Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8269

Jokowi Blusukan ke Perkampungan di Sempur

BOGOR DAILY- Presiden Jokowi sempat blusukan di perkampungan warga di Sempur, Bogor, Minggu (26/4) malam. Jokowi menemui langsung warga untuk membagikan sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke warga yang terdampak wabah corona.

Dari video yang dirilis Biro Pers Media dan Informasi Istana Kepresidenan, tampak Jokowi didampingi ajudan dan Paspampres masuk ke perkampungan hingga teras rumah warga.

Ia mengenakan masker, kemeja putih dan sepatu sneakers. Kedatangan Jokowi cukup mengagetkan warga yang sedang berada di rumah. Dalaam video, tampak Jokowi sempat memberikan amplop putih dan sembako pada warga. Ia pun sempat ngobrol sebentar dengan warga Sempur soal wabah virus corona.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pers dan Media Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan, berbeda dengan pembagian sembako yang dilakukan sebelumnya, saat itu, Jokowi mendatangi rumah penduduk untuk membagikan sembako.

“Itu di daerah Sempur. Yang diituju dan memang membutuhkan ada 3 KK, diserahkan langsung Presiden. Tapi warga sekitar juga diberi paket sembako,” kata Bey kepada wartawan, Rabu (29/4).

Kawasan Zona Merah di Kabupaten Bogor Bertambah jadi Caringin

BOGOR DAILY- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat menetapkan Kecamatan Caringin sebagai zona merah ke-18 virus corona jenis baru penyebab Covid-19 setelah ada warganya yang berdomisili di wilayah tersebut dinyatakan positif terinfeksi oleh tim dokter.

“Hari ini empat orang terkonfirmasi positif, satu di antaranya yaitu perempuan usia 19 tahun asal Kecamatan Caringin,” kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam penjelasan yang disampaikan di Cibinong, Kamis malam (30/4).

Dengan demikian, kata dia, kini ada sebanyak 18 kecamatan — dari total 40 kecamatan — di Kabupaten Bogor yang masuk dalam zona merah Covid-19, sesuai domisili masing-masing pasien Covid-19.

Ia menjelaskan, dari 18 kecamatan Gunung Putri merupakan wilayah dengan pasien Covid-19 terbanyak, yakni 18 orang. Kemudian wilayah terbanyak kedua yaitu Kecamatan Cileungsi, 17 orang. Selanjutnya Kecamatan Cibinong 16 orang, Kecamatan Bojonggede 14 orang, Kemang lima orang, Ciampea empat orang, Citeureup, Tamansari, Gunung Sindur dan Babakan Madang masing-masing tiga orang, Tajur Halang dua orang, Parung Panjang, Ciomas, Parung, Ciawi, Jonggol, Leuwisadeng, dan Caringin masing-masing satu orang.

Sementara, dari total 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, ada dua kecamatan yang dinyatakan masih bebas indikasi penyebaran Covid-19. “Kecamatan yang nihil pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19, tinggal dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Tanjungsari,” terang Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Hingga Kamis (30/4) malam, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi Covid-19 di daerah itu sebanyak 118 pasien. “Total ada 118 kasus positif Covid-19, 13 orang di antaranya sudah sembuh, dan 11 orang meninggal dunia,” katanya.

Di samping itu, Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.320 orang dalam pemantauan (ODP), 997 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 1.023 pasien dalam pengawasan (PDP), 523 di antaranya sudah selesai diawasi.

Dari 523 PDP yang sudah selesai diawasi, ada 31 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif Covid-19 melalui hasil tes “swab”, demikian Ade Yasin.

Beras 18.000 Ton Untuk Masyarakat

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Bupati Bogor/Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor)

Badan Pangan Dunia (FAO) sudah mengingatkan bahwa pandemi corona telah melumpuhkan berbagai sektor perekonomian sehingga bisa memicu terjadinya krisis pangan di berbagai negara pada April-Mei ini. Artinya, pasar pangan dunia akan makin ketat. Karena itu, pemerintah harus betul-betul lihai mengatur pasokan dan distribusi pangan di dalam negeri.

Kendati demikian, Indonesia memang masih beruntung. Ini karena stok beras masih mencukupi. Suplai beras membanjir karena pada April ini sejumlah daerah sedang mengalami panen raya.

Sampai Agustus nanti, pemerintah memperkirakan ada tambahan produksi sekitar 19,8 juta ton beras. Pasokan beras akan cukup sampai akhir tahun 2020.

Pada Rabu 29 April 2020, kami juga mengecek kesiapan beras di Gudang Bulog, Dramaga, Kabupaten Bogor. Hasilnya, alhamdulilah pasokan beras khususnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor tercukupi hingga beberapa bulan ke depan.

Kami juga memesan sebanyak 18.000 ton kepada Bulog untuk dibagikan sebagai bantuan sosial masyarakat terdampak pandemi virus corona (COVID-19).

Beras sebanyak 18.000 ton itu guna keperluan selama tiga bulan. Setiap bulannya sebanyak 6.000 ton dibagikan kepada 200.000 keluarga, dengan jatah masing-masing 30 kilogram beras.

Kami sengaja membagikan bansos ke masyarakat Kabupaten Bogor dalam bentuk beras. Ini tentu berbeda dengan bansos dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat yang dalam bentuk uang tunai.

Kami tak berikan uang tunai karena yang masyarakat butuhkan ialah pangan atau beras. Sementara untuk uang tunai sudah dicover oleh pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat.

Untuk mendistribusikan beras tersebut, kami meminta pengawalan petugas gabungan dari TNI-Polri. Beras sebanyak 18.000 ton untuk tiga bulan terhitung Mei, Juni dan Juli itu akan disalurkan ke 435 desa dan kelurahan.

Kami juga bersama pemerintah desa, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas terus melakukan validasi atau koreksi data keluarga penerima manfaat non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dianggap salah sasaran.

Namun, ditengah masa validasi ini, kami tetap akan menyalurkan bantuan beras ini kepada warga yang memang sudah tervalidasi oleh data sebelumnya.

Bila dikemudian hari terdapat masalah, kami membuka kotak pengaduan melalui nomor 112 atau bisa langsung ke RT, RW, Tim Satgas Siaga Corona (Sisca) tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten.

Jadi silahkan masyarakat mengadu. Apabila nanti masih ada lagi rumah tangga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial, Tim Gerak Cepat (Gercep) Kabupaten Bogor yang akan turun memberi bantuan beras.

Tim Gercep ini memang berfungsi sebagai “penyapu”. Mereka nanti akan keliling desa-desa dengan mobil ATM beras untuk mencari rumah tangga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial.

Upaya memastikan bansos ini sampai ke yang berhak memang kami anggap sungguh mendesak. Pasalnya, kami juga tidak ingin apa yang terjadi pada warga Serang, Banten pada 20 April lalu juga terjadi di Kabupaten Bogor.

Gara-gara bansos yang terlambat, Yuli Nur Amelia, warga Serang Banten ini meninggal dunia, setelah dua hari menahan lapar. Dia bertahan dengan meminum air galon isi ulang. Keempat anak Yuli, salah satunya masih bayi, juga ditemukan kelaparan.

Suami Yuli, Mohamad Holik, yang hanya menjadi pemulung, tidak lagi memperoleh penghasilan karena kegiatan jual-beli barang rongsokan terhenti. Sejak pemberlakuan PSBB di daerahnya, Holik tidak bisa lagi memulung.

Untuk mencegah insiden tragis seperti Yuli, Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya akan proaktif memperbarui data warga yang terkena dampak Covid-19. Sebab jika sudah terjadi, maka tak ada gunanya berdalih macam-macam, apalagi mencoba menghindar, karena hal itu justru akan mengundang antipati dan kecaman publik.

Kami semua di sini ada untuk masyarakat. Mudah-mudahan dengan penyaluran ini masyarakat akan merasa tenang selama PSBB berlangsung. Dan kami juga memohon maaf jika masih ada kekurangan. (*)

Sisihkan Hasil Penjualan, XTC Bogor Perangi Covid-19

BOGORDAILY – Ngabuburit Melawan Covid-19, menjadi tema gerakan sosial Komunitas XTC Bogor. Aksi sosial jelang buka puasa ini, berupa penyemprotan disinfektan disejumlah tempat ibadah serta pesanteran di Jl. Raden Khanafiah RT03/RW05 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (30/4/20).

Ketua Pelaksana Pinkan Turangan menjelaskan, supaya kegiatan perang melawan virus asal Wuhan itu bisa dilakukan, pihaknya menyisihkan sebagian dari hasil usaha penjualan kaos pada kegiatan peringatan ke 10 tahun XTC Bogor. Pinkan menyebutkan ide awalnya digulirkan senior XTC Bogor Dudung Sanjaya, agar di bulan Ramahan yang tengah didera wabah, keuntungan agar kasos disisihkan untuk kegiatan sosial.

“Dari menyisihkan hasil penjualan, kita siapkan cairan disinfektan dan masker,” kata Pinkan

Diceritakan Pinkan, selain melakukan penyemprotan, pada kesempatan itu pihaknya membagikan masker kepada santri, pengajar di pesantren serta warga sekitar. Menurutnya penggunaan masker saat diluar rumah merupakan syarat mutlak dimasa pandemi Covid-19. Ia menegaskan perang melawan virus Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami dibantu pengurus ranting cimahpar partai gerindra. Intinya kami bekerjasama dan sama-sama bekerja,” papar Pinkan.

Pinkan berencana, kegiatan perang melawan Covid-19 di bulan suci ini akan terus berlangsung. “Kegiatan pertama dimulai di Kecamatan Bogor Utara, insyaallah di kecamatan lainnya. Ini merupakan agenda pertama kegiatan kami memutus matarantai penyebaran virus covid-19 di bulan ramadhan,” ungkap Pinkan. (bdn)

Lagi, 4 Pasien Berstatus PDP di Kabupaten Bogor Meninggal

0

BOGORDAILY.net – Rabu (29/4/2020) kemarin lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia. Kali ini, empat PDP di Kabupaten Bogor juga meninggal dunia, semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, kembali dikonfirmasi ada empat warga Bumi Tegar Beriman Meninggal dunia yang berstatus PDP.

Ke empat yang meninggal itu merupakan laki-laki beralamat di Kecamatan Cibungbulang, Pamijahan, Nanggung, dan Bojonggede.

“Ada 4 yang meninggal, semuanya laki-laki, usia 20 asal Kecamatan Cibungbulang, usia 69 asal Pamijahan, usia 39 asal Nanggung, dan usia 57 asal Bojonggede,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (30/4/2020).

Menurutnya, saat ini jumlah yang meninggal berstatus PDP ada 31 orang, dan masih menunggu hasil Swab Test dari Litbangkes Kemenkes RI.

Data yang didapat, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) ada sebanyak 323 orang, PDP 469 orang, total kasus Positif ada 118 orang. Yang sembuh setelah menjalani isolasi di RS rujukan ada 13 orang, 11 meninggal, dan saat ini positif Covid-19 aktif ada 94 orang. (Andi).

Asyanti Rozana Thalib Salurkan Sembako Dari Iuran Para Anggota Dewan

0

BOGOR DAILY – Ribuan paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) disalurkan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asyanti Rozana Thalib, kepada masyarakat yang memang membutuhkan di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Politisi PDIP ini mengatakan, dari belasan ribu paket sembako yang disalurkan itu dari dana iuran-iuran para wakil rakyat. Dimulai dari anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Bogor.

Menurutnya, sembako itupun juga disalurkan kepada masyarakat miskin, terdampak Covid-19 yang memang belum tersentuh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah.

“Bantuan ini juga disalurkan kepada anak yatim, kaum duafa, media, guru ngaji, imam masjid dan tokoh masyarakat,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (30/4/2020).

Tidak hanya itu saja kata Asyanti, pihaknya juga bekerjasama dengan DPC PDIP Kabupaten Bogor untuk menyalurkan sebanyak 6700 paket sembako kepada masyarakat, yang memang belum tersentuh pemerintah juga.

“Kita salurkan melalui DPC PDIP sebanyak 6700, itu nantinya ada yang dibagikan kepada pengurus DPC juga, semoga bantuan iuran ini bisa sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari, dan para anggota dewan yang menyisihkan rezekinya semoga selalu disehatkan,” tukasnya. (Andi).

Ramadhan Tahun Ini Berbeda, Berikut Kegiatan H. Ruhyat Nugraha

0
BOGOR DAILY – Dibulan Ramadhan tahun 2020 ini, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), H. Ruhyat Nugraha, bersyukur bisa fokus kepada keluarga ditengah pandemi Virus Korona atau Covid-19.
Wakil rakyat dari Provinsi Jabar yang berangkat dari PPP ini mengatakan, di bulan Ramadhan kali ini mungkin dirasakan sangat berbeda, karena ditengah adanya beberapa aturan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.
“Saya saat ini fokus kepada keluarga, alhamdulillah bisa kumpul bersama keluarga bulan Suci Ramadhan kali ini,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (30/4/2020).
Menurutnya, dirinya juga sudah melakukan beberapa langkah dalam pandemi Covid-19 ini seperti, membagikan ratusan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat.
“Alhamdulillah masih bisa berbagi, saya juga sudah lakukan pembagian masker dan hand sanitizer untuk warga, agar terhindar dari Covid-19,” tuturnya.
H. Ruhyat juga meminta, agar masyarakat selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi kebaikan bersama. Tentu juga lanjutnya, agar mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Mari kita bersama-sama kompak dalam memerangi Covid-19 ini. Patuhi aturan PSBB, kalau tidak ada kepentingan mendesak lebih baik dirumah saja, dan selalu menjaga jarak atau sosial dan physical distancing,” tukasnya. (Andi).

Update korona Kabupaten Bogor 30 April: Bertambah Lagi, Empat Perempuan positif

BOGORDAILY.net – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, kembali mengumumkan ada empat orang yang kembali terinfeksi Virus Korona.

Syarifah sapaan akrabnya mengatakan, adanya tambahan yang positif Korona menjadi daftar positif aktif Covid-19 di Kabupaten Bogor bertambah menjadi 94 orang.

Pada Kamis (30/4/2020) empat orang yang positif terpapar Virus Korona itu berjenis kelamin perempuan semuanya.

“Perempuan semuanya, usia 19 tahun asal Kecamatan Caringin, 34 tahun asal Babakan Madang, 25 tahun asal Cibinong, 56 tahun asal Cibinong juga,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor paling banyak masih Kecamatan Gunung Putri berjumlah 18 orang, dan Cileungsi 17 orang serta di Cibinong sebanyak 16 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 14 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur ada sebanyak tiga orang.

Untuk di Kecamatan Tajurhalang ada dua orang. Sedangkan, untuk di Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng ada sebanyak satu orang.

“Total positif aktif ada 94 orang, yang meninggal ada sebanyak 11 orang dan sembuh 13 orang,” tukasnya. (Andi).

Tiga Hari Nihil Penderita Covid-19 di Kota Bogor, Ini Kata Devie P Sultani

0

BOGORDAILY – Sejak tiga hari terakhir tidak ada peningkatan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Kota Bogor. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Pemerintah Kota Bogor, pada Kamis (30/4/20) jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Kota Bogor, mencapai 77 pendertita. 10 penderita dinyatakan sembuh, 54 penderita dalam pengawasan rumah sakit, sedangkang 13 penderita tutup usia.

Menyikapi kondisi terakhir penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Anggota Komisi IV Fraksi KBR ( Partai Nasdem ) DPRD Kota Bogor Devie P Sultani SE, menyampaikan apresiasinya terhadap para medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor. Penghargaan juga disampaikan kepada Tim Gugus Covid-19, yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, dalam menangani kasus pasien covid 19 di Kota Bogor.

“Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan para medis dalam menangani pasien. Begitu juga dengan tim gugus covid-19 saya sangat mengapresiasi kinerjanya,” kata Devie.

Meski begitu, kata Devie, semua pihak harus tetap warpada, jang lengah terhadap keberadaan Oran Tanpa Gejala (OTG). Kepekaan terhadap situasi itu, diharapkan akan menekan grafik penyebaran virus Covid-19 di Kota Bogor. Saat ini, kata Devie, mengutip data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Pemerintah Kota Bogor, tercatat 160 orang tanpa gejala, 55 orang dinyatakan bebas Covid-19, sedangkan 105 lainnya dalam pantauan.

Pada kesempatan ini, penghargaan juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Bogor, agar terus mentaati peraturan pemerintah untuk tetap di rumah, sehingga situasi bisa segera kembali normal.

Kedapa pemerintah kota, Devie minta agar pemkot segera mendistribusikan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Efek sosial ekonomi bagi masyarakat yang terdampak akibat kehilangan pekerjaan harus menjadi perhatian.

“Jangan sampai kita mendengar ada warga kota bogor, harus kehilangan nyawa karena tidak bisa makan,” kata Devie.

Devie menghimbau agar semua pihak bisa saling mengerti. Hak dan kewajiban sebaiknya berbanding lurus. “Bergandeng tangan saling empati dengan sesama dan gotong royong sifat bangsa kita dan saya yakin dengan itu semua kita mampu melawan pandemik ini,” pungkasnya. (bdn)

Rayakan Ultah, Ibnu Jamil Nyanyi untuk Diri Sendiri

0

BOGORDAILY – Artis Ibnu Jamil merayakan ulang tahunnya sendiri di momen pandemi Corona ini. Ia pun juga tampak tengah melakukan karantina diri di kediamannya.

Hal ini diketahui melalui video yang di unggah di Instagramnya, dilihat, Kamis (30/4/2020). Dalam video itu, Ibnu tampak sangat malas untuk merayakan ulang tahunnya itu.

Meski begitu, ia masih bernyanyi untuk merayakan ulang tahunnya itu.

“Birthday in quarantine and you’re not invited Jon!!! . Dilarang ngucapin!!!!! Cukup doain aja!!!” tulis Ibnu dalam keterangan video yang diunggahnya.

Atas unggahannya ini, kolom komentar Ibnu langsung diramaikan beberapa rekan artis yang turut memberikan ucapan padanya.

“Happy bday yaaaaa jamilooooo,” tulis Indra Bekti dalam kolom komentar.

“Hbd bro barakallah selalu,” tulis Audy Item.

“Happy birthday jon!!! Sehat2 broo,” tulis Augie Fantinus.