Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 8209

BULOG Tetapkan Harga Eceran Tertinggu Gula Rp. 12.500.-/kg

BOGORDAILY – BULOG kembali melakukan kegiatan stabilisasi harga secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan pasokan pangan khususnya gula tersedia di seluruh daerah, sekaligus menjamin tidak adanya gejolak harga kebutuhan pokok tersebut di seluruh Indonesia.

“Saya sudah instruksikan seluruh jajaran BULOG di seluruh Indonesia bahwa kita akan memberikan harga gula senilai Rp 11.000,-/kg ke pedagang, kemudian pedagang akan menjual maksimal seharga HET Rp. 12.500.-/kg ke konsumen” kata Budi Waseso usai memantau kegiatan stabilisasi harga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

BULOG akan menggelontorkan sedikitnya 22.000 ton #gula yang baru saja didatangkan dari India. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengisi kebutuhan gula di pasar rakyar pada bulan Ramadhan dan Lebaran, sehingga tidak ada kekhawatiran di masyarakat.

“Impor gula tersebut baru sebagian dari ijin impor yang diberikan negara kepada BULOG dari total 50.000 ton. #Imporgula merupakan bagian dari penugasan negara untuk #stabilisasiharga gula pasir,” kata Budi Waseso, usai rapat pimpinan internal BULOG di Jakarta, Kamis (14/5/20).

Sebagaimana diketahui bahwa harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadhan hingga saaat ini mencapai harga Rp. 19.000,-/kg sehingga perlu intervensi yang masif dari pemerintah. Dengan stok yang dikuasai, Perum BULOG sangat optimis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp. 12.500,-/kg. (*/bdn)

Usul Rizal Ramli soal BPJS vs Kartu Prakerja

BOGORDAILY.net — Kebijakan pemerintah soal naik turun iuran BPJS dikritik ekonom senior Rizal Ramli. Apalagi, kebijakan itu keluar di tengah gaduhnya kartu prakerja.

Mantan Menko bidang Perekonomian Rizal Ramli mengkritik keras langkah pemerintah yang memutuskan kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini mulai berlaku 1 Juli 2020. Untuk kelas III disubsidi oleh pemerintah sampai akhir tahun ini. Namun, peserta harus menanggung kenaikan iuran mulai 1 Januari 2021.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 64/2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) No. 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Aturan ini merupakan pengganti beleid sebelumnya karena sebagian pasalnya dibatalkan Mahkamah Agung pada Februari 2020. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/5/2020) dan diundangkan pada Rabu (6/5/2020).

“[Pak Jokowi] @jokowi, sebetulnya punya pilihan mudah : Batalkan program prakerja Rp20 triliun termasuk setoran abal2 dan KKN provider online [Rp5,5 triliun], gunakan untuk menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan sehingga tariff tidak perlu naik. Gitu aja ribet,” cuitnya dalam akun twitternya @RamliRizal, Jumat (15/5/2020).

Selain kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Program Kartuprakerja juga tidak terlepas dari kontroversi mulai dari konsep, implementasinya di tengah pandemi saat ini, hingga keterlibatan sejumlah pihak yang rawan adanya konflik kepentingan.

Sejak sebelum diluncurkan, Program Kartu Prakerja sudah menjadi perhatian banyak pihak. Program yang awalnya ditujukan semata untuk membantu meningkatkan keterampilan para pekerja itu kini beralih menjadi semi bantuan sosial.

Namun, kebijakan mengalihkan program tersebut menjadi semi bantuan sosial (bansos) bagi para pekerja yang terdampak Covid-19 justru menuai reaksi negatif. Banyak pihak mempertanyakan mengapa tidak menjadikannya program bansos secara penuh.

Belakangan, muncul pula pertanyaan mengenai program pelatihan yang ditawarkan serta transparansi pemilihan platform yang memberikan layanan pelatihan. (bdn)

Pemerintah Segera Insyaf dan Prioritaskan Ekonomi Rakyat

BOGORDAILY – Salah satu unsur terpenting dalam membangun perekonomian nasional, selain dari membangun kekuatan produksi adalah juga seharusnya membangun kekuatan distribusi. Namun anehnya, dua kekuatan yang harusnya dibangun siang malam oleh pejabat pemerintah itu malah cenderung “dimatikan.” Bagaimana tidak mati? Kekuatan produksi dihancurkan lewat impor barang industri, bahkan kekuatan produksi pertanian pun dihancurkan lewat impor komoditas pertanian.

Sialnya lagi, di sektor distribusi berbasis tenaga rakyat pun turut dibonsai. Padahal ada lebih dari 10 ribu pasar dengan sekitar 12 juta pedagang pasar di Indonesia. Karena tidak diurus secara serius, tidak sedikit pasar-pasar pun tergerus oleh usaha retail modern.

Kita tahu bahwa retail modern itu memiliki akses kepada pabrikan-pabrikan karena bermodal besar sehingga bisa mendapat harga-harga khusus dari pabrikan. Sementara pasar-pasar tradisional baru bisa mendapat barang katakanlah komoditas gula setelah melewati 4 atau 5 rantai distribusi.

Ya jelas, pastilah mereka tidak bisa bersaing harga dengan peretail modern. Akhirnya perlahan pasar-pasar itu pun gulung tikar dan menimbulkan kemiskinan baru. Dengan melihat fenomena itu, maka omong kosong lah dengan yang katanya ingin menjalankan ajaran Trisakti Bung Karno dalam bidang ekonomi yang harus bisa berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.

Dengan kata lain, rakyat ini seperti tidak memiliki negara, melainkan membiarkan berlakunya homo homini lupus yaitu manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Yang kuat dan kaya tambah kuat dan kaya sementara yang lemah dan miskin semakin lemah dan miskin, termasuk pedagang pasar yang lebih dari 12 juta orang itu.

Yang disayangkan, saat kekuatan rakyat dalam distribusi itu sebenarnya sudah memberdayakan dirinya dengan mendirikan Koperasi atau juga organisasi yaitu Koperasi Pasar dan Asosiasi Pedagang Pasar, namun faktanya pemerintah seperti “alergi” untuk memberdayakan mereka semua, tapi sebaliknya menganakemaskan kekuatan retail modern.

Harusnya, dalam menghadapi wabah COVID-19 ini justru para pedagang pasarlah yang mendapat perhatian dan pemberdayaan, karena seperti kita tahu dalam wabah kali ini yang paling banyak terpukul justru sektor usaha kecil dan memengah. Saya berharap pemerintah segera insyaf dan mencari jalan keluar dengan mengelontorkan permodalan kepada usaha kecil, menengah, dan koperasi. Berikan juga kepada induk-induk koperasi agar bisa mendapat akses komoditas kepada pabrikan.

Jadi persoalannya bukan mampu atau tidak mampu tapi mau atau tidak mau. Kalau pemerintah tidak mau, maka kita akan perlahan menyaksikan rakyat pedagang pasar semakin miskin dan produsen dalam negeri terus berguguran. Sementara itu para pemuja rente akan semakin kaya raya dengan margin keuntungan yang besar. Bila ini terus dibiarkan maka inilah sejatinya yang disebut pengkhianatan terhadap rakyatnya sendiri.

Ferry Juliantono, Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) dan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsi), Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)

Hj. Endang Setyawati Salurkan Bantuan dari KKP

BOGORDAILY – Berusaha agar dapat menekan angka stunting di tengah Pandemi Covid-19. Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc. Dapil Jabar III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) menyalurkan bantuan sosial lebih dari 400 paket ikan laut segar yang dibekukan serta olahan ikan berupa Nugget/Otak-otak ikan. Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dibagikan langsung diantar ke rumah masyarakat yang membutuhkan di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, Sabtu (16/5/20). Saat membagikan tim mengikuti protap pemerintah dalam pencegahan Covid-19, dengan menggunakan masker, sarung tangan, sering mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan terutama jaga jarak.

“Bantuan ini merupakan hasil “Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan Regional Jakarta 1″ Kementerian Kelautan dan

Perikanan (KKP). Yang langsung dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur,” kata Hj. Endang disela-sela membagikan paket bantuan ikan dan olahan ikan, yang bertempat di Rumah Aspirasi Sahabat Endang Setyawati Thohari (EST), bertempat di Perumahan Baranangsiang Indah Kota Bogor.

 

Serah terima dari Tim KKP di Rumah Aspirasi Sahabat EST Kota Bogor, Sabtu (16/5/20).

Menurut Hj. Endang, ada beberapa kriteria warga penerima bantuan. Pertama, warga yang kena PHK yang terpaksa di rumahkan karena pandemi Covid-19 dan memiliki Balita, kedua ibu-ibu hamil, ketiga korban Covid-19, keempat lansia dan juga masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ungkap Hj. Endang kita membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya di tengah pandemi Covid-19. Banyak masyarakat yang di PHK, banyak juga yang harus di rumahkan dan tidak bisa bekerja. “Kebanyakan yang kita utamakan yang punya anak Balita dan Ibu Hamil, karena Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur salah satu wilayah di Jawa Barat yang angka stuntingnya masih tinggi,” Katanya.

Penyerahan simbolis bantuan paket ikan laut segar yang dibekukan kepada masyarakat Kota Bogor.

Hj. Endang menyampaikan dalam penyaluran bantuan sosial, pihaknya sudah membentuk tim dapil dengan dibantu oleh Tenaga Ahli dan Sespri dan struktur DPC untuk turun melakukan pengecekan serta verifikasi data dengan pendataan warga yang benar-benar membutuhkan. Sehingga, penyaluran dipastikan tepat sasaran.

Di tempat yang sama, perwakilan dari KKP yaitu DR. Dzikri Novel, M.Si Kabag Umum menjelaskan, bantuan yang diberikan untuk Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur berbentuk ikan laut segar yang dibekukan sekitar kurang lebih 2,6 ton ikan, olahan ikan 1,3 ton dan 1.300 ikan kaleng.

Hasil ikan olahan yang dibagikan, berasal dari UMKM masyarakat pesisir yang dibeli dan disalurkan kembali.

Serah terima dari Tim KKP di Rumah Aspirasi Sahabat EST Kota Bogor, Sabtu 16/5/20).

“Karena memang sekarang ini banyak yang kesusahan. Makanya kita beli dari masyarakat dan kita kembalikan ke masyarakat. Seperti arahan Bapak Menteri Perikanan dan Kelautan DR. Edhy Prabowo, M.B.A agar masyarakat di  Bogor dan Kabupaten Cianjur bisa mendapatkan lebih banyak asupan protein, mineral, vitamin dari ikan. Karena dilihat data di wilayah Bogor dan Kabupaten Cianjur masih kurang sehingga angka Stunting masih tinggi, maka dari itu kita dukung dengan program Gemar Makan Ikan,” paparnya.

Pada kesempatan itu Hj. Endang mengucapkan terimakasih sebesar-besar nya kepada Bpk Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) DR. Edhy Prabowo, M.B.A beserta jajarannya sudah memberikan bantuan paket ikan dan olahan ikan untuk masyarakat yang membutuhkan  di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, bertepatan pada hari ini adalah hari  Bakti Karantina. Semoga KKP semakin Jaya. (*/bdn)

 

Merinding, Video Habib Bahar Bin Smith Disambut Ratusan Santrinya sebagai Prajurit Rasullullah

BOGORDAILY.net – Kebebasan Habib Bahar bin Smith disambut ratusan santrinya. Kedatangannya diiringi dengan nyanyian yang menggugah semangat perjuangan Islam.

Dalam video yang diterima redaksi Bogordaily.net. Sang habib tiba dengan kendaraan jenis suv warna putih atap terbuka.

https://www.instagram.com/p/CAP_R8NnszV/?igshid=1p4ecbq1y4twi

Dia melambaikan tangan kepada para santrinya, yang menyambutnya dengan nyanyian.

“Wahai prajurit pembela Rasullullah berjuanglah tanpa lelah,” sorak para santri menyambut kedatangannya.

Dalam video singkat yang beredar di media sosial. Habib Bahar bin Smith juga menyampaikan bahwa dirinya sudah bebas, atas doa para ulama, habaib dan umat Islam.

“Hari ini saya sudah bebas,” ujarnya dalam video singkat itu. (bdn)

Sahur dan Buka Puasa, Seputaran Ciomas Mati Listrik, Warga Protes PLN

BOGORDAILY.net – Aduan Masyarakat ini datang dari sebagian warga Ciomas Kabupaten Bogor. Mengapa demikian, dikarenakan di hari yang sama yaitu Sabtu (16/05/20), di waktu ummat muslim sedang Sahur dan Berbuka Puasa, Listrik di seputaran Ciomas Padam.

Hal tersebut disampaikan oleh satu satu warga yang bernama Niko. Niko yang merupakan salah satu pengurus RT 04 Desa Sukamakmur menyayangkan, adanya pemadaman listrik di waktu sahur dan waktu buka puasa tersebut.

“Ya, bila ada pemadaman baiknya ada informasi terlebih dahulu, agar kami bersiap. Dan pemadaman listrik ini baiknya jangan di waktu sahur dan berbuka puasa, buat repot warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ungkap Niko.

Menurut pantauan Bogordaily.net pada Sabtu (16/05/20) listrik padam dari pukul 02.30 pagi sampai dengan pukul 07 pagi. Berlanjut pada hari yang sama, listrik PLN padam lagi di jam 18.45 sampai berita ini diturunkan.

“Bila ada pemeliharaan, mohon di sosialisasikan terlebih dahulu, mengingat tidak dalam cuaca buruk yang memaksa harus memadamkan listrik. Kasian yang mau pada ibadah.” pungkasnya.

(Red-BDN).

Pakai Baret Merah Bintang Lima, Habib Bahar Bin Smith Bebas

BOGORDAILY.net – Bahar bin Smith, ustad dari Bogor yang dijebloskan ke penjara akhirnya bebas.

Dia dibebaskan setelah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan.

Bahar bin Smith mendekam di lapas tersebut sejak dipindah dari tahanan Markas Polisi Daerah atau Mapolda Jabar pada Agustus 2019 lalu.

“Betul beliau bebas sesuai Permenhukam dan sesuai masa hukumannya,” kata Kalapas Kelas IIA Cibinong, Ardian Nova Christiawan kepada wartawan, Sabtu (16/5/2020).

Ardian mengatakan kebebasan Bahar bin Smith yang dijerat tiga pasal berlapis itu, setelah sebelumnya membayar subsider.

Habib Bahar keluar mengenakan baret merah berbintang lima. Sejumlah penghuni lapas yang jadi santrinya pun bersedih.

“Tadi sekitar jam 15.00-an kali ya bebasnya, info dari staf saya sekitar jam segitu,” kata Ardian lagi.

Bahar bin Smith hanya dijemput orang-orang dekatnya ke Lapas tanpa adanya iringan pengikut atau santrinya.

Para laskar dan santrinya hanya menunggu kedatangan sang dai di jalan baru Sholeh Iskandar, Kota Bogor dan mereka melakukan konvoi bersama ke pondok Tajul Alawiyin di Kemang.

“Kami tadi ke lapas hanya 7 orang, termasuk ketua PA 212. Adapun penjemputan wajar kan habib punya santri,” kata kuasa hukum Bahar bin Smith Aziz Yanuar.(bdn)

Mimpi Besar Budi Susilo Setiawan untuk Peradaban Alami dan Islami

BogorDaily – Sebagai seorang pebisnis muslim yang senantiasa menjaga kualitas produk serta kepuasan konsumennya adalah janji utuh yang selalu dipegang erat oleh sosok ayah lima anak ini, Budi Susilo Setiawan mengawali sukses membawa keberkahan dan semangat perjuangan islam.

Foto diambil sebelum masa Pandemi – Budi Susilo Setiawan saat memberikan Rapot Pekerjaan Bulanan kepada para Staff di Tasnim Group.

Berawal dari mimpi, mewujudkan step demi step plan bisnis dakwah nya yang berbasis Agro Edu Tourism direalisasikan melalui kawasan terpadu Waru Farm Land yang terletak di Desa Tegalwaru Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Budi menjelaskan dengan seksama perihal sudut pandangnya secara eksklusif kepada Bogor Daily melalui sambungan telepon Jumat (15/05/20).

“Semua berawal dari proses dan tingkat fokus yang tinggi, Tasnim berawal dari desa. Mempertahankan kearifan lokal secara alami dan tentunya harus ada nilai islami nya.” papar Budi.

Untuk nilai-nilai islami, bisnis yang kami kembangkan ini menerapkan sistem islami, sentuhan nilai islami dan produk dengan balutan islami yang kental. Bila ditanya untuk urusan pengembangan Property yang berbasis syariah ya Tasnim.

“Doa itu ada ketika saya menyebutkan kata : Bila Ingin Adem, ya Tasnim. Tasnim erat kaitannya dengan Desa Alami dan Islami.” ungkapnya.

Tasnim Group berada di dalam kawasan terpadu Waru Farm Land, diapit oleh pesantren-pesantren besar, lingkungan pendidikan yang pas untuk keluarga muslim. Meningkatkan semangat olahraga kami terapkan olahraga sunnah, seperti berkuda, berenang dan memanah.

Budi menjelaskan kembali bahwa sejak tahun 2014 dirinya memegang peran besar sebagai penanggungjawab dari semua project Tasnim Group. Bila anda ingin menjadi alim, hijrahlah ke Tasnim. In Syaa Allah.

“Sedikit tentang Tasnim ini akan berlanjut di sesi berikutnya, simak terus artikel ini. Setelah menyimak, In Syaa Allah menjadi sebab pematik semangat anda semua untuk sukses dan berkah. Aamiin.” pungkasnya.

(Red-BDN)

Jangan Ulangi Kesalahan

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Bupati Bogor/Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

PANDEMI Covid-19 mengguncang kehidupan manusia di bumi ini. Meski virus ini tak kasat mata, tetapi dapat menciptakan krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi.

Krisis kemanusiaan itu tercermin dari bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal dunia setiap hari. Sampai dengan Sabtu (16/5/2020) dini hari, secara global, jumlah orang terinfeksi mencapai 4,4 juta jiwa dan meninggal dunia 302,493 jiwa.

Jumlah ini masih berpotensi bertambah. Karena belum bisa dipastikan kapan puncak pandemi ini akan berakhir. Vaksin penangkal masih dalam proses uji coba, sehingga untuk mengurangi korban jiwa dan beban sektor kesehatan, maka kebijakan pencegahan menjadi hal yang lebih rasional untuk menekan penyebaran infeksi, baik melalui karantina wilayah kesehatan (PSBB) maupun dengan jaga jarak aman (social distancing).

Meski begitu, kebijakan pencegahan ini memberikan konsekuensi pada melambatnya roda perekonomian. Proyeksi ekonomi Dana Moneter International (IMF) yang dirilis pada awal April lalu menyimpulkan bahwa perekonomian dunia tahun ini akan memasuki fase resesi sepanjang tahun ini. Bahkan, diperkirakan menyerupai krisis besar (great depression) tahun 1930 di Amerika Serikat.

Menurut IMF, pertumbuhan ekonomi dunia akan kembali pulih tahun 2021. Namun, hal ini terjadi dengan asumsi bahwa pandemi ini akan berakhir di ujung semester I-2020.

Masalahnya, sampai sekarang belum ada permodelan matematika yang akurat untuk menentukan puncak pandemi. Kita sama-sama lihat masih banyak negara yang baru mulai memasuki fase awal serangan. Bahkan, di beberapa negara Covid-19 sedang melakukan serangan gelombang kedua.

Pandemi ini juga memacetkan dan merusak rantai pasok global dan menekan harga komoditas global. Terkontraksinya pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global ini memberikan tekanan di sektor tenaga kerja.

Organisasi Buruh International (ILO) mengestimasi bahwa pandemi ini akan menambah jumlah pengangguran baru sebanyak 25 juta orang secara global. Situasi yang sama juga telah terjadi di Indonesia. Sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa sudah lebih dari jutaan orang mengalami PHK dan dirumahkan.

Gelombang PHK ini pun masih berpotensi bertambah, khususnya yang berasal dari sektor informal. Berdasarkan data kementerian koperasi dan UMKM, 60% tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor ini. Itulah sebabnya, jika hal ini tidak dapat dimitigasi dengan kebijakan yang tepat dan terukur, maka bisa memicu dampak sosial yang lebih luas. Kepercayaan terhadap pemerintah bisa menurun. Hal ini tentu tidak diharapkan.

Meski demikian, pemerintah pusat sudah menyusun simulasi untuk merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada saatnya nanti, PSBB memang tak lagi dibutuhkan dan kita perlu persiapan untuk kembali hidup normal baru.

Kita memang tak mungkin selamanya hidup dalam pembatasan sosial berskala besar. Kita ingin selekasnya kembali hidup normal tanpa ada lagi jarak fisik dan jarak sosial sebagaimana kodrat sebagai manusia normal.

Namun, sangat penting untuk disadari bahwa ancaman covid-19 masih amat mengkhawatirkan. Penambahan jumlah kasus positif juga masih signifikan seiring dengan kian masifnya tes massal. Hingga Sabtu (16/05/2020) dini hari, secara nasional, jumlah orang terinfeksi telah mencapai 16,496 jiwa dan meninggal dunia 1,076 jiwa.

Oleh karena itu, relaksasi PSBB harus dirancang dan dieksekusi dengan ekstra hati-hati. Ia tak bisa dilakukan tergesa-gesa apa pun alasannya, tapi mutlak dilandaskan pada data-data akurat di lapangan. Jangan pula melonggarkan PSBB dengan alasan mudik yang sebenarnya sudah dilarang pemerintah.

Kebiasaan mudik dan berkunjung ke sanak saudara di hari raya Idul Fitri merupakan tradisi mulia. Namun di masa pandemik Corona ini sebaiknya niat itu ditunda. Sekalipun hanya antar-kecamatan.

Di Kabupaten Bogor sendiri penyebaran virus Corona masih fluktuatif. Hingga Jumat (15/05/2020) malam, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 168 orang dengan rincian positif aktif atau masih dalam perawatan sebanyak 131 orang, sembuh 26 orang dan meninggal 11 orang.

Terkait peta sebaran Covid-19, sudah 20 kecamatan yang berstatus zona merah dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Sementara 20 kecamatan lagi berstatus zona kuning dan hijau.

Oleh karena itu, jangan sampai kegiatan mudik ini malah menambah jumlah kasus positif Covid-19. Silaturahmi bisa dilakukan ketika kondisi sudah benar-benar aman.

Mari kita jaga yang zona kuning dan hijau agar tidak menjadi zona merah. Sebaliknya yang sudah zona merah jangan sampai jadi merah tua.

Pemkab Bogor saat ini memberlakukan PSBB tahap III. Agar pelaksanaan PSBB efektif, Pemkab Bogor akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Tujuannya untuk memberi efek jera. Contohnya seperti denda. Atau selain denda ada juga hukuman jadi pekerja sosial. Semua ini dilakukan agar kita tidak gegabah dalam pandemi Covid-19, termasuk rencana melonggarkan PSBB. Sikap terlalu percaya diri dan menganggap remeh situasi di awal ekspansi Covid-19 ialah kesalahan fatal yang tidak boleh diulang.

Ongkos ekonomi dan kemanusiaan untuk menanggulangi pandemi ini sangat besar nilainya. Bahkan, ongkos ini masih berpotensi bertambah jika puncak pandemi meleset dari perkiraan. (*)