Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8099

Penyesalan Hana Hanifah Setelah Setahun Terlibat Prostitusi

BOGORDAILY – Hana Hanifah akhirnya buka suara setelah diamankan polisi di Medan terkait kasus dugaan prostitusi. Ia mengaku menyesal dan meminta maaf.

Hal itu diungkapkan Hana Hanifah saat dihadirkan oleh polisi di Polrestasbes Medan.

“Saya memohon maaf kepada orang tua saya dan kepada kerabat saya. Saya mengucapkan permohonan maaf kepada warga Kota Medan,” kata Hana di Polrestabes Medan, Selasa (14/7/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Hana Hanifah juga berterima kasih kepada kepolisian yang dianggap telah menjaga dirinya. Ia juga menegaskan statusnya hingga saat ini adalah sebagai saksi.

“Berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara, Bapak Kapolres Medan, dan Satreskrim yang sudah menjaga saya selama di Kota Medan. Dan tim penasihat hukum, Machi dan Kak Putri. Status saya di sini sebagai hanya saksi,” tuturnya.

Hana Hanifah

Dalam kasus ini, polisi juga mengungkapkan ternyata Hana Hanifah sudah lama terlibat prostitusi. Meski demikian, artis FTV itu mengaku baru sekali melakukannya di Medan.

“Yang perlu rekan-rekan ketahui bersama, kita juga melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti chat dari saksi H dengan rekannya atau koleganya yang ada di beberapa kota,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko.

“Jadi pertama kali pada saat wawancara langsung dengan yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan di Medan baru sekali tapi dia melakukan kegiatan ini pengakuannya satu tahun. Alasannya tadi sudah saya sampaikan, menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar,” ujarnya.

Sayangnya, Riko tidak menjelaskan berapa angka yang didapatkan Hana dari aktivitasnya itu.

Dia menyebut saat ini polisi fokus menelusuri soal chat Hana dengan pihak yang disebut Riko sebagai kolega Hana di beberapa kota.

“Jadi kita juga dalami ada beberapa chat-chat yang bersangkutan dengan koleganya ada yang di Jawa timur, di Surabaya, di Sumatera Selatan, di salah satu kabupaten di Sumatera Selatan. Di Kalimantan Selatan, di Jawa Barat, dan lain lain. Nanti akan kita dalami,” ucapnya.

Walau Stadion Pakansari Tidak Ditunjuk Menjadi Venue Piala Dunia U20, Pemkab Bogor Tetap Akan Berbenah

BOGOR DAILY – Pemkab Bogor gelontorkan anggaran sebesar Rp250 miliar yang diakumulasi dari anggaran kegiatan di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk persiapan menyambut Piala Dunia U20 tahun 2021.

Akan tetapi, PSSI telah menunjuk enam stadion untuk menjadi venue perhelatan Piala Dunia U21 tahun 2020 tersebut, dan Stadion kebanggaan warga Kabupaten Bogor tidak masuk dalam daftar tersebut.

Anggaran sebesar Rp250 M itu, dialokasikan untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertamanan (DPKPP), Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Lalu Dinas PUPR dijatah membenahi akses jalan dari dan menuju Stadion Pakansari, teruma membenahi keruwetan lalu lintas di Simpang Sentul, yang merupakan akses keluar masuk Tol Jagorawi.

Kemudian DPKPP dijatah membenahi lanskap di kanan dan kiri akses menuju stadion, serta menata pertokoan di seluruh akses jalan. Lalu DLH seperti biasa menyiapkan perabot untuk kebersihan dan Satpol PP menetibkan PKL.

Kemana larinya anggaran tersebut apabila FIFA telah menyetujui tujug stadion untuk menjadi venue piala dunia U20. Hal tersebut ditanggapi Bupati Bogor, Ade Yasin.

Menurut politisi PPP itu, meski Stadion Pakansari gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U20 tahun 2021, pembenahan Simpang Sentul akan tetap berjalan, karena sudah masuk program prioritas dalam kepemimpinannya.

“Rehabilitasi akses menuju Stadion Pakansari tetap berjalan, seperti simpang sentul, pembangunan taman, pembangunan tugu selamat datang itu akan tetap berjalan sambil berharap keajaiban,” ungkapnya.

Eks wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2014-2019 ini masih berharap akan ada keajaiban dari FIFA. “Kita masih tunggu keajaiban dan FIFA,” tukasnya. (Andi).

7 Panti Pijat ‘Plus-plus’ di Bojonggede dan Sukaraja Ditutup Satpol-PP

BOGOR DAILY – Langgar peraturan daerah (Perda) no 35 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 40 Tahun 2020 tentang PSBB Transisi, Satpol PP Kabupaten Bogor tutup 7 panti pijat yang berlokasi di Kecamatan Bojonggede dan Sukaraja.

Kasi Penegakan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Budhi mengatakan, penertiban atau penutupan 7 panti pijat itu, dilaksanakan atas aduan dan keresahan masyarakat selama masa pandemi Covid-19.

“Operasi penertiban umum PSBB transisisi Selasa (14/7/2020) malam di Kecamatan Bojonggede dan Sukaraja, ada tujuh tempat pijat refleksi yang masih beroperasi tadi malam sudah kami tutup, lalu hari ini dipanggil untuk selanjutnya dikenakan sanksi denda dengan besar maksimal Rp 50 juta,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Diduga, kata Agus, tujuh panti pijat yang dijajaki oleh perempuan itupun turut melayani laki-laki hidung belang. pihaknya juga akan berkordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Paruwisata. Karena, rekomendasi perijinannya ada di dinas tersebut.

“Kami akan berikan tindakan tambahan kepada pengelola tempat pijat refleksi yang diduga membiarkan terjadinya praktek mesum, Satpol PP juga akan mengecek perijinan tempat pijat refleksi tersebut ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” tukasnya. (Andi).

Tirta Pakuan – BAZ Salurkan Bantuan Terdampak Pandemi COVID-19

BOGOR DAILY – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bersama Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Bogor menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak COVID-19 di Kota Bogor.

Sabtu pagi, BAZ Kota Bogor menyerahkan 100 paket bantuan kepada warga RW 1 Kelurahan Rancamaya di Intake Cikereteg Kelurahan Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan.

Acara dihadiri Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor sekaligus Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim.

Ketua BAZ Kota Bogor Chotib Malik mengatakan bantuan ini merupakan salah satu kontribusi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dari Zakat Perusahaan yang dititipkan kepada BAZ Kota Bogor.

Tahun ini, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menyalurkan Zakat Perusahan sebesar 2,5 % dari laba bersih perusahaan tahun buku 2019 melalui BAZ Kota Bogor dengan harapan bisa membantu meringankan warga terdampak pandemi COVID-19.

“Kami memahami dan menangkap apa yang diharapkan Perumda Tirta Pakuan agar zakat yang dititipkan kepada kami bisa disalurkan kembali kepada mustahik, terutama warga terdampak COVID-19,” ujar Chotib saat seremoni penyerahan 100 paket bantuan kepada warga Rancamaya di SPAM Cikereteg, Sabtu (11/7/2020).

Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim yang turut hadir menyerahkan bantuan memberikan apresiasi kepada Tirta Pakuan yang secara berkesinambungan menyetorkan zakat perusahaan melalui BAZ Kota Bogor.

“Jadi bantuan ini sebenernya adalah bentuk dari pembayaran air bapak ibu setiap bulannya kepada Tirta Pakuan. Sebagian keuntungan perusahaan balik lagi ke masyarakat. Bisa dalam bentuk bantuan seperti ini, beasiswa, bantuan usaha, dan lain-lain,” ujar dia.

Hadir dalam penyerahan bantuan di Intake Rancamaya para direksi serta pejabat struktural Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan perusahaan berkomitmen menyalurkan zakat perusahaan setiap tahun yang dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BAZ Kota Bogor dan Pemkot Bogor yang terus mensuport Tirta Pakuan selama ini. Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah menjaga lingkungan di area sumber air dan instalasi milik Tirta Pakuan, sehingga pelayanan air bersih tetap terjaga,” kata Deni.

Tirta Pakuan juga membagikan ratusan masker kain kepada masyarakat yang hadir.

Selain di Rancamaya, BAZ Kota Bogor juga menyalurkan 100 paket bantuan kepada para imam, marbot masjid serta masyarakat di sekitar Masjid Nurul Maai Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Selasa (14/7/2020).

Bantuan diserahkan Komisioner BAZ Kota Bogor Rusli Saimun bersama direksi dan pejabat struktural Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.(*)

Upaya Pemerintah Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional

BOGORDAILY – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membeberkan komitmen pemerintah dalam pemulihan kembali ekonomi nasional, yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Salah satunya, pemerintah terus mengharmonisasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menciptakan permintaan dan mendukung kelanjutan bisnis.

“Pandemi ini menimbulkan momentum untuk reformasi struktural dan ekonomi, peningkatan keahlian, mengubah metode bisnis dari offline ke online, serta menguatkan digitalisasi untuk aktivitas ekonomi dan sosial,” tutur Menko Airlangga dalam acara Webinar Launch of Eurocham Position Papers 2020, seperti ditulis Rabu (15/7).

Pemerintah meyakini bahwa digitalisasi dari berbagai proses bisnis yang digabungkan dengan industrialisasi pada beberapa sektor merupakan prasyarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, seimbang, dan berkelanjutan.

Dalam laporan Bank Dunia bertajuk Global Economic Report Juni 2020, diketahui bahwa penyebaran Covid-19 yang berkelanjutan dan tak dapat dicegah telah menimbulkan pengaruh ekonomi pada semua level, global, regional dan nasional.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami terpaksa menghentikan semua aktivitas ekonomi yang mau tidak mau menyebabkan defisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi global diprediksi terkoreksi cukup signifikan sampai menyentuh angka minus 5,2 persen. Pada level regional, pertumbuhan ekonomi di Asia-Pasifik pun diproyeksikan mengalami penurunan tajam mencapai 0,5 persen. Ketika rantai pasok membaik di masa depan, meskipun bertahap, maka pertumbuhan global diharapkan naik menjadi 6,6 persen.

Untuk Indonesia sendiri, dikarenakan negara ini juga termasuk pemain dalam ekonomi global, maka juga terpengaruh dengan situasi menantang saat ini. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan menurun cukup signifikan dari 5 perzen di 2019 menjadi 0 persen pada akhir tahun ini.

“Tetapi, dengan kebijakan yang tepat, kami diproyeksikan akan tumbuh 4,8 persen tahun depan dan 6 persen di tahun selanjutnya,” katanya.

Mulai awal Juni 2020, Indonesia secara bertahap memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di masa pandemic Covid-19 ini. Keputusan ini diambil pemerintah setelah mempertimbangkan matang-matang karena tidak mau mengorbankan mata pencaharian rakyatnya.

Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi, karena kedua hal ini ibarat dua sisi mata uang. Sebab, pembukaan kembali kegiatan ekonomi akan membantu banyak perusahaan yang selama beberapa bulan terakhir harus menanggung beban operasionalnya, dengan mengurangi gaji karyawan, memutus hubungan kerja, dan mereduksi aset.

Di sini, Menko Airlangga menjelaskan selama pandemi, ada bisnis-bisnis yang menjadi pemenang dan pecundang. Sektor pemenang termasuk perusahaan yang mengedepankan teknologi digital dan beroperasi dalam bidang pembayaran digital, logistik, kesehatan, teknologi informasi dan edukasi.

Untuk bisnis yang luar sektor digital, ada beberapa sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni rokok, batu bara, makanan pokok, farmasi dan kesehatan, serta minyak nabati. Sementara, yang menjadi pecundang ada pada sektor pariwisata, jasa tidak esensial dan lainnya.

“Kita harus memastikan sektor pemenang itu terus bertahan, sedangkan sektor yang sangat terkena imbasnya harus diberi perhatian penuh supaya dapat kembali beraktivitas, mempekerjakan kembali dan mengembalikan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga,” jelas Menko Airlangga.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi bisnis yang terdapat dalam Eurocham Position Papers 2020 untuk memperkuat ketahanan industri dan ekonomi. Rekomendasi tersebut terdiri atas: (1) Mendorong Keterlibatan Sektor Swasta, (2) Simplifikasi Proses dan Birokrasi, (3) Mempercepat Transformasi Digital, (4) Meningkatkan Konektivitas, dan (5) Menambah Pilihan Konsumen dan Akses kepada Produk-Produk Inovatif.

Prilly Latuconsina Pertama Bikin Heboh dengan Dikta, Reza Rahadian yang Kedua

BOGORDAILY – Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina bikin heboh lewat postingan Instagram. Prilly Latuconsina memposting foto bareng dengan Reza Rahadian.

Dalam postingan itu, Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina terlihat memamerkan kedua cincin yang sama-sama dipakai di jari manisnya masing-masing.

“Tidak pernah menyangka sebelumnya akan secepat ini, Tidak pernah menyangka juga dialah yang akan mengucap janji dan memasangkan cincin di jari manisku. Semua sangat tiba-tiba. Jodoh memang rahasia tuhan. Bismillah #Taaruf,” tulis Prilly Latuconsina.

Sontak saja postingan itu, langsung membuat banyak orang kaget dan bertanya-tanya ada apa dengan keduanya? Apakah ini sungguhan atau hanya untuk gimmick film belaka?

Seketika itu pula postingan itu langsung banyak mendapatkan komentar dari sahabat-sahabat keduanya. Banyak yang mendoakan Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina benar-benar berjodoh.

“Pasti diluar sana banyak suara hati cowok yg keretek kretek,” komentar Rossa dalam Instagram Prilly Latuconsina.

“Aku wedding singernya yhaaa ?!!!” papar Citra Scholastika dalam Instagram Prilly Latuconsina.

“Selamat ya kesayangan….. Turut berbahagia,” urai Andi Riyanto.

Prilly langsung membalas ucapan selamat dari sahabat-sahabatnya itu. Prilly Latuconsina mengatakan dirinya meminta maaf karena tidak mengundang banyak orang disebabkan COVID-19.

“Makasih mas, nanti kita rayain zoom ya…maaf nggak ngundang dadakan banget,” jawab Prilly Latuconsina untuk komentar Andi Rianto.

Sebelum dengan Reza Rahadian, Prilly Latuconsina pernah bikin heboh lewat akun Instagram miliknya juga. Kala itu, Prilly Latuconsina memposting fotonya bareng Dikta. Pose keduanya juga sangat membuat banyak orang bertanya-tanya.

Saat diposting dalam Instagram miliknya, Prilly Latuconsina memang tidak mengunggah kata-kata. Tapi dalam akun Instagram milik Dikta, terlihat ada kata-kata yang ditulis.

“Akhirnya,” tulis Dikta dalam Instagram miliknya.

Belakangan terkuak Prilly Latuconsina dan Dikta tengah mengerjakan proyek bersama di salah satu tempat.

Belum Beri Rekomendasi, Gugus Tugas Mengomentari Kelanjutan Shopee Liga 1

BOGORDAILY – Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menanggapi rencana PSSI melanjutkan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Pesannya, sepakbola masih beresiko tinggi.

Rencananya, Liga 1 akan digelar lagi mulai 1 Oktober dan berakhir pada 28 Februari 2021. Sejauh ini Gugus Tugas COVID-19 belum memberikan izin penyelenggaraan sepakbola.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sebenarnya belum memastikan kelanjutan kompetisi. Dalam Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020, kepastian kompetisi juga masih bergantung terhadap situasi perkembangan virus corona.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda penyebaran COVID-19 akan mereda di Tanah Air. Doni Monardo berpesan protokol kesehatan ketat harus diterapkan andai pada akhirnya kompetisi tetap dilanjut.

“Kalau seandainya PSSI menyelenggarakan kompetisi, harus dengan catatan seluruh pemain, wasit, atau semua termasuk suporter yang ada di dalam satu area (stadion) itu melaksanakan PCR test dan semua harus negatif,” kata Doni kepada wartawan.

“Kalau tidak ada yang positif COVID-19, itu paling tidak pemeriksaan tidak bisa sekali. Sepanjang kegiatan berlangsung berapa hari sekali harus ada swab test, bukan rapid test,” ujarnya menambahkan.

“Setelah negatif, mereka harus isolasi semua. Mereka tidak boleh ketemu orang lain, harus dikarantina. Mereka bisa kompetisi tanpa penonton. Itu sudah disampaikan ke menpora, rasanya sulit,” katanya lagi.

Letnan Jenderal TNI-AD itu khawatir jika pada akhirnya kompetisi tetap lanjut di tengah kondisi penyebaran virus corona yang belum surut. Apalagi akhir-akhir ini justru sedang terjadi lonjakan kasus di Tanah Air.

Ia mengaku telah menggelar pertemuan dengan para petinggi olahraga di Indonesia, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Sejauh ini kami belum tahu COVID-19 akan berakhir. Belum ada satupun pakar yang menjamin kapan COVID-19 ini akan berakhir. Saya sudah bicara dengan Menpora (Zainudin Amali) kaitannya dengan kompetisi dan Ketua KONI (Marciano Norman),” tutur Doni.

“Salah satu olahraga berisiko antara lain basket, sepak bola, yang pasti ada body contact. Termasuk voli pun walau tidak ada kontak dengan lawan, tapi dengan satu tim bisa terjadi gesekan badan, makanya harus ada perhatian khusus,” ucapnya.

Wandik Minta Pemkab Bogor Prioritaskan Juga Pendidikan

BOGOR DAILY – Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor meminta kepada Pemkab Bogor agar memprioritaskan anggaran untuk sektor pendidikan di Bumi Tegar Beriman.

Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Bogor, Abidin Said mengatakan, dalam mendukung semua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentunya harus di dukung oleh semua pihak.

Di samping itu Abidin juga meminta kepada Pemkab Bogor agar juga memiprioritaskan pada masa transisi PSBB ini kepada aktivitas sekolah dan pendidikan keagamaan melalui pembelajaran secara daring atau online.

Apalagi, Perbup Bogor nomor 40 tahun 2020 cukup bagus dan kuat. Karena di dalam pembukaan nya didukung dari mulai undang-undang Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Peraturan Menteri Kesehatan serta Peraturan Daerah Kabupaten Bogor.

“Pondok pesantren ada beberapa jenis, ada pondok pesantren yang boarding saja, kemudian pondok pesantren yang boarding dan pembuka sekolah agama dan ada sekolah agama saja. Bagi pesantren yang kegiatannya tidak dibatasi bisa sampai 24 jam, apabila tidak melakukan protokol kesehatan maka bisa jadi rawan terhadap tertular Covid-19. Kalau kita baca keputusan bersama empat menteri bahwa, sekolah hanya dilakukan dengan sistem daring kecuali pondok pesantren dan satuan pendidikan yang berada di daerah zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka, maka kita harap Pemkab Bogor juga prioritaskan itu,” katanya, Rabu (15/7/2020).

Ia berharap, kedepannya Pemkab Bogor bisa buat Perbup kembali, mengingat usulan dan pendapat dari stakeholder pendidikan pada tanggan 13 Juli 2020 kemarin.

“Mudah-mudahan Sebagai bahan pertimbangan untuk evaluasi dan monitoring atas Perbup nomor 40 2020 tersebut, kalau hasil evaluasinya masih tetap untuk tidak memungkinkan dewan Pendidikan Kabupaten Bogor setuju untuk membuat PSBB transisi diperpanjang. Utamakan kesehatan anak didik dan selamatkan anak dari tertular Virus Korona. Jangan sampai terjadi seperti di pendidikan Perwira Angkatan Darat Bandung, terpapar korona hampir 1000 lebih, untuk menghindari penularan kepada murid Pemda Kabupaten Bogor harus menjaga ketat pagar warganya selamat dari bahaya korona,” ungkapnya.

Apalagi masih kata Abidin, mengingat dampak ekonomi sangat berpengaruh kepada ekonomi rumah tangga, baik masyarakat yang menyekolahkan anaknya maupun para pengajar dan pengelola tenaga pendidikan.

“Oleh karena itu pergeseran anggaran Kabupaten Bogor yang diorientasikan kepada penanggulangan Covid-19 juga dialokasikan kepada pengelola pendidikan. Karena mengingat Pengaruh ekonomi rumah tangga, sehingga masyarakat yang punya anak yang sekolah lebih mengutamakan kepada belanja pangan, dibanding kepada belanja pendidikan,” tukasnya. (Andi).

Pemprov Jabar Kehabisan Bahan Medis Tes PCR, Pengujian Spesimen Bisa Menurun

BOGORDAILY – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 menghadapi kendala ketersediaan kelengkapan untuk uji spesimen metoda Swab tes dari alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani mengklaim, kemampuan tes PCR yang di Jabar menempati kemampuan yang terbesar di Indonesia, dengan rataan jumlah 10 ribu. Namun, laboratorium jejaring kehabisan bahan medis bernama tip.

“Tip itu adalah ujung dari mikro pipet yang dipakai oleh petugas laboratorium untuk memisahkan, mengambil, dan meneteskan spesimen atau sediaan ke alat mesin pemeriksa,” kata dia, Selasa (14/7).

“Apabila tip ini tidak ada, maka mekanisasi tidak bisa dilakukan karena yang ada di kita dan banyak tersedia di pasaran itu ukurannya tidak tepat dan spesifikasi teknis lainnya tidak tepat untuk mekanisasi pemeriksaan PCR,” jelas pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Jabar itu.

Kondisi ini dialami pula oleh laboratorium di seluruh Indonesia. Untuk menjaga layanan pemeriksaan spesimen tidak terganggu, dalam beberapa hari ini pihaknya akan memaksimalkan kembali cara manual.

Hanya saja, hal ini akan berpengaruh pada kapasitas pemeriksaan PCR di Provinsi Jabar menurun meski dibebankan target untuk bisa memenuhi kriteria dari organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni 1 tes per seribu penduduk per pekan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat tip yang sudah kita pesan ke produsen itu bisa segera tiba karena ini pesannya di luar negeri dan diperkirakan akhir pekan ini baru tiba di indonesia,” katanya.

Selain itu, penanganan penyebaran Covid-19 di Secapa AD Kota Bandung dan Pusdikpom Kota Cimahi tetap berjalan meski sempat mendapat penolakan dari warga berkaitan dengan pengetesan.

Berli Hamdani mengatakan TNI angkatan darat kembali mengumumkan tes usap kedua. Dari jumlah 1.280 orang itu 165 personel dinyatakan sembuh atau negatif dari swab pertama.

“Artinya, tinggal 1.115 orang yang masih dalam pengawasan, pemantauan ataupun juga dalam perawatan,” kata dia.

Ia menyebut pengetesan sudah mulai dilakukan pada akhir pekan lalu dengan penyemprotan disinfektan oleh tim Satgas Covid-19. Pemerintah Kota Bandung pun sudah melaksanakan tes secara masif untuk wilayah sekitar. Di antaranya, rapid test terhadap 48 orang kemudian dilanjutkan dengan swab terhadap 28 orang.

Meski demikian, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Jabar ini mengungkapkan ada sejumlah kendala yang dihadapi. Di antaranya, tidak semua masyarakat di sekitar lokasi bersedia melakukan tes.

Setelah pendekatan yang masif, maka tes akan kembali dilakukan pada Rabu (15/7/2020) hingga Jumat (17/7/2020) terhadap kurang lebih 600 masyarakat di sekitar institusi pendidikan kenegaraan tersebut.

Kemudian, pemantauan sekolah pendidikan baik militer maupun sekolah berbasis asrama lainnya akan menggunakan sistem pemantauan yang sudah berjalan menggunakan sistem surveilance (pemantauan) terpadu secara berjenjang. Di mulai dari tingkat pusat termasuk juga pimpinan institusi lembaga yang bersangkutan. Contohnya, Secapa berada di bawah tanggungjawab TNI.

“Internal dari institusi tersebut melakukan langkah-langkah pemantauan salah satunya adalah dengan melakukan pengukuran suhu, pemeriksaan kesehatan, dan lain-lain yang mungkin terjadi pada peserta didik,” kata dia.

Kata Mereka dan Tujuan Keberkahan Hindari Riba di Mahoni Residence Depok

BOGOR DAILY – Riba adalah dosa besar, kata Riba sendiri berasal dari kata dalam bahasa arab yang berarti tambahan, berkembang, meningkat atau membesar. Dalam hukum syariat Islam, Riba tergolong dosa besar, Riba pun jelas-jelas dilarang dan diharamkan oleh Allah SWT, pelaku Riba diancam dengan dosa dan hukuman di akhirat kelak.

Beriringan dengan bertambah maju nya jaman, praktek Riba banyak sekali diartikan dalam kosakata bahasa-bahasa yang keren sehingga membuat korban dan pelaku nya tidak menyadari bahaya dari perbuatan serta dosa Riba itu sendiri. Terobosan untuk berdakwah sembari mengembangkan bisnis dalam sektor Property ditempuh oleh Keluarga Besar Medina Residence Group dalam menggerus praktek ribawi dengan membuat project Cluster Syariah, diwilayah Premium Kota Depok, yang mereka beri nama Cluster Syariah Mahoni Residence Depok.

Konsep yang secara utuh diterapkan di Mahoni Residence Depok murni sesuai syariah dengan tanpa adanya pihak ketiga yaitu perbank-kan. Para pembeli membeli unit rumah dengan skema murni syariah alias bayar langsung kepada Developer, baik pembelian secara cash keras maupun pembayaran secara mencicil.

“Ya ini adalah konsen dan fokus perjuangan kami dari pengembang Medina Residence Group yang menjadi induk dari Cluster Syariah Mahoni Residence Depok.” ungkap Ibunda Nelly, Owner Mahoni Residence Depok.

Kalimat dan hal diatas di-Amin-kan juga oleh Henny Trisnowati yang menjabat sebagai Marketing Manager Mahoni Residence Depok. Menurutnya, banyak testimoni dari para pembeli, yang menjadi faktor utama mereka membeli di Mahoni Residence Depok adalah konsep murni syariah dan label project yang juga menjadi member dari Komunitas Besar Developer Property Syariah atau DPS.

“Saat ini hanya tersisa 6 unit lagi dari project Mahoni Residence Depok, dari total 28 unit. Membuktikan tingkat ‘trusty’ masyarakat muslim sangat tinggi kepada kami.” papar Henny.

Henny pun menambahkan, sebagai Developer, kita memadukan suasana kekeluargaan dengan para calon pembeli. Nyaman dengan konsep murni syariah yang diterapkan adalah kebahagiaan kami sebagai Developer dan keberkahan untuk calon pembeli.

Ada salah satu testimoni dari pembeli kita yang Alhamdulillah sudah menjadi bagian dari keluarga besar kami di Mahoni Residence Depok, sebut saja Pak Imron. Pembeli yang berasal dari daerah Jakarta Selatan tersebut sebelumnya tinggal bersama keluarga dan sang Mertua. Alasan utama beliau memilih Mahoni Residence Depok adalah konsep akad sesuai syariah karena hanya ada dua pihak saja yaitu penjual dan pembeli yang ber-akad,

“Saling memudahkan urusan saudaranya, karena yakin Allah SWT akan memudahkan urusan kita pula. Dengan transaksi sesuai syariah membuat kami yakin, bahwa akan ada penyelesaian yang adil bila terjadi kesulitan dikemudian hari. Ketentuan Allah memang yang terbaik untuk hambaNYA.” ungkap Pak Imron.

Nah tunggu apalagi, dari rilis keterangan serta testimoni diatas adalah jaminan keamanan yang langsung dijamin oleh hukum Allah, ketentuan jual beli tanpa riba sesuai dengan ketetapan hukum syariah.

“Sisa 6 unit ini adalah milik anda, ayo bersama raih keberkahan dengan meninggalkan riba. Menjadi bagian dari kami di Mahoni Residence Depok.” tutup Henny Trisnowati dengan penuh gembira.

(Red-BDN).