Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8118

Kengen Naik Gunung? TNGGP Sudah Siap Dibuka Lagi

BOGOR DAILY – Walaupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat kembali diperpanjang, akan tetapi beberapa sektor pariwisata sudah mulai kembali dibuka dalam tahap Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Tentunya beberapa sektor wisata yang ada di Jawa Barat mulai dibenahi, seperti wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang sudah kembali menyambut para pendaki dimasa AKB kali ini.

Humas Balai Besar TNGGP, Poppy Oktadiyani mengatakan, pihaknya dalam hal ini sedang mempersiapkan beberapa sektor di TNGGP untuk menyambut para pendaki di masa AKB saat ini.

Menurutnya, tentu TNGGP juga sudah mengatur protokol kesehatan bagi para pendaki ketika nanti dibuka.

“Para pendaki nanti harus menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan membawa surat keterangan sehat. Kami sosialisasikan untuk masyarakat luas sebelum pembukaan, agar calon pengunjung wisata maupun calon pendaki mempersiapkan diri dalam kondisi new normal ini,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/7/2020).

Meski masih harus menunggu persetujuan dari pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Poppy mengungkapkan, kalau TNGGP saat ini sudah siap untuk dioperasikan kembali.

Poppy juga menerangkan, kalau pembatasan jumlah pendaki akan diterapkan. Guna meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di TNGGP.

“Kuota pendaki kami batasi, dari 1.200 orang perhari ketika normal, sekarang dimasa pandemi menjadi 600 orang perhari,” tukasnya. (Andi).

500 Pedagang di Pasar Cisarua Jalani Rapid Tes Massal

BOGOR DAILY – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor terus gencarkan rapid tes massal kepada pedagang pasar yang ada di Bumi Tegar Beriman.

Setelah kemarin Rabu (1/7/2020) melakukan rapid res massal di Pasar Parung Panjang, kali ini Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor melaksanakan di Pasar Cisarua.

Dirut PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengatakan, kali ini pihaknya bekerjasama dengan gugus tugas Covid-19 melakukan rapid tes secara massal kepada para pedagang Pasar Cisarua sebanyak 500 orang.

“Hari ini tes swab program yang dicanangkan pemerintah daerah dan bantuan dari provinsi. Sehingga, provinsi mengadakan tes disini, tes kedua memilih untuk swab supaya lebih akurat. Tes swabnya mayoritas pedagang-pedagang pasar, kita sediakan 500 tes. Selain pedagang ada juga dari warga sekitar yang ikut tes,” katanya kepada wartawan dilokasi, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, di Pasar Cisarua sendiri belum ada pedagang satupun yang terpapar Covid-19. Maka dalam mengantisipasi hal itu, pihaknya melakukan rapid tes secara massal.

“Jumlah pedagang yang ada seluruhnya dengan yang ada diluar itu 530 pedagang. Hampir semuanya kita tes. Masyarakat sekitar juga antusias, untuk swab Mudah-mudahan tertampung semua,” jelasnya.

Ia menambahkan, pedagang pasar yang sudah di swab tes yaitu di Pasar Cileungsi, Cibinong, Parung, Cikereteg dan Parung Panjang.

“Saat ini kita di Cisarua, selanjutnya di Pasar Ciawi itu besok, untuk hasil di Parung Panjang belum keluar, kita masih nunggu,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mikeu Kaltarina mengatakan, target rapid tes di Pasar Cisarua ini sebanyak 500.

“Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di episentrum penularan seperti pasar. Targetnya 500 kalo tidak tercapai tahap berikutnya, kami akan kerja sama dengan PD Pasar mengusulkan, kami Dinkes akan siap,” jelasnya. (Andi).

West Ham Vs Chelsea: The Blues Tumbang di Markas The Hammers

BOGORDAILY – Chelsea takluk di laga kontra sesama tim London, West Ham United, dalam lanjutan Liga Inggris. The Blues tumbang 2-3 dari The Hammers.

Chelsea bertamu ke markas West Ham di Stadion Olimpiade London, Kamis (2/7/2020) dini hari WIB. Cuplikan pertandingan kedua tim bisa ditonton via link ini.

Di babak pertama, Chelsea lebih dulu unggul melalui eksekusi tendangan penalti Willian. West Ham membalas melalui gol Tomas Soucek sebelum babak pertama berakhir, sekaligus membuat skor menjadi sama kuat 1-1 hingga turun minum.

Statistik menunjukkan Chelsea lebih dominan dari West Ham di babak pertama. The Blues menguasai bola 73 persen dan melepaskan 7 tembakan, sementara tim tuan rumah hanya mencatatkan 27 persen penguasaan bola serta melakukan 3 kali percobaan tendangan ke gawang.

Pada paruh kedua, West Ham berbalik unggul setelah Michael Antonio menceploskan bola ke gawang Chelsea. Tim tamu menyamakan kedudukan berkat gol kedua Willian via tendangan bebas, tetapi The Hammers mencetak gol ketiganya melalui Andriy Yamolenko.

Laga berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah 3-2. Dengan kekalahan ini, Chelsea tertahan di peringkat keempat klasemen dengan 54 poin. Ada pun West Ham naik ke posisi 16 dengan 30 poin.

Jalannya Pertandingan

Chelsea tampil menyerang sejak pertandingan dimulai. Willian membuka peluang di menit ke-10 lewat sepakan kerasnya, tapi bola bisa ditangkap Lukasz Fabianski.

West Ham gantian mengancam dua menit berselang via Michael Antonio. Stiker The Hammers itu melepaskan tembakan di kotak penalti Chelsea, namun bola masih menyamping dari gawang.

Christian Pulisic nyaris mencetak gol di menit ke-20 setelah mendapat umpan terobosan Cesar Azpilicueta dari sisi kanan. Bola tendangannya masih melayang di samping gawang West Ham.

West Ham memecah kebuntuan lewat golnya di menit ke-33. Tomas Soucek yang mampu menjebol gawang tim tamu usai menerima umpan tendangan sudut Jarrod Bowen.

Namun, Video Assistan Referee (VAR) menganulir gol tersebut lantaran terjadi offside lebih dulu. Skor tetap tidak berubah 0-0.

Chelsea mendapat kans emas melalui titik putih di menit ke-40. Tendangan 12 pas diberikan setelah Issa Diop melanggar Pulisic di kotak terlarang.

Willian maju sebagai eksekutor penalti dan tanpa kesulitan menaklukkan Fabianski. Skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea.

West Ham langsung membalas ketertinggalan menjelang babak pertama berakhir. Soucek mencetak gol lewat tandukannya selepas menyambut tendangan sudut Bowen. Skor berubah sama kuat 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Selepas turun minum, West Ham mengambil kendali serangan lebih dulu. Hasilnya, gol kedua skuat asuhan David Moyes itu tercipta pada menit ke-51.

Antonio sukses menjebol gawang Kepa Arrizabalaga setelah mendapatkan umpan matang dari Bowen di kotak penalti. West Ham berbalik unggul 2-1.

Seusai kebobolan, Chelsea mencoba menyamakan kedudukan dan mengepung pertahanan West Ham. Anak asuh Frank Lampard itu akhirnya mencetak gol keduanya di menit ke-71.

Willian lagi-lagi mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Brasil itu mencetak gol melalui bola tendangan bebas yang gagal diamankan Fabianski. Kedudukan berubah 2-2.

Chelsea terus melancarkan serangan demi menambah skor. Asyik menyerang, N’Golo Kante dkk justru kebobolan di menit ke-89 melalui gol pemain pengganti Andriy Yarmolenko.

West Ham mencetak gol melalui skema serangan balik. Antonio mendapatkan bola di tengah lapangan dan mengirimkan umpan terobosan ke Yarmolenko di sisi kanan, sebelum melepaskan tembakan yang mengoyak gawang Chelsea. West Ham unggul 3-2.

Chelsea mencoba kembali menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Namun sampai laga tuntas, skor 3-2 untuk kemenangan West Ham tidak berubah.

Susunan Pemain

West Ham United: Lukasz Fabianski; Ryan Fredericks, Issa Diop, Angelo Ogbonna, Aaron Cresswell; Tomas Soucek, Declan Rice; Jarrod Bowen (Andriy Yamolenko 78′), Manuel Lanzini (Jack Wilshere 68′), Pablo Fornals (Fabian Balbuena 90′); Michael Antonio.

Chelsea: Kepa Arrizabalaga; Marcos Alonso, Antonio Rudiger, Andreas Christensen, Cesar Azpilicueta; Mateo Kovacic (Mason Mount 53′), N’Golo Kante, Ross Barkley (Ruben Loftus-Cheek 63′); Christian Pulisic, Tammy Abraham (Olivier Giroud 63′), Willian.

Peta Zona Risiko Daerah Covid-19 Dinamis, Gugus Tugas Mengingatkan Daerah Siaga Penuh

BOGORDAILY – Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menilai, dinamika perubahan pemetaan zona risiko daerah tepapar corona sangat dinamis. Menurutnya, ada masanya tiap kabupaten/kota masuk dalam zona rendah, berpindah ke zona tinggi, tetapi tidak sedikit yang berpindah dari zona resiko rendah menjadi zona hijau.

Dia mengatakan, hal itu harus disikapi dengan kondisi siaga penuh. Sebab, perilaku yang dilakukan hari ini sangat menentukan apa yang akan terjadi di hari esok.

“Perubahan (zona rendah ke zona tinggi atau sebaliknya) yang kita lihat dari kabupaten kota secara cepat berganti dan sangat dinamis. Artinya apa? Kita semua tetap harus bersiap siaga, dan meyakini bahwa perilaku kita pada hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi di kemudian hari,” jelas Dewi lewat keterangannya, Kamis (2/7).

Dalam catatan yang dikantongi Dewi, ada 19 kabupaten/kota yang berubah dari zona risiko tinggi ke zona risiko sedang terhitung per 28 Juni 2020.

Adapun kabupaten/kota tersebut meliputi di Sumatera Utara yaitu Kota Binjai, Provinsi Jawa Tengah ada di Semarang dan Kota Magelang, Provinsi Jawa Timur ada Kediri, Tuban, Lamongan, Pamekasan, Kota Pasuruan dan Kota Batu.

Kemudian di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Lamandau, Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Buton, Provinsi Sulawesi Utara yaitu Kota Tomohon, Provinsi Gorontalo ada Bone Bolango dan Kota Gorontalo, Provinsi Maluku yaitu Maluku Tengah dan Provinsi Papua yaitu Kota Jayapura.

Selanjutnya ada sebanyak 31 kabupaten/kota yang bergerak dari risiko sedang menuju risiko rendah meliputi Provinsi Aceh adalah Aceh Utara, Provinsi Sumatera Barat adalah Tanahdatar dan Padangpariaman, Provinsi Sumatera Utara ada Serdang Bedagai dan Kota Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Selatan yakni Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau dan Provinsi Bangka Belitung juga Belitung.

Kemudian ada Provinsi Jawa Barat yakni Bandung, Provinsi Jawa Tengah yaitu Blora dan Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Timur ada Probolinggo, Provinsi Kalimantan Barat ada Sintang, Provinsi Kalimantan Tengah yakni Kotawaringin Timur dan Seruyan, Provinsi Kalimantan Timur ada Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

Selanjutnya Provinsi Sulawesi Tengah ada Sigi, Provinsi Sulawesi Tenggara ada Wakatobi, Provinsi Sulawesi Utara adalah Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kepulauan Selayar, Bantaeng, Bone, Wajo, Sidenreng Rappang dan Sigi.

Berikutnya Provinsi Maluku Utara ada Kepulauan Sula, Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Lombok Timur dan Provinsi Papua ada Jayawijaya

Lebih lanjut, ada tujuh kabupaten kota dari risiko rendah masuk ke dalam zona hijau. Dengan kata lain, wilayah tersebut tidak ada kasus baru selama empat minggu terakhir dan angka kesembuhan mencapai seratus persen.

Adapun tujuh wilayah tersebut meliputi; Provinsi Sumatera Barat yakni Kota Sawahlunto, Provinsi Riau ada Kepulauan Meranti, Provinsi Bengkulu yaitu Bengkulu Selatan dan Kaur, di Provinsi Lampung ada Way Kanan dan Kota Metro dan di Provinsi Kalimantan Tengah adalah Sukamara.

Melihat adanya wilayah yang berhasil masuk dalam katogori zona hijau, Dewi mengatakan bahwa hal itu perlu diapresiasi. Di sisi lain, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk membuat daerahnya berubah ke zona yang lebih baik.

“Ini juga perlu kita apresiasi karena cukup banyak daerah kabupaten kota yang bergerak menuju zona risiko yang jauh lebih baik lagi”, ujar nya.

Dewi yang juga pakar epidemiologi mengingatkan bahwa kunci keberhasilan penanganan Covid-19 dapat diraih dengan kedisiplinan dan gotong royong serta hidup yang sehat.

“Saya ingin menyampaikan keberhasilan kita hanya bisa didapatkan melalui peluh perjuangan, kedisiplinan dalam melakukan perubahan, dan gotong royong sebagai nilai yang diimplementasikan. Mari, kita hidup lebih sehat, hidup lebih taat, menuju Indonesia yang makmur dan bermartabat,” pungkasnya.

Dia menambahkan, sebagai informasi, detail mengenai data kabupaten dan kota dengan kategori risiko berbeda dapat dilihat pada laman https://covid19.go.id/peta-risiko.

DOB Jawa Barat Perlu Dukungan Pusat

BOGOR DAILY – Demi terbentuknya Perda DOB di Jawa Barat tentunya harus banyak lobi sana lobi sini dari Anggota DPRD Provinsi Jabar, agar bisa terwujud.
Hal tersebut tentunya harus dengan kerja sama semua pihak di DPRD Prov Jabar.
Anggota DPRD Jabar, H. Ruhyat Nugraha mengungkapkan, ntuk mencabut moratorium perlu lobi tidak satu, dua orang dari DPRD Jawa Barat saja, tapi juga semua elemen masyarakat di Jabar mulai dari anggota DPR RI nya, pengusaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya yang ada di Jabar.
“Butuh kerjasama yang massif untuk pendirian daerah otonomi baru (DOB) ini,” kata wakil rakyat dari PPP ini. Kamis (2/7/2020).
Dirinya minta semua eksponen Jabar menyamakan persepsi dengam melepaskan kepentingan organisasi dan golongan demi Jabar yang lebih maju.
“Sepanjang kesamaan persepsi itu tidak ada maka Jabar tidak akan maju sampai kapan pun,” tutupnya. (Andi).

Persebaya dan Suporternya Kompak Menolak Shopee Liga 1 2020 Lanjut

BOGORDAILY – Persebaya Surabaya dan salah satu kelompok suporternya, Green Nord 27, mengambil sikap soal Shopee Liga 1 2020. Mereka tegas menolak kompetisi dilanjutkan.

Ada dua sikap terkait keputusan PSSI yang diputuskan pada rapat Komite Eksekutif (Exco), pada Rabu (17/6/2020). Disebutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dilanjut pada September atau Oktober. Keputusan teranyar kompetisi dilanjut Oktober mendatang.

Green Nord menyayangkan keputusan PSSI di tengah pandemi virus corona yang belum mereda. Apalagi Jawa Timur juga dalam kondisi gawar karena kasus penularan virus Corona yang tinggi.

“Bukan boikot sih, tapi lebih tak sepakat dengan kebijakan PSSI di masa pandemi seperti ini. Green Nord kopdar (Kopi Darat) rapat virtual dengan 150 orang dan menghasilkan poin-poin yang sudah dibagikan di Instagram itu,” kata Juru Bicara Green Nord, Husin Ghozali, kepada detikSport.

“Fokus utamanya adalah masalah kesehatan. Nggak bijak lah dalam kondisi seperti ini federasi masih melanjutkan mau liga,” ujarnya menambahkan.

Ditambahkannya, Green Nord juga menyoroti ketidakjelasan format kompetisi, lokasi, hingga regulasi. Dalam Surat Keputusan (SK) terbaru PSSI, memang baru disebutkan kepastian kelanjutan kompetisi.

Waktu penyelenggaraannya pun masih tentatif, yakni antara September dan Oktober. Wacana-wacana format kompetisi seperti home tournament atau full kompetisi seperti sebelumnya juga belum diputuskan.

“Formatnya juga belum jelas, melanjutkan yang kemarin atau memulai baru. Kalau melanjutkan, ngapain? kan baru tiga pertandingan. Kalau di Eropa sudah mau selesai, lah ini baru tiga pekan kok dipaksakan,” tutur Husin Ghozali.

“Ada juga kabar memulai baru dengan format home tournament. Artinya ya turnamen dan tak ada degradasi ini menjadi tanda kutip. Ada apa ini olahraga tanpa degradasi bisa-bisa sebagai hiburan saja tak ada gregetnya, jadi terkesan mengejar target saja buat sponsor” ucapnya.

Pria yang lebih akrab disapa Cak Cong itu khawatir dengan antusiasme besar bonek terhadap Persebaya. Ia berkaca dari kasus sebelumnya dimana Bonek tetap menghadiri laga saat Bajul Ijo dihukum larangan dihadiri penonton.

Persebaya pernah dijatuhi sanksi menggelar laga tanpa penonton hingga akhir Shopee Liga 1 2020. Vonis dijatuhkan PSSI pada 29 Oktober, namun Cak Cong melihat antusiasme bonek sulit untuk dibendung.

“Sikap ini berlaku selama belum dicabutnya status darurat oleh pemerintah. Katanya juga ada regulasi 30 persen kuota (penonton), nah kami berkaca dari yang kemarin kalau (suporter) Persebaya itu kan fanatismenya luar biasa buat tim kesayangan,” ucapnya.

“Musim lalu Persebaya tak boleh ditonton suporter, tapi animonya besar dan laga Persebaya tetap diserbu. Dimanapun Persebaya bermain, takutnya tanpa penonton pun teman-teman bisa datang ke sana. Itu kan jadi tempat berkumpul orang, ntar jadi klaster baru,” tuturnya.

Sikap ini kebetulan seirama dengan Persebaya yang juga mengambil pernyataan serupa, Rabu (1/7). Alasannya pun sama karena belum membaiknya kondisi corona di Tanah Air.

“Keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub. Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir,” kata petikan pernyataan sikap Persebaya di situs resminya.

“Terlebih situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktifitas sepak bola di semua tingkatan,” kata pernyataan itu lagi.

Soal hal ini, Green Nord, dijelaskan Cak Cong, punya sikap independen alias tak terpengaruh dengan sikap Persebaya. Apalagi mereka juga sudah lebih dulu menyatakan sikap ini sejak lima hari lalu.

“Kami ambil sikap sendiri, tak ada tekanan dari manapun. Mau itu manajemen, kami tak bisa diatur-atur pihak luar. Soal sikap elemen suporter Persebaya yang lain kami tak paham, dikembalikan ke kelompok lain,” katanya.

“Kami tak urusi rumah tangga teman-teman lain. Ini pemikiran kami agar penyebaran ini bisa cepat selesai dan kembali normal,” ucapnya mengakhiri.

Soal Ojol Bawa Penumpang, Pemkot Masih Pikir-pikir

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor siap memasuki fase pra-adaptasi kebiasaan baru (Pra-AKB) dalam kerangka pembatasan sosial berskala besar atau PSBB proporsional.

“Namanya PSBB proporsional Pra-AKB,” kata Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor Alma Wiranta seperti dilansir Antara, di Kota Bogor, Rabu, 1 Juli 2020.

Menurut Alma, pada rapat koordinasi antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan lima kepala daerah di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) secara virtual, Ridwan Kamil merekomendasikan kepada pimpinan daerah Bodebek untuk membuat keputusannya sendiri, tetapi kerangkanya masih PSBB proporsional.

“Gubernur dalam arahanya juga mempersilakan Bodebek untuk memulai pra-adaptasi kebiasaan baru, tetapi masih dalam kerangka PSBB proporsional,” katanya.

Alma menjelaskan Wali Kota Bogor Bima Arya pada rapat koordinasi tersebut memilih memasuki Pra-AKB, tetapi dalam kerangka PSBB proporsional.

“Pertimbangannya, Kota Bogor wilayahnya sangat dekat dengan DKI Jakarta, dan DKI Jakarta masih memperpanjang PSBB proporsional selama 14 hari,” katanya.

Alma menjelaskan, pada persiapan memasuki Pra-AKB, Wali Kota Bogor segera menyiapkan teknisnya dalam beberapa hari ke depan.

Pada fase Pra-AKB tersebut, kata dia, Wali Kota Bogor menyatakan akan membuka secara bertahap sektor-sektor ekonomi yang dikecualikan tetapi memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti mengizinkan ojek online untuk beroperasi membawa penumpang, mengizinkan hotel beroperasi menyelenggarakan event tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pembukaan sektor-sektor ekonomi yang dikecualikan itu secara bertahap, tetapi operasionalnya tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara benar,” katanya.

Menurut dia, Bagian Hukum dan HAM Kota Bogor segera menyiapkan landasan hukum untuk PSBB proporsional Pra-AKB tersebut.

 

Tingkat Penularan Covid-19 di Kota Bogor Terendah se-Bodebek

BOGOR DAILY- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, angka penularan Covid-19 di Kota Bogor terendah di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek)

“Pak Gubernur menyampaikan khusus ke wilayah Bodebek, angka reproduksi efektif atau angka penularan di Bodebek paling rendah adalah di Kota Bogor dengan angka 0,33. Itu kita syukuri karena kerja keras kita ada hasilnya. Angka 0,33 itu skor terendah di Bodebek dan Pak Gubernur mengapresiasi,” ungkap Bima Arya.

Khusus wilayah Bodebek yang berdekatan dengan DKI Jakarta, Ridwan Kamil menyampaikan angka reproduksi efektif covid di Kota Depok (1,17), Kota Bekasi (0,71), Kabupaten Bogor (0,66), Kabupaten Bekasi (0,57) dan Kota Bogor (0,33). Angka reproduksi efektif (Rt) merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kewaspadaan Covid-19 di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, ada juga indikator yang dinilai yakni laju Orang Dalam Pemantauan (ODP), laju Pasien Dalam Pengawasan (PDP), laju perkembangan pasien positif, laju kesembuhan (recovery rate), laju kematian (case fatality rate), laju transmisi (contact index), risiko geografis, dan laju pergerakan. Meski tren penyebaran Covid-19 di Kota Bogor cenderung melandai, Bima mengatakan, situasi belum aman sepenuhnya. “2 Juli merupakan hari terakhir masa PSBB Proporsional di fase transisi.

Pemkot akan evaluasi dan Insyaallah akan diumumkan langsung bagaimana kelanjutannya ke depan. Termasuk soal aturan ojek online yang boleh angkut penumpang dan kegiatan-kegiatan di hotel selain fasilitas menginap dan tempat umum lainnya,” jelas Bima.

Bima menjelaskan, Gubernur Jabar menyerahkan kepada kepala daerah Bodebek untuk menentukan kebijakan ke depannya seperti apa.

“Kerangkanya masih dalam kerangka PSBB proporsional tetapi dipersilahkan untuk memulai pra adaptasi kebiasaan baru (Pra-AKB) di bidang tertentu,” katanya.

“Beberapa hari ke depan kita akan koordinasikan secara teknis seperti apa. Misalnya mengizinkan ojol untuk beroperasi mengangkut penumpang dengan protokol kesehatan dan lain-lain.

Memasuki persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) jadi bisa dibilang era pra-AKB. Beberapa masih dilarang, seperti sekolah masih belum boleh, kemudian olahraga yang kontak fisik masih belum diizinkan,” tambahnya. Pemkot Bogor, lanjut Bima, juga akan menggencarkan tes swab di sejumlah sektor. “Swab kita sekarang sudah sekitar 4.000 lebih.

Target kita 8.000. Kita akan kejar terus. Akan digencarkan ini. Semakin masif tes swab di Kota Bogor ini. Untuk masyarakat agar tetap gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” kata Bima.

KCI Perketat Protokol Kesehatan, KRL Disebut Area Rawan Penularan Corona

BOGORDAILY – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pasar dan KRL sering menjadi tempat penularan Corona. Menanggapi itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyampaikan pihaknya akan lebih memperketat protokol kesehatan di stasiun dan dalam KRL.

“PT KCI sadar sebagai transportasi publik dengan jumlah pengguna terbesar di wilayah Jabodetabek, KRL Commuter Line memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendukung aktivitas warga untuk kembali produktif dengan disiplin dan aman. Karena itu berbagai protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh KCI tanpa kompromi,” kata VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba, Rabu (1/7/2020).

Anne menyampaikan pengguna KRL saat ini bisa mencapai lebih dari 350 ribu orang. Karena itu sejumlah protokol kesehatan seperti memakai masker akan diwajibkan di dalam KRL.

“Seluruh pengguna KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL. Selain masker PT KCI juga sangat menyarankan pengguna memakai pelindung wajah (face shield), jaket atau baju lengan panjang, dan sarung tangan,” ucap Anne.

Protokol lainnya, sebut Anne, yakni ketika masuk stasiun pengguna KRL harus diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun dan thermal scanner, lalu wajib mencuci tangan menggunakan wastafel yang tersedia. Kemudian jaga jarak aman juga harus diperhatikan.

“Setiap pengguna wajib menjaga jarak aman dengan sesama. Untuk melaksanakan jaga jarak ini, seluruh stasiun telah dilengkapi marka antrean sebagai pedoman pengguna. Marka yang menandai posisi duduk dan berdiri pengguna sesuai kapasitas 74 orang dalam tiap kereta juga telah terpasang di seluruh rangkaian KRL,” ujarnya.

Anne juga memastikan akan ada tim pembersih kereta mulai dari gate, pegangan tangan, hingga mesin tiket di setiap stasiun. Balita dan lansia juga akan dilarang menaiki KRL untuk sementara waktu.

“PT KCI untuk sementara melarang balita menggunakan KRL, mengatur lansia hanya dapat naik KRL di luar jam-jam sibuk, begitu pula dengan barang bawaan pengguna yang dapat mengganggu physical distancing,” sebutnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan di pasar dan KRL. Alasannya menurut dia dua lokasi ini sering menjadi tempat penularan virus Corona.

“Ada 2 area yang akan dilakukan peningkatan pengawasan dalam evaluasi sebulan ini ada 2 area utama yang sering menjadi tempat penularan,” kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (1/7) sore.

Memulai Hobi Mobil Retro, Ini Tips Dari Kumplang

BOGOR DAILY – Bagi pecinta mobil retro atau tua jangan khawatir jika memang dibenak kalian saat ini mobil pabrikan tahun 1970 dan 1990 itu tidak memiliki bengkel khusus, karena mulai tergerus oleh mobil berteknologi canggih keluaran terbaru.

Salah seorang yang ahli dibidang mobil retro asli Bogor, Muhammad Faisal Aropah sering dipanggil Kumplang mengatakan, saat ini mobil retro semakin tinggi peminatnya di Indonesia khususnya Bogor, baik dikalangan menengah maupun atas.

“Jangan khawatir, sekarang bengkel-bengkel mobil retro ada di mana-mana. Tentunya, jika membeli mobil keluaran tahun 70 sampai 90 ini, kalian jangan berpikir gak ada bengkelnya, sekarang sudah banyak,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Kumplang menjelaskan, perbandingan mobil retro dengan pabrikan sekarang tentunya sangat jauh berbeda mulai dari cara mengendarai apakah nyaman atau tidak, maupun dari segi tampilan

“Kalau dibilang sekarang itu enakan mobil dulu, enaknya itu kita benar kerasa bawa mobil, dijalan nyaman, dan orang-orang juga melihatnya mobil retro ini keren, kalau mobil Sekarang kan cuma gitu aja. Mobil Sekarang enak tapi perawatan rewel, sedikit-sedikit kaki-kaki, operhead ladiator. Mobil dulu kan jarang, mobil VW sendiri gak pakai radiator tapi blower. Kalau mau perjalanan jauh paling cek oli kurang atau pas, kalau kurang kita tambah,” jelasnya.

Menurutnya, dari segi memperbaiki juga tentunya lebih nyaman mobil retro. Harga sperpat juga sangat murah dan ketahanannya juga bisa diperhitungkan.

“Enak lebih dulu, kesulitan ada tapi enak aja, yang kita belum Nemu itu pasti ada, mobil sekarang kan kalau udah rusak harus ganti ribet lah harus sesuai komputer. Perbandingan sperpat nya itu bisa tahan 10 tahun kalau mobil retro, kalau yang sekarang paling sampai lima tahun itu paling lama,” ucapnya.

Dari segi perhatian juga mobil retro gampang diatasinya dibanding mobil keluaran sekarang.

“Mobil sekarang kalau kurang perhatian itu bisa ancur, kalau dulu gak sampai ancur. Mobil tua kelamaan itu lebih enak apalagi perkembangan mobil retro ini sangat luas, dari kalangan menengah ke atas, bengkel juga banyak” ungkapnya.

Kumplang juga menyebutkan, untuk kendala mobil-mobil retro pasti tidak jauh dari mulai kaki-kaki, transmisi dan mesin tentunya.

“Nah kalau mau beli mobil retro itu harus bawa mekanik yang tahu, jadi bisa dicek apa kekurangan dan kelebihannya, jangan sampai ketika kita beli, kita malah menyesal,” sebutnya.

Ia menambahkan, jika kalian menginginkan benar-benar mobil retro yang siap pakai, Kumplang memberi sarang agar siapkan bajet sebesar Rp50 juta.

“Karena pasaran mobil retro yang dipasaran siap pakai itu disekitaran harga Rp50 juga, itu udah tinggal gas aja,”

Ia juga berharap, kedepannya ada bursa jual beli mobil retro di Bogor yang turut menghadirkan berbagai merk retro. Tentunya dipasangkan juga harga pasarannya supaya masyarakat yang beli bisa memperkirakan terlebih dahulu. (Andi).