Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 8208

RR Kritik soal Pangan, Indonesia harus jadi Mangkok Asia

BOGORDAILY.net – Pemerintah Jokowi kembali dikritik dan diingatkan ekonom senior Rizal Ramli.

Tokoh nasional ini menginginkan Indonesia menjadi mangkok pangan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Tak hanya mimpi, Rizal punya terobosan agar apa yang diharapkannya itu bisa terwujud.

Rizal Ramli menegaskan bahwa Indonesia harusnya jadi mangkok sembako di Asia Tenggara, dan kaum petani harusnya sejahtera.

RR selalu pada posisi menjadikan petani sebagai kekuatan sosial-budaya dan ekonomi .

“Masyarakat kita ini sederhana, kalap perutnya kenyang, hatinya tentram pikirannya lurus,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube bravos radio.

RR juga menyampaikan sejumlah pemikirannya agar bangsa ini mampu mengatasi kondisi rakyat di tengah Pandemi.

Selengkapnya simak:

https://youtu.be/l5ZPUfFa7A0

Warga Ciomas Hills dan sekitarnya isi Weekend dengan Donor Darah

Bogor Daily – Mengisi kegiatan di akhir pekan dengan hal-hal yang positif perlu kita lakukan agar hari-hari kita terus produktif. Sama dengan yang dilakukan oleh warga Perumahan Ciomas Hills yang berada di Cluster Malabar, Cluster Pangrango dan warga sekitar Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas. Pada akhir pekan ini mereka menggelar kegiatan Donor Darah.

Tepatnya pada Minggu (17/05/20), kegiatan Donor Darah berlangsung di pintu gerbang Cluster Pangrango, Perumahan Ciomas Hills. Terlihat kurang lebih ada puluhan orang yang mengantre dengan S.O.P Protokoler Kesehatan Covid 19 untuk mendonorkan darahnya di unit Bus UDD PMI Kota Bogor.

Salah satu warga bernama Niko yang juga merupakan pengurus RT 04 RW 01 Desa Sukamakmur menjelaskan bahwa acara ini di gagas oleh Bapak Dicky warga Cluster Malabar, di bantu oleh kami semua pengurus RT dan RW yang ada.

Niko menambahkan bahwa sedikitnya ada sekitar 58 orang peserta Donor Darah yang mendaftar, akan tetapi hanya ada 40 orang yang berhasil diambil darah nya untuk didonorkan. Adapun sisanya yang tidak bisa diambil darahnya dikarenakan sesuatu hal, contohnya HB nya rendah dan alasan medis lainnya.

“Peserta berasal dari RW 01, ada warga yang berasal dari RT 04 dan RT 05, Cluster Pangrango dan Cluster Malabar Perumahan Ciomas Hills. Adapun peserta lain berasal dari RT 02 RW 08 Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.” jelas Niko.

Setiap pendonor yang berhasil diambil darahnya diberikan hadiah oleh panitia berupa marchandise menarik. Terlihat penerapan Physical Distancing dilakukan selama acara berlangsung.

Ditempat yang sama, Ketua RT 04 RW 01 Rudi menghaturkan ucapan terimakasih kepada semua elemen dan warga yang telah ikut berpartisipasi dan membantu dalam kegiatan Donor Darah tersebut.

“Alhamdulillah, kami sebagai pengurus mengucapkan terimakasih kepada warga atas sukses terselenggaranya kegiatan Donor Darah ini. Semoga menjadi ladang amal pahala kita dan barokah bagi yang mendonorkan darahnya. Aamiin yaa Rabbal Aalaamiin.” tutup Ketua RT 04 RW 01 Rudi.

(Red-BDN).

Lihat Nih!! Bima Arya ‘Ngedumel’ di Tengah Ibu-ibu Belanja di Pasar Anyar

BOGORDAILY.net – Membludaknya Pasar Anyar menjelang lebaran itu membuat Walikota Bogor Bima Arya turun tangan.

Bersama rombongan Satpol-PP Bima, mendatangi kerumunannan warga yang sedang asyik berbelanja.

Warga benar-benar lupa dengan PSBB dan Pandemi Korona. Banyak dari mereka yang tidak mengenakan masker.

Melihat kondisi itu, Bima Arya dengan pengeras suara bicara lantang sibtengah ibu-ibu yang sedang memilih belanjaan.

“Tahun ini lebarannya prihatin, banyak yang tak bisa makan, tahan dulu beli bajubkebarannya,” kaya Bima Arya di tengah kerumunan warga.(bdn)

https://www.facebook.com/1518201771807747/posts/2313320608962522/

 

Pasar Anyar Membludak tak Terkendali, Bima Arya Mulai Curiga Hal Ini

BOGORDAILY.net – Apa yang dilakukan Walikota Bogor Bima Arya soal membludaknya warga di pasar anyar menjelang lebaran, dan tak menghiraukan PSBB yang ditetapkan Pemkot Bogor.

Bima Arya Sugiarto geram melihat warganya banyak berbelanja pakaian di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Minggu (17/5).

Bima menegaskan, akan melacak penerima bantuan pemerintah yang ternyata menggunakan uang untuk berbelanja pakaian maupun perlengkapan Idul Fitri.

Diketahui, Pemkot Bogor memberikan bantuan uang tunai Rp600.000 per bulan selama tiga bulan bagi masyarakat untuk bertahan hidup di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19).

Namun, yang terjadi justru banyak masyarakat memadati Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor untuk berbelanja pakaian maupun pernak-pernik lebaran serta mengabaikan physical distancing.

“Kalau belanja sembako kita maklumi. Tapi kalau belanja pakaian ini yang agak mengecewakan. Kita akan cek. Lagian baju sama sepatu baru dibeli juga buat ke mana? Sudah saya katakan bahwa Lebaran tahun ini kita prihatin dulu. Kalau bantuan dari pemerintah dipakai beli baju, akan kita cabut bantuannya,” tegas Bima saat menyidak Pasar Kebon Kembang.

Saat menyidak lapak-lapak penjual pakaian maupun aksesoris di Pasar Kebon Kembang, Bima memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bogor menutup lapak-lapak tersebut.

“Ini kok malah pada bersenang-senang di saat para tenaga medis berjuang melawan Covid-19. Saya perintahkan Satpol PP mengawasi terus lapak-lapak disini,” tegasnya.

Bima pun mengaku mendengar adanya oknum yang melakukan pungutan kepada pedagang, agar tetap bisa berjualan di tengah PSBB tahap III ini. Bima pun tidak segan untuk mengusut.

“Akan kita telusuri. Setorannya ke siapa. Pokoknya tidak boleh ada yang jualan selain sembako di sini,” tegas Bima.(bdn)

Pasar Anyar Membludak, Bima Arya Jadi ‘Bulan-bulanan’ Netizen

BOGORDAILY.net – Video membludaknya warga yang belanja di pasar anyar menjelang lebaran di tengah pandemi korona dan PSBB di Kota Bogor bikin heboh. Walikota Bogor Bima Arya pun jadi bulan-bulanan netizen yang protes dan berkeluh kesah melihat fenomena itu.

Ya, PSBB yang dilakukan oleh Pemkot Bogor merupakan tahap ketiga yang mulai mengatur penerapan sanksi terhadap pelanggar. Aturan hukum itu disusun dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Sanksi Pelanggaran PSBB.

Disebutkan, bagi seseorang yang tidak menggunakan masker di luar rumah pada tempat dan fasilitas umum akan diberikan sanksi mulai dari kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum atau denda Rp 50.000 hingga Rp 250.000. Sanksi lainnya, Pemkot Bogor akan menutup dan menyegel atau mengenakan denda sebesar Rp 1.000.000 hingga Rp 10.000.000 terhadap setiap sektor usaha yang kedapatan melakukan pelanggaran PSBB. Ini berlaku untuk jenis sektor usaha yang tidak dikecualikan.

Suasana di Pasat Anyar, saat menjelang lebaran, Sabtu (16/5/20). Saat ini Pemkot Bogor tengah memberlakukan Sangsi PSBB. (foto Kompas.com)

Namun, pada penerapan PSBB tahap ketiga, sejumlah kawasan di Kota Bogor nampak ramai dengan orang, salah satunya di kawasan Pasar Anyar. Warga nampak memadati Pasar Anyar, khususnya toko-toko yang menjual pakaian. Selain itu, sejumlah orang tua tampak membawa anak mereka namun tidak dilengkapi dengan masker wajah.

Kondisi ini cukup kontradiktif dengan upaya Pemkot Kota Bogor memperpanjang masa PSBB guna memutus mata rantai Penyebaran Covid-19. Gara-gara kondisi itu Akun Instagram Bima Arya pun jadi bulan-bulanan Netizen. Mereka mencurahkan kekesalan mereka melihat fenomena itu.

jafar6696 pak pasar anyar pak itu semerawut gitu hadeuhhhh

rahmaheraaa @bimaaryasugiarto pasar anyar juga di buka trs org2 masih rame aja bahkan sampe macet, psbb gak disiplin bgt yg jaga pos juga kurang ketat , gmn mau selesai pak kalau kaya gini caranya, kalau mall ditutup pasar juga ditutup dong jgb setengah-setengah!

Demikian salah satu komentar para netizen meluapkan protesnya terhadap menyemutnya warga yang berbelanja di Pasar Anyar. (bdn)

Memelihara Semangat Berinovasi

BOGORDAILY – Di tengah suasana kerja yang terimbas wabah covid 19, dalam satu dua bulan terakhir ini, para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor didorong tetap mampu bertugas secara optimal. Termasuk diantaranya mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) 2020 yang tetap berlangsung sesuai jadwal.

Menurut Amik Herwidyastuti, SH.MSi, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Bogor, seperti tahun lalu, pada tahun ini ada dua lomba sejenis yang diselenggarakan. Selain di tingkat nasional oleh Menpan RB, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyelengarakan kompetisi serupa. “Pada tahun ini, kompetisi tingkat provinsi baru akan dibuka pada bulan Agustus mendatang,” jelasnya.

Untuk menghadapi kompetisi ini, pihaknya telah mengajak dan mendorong berbagai unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bogor ikut serta. Bahkan sejak akhir tahun lalu, mereka telah memfasilitasi persiapan beberapa unit kerja yang akan ikut kompetisi. “Diantaranya kami melakukan pendampingan kepada para calon peserta dalam menyusun proposal lomba, menyiapkan bahan presentasi dan memonitor pendaftarannya,” tambah Amik.

Sampai batas pendaftaran awal Mei lalu, sudah terdaftar 7 inovasi program yang ikut pada kompetisi tingkat nasional. Menuurut Amik, masing-masing inovator telah mendaftarkan program inovasi mereka masing-masing secara online. “Kita bersyukur dalam kondisi work from home, rekan-rekan dari berbagai unit kerja tetap melaksanakan tugas dan semangat mengikuti kompetisi ini,” katanya.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Bogor,Amik Herwidyastuti, SH.MSi.

Ketujuh inovasi tersebut, masing-masing adalah :

  1. Anjas Go Clear (Aplikasi Nominatif Jabatan Struktural Government Clear) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor
  2. Sahabat Bunda (Inovasi Deteksi Dini Penyakit HIV pada Ibu Hamil)
  3. Cermin Sehatku (Inovasi Pencegahan Stunting pada Remaja di Kota Bogor)
  4. Si Budiman Baik (Sistem Budidaya Ikan dengan Maggot dari Limbak Organik)
  5. Lukepo (Layanan Urusan Kepegawaian Online) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor
  6. Semuwa (Sehat Mulut Gigi dan Jiwa)
  7. Pamong Walagri (Inovasi pencegahan Penyakit Tidak Menular bagi PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor

Program-program tersebut inovatif dan gagasannya memang menarik. Tetapi kompetisi ini tidak ditujukan hanya sebatas gagasan, karena menurut Sopian Aprihadi.S.Kom, Kepala Sub Bagian Ketatalaksanaan dan Pengembangan Pelayanan Publik, setiap inovasi yang dikompetisikan, harus merupakan program yang sudah diterapkan atau dilaksanakan setidaknya dalam satu tahun terakhir. “Jadi kompetisi ini tidak sebatas hanya menguji sebuah gagasan program, melainkan benar-benar menguji keunikan, kreativitas dan produktivitas hasil dari setiap inovasi yang sudah diimplementasikan,” katanya.

Misalnya program Sehat Mulut Gigi dan Jiwa (Semuwa). Keunikan program ini terlihat antara lain dari gagasan untuk melayani pemeriksaaan gigi bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dapat dibayangkan kesulitan mengajak orang-orang dengan gangguan jiwa untuk mau memeriksakan dan menjaga Kesehatan gigi dan mulut mereka. Tetapi nyatanya, program di Puskesmas Bogor Timur itu sudah bisa dilaksanakan dan sudah banyak ODGJ yang menikmati program pelayanan tersebut.

Begitupun dengan Si Budiman Baik. Program ini sebetulnya diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas hasil ternak ikan dengan memanfaatkan maggot (larva dari lalat jenis BSF) sebagai pakan subtitutif. Akan tetapi secara tidak langsung, penerapan program ini dalam beberapa waktu terakhir, telah ikut mendorong Tempat Penampungan Sampah Terpadu 3R (TPST3R) sebagai peternak ikan lele, karena mereka aktif menternakan maggot. Dengan program ini, kini ada beberapa TPST3R di Kota Bogor yang sudah memversifikasi kegiatannya dan muncul sebagai pelaku baru ternak maggot dan juga lele.

Menurut Amik, pada dasarnya ketujuh inovasi tersebut menarik dan kreatif. “Semuanya mengandung gagasan orisinil yang muncul dari kesadaran dan kemauan para penyusun program untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik,” katanya. Namun yang penting menurutnya, ketujuh inovasi tersebut sudah terbukti dapat dilaksanakan dan telah mencatat keberhasilannya.

Kepala Sub Bagian Ketatalaksanaan dan Pengembangan Pelayanan Publik, Sopian Aprihadi.S.Kom.

Sampai dengan saat ini, menurut Sopian ketujuh inovasi tersebut sudah lolos tahap seleksi administratif. “Semuanya sudah lolos dan akan segera memasuki tahap selanjutnya,” katanya. Tahap lanjutan antara lain adalah masing-masing peserta akan mempresentasikan programnya di hadapan para juri penilai.

Dia berharap, dan ini menjadi harapan banyak pihak, kiranya ketujuh program ini dapat keluar sebagai pemenang pada kompetisi ini. “Kemenangan ini akan menjadi tambahan motivasi rekan-rekan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk bernovasi dan terus berusaha memberikan pelayanan yang lebih memuaskan bagi masyarakat,” katanya. Ia juga berharap, pada kompetisi di tingkat provinsi nanti akan lebih banyak lagi peserta yang mewakili Pemerintah Kota Bogor. Semoga!  (advertorial/bdn)

 

Ramadan yang Indah, The Green Student Village Berbagi untuk Warga Sekitar

Bogor Daily – Niatan tulus ikhlas di lakukan dengan cara berbagi kebahagiaan bersama dengan mereka yang membutuhkan, acara berbagi sedekah ini digelar oleh Keluarga Besar The Green Student Village. Ditemui secara eksklusif oleh Bogor Daily di kawasan The Green Student Village I yang berada di Jalan Alternatif IPB Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, Owner sekaligus Presiden Direktur PT. Madani Realti Indonesia Erzon Djazai menjelaskan kegiatan yang dilakukan pada Minggu (17/05/20) ini adalah wujud berbagi elemen yang ada di The Green Student Village dengan masyarakat Desa Cikarawang, masyarakat Kelurahan Balumbangjaya dan sekitarnya.

“Ya, bantuan berupa sembako ini juga bukan semata dari kami sebagai unsur pengelola dari The Green Student Village, akan tetapi juga partisipasi dari para pemilik unit aparkos di The Green Student Village. Acara pemberian sembako ini dilaksanakan dengan S.O.P protokoler kesehatan Covid 19.” jelas Erzon.

Tempat pertama acara berlangsung di halaman parkir The Green Student Village I, start dari pukul sembilan pagi sampai dengan pukul sebelas siang, bada dhuhur agenda dilanjutkan di lokasi project The Green Student Village II yang berada di Jalan Cilubang Kelurahan Balumbangjaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama, Sapturi Wijaya Kepala Desa Cikarawang mengucapkan banyak terimakasih kepada Keluarga Besar The Green Student Village atas bantuan pemberian sembako ini kepada masyarakatnya yang membutuhkan. Sang Kades mengapresiasi dengan ikut terjun langsung membantu membagikan bantuan sembako tersebut di halaman parkir Aparkos The Green Student Village I.

“Alhamdulillah, saya berterimakasih, ini juga bisa membantu masyarakat kami terutama dhuafa, santri, yatim piatu, dan masyarakat ekonomi lemah yang terdampak Covid 19. Semoga The Green Student Village semakin sukses dan jaya. Aamiin.” ungkap Sapturi.

Terlihat menurut pantauan Bogor Daily ada sekitar 200 masyarakat yang mendapatkan bantuan sembako dari The Green Student Village. Tampak wajah senang dan sumringah dari mereka yang mendapatkannya.

“Ya, kami In Syaa Allah terus eksis dan dekat dengan masyarakat sekitar. The Green Student Village dari kita untuk kita. Semoga manfaat ini terasa kepada masyarakat sekitar project-project kami.” tutup Erzon Djazai.

(Red-BDN).

Sapturi Wijaya : Sebagai Kades Cikarawang Saya Ucapkan Haturnuhun kepada The Green Student Village

Bogor Daily – Apresiasi dan ucapan terimakasih disampaikan oleh Sapturi Wijaya yang saat ini menjabat untuk periode kedua sebagai Kepala Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.

Pria yang sudah dua kali terpilih oleh masyarakat untuk memimpin Desa Cikarawang tersebut terlihat hadir mendampingi masyarakatnya dalam kegiatan pembagian bantuan sembako dari The Green Student Village I di halaman parkir gedung The Green Student Village I yang berada di wilayahnya.

Adapun teknis pembagian sembako tersebut dilakukan dengan S.O.P protokoler kesehatan yang diterapkan pemerintah guna menekan wabah corona virus. Masyarakat datang silih berganti dengan penerapan Physical Distancing ketika mengambil bantuan tersebut.

“Ya, kami berkoordinasi dengan warga, juga dengan pihak The Green Student Village agar membagikannya dengan protokoler kesehatan yang diterapkan. Alhamdulillah sampai selesai acara berlangsung dengan baik dan tertib.” papar Sapturi.

 

Menurut Sapturi, sejak berjalannya proses bisnis aparkos di The Green Student Village I, banyak warganya yang sudah bekerja di tempat tersebut serta di momentum khusus seperti saat Ramadhan ditengah wabah corona virus ini, masyarakat nya tetap mendapatkan perhatian bantuan untuk mereka yang memang membutuhkannya.

“Keberkahan itu terasa, apalagi proses kearifan lokal yang dijaga dengan erat oleh pihak The Green Student Village I. Sekali lagi, saya mewakili aparatur pemerintah Desa Cikarawang dan warga masyarakat Cikarawang mengucapkan Haturnuhun kepada Keluarga Besar The Green Student Village. Harapan kedepan untuk terus maju dan jaya. Aamiin yaa Rabbal Aalaamiin.” pungkas sang Kades Sapturi.

(Red-BDN).

H. Ruhyat Nugraha Ajak Warga Jangan Mudik Dulu Menjelang Idul Fitri

BOGOR DAILY – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha, mengajak agar masyarakat khusunya yang beragama muslim mengurungkan niatnya untuk mudik.

Hal itu demi menjaga kesehatan semuanya di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19 ini.

“Mari kita sama-sama agar mengendorkan niat untuk tidak mudik dulu. Ini demi semuanya dan kesehatan semuanya,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (17/5/2020).

Menurutnya, saat ini Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten Bogor terus bekerjasama dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 ini.

“Kalau saat ini pemerintah sama-sama untuk menekan angka penyebaran Covid-19, tapi masyarakatnya tidak kompak. Maka pandemi ini tidak akan usai. Maka dari itu, kita semuanya harus kompak, demi kebaikan bersama,” ajaknya.

Wakil rakyat Provinsi Jabar yang berangkat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga berharap, Covid-19 ini bisa segera selesai. Agar, semua aktifitas bisa berjalan seperti biasa lagi.

“Kita merasa sehat. Tapi, kalau nekat mudik dikhawatirkan yang di rumah akan tertular penyakit mematikan ini. Apalagi penyakit ini sudah dideteksi. Intinya saya mengajak ayo sama-sama patuhi peraturan pemerintah, agar kesehatan keluarga kita di rumahnya bisa terjaga,” tukasnya.

Saat ini juga, beberapa upaya telah ditempuh oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menekan laju pertumbuhan virus yang di diduga pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, ini pada Desember 2019 silam.

Adapun upaya yang telah ditempuh pemerintah mulai dari social distancing, tes massal hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada sejumlah wilayah di tanah air.

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga sudah melakukan perpanjangan PSBB sampai usai lebaran. Hal ini bertujuan untuk kebaikan masyarakat Bumi Tegar Beriman. (Andi).

Panggilan Sejarah

BOGOR DAILY – Peristiwa 4 tahun lalu, tepatnya 16 Mei 2016 mengingatkan saya pada sahabat perjuangan, Marlo Sitompul.

Ketika itu,  kami berdua membela warga urban Jakarta yang akan digusur.

Saya masih berjalan di jalan pembelaan pada warga tergusur, sekarang juga masih dijalan yang sama.

Dalam kurun itu, ada puluhan warga Teplan Kota Bogor yang digusur dan terancam digusur dari rumahnya oleh Korem Bogor.

Selain itu,  ada juga  27 orang asli Papua yang diadili karena membela kehormatan diri dan bangsanya.

Kemudian,  ada pula kelompok minoritas ahmadyah yang bertubi tubi didiskriminasi.

Saya dan sahabat-sahabat sejalan masih membela mereka.

Janji pada sejarah itu tetap harus ditunaikan . Kalaupun dalam posisi sebagai Ketua  DPD PSI kota Bogor, janji itu tetap harus ditunaikan.

Sejatinya politisi bekerja untuk rakyat kebanyakan bukan malah mereduksi kepentingan rakyat menjadi kepentingan diri partai dan kelompok oligarki.

Salam solidaritas

Sts/Ketua DPD PSI KOTA Bogor