 62′), Matthias Ginter; Thilo Kehrer, Toni Kroos, Ilkay Gundogan, Robin Gosens (Emre Can 78′); Julian Draxler; Timo Werner, Leroy Sane (Julian Brandt 45′)

Kasus Corona Tambah 3 Ribuan Per Hari, IDI Menyodorkan 2 Opsi Solusi

BOGORDAILY – Kasus baru Corona di Indonesia tercatat sudah tujuh kali melampaui angka 3 ribuan. Di sisi lain, lahan khusus untuk pemakaman jenazah terkait Corona kini semakin berkurang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah merumuskan ulang strategi penanganan Corona.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum IDI, Slamet Budiarto, saat dihubungi, Senin (7/9/2020). Slamet awalnya menyoroti soal penerapan protokol kesehatan di masa pelonggaran PSBB ini.

“Ya awalnya PSBB pada awal dulu kan bisa meredakan tapi sayangnya pada saat relaksasi PSBB tidak ada yang mengawal untuk protokol kesehatan sehingga masyarakat tidak disiplin sehingga risikonya tertular jadi yang melakukan promotif preventif tidak optimal, siapa yang melakukan sosialisasi di perkantoran, siapa yang melakukan sosialisasi di restoran, di masjid, di tempat ibadah lain, sedangkan saat PSBB itu nggak keluar rumah. Jadi pemerintah harus melakukan strategi ulang,” ujar Slamet.

Perkembangan Kasus Corona Harian di Indonesia

Slamet mengajukan dua jalan keluar untuk mengatasi kasus Corona di Indonesia yang kini terus bertambah. Slamet mengatakan pemerintah bisa kembali menerapkan PSBB seperti awal tapi dengan risiko ekonomi terpuruk atau tetap bertahan di kondisi saat ini dengan syarat upaya pencegahan terus dilakukan.

“Iya, paling jalan keluarnya, satu ya PSBB lagi tapi risikonya ekonomi hancur, yang kedua tetap seperti sekarang tapi sosialisasi terhadap protokol kesehatan itu diperketat, kalau kemarin kan sehabis PSBB seperti dilepas, ini aja sudah lumayan sekolah belum dibuka, kalau sekolah sudah dibuka bagaimana lagi coba, pasa-pasar itu siapa yang melakukan sosialisasi, hotel siapa. Pemerintah harus melakukan strategi ulang, utamanya promotif preventif,” ujar dia.

Pemerintah, kata Slamet, harus mengoptimalkan upaya promotif preventif. Sosialiasi mengenai penerapan protokol kesehatan harus dilakukan ke sejumlah klaster penularan Corona.

“Jadi usulnya strategi ulang dengan mengoptimalkan promotif preventif, promotif itu artinya sosialisasi besar-besaran ke klaster-klaster, preventif itu upaya pencegahan itu agar tidak terjadi, yang tidak pakai masker ditegur,” imbuh Slamet.

Penjelasan Pemerintah soal Kasus Baru Corona 3 Ribuan

Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan bahwa angka kasus Corona yang melampaui angka 3 ribuan itu karena ada peningkatan aktivitas masyarakat. Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat tak disertai dengan kesadaran akan menjalankan protokol kesehatan.

“Itu menunjukkan penularan yang meningkat karena kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan yang belum optimal,” kata Wiku kepada wartawan, Minggu (6/9).

Wiku menyebut, meski ada peningkatan kasus positif, pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk bisa membuat masyarakat tertib menjaga protokol kesehatan. Menurut Wiku, pelibatan aparat TNI-Polri hingga tokoh masyarakat atau tokoh agama akan semakin gencar mengkampanyekan protokol kesehatan.

“Ada berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Polisi melakukan penegakan disiplin berbasis komunitas, Satpol PP mengaktifkan penegakan kedisiplinan di fasilitas umum. Selain itu, Satgas menggerakkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam kampanye protokol kesehatan,” ucap Wiku.

Dulu RR Pernah Mengingatkan, Kini Akhirnya Di-Locked Down Negara Lain

0

BOGOR DAILY – Saran dan pernyataan ekonom senior Rizal Ramli terbukti, soal Karan Tina wilayaj yang sempat diusulkannya dulu.

Indonesia memang tidak memberlakukan lockdown, tapi kini justru dikocok download negara lain.

Malaysia menjadi salah satu negara yang secara terang-terangan melarang warga negara Indonesia untuk memasuki Negeri Jiran tersebut.

Selain Malaysia, beberapa negara lain juga dikabarkan membatasi hingga melarang WNI masuk karena alasan Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air.

Kebijakan sejumlah negara tersebut sontak menjadi ‘tamparan’ bagi Indonesia yang hingga saat ini tak memutuskan kebijakan yang benar-benar membentengi diri dari masuknya warga negara lain. Seperti yang disampaikan ekonom senior Rizal Ramli.

Sembari menautkan pemberitaan media daring mengenai larangan WNI masuk ke puluhan negara, mantan Menko Kemaritiman RI ini pun kembali menyinggung soal kebijakan karantina wilayah atau lockdown yang tak pernah dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi penyebaran Covid-19.

“Pemerintah tidak suka lockdown, tapi akhirnya Indonesia yang di-locked down oleh negara-negara lain. What an irony,” kata Rizal Ramli di akun Twitternya, Minggu (6/9).

Seperti diketahui, Rizal Ramli menjadi salah satu tokoh yang beberapa kali mengusulkan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk melakukan karantina wilayah.

Sebab menurut RR, sapaan Rizal Ramli, kebijakan lockdown akan lebih efektif dibanding Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kini diambil pemerintah dan terus diperpanjang penerapannya.

Padahal bagi RR, penerapan lockdown selama satu bulan sudah cukup menekan Covid-19. Ia mengamini bila lockdown total akan membuat pemerintah mengeluarkan biaya besar. Namun hal itu sebanding dengan minimnya dampak ekonomi yang ditimbulkan.(*)