Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 8207

KAI Siapkan Protokol Baru untuk Aturan Ngantor Karyawan

BOGOR DAILY- PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersiap untuk menyambut skenario The New Normal di lingkungan KAI sebagai tindak lanjut arahan Menteri BUMN melalui surat dengan nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangannya, Senin (18/5/2020).

Didiek menjelaskan, protokol tersebut akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut The New Normal yang akan dimulai pada 25 Mei 2020.

Selain protokol untuk pelayanan kepada pelanggan, protokol juga akan mengatur pekerja berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor seperti biasa namun tetap memperhatikan aturan PSBB di masing-masing wilayah kerja.

“Meskipun sebagian karyawan yang berusia di atas 45 tahun masih WFH, termasuk pembagian WFO secara bergantian dan disiplin phisycal distancing, namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga produktivitas seluruh pekerja KAI,” kata Didiek.

Didiek mengatakan, sampai saat ini KAI fokus pada layanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Jawa, KA Lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang. Hal tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab KAI untuk turut serta menangani pencegahan COVID-19.

Dalam pengoperasiannya, KAI tetap menjalankan protokol pencegahan COVID-19 yang diawasi oleh Satgas COVID-19 KAI yang telah terbentuk sejak Maret 2020. Khusus untuk layanan KA Penumpang, KAI akan tetap mengikuti perkembangan sesuai dengan aturan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan selaku regulator perkeretaapian.

Untuk terus bisa mendapatkan info terbaru pelayanan kereta api, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, email di [email protected], dan sosial media KAI 121.

“Dalam masa pandemi seperti ini, KAI berkomitmen bahwa BUMN sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa harus tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” tutup Didiek.

Update Korona Kabupaten Bogor 17 Mei: 173 Pasien Positif Terpapar Korona

BOGORDAILY.net – Pasien positif terpapar virus korona hingga Minggu (17/05/2020) totalnya tercatat sebanyak 173 kasus positif terpapar Virus Korona di Kabupatem Bogor.

Demikian diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah.

Dia mengumumkan, ada penambahan kasus positif sebanyak tiga orang.

Tiga orang yang dinyatakan positif itu ialah, perempuan usia 26 tahun asal Kecamatan Tajurhalang, perempuan usia 30 tahun asal Kecamatan Ciampea dan laki-laki usia 50 tahun asal Kecamatan Cileungsi.

“Hari ini (Minggu, 17/5/2020) terdapat penambahan kasus positif Covid-19, dan saat ini ada sebanyak 173 terkonfirmasi positif, 33 dinyatakan sembuh, 11 meninggal dunia. Dan, positif aktif ada sebanyak 129,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (17/5/2020) malam.

Meneruskan himbauan Bupati Bogor, Ade Yasin, kata Sopiah, meminta kepada masyarakat di Kabupaten Bogor untuk mengurungkan niat agar tidak mudik menjelang Idul Fitri di tahun ini.

Hal tersebut demi kebaikan bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 ini.

“Hindari mudik ke zona merah, meskipun dalam satu kabupaten. Rayakan Idul Fitri secara terbatas dengan mengikuti protokol kesehatan demi memutus penyebaran virus,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, yang disampaikan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

Untuk diketahui, peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor saat ini ada sebanyak 20 kecamatan, dengan rincian berikut :

Kasus positif di Kecamatan Gunung Putri ada sebanyak 20 orang, Cileungsi sebanyak 25 orang, untuk Cibinong dan Bojonggede ada sebanyak 14 orang.

Kecamatan Tajurhalang sebanyak 6 orang, untuk di Gunung Sindur, Kemang, Ciampea ada sebanyak 5 orang. Babakan Madang dan Tamansari sebanyak 4 orang.

Kemudian, di Kecamatan Citeureup, Sukaraja, Ciomas ada sebanyak 3 orang. Kecamatan Jonggol sebanyak 2 orang. Kecamatan Ciawi, Caringin, Parung, Rumpin, Leuwisadeng dan Leuwiliang sebantak 1 orang. (Andi).

7 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Dinyatakan Sembuh

BOGOR DAILY – Sebanyak tujuh pasien positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor dinyatakan sembuh. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

Menurut Ade saapaan akrabnya, ke tujuh orang pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh itu sebelumnya, sudah menjalani isolasi atau perawatan di Rumah Sakit (RS) rujukan Virus Korona.

“Alhamdulillah hari ini ada kabar gembira yaitu, sebanyak tujuh pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (17/5/2020) malam.

Ade Yasin menyebutkan bahwa saat ini pasien sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 33 orang.

Yang dinyatakan sembuh itu yaitu, tiga pasien laki-laki berusia 69 tahun, 33 tahun dan enam tahun, berdomisili di Kecamatan Cibinong.

Selanjutnya, satu orang laki-laki usia 35 tahun asal Babakan Madang, satu orang laki-laki usia 32 tahun asal Bojonggede, satu orang perempuan usia 30 asal Cileungsi, dan satu orang perempuan usia 55 tahun asal Gunung Putri.

“Saat ini jumlah terkonfirmasi positif di Kabupaten Bogor sebanyak 173 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 33 orang, meninggal dunia sebanyak 11 orang, dan yang positif aktif masih menjalani perawatan sebanyak 129 orang,” jelasnya.

Untuk diketahui, peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor saat ini ada sebanyak 20 kecamatan, dengan rincian berikut :

Kasus positif di Kecamatan Gunung Putri ada sebanyak 20 orang, Cileungsi sebanyak 25 orang, untuk Cibinong dan Bojonggede ada sebanyak 14 orang.

Kecamatan Tajurhalang sebanyak 6 orang, untuk di Gunung Sindur, Kemang, Ciampea ada sebanyak 5 orang. Babakan Madang dan Tamansari sebanyak 4 orang.

Kemudian, di Kecamatan Citeureup, Sukaraja, Ciomas ada sebanyak 3 orang. Kecamatan Jonggol sebanyak 2 orang. Kecamatan Ciawi, Caringin, Parung, Rumpin, Leuwisadeng dan Leuwiliang sebantak 1 orang. (Andi).

Pusat Isolasi Covid-19 Kabupaten Bogor

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Bupati Bogor/ Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

 

RUMAH SAKIT darurat atau Pusat Isolasi Covid-19 akan saya resmikan, Senin (18/05/2020) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Pusat Isolasi Covid-19 Kabupaten Bogor ini menggunakan Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri. Dalam hal ini kami menganggarkan Rp17 miliar dari Biaya Tak Terduga APBD Kabupaten Bogor.

Dana sebanyak itu untuk mempersiapkan peralatan kesehatan dan kedokteran yang diperlukan dalam penanganan Covid-19.

Pusat Isolasi Covid-19 ini memiliki fasilitas 44 kamar dengan 168 kasur. Nanti akan ada 28 orang dokter umum, 8 orang dokter spesialis dan 212 tenaga kesehatan yang siap bertugas.

Untuk merekrut dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga kesehatan, kami bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),  Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Hadirnya Pusat Isolasi Covid 19 ini tentu sangat membantu karena ruang isolasi yang ada di rumah sakit di Kabupaten Bogor sudah penuh, bahkan banyak pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang ada di DKI Jakarta.

Saya juga sudah memerintahkan Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk memasang lebih banyak wastafel untuk keperluan cuci tangan dan pemasangan bilik sanitizer yang statis dan portabel di dalam area gedung.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan melengkapi seluruh alat kesehatan dan sarana prasarana lainnya yang mendukung penanganan Covid-19.

Penyiapan gedung diklat Kemendagri di seluruh Indonesia untuk menjadi rumah sakit darurat memang merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka penyediaan sarana sebagai antisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Kemendagri memiliki gedung diklat di hampir semua provinsi dengan kapasitas kamar sebanyak 5.036 kamar. Sementara kegiatan diklat di daerah ditangguhkan, gedung tersebut dialihfungsikan untuk penanggulangan Covid-19.

Kita memang harus menerima kenyataan bahwa Covid-19 ini akan terus-menerus mengancam kehidupan hingga vaksin tersedia. Oleh karena itu, sejumlah norma berbasis protokol Covid-19 dengan pengawasan ketat perlu tetap dipertahankan, kendati nantinya status darurat telah usai. Sistem relaksasi PSBB pun layak dipertimbangkan agar tidak terjadi lonjakan penularan yang kembali membebani fasilitas kesehatan.

Kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan juga menjadi keniscayaan dalam menghadapi berkembangnya pandemi ini. Semakin disiplin protokol kesehatan dipatuhi, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dalam mengatasi wabah Covid-19.

Sebaliknya, semakin rendah kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan, akan semakin rendah pula keberhasilan dalam mengatasi wabah ini.

Protokol  kesehatan yang dimaksud ialah tetap disiplin berada di rumah, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, mengenakan masker dan tidak melakukan mudik, meskipun hanya antar-kecamatan.

Apresiasi sepatutnya diberikan kepada warga yang sudah patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan itu. Kepada warga yang belum menjalankan protokol, kita mendorong agar mereka segera mematuhinya.

Karena itu, kita mendorong aparat keamanan tidak ragu untuk bertindak tegas jika masih ada individu atau kelompok yang tidak menaati protokol kesehatan yang ditetapkan dalam PSBB.

Untuk pelanggar individu pada dasarnya ada dua opsi sanksi, denda Rp250 ribu atau sanksi sosial membersihkan sarana dan prasarana umum. Pelanggar yang memilih sanksi sosial wajib mengenakan rompi oranye bak “tahanan” saat menjalankan hukuman, di punggung tertulis “Pelanggar PSBB”.

Bila protokol kesehatan ini gagal kita ditegakkan, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan sulit dicapai. Jangan sampai itu yang terjadi. (*)

H Supono Ingatkan Warga Ikuti Himbauan Pemerintah Lawan Corona Menjelang Idul Fitri

BOGORDAILY.net – Anggota DPRD Jawa Barat H. Supono menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran covid 19.

Menurutnya, aturan yang sudah ditetapkan pemerintah untuk menyetop penularan virus, harus tetap di laksanakan oleh warga.

Melaksankan Psycal Distancing, cuci tangan secara berkala dan selalu menggunakan masker.

“Harus tetap melaksanakan protap saat melakukan rutinitas di hari Raya Idul Fitri,” jelas politisi Partai Amanat Nasional ini melalui pesan singkat nya.

Suasana hari raya idul fitri tahun ini, kata dia, memang ada yang berbeda. Di mana dijalanakan dalam suasana merebaknya wabah covid.

Jadi, warga harus memahami tanpa harus kehilangan makna nilai-nilai religiusnya.

“Penuh keprihatinan namun tetap harus bersyukur dan berdoa agar wabah segera berakhir,” kata pria yang akrab dipanggil Mas Supono ini.

Selama ini, masih menurut Supono, semua eleman telah berkontribusi dalam menyetop penularan covid 19, melalui berbagai kebijakan.

Dan alhamdulillah walau belum maksimal hasilnya. Karena masih terus terjadi peningkatan yang terdampak.

Setidaknya dalam momentum Idul Fitri mendatang. Jangan terjadi penularan yang lebih besar, akibat warga kurang waspada.

“Intinya jangan sampai beberapa langkah yang sudah ditempuh dalam menyetop penularan menjadi sia-sia,” pungkas Mas Supono kepada Bogordaily.net. (gib)

Heboh, Skandal Seks Guru-Murid, Terbongkar Istri saat Cek Pesan WA

BOGORDAILY.net – Entah apa yang merasuki guru yang satu ini. Meski sudah beristri tetap nekat menjalin hubungan gelap dengan muridnya.

Ya, peristiwa terlarang antara guru dan siswinya yang masih kelas 3 SMP di Blitar akhirnya terbongkar.

Pengungkapan hubungan gelap itu setelah istri pak guru membuka percakapan whatsApp.

Obrolan dalam percakapan WA di handphone bukan hanya mengungkap adanya hubungan gelap pak guru dan siswinya.

Lebih dari itu, pesan WA juga mengungkap fakta mengejutkan, yakni si siswi SMP telah hamil.

Peristiwa terlarang di sebuah SMP negeri di Blitar itu kini ditangani polisi.

Pak guru, Pwd (39) kini ditahan Polres Blitar.

Guru Pramuka yang asal Kelurahan/Kecamatan Sutojayan ini dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban, siswi SMP.

“Pelaku sudah kami amankan dan mengakui semua perbuatannya tersebut,” kata AKBP Ahmad Fanani, Kapolres Blitar, Jumat (15/5/2020).

Menurutnya, terungkapnya kasus asusila ini diungkap istri pelaku sendiri.

Itu bermula dari ulah cerdik istrinya, yang berpura-pura pinjam HP pelaku saat akan mengajar.

Begitu pelaku mengajar, istrinya yang juga guru di sekolah yang sama dengan pelaku itu, mengecek HP suaminya.

“istrinya menunggunya di ruang guru sambil membuka WA suaminya,” paparnya.

Begitu membaca satu per satu WA, istrinya sangat kaget. Sebab, ia menemukan isi WA, yang menuntut pertanggungjawaban karena si pengirim WA itu mengaku sudah tak menstruasi.

Lebih kaget lagi, tambah Fanani, WA itu ternyata dari orang yang dikenalnya.

Itu tak lain adalah siswinya sendiri, yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMP.

WA itu tertanggal 4 Mei 2020. Itu artinya, suaminya sedang menjalin hubungan gelap dengan muridnya sendiri.

“Sehabis membaca WA itu, dia nggak marah ke suaminya. Namun, ia langsung pulang dan menunggu suaminya di rumah. Sebab, itu dianggap aib keluarganya sehingga harus diselesaikan di rumah,” ungkapnya.

Begitu suaminya tiba di rumah, istrinya yang sudah menahan emosi itu langsung murka.

Suaminya dimarahi dan dianggap tega mengkhianatinya, apalagi sampai melakukan hal tak senonoh dengan muridnya sendiri.

Tak cukup hanya memarahi suaminya, ia kemudian mendatangi rumah korban, dengan menunjukkan bukti-bukti chattingan antara korban dan suaminya.

“Di rumah korban, istri pelaku tak menemui korban karena memang tujuannya, hanya memberi tahu orangtua korban,” ungkapnya.

Setelah memberi orangtua korban tentang hubungan terlarang itu, istri pelaku menyarankan kasus dugaaan pencabulan yang korbannya masih di bawah umur itu dilaporkan.

Dan, orangtua korban juga menuruti, kemudian melaporkan pelaku ke Polres Blitar.

“Selang sehari dari laporan itu, pelaku, kami tahan. Dan, ia mengakui kalau itu perbuatannya,” paparnya.

Menurut Fanani, perbuatan bejat pelaku itu terjadi pertama kali di rumahnya pada 22 Februari 2020.

Itu terjadi siang hari atau pukul 2.00 WIB di saat jam pelajaran masih berlangsung.

Termasuk, istrinya juga masih mengajar dan anaknya juga belum pulang sekolah. Tahu rumahnya kosong, pelaku mengajak korban ke rumahnya, sambil dibonceng sepeda motor.

“Korban juga belum waktunya pulang namun dipaksa pelaku, untuk diajak ke rumahnya. Karena yang mengajak gurunya sehingga korban tak berani menolak,” paparnya.

Ditambahkan Fanani, jarak rumah pelaku dengan sekolahannya itu sekitar 4 km.

Karena itu, korban dibonceng sepeda motor oleh pelaku. Sesampai di rumahnya, pelaku melancarkan aksinya dengan melakukan bujuk rayu, hingga akhirnya korban tak berdaya.

Rupanya, itu bukan hanya sekali, namun perbuatan berikutnya juga berlangsung di rumah pelaku.

Waktunya juga siang hari di saat istrinya mengajar.

Mungkin, tanpa disadari pelaku, kalau ada guru yang menciumnya, pelaku seperti tak berdosa.

Akhirnya, istrinya juga curiga, hingga akhirnya berpura-pura meminjam HP suaminya. Begitu dicek isi WA-nya, akhirnya terungkap kasus ini.(bdn)

Si Blonde Madonna, Istri Tukang Cilok di Preman Pensiun. Siapa Dia?

BOGORDAILY.net – Rambut blonde, kulit kuning Langsat dengan bibir merona itulah Madonna. Istri Ubed tukang cilok dalam sinetron Preman pensiun 4.

Dia mencuri perhatian masyarakat saat ini sejak muncul di sinetron Preman Pensiun 4.

Berperan sebagai Madona, istri Ubed si tukang cilok, Clara Kharisma begitu nyentrik dengan rambutnya yang berwarna kuning.

Di balik penampilannya yang menarik perhatian, pemilik nama asli Kharisma Hardianti juga ternyata jago di bahasa Inggris dan Cina loh.

Perempuan kelahiran Bandung, 6 Januari 1992 ini menceritakan proses perjalanannya menempuh pendidikan yang begitu penuh perjuangan.

Clara mengatakan ia bukanlah berasal dari keluarga yang berada.

Oleh karena itu ia selalu mencari beasiswa untuk bisa meneruskan sekolahnya.

“Clara berasal dari keluarga yang keterbatasan makanya selalu ngejar beasiswa, waktu kuliah juga beasiswa dan untuk biaya buku kuliah, Clara sambil kerja mengajar,” ujarnya.

Ia menceritakan saat itu Ia sekolah di SMA 10 dan mengambil jurusan Bahasa Jepang lalu ia mendapatkan kesempatan untuk mengajar Bahasa Jepang di Darut Tauhid.

Saat itu usianya masih 16 tahun dan ia sudah memiliki nyali untuk memperdalam bahasa dan membagikan ilmunya.

Setelah lulus SMA, Clara sempat daftar ke Universitas Pendidikan Indonesia mengambil jurusan Bahasa Jepang, sayangnya ia tidak lulus.

“Akhirnya Clara mendapatkan beasiswa di Universitas Bahasa Asing D3 yang di Padalarang, jadi setiap hari bolak balik pakai motor Ujung Berung-Padalarang,” ujarnya sambil tertawa.

Untuk mendapatkan uang lebih, ia mengajar di sebuah Yayasan yang berada di Jalan Van De Venter untuk mengajar bahasa Mandarin untuk TK dan SD.

Saat mengajar, Clara mengatakan ia tidak bisa membagi waktunya untuk menyanyi dan pembawa acara dalam sebuah event.

“Mamah Clara single parents dan Clara juga harus membiayai 2 adik Clara karena mereka nggak beasiswa,” ucapnya seperti dikutif dari TribunJabar.com.

Tak hanya puas sampai di situ, Clara juga melanjutkan kuliahnya hingga starta 1 dan kembali mengambil bahasa Cina.

Untuk kuliah strata 1, ia membiayai kuliah sendiri di Yayasan tempat ia kuliah sebelumnya, dan ia belajar langsung dari guru yang langsung datang dari Cina.

Ia bersyukur ia benar-benar dikasih jalan untuk melanjutkan pendidikannya walau harus tertunda.

“Ternyata Tuhan itu selalu kasih jalan dan kasih rencana indah untuk setiap makhluknya. Alhamdulillah waktu baru setengah tahun kuliah langsung dapat kerja menjadi koordinator bahasa Mandarin di Yayasan,” ujarnya.(bdn/trb)

Satu Dekade, XTC Bogor Bagikan 1.000 Masker dan Takjil

BOGORDAILY – Komunitas XTC Kota Bogor, membagian ribuan masker dan takjil kepada para pengendara yang melintas di Jalan Aria Suriagala, Cibalagung, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (17/5/20).

Ketua Pelaksana, Dadang Sanjaya mengatakan, sumber dana takjil dan masker yang diberikan merupakan hasil dari penjualan baju Lawan Covid-19, serta dari sejumlah donatur, setelah dihimpun terdapat 1.000 masker yang terkumpul.

“Sebelumnya sudah dibagikan juga. Ini puncaknya 1 dekade XTC Bogor. Berbagi di bulan Ramadan. Saya merasa bersukur kegiatan ini terlaksana dengan baik,” kata Dudung, begitu Dadang Sanjaya biasa disapa.

Disampaikan Dudung, kegiatan sosial ini melibatkan semua jajaran pengurus dan anggota XTC Bogor. Tak hanya dari Kota Bogor saja, namun XTC Kabupaten Bogor pun ikut bergabung. “Kami membagikan masker, sebagai upaya kami dalam upaya memutus matarantai penyebaran Covid-19,” tukas Dudung.

Setali tiga uang dengan Dudung, Koordinator Wilayah Barat Usman, juga besukur. Menurutnya masyarakat setempat merasa senang dengan kegiatan tersebut. “Teman-teman yang hadir wajib mengenakan masker,” kata Usman.(bdn)

Lawan Petugas Santri Positif Corona Ogah Dirawat di RS. Nih Videonya!!!!

BOGORDAILY.net – Santri yang dinyatakan positif korona menolak saat dijemput tim medis untuk dirawat di Rumah Sakit.

Bersama ibunya, keduanya melakukan perlawanan.

Ya, Baru-baru ini, seorang santri di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 menjadi contoh teranyar.

Ia menolak dievakuasi ke rumah sakit oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun. Videonya pun viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tim satgas yang berisikan gabungan petugas, termasuk polisi dan tentara, kewalahan membujuknya. Karena mereka tak sanggup, Bupati Madiun Ahmad Dawami terpaksa turun tangan.

Kedatangan Dawami pun rupanya tidak lantas membuat santri tersebut melunak. Justru, pembujukannya menjadi kian alot lantaran ibu si santri juga mendukungnya. Ibunya bahkan sampai berteriak histeris dan mengusir para petugas dari halaman rumahnya.

“Mereka merasa dizalimi dan bilang alat tes itu buatan manusia dan bisa saja salah,” ujar Dawami kepada wartawan.

Santri Ponpes Temboro, Magetan, tersebut sebelumnya telah menjalani rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya reaktif. Setelah itu, ia menjalani tes swab dan hasilnya ia positif corona.

Ibunya menolak anaknya dibawa ke rumah sakit lantaran tidak menunjukkan gejala apapun. Bupati lantas menjelaskan bahwa anaknya tergolong orang tanpa gejala (OTG). Walau tidak tampak sakit, namun OTG dapat menularkan virus. (Bdn)

Tak Ada Reses, H. Ruhyat Nugraha Tetap Tampung Aspirasi Masyarakat

BOGOR DAILY – Walaupun Reses DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) di tahun  ini dialihkan ke penanganan Covi-19. Akan tetapi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Ruhyat Nugraha, akan tampung aspirasi masyarakat di Kabupaten Bogor.

Politisi PPP ini mengatakan, tetap akan menampung aspirasi masyarakat baik itu pembangunan ataupun kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan.

“Memang saat ini aspriasi dialihkan kepada penanganan Covid-19 di Jabar. Tapi saya akan tampung dan akan saya suarakan pada rapat-rapat bersama anggota dewan yang lainnya,” katanya, kepada Bogordaily.net, Minggu (17/5/2020).

Karena kata H. Ruhyat, tugas yang saat ini diemban olehnya adalah sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat.

“Saya sudah dipercaya oleh masyarakat Kabupaten Bogor, sampai saya bisa duduk saat ini sebagai wakil rakyat di Jawa Barat, saya akan tetap perjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor khususnya,” ungkapnya.

Menurutnya, reses di tahun 2020 ini baru satu kali dilaksanakan. Yaitu pada bulan Maret lalu. Dan saat ini anggaran untuk bisa mendengarkan keluh kesah masyarakat tersebut tidak ada sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Kita berharap, pandemi Virus Korona ini segera berakhir di Indonesia, agar kita bisa beraktifitas normal lagi, dan saya sebagai wakil rakyat bisa kembali mendengarkan keluh kesah masyarakat saat reses,” tukasnya.

Untuk diketahui, Reses adalah masa di mana para wakil rakyat melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung dewan. Misalnya, untuk melakukan kunjungan kerja, baik yang dilakukan anggota secara perseorangan maupun secara berkelompok.

Pada masa Reses di tahun ini ditiadakan karena, pada persidangan terakhir dari satu periode keanggotaan DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, bersepakat untuk dialihkan anggarannya untuk penanganan Covid-19. (Andi).