Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8242

Dikritik Rizal Ramli, Surat Utang Pandemic Bonds Akhirnya Batal Terbit

BOGORDAILY.net – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akhirnya telah membatalkan penerbitan surat berharga negara (SBN) dalam rangka menangani pandemik Covid-19 melalui seri khusus Pandemic Bonds.

Langkah ini diambil setelah berulang kali ekonom senior DR. Rizal Ramli melancarkan kritik sejak akhir Maret lalu.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu tegas menolak rencana pencarian sumber dana stimulus dampak Covid-19 yang dianggarkan mencapai Rp 405, 1 triliun tersebut dari penerbitan recovery bond atau surat utang yang diterbitkan pemerintah.

Penerbitan recovery bond, menurut Rizal Ramli, hanya bungkus dari kebijakan menambah utang atau mencetak uang.

Hal ini diindikasikan dengan langkah Presiden Jokowi, meneken Perppu pelebaran defisit APBN lebih dari 3 persen. Jika tidak ada transparansi, Rizal Ramli memprediksi pandemic bond ini akan lebih berbahaya dari kasus BLBI.

“Tanpa governance dan transparansi yang benar, recovery bond kemungkinan hanya akan jadi skandal keuangan berikutnya,” tegasnya pada Selasa (31/3) lalu.

Mantan Menko Kemaritiman ini mengurai, penambahan utang atau penerbitan uang rupiah baru, jika dilakukan akan membuat nilai rupiah semakin jatuh.

Sebagai solusi, dia menyarankan Jokowi untuk bisa melakukan realokasi anggaran secara radikal.

“Hentikan sementara semua proyek-proyek infrastruktur. Termasuk proyek pembangunan ibu kota baru,” katanya.

Kini, Rizal Ramli kembali melancarkan kritik pada usulan cetak uang Rp 600 triliun untuk stabilisasi ekonomi Indonesia di tengah masa pandemik virus corona. Dia mendukung Gubernur BI Perry Wajiyo yang menolak usulan dari Badan Anggaran DPR tersebut.

Menurutnya, banyak ekonom- ekonomi neoliberal dan pejabat-pejabat yang senang meniru asing tapi tidak paham konteks apa yang ditiru.

“Sok-sokan nyontek USA pake “Quantitive Easing” (QE). Konteksnya tidak paham, Amerika bisa nyetak dolar terus. Jepang & Eropa punya cadangan besar, bisa tambah money supply. Ekonom-ekonomi itu menipu rakyat!” kesalnya dalam akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Jumat (8/5).

Menurutnya, cetak uang dalam jumlah besar akan membuat indonesia mengalami inflasi seperti tahun 1995 sebesar 1.000 persen dan tahun 1978 sebesar 68 persen.

“Harga-harga naik, rakyat jadi korban. Dan rupiah akan rontok ke Rp 20.000-an per dolar AS! Itulah akibat ekonom-ekonom “Nyontek tapi ndak ngerti konteks”,” tutupnya.(rmol)

Giliran XTC PAC Bogor Selatan Bantu Warga Terdampak Covid-19

BOGORDAILY – Sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas XTC PAC Bogor Selatan, melakukan pembagian sembako bagi warga terdampak Covid-19 yang tinggal di kawasan MV Sidik, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (8/5/20).

Ketua XTC PAC Bogor Selatan Rusli, menjelaskan pembagian bingkisan yang terdiri dari beras dan indomie didapat dari solidaritas anggota XTC PAC Bogor Selatan dan dibantu oleh donatur bernama Desi Ichlas Setyawan. Rusli berharap, pembagian bingkisan sembako ini bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak covid-19. Kami juga berharap selalu ada orang yang mau menyisihkan hartanya bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Rusli.

Diakui Rusli, selain dukungan dari donatur serta seluruh rekan di XTC PAC Bogor Selatan. Aksi sosial ini bisa terwuju berkat dukungan dari senior XTC Bogor Dimas Gofur.

“Terimakasih kepada ibu Desi selaku donatur serta senior XTC Dimas Gofur serta teman-teman semua di XTC PAC Bogor Selatan. Semoga kegiatan ini terus bisa berlanjut,” tutup Rusli. (bdn)

Saat Jalani Perawatan di Rumah Sakit Twindy Rarasati Sempat Menangis

BOGORDAILY – Twindy Rarasati kini sudah sembuh dari Corona. Dalam live Instagramnya, ia sempat menyatakan pernah memangis saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Jadi waktu itu aku sudah beberapa hari menjalani perawatan dan aku di swab tes lagi. Karena memang aku sering di swab kan selama menjalani perawatan,” buka Twindy Rarasati.

“Setelah menjalani swab tes kesekian kali, aku tuh yakin kalau aku sudah negatif (Corona) tapi ternyata hasil swab aku masih positif,” sambungnya lagi.

Saat mengetahui hasil swabnya masih positif, Twindy pun menangis. Padahal ia merasa tubuhnya sudah sangat sehat.

“Kenapa aku nangis, karena aku awalnya sudah yakin kalau aku sudah negatif tapi ternyata aku masih positif. Di situ rasanya seperti gimana ya,” tukasnya lagi.

Namun kesedihan itu tak berkepanjangan. Ia bertukar cerita dengan perawat yang ada di sana.

“Jadi aku ditanya sama perawat yang di sana, kenapa kok kayaknya hari ini nggak semangat kayaknya. Terus perawat itu bilang, kalau sedih itu nggak apa-apa. Wajar sekali kalau pasien merasa sedih, karena kita manusia kan. Dari situ aku langsung nangis tapi habis itu plong banget karena bisa berbagi rasa,” terangnya lagi.

Saat ini, Twindy sudah kembali ke rumah. Ia masih menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah, untuk memastikan dirinya benar-benar bebas Corona.

Kehilangan Mendalam Manajemen Sepeninggal Didi Kempot

BOGORDAILY – Meninggalnya Didi Kempot rupanya meninggalkan kenangan yang mendalam di benak manajemennya. Salah satu kerabat dan anggota tim manajemen Didi Kempot, Ige, mengaku dirinya masih merasa kehilangan hingga kini.

“Biasanya setiap hari bisa lebih dari dua kali beliau telepon saya, nah setiap hp saya bunyi itu pasti dari mas Didi, entah nanya soal pekerjaan atau rencana buat besok,” tutur Ige melalui sambungan telepon.

Kini setelah pelantun ‘Cidro’ itu meninggal dunia, kadang Ige merasa kehilangan sosok sang penyanyi campursari beserta komunikasi mereka yang terbilang rutin terjalin.

“Komunikasi nggak pernah putus. Sekarang rasanya beda, nggak ada lagi telepon dari mas Didi, saya masih belum terbiasa itu. Belum bisa dilupain kebiasaan teleponan sama beliau,” kenang Ige.

Dia mengaku, dirinya dan Didi Kempot telah saling mengenal sejak lama, bahkan keduanya telah bekerja sama dalam jangka waktu puluhan tahun.

“Saya orang terdekat aja, rekan, teman terdekat aja. Udah hampir 20 tahun saya kerja sama beliau,” jelasnya.

Didi Kempot meninggal dunia pada 5 Mei 2020. Ia tutup usia pada umur 53 tahun di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah.

Menurut Dian Sastrowardoyo Hidup Balance Itu adalah Mitos

BOGORDAILY – Sebagai sosok yang sibuk berkarya, Dian Sastrowardoyo memimpikan kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan rumah tangga. Namun sayangnya hal itu sulit untuk didapatkan.

Pemeran Cinta dalam ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ itu mengakui bahwa kehidupannya saat ini masih belum bisa dikatakan balance atau seimbang. Hal itu diungkapkan Dian Sastrowardoyo saat berbincang dengan Ayu Dewi.

“Balance itu adalah mitos, bo!” kata Dian seperti dilihat di YouTube Ayu Dewi pada Kamis (7/5/2020).

Ayu Dewi awalnya memuji bagaimana Dian Sastrowardoyo yang sangat sibuk dengan berbagai hal. Mulai dari memproduseri sebuah film hingga membangun yayasan. Ayu kemudian mempertanyakan bagaimana Dian menyeimbangkan kehidupannya dengan segala kesibukan tersebut.

“Jujur aja (hidup gue) nggak balance sih, bo. Sebenarnya impian gue kan balance ya. Jadi emang lo nggak bakalan bisa balance kapan pun juga. Di saat lo lagi berhasil di pekerjaan lo pasti secara nggak langsung bagian dari keluarga lo ada yang agak-agak nggak kepegang,” jelas Dian.

Beruntung saat ini Dian mendapat bantuan dari sang bunda. Terutama untuk urusan anak-anak.

“Sekarang nyokap gue ‘import’ ke rumah gue. Kalau nggak ada nyokap gue, karier gue berhenti juga,” tandas Dian.

Barcelona Kembali Latihan Jumat Ini, Semua Pemain Negatif Corona

BOGORDAILY – Barcelona akan kembali menjalani latihan tim pada Jumat (8/5/2020) pagi waktu setempat. Hal itu usai seluruh pemain tim utama dinyatakan negatif COVID-19.

Sebelumnya, para pemain Barcelona menjalani tes kesehatan di markas mereka, Ciutat Esportiva Joan Gamper, Rabu (6/5). Diberitakan Marca, hasil tes Lionel Messi dkk sudah keluar.

Seluruh pemain berstatus negatif virus Corona, sehingga diberikan lampu hijau untuk kembali berlatih bersama tim. Sejauh ini, satu-satunya pemain yang belum dites yakni Ousmane Dembele.

Pemain asal Prancis itu memang belum hadir ke markas klub karena masih menjalani pemulihan cedera panjang.

Sebelumnya, situs resmi Barcelona juga mengabarkan bahwa jika hasil tes sudah keluar, para pemain akan kembali berlatih di secara individu di markas klub.

Dan pada Kamis (7/5) malam waktu Spanyol, pengumuman jadwal itu pun keluar. Sesi latihan akan dimulai pukul 9.30 dan para pemain akan berlatih secara terpisah di tiga lapangan berbeda.

Hal ini agar ada jarak antara satu pemain dan lainnya, sesuai anjuran protokol kesehatan pencegahan virus Corona. Para pemain pun diwajibkan datang dengan sudah menggunakan seragam berlatih dan langsung pulang begitu latihan usai.

Liga Spanyol dikabarkan akan dimulai lagi pada bulan Juni, meski saat ini belum ada tanggal pasti. Barcelona tengah memimpin klasemen sementara dengan raihan 58 poin dari 27 jornada.

PT. Amanah Indonesia Realti – Dekost Indonesia Salurkan Bantuan 1000 Paket Sembako ke Pemkot Bogor

BOGOR DAILY – Walaupun Cash Flow atau arus kas di pandemi Virus Korona atau Covid-19 bermasalah, hal itu tidak menyurutkan PT. Amanah Realti- Dekost Indonesia untuk berbagi dengan masyarakat di bulan Suci Ramadhan ini.

Kali ini, perusahaan yang berkantor di Yasmin Kota Bogor itu, menyalurkan bantuan berupa sembilan bahan pokok (Sembako) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Komisaris utama PT. Amanah Realti – Dekost Indonesia, Teuku Fadhil Aruna, mengatakan, saat ini perusahaan dibidang Apartemen Dekost Indonesia ini menyalurkan bantuan berupa sembako sebanyak 1000 paket.

Menurutnya, sejumlah paket sembako kisaran harga Rp100.000 itu disalurkan Dekost Indonesia kepada Pemkot Bogor, karena ingin berkontribusi dimasa keadaan suklit akibat Covid-19.

“Kami dari Amanah Realti Dekost Indonesia yang merupakan Apartemen Dekost di daerah Dramaga Bogor, sebagai developer berkonsep Syariah di Kota Bogor, menyalurkan bantuan berupa paket sembako sebanyak 1000 paket,” katanya kepada Bogordaily.net. Jumat (8/5/2020).

Dirinyapun meyakini, dimasa sulit saat ini yang dialami semua masyarakat Kota Bogor dan pengusaha, akan bisa segera selesai jika ada kekompakan dalam memerangi Covid-19.

“Terutama dalam kondisi sulit, hampir semua rata-rata pengusaha mengalami permasalahan di cash flow. Tapi, kami tetap yakin dan berusaha, inilah momentum membantu kebutuhan untuk masyarakat,” jelasnya.

Teuku -sapaan akrabnya- berharap, dengan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat melalui Pemkot Bogor ini, bisa meringankan kebutuhan sehari-hari. Apalagi bagi warga yang terkena dampak Covid-19.

“Mudah-mudahan dapat membantu meringankan penderita dari masyarakat, didalam kebutuhan makanan. Terutama dalam masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, PT. Amanah Realti-Dekost Indonesia juga sudah berbagi untuk masyarakat yang ada di sekitar lingkungan perusahaannya, dengan membagikan 100 paket sembako senilai Rp100.000 yang diserahkan langsung kepada Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Direktur PT. Amanah Realti – Dekost Indonesia, Ahmad Ferza, mengatakan, di situasi pandemi Covid-19 ini Dekost Indonesia turut hadir untuk membantu masyarakat, dengan membagikan 100 paket sembako dan uang tunai sebesar Rp12.500.000.

Menurutnya, perusahaan yang dimotori oleh anak-anak muda ini terus memperhatikan situasi warga di lokasi pembangunan Apartemen Dekost Indonesia, yang berlokasi di Kelurahan Balumbang Jaya.

“Alhamdulillah kita bisa berbagi, ini merupakan langkah yang kita lakukan dalam tindak lanjut keprihatinan kita dalam situasi saat ini. Mudah-mudahan kita bisa memberikan Support di sekitar pekerjaan kita,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya berterimakasih, kepada Dekost Indonesia yang sudah ikut berkontribusi menyalurkan bantuan berupa sembako.

“Alhamdulillah, kita dari Pemerintah Kota Bogor berterimakasih kepada Dekost Indonesia,” singkatnya. (Andi).

Achmad Megantara Ogah Menerima Tawaran Setting-an

BOGORDAILY – Sebagai seorang aktor, Achmad Megantara mengaku enggan bila ditawari setting-an. Ia mengatakan lebih nyaman menjadi dirinya sendiri apa adanya.

“Kalau setting-an, lo jadi nggak bisa jadi diri lo sendiri, terus setting-annya gimana-gimana sampai berhubungan sama kehidupan pribadi lo,” ujarnya dalam sesi LIVE bersama detikcom, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya, dalam setiap keputusan pasti ada konsekuensi yang harus diambil. Ia tidak menampik maupun menghakimi apabila ada artis lain yang melakukan agenda setting-an demi ketenaran, akan tetapi baginya pribadi, itu bukanlah jalan yang dipilih olehnya untuk meraih popularitas.

Dirinya lebih memilih dikenal melalui pekerjaan yang dia lakukan dan berupaya menjadi dirinya sendiri apa adanya.

“Hidup ini kan plus-minus, kalau lo settingan lo akan jadi fame, makin kaya, ramai job segala macem. Di sisi lain, lo jadi gak bisa jadi diri sendiri aja,” terangnya.

Ketika ditanyai pernah kah ada yang menawarinya untuk melakukan setting-an, ia menjawab, “Belum. Kebetulan gue sih orangnya apa adanya.”

Bentuk Beberapa Program, Kelurahan Empang Perangi Covid-19

BOGOR DAILY – Beberapa program digagas Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dalam menanggulangi pandemi Virus Korona atau Covid-19 sudah berjalan.

Lurah Empang, Harry Cahyadi, mengatakan, dari awal pandemi di Kota Bogor pihaknya sudah melakukan soaialisasi terkait sosial dan fisik distancing.

Tujuannya, agar masyarakat bisa menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan baik dan benar.

Harry sapaan akrabnya mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan pembentukan Karantina Wilayah Parsial (KWP) yang notabene nya kepada masyarakat.

“Kita dari awal sudah melakukan proses pembentukan RW siaga, itu salah satunya kita membentuk Karantina Wilayah Parsial (KWP). Yang notabene adalah semua berbalik kepada masyarakat. Mulai dari penjagaan portal, sosialisasi PHBS, sosial dan fisik diatancing, dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan bagaimana melakukan PHBS dengan baik,” katanya kepada Bogordaily.net, Jumat (8/5/2020).

Menurut Harry, Kelurahan Empang juga sudah membentuk Rukun Warga (RW) siaga Covid-19 di 20 RW yang ada.

“RW siaga itu kita bentuk adalah, bagaimana semua RW itu bisa memberikan kontribusi baik, untuk dalam melaksanakan instruksi dari perintah pak Wali Kota Bogor, Bima Arya,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat umum. Seperti sekolah, Mushola, Masjid dan rumah-rumah warga.

Agar pandemi Covid-19 segera usai dirinya menghimbau, kepada masyarakat dan pengusaha supaya mematuhi aturan yang sudah diterapkan Pemerintah Kota Bogor.

“Kita sudah melaksanakan tahap dua PSBB, pemerintah kan melakukan untuk memberikan yang terbaik bagi warga di Kota Bogor sendiri, salah satunya melakukan diam dirumahnya dulu. Dan kepada pengusaha sudah disampaikan untuk melakukan penutupan selain yang dikecualikan,” jelasnya.

Untuk diketahui, data penerima bantuan sosial (Bansos) bagi warga Kelurahan Empang yang miskin, serta terdampak Covid-19 dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI sebanyak 44 Kartu Keluarga (KK), Gubernur Jawa Barat ada 146 KK.

Untuk bantuan dari Pemkot Bogor sendiri ada sebanyak 170 KK. Tetapi, sebanyak tujuh terdapat data ganda dan sudah dikembalikan ke Kantor Pos Indonesia.

“Untuk yang menerima dari Pemkot Bogor ada 170, tapi dikembalikan sebanyak tujuh orang, dan yang menerima saat ini hanya 163 KK,” tukasnya. (Andi).

Polisi Sebut Keterangan Istri dan Suami Mengenai Kuburan di Rumahnya Berbeda

BOGOR DAILY – Polisi terus selidiki kasus kuburan di rumah pelaku kekerasan dan penyekapan, terhadap istri sirinya di Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Nundun Radiaman, mengatakan, terdapat kejanggalan dari pengakuan saksi SM (17) yang merupakan korban, dan pelaku AA.

Keduanya, kata Kompol Nundun, memberikan keterangan berbeda terhadap perempuan yang dikubur di rumahnya tersebut, saat dimintai keterangan oleh Polisi.

“Kita akan dalami kembali dengan bukti. Itu baru ditemukan, dan hasil pemeriksaan tersangka dan saksi menjelaskan dengan berbeda. Kita akan dalami kembali,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Untuk saat ini menurutnya, pelaku AA dijerat dengan pasal 333 (2) KUHP, dan Undang-Undang nomor 34 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Disampingnya undang-undang perlindungan anak pasal 333 junto pasal 34. Ancaman tujuh tahun penjara, kita juga temukan berkas ijazah perempuan, masih dalam penyelidikan,” tukasnya.

Sebelumnya, polisi bongkar kuburan di area rumah pelaku penganiayaan dan penyekapan Istri muda siri, yang berlokasi di salah satu perumahan Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolesek Parung Panjang, Kompol Nundun Radiaman, mengatakan, pembongkaran yang dilakukan pada pukul 08:00 WIB pagi tadi Jumat (8/5/2020), merupakan tindak lanjut penyidikan terhadap pelaku berinisial AA.

Menurut keterangan pelaku kata Kompol Nundun sapaan akrabnya, korban berjenis kelamin perempuan yang dikubur di belakang rumahnya itu pada pertengahan Februari 2020.

“Saat ini, pihak forensik sedang melakukan pengecekan dan almarhum ini sudah di kuburan sejak pertengahan Februari. Berarti, sampai sekarang sudah tiga bulan korban yang dikubur itu berjenis perempuan,” katanya kepada wartawan dilokasi.

Dari keterangan saksi yaitu SM dan tersangka AA, perempuan yang dikubur dibelakang rumahnya itu pernah mengalami kekerasan fisik.

“Hasil dari pemeriksaan tersangka maupun saksi. Perempuan yang dikubur itu kata saksi SM (17) pernah melihat. Bahwa tersangka itu melakukan kekerasan, akan tetapi tidak sampai meninggal,” ucapnya.

Ia menambahkan, perempuan dikubur itu diperkirakan berusia 25 tahun, yang memang menurut pelaku AA ini dalam keadaan tidak normal alias gangguan kejiwaan.

“Almarhum ini hasil pendalaman sementara, bahwa ditemukan seorang perempuan perkiraan usia 25 tahun, dalam keadaan tidak normal alias ada gangguan kejiwaan. Maksudnya pelaku dibawa ke rumah pelaku karena untuk diobati,” tukasnya. (Andi).