Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8268

Ini Soal Kebijakan Bayar SPP Sekolah versi Kadisdik Kota Bogor

BOGOR DAILY-Dinas Pendidikan Kota Bogor meminta orang tua dan pihak sekolah menjalin komunikasi soal pembayaran SPP di tengah COVID-19. Sebab tidak bisa dipungkiri saat ini sekolah juga sedang membutuhkan dukungan dari orang tua murid untuk operasional sekolah.

“Sekolah memang sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, terutama untuk honor guru di sekolah swasta. Kalau sekolah negeri tidak ada masalah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2020).

“Di swasta ini kan honor guru dari sekolah, di antaranya dari iuran siswa (SPP) sehingga sekolah sangat terbantu untuk membayar honor guru jika keuangan dari orang tua murid itu masuk,” sambungnya.

Usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Balaikota, Kamis (30/4/2020), Fahrudin mengatakan kondisi pandemi seperti yang saat ini terjadi membuat sejumlah orang tua murid mengaku sama-sama sedang merasa kesulitan.

“Untuk itu, tinggal dijalin komunikasi saja antara orang tua dengan sekolah. Sekolah pastinya paham dengan kondisi orang tua. Dan orang tua juga supaya paham juga dengan kondisi sekolah,” terangnya.

“Memang diperlukan sikap gotong royong, keterbukaan, dan kerja sama saat seperti ini. Untuk orang tua yang mampu segera bantu sekolah untuk mengatasi operasionalnya. Untuk yang tidak mampu jangan khawatir. Jangan terlalu jadi beban,” imbuhnya.

Kata Fahrudin, pihaknya hanya mengimbau agar sekolah-sekolah paham dengan kondisi masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus paham kondisi sekolah, bahwa sekolah memerlukan operasional, sehingga keduanya perlu komunikasi.

Di tengah kondisi yang serba tidak menentu, Fahrudin juga menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan situasi ini akan normal.

“Yang sekarang itu (siswa) akan masuk kembali pada 29 Mei 2020. Sampai habis libur Idul Fitri. Tapi jika melihat tren dan perkembangan COVID-19 sepertinya akan diperpanjang lagi nanti sampai pada kenaikan kelas sekitar akhir Juni. Nanti kita arahan dari pemerintah seperti apa,” tandasnya.

Ia menjelaskan kalau melihat atau dari pengalaman negara-negara lain, dinas pendidikan harus mempersiapkan metode belajar jarak jauh tidak hanya sampai kenaikan kelas saja.

“Tapi harus sampai melebihi itu. Kita sedang mempersiapkan pembelajaran jarak jauh untuk tahun pelajaran baru sesuai juga dengan hal yang sedang dipersiapkan oleh kementerian. Nanti kita akan manfaatkan TV lokal, radio lokal agar pembelajaran jarak jauh lebih efektif,” terang dia.

Menurutnya, sejauh ini pembelajaran jarak diutamakan kepada peningkatan kecakapan hidup atau life skill di tengah keluarga menghadapi pandemi COVID-19. Para guru memanfaatkan aplikasi video conference seperti Zoom maupun Google Meeting serta WhatsApp Group.

“Lalu terkait pembiasaan beribadah di bulan suci Ramadhan. Jadi konten-konten itu, pola hidup sehat, kerja sama di keluarga dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dengan COVID-19 ini,” ujarnya.

“Teknologi juga sangat luar biasa. Selain keimanan yang harus kita tingkatkan, penguasaan teknologi juga agar kita tetap bisa belajar sesuai dengan harapan kurikulum, minimal tidak terlalu jauh dengan harapan kurikulum. Tentunya ilmu, iman, termasuk teknologi menjadi salah satu pelajaran untuk kita bahwa pendidikan itu jangan lepas dari situ,” pungkasnya

SUMBER: Detik.com

Bima Arya Semangati Tenaga Medis di RSUD Kota Bogor

BOGOR DAILY- Wali Kota Bogor, Bima Arya meninjau kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Dalam kesempatan tersebut Bima Arya juga memberikan motivasi bagi para tenaga kesehatan, termasuk pengelola rumah sakit.

“Saya juga berterima kasih kepada jajaran RSUD karena telah diberikan kesempatan 22 hari di sini. Banyak ilmu yang saya pelajari di sini dan juga banyak hikmahnya. Saya berterima kasih juga untuk kesabaran dan keberanian seluruh perawat yang merawat saya dan semua pasien Covid-19 di RSUD,” ujar Bima, Kamis (30/4/2020).

Terkait kesiapan RSUD Kota Bogor, kata Bima, rumah sakit pemerintah ini telah berhasil membangun sistem sehingga mampu melayani warga dengan baik.  “Saya lihat masih bisa melayani pasien (umum) lain karena terbagi ruangannya. Gedungnya berbeda, ada gedung khusus untuk Covid dan dokter spesialis yang melayani warga untuk penyakit tertentu.

Tentunya ke depan terus kita antisipasi. Akan ada penyesuaian lagi dan saya yakin RSUD bisa ketika nanti kondisinya memerlukan respon lebih jauh lagi terkait dengan kebijakan pengaturan rumah sakit. Dengan terus bertambahnya pasien positif yang sembuh, itu artinya RSUD mampu menangani ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa face shield persembahan sang buah hatinya, Kenatra Mahesa dan teman-temannya.   Bima Arya juga menegaskan, sebagai apresiasi Pemkot Bogor akan memperhatikan para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

“Insya Allah saya akan selalu pastikan bahwa tenaga medis mendapatkan perhatian semua. Kenyaman dalam bertugas, keamanan juga dalam bertugas. Silahkan dikomunikasikan apabila ada yang dibutuhkan. Saya ingin dalam suasana ‘perang’, yang ada di depan pasukan infanteri, di wilayah (kecamatan, kelurahan) dan di rumah sakit, mendapatkan penguatan yang maksimal, baik moril dan materil,” katanya

Jika Mau Kompetisi Digelar Lagi PSSI Harus Berpikir Matang

BOGORDAILY – Kompetisi sepakbola di Indonesia sedang ditangguhkan. Jika mau digelar lagi, PSSI dan pihak terkait harus berpikir dengan matang.

PSSI telah menghentikan semua kegiatan sepakbola di Indonesia dengan status force majeure. Penghentian terjadi sampai 29 Mei 2020 merujuk dengan status darurat pandemi virus corona dari pemerintah.

Kompetisi rencananya bisa bergulir lagi pada awal Juli. Catatannya adalah jika pemerintah tidak memperpanjang status daruratnya itu.

Saat in, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah bersurat kepada klub-klub Shopee Liga 1 dan Liga 2 di tahun 2020 sebagai upaya meneruskan surat PSSI. PT LIB ingin mendengar masukan dan saran klub sampai 1 Mei terkait kelangsungan kompetisi.

Presiden Persiba, Gede Widiade, tak masalah jika kompetisi bergulir lagi dan juga tanpa penonton. Namun, dia memiliki banyak catatan yang harus dipertimbangkan dengan baik oleh pelaku sepakbola lainnya.

“Tidak masalah, tapi begini, yang penting dasar hukumnya jelas dan harus lihat kondisi masing-masing klub. Sekarang kita harus satu visi dengan ketentuan negara,” kata Gede kepada detikSport.

“Contoh, apakah sekarang Persipura bisa naik pesawat ke Aceh (Persiraja Banda Aceh)? infrastruktur saat ini, kan, sedang tidak aktif. Kita harus melihat kondisinya dan ketentuan di Indonesia,” sambungnya.

“Kita mau mudik saja sekarang tidak boleh. Persija kalau mau berangkat ke mana saja ya susah, Jakarta zona merah semua saat ini. Jadi banyak faktor yang harus dipikirkan matang-matang, kalau tidak, itu bisa gawat,” Gede menegaskan.

Intip Kiat Sukses ala Joko Sarjanoko HDSE, ST, M.Si

Bogor Daily – Menapaki tangga demi tangga adalah kepatutan yang dilakukan dalam berproses menuju sukses. Tidak banyak yang berhasil dalam perjalanan waktu untuk menapaki kesuksesan itu sendiri, rata-rata yang menyerah adalah mereka yang tidak mempunyai jiwa sebagai petarung.

Belajar kepada orang sukses juga cara untuk ikut sukses, oleh karena itu perlu kita terus menyimak dan belajar pengalaman, cara, trik serta kegigihan mereka dalam perjalanan menuju sukses. Bogor Daily pada artikel ini akan membawa anda lebih dekat dan mengintip kiat sukses dari seorang Pengusaha, Dosen, dan pengurus beberapa lembaga organisasi penting di ranah lokal maupun ranah nasional.

Berikut petikan wawancara Eksklusif Bogor Daily dengan Joko Sarjanoko HDSE, ST, M.Si, Owner Aneka Komputer dan CCTV Bogor, beberapa waktu lalu :

1. Apa dorongan yang terus memacu anda untuk hidup Sukses ?
Jawaban :
√ Dorongan untuk membantu masyarakat lebih luas, terutama mencerdaskan masyarakat dalam bidang informasi teknologi atau IT.

2. Menurut anda, apa peran Keluarga dalam langkah menuju kesuksesan ?
Jawaban :
√ Peran keluarga pasti tidak luput dari kesuksesan, terutama gemblengan pendidikan dan doa dari orang tua serta keluarga yang menjadi spirit luar biasa.

3. Sebagai seorang Pengusaha atau Pebisnis, apa yang anda lakukan untuk terus mempertahankan Performa Perusahaan ataupun bisnis anda ?
Jawaban :
√ Ada beberapa langkah yang dilakukan, diantaranya :

I. Transparan.
Karena ketika karyawan kita merasa bahwa tempat dirinya bekerja cukup transparan, mereka dengan senang hati meningkatkan kinerja pekerjaannya untuk perusahaan.

II. Karir.
Jenjang karir kepada karyawan, Karena karir merupakan bagian dari cita-cita para pekerja.

III. Kondusif.
Menciptakan suasana kerja yang kondusif, seperti dengan memperhatikan kebersihan, sosial sesama karyawan dan sistem manajemen yang baik. Dimana suasana kerja yang kondusif dan nyaman akan membuat karyawan merasa betah dan selalu bersemangat ketika datang ke kantor.


4. Hal apa yang paling membuat anda Bahagia dari sisi pengalaman anda sebagai seorang Pengusaha ?
Jawaban :
√ Yang membahagiakan adalah mempunyai kebebasan waktu sehingga saya bisa melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang beragam. Kebebasan finansial bisa membantu keluarga, teman dan kebebasan berekspresi melakukan hal-hal baru untuk menciptakan peluang-peluang bisnis.

5. Apa Kiat yang perlu dilakukan ketika kita berniat untuk membuka usaha, menjadi seorang Pengusaha ?
Jawaban :
√ Ada beberapa kiat cara yang perlu anda siapkan, antara lain :

I. Jujur untuk modal pertama, karena kejujuran merupakan landasan untuk mendapatkan kepercayaan dari para investor, penyedia barang, para pembeli dan para karyawan.

II. Bangun dan pergunakan networking, karena networking yang akan bantu dan menggunakan jasa atau barang bisnis kita.

III. Kreatif dan inovatif melakukan proses bisnis, terutama menggunakan Informasi teknologi yang akan membuat kita tidak patah semangat, karena akan selalu ada jalan meningkatkan solusi-solusi bisnis kita.

IV. Selalu belajar dengan senior dan junior yang sukses melalui bergabung dengan komunitas-komunitas bisnis, sehingga bisnis kita bisa dan mudah dikenal.

V. Lakukan kegiatan-kegiatan sosial terutama sedekah, karena dengan sedekah akan membuka pintu rejeki bisnis kita.

VI. Selalu berdoa bersama tim, agar diberikan keberkahan dalam menjalankan bisnis.


6. Seandainya kita Gagal dalam Berbisnis, apa yang perlu di lakukan agar kembali bersemangat untuk memulai kembali ?
Jawaban :
√ Harus tetap semangat, karena kegagalan adalah pintu keberhasilan kita untuk belajar, tetap menjaga komunikasi dengan teman-teman networking kita, karena dari mereka muncul resolusi dan solusi dahsyat yang akam kita dapatkan agar kita dapat segera bangkit.

7. Harapan yang ada di dalam Diri anda, untuk Usaha dan Kegiatan yang anda jalani saat ini ?
Jawaban :
√ Harapan semoga semakin berkembang dan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk para pembeli dan masyarakat luas terutama dalam bidang informasi teknologi.

=============================

Profile Biodata
• Joko Sarjanoko HDSE, ST, M.Si •
Owner Aneka Komputer dan CCTV, Bogor.

√ Nama Lengkap : Joko Sarjanoko HDSE, ST, M.Si.

√ TTL : 22, November 1975.

√ Alamat : Jl H Hamid No 23 Taman Cimanggu Kota Bogor

√ Nama Istri : Reni Oktavia S.Pi

√ Nama Anak :
1. Davira Danisty Putri
2. Ghasannh Rizkia Augesta Putri
3. Renzo Raven Alfatih

√ Hobby : olahraga Beladiri dan Berorganisasi.

√ Super Quote : Hari ini mesti lebih baik dari hari kemarin dan hari esok mesti lebih baik dari hari sekarang.

√ Pendidikan :
1. S1 Teknik Elektro jurusan Telekomunikasi Universitas Pakuan Bogor
2. Sekolah Pasca Sarjana IPB jurusan Computer Science.

√ Pengalaman Organisasi :
1. Pengurus PMI Kota Bogor
2. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Informasi Teknologi dan Komunikasi, DPD Bogor.
3. Pengurus Kadin Kota Bogor.
4. Pengurus Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia, DPD Jawa Barat.

√ Pengalaman Bisnis :
1. Prestasi Pernah mendapatkan penghargaan perusahaan IT terbaik di Kota Bogor tahun 2015.

( Red-BDN ).

Langgar PSBB, 50 Pengendara Dijaring Satpol PP Kota Bogor

BOGOR DAILY- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bogor melakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring) untuk puluhan pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Para pelanggar terjaring dalam razia operasi kepatuhan PSBB di Jalan Djuanda, Bogor. Jawa Barat.

“Sebanyak 50 warga terjaring operasi kepatuhan PSBB,” ujar Kasatpol PP Kota Bogor Agustiansyah kepada medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 30 April 2020.

Dia menjelaskan mayoritas pelanggaran yang dilakukan tidak mengenakan masker. Para pelanggar langsung disidang di tempat, dengan diberikan surat peringatan.

Agus menjelaskan, selain sanksi surat teguran, sebagian pelanggar juga diberikan hukuman fisik di tempat. Yaitu hukuman push-up.

“Hukuman ini dilakukan agar masyarakat jera dan bisa mematuhi peraturan PSBB saat diterapkan di Kota Bogor,” tegasnya.Dia menerangkan perihal sanksi pidana dan denda belum bisa menjerat pelanggar PSBB. Lantaran harus dikoordinasikan dengan pihak Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

“Untuk sanksi denda dan pidana belum ada, kami masih lakukan koordinasi dengan kejaksaan,” akunya.

Agus mengungkap pihaknya juga menutup paksa tiga kios yang tidak dikecualikan selama PSSB. Yaitu kios parfum dan toko mebel di Jalan Raden Saleh Bastaman.

“Jika ketiga kios tersebut masih nekat beroperasi kami akan cabut izinya,” pungkasnya.

Harga BBM Pertamina Diskon 30% Selama Ramadan

BOGOR DAILY- PT Pertamina (Persero) tampaknya masih enggan melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. Akan tetapi, khusus bulan ramadhan ini, Pertamina memberi diskon terhadap harga BBM hingga 30% kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

“Dalam masa ramadhan ini kita baru saja luncurkan diskon 30% untuk harga BBM. Kalau 30% ya dihitung saja, kalau misalnya pertamax harga dasarnya Rp 9.000 lalu diskon 30% kan lumayan ya,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam telekonferensi bertajuk Update Kinerja Pertamina, Kamis (30/4/2020).

Adapun diskon ini berlaku untuk produk Pertamax Series dan Dex Series terhitung sejak 27 April hingga 23 Mei 2020. Nicke memastikan pihaknya akan mengupayakan hal-hal terbaik dalam menghadapi pandemi.

Di samping itu, Nicke menjelaskan alasan Pertamina belum juga menurunkan harga minyak mengikuti harga minyak dunia. Lantaran, adanya Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62K/MEM/2020 yang diteken pada 28 Februari 2020 dan baru berlaku per 1 Maret 2020 lalu.

Dalam aturan baru ini, penentuan harga BBM bergantung pada harga produk minyak hasil kilang di Singapura (Mean of Platts Singapore/MOPS) atau acuan Argus, yang mana perhitungan formula harganya menggunakan rata-rata harga publikasi dua bulan ke belakang untuk penetapan harga BBM di bulan berjalan.

“Karena kan dalam membuat formula (harga) itu kita melihatnya 2 bulan ke belakang dulu,” tambahnya.

Sehingga untuk menurunkan harga BBM di Indonesia harus dihitung dulu dari rata-rata bulan Februari-Maret 2020 lalu. Sedangkan harga rata-rata minyak pada dua bulan tersebut masih tergolong tinggi, sehingga wajar harga BBM bulan April ini tidak mengalami penurunan seperti harga minyak dunia lainnya.

“Harga 2 bulan kebelakang itu harga nya memang masih tinggi sehingga secara rata-rata sebetulnya kalau kita lihat, harga MOPS itu masih US$ 52,3 per barel. Jadi sesuai dengan itu angkanya segitu,” ungkapnya.

Tak hanya kali ini saja Indonesia tampak tidak mengikuti perkembangan harga dunia. Menurutnya tahun lalu juga demikian, saat harga minyak mentah naik, pihaknya tidak serta-merta menaikkan harga BBM. Lantaran, kondisi harga dan produkai minyak di Indonesia memang tidak bisa disamakan dengan negara-negara lain.

“Mungkin masih ingat ya tahun lalu ketika harga itu naik sampai tinggi sekali, kita tidak serta-merta naikkan harga, kita lihat dulu, karena ini sesuatu yang tidak mudah, kita tidak bisa kemudian langsung dikaitkan begitu,” tuturnya.

Meski tidak menurunkan harga minyak, rencananya Pertamina akan ikut memangkas produksi minyaknya demi mendongkrak kembali harga minyak dunia yang sedang terpuruk.

Sebagaimana yang sudah ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai kesepakatan OPEC dan non-OPEC, Indonesia akan memangkas produksinya hingga 9,7 juta barel per hari untuk produksi Mei hingga Juni tahun ini.

Langkah tersebut diperkirakan dapat mendongkrak harga minyak. Kendati demikian, Nicke tak merinci apakah penyesuaian baru akan dilakukan sembari kondisi harga minyak dapat membaik.

“Kalau saya lihat kebijakan dari pemerintah, melihat dinamika setelah cut production ini, setelah OPEC sepakat cut production 9,7 juta barel per hari, jadi harga akan merangkak,” tutupnya.

Trump Ngaku Punya Bukti soal Virus Corna Berasal dari Laboratorium Wuhan

BOGOR DAILY-  Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (30/4/2020) menyebut ia telah melihat bukti yang memberikannya kepercayaan tinggi bahwa virus Corona COVID-19 berasal dari laboratorium di Wuhan, China.

Komentarnya ini datang ketika Trump menjawab pertanyaan seorang wartawan di Gedung Putih saat konferensi pers mengenai apakah ia memiliki sesuatu sehingga sangat percaya bahwa Institut Virologi Wuhan adalah tempat asal COVID-19.

“Ya. Ya, saya punya (bukti). Dan saya pikir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seharusnya malu pada diri mereka sendiri karena mereka seperti agen hubungan masyarakat untuk China,” kata Trump dikutip dari Newsweek.

“Mereka (laboratorium Wuhan) seharusnya tidak membuat alasan ketika seseorang membuat kesalahan mengerikan, terutama kesalahan yang menyebabkan ratusan ribu orang di seluruh dunia mati,” lanjutnya.

“Saya tidak diizinkan memberitahumu soal itu,” sebutnya.Ketika ditanyai lebih lanjut seberapa yakin ia merasa virus Corona berasal dari laboratorium Wuhan, Trump menolak untuk menjawab.

Pejabat intelijen AS juga mengkonfirmasi mereka sedang melakukan investigasi kemungkinan penyakit baru ini ‘bocor’ dari laboratorium Wuhan. Namun salah satu pejabat administrasi mengatakan kepada The Times bahwa Trump menekan badan intelijen AS untuk mengaitkan virus dengan laboratorium Wuhan.

 

SUMBER: Detik.com

Mudik Dilarang, Kemenhub akan Mengeluarkan Aturan Khusus Transportasi Mendesak

BOGORDAILY – Kementerian Perhubungan akan mengeluarkan aturan turunan dari Permenhub No 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Dengan aturan turunan tersebut, Pemerintah tetap dengan tegas melarang mudik untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Mudik tetap dilarang, tidak ada perubahan atas hal itu. Yang tengah kami lakukan adalah menyusun Surat Edaran dari Dirjen Perhubungan Darat, Laut, Udara dan Perkeretaapian sebagai aturan turunan dari Permenhub 25/2020,” kata kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Jumat (1/5).

Hal itu sebagai tindak lanjut terhadap usulan dari Kemenko Perekonomian untuk mengakomodir kebutuhan yang penting dan mendesak bagi masyarakat agar perekonomian tetap dapat berjalan dengan baik dengan menyediakan transportasi penumpang secara terbatas, dengan syarat tetap memenuhi protokol kesehatan, lanjut Adita.

Adita menegaskan, sebelum Surat Edaran tersebut diterbitkan, saat ini aturan yang berlaku terkait larangan penggunaan sarana transportasi masih seperti yang berlangsung saat ini yaitu larangan mengangkut penumpang keluar dan masuk wilayah PSBB, zona merah dan aglomerasi yang sudah PSBB, di semua moda transportasi. Sedangkan transportasi untuk logistik dan angkutan barang tetap berjalan seperti biasa.

Adita menambahkan, Surat Edaran Dirjen nantinya akan mengatur kegiatan penyediaan transportasi (darat, laut, udara dan kereta api) untuk bepergian masyarakat dengan kebutuhan yang penting dan mendesak, yang harus dilaksanakan sesuai dengan tata cara physical distancing yang telah diatur dalam Permenhub 18/2020.

“Kemenhub juga tengah mengkoordinasikan teknis pelaksanaan pemeriksaan calon penumpang dengan kriteria kebutuhan penting dan mendesak dengan pihak terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagai pihak yang berwenang terhadap protokol kesehatan,” terang Adita.

Nasib Kelanjutan Bundesliga Ditentukan 6 Mei

BOGORDAILY – Bundesliga dipastikan belum akan dimulai kembali pada 9 Mei. Hal ini dikarenakan belum turunnya izin dari pemerintah Jerman.

Awalnya, keputusan terkait nasib kelanjutan event olahraga di negara tersebut akan ditentukan, Kamis (30/4/2020). Namun Kanselir Jerman, Angela Merkel, akhirnya menunda pembahasan hingga pekan depan.

“Sangat penting bagi kita semua untuk tetap disiplin dan berpatokan dengan panduan kesehatan yang ada,” kata Merkel, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, event besar yang mengundang massa besar telah dilarang pemerintah Jerman hingga 24 Oktober mendatang untuk mencegah penyebaran kembali virus Corona.

Dengan demikian, Liga Jerman akan dimainkan tanpa penonton jika kembali dilanjutkan, dengan maksimal 300 orang berada di stadion.

Dengan dimundurkannya pembahasan ini, maka besar kemungkinan Liga Jerman akan bergulir lagi paling cepat pada 16 atau 23 Mei mendatang. Klub-klub Bundesliga sendiri telah memulai persiapan latihan mereka sejak awal April lalu,

Bahkan Wolfsburg telah memulai latihan pada akhir Maret, dengan membagi para pemain dalam kelompok kecil agar prosedur physical distancing tetap berlaku. Kompetisi tertinggi di Jerman itu memang berharap bisa dituntaskan.

Sebab, klub-klub bergantung pada pemasukan dari sponsor dan hak siar, yang tak akan didapat jika liga dihentikan. Bundesliga pun ditargetkan bisa tuntas pada 30 Juni, sesuai kontrak dengan sponsor dan stasiun televisi. Masing-masing klub masih menyisakan 9 laga untuk dimainkan.

IDI: Persebaran Dokter yang Tak Merata Jadi PR, Apalagi Saat Pandemi

BOGORDAILY – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut jumlah dokter di Indonesia saat kondisi normal telah mencukupi. Namun, menurut IDI, persebarannya tidak merata.

“Secara jumlah dokter di Indonesia saat ini cukup untuk mencukupi seluruh rakyat. Masalahnya, dokter-dokter itu berkumpul di sejumlah kota dan provinsi tertentu,” ujar Sekjen PB IDI Moh Adib Khumaidi saat dihubungi, Kamis (30/4/2020).

“Persebaran dokter tidak merata karena bertumpuk di Pulau Jawa ataupun kota-kota besar,” imbuhnya.

Adib mengatakan, jika mengacu pada beban kerja ideal, rasio satu dokter telah terlampaui. Namun, rasio itu dihitung dengan asumsi 20 persen rakyat yang sakit dalam situasi normal.

“Jika mengacu pada perhitungan beban kerja ideal dokter yang ditetapkan pemerintah, rasio satu dokter untuk 2.500 penduduk terlampaui. Rasio itu dihitung berdasarkan jumlah penduduk dengan asumsi 20 persennya sakit, luas wilayah, beban kerja, dan waktu layanan,” paparnya.

Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia per 30 April, sebut Adib, setiap satu dokter melayani sekitar 1.400 penduduk Indonesia. Dia membandingkan dengan Malaysia yang di mana rasio satu dokter 1 melayani 1.100 penduduk.

“Menurut data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) per 30 April 2020, jumlah dokter (di Indonesia) 186.105 orang. Artinya, satu dokter melayani 1400-an penduduk. Di Malaysia rasio dokter 1:1100-an. Di Singapura, pada 2013, satu dokter untuk 513 penduduk,” ungkap Adib.

Namun demikian, Adib menyebut pada umumnya dokter terkumpul di kota-kota besar. Di berbagai wilayah Indonesia kebutuhan dokter belum terpenuhi.

“Mereka umumnya terkumpul di kota besar dan provinsi tertentu. Sebagai perbandingan, di DKI Jakarta, sebagai provinsi dengan rasio dokter terbaik, satu dokter menangani 608 penduduk. Di Sulawesi Barat, provinsi dengan rasio terburuk, satu dokter mengurusi 10.417 penduduk,” jelas Adib.

“Meski demikian, rasio satu dokter untuk 2.500 penduduk itu tak bisa diterapkan secara merata. Di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, rasio dokter belum terpenuhi akibat jumlah penduduk besar. Di Indonesia timur, standar itu sulit diterapkan akibat wilayah luas, medan sulit, dan penduduk terpencar,” imbuhnya.

Selain itu, Adib menuturkan sekitar 5 persen Puskesmas tidak memiliki dokter sama sekali. Sekitar 9 persen Puskesmas memiliki dokter namun lokasi tinggal dokter jauh dari Puskesmas.

“Di Indonesia bukan jumlah dokter kurang, tetapi sebaran tidak merata (maldistribusi). Di sisi lain, dari 9.731 puskesmas yang ada, 5 persen tak punya dokter sama sekali. Sementara 9 persen Puskesmas lain memiliki dokter, tetapi tempat tinggal dokternya jauh dari Puskesmas karena lokasi Puskesmas terpencil,” katanya.

Lebih lanjut, Adib menyebut rasio dokter tersebut terpenuhi dalam kondisi normal. Dia mengatakan saat pendemi virus Corona kemampuan pelayanan akan berbeda dan masih menjadi pekerjaan rumah hingga saat ini.

“Apa yang saya sampaikan itu dalam kondisi normal. Maldistribusi dokter tentunya mengakibatkan juga pelayanan kesehatan dan kemampuan kesehatan di wilayah berbeda-beda. Sehingga apabila terjadi Pandemi seperti Pandemi COVID ini maka kemampuan pelayanan kesehatan akan berbeda. Ini yang harus diantisipasi,” ungkap Adib.

“Apa yang disampaikan Pak Jokowi benar bahwa dalam kondisi normal ketersediaan SDM dokter akibat maldistribusi menjadi PR apalagi dengan kondisi ‘extra ordinary’ seperti pandemi COVID ini,” sambungnya.

Untuk mengatasi rasio dokter tersebut, Adib menyebut perlu adanya pemetaan kemampuan kesehatan setiap wilayah. Pemerintah diharapkan mengambil langkah strategis dalam melakukan penanggulangan pelayanan kesehatan.

“Pada saat Pandemi COVID ini maka pemerintah daerah segera melakukan mapping kemampuan kesehatan wilayah masing-masing (ketersediaan faskes, SDM, sarana prasarana, logistik obat) sehingga apabila potensi outbreak terjadi maka segera diupayakan langkah-langkah strategis untuk memback-up pelayanan kesehatan di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap beberapa permasalahan kesehatan yang terlihat karena pandemi Corona. Seperti kurangnya fasilitas kesehatan hingga rasio dokter.

“Sebagai contoh, apa yang terjadi di sektor kesehatan, industri farmasi, bahan baku obat, kita saat ini masih impor, 95% masih impor. Alat-alat kesehatan, ada tidak? Apa yang bisa kita produksi sendiri dan apa saja yang kita beli dari negara lain? Sekarang kelihatan semuanya,” ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/4).

“Lalu bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter, rasio dokter spesialis, perawat, apa cukup menghadapi situasi seperti saat ini?” kata Jokowi.