Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8270

Update korona Kabupaten Bogor 30 April: Bertambah Lagi, Empat Perempuan positif

BOGORDAILY.net – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, kembali mengumumkan ada empat orang yang kembali terinfeksi Virus Korona.

Syarifah sapaan akrabnya mengatakan, adanya tambahan yang positif Korona menjadi daftar positif aktif Covid-19 di Kabupaten Bogor bertambah menjadi 94 orang.

Pada Kamis (30/4/2020) empat orang yang positif terpapar Virus Korona itu berjenis kelamin perempuan semuanya.

“Perempuan semuanya, usia 19 tahun asal Kecamatan Caringin, 34 tahun asal Babakan Madang, 25 tahun asal Cibinong, 56 tahun asal Cibinong juga,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor paling banyak masih Kecamatan Gunung Putri berjumlah 18 orang, dan Cileungsi 17 orang serta di Cibinong sebanyak 16 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 14 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur ada sebanyak tiga orang.

Untuk di Kecamatan Tajurhalang ada dua orang. Sedangkan, untuk di Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng ada sebanyak satu orang.

“Total positif aktif ada 94 orang, yang meninggal ada sebanyak 11 orang dan sembuh 13 orang,” tukasnya. (Andi).

Tiga Hari Nihil Penderita Covid-19 di Kota Bogor, Ini Kata Devie P Sultani

0

BOGORDAILY – Sejak tiga hari terakhir tidak ada peningkatan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Kota Bogor. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Pemerintah Kota Bogor, pada Kamis (30/4/20) jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Kota Bogor, mencapai 77 pendertita. 10 penderita dinyatakan sembuh, 54 penderita dalam pengawasan rumah sakit, sedangkang 13 penderita tutup usia.

Menyikapi kondisi terakhir penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Anggota Komisi IV Fraksi KBR ( Partai Nasdem ) DPRD Kota Bogor Devie P Sultani SE, menyampaikan apresiasinya terhadap para medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor. Penghargaan juga disampaikan kepada Tim Gugus Covid-19, yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, dalam menangani kasus pasien covid 19 di Kota Bogor.

“Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan para medis dalam menangani pasien. Begitu juga dengan tim gugus covid-19 saya sangat mengapresiasi kinerjanya,” kata Devie.

Meski begitu, kata Devie, semua pihak harus tetap warpada, jang lengah terhadap keberadaan Oran Tanpa Gejala (OTG). Kepekaan terhadap situasi itu, diharapkan akan menekan grafik penyebaran virus Covid-19 di Kota Bogor. Saat ini, kata Devie, mengutip data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Pemerintah Kota Bogor, tercatat 160 orang tanpa gejala, 55 orang dinyatakan bebas Covid-19, sedangkan 105 lainnya dalam pantauan.

Pada kesempatan ini, penghargaan juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Bogor, agar terus mentaati peraturan pemerintah untuk tetap di rumah, sehingga situasi bisa segera kembali normal.

Kedapa pemerintah kota, Devie minta agar pemkot segera mendistribusikan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Efek sosial ekonomi bagi masyarakat yang terdampak akibat kehilangan pekerjaan harus menjadi perhatian.

“Jangan sampai kita mendengar ada warga kota bogor, harus kehilangan nyawa karena tidak bisa makan,” kata Devie.

Devie menghimbau agar semua pihak bisa saling mengerti. Hak dan kewajiban sebaiknya berbanding lurus. “Bergandeng tangan saling empati dengan sesama dan gotong royong sifat bangsa kita dan saya yakin dengan itu semua kita mampu melawan pandemik ini,” pungkasnya. (bdn)

Rayakan Ultah, Ibnu Jamil Nyanyi untuk Diri Sendiri

0

BOGORDAILY – Artis Ibnu Jamil merayakan ulang tahunnya sendiri di momen pandemi Corona ini. Ia pun juga tampak tengah melakukan karantina diri di kediamannya.

Hal ini diketahui melalui video yang di unggah di Instagramnya, dilihat, Kamis (30/4/2020). Dalam video itu, Ibnu tampak sangat malas untuk merayakan ulang tahunnya itu.

Meski begitu, ia masih bernyanyi untuk merayakan ulang tahunnya itu.

“Birthday in quarantine and you’re not invited Jon!!! . Dilarang ngucapin!!!!! Cukup doain aja!!!” tulis Ibnu dalam keterangan video yang diunggahnya.

Atas unggahannya ini, kolom komentar Ibnu langsung diramaikan beberapa rekan artis yang turut memberikan ucapan padanya.

“Happy bday yaaaaa jamilooooo,” tulis Indra Bekti dalam kolom komentar.

“Hbd bro barakallah selalu,” tulis Audy Item.

“Happy birthday jon!!! Sehat2 broo,” tulis Augie Fantinus.

DPMD Ingatkan Para Kades, Aturan Dana Desa Untuk Penanggulangan Covid-19

0

BOGORDAILY.net – Adanya wabah Virus Korona atau Covid di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor berdampak kepada Alokasi Dana Desa (DD), hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pusat (PERPU) tahun 2020, tentang kebijakan keuangan negara dan Stabilisasi keuangan.

Seperti yang tertuang dalam peraturan menteri desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) no 6 tahun 2020 perubahan atas peraturan Menteri Desa dan PDTT no no 11 tahun 2019 tentang prioritas pengunaan DD tahun 2020.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi mengatakan, dalam rangka penanggulangan Covid-19 penggunaan DD dialihkan ke perencanaan dan penanganan Covid-19, Pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-Dana Desa).

“Sudah diambil langkah dengan cara menerapkan pola padat karya tunai. Jadi, pihak desa melibatkan masyarakat miskin dan pengangguran serta setengah pengangguran untuk dipekerjakan dengan dibayar harian,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (30/4/2020).

Penggunaan DD itupun sebagai mana dimaksud dalam angka 1 huruf A dan B mengacu kepada, peraturan Menteri Desa PDTT no 6 tahun 2020. Untuk penggunaan DD sebagimana dimaksud dalam huruf A angka 1 dan C memerintahkan ketentuan sebagai berikut :

1. Sebagian DD digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada keluarga miskin di desa.

2. Sasaran penerima BLT Dana Desa adalah : (Permendesa PDTT no 6 tahun 2020 muatan lokal). Seperti berikut :
A. Keluarga yang kepala keluarga hilang pekerjaannya atau mata pencahariannya.
B. Keluarga miskin yang mempunyai anggota keluarga di rentan sakit menahun/kronis.
C. Keluarga miskin sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b terdapat sebagai penerima dan pemegang.
-Program keluarga harapan (PKH) / bantuan pangan non tunai (BPNT).
-Kartu prakerja
-Bantuan Presiden
-Bantuan jaring pengamanan sosial dari pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bogor.
D. Memiliki Nomor Induk Kependudukan.

Ade Jaya menjelaskan, desa yang menerima DD selama satu tahun sebanyak Rp800.000.000 sampai dengan Rp1.200.000.000 sebanyak 241 desa harus mengalokasikan dana BLT Dana Desa maksimal sejumlah 30 persen dari jumlah DD.

Sedangkan jika desa mendapatkan DD dalam satu tahun melebihi Rp1.200.000.000 yaitu sebanyak 175 desa mengalokasikan BLT Dana Desa maksimal sejumlah 35 persen dari jumlah DD.

“Nah, untuk desa yang memiliki jumlah keluarga miskin banyak lebih besar dari anggaran maka, dapat menambah alokasi setelah mendapatkan persetujuan dari Camat,” jelasnya.

Untuk mekanisme pendataan penerima BLT dana desa harus dilakukan oleh relawan desa lawan Covid-19 yang menerima surat tugas dari kepala desa, harus juga melibatkan pendamping lokal desa, fasilitator sistem layanan rujukan terpadu (SLRT), pendamping PKH dan pendamping kayanan desa setempat.

“Jumlah pendata harus berjumlah tiga orang, pendataannya berbasis RT, nantinya dokumen pendataan dibahas di musyawarah desa untuk di validasi kembali,” ucapnya.

Untuk mekanisme penyalurab BLT Dana Desa iya menjelaskan, besarannya sebanyak Rp600.000 per satu keluarga, dan masa penyaluran selama tiga bulan.

“Menteri desa memacu haru Rp600 ribu, jadi semuanya pacuannya itu, akan ada banyak keluarga yang terdampak dan ini pasti menggunakan dana desa. Karena dari Gubenur sedikit dan Pemkab Bogor sebanyak 200.000 KK saja. Jika tahap satu sudah digunakan maka harus segera mengajukan tahap dua. Karena, jika DD ini dalam datanya tidak digunakan dalam pendataan masyarakat terdampak Covid-19 terancam tidak bisa mencairkan DD berikutnya, dan jangan ada kesalahan, jadi mohon lebih diperhatikan lagi, masyarakat juga harus tahu sumber itu bukan hanya satu, ada banyak. Dan jangan lupa ketika sudah didata menempelkan sticker bantuan BLT supaya tidak double,” tukasnya. (Andi).

Elly Yasin Desak Pemerintah Cepat Benahi Sektor Industri

0

BOGORDAILY.net – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PPP, Elly Rachmat Yasin bersuara lantang menyuarakan aspirasi di tengah Pendemi korona.

Dia meminta pemerintah mempercepat pembenahan sektor industri. “Dunia industri dalam negeri saat ini nafasnya tinggal 3-4 bulan lagi. Itulah yang perlu diwaspadai bahwa perlu kerja cepat, massif dan tepat dalam 3 hingga 4 bulan ke depan untuk menyelamatkan industri nasional,” kata Elly (28/4).

Elly menyebutkan, saat ini semua negara mencoba untuk memproteksi kebutuhan industri mereka.

Kata politisi Dapil Kabupaten Bogor ini, banyak negara mengambil langkah menahan bahan baku industri, karena untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka.

Atas kondisi itu, ia meminta pemerintah mengambil langkah cepat menyelamatkan sektor industri. Langkah itu berdampak pada penyelamatan ratusan juta pekerja.

“Industri perlu mendapatkan keringanan pajak, penghapusan berbagai jenis denda, bantuan permodalan dan berbagai mitigasi sektor industri lainnya sebagai bentuk penanggulangan Covid-19,” kata Elly yang juga merupakan Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor tersebut.

Menurut Elly, pada krisis ekonomi 1998, sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi ujung tombak perekonomian nasional. Tapi, saat ini yang paling terdampak Covid-19 justru UMKM. Lebih lanjut Elly mendapatkan data bahwa saat ini kondisi UMKM bisa dikatakan “pincang”, bahkan sebagian sudah merumahkan karyawan.

“Perlu segera bina usaha atas sektor industri untuk mengurangi PHK dan mempercepat pembayaran hak-hak tenaga kerja. Diharapkan problem yang dihadapi pelaku industri tidak semakin menumpuk. Kepincangan ekonomi yang melanda bangsa ini jangan sampai menjalar menjadi kelumpuhan, karena akan menyulitkan bagi kita untuk bangkit,” pungkas Elly. (*/bdn)

Kesedihan Angel Lelga Hanya Bisa Lihat Jenazah Ayah Lewat Video Call

0

BOGORDAILY – Pandemi Corona membuat Angel Lelga tak bisa datang menghadiri pemakaman sang ayah. Angel dengan saudara-saudaranya hanya bisa melihat jenazah sang ayah lewat video call.

Dalam tampilan layar tabletnya, Angel terlihat menangis. Ada juga beberapa kerabat yang turut ikut dalam video call tersebut.

“Tidak ada yg bisa kami lakukan Pa krn keadaan covid begini, segala upaya sudah saya usaha mencari penerbangan sampai saya menghubungi pemilik pesawat pribadi tapi memang tidak bisa,” tulis Angel Lelga dalam Instagram Story-nya dilihat, Rabu (29/4/2020).

Angel Lelga tak bisa hadiri pemakaman ayahAngel Lelga tak bisa hadiri pemakaman ayah Foto: (Instagram Angel Lelga)

Dari curhatan Angel Lelga, sang ayah diketahui berada di luar kota. Angel Lelga sudah berusaha mencari penerbangan untuk ke tempat sang ayah.

“Sebagai anak2 papa hanya bisa mendoakan dan ikhlaskan kepergian papa,” ungkapnya.

“Sayang papa Al-fatihah papa sudah tenang di surga,” doa Angel Lelga.

Sampai saat ini, belum diketahui apa yang jadi penyebab ayah Angel Lelga meninggal dunia.

Gerombolan Tawuran Sahur di Bogor Terus Diburu. Polisi: Akan Ada Tersangka Baru

0

BOGORDAILY.net – Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti, mengungkapkan, kemungkinan ada pelaku baru dalam aksi pembacokan, yang menyebabkan satu remaja usia 15 tahun meninggal dunia, di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Ipda Desty -sapaan akrabnya- mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih detail. Karena, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Bogor Tengah.

“Untuk perkembangan kasusnya masih didalami, dimintai keterangan, kita masih terus kembangkan ya,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (30/4/2020).

Menurut Ipda Desty, polisi saat ini baru memangkap satu pelaku saja yang dianggap pelaku inti dalam pembacokan tersebut.

“Udah diamankan satu orang yang diduga melakukan aksinya,” katanya.

Iya menjelaskan, untuk pelaku yang sudah diamankan oleh polisi itu berinisial BB yang memang masih remaja juga.

“Inisial BB, kita masih kembangkan saat ini” jelasnya.

Sebelumnya, tawuran dengan aksi pembacokan yang menyebabkan satu remaja usia 15 tahun meninggal dunia, di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 WIB bada Sahur.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, mengatakan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan, dan ada satu korban tewas serta satu dilarikan ke RS PMI. (Andi).

Rizal Ramli: Mencetak Uang bisa Jadi Bencana Ekonomi Indonesia

0

BOGORDAILY.net – Ide mencetak uang untuk mengantisipasi krisis dan masa pandemi, yang sempat dilontarkan sejumlah tokoh dimentahkan ekonom senior Rizal Ramli. Ide itu dianggap akan memperburuk ekonomi Indonesia.

Ya, memang ada wacana yang menarik dalam perbincangan seputar ekonomi beberapa hari belakangan ini. Salah satunya yaitu terkait ide “mencetak uang”.

Menurut beberapa ekonom, mencetak uang saat ini sangat membantu pemerintah yang berada dalam kesulitan akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne pada Selasa, 21 April 2020 lalu misalnya mengatakan pemerintah bisa saja mengambil opsi mencetak uang (printing money) untuk mengantisipasi krisis ekonomi di tengah penanganan pandemi COVID-19.

“Ya bisa saja mencetak uang Indonesia, tapi tentu menimbulkan inflasi kan. Menimbulkan inflasi, berarti pendapatan masyarakat turun,” kata JK.

Menurut dia, mencetak uang merupakan salah satu opsi karena memang tidak perlu dikuatirkan mengingat uang rupiah tidak akan kemana-mana dan tetap saja di dalam negeri. “Karena tidak laku di luar negeri. Cetak uang suatu solusi yang harus dijalankan untuk jangka pendek ini,” ujarnya.

Sebelumnya, usulan tersebut juga sempat dilontarkan oleh Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Chatib Basri. Ia mengatakan, bahwa Indonesia bisa mengambil kebijakan mencetak uang untuk membiayai anggaran pemerintah di tengah wabah Virus Corona alias COVID-19. Namun, kebijakan itu hanya bisa diambil dalam jumlah terbatas.

“Ruangnya ada tapi tidak bisa terus menerus dan jumlahnya tidak bisa terlalu signifikan seperti di Amerika Serikat,” ujar Chatib dalam diskusi daring, Selasa, 21 April 2020, seperti dikutip indonesiakita.co.

Ide mencetak uang tersebut rupanya tak berjalan mulus. Ide itu langsung ditolak oleh ekonom senior Rizal Ramli.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu menyebutkan bahwa mencetak uang hanya akan memperburuk kondisi perekonomian RI.

“Printing money pada saat pemerintah tidak kredibel, banyak praktik KKN, dan abused of power sangat berbahaya, bisa mengakibatkan inflasi. Dan yang paling bahayanya lagi, begitu printing money dilakukan, rupiah bisa anjlok ke angka Rp 20 ribu per dolar AS. Kecuali pemerintah kredibel” ujar Rizal Ramli.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku telah melakukan langkah pelonggaran kuantitatif atau quantitative easing (QE) dengan melakukan injeksi likuiditas, sebesar Rp 300 triliun. Ini untuk memastikan likuiditas di pasar keuangan tetap terjaga di tengah tekanan pandemi virus korona Covid-19.

Perry menjelaskan bahwa injeksi likuiditas bertujuan untuk menumbuhkan konsumsi masyarakat, menopang keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dunia usaha lainnya.

Adapun injeksi likuiditas yang sudah dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah itu melalui triple intervention yakni intervensi di pasar spot, intervensi Domestic Non Delivery Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas asing di pasar sekunder.

Selain itu, BI sudah menurunkan suku bunga acuan ke posisi 4,5%. “Melalui injeksi likuiditas, itu langkah quantitative easing. Masalahnya, likuditas yang kami sudah injeksi ke sektor keuangan ini bagaimana mengalir ke sektor riil, sehingga injeksi likuiditas yang dilakukan bank sentral bisa menumbuhkan konsumsi masyarakat, menumbuhkan UMKM, menumbuhkan dunia usaha. Itulah masalahnya di situ,” ujar dia dalam video conference, di Jakarta, Kamis (2/4).

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, usulan anggaran Rp 1.600 triliun untuk penanganan corona dari Kadin tersebut terdiri dari Rp 400 triliun yang digunakan untuk kesehatan, Rp 600 triliun untuk jaminan sosial, serta Rp 600 triliun untuk stimulus ekonomi.

“Usulannya, anggaran itu dari Bank Indonesia (BI) dengan suku bunga 1% sampai 2%,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (22/4) lalu.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan usulan pelaku usaha untuk kenaikan pagu anggaran untuk insentif Covid-19 tersebut telah disampaikan ke pemerintah melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

“Saya sudah menyampaikan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang usulan quantitative easing untuk Rp1.600 triliun ini. Responsnya, pemerintah beranggapan, sejauh ini gross (nilai kotor dari) insentif perpajakan saja sudah Rp1.200 triliun, sehingga insentif yang diberikan sejauh ini dirasa sudah cukup besar,” jelasnya dalam diskusi Senior Kadin bertajuk Mencari Terobosan Recovery Dunia Usaha dan Ekonomi Masa Pandemi dan Saran bagi Pemerintah Pusat & Daerah, Minggu (26/4/2020), malam.

Rizal Ramli tampaknya sangat jeli melihat banyaknya permintaan dari sejumlah pihak mengenai kebijakan cetak uang tersebut. Yang berbeda yaitu kali ini dilakukan dengan cara penyampaian dan permintaan dengan bahasa yang berbeda, namun memiliki makna yang sama yakni, cetak uang.

“Banyak kampanye agar dilakukan ‘Quntitative Easing’ (QE). Istilah mah keren, nyontek dari US. QE itu mah ‘money printing’ (Cetak Uang). Amerika, EC dan Jepang kuat, bisa ‘macro-pumping’. Kalau RI bakal jadi sumber bancakan baru ala BLBI (Recovery hanya 25%). Siapa yg tanggung-jawab?,” ujarnya seperti dikutip dari akun Twitternya @RamliRizal.

Quantitative Easing atau mencetak uang sering kali mengudang kontroversi. Sebagian beranggapan merupakan solusi, tetapi sebagian lainnya justru menganggapnya sebagai masalah seperti diungkapkan oleh Rizal Ramli. (*/bdn)

Dewi Gita dan Armand Maulana Tak Mudik Lebaran Demi Orang Tua

0

BOGORDAILY – Larangan mudik atau pulang kampung bagi masyarakat Indonesia telah ditetapkan sejak 24 April 2020. Hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemi Corona.

Rupanya peraturan itu turut dilakukan pasangan selebritas, Dewi Gita dan Armand Maulana. Keduanya memutuskan untuk tak pulang kampung mengingat usia orang tua yang sudah mencapai lansia.

Dewi pun mengungkapkan hal itu dalam unggahannya di Instagram. Meski merasa sangat rindu kampung halamannya, ia tetap tak akan pulang demi orang tuanya.

“No. 1 atau No. 2, Edisi #trowbacklebaran2019 kangen rumah Bandung dan pasti ngak bisa di sana saat Lebaran nanti, karena kasian mamah di Bandung udah 84thn harus dijaga kesehatannya jangan sampai kena Covid19,” tulis Dewi dalam unggahannya, dilihat, Kamis (30/4/2020).

“Itulah pengorbanannya seorang anak untuk Lebaran Tahun ini kalau sayang sama orang Tua malah jangan jumpai mereka , jangan sungkem,” lanjut Dewi.

Ia mengaku ikhlas dalam menjalani masa seperti ini sampai rela tak bertemu orangtuanya. Bukan hanya itu, samg ibu juga meminta agar anak-anaknya tetap berada di rumah dan melakukan komunikasi melalui video call.

“Saya ikhlas demi untuk kesehatan orang tua tercinta, dan kesehatan saudara2 semuanya, kita sepakat diam di rumah masing2 dan mamah juga melarang anak2 nya semua datang . Video call aja yaaa gitu katanya,” tutur Dewi.

Pembacok Remaja di Kota Bogor Saat Sahur Diamankan Polisi. Ini Dia Pelakunya!

BOGORDAILY.net – Pelaku pembacokan dalam aksi tawuran sahir, yang menyebabkan satu remaja usia 15 tahun meninggal dunia, di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 WIB, berhasil diamankan polisi.

Hal itupun diungkapkan Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti, kepada Bogordaily.net, Kamis (30/4/2020).

Menurut Ipda Desty -sapaan akrabnya- polisi saat ini baru menangkap satu pelaku, yang dianggap pelaku inti dalam pembacokan tersebut.

“Udah diamankan satu orang yang diduga melakukan aksinya,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk pelaku yang sudah diamankan oleh polisi itu berinisial BB, yang juga masih remaja.

“Inisial BB, kita masih kembangkan saat ini” jelasnya.

Untuk diketahui, seorang remaja usia 15 tahun warga Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, meninggal dunia, akibat terlibat tawuran yang terjadi pada Rabu (29/4/2020) pukul 03:00 dinihari.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, menambahkan, aksi tawuran itupun dilakulan oleh kedua komplotan pemuda di Kota Bogor yang sebelumnya sudah direncanakan, dan ada satu korban tewas serta satu dilarikan ke RS PMI.

“Kejadiannya tadi dinihari di Tegallega, satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020) kemarin. (Andi).