Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8241

PSI Kota Bogor Bergerak Bantu Warga Terdampak Covid-19

BOGORDAILY.net – Tim gugus tugas covid 19 PSI Kota Bogor, terus bergerak dalam aksi solidaritas kepada sesama.

Aksi solidaritas yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2020) itu merupakan aksi ke 10. Aksi Solidsaritas itu, untuk mengisi ruang kosong bantuan kebutuhan dasar pada warga kota bogor, terdampak pandemi covid 19.

“Ruang kosong yang makin menganga lebar dari hari ke hari akibat pandemi covid 19. Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar dan Kota Bogor harus dibantu, untuk menutup ruang kosong bantuan kebutuhan dasar tersebut oleh semua pihak,” kata ketua PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso.

PSI Kota Bogor, kata dia, memahami pandemi covid 19 ini adalah kondisi di luar kemampuan pemerintah.

Apalagi, bila kepala daerahnya tak memiliki kemampuan kerja yang kuat alias terbiasa main sampling, pencitraan yang dikelola.

“Karena itu selain kritik keras pada ketidak mampuan walikota Bogor, memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak secara adil, PSI Bogor berusaha membantu dengan daya upaya yang dimiliki,” kata advokat yang akrab dipanggil STS itu.

Menurutnya, PSI Kota Bogor menghimbau semua komponen masyarakat Bogor, tokoh, organisasi massa, partai politik bahu membahu, membantu pemerintah mengatasi dampak covid 19, yang dirasakan warga Kota Bogor.

“Solidaritas sebagai jiwa de Gotong royong semoga dapat terus digerakkan. Jaga jarak, utamakan perilaku bersih, pakai masker, ikuti protokol pencegahan covid 19, stay at home, sesuatu yang sulit saya ucapkan bagi para tulang punggung ekonomi keluarga,” pungkasnya. (bdn)

DeKOST Indonesia, Diskon Ramadhan Spesial 9, Harga Beli Hanya 199 Juta aja!!!

Bogor Daily – Saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan pembelian unit investasi yang aman dan produktif, salah satunya adalah yang ditawarkan oleh PT. Amanah Realty untuk produk apartemen kos syariah terbesar dan pertama di Indonesia, DeKOST Indonesia.

DeKOST Indonesia yang berada di Jalan Cilubang Raya Kelurahan Balumbang Jaya Kota Bogor itu menawarkan Promo Ramadhan Spesial 9, serba mudah, serba diskon dan serba spesial.

Menurut Dudy Rudyana sebagai Sales dan Marketing Manager DeKOST Indonesia ketika di temui Bogor Daily pada saat pembagian bantuan sembako peduli Covid 19 DeKOST Indonesia bersama Bima Arya Walikota Bogor Jumat (8/5/20) kemarin, dirinya jelas mengemukakan bahwa diskon harga dari semula di angka 260 jutaan, dalam promo ini anda cukup membeli dengan harga 199 juta rupiah saja, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Harga promo tersebut untuk 9 pembeli pertama di Bulan Ramadhan ini, terbatas hanya untuk 9 unit aparkos saja dengan skema cash keras.” jelas Dudy.

Sedangkan untuk calon pembeli yang ingin melakukan transaksi pembeli secara bertahap, DeKOST Indonesia memberikan Relaksasi Pembayaran hingga 99 hari. Caranya hanya dengan bayar DP 50 persen, selanjutnya pembayaran anda bisa bayarkan kembali 99 hari kemudian.

“Kita juga berikan promo keringanan uang muka atau DP, dari 99 juta rupiah, diskon dimuka 30 juta. Anda hanya cukup DP 69 juta rupiah saja sudah bisa jadi Juragan Kos.” papar Dudy.

DeKOST Indonesia mempersilahkan anda yang ingin mendapatkan informasi lebih jelas anda bisa click langsung di www.dekostindonesia.com.

“Manfaatkan fasilitas online kami, untuk survey online, pemesanan, pembayaran, sampai ke akad jual beli online. 2,5 persen total omzet yang tercipta pada bulan Ramadhan ini, akan kami berikan langsung kepada lembaga resmi untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.” pungkasnya.(*)

Kenang Didi Kempot, Istri Pertama Almarhum Blak-blakan soal Kisah Cintanya

BOGOR DAILY- Istri pertama Didi Kempot, Putri (44) bercerita soal keisengan sang legenda campursari di awal perkenalan. Saat masih ngamen, almarhum pernah menyembunyikan gembok gerbang tempat Putri kos.

Pada 1990, Putri bekerja di Jakarta sebagai buruh pabrik. Ia kos di daerah Daan Mogot. Di sana, Didi Kempot kerap menghampiri kos Putri untuk mengais rejeki dengan cara mengamen.
Baca juga:
Kasus Positif Corona di Madiun Bertambah 2 dari Klaster Temboro

Namun pada suatu hari, menurut Putri, Didi Kempot jahil mengambil gembok gerbang kos. Hilangnya gembok tersebut sempat membuat Putri bertengkar dengan semua penghuni kos.

“Saya dulu kos di daerah Daan Mogot dan pertama kenal Bapak (Didi Kempot) waktu ngamen di kos saya. Sering godain saya sampai saya bertengkar dengan penghuni kos. Kunci gerbang disembunyikan dibawa pulang,” kata Putri saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (9/5/2020).

Keesokan harinya Didi Kempot kembali mengamen dan mengembalikan kunci tersebut. “Pagi esok harinya kita paksa ngaku dan akhirnya dikembalikan,” imbuhnya.

Ia tidak menyangka laki-laki jahil itu ternyata bisa mencuri hatinya. Mereka menikah empat tahun berselang.

Namun Selasa (5/5), Didi Kempot mengembuskan napas terakhir di Solo. Sang maestro campursari itu dimakamkan di pemakaman umum Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi. Sekitar 500 meter dari rumahnya bersama Putri.

Bersama Putri, Didi dikaruniai 3 anak. Namun dua di antaranya sudah meninggal. Putri kini ditemani anak kedua mereka, Siyola Pudi Regena Resi (14).

SUMBER: Detik.com

Begini Tampang Nyesel Youtuber ‘Sembako Sampah’ Usai Ditahan

BOGOR DAILY- YouTuber Ferdian Paleka pembuat video prank ‘makanan’ sampah ke waria ditangkap polisi. Ferdian pun menyesal dan meminta maaf atas konten yang menuai kecaman.

Permintaan maaf itu disampaikan Ferdian saat rilis di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (8/5/2020). Berbaju tahanan dan memakai masker, Ferdian meminta maaf kepada waria atau transpuan dan masyarakat Indonesia.

“Saya sangat meminta maaf sekali kepada transpuan yang telah saya prank dan saya minta maaf ke seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat Kota Bandung,” ucap Ferdian dengan suara sedikit terisak.

Ferdian mengaku menyesal atas perbuatannya melakukan prank kepada waria. Penyesalan itu diungkapkan setelah ditangkap polisi.

“Saya sangat menyesal atas kelakuan saya, semoga saya dimaafkan,” katanya.

Ferdian mengaku video yang dibuat bersama dua rekannya, Aidil dan Tubagus Fahddinar yang kini sama-sama tersangka, itu hanya iseng belaka. Ide melakukan prank membagikan dus makanan isi sampah dan batu itu muncul dari obrolan mereka bertiga. “Awal mula buat konten hanya untuk hiburan saja. Nggak ada maksud selain itu,” ucap Ferdian.

Ferdian membeberkan alasannya menyasar waria. Menurut dia, waria tidak diperbolehkan selama bulan suci Ramadhan.

“Karena menurut saya di bulan Ramadhan ini waria nggak boleh,” ujarnya.

“Jadi saya melakukannya kayak gitu biar nggak ada waria pas bulan suci,” kata Ferdian menambahkan.

Dalam kasus ini, Tubagus lebih dulu diamankan. Tubagus diserahkan oleh orang tuanya usai video tersebut viral. Sementara Ferdian dan Aidil ditangkap belakangan.

Ferdian ditangkap bersama rekannya Aidil yang juga terlibat dalam kasus video tersebut. Mereka ditangkap tim khusus Polda Jabar dan Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung di jalan tol Jakarta-Merak, Tangerang, Banten pada Jumat (8/5/2020) dini hari pukul 01.00 WIB. Selain Ferdian dan Aidil, polisi juga mengamankan paman Ferdian, Jamaludin yang bersama Ferdian.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, motif Ferdian dalam membuat video tersebut hanya iseng guna menambah subscriber channel YouTube-nya.

“Motifnya sendiri itu menyebarkan agar mendapat keuntungan follower (subscriber) dari YouTube itu sendiri,” ucap Ulung.

Ferdian cs saat ini mendekam di Rutan Polrestabes Bandung. Mereka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Pasal 36 jo Pasal 51 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Yang mana (ancaman) paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 12 miliar,” kata Ulung.

MUI se-Indonesia Serukan Penolakan TKA Asal China

BOGOR DAILY-Rencana masuknya tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Tanah Air terus menuai kritik. Salah satunya dari Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia.

MUI mendesak pemerintah menolak TKA asal China ke Indonesia.

“Mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) khususnya yang berasal dari negara China dengan alasan apa pun, karena TKA dari negara China adalah transmit terutama virus Corona 2019 (COVID-19) yang sangat berbahaya dan mematikan,” begitulah bunyi pernyataan MUI yang ditandatangani oleh ketua MUI dari 32 provinsi yang diterima detikcom, Jumat (8/5/2020).

Kepada jajaran dewan pimpinan daerah tingkat kabupaten/kota, MUI meminta agar melakukan pengawasan terhadap TKA yang ada di daerah masing-masing. Bila menemukan, mereka diminta melaporkan kepada lembaga terkait.

“Memerintahkan kepada seluruh jajaran dewan pimpinan MUI pada semua tingkatan (kabupaten, kota, kecamatan, dan kelurahan/desa/nagari) dalam masa pandemi virus Corona ini, untuk mengawasi dan mengawal wilayahnya masing-masing dari keberadaan tenaga kerja asing dan jika ditemukan maka segera melaporkannya kepada lembaga pemerintah terkait, agar supaya mereka dapat dipulangkan ke negara asalnya,” ungkapnya.

Selain itu, MUI meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan kebijakan Menteri Perhubungan yang mengizinkan transportasi beroperasi saat pelarangan mudik. Mereka meminta agar pengetatan moda transportasi dilakukan hingga COVID-19 bisa dikendalikan.

“Meminta dengan tegas kepada Presiden Republik Indonesia untuk membatalkan kebijakan Menteri Perhubungan yang membuka dan melonggarkan moda transportasi dalam semua matra baik darat, laut maupun udara sebelum penyebaran dan penularan COVID-19 ini benar-benar dapat terkendali dan bisa menjamin tidak akan ada lagi penularan baru,” katanya.

Lebih lanjut, MUI se-Indonesia meminta pemerintah terus konsisten dalam menegakkan Pancasila. Serta senantiasa mengawal keutuhan bangsa.

TKA asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI Morosi, Kabupaten Konawe. Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu.

Meski sudah adanya izin dari pemerintah pusat, kedatangan TKA China itu ditolak oleh berbagai pihak. Salah satunya dari DPRD Sulawesi Tenggara, ramai-ramai para pimpinan DPRD tidak sepakat dengan kedatangan TKA China di tengah pandemi corona.

Detik.com

Mengikuti Aksi @bogorgercep Bantu Penjual Roti yang Sudah Tua Renta

BOGORDAILY.net – Bogorgercep yang digagas Bupati Bogor Ade Yasin terus bergerak, melakukan bantuan sosial bagi warga Kabupaten Bogor yang kekurangan.

Melalui tim @bogorgercep merespon aduan warga yang beredar di media sosial.

“Salah satunya tentang Pak Yahya. Seorang penjual roti panggul keliling yang sudah renta,” kata tim @bogorgercep Haris Setiawan.

Pak Yahya tinggal di Kp Parung Singa, Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang. Bantuan yang diberikan berupa beras dan sejumlah uang, untuk membantu Pak Yahya dan istrinya memenuhi kebutuhan pokoknya.

Pak Yahya. Seorang penjual roti panggul keliling yang menerima bantuan dari tim @bogorgercep

“Semoga bisa mengurangi sedikit beban beliau dan keluarga,” ujarnya.

Haris mengajak semua warga, untuk meningkatkan solidaritas kemanusian, dengan membantu orang-orang yang kesulitan di sekeliling.

“Terkait pengaduan kegawatdaruratan di Kabupaten Bogor, bisa langsung hubungi Call Center Bogor Gercep di 0882 1321 7986. Haturnuhun,” katanya yang juga menjabat sebagai Dirut PD Pasar Tohaga.

Pak Yahya, kata dia, juga akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan rutilahu dari PemKab Bogor, karena rumahnya sudah tidak layak. “Doakan mudah-mudahan lancar,” pungkasnya. (bdn)

Di Tengah Corona, Rizal Ramli Kasih Resep Recovery Ekonomi Tanpa Nambah Utang

BOGORDAILY.net – Ekonom senior Rizal Ramli berbagi resep atasi ekonomi di tengah pandemi.

Pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 diprediksi bakal lama. Pasalnya, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani hanya mengandalkan, stimulus yang lebih besar dengan cara meminjam lebih banyak dengan bunga lebih tinggi untuk menutup dan memompa ekonomi.

Ekonomi Senior Rizal Ramli menilai, pelonggaran defisit dari maksimum 3% GDP menjadi 5% GDP adalah skenario untuk memperkuat argumentasi bahwa Indonesia membutuhkan dana pinjaman.

Padahal, menurut mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu, ada langkah jitu agar percepatan recovery segera terealisasi tanpa harus berutang.

“Langkah menambah utang sebetulnya tidak tepat,” ujar Rizal Ramli, Jumat (8/5/2020).

Rizal Ramli-pun menjelaskan beberapa solusi dalam menangani dampak pandemi corona terhadap perekonomian tanpa menambah utang.

“Pertama, pemerintah bisa gunakan sisa-sisa anggaran lalu meliputi SAL (Saldo Anggaran Lebih) SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang ada di Bank Indonesia. Jumlahnya Rp 290 triliun,” ungkap mantan Anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu.

Kedua, sambung Rizal Ramli, penghematan Menteri Pertahanan Prabowo dalam pembelian alutsista. “Karena yang mark up tinggi tidak ditandatangani. Penghematan itu Rp 50 triliun,” jelas Rizal.

Ketiga, pemerintah harus menghentikan proyek-proyek infrastruktur besar yang belum begitu penting. Bahkan, termasuk proyek ibukota baru.

“Dulu waktu krisis 1998, kita juga melakukan itu, semua proyek infrastruktur dihentikan dalam 1-2 dua tahun. Nanti kalau ada uang, baru kita mulai lagi. Dari penghematan penghentian dan re-alokasi proyek infrastruktur ini akan ada sekitar Rp 300 triliun,” ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia era Gus Dur tersebut.

Keempat, cicilan utang pokok dan bunga sekitar Rp 646 triliun. Inilah kesempatan untuk renegosiasi dengan para kreditor. Sebab, sekitar seperempat adalah pinjaman bilateral dan multilateral.

“Katanya pemerintah punya hubungan internasional hebat dan banyak dikenal, coba manfaatkan dan buktikan bahwa itu ada hasilnya,” ungkap Rizal.

Dia menyarankan agar pemerintah meminta kepada negara-negara lain dan lembaga keuangan internasional agar menunda dan menghentikan pembayaran sampai Desember 2020. “Kemudian nanti Januari 2021 kembali kita bayar. Kita tidak ngemplang. Harusnya bisa dilakukan karena untuk negara-negara besar, itu adalah jumlah yang kecil,” tukas Rizal.(ib)

Dikritik Rizal Ramli, Surat Utang Pandemic Bonds Akhirnya Batal Terbit

BOGORDAILY.net – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akhirnya telah membatalkan penerbitan surat berharga negara (SBN) dalam rangka menangani pandemik Covid-19 melalui seri khusus Pandemic Bonds.

Langkah ini diambil setelah berulang kali ekonom senior DR. Rizal Ramli melancarkan kritik sejak akhir Maret lalu.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu tegas menolak rencana pencarian sumber dana stimulus dampak Covid-19 yang dianggarkan mencapai Rp 405, 1 triliun tersebut dari penerbitan recovery bond atau surat utang yang diterbitkan pemerintah.

Penerbitan recovery bond, menurut Rizal Ramli, hanya bungkus dari kebijakan menambah utang atau mencetak uang.

Hal ini diindikasikan dengan langkah Presiden Jokowi, meneken Perppu pelebaran defisit APBN lebih dari 3 persen. Jika tidak ada transparansi, Rizal Ramli memprediksi pandemic bond ini akan lebih berbahaya dari kasus BLBI.

“Tanpa governance dan transparansi yang benar, recovery bond kemungkinan hanya akan jadi skandal keuangan berikutnya,” tegasnya pada Selasa (31/3) lalu.

Mantan Menko Kemaritiman ini mengurai, penambahan utang atau penerbitan uang rupiah baru, jika dilakukan akan membuat nilai rupiah semakin jatuh.

Sebagai solusi, dia menyarankan Jokowi untuk bisa melakukan realokasi anggaran secara radikal.

“Hentikan sementara semua proyek-proyek infrastruktur. Termasuk proyek pembangunan ibu kota baru,” katanya.

Kini, Rizal Ramli kembali melancarkan kritik pada usulan cetak uang Rp 600 triliun untuk stabilisasi ekonomi Indonesia di tengah masa pandemik virus corona. Dia mendukung Gubernur BI Perry Wajiyo yang menolak usulan dari Badan Anggaran DPR tersebut.

Menurutnya, banyak ekonom- ekonomi neoliberal dan pejabat-pejabat yang senang meniru asing tapi tidak paham konteks apa yang ditiru.

“Sok-sokan nyontek USA pake “Quantitive Easing” (QE). Konteksnya tidak paham, Amerika bisa nyetak dolar terus. Jepang & Eropa punya cadangan besar, bisa tambah money supply. Ekonom-ekonomi itu menipu rakyat!” kesalnya dalam akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Jumat (8/5).

Menurutnya, cetak uang dalam jumlah besar akan membuat indonesia mengalami inflasi seperti tahun 1995 sebesar 1.000 persen dan tahun 1978 sebesar 68 persen.

“Harga-harga naik, rakyat jadi korban. Dan rupiah akan rontok ke Rp 20.000-an per dolar AS! Itulah akibat ekonom-ekonom “Nyontek tapi ndak ngerti konteks”,” tutupnya.(rmol)

Giliran XTC PAC Bogor Selatan Bantu Warga Terdampak Covid-19

BOGORDAILY – Sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas XTC PAC Bogor Selatan, melakukan pembagian sembako bagi warga terdampak Covid-19 yang tinggal di kawasan MV Sidik, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (8/5/20).

Ketua XTC PAC Bogor Selatan Rusli, menjelaskan pembagian bingkisan yang terdiri dari beras dan indomie didapat dari solidaritas anggota XTC PAC Bogor Selatan dan dibantu oleh donatur bernama Desi Ichlas Setyawan. Rusli berharap, pembagian bingkisan sembako ini bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak covid-19. Kami juga berharap selalu ada orang yang mau menyisihkan hartanya bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Rusli.

Diakui Rusli, selain dukungan dari donatur serta seluruh rekan di XTC PAC Bogor Selatan. Aksi sosial ini bisa terwuju berkat dukungan dari senior XTC Bogor Dimas Gofur.

“Terimakasih kepada ibu Desi selaku donatur serta senior XTC Dimas Gofur serta teman-teman semua di XTC PAC Bogor Selatan. Semoga kegiatan ini terus bisa berlanjut,” tutup Rusli. (bdn)

Saat Jalani Perawatan di Rumah Sakit Twindy Rarasati Sempat Menangis

BOGORDAILY – Twindy Rarasati kini sudah sembuh dari Corona. Dalam live Instagramnya, ia sempat menyatakan pernah memangis saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Jadi waktu itu aku sudah beberapa hari menjalani perawatan dan aku di swab tes lagi. Karena memang aku sering di swab kan selama menjalani perawatan,” buka Twindy Rarasati.

“Setelah menjalani swab tes kesekian kali, aku tuh yakin kalau aku sudah negatif (Corona) tapi ternyata hasil swab aku masih positif,” sambungnya lagi.

Saat mengetahui hasil swabnya masih positif, Twindy pun menangis. Padahal ia merasa tubuhnya sudah sangat sehat.

“Kenapa aku nangis, karena aku awalnya sudah yakin kalau aku sudah negatif tapi ternyata aku masih positif. Di situ rasanya seperti gimana ya,” tukasnya lagi.

Namun kesedihan itu tak berkepanjangan. Ia bertukar cerita dengan perawat yang ada di sana.

“Jadi aku ditanya sama perawat yang di sana, kenapa kok kayaknya hari ini nggak semangat kayaknya. Terus perawat itu bilang, kalau sedih itu nggak apa-apa. Wajar sekali kalau pasien merasa sedih, karena kita manusia kan. Dari situ aku langsung nangis tapi habis itu plong banget karena bisa berbagi rasa,” terangnya lagi.

Saat ini, Twindy sudah kembali ke rumah. Ia masih menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah, untuk memastikan dirinya benar-benar bebas Corona.