Sunday, 17 May 2026
Home Blog Page 8086

Duh, Ampe segininya. Para Istri Antre Ajukan Cerai di Kantor Pengadilan Agama Mirip Pembagian Sembako. Nih Videonya!

0

BOGOR DAILY – Antrean panjang para istri di kantor Pengadilan Agama karena hendak mengajukan cerai heboh dijagat Maya.

Antrean itu mirip pembagian sembako. Antrean membludak hingga mengular ke luar gedung.

Aksi itu direkam warga dan video viral. Dalam video itu menunjukkan antrean orang-orang yang mengajukan perceraian.

Peristiwa itu terjadi di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan dibagikan oleh akun camerapenjurunews.

https://www.instagram.com/p/CEQrkOBnk4B/?igshid=1xtfsk30ktf0z

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon, pihak Pengadilan Agama (PA) Soreang membenarkan hal tersebut.

“Rata-rata setiap hari memang penuh. Biasanya Senin, Selasa, Kamis yang penuh,” kata Ahmad Sadikin, Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang sepeeti dikutif dari Kompas.com, Senin (24/8/2020).

Ahmad menjelaskan, antrean tersebut terjadi lantaran jumlah ruang sidang yang terbatas.

Sementara para pengaju gugatan cerai terbilang cukup tinggi.

“Yang ke Posbakum juga harus antre. Yang akan mengambil produk hukum di Pengadilan Agama Soreang juga harus antre sekarang,” jelasnya.

Dalam satu hari seperti hari ini, kata Ahmad, pihaknya melayani lebih dari 150 gugatan cerai.

“Kalau sekarang masuk pembuktian setengah, berarti jumlah pengunjung dikali tiga. Bisa sampai 500 orang. Belum yang ngantre di Posbakum, daftar perkara baru dan yang mengantre menagambil produk pengadilan,” jelasnya.(*)

Bayern Munich Sempurna di Liga Champions 2019/2020

0

BOGORDAILY – Bayern Munich menyabet gelar Liga Champions musim ini dengan sempurna. Die Roten memenangkan seluruh pertandingan sejak fase grup hingga partai pamungkas.

Bayern bersua Paris Saint-Germain di babak final Liga Champions 2019/2020 yang berlangsung di Estadio da Luz, Portugal, Senin (24/8/2020) dini hari WIB. Pada babak pertama, kedua tim masih belum mencetak satu gol hingga memasuki waktu jeda.

Di babak kedua, Bayern berhasil memecah kebuntuan di menit ke-59. Kingsley Coman sukses menanduk bola umpan lambung Joshua Kimmich menjadi gol ke gawang PSG. Skor 1-0 untuk Die Roten bertahan hingga wasit meniup pluit akhir pertandingan.

Dengan kemenangan itu, Bayern berhak atas gelar Liga Champions keenam mereka sepanjang sejarah. Pencapaian jawara Bundesliga itu semakin spesial lantaran skuat asuhan Hansi Filck itu mampu mengangkat piala dengan rekor pertandingan sempurna.

Ya, Bayern Munich selalu meraih kemenangan di Liga Champions musim ini sejak fase grup. Total 11 pertandingan dilalui dengan poin sempurna, serta memiliki catatan 43 gol dan hanya kebobolan delapan kali.

 

Pencapaian tersebut membuat Bayern masuk dalam buku sejarah Liga Champions. Melansir laporan OptaDie Roten menjadi tim pertama yang mampu merengkuh titel Si Kuping Besar dengan kemenangan 100 persen dalam satu musim penuh.

Tidak hanya itu, Bayern juga menutup musim 2019/2020 dengan rekor tidak terkalahkan dalam 30 pertandingan di semua kompetisi. Tim asal Jerman itu menang 29 kali dan hanya imbang sekali, dengan 21 kemenangan diraihnya secara beruntun.

Fantastisch, Bayern Munich!

Perjalanan Bayern Munich di Liga Champions 2019/2020

Grup B
Bayern Munich 3-0 Red Star Belgrade
Tottenham Hotspur 2-7 Bayern Munich
Olympiakos 2-3 Bayern Munich
Bayern Munich 2-0 Olympiakos
Red Star Belgrade 0-6 Bayern Munich
Bayern Munich 3-1 Tottenham Hotspur

Fase Gugur
Chelsea 0-3 Bayern Munich
Bayern Munich 4-1 Chelsea
Barcelona 2-8 Bayern Munich
Olympique Lyon 0-3 Bayern Munich

Final
Paris Saint-Germain 0-1 Bayern Munich

Dua Orang Pelempar Bom Molotov di Markas PDIP Bogor Ternyata Anggota FPI

BOGOR DAILY – Sebanyak lima orang pelaku teror bom molotov di sekretarias pengurus kecamatan PDIP ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Bogor.

Yang lebih menggemparkan ialah, dari lima orang itu dua diantaranya merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

 

Pengacara terduga pelaku dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Azis Yanuar menjelaskan, lima orang sudah diamankan oleh pihak kepolisian, dari lima itu dua orang diantaranya merupakan klien dirinya.

“Iya lima orang sudah diamankan, dan dua orang itu merupakan klien nya, keseluruhan berdomisili di Bogor,” ujarnya, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, dua kliennya itu ditangkap pada Kamis (20/8/2020 kemarin.

Dirnya mempertanyakan, dari kelima orang itu saat penangkapan tidak dibawakan surat penangkapan dan penahanan, yang seharusnya diberikan kepada pihak keluarga.

“Pihak keluarga maupun kuasa hukum yang sempat mendatangi Polres Bogor, dan tidak dapat menemui kelima orang anggota keluarganya tersebut. Kita tidak tahu keberadaan klien kami,” tukasnya.

Sebelumnya, pelemparan bom molotov ke markas Sekretariat PAC PDI Perjuangan kembali terjadi, Selasa (28/7/2020) dinihari terjadi di Mako Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Megamendung, kali ini di PAC PDIP Kecamatan Cileungsi.

Ketika dikonfirmasi Wakil Ketua Banteng Muda Indonesia Kabupaten Bogor Bidang Polhukam, Ridwan Darmawan membenarkan, bahwa ada peristiwa pelemparan bom molotov di Sekretariat PAC Kecamatan Cileungsi.

“Benar ada pelemparan lagi bom Molotov di kantor Sekretariat PAC Kecamatan Cileingsi,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (29/7/2020) lalu. (Andi).

Gedung Kejaksaan Agung Terbakar atau Sengaja Dibakar?

BOGORDAILY – 11 Jam si jago merah melahap habis gedung utama Kejaksaan Agung. 65 Mobil pemadan dan 230 petugas Sabtu malam hingga Minggu pagi berjibaku memadamkan api.

Kebakaran itu pun menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat. Terlebih saat ini Kejaksaan Agung sedang mengusut kasus Djoko Tjandra yang melibatkan sejumlah pihak.

Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto menduga penyebabnya bisa karena kesengajaan. Dia mendorong pihak kepolisian mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi.

“Perlu diselidiki apakah itu memang ada kesengajaan atau benar-benar terbakar,” ujar Wihadi dalam siaran pers.

Politikus Partai Gerindra ini menilai, perlu segera diungkap penyebabnya. Karena kebakaran terjadi disaat Kejaksaan Agung menangani kasus yang menjadi sorotan. Seperti kasus Djoko Tjandra dan kasus Jiwasraya.

“Polisi yang mengusut itu,” ucapnya.

Wihadi mengatakan, banyak arsip kasus besar dan kasus korupsi yang belum terungkap di Kejaksaan Agung. Sehingga dugaan kebakaran terjadi karena kesengajaan perlu diselidiki kepolisian. Dia juga berharap tidak ada berkas yang ikut terbakar.

“Bagaimana pun juga di Kejaksaan banyak arsip-arsip tentang kasus-kasus besar dan kasus korupsi lainnya yang belum terselesaikan,” katanya.

“Karena kalau itu gedung yang di depan, gedung pidsus kan di belakang aman itu. Kita harapkan tidak ada berkas-berkas yang ikut terbakar,” pungkasnya.

Kejagung Minta Jangan Spekulasi

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono meminta publik tidak berspekulasi soal penyebab kebakaran yang terjadi di Kejaksaan Agung. Dia meminta, semua pihak menunggu penyelidikan dari polisi.

Hari menegaskan, kebakaran tidak mengganggu proses penanganan sebuah kasus. Sebab, Hari menyatakan, gedung yang terbakar tidak menyimpan berkas perkara. Baik itu tindak pidana khusus dalam hal ini korupsi, maupun tindak pidana umum.

“Sehingga terhadap berkas perkara yang terkait dengan tindak pidana korupsi 100 persen aman tidak ada masalah,” jelas Hari di Gedung Kejagung.

Hari pun mengingatkan, penyebab kebakaran hingga saat ini masih diselidiki oleh polisi. Dia berharap, tak ada spekulasi yang mencuat dari peristiwa semalam.

“Dan kami mohon tidak membuat spekulasi dan asumsi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Artinya mari kita sabar menunggu hasil pihak kepolisian,” tutur Hari lagi.

Berkas Aman

Hari Setiyono kembali menegaskan, tidak ada satu berkas perkara pun yang rusak akibat kebakaran hebat di gedung utama Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Termasuk, kasus-kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat, seperti kasus Djoko Tjandra dan keterlibatan Jaksa Pinangki, kasus Jiwasraya, dan ASABRI.

“100 persen semua berkas perkara aman,” tegas dia di lokasi, Jalan Sultan Hasanuddin, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (23/8).

Dia menambahkan, berkas perkara korupsi dan perkara pidana umum aman dikarenakan letak dokumen terkait ada di gedung terpisah.

“Perkara korupsi ada di Gedung JAMPIDSUS, dan pidana umum ada di JAMPIDUM. Jadi sekali lagi dengan terbakarnya gedung ini tidak mempengaruhi penanganan perkara tindak pidana,” tegas dia.

Penyelidikan Terbuka

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menegaskan, pemerintah tidak akan menutupi pengungkapan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung. Terlebih, saat ini era keterbukaan publik.

“Agar masyarakat tenang mengikuti dan mengawasi penanganan kasus kebakaran ini. Silakan, pemerintah tidak bisa menghalang-halangi orang mencari informasi. Sekarang sudah tidak mungkin kita menggunakan cara-cara ci luk ba,” tutur Mahfud dalam konferensi pers virtual.

Mahfud enggan mengikuti arus. Tak ingin terbawa spekulasi mengenai penyebab kebakaran Gedung Kejagung yang dikaitkan oleh penanganan kasus Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki, dan korupsi Jiwasraya.

“Pemerintah tidak mengaitkan dengan kasus-kasus tertentu karena nanti spekulatif. Ditunggu saja. Pemerintah transparan dan bisa diawasi. Tapi jangan berspekulasi,” jelas dia.

Termasuk juga soal ikut terbakarnya bekas ruang kerja Jaksa Pinangki yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra, Mahfud meminta biarkan Bareskrim Polri dan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung bekerja.

“Kalau menyangkut kenapa ruangan Pinangki terbakar, itu sudah masuk spekulasi. Kita tunggu dulu,” ucap Mahfud.

Sejauh ini, lanjut Mahfud, berkas perkara yang ditangani Kejagung dipastikan aman. Termasuk juga soal dua kasus besar yang masih hangat, yakni keterlibatan Jaksa Pinangki dalam perkara Djoko Tjandra dan korupsi Jiwasraya.

“Bahwa kasus Djoko Tjandra yang melibatkan Jaksa Pinangki atau jaksa lain-lain kalau ada, harus berproses secara transparan. Tidak mungkin pemerintah berbohong di saat seperti ini. Masyarakat punya alatnya sendiri untuk membongkar,” jelas dia.

Mengingat Gerakan Anti Kebodohan, Meningkatkan Program Wajib Belajar

0

Oleh Alea Eka Putri, Pemerhati Pendidikan

‘COMPULSORY Education’ (Wajib Belajar) adalah program yang mewajibkan anak pada rentang usia tertentu untuk mengikuti program pendidikan tertentu. Hampir setiap negara menerapkan program wajib belajar.

Ada yang menerapkan Wajib Belajar 6, 9, 12 tahun, dan sebagainya (lihat data UNESCO).

Wajib belajar tidak hanya berarti setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan tertentu. Akan tetapi, juga berarti pemerintah wajib menyediakan akses yang memadai agar setiap warga negara bisa mengikuti pendidikan, tidak terkecuali.

Ketika sebuah negara menerapkan program wajib belajar, biasanya di jenjang pendidikan itu, setiap warga negara bisa mengikutinya secara gratis.

Di Indonesia, wajib belajar pertama kali diterapkan pada tahun 1984, yaitu Program Wajib Belajar 6 tahun. Tidak banyak yang tahu, Rizal Ramli (RR) memegang peran penting sehingga akhirnya program ini berlaku di seluruh Indonesia.

Ketika masih menjadi mahasiswa tingkat II di Institut Teknologi Bandung (ITB), RR memenangkan sebuah kompetisi menulis. Pemenang kompetisi itu menerima hadiah mengikuti kuliah Asian Studies di Sophia University, Jepang, selama 30 hari.

Itu adalah pengalaman pertamanya ke luar negeri. Tentu saja, di sela-sela waktu kuliah ia sempatkan berkeliling Jepang. RR sempat ikut tinggal bersama petani, melihat industri Jepang, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.

Jalan-jalan ke luar negeri bukannya membuat RR senang, melainkan gelisah. Mengapa negara sekecil Jepang bisa memastikan bahwa rakyatnya cukup makan? Mengapa angka kesejahteraannya tinggi? Di sisi lain, Indonesia memiliki alam yang jauh lebih kaya, tetapi masih banyak penduduknya yang kelaparan.

RR juga mulai menyadari, ia masih belum mengenal Indonesia ketika itu. RR besar di Bogor dan melanjutkan studi di Bandung. Pengetahuannya tentang Indonesia lebih banyak didapat dari pergaulan di sekolah, kampus, dan dari buku.

Sepulang dari Jepang, RR muda memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk mengenal Indonesia. Ia mengajak seorang sahabatnya (alm. Irzadi Mirwan atau Adi) untuk menyusuri pantai utara Jawa sampai Bali Utara. RR dan Adi bepergian dengan ‘backpacking’, naik apa saja. Kadang naik kereta, kadang menumpang truk.

Pengalaman yang paling berkesan bagi RR muda selama perjalanan itu adalah ketika sampai di sebuah pantai di Tegal. Di sana RR bertemu dengan seorang nelayan, dan anak remajanya yang bernama Sugriwa. RR dan Adi ikut bersama Ayahnya Sugriwa mencari ikan di bagan.

Bagan adalah sebuah struktur bangunan di tengah laut, tempat nelayan biasa mencari ikan. Berempat, mereka menunggu di bagan, diterpa angin malam yang dingin. Mulai dari malam hingga pukul lima pagi. Selama itu, Ayahnya Sugriwa hanya mendapatkan 3 ember kecil ikan.

Ayah Sugriwa membawa dua bungkus nasi. Beliau pun memilih beberapa ikan kecil untuk dimasak. RR dan Adi sebenarnya sangat lapar, tapi tidak enak untuk meminta makan. Namun, Ayah Sugriwa bersikeras agar nasi tersebut dimakan bersama-sama.

RR begitu tersentuh. Seorang nelayan miskin tetap mau berbagi dengan dua orang mahasiswa backpacker. Selama makan, RR dan Adi melanjutkan perbincangan dengan Ayah Sugriwa.

Ayah Sugriwa bercerita, anaknya yang berusia sekitar 12 tahun tidak pernah bersekolah. Bukan karena Sugriwa tidak mau sekolah. Si anak malah sangat ingin. Alasan biayalah yang menyebabkan si anak tidak pernah bisa bersekolah.

Hal ini mengingatkan RR tentang apa yang ia pelajari dari kunjungan ke Jepang. Setelah Restorasi Meiji (1868), Jepang mulai menerapkan Program Wajib Belajar. Itulah pertama kalinya pemerintah secara resmi mengintervensi sistem pendidikan, yang memungkinkan setiap warga negaranya memperoleh pendidikan.

Di Indonesia, belum ada program wajib belajar. “Mungkin salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia adalah karena kurangnya pendidikan?” pikir RR muda.

Tentu, di kemudian hari, RR belajar bahwa masalah kemiskinan di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh masalah pendidikan. Namun, sejak mahasiswa, RR sudah melihat kekurangan dalam bidang pendidikan menjadi salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia.

Sepulang dari perjalanan menyusuri pantai utara Jawa, RR mengajak beberapa teman-teman mahasiswa untuk menganalisis kondisi pendidikan di Indonesia.

Beberapa ahli pendidikan diundang berceramah tentang pendidikan ke kampus ITB. Ternyata, sekitar 7 sampai 8 juta anak usia sekolah tidak bersekolah karena tidak mampu.

RR pun mengajak Dewan Mahasiswa se-Bandung untuk melakukan Gerakan Anti Kebodohan (1976-1977). Tahun 1977 adalah tahun pemilu. Salah satu tujuan Gerakan Anti Kebodohan adalah agar isi kampanye pemilu lebih dari sekadar pencitraan politik saja, tapi memang membahas isu-isu strategis, khususnya pendidikan.

Sebagai bagian dari Gerakan Anti Kebodohan, para mahasiswa mengundang Menteri Pendidikan saat itu, Teuku Mohammad Syarif Thayeb, untuk mendorong dibentuknya Program Wajib Belajar 6 tahun.

Mahasiswa juga melakukan demonstrasi ke DPR agar isu pendidikan menjadi salah satu isu Pemilu yang utama. Lama kelamaan yang terlibat di Gerakan Anti Kebodohan makin banyak. Antara lain mahasiswa se-Jogjakarta dan Jakarta.

Penyair W.S. Rendra pun ikut berpartisipasi. Ia datang ke ITB dan membacakan sebuah puisi tentang pendidikan yang berjudul “Sajak Sebatang Lisong”. Rendra pun mengusulkan para mahasiswa untuk berdiskusi dengan Sjumandjaja, seorang sutradara film.

Sjumandjaja pun membuat sebuah film berjudul “Yang Muda Yang Bercinta”. Meskipun film itu tentang dua mahasiswa yang jatuh cinta, ada juga selipan mengenai mahasiswa yang gelisah dengan kondisi Indonesia. Puisi “Sajak Sebatang Lisong” pun diselipkan di dalam film tersebut.

Akhirnya, tahun 1984, Pemerintah mencanangkan program Wajib Belajar 6 tahun. Program ini terus berlanjut hingga sekarang, dengan penambahan Wajib Belajar 9 tahun. Tentu saja dalam pelaksanaannya, Program Wajib Belajar masih perlu ditingkatkan dan terus dievaluasi.

Seorang nelayan dan anaknya Sugriwa menjadi salah satu faktor yang telah mengetuk hati RR untuk memperjuangkan adanya perbaikan kebijakan di bidang pendidikan.

Salah satunya dengan adanya Program Wajib Belajar. Sejak masih mahasiswa, pendidikan telah menjadi perhatian RR melalui Gerakan Anti Kebodohan dan aksi-aksi lanjutannya.(*)

Timnas U-19 Cuma Membawa 30 Pemain ke Kroasia, Ini Pemain yang Mungkin Dicoret

0

BOGORDAILY – Timnas Indonesia U-19 cuma akan memboyong 30 pemain untuk pemusatan latihan lanjutan ke Kroasia. Siapa bakal tercoret?

PSSI memutuskan memilih Kroasia sebagai lokasi lanjutan pemusatan latihan Timnas U-19 di luar negeri. Sambil menunggu keberangkatan, Beckham Anugrah Putra cs terus menjalani latihan di Jakarta sejak Kamis (20/8/2020).

Awalnya, Pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong memanggil 46 pemain untuk pemusatan latihan di Jakarta. Pada perjalanannya, ia melakukan pencoretan kepada 11 pemain.

Elkan Baggott kemudian ikut menyusul 11 pemain yang meninggalkan pemusatan latihan. Namun, pemain berdarah Inggris-Indonesia itu bukan dicoret, melainkan masa pemanggilannya sudah habis dan ia dipanggil lagi oleh klubnya, Ipswich Town U-18.

Shin Tae-yong kemudian memanggil dua pemain baru yakni Jack Brown dan Syukran Arabia Samual. Kedua pemain itu sudah ikut berlatih di Jakarta saat ini.

Dengan pencoretan 11 pemain, pulangnya Elkan Baggott, dan kedatangan dua pemain baru, itu berarti skuad Timnas U-19 tersisa 36 pemain. Khusus Elkan Baggot, Shin Tae-yong ingin pemain berdarah campuran itu ikut ke Kroasia.

“Kami akan membawa hampir 30 pemain ke Kroasia. Mungkin akan berangkat dari 27 atau 30 Agustus. Kami tak akan pulang sampai selesai (latihan di Kroasia). Kami baru pulang kembali ke Indonesia setelah turnamen Piala Asia (U-19 2020) berakhir,” kata Shin Tae-yong kepada wartawan.

“Saya sudah meminta tolong dengan Indra Sjafri (direktur teknik PSSI), untuk PSSI mengirimkan surat ke klub Elkan. Kami berharap Elkan bisa mengikuti TC di Kroasia,” ujarnya menjelaskan.

Dalam latihan Timnas U-19 pada Kamis (20/8), yang terbuka buat pewarta, setidaknya ada tiga pemain yang absen latihan dan terkendala cedera. Dua pemain absen adalah duo penjaga gawang yakni Ernando Ari Sutaryadi dan Risky Sudirman. Sementara Rizky Ridho latihan terpisah.

Besar kemungkinan pencoretan akan dilakukan kepada Ernando Ari Sutaryadi dan Risky Sudirman sehingga dipastikan tak akan ikut ke Kroasia. Sementara peluang Rizky Ridho diperkirakan masih 50-50.

“Saat dicek dengan MRI, bahu Ernando mengalami masalah. Dia pun menjalani operasi dan tidak bisa ikut latihan. Sementara Risky juga telah operasi dan tidak bisa berlatih dengan normal,” tutur Shin Tae-yong.

“Untuk saat ini saya sudah dapat satu nama, tetapi satu lagi belum. Jadi kami akan mencari terus untuk mengganti dua penjaga gawang tersebut. Kalau Rizky Ridho kondisi kurang baik,” ucapnya.

Dengan asumsi Rizky Ridho ikut tercoret, tetap masih ada 33 pemain di Timnas U-19. Itu berarti akan ada tiga nama lainnya yang akan ditepikan demi mendapatkan 30 pemain Timnas U-19 yang akan terbang ke Kroasia.

Berikut Ini Tiga Pemenang Lomba Foto Selfie

BOGOR DAILY – Setelah kurang lebih delapan Minggu masa pengumpulan foto, akhirnya sampai juga pada waktu pengumuman pemenang lomba foto selfie, Senin (24/8/2020).

Lomba foto selfie yang digagas oleh komunitas Fotografi Bogor, Cluster Terra Maharani Bogor, Bogordaily.net, GSNP Edupro dan Teralogy Photography telah memilih tiga pemenangnya.

Lomba foto ini mengharuskan para pesertanya memotret foto dengan tema foto selfie.

Seorang tim juri dari lomba foto selfie, Agus Muharam mengumumkan, pada lomba foto selfie itu tim juri memilih sebanyak tiga orang sebagai pemenang. Ketiga pemenang lomba foto selfie itu ialah @vinnasword, @newsbie.is.me dan @barracuda_speed.

“Selamat kepada @vinnasword, @newsbie.is.me dan @barracuda_speed, yang telah memenangkan lomba foto selfie, ketiganya berhak mendapatkan uang sebesar Rp1 juta dan kaos dari Edupro,” ujarnya.

@vinnasword pemenang lomba foto selfie

Menurutnya, karena kondisi saat ini masih pandemi Covid-19 maka penyerahannya secara online.

“Untuk para pemenang harap DM mimin @KFB_Bogor, untuk teknis dibahas via DM. Sekali lagi selamat untuk para pemenang dan untuk yang belum beruntung jangan berkecil hati, karena setelah ini akan ada lomba foto lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, lebih dari 300 karya foto turut berpartisipasi dalam lomba selfie yang diselenggarakan oleh komunitas Fotografi Bogor, Cluster Terra Maharani Bogor, Bogordaily.net, GSNP Edupro dan Teralogy Photography tersebut.

@newsbie.is.me pemenang lomba foto selfie

Untuk diketahui, lomba foto selfie yang diselenggarakan pada 1 Juli 2020 itu resmi ditutup oleh tim juri pada Sabtu (15/8/2020) kemarin.

Sementara Kepala Penasaran Terra Maharani, Tiffany Alice Soebiantoro menuturkan, pada lomba kali ini pihaknya menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

@barracuda_speed pemenang lomba foto selfie

Biasanya kata wanita sering disapa Tiffany ini, pihaknya menggelar lomba foto ditempat komplek perumahan Terra Maharani yang berlokasi di Jalan Ciburial, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

“Berhubung pandemi, kita buat berbeda. Kemarin ini kita sudah buat juga lomba foto #dirumahsaja, dan berjalan dengan lancar. Kali ini, kita bekerjasama dengan Komunitas Fotografi Bogor, Bogordaily.net, GSNP Edupro dan Teralogy Photography, untuk lomba foto selfie,” singkatnya. (Andi).

Warga Sempat Lihat Pembuang Bayi di Bogor, Ini Ciri-cirinya

BOGOR DAILY – Warga RT02/RW06, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, sempat melihat pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan dalam tas warna hitam, Senin (24/8/2020).

Menurut Solehatun yang merupakan saksi mata di lokasi, dirinya sempat melihat seorang laki-laki mondar-mandir di tempat bayi perempuan itu ditemukan.

Akan tetapi, dirinya baru menyadari setelah menemukan bayi perempuan baru lahir di dalam tas warna hitam tersebut.

“Ada suara bayi di tanah kosong milik Pak Suratiman, langsung dilihat ternyata bayi dibungkus tas warna hitam. Dan sempat liat ada laki-laki yang mondar-mandir, ciri-cirinya tinggi pakai baju lengan panjang warna abu,” katanya.

Sementara Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengatakan, bayi yang masih ada tali pusarnya itu ditemukan oleh warga sekitar di lokasi tanah kosong milik Suratiman pada pukul 07:10 WIB.

Kemudian, bayi berjenis kalamin perempuan itu langsung dibawa oleh warga bernama Solehatun ke bidan terdekat.

“Saat ini pihak kepolisian dan TNI serta warga mengumpulkan data dan informasi, untuk mencari pelaku dan siapa yang membuang bayi tersebut,” tukasnya. (Andi).

Narasi Jokowi soal Orang Terusik Imbas Gerakan Reformasi

BOGORDAILY – Sambutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di perayaan HUT ke-22 Partai Amanat Nasional (PAN) menyimpan pesan politik yang sangat kuat. Jokowi menyinggung mereka yang terusik saat gerakan perubahan dilakukan. Lantas sebenarnya Jokowi sedang menyindir siapa?

Pernyataan Jokowi itu terekam dalam video yang ditayangkan di acara HUT ke-22 PAN, Jalan Amil, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020). Mulanya Jokowi berbicara soal gerakan reformasi di Indonesia setelah era pemerintahan Presiden Soeharto.

“Pertama-tama saya menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-22 (untuk PAN). 22 tahun yang lalu, saat bangsa kita memulai sebuah langkah yang extraordinary, langkah itu kita sebut reformasi, sebuah langkah bersama dan langkah kesepakatan bersama melakukan perubahan besar-besaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai semangat reformasi sangat relevan dengan situasi saat ini. Jokowi menekankan mengenai pentingnya kerja ekstra luar biasa untuk menangani pandemi COVID-19.

“Semangat tersebut (reformasi setelah tumbangnya era Soeharto) sangat relevan dalam kehidupan kita saat ini. Dalam menghadapi krisis kesehatan dan krisis ekonomi akibat pandemi COVID, kita harus memperkuat reformasi, melakukan langkah-langkah extraordinary, langkah-langkah perubahan-perubahan fundamental, memanfaatkan momentum krisis ini untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” ujar Jokowi.

Jokowi lantas menyindir orang-orang yang menikmati zona nyaman. Mereka, kata Jokowi, begitu terusik saat perubahan digelorakan.

“Tetapi, reformasi sekarang ini tidak mudah karena sudah terlalu banyak orang yang menikmati situasi yang enak, dan yang nyaman. Terlalu banyak orang yang sudah lama menikmati zona nyaman, zona nyaman secara ekonomi, zona nyaman karena status, sehingga merasa terusik ketika dilakukan perubahan-perubahan,” papar Jokowi.

“Oleh sebab itu, ruang kompetisi harus dibuka, persaingan yang sehat harus diberi peluang untuk semua bidang. Kita jangan takut dengan kompetisi, dan jangan takut bersaing,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengingatkan para kadernya bahwa pemerintah bukan hanya memerlukan kritik, tapi juga bantuan. Zulhas mengajak semua pihak untuk ambil bagian dalam proses penyelesaian masalah bangsa.

“Kita sudah masuk kategori krisis, krisis ekonomi. Tentu bisa ada lanjutan kritis lainnya. Karena kita sudah dewasa, kita harus ambil tanggung jawab. Kita tidak cukup kritik, maki-maki, protes saja,” kata Zulhas.

Dalam pandangan Zulhas, pandemi COVID-19 tak hanya mendatang krisis ekonomi tapi juga berpotensi memunculkan krisis-krisis lainnya. Dia mengatakan seluruh elemen bangsa harus bersatu untuk membantu pemerintah.

“Kita mengetahui perusahaan banyak yang tutup, yang bekerja jadi tidak bekerja, apalagi yang mau bekerja. Tadi, yang sudah disampaikan agar keadilan Indonesia bisa kita capai, kita harus ambil tanggung jawab, ikut bersama pemerintah, membantu. Kita menyakini, kita tidak cukup mengkritik, memaki, tidak cukup. Justru, di tengah kesulitan yang luar biasa ini, diperlukan PAN untuk membantu pemerintah, masyarakat, dan lain-lain,” papar Zulhas.

Bupati Bogor Sesalkan Banyak Vila Tak Bayar Pajak

Bupati Bogor Ade Yasin menyebut banyak vila dan rumah singgah (home stay) di Kabupaten Bogor tidak membayar pajak. Bahkan tidak melaporkan jumlah tamu yang datang.

Lebih-lebih selama masa Pandemi Covid-19, Pemkab Bogor melarang seluruh vila untuk disewakan sebagai upaya menekan kunjungan wisatawan sebagai pencegah penularan Covid-19. Pemkab Bogor saat ini masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) hingga 10 September 2020. Artinya, tidak semua pengelola wisata bisa bergerak seenaknya.

Sejumlah aturan yang termaktub dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 tahun 2020, sebagai perubahan atas perbup Nomor 42 tahun 2020, yang merupakan payung hukum pelaksanaan PSBB di Kabupaten Bogor. Dalam regulasi tersebut Pemkab Bogor melarang operasional penyewaan vila dan home stay yang ada di kawasan pariwisata.

“Aktivitas di villa, home stay hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh pemilik, tidak untuk disewakan kepada wisatawan” tegas Ade, Minggu (23/8/2020).

Ade Yasin meminta pemerintah di wilayah, untuk terus aktif dalam mengawasi dan menindaklanjuti jika ada pelanggaran maupun penyimpangan. Ade juga mengaku takkan segan, jika mendapati pemilik vila nakal yang ngeyel masih menyewakan vila maupun homestay kepada para pelancong dan wisatawan.

“Petugas di wilayah itu harus aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai ada vila atau homestay yang masih disewakan, itu tidak boleh. Vila itu tidak boleh disewakan, karena dalam aturan tidak ada pajak vila dan homestay. Sudah tak bayar pajak masa mau disewakan. Kita akan berikan sanksi tegas tentunya untuk ini,” katanya.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengaku siap memberikan sanksi tegas, kepada para pemilik, pengelola dan penjaga vila dan homestay nakal yang tak mematuhi Perbup Nomor 52 Tahun 2020.