Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8128

2 Wisatawan Jakarta Positif Covid-19, Pemkab Bogor: Tidak Mungkin Puncak Ditutup

BOGOR DAILY – Adanya dua orang wisatawan asal Jakarta yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19, ditanggapi oleh Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah.

Syarifah menyebutkan, adanya ke dua orang wisatawan asal Jakarta positif Covid-19 tentunya tidak ada dampaknya terhadap wisata di kawasan Puncak Bogor.

“Kita enggak mungkin nutup Puncak Bogor ya sebagai kawasan wisata, karena di sana ada ratusan hotel, restoran, objek wisata, jadi yang kita lakukan itu sosialisasi Billboard itu semua, kalau bisa isinya tentang Covid-19, terus kalau untuk di kawasan puncak itu setelah kita deteksi kemarin banyak reaktif juga,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Saat ini, kata Syarifah, Pemkab Bogor belum membuka keseluruhan tempat wisata di kawasan Puncak. Bahkan Taman Safari Indonesia (TSI) juga masih dalam tahap konservasi

“Jadi masyarakat kemarin itu berliburnya di pinggir jalur Puncak seperti kebun teh, tempat parkir dan sebagainya. Jadi untuk ke depannya akan menjaga di tempat-tempat yang sudah dipetakan oleh Gugus Tugas yang tediri dari Polres, termasuk daerah-daerah kemarin juga,” ungkapnya.

Sambung Syarifah, jika memang para wisatawan yang ke Puncak Bogor berwisata ke hotel dijamin aman. Karena, Pemkab Bogor telah melakukan pembinaan kepada hotel-hotel untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Tapi kalau hanya di pinggir jalan menikmati makanan, makan Indomie di Puncak, ngopi, ya cuman kepentingan itu aja jelas kita pulangkan. Artinya kalau misalnya kegiatannya enggak penting tapi disituasi saat ini masih banyak penularan. Jadi sejak adanya tes rapid kita harapkan menjadi gambaran kepada masyarakat, supaya mereka juga waspada, supaya tidak ke Puncak lagi dan ternyata di situ juga banyak calon-calon positif (reaktif),” tukasnya.

Sebelumnya, Kordinator Sub Divisi Penanganan Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jabar, Dedi Taufik membenarkan, bahwa ada dua orang wisatawan yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona.

“Iya betul dua wisatawan positif Covid-19 dari hasil swab tes,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, ke dua wisatawan itu sempat di rapid tes kemudian reaktif Covid-19. Setelah dilakukan Swab hasilnya keluar positif terinfeksi Virus Korona.

“Sudah positif dua orang, asal Jakarta. Kita masih melakukan tracking kepada dua orang ini,” tukasnya. (Andi)

Dalam Sengketa Geprek Bensu Jordi Onsu Ambil Hikmah

BOGORDAILY – Perebutan merek dagang Bensu menjadi pelajaran berharga bagi Jordi Onsu. Ada hikmah yang dipetik dalam kasus tersebut.

Sebagai CEO Onsu Pangan Perkasa, Jordi Onsu mengaku tak ingin terpuruk. Justru sebaliknya, ia harus semangat untuk mempertahankan usaha Geprek Bensu-nya tersebut, mengingat banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sana.

“Kami tetap berpikir positif menghadapi kasus ini dengan terus mengembangkan usaha. Karena ada banyak orang yang menggantungkan nafkahnya pada Geprek Bensu,” ujar Jordi Onsu, belum lama ini.

Adik Ruben Onsu itu menyebut, masalah perebutan merek dagang sebenarnya sering kali terjadi di Indonesia. Ia pun memiliki saran kepada pemerintah agar turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Hal-hal seperti ini sebetulnya bisa diajarkan sejak di bangku SMA, mengingat minat anak muda yang ingin terjun ke dunia bisnis semakin banyak. Mungkin ada pilihan mata pelajaran ekstra kurikuler bisnis untuk memfasilitasi siswa yang tertarik terjun ke dunia usaha,” tutur Jordi Onsu.

“Apalagi Menteri Pendidikan kita (Nadiem Makarim) sosok yang inspiratif karena berhasil membangun bisnis hingga perusahaannya masuk level decacorn,” kata Jordi Onsu.

Bahkan adik Ruben Onsu itu mengatakan, permasalahan yang dialami oleh Geprek Bensu bisa menjadi pelajaran penting bagi para pelaku bisnis. Yaitu agar lebih berhati-hati dalam menjalankan usaha dan mencari partner kerja.

“Kasus ini membuka pikiran masyarakat yang tadinya buta soal undang-undang, jadi lebih banyak belajar. Bagi yang mau membangun bisnis harus turun langsung ke lapangan,” pungkas Jordi Onsu.

Seperti diketahui, Geprek Bensu kalah melawan I Am Geprek Bensu. Gugatan Ruben Onsu tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung dan dimenangkan oleh PT Ayam Geprek Benny Sujono.

Ini Kata Anthony Martial Tentang Hat-trick Pertamanya

BOGORDAILY – Anthony Martial membawa Manchester United mencukur Sheffield United. Martial mencetak hat-trick, yang merupakan kali pertama dalam kariernya.

Dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-31 di Old Trafford, Manchester United menjamu Sheffield United. Setan Merah menang 3-0, lewat tiga gol yang diborong Anthony Martial di menit tujuh, 44, dan 74. Cuplikan pertandingannya bisa dilihat di Mola TV melalui link berikut ini.

Bagi Anthony Martial, itu merupakan hat-trick pertamanya sebagai pesepakbola profesional. Bahkan, hat-trick tersebut juga menjadikan pemain Manchester United pertama yang bisa mencetak hat-trick setelah Sir Alex Ferguson pensiun.

MANCHESTER, ENGLAND - JUNE 24: Anthony Martial of Manchester United scores his team's second goal during the Premier League match between Manchester United and Sheffield United at Old Trafford on June 24, 2020 in Manchester, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)

“Saya merasa sangat senang, ini adalah hat-trick pertama dalam karier saya,” kata Anthony Martial seperti dilansir situs resmi Manchester United.

“Pasti manajer akan senang dan para fans juga, walau tidak ada di stadion ini,” lanjutnya.

Puaskah dengan tiga gol tersebut?

“Saya harap bisa mencetak gol lebih banyak lagi,” jelas martial.

Pemain asal Prancis itu juga memuji timnya yang bermain ciamik. Khususnya duet baru di lini tengah, Paul Pogba dan Bruno Fernandes.

“Paul Pogba dan Bruno Fernandes adalah pemain yang hebat. Dalam latihan, kami sudah terus berlatih bersama sehingga bisa memenangkan pertandingan ini,” papar pemain yang dibeli MU dari AS Monaco di tahun 2015 itu.

Anthony Martial pun kini sudah mencetak 19 gol di seluruh kompetisi. Dia menegaskan, dirinya hanya ingin mencetak terus gol agar Manchester United bisa terus menang.

“Saya harus terus tampil seperti di pertandingan ini dan membantu tim untuk menang,” tutupnya.

Prilly Latuconsina Mengaku Idap Gangguan OCD

BOGORDAILY – Prilly Latuconsina membuat sebuah pengakuan. Ia mengungkapkan mengidap gangguan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang membuat penderitanya tidak bisa melihat barang berantakan.

Hal itu diungkapkan Prilly saat menerima kunjungan Aurel Hermansyah. Anak kandung Anang Hermansyah dan Krisdayanti tersebut kagum melihat kebersihan dan kerapihan kamar temannya itu.

“Tuh lihat guys, ya Allah. Kamu itu benar-benar rapi banget ditatanya kayak gini (ruangan tas),” kata Aurelia Hermansyah di channel YouTubenya.

Mendengar pujian itu, Prilly menjelaskan alasan mengapa dirinya sampai menyediakan ruangan tersendiri untuk koleksi tas dan sepatunya.

“Nah aku itu OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Aku misalnya lagi make up nih, terus tiba-tiba kayak ‘Sepatu aku miring geserin dong, kalau nggak aku nggak tenang’ gitu. Sampai papa aku gini ‘Kamu berhenti dong jadi OCD’ kata papa aku gitu,” kata Prilly Latuconsina menjelaskan.

Mendengar alasan itu, Aurel Hermansyah kaget. Wanita yang sedang dekat dengan Atta Halilintar tersebut tidak menyangka Prilly bisa sedetail itu.

“Astagfirullahaladzim. Sampai sepatu pun juga nggak boleh?” tanya Aurel Hermansyah

Menurut Prilly Latuconsina, OCD sudah lama diidapnya. Oleh karena itu, ia membuat walk-in closet untuk menyimpan pakaian, tas, sepatu dan aksesoris lainnya.

“Jadi kayak segede gini kenapa karena aku OCD, jadi tas aku nggak boleh miring tumpuk-tumpuk gitu. Iya, sepatu aja aku yang susun sendiri semua, karena biar aku puas” ungkapnya.

Aurel Hermansyah pun semakin penasaran dengan OCD yang diidap Prilly Latuconsina, “Kalau baju harus putih sama putih gitu?”

“Kalau baju nggak terlalu, karena kan ribet ya. Tapi kalau tas sama sepatu yang kelihatan mata itu harus benar-benar rapi,” ungkap aktris yang bermain di film Danur tersebut.

2 Wisatawan Puncak Bogor Asal Jakarta Positif Covid-19

BOGOR DAILY – Puluhan wisatawan Puncak Bogor yang dilakukan rapid tes secara massal dua hari pada Sabtu dan Minggu (20-21/6/2020) dinyatakan reaktif. Bahkan, informasi yang beredar sebanyak dua orang dinyatakan positif Covid-19 asal Jakarta.

Ketika dikonfirmasi Kordinator Sub Divisi Penanganan Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jabar, Dedi Taufik membenarkan, bahwa ada dua orang wisatawan yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona.

“Iya betul dua wisatawan positif Covid-19 dari hasil swab tes,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, ke dua wisatawan itu sempat di rapid tes kemudian reaktif Covid-19. Setelah dilakukan Swab hasilnya keluar positif terinfeksi Virus Korona.

“Sudah positif dua orang, asal Jakarta. Kita masih melakukan tracing kepada dua orang ini,” tukasnya.

Sebelumnya, dari 87 yang reaktif itu diantaranya 32 pada tes massal Sabtu (20/6/2020) di empat titik yaitu, di Cagar Alam kawasan Cianjur, kawasan Atawun, Gunung Mas, dan Simpang Danamon dengan menyediakan alat rapid tes sebanyak 1.106.

Sedangkan pada hari ini Minggu (21/6/2020), dilaksanakan di satu titik yaitu dikawasan Taman Wisata Matahari Puncak Bogor dengan menyediakan alat rapid tes sebanyak 500, terpakai 434 rapid tes dengan hasil sebanyak 55 orang reaktif Covid-19. (Andi).

Pemprov NTB Siap Membuka Kembali Pariwisata ke Tiga Gili Hingga Gunung Rinjani

BOGORDAILY – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap membuka secara bertahap empat destinasi wisata. Tentunya ini akan menerapkan protokol kesehatan sesuai tatanan normal baru.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, empat destinasi yang secara bertahap dibuka tersebut adalah tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) di Kabupaten Lombok Utara dan kawasan Gunung Rinjani yang masuk dalam tiga wilayah, yakni Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

Selanjutnya, Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah dan Senggigi di Kabupaten Lombok Barat.

“Keempat destinasi tersebut memiliki penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran Covid-19. Penyesuaian yang dilakukan antara lain tidak dibukanya kolam renang, tidak diizinkannya pesta dan hal lainnya yang menimbulkan keramaian,” katanya seperti dilansir dari Antara, Kamis (25/6).

Untuk sasaran wisatawan, dia mengungkapkan, saat ini NTB fokus untuk kunjungan wisatawan domestik mengingat banyak negara belum membuka penerbangannya.

“Kita tidak bicara mancanegara untuk saat ini, saat ini domestik adalah pasar yang akan kami coba,” ujarnya.

Faozal menegaskan, dua jalur masuk dari luar NTB yakni Bandara Internasional Lombok dan Pelabuhan Lembar disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kendaraan angkutan yang beroperasi juga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan dari pemerintah.

Untuk destinasi pertama yang dibuka yaitu tiga gili, namun Faozal mengatakan bahwa hanya ada satu pintu masuk menuju tiga gili tersebut. Tentunya, pintu masuk tersebut dijaga dengan ketat oleh petugas gabungan yang akan memastikan wisatawan yang akan ke tiga gili dalam keadaan bebas Covid-19.

“Kita hanya izinkan satu pintu masuk yaitu bangsal, untuk keluar masuknya orang atau barang, di situ kita siapkan tim, untuk mengecek wisatawan. Kita punya satu pos yang terdiri atas petugas KKP, imigrasi, kesehatan dan lainnya,” terangnya.

Dia menambahkan, di masing-masing gili, baik Trawangan, Meno dan Air sudah disiapkan klinik untuk wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kami berharap wisatawan domestik dapat memenuhi obyek wisata di NTB agar provinsi yang dikenal indah ini dapat kembali normal,” tutupnya.

Nah Loh, 2 Wisatawan Puncak Bogor Asal Jakarta Positif Covid-19

BOGOR DAILY – Puluhan wisatawan Puncak Bogor yang dilakukan rapid tes secara massal dua hari pada Sabtu dan Minggu (20-21/6/2020) dinyatakan reaktif. Bahkan, informasi yang beredar sebanyak dua orang dinyatakan positif Covid-19 asal Jakarta.

Ketika dikonfirmasi Kordinator Sub Divisi Penanganan Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jabar, Dedi Taufik membenarkan, bahwa ada dua orang wisatawan yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona.

“Iya betul dua wisatawan positif Covid-19 dari hasil swab tes,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, ke dua wisatawan itu sempat di rapid tes kemudian reaktif Covid-19. Setelah dilakukan Swab hasilnya keluar positif terinfeksi Virus Korona.

“Sudah positif dua orang, asal Jakarta. Kita masih melakukan tracking kepada dua orang ini,” tukasnya.

Sebelumnya, dari 87 yang reaktif itu diantaranya 32 pada tes massal Sabtu (20/6/2020) di empat titik yaitu, di Cagar Alam kawasan Cianjur, kawasan Atawun, Gunung Mas, dan Simpang Danamon dengan menyediakan alat rapid tes sebanyak 1.106.

Sedangkan pada hari ini Minggu (21/6/2020), dilaksanakan di satu titik yaitu dikawasan Taman Wisata Matahari Puncak Bogor dengan menyediakan alat rapid tes sebanyak 500, terpakai 434 rapid tes dengan hasil sebanyak 55 orang reaktif Covid-19. (Andi).

Mau Beli Rumah di Amerika Lagi, Uya Kuya: Lebih Murah Dibanding di Sini

BOGORDAILY – Uya Kuya mengaku akan meminang sebuah rumah mewah di Amerika. Rupanya untuk saat ini, rencana itu tertunda sejenak karena pandemi Corona.

“Iya baru lihat-lihat. Kemarin mau berangkat ke sana, tapi kan masih pandemi,” kata Uya usai ‘Brownis’ Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2020).

Disinggung apakah sudah membeli, Uya Kuya pun memastikan saat ini baru melihat-lihat saja rumahnya. Memang Uya akui ia juga sudah memiliki rumah di Negeri Paman Sam tersebut.

“Yang tadi baru mau lihat. (Sudah punya rumah di Amerika) Adalah,” katanya.

Sementara itu, disinggung alasan mengapa beli rumah di Amerika, Uya Kuya akui untuk mempersiapkan anaknya kuliah di sana.

“Ya kan anak-anak mau kuliah di sana. Sudah direncanain,” katanya.

Sementara itu, disinggung rumah mewah di Amerika lebih mahal ketimbang di Indonesia, ternyata Uya Kuya akui di sana lebih murah.

“Ya tergantunglah, adalah pokoknya untuk besaran dan mewahnya rumah di sana dibandingin di sini di Pondok Indah dengan besar yang sama jauh lebih murah gitu,” kata Uya.

Di sisi lain, rumah yang bakal dipinang Uya Kuya nanti lokasinya dekat Los Angeles, Orange County.

“Satu jam dari Downtown Los Angeles kalau di Jakarta ya kayak Depok, BSD,” kata sang istri, Astrid Kuya, dalam kesempatan yang sama.

Punya rumah di Amerika, Uya Kuya bantah akan pindah. Ia tetap tinggal di Indonesia.

“Nggak ya, kita tetap warga negara Indonesia ya, kita ke sana masih visa turis,” pungkasnya.

Uya Kuya dan keluarga memang kerap menyempatkan liburan ke luar negeri setiap tahunnya. Gaya berpergian mereka pun sering disorot dan disukai netizen.

Uya sebelumnya dikenal sebagai penyanyi. Lalu ia merambah dunia presenter dan di situ kariernya makin meroket.

Ini Kata Fakhri Husaini Soal Pemain Naturalisasi untuk Piala Dunia U-20

BOGORDAILY – Fakhri Husaini menanggapi wacana memanggil pemain keturunan untuk dinaturalisasi jadi bagian Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2021.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri sebelum ini sempat mengutarakan keinginannya memanggil pemain keturunan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U-20.

“Percaya sama anak putra asli Indonesia. Menggantungkan nasib sepakbola ini kepada pemain-pemain naturalisasi itu tidak harus menjadi prioritas,” kata Fakhri Husaini dalam perbincangannya dengan Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah di Youtube.

“Bahwa pemain-pemain kita untuk usia muda U-19 dan U-20, saya yakin masih sanggup untuk menghadapi tim manapun juga,” ujarnya menambahkan.

“Syaratnya, memang harus punya standar latihan yang tinggi ya. Kemudian tim itu juga harus disiapkan secara matang, tentu dengan segala aspek kebutuhan tim itu harus diperhatikan semua,” katanya lagi.

Fakhri juga meyakini Indonesia bisa berbicara banyak. Ia berkaca dari berbagai negara tak terpandang yang pernah meraih prestasi di ajang ini.

Ucapan Fakhri tak keliru. Ghana, Serbia, hingga Ukraina pernah meraih gelar juara. Artinya, dominasi tim-tim besar di kelompok senior belum tentu berlaku di ajang junior.

“Kita mungkin punya referensi berapa banyak tim World Cup U-20 itu juaranya itu negara-negara yang tak pernah kita dengar, iya kan?” tutur pelatih kelahiran Aceh itu.

“Nah ini kan harusnya kita bisa belajar dari itu. Artinya ya kita belajar dari penyelenggaraan Piala Dunia U-20 bahwa banyak yang menjadi juara itu bukan negara-negara yang punya prestasi hebat sepakbola-nya di tim senior,” ucapnya.

Selain itu, ajang ini juga bisa menjadi ajang promosi buat talenta-talenta dalam negeri. Bukan tidak mungkin klub-klub top akan tertarik dengan pemain Indonesia andai tampil bagus dalam ajang itu.

Kejuaraan dunia kelompok usia memang kerap menjadi ajang bagi para pencari bakat. Banyak pemain yang berhasil ditemukan dalam ajang ini.

Massa Demo Tolak RUU HIP Disarankan Tes PCR, PA 212 Mengklaim Semua Aman

BOGORDAILY – Pakar epidemiologi menilai setiap kerumunan memiliki potensi besar penularan virus corona, termasuk aksi demo PA 212 dkk yang digelar kemarin. Massa aksi demo pun disarankan mengikuti test polymerase chain reaction (PCR). Namun PA 212 meyakini mereka baik-baik saja.

“Belum ada (rencana tes PCR). Kami yakin insyaallah aman dan sehat semua, ikhtiar sudah kita lakukan dari penyemprotan disinfektan,” ujar Ketua PA 212, Slamet Ma’arif kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Slamet menyebut koordinator lapangan pada aksi kemarin telah meminta peserta untuk menjaga jarak. Slamet berdoa pandemi virus Corona agar segera berlalu.

“Intruksi dari korlap untuk jaga jarak dan pakai masker. Bahkan lewat mobil komando saya sendiri mengingatkan untuk jaga jarak dan pakai masker. Mari kita berdoa semua aman dan sehat dan Corona segera berlalu,” katanya.

Sebelumnya, pakar epidemiologi menyebut massa yang tidak menjaga jarak pada unjuk rasa di depan gedung DPR kemarin berpotensi menjadi klaster COVID-19 baru. Pakar meyakini protokol kesehatan akan sulit dilakukan pada aksi massa.

“Mereka berisiko tinggi untuk terinfeksi dan menyebarkan COVID-19. Jadi memang berpontensi besar untuk menjadi klaster baru COVID-19. Apalagi selama aksi mereka tidak melakukan protokol kesehatan, yang pasti sulit dilakukan pasa saat aksi massa,” kata Pakar Epidemiolog FKM UI Iwan Setiawan, Rabu (24/6).

Iwan mengimbau agar para peserta melakukan tes usai berkumpul melakukan aksi. Dia menyebut tes yang dilakukan lebih baik PCR untuk mengetahui secara cepat hasilnya.

“Jangan rapid test tapi PCR, rapid test sekarang belum terdeteksi yang terinfeksi, karena antibodi baru terdeteksi di hari ke-10,” ujarnya.