Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8316

Ini Poin-poin Instruksi Terbaru Jokowi Soroti Keterbukaan Data Corona-Evaluasi PSBB

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Jokowi memberikan sejumlah instruksi.

Jokowi menyampaikan penjelasan dalam siaran yang ditayangkan Istana, Senin (20/4/2020).

Jokowi meminta jajarannya menyampaikan keterbukaan informasi perihal kasus virus Corona di Indonesia. Jokowi juga meminta agar pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dievaluasi total.

Selain itu, Jokowi menyoroti seputar bantuan sosial. Dia meminta agar bantuan sosial tepat sasaran.

Berikut poin-poin penjelasan Jokowi yang soroti keterbukaan data Corona dan evaluasi PSBB:

Tidak Ingin Dianggap Tutupi Data

Jokowi enggan pemerintah dianggap menutup-tutupi data. Jokowi pun meminta agar semua data dibuka transparan.

“Mengenai komunikasi yang terbuka, sistem informasi data yang terbuka kepada semua pihak. jangan ada yang menganggap-anggap lagi kita ini menutup-tutupi,” kata Jokowi.

“Tidak ada sejak awal kita ingin menutup-tutupi masalah-masalah yang ada,” imbuhnya.

Masalah keterbukaan data juga sebelumnya pernah disampaikan Jokowi. Jokowi meminta pihaknya transparan.

Mengenai data kasus corona, pemerintah menyatakan tak akan pernah memasukkan data pasien meninggal yang statusnya belum terkonfirmasi. Hal tersebut disampaikan juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto.

“Sembuh 686 orang dan yang meninggal 582 orang. 582 ini adalah kasus yang meninggal konfirmasi positif COVID-19. Tentunya kami tidak memasukkan di dalam angka 686 (582, red) ini pasien yang meninggal dalam status belum terkonfirmasi,” kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Minggu (19/4).

Evaluasi Total PSBB

Jokowi ingin agar pelaksanaan PSBB dievaluasi total. Evaluasi itu nantinya akan menjadi gambaran untuk kemudian diperbaiki.

“Hari ini saya ingin ada evaluasi total dari apa yang telah kita kerjakan dalam penanganan COVID ini, terutama evaluasi mengenai PSBB secara lebih detail kekurangannya apa, plus minusnya apa sehingga kita bisa perbaiki.” kata Jokowi.

Jokowi juga ingin seluruh provinsi maupun kabupaten/kota menganggap penting uji spesimen secara masif. Uji sampel ini harus diikuti dengan langkah-langkah selanjutnya guna memutus rantai penyebaran virus Corona di Indonesia.

“Saya ingin ditekankan kepada seluruh provinsi, kabupaten/kota mengenai pentingnya pengujian sampel secara masif, kemudian diikuti pelacakan yang progresif dan mengisolasi yang terpapar dengan ketat,” ucap Jokowi.

“Tiga hal ini yang harusnya sering terus menerus ditekankan kepada seluruh daerah,” sebut Jokowi.

Pastikan Pasokan Pangan Ramadhan Aman

Pasokan pangan menjadi hal yang krusial setiap kali memasuki Ramadhan. Jokowi menginstruksikan para menterinya agar memastikan produksi dan distribusi logistik tetap berjalan dengan baik.

“Pastikan bahwa distribusi logistik, kelancaran produksi itu betul-betul tidak ada hambatan di lapangan,” tutur Jokowi.

Jokowi juga meminta agar stok pangan di seluruh Indonesia dipastikan aman. Dia ingin agar ada kepastian mengenai stok pangan untuk Ramadhan.

“Pastikan agar kita memasuki bulan Ramadhan ini betul-betul memiliki sebuah kepastian mengenai stok pangan,” tegasnya.

Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Jokowi berharap agar penyaluran bansos bisa benar-benar tepat sasaran. Mereka yang menerima adalah masyarakat miskin yang berhak mendapatkan bantuan.

“Saya ingin bansos kepada yang kurang mampu betul-betul tepat sasaran,” kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta adanya pengawasan dalam distribusi bansos. Dia ingin agar ada yang melakukan pengecekan di lapangan dan memastikan hingga ke penerimanya.

“Ada kontrol pengawasan, ada cek ke lapangan, sehingga barang-barang sudah diterima oleh penerima dengan baik dan bisa benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Pemerintah pusat telah mendistribusikan paket sembako kepada 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta dan akan mendistribusikan kepada 600 ribu keluarga di Bodetabek.

Pemerintah melibatkan PT Pos Indonesia (Persero) untuk mendistribusikan paket sembako tersebut. Distribusi akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan.

Anak Istri Tak Makan Dua Hari, Suami Digebuki Massa Gara gara Maling Gas

BOGOR DAILY-Dua hari keluarganya tak makan selama masa pandemi Covid-19, seorang pria di Bogor dipukuli massa saat hendak mencuri tabung gas.

Pria berinisial OM itu diteriaki maling setelah ia meletakkan kembali tabung gas di sebuah toko.

Awalnya, OM mengaku ingin mengambil tabung gas itu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya membeli beras.

“Saya terpaksa. Saya hanya ingin kasih makan anak saya, tapi sebetulnya itu pun saya batalkan niat nyurinya karena tak tega hati,” ujar dia saat ditemui di rumahnya, kawasan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin (20/4/2020).

Pria 30 tahun itu nekat mencuri tabung gas karena terus dimarahi sang istri yang memintanya membelikan beras.

OM kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangganya sejak ia dirumahkan oleh pabrik sandal tempatnya bekerja saat pandemi Covid-19 ini.

Padahal, OM harus memenuhi kebutuhan istri dan empat anaknya yang masih kecil dan bayi.

OM mengatakan dirinya tidak pernah melakukan pencurian semasa hidupnya. Namun, karena himpitan ekonomi dan desakan istri yang melarang dia pulang sebelum bawa beras, ia pun nekat ingin mencuri.

Akan tetapi, dengan suara lirih dan menahan tangis, OM menyebut mengurungkan niatnya tersebut dan menaruh kembali tabung gas yang hendak dia curi. Sayang, saat menaruh tabung gas, pemilik warung mengetahuinya, dan berteriak maling.

“Mendengar yang punya warung teriak maling, saya kaget dan langsung lari. Tapi pelarian saya mentok di jalan buntu, akhirnya warga setempat pun menghajar dan menghakimi saya,” kata OM sambil menunjukkan luka memar bekas pukulan di wajahnya.

Dani, 31 tahun, tetangga sekaligus teman OM sejak kecil membenarkan jika OM tidak pernah mencuri. Bahkan OM selalu mencari solusi untuk menutupi kebutuhan diri dan keluarganya.

Dani menyebut, apa yang dilakukan OM sebetulnya memang sudah dalam keadaan terdesak dan terpaksa. Dani mengatakan kepadanya, OM sempat menceritakan kisruhnya dengan sang istri. Apa daya sebagai seorang sahabat, Dani pun tak mampu membantu OM karena dalam keadaan sama-sama butuh.

“Saya kaget pas ibunya nangis-nangis. Pas saya lihat, saya pun tak tega melihat OM mukanya bonyok dan bersimbah darah hingga membasahi tubuhnya,” kata Dani menceritakan ketika awal melihat OM setelah kejadian nahas itu.

Ibunda OM, Engkom, 70 tahun, menceritakan bahwa dia sangat kaget saat anaknya tersebut datang bersimbah darah. Engkom mengatakan setelah dirinya bertanya pada sang anak, apa yang dilakukan OM memang betul-betul karena terpaksa.

Kepada Engkom, OM bercerita dua hari keluarganya sudah tidak makan. Lalu sering bertengkar dengan istrinya. Sebagai kepala keluarga OM disebut tak bertanggung jawab dan menelantarkan anak dan istrinya

Bupati Bogor Pembagian Sembako Baznas Ricuh

BOGOR DAILY-Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengaku terkejut dengan adanya kerumunan ratusan orang di kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor yang berebut mendapatkan bantuan sembako. Pasalnya, dia mengatakan, tak ada konfirmasi dari Baznas Kabupaten Bogor untuk membagikan sembako.

“Saya kaget, kok tiba-tiba ada pembagian sembako oleh Baznas tidak ada konfirmasi ke saya sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19,” ujar Ade Yasin saat dalam pesan singkatnya, Senin (20/4).

Baznas, jelas Ade, harusnya berkoordinasi dengan pemda dan pihak kepolisian. Sehingga pembagian dapat dilakukan lebih tertib dan tetap melakukan physical distancing (jaga jarak). Apalagi, kata Ade, Kabupaten Bogor sedang menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang baru berjalan selama lima hari.

“Seharusnya Ketua Baznas berkoordinasi dengan kami dan juga kepada pihak polisi, agar aman dan tidak terjadi kericuhan seperti yang terjadi pagi tadi,” tegas politikus PPP itu.

Sebelumnya, sekitar 500 warga mendatangi Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3). Warga berebut untuk memperoleh sembako.

Bermodal KTP dan Kartu Keluarga (KK), mereka saling berdesak-desakan untuk memperoleh lima kilogram beras dan 10 bungkus mi instan. Padahal PSBB sedang diberlakukan di Kabupaten Bogor.

Ketua Baznas Kabupaten Bogor, KH Lesmana, menegaskan  tidak secara sengaja mengundang warga untuk diberikan sembako. Dia menyatakan, masyarakat yang datang sama sekali tak diduga.

“Yang ini tidak tahu saya. Sama sekali tidak tahu, saya tanya ke staf. Karena masyarakat sudah datang, untuk perut, kami sediakan,” tutur Lesmana.

Sosok Novaldi Abi Putra, Penasihat Hukum Banyak Property Syariah di Jabodetabek

Bogor Daily – Menguak sisi kelam perbuatan oknum yang melakukan tindak pidana penipuan mengatasnamakan Property Syariah akhir 2019 lalu membuat rasa prihatin mendalam dari sosok Lawyer dan Advokat muda Novaldi Abi Putra.

Pria 28 tahun tersebut memberikan keterangan kepada Bogor Daily bahwa sebenarnya ada beberapa faktor yang wajib diperhatikan oleh developer-developer Property Syariah ketika berniat untuk membuat project. Termasuk saat akan menjualnya kepada masyarakat.

Langkah pertama adalah mengakuisisi lahan project dengan sempurna, mengurus perizinan project sampai tuntas dan yang terpenting adalah management pengelolaan keuangan dengan sistem keuangan pengendalian cashflow yang baik dan terkontrol.

“Tiga hal diatas adalah pondasi utama ketika membuka project Property Syariah, poin ketiga tentang pengendalian cashflow biasanya banyak penyimpangan yang akan menimbulkan potensi persoalan hukum.” ungkap Suami dari Rafi Rahmaniar tersebut.

Konsep bisnis Property Syariah memang menarik bila di lihat dari sisi hukum, saat ini ada cukup banyak developer-developer Property Syariah yang meminta nasihat dan bermitra dengan Novaldi Abi Putra untuk mengawal aspek-aspek hukum dan perizinan project nya.

“Bergerak di sisi aspek hukum Property Syariah sudah lama saya dalami sejak 2016. Developer-developer Property Syariah harus dikawal terus agar mereka dapat menjalankan amanah dengan baik kepada para konsumen nya.” jelas Pria yang biasa di sapa Kang Noval itu.

 

Noval juga mengemukakan bahwa diri nya tidak ingin juga hanya sepihak membela Developer atau kliennya. Dirinya merasa perlu untuk mengawal, membantu dan memberikan nasihat-nasihat dari sisi hukum yang dianggap perlu di lakukan, agar dampak amanah developer itu terasa kepada para konsumen nya.

“Aspek hukum membuat dan membuka project Property Syariah penting itu di telisik, ada faktor kehati-hatian yang perlu dijaga dan dibentengi. Proses legal aman, proyek lancar dan tenang.” pungkas Noval yang juga tercatat sebagai pendiri dejure.co.id itu.

=============================

*• Biodata Lengkap •*

√ Nama Lengkap : Novaldi Abi Putra, S.H., C.L.A

√ TTL : Bogor, 19 Nov 1992

√ Alamat : Nirwana Golden Park, Pakansari – Cibinong

√ Nama Istri : Rafi Rahmaniar

√ Hobby : berenang, baca buku

√ Kata Mutiara : gunakanlah logika & rasa untuk mengendalikan nafsu agar tidak menjadikan qalbu mu mati untuk melaksanakan kebaikan

√ Karir :

-Chairman dejure.co.id
-Legal Auditor, advisor & Consultant
-Part of Law Office Rusmin Widjaya & Rekan
– Propertimaret Creating Happiness Group

√ Property Syariah :
Legal Advisor di ± 10 proyek properti syariah se Jabodetabek

(Red-BDN).

Rasakan Ketenangan dan Ketentraman di Cluster Terra Maharani

0

BOGORDAILY – Kicau burung dipagi hari, suasana alam terbuka, memetik buah Rambutan langsung dari pohonnya, menjadi magnet tersendiri bagi Michael Monrue, seniman asal California, saat tinggal di Cluster Terra Maharani di Jalan Ciburial, Ciparigi (Kedung Halang), Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Michael menuturkan, dirinya suka jalan-jalan di taman, berlatih Yoga di Gazebo, melukis serta bersosialisasi dengan penghuni Cluster Terra Maharani lainnya, di Gedung Serbaguna Bale Sahitya. Lokasinya yang strategis, lanjut Michael, menempatkan hunian yang dibangun oleh Terra Nusa Indonesia ini, memiliki suasana tersendiri berupa ketenangan dan ketentraman.

Michael mengaku dirinya tekesan dengan suana tenang dan tentram yang ada di Cluster Terra Maharani.

“Sangat strategis dengan apa yang ada di Bogor. Lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan, tapi jauh dari kemacetan dan kebisingan,” tutur Michael.

Diakui Michael, dirinya terkesan dengan design arsitektur bangunan yang ada di Cluster Terra Maharani. Tidak hanya desain rumah, menurut Michael, gedung serbaguna serta gazebo yang ada di sekitar taman utama dilengkapi dengan bahan bangunan yang berkualitas.

“Gedung atau bangunan, ada yang terbuat dari kayu, batu pualam serta bahan material alam lainnya. Sangat bangus,” ujar Michael.

Cluster Terra Maharanii di Jalan Ciburial, Ciparigi (Kedung Halang), Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan, tapi jauh dari kemacetan dan kebisingan.

Michael menjelaskan, semua orang yang ada di Cluster Terra Maharani, baik penghuni maupun pengelola sangat ramah. Setiap kali dirinya datang ke gedung serba guna, pihak pengelola selu memperlakukannya dengan baik.

“Setiap saya ke gedung serba guna, selalu disajikan air minum dengan senyuman. Semua orang sangat ramah. Saya suka sekali,” aku Michael.

Dikesempatan yang sama Head Marketing Cluster Terra Maharani Tiffany A Soebiantoro menuturkan, ada sejumlah penghuni yang melakukan perombakan bentuk atau penambahan fasilitas rumah.

Tampak gerbang masuk Cluster Terra Maharani di Jalan Ciburial, Ciparigi (Kedung Halang), Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor,

“Ada sekitar tujuh rumah yang melakukan costum. Ada yang meluaskan ruang dapur atau menambah fasilitas kolam renang,” kata Tiffany.

Selanjutnya Tiffany menjelaskan, di ketiga tipe rumah yang ada meliputi Sangkara, Adyatma dan Akusara, pihaknya menggunakan spesifikasi bangunan berupa pondasi plat setempat dan batu kali, struktur beton bertulang, dinding bata merah plaster aci, rangka atap baja ringan, genteng kramik Glazur, plafom Gypsum, lantai Granite Tile, lantai teras batu alam, Sanitary Toto, cat dinding dalam Jotashield, cat dinding luar Jatashield Extreme, Kusen pintu dan
jendela Alumunium, daun pintu Aclyrik, lampu LED, armature Panasonic.

“Kami benar-benar ingin menjaga kualitas bangunan,” kata Tiffany.

Selama tinggal di Cluster Terra Maharani, Michael Monrue, sangat menikmati suasana tersendiri berupa ketenangan dan ketentraman.

Dijelaskan Tiffany, Cluster Terra Maharani didukung fasilitas listrik 3500 watt, air bersih PDAM, CCTV, kemanan 24 jam, Tabung pemadam, taman penghijauan dan gedung serbaguna.

“Fasilitas yang disiapkan untuk memberikan kenyaman bagi para penghuni di Cluster Terra Maharani,” cetus Tiffany. (bdn)

Karang Taruna Gelar Diskusi Tentang Omnibus Law

BOGORDAILY – Dengan adanya konsep omnibuslaw pemerintah diharapkan lebih cepat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah wabah Covid 19, oleh sebab itu Pengurus Karang Taruna dan mahasiswa di Jakarta timur menyelenggarakan forum deklarasi dan wawancara secara daring / online yang bertema “Penyederhanaan regulasi kerja untuk Indonesia maju”, Senin, (20/4/2020).

Untuk membedah hal tersebut, panitia mengundang beberapa narasumber, diantaranya Sekretaris Jendral DPP KNPI Addin Jauharudin, MM, Akademisi dan Peneliti Ilmu Hukum Muhtar Said, S.H., M.H., Ahli Ilmu Hukum dan Konsultan Ukum Unsika Siti Hamimah, S.H., M.H., serta Praktisi Hukum De La Aditya, S. H.

Dalam ulasannya Addin bahwa produk hukum ketenaga kerjaan saat ini sedang menuju era baru yang lebih simple dalam arti penyederhanaan dari semua proses undang-undang atau yang dinamakan omnibuslaw.

“Efek dari omnibuslaw ini cukup besar karena yang terdampak ada 79 undang-undang dan 1.203 pasal. Sementara dalam undang-undang cipta kerja ini hanya memuat 15 Bab dan 174 pasal, jadi ini merupakan era baru Indonesia,” ujarnya.

Namun hal tersebut harus disosialisasikan serta ,ditransformasi yang lebih detail dalam pelibatan komponen masyarakat secara luas sangat dibutuhkan sehingga masyarakat paham apa tujuan dari undang-undang ini.

“Harapannya undang-undang ini tidak menjadi undang-undang bongkar pasang, diajukan, disahkan, dibuat kembali. Ini adalah sebuah pondasi satu langkah untuk kemajuan bangsa dengan cara mempermudah semua proses investasi maupun perizinan yang ada di Indonesia.” tutur aktivis asal Jakarta ini.

Sementara Siti Hamimah menerangkan bahwa kehadiran omnibuslaw ini dapat menjadikan hukum semua yang memuat beragam substansi aturan yang keberadaannya mengamandemen beberapa undang-undang sekaligus.

“Nantinya hal ini akan mengatasi tumpeng tindih peraturan, penyeragama peraturan pusat dan daerah, juga penyederhanaan peraturan.”harapnya.

H. Ruhyat Nugraha Ajak Desa dan Kecamatan di Kabupaten Bogor Fokus Tiga Hal Ini

0
BOGOR DAILY – Setelah melakukan kunjungan ke beberapa desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha menilai. Bahwa, masih banyak masyarakat yang belum terperhatikan, baik dari segi Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan.
Politisi PPP ini meminta, agar desa dan kecamatan yang ada di Bumi Tegar Beriman ini untuk fokus kepada tiga poin, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan.
“Saya akan tampung semuanya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), saya minta agar fokus untuk kebaikan semuanya, jangan ada lagi yang putus sekolah dan gak bisa brobat karena alasan uang,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (20/4/2020).
Menurutnya, hal ini tentunya tidak bisa ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor saja dan Pemerintah Desa serta Kecamatan, tentunya harus ada perhatian juga dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Barat.
“Saya akan tampung semuanya, maka dari itu ayo bersama-sama kerja untuk kemaslahatan masyarakat, saya di Jawa Barat siap menampung itu untuk disampaikan di DPRD nanti,” jelasnya.
Masih kata H.Ruhyat, dirinya melihat keadaan Kabupaten Bogor seperti itu saat melakukan reses di beberapa desa pada awal tahun 2020, dan juga silaturahmi ke bebepa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
“Contohnya satu lah, ketika saya mengunjungi dan silaturahmi dengan warga di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan pada reses kemarin ini, dan masih banyak yang saya udah kunjungi juga desa dan kecamatan,” tukasnya. (Andi).
Caption Foto :

Serem Bener, Ogah Diisolasi Cegah Korona, 2 Warga Dijebloskan ke Rumah Angker

0

BOGORDAILY.net – Apapun dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona. Termasuk dengan cara yang agak nyeleneh. Seperti yang dilakukan di tempat ini

Kesal melihat tingkah warganya yang tidak nurut aturan pemerintah terkait pencegahan virus corona, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, ambil tindakan tegas.

Ia menyiapkan rumah kosong yang terkenal angker untuk mengisolasi warganya yang menolak dikarantina.

Yuni, sapaan akrabnya, mengatakan saat ini ada dua orang warga yang dimasukkan ke dalam rumah kosong angker tersebut. Keduanya terpaksa dijebloskan ke rumah angker tersebut lantaran bandel menolak karantina terkait virus corona.

“Iya dimasukan ke rumah kosong,” ujar Yuni kepada wartawan seperti dikutif dari indozone.id, Senin (20/4/2020).

Yuni mengatakan, dua warga tersebut merupakan pemudik dari Cirebon, Jawa Barat. Keduanya sudah dikarantina di dalam rumah kosong angker tersebut sejak kemarin, Minggu (19/4/2020).

Meski dikarantina di rumah kosong angker, Yuni memastikan kedua warga Desa Plupuh tersebut tetap mendapat makan dan dipantau oleh petugas desa setempat.

Rumah kosong tersebut semula adalah gedung pabrik barang yang sudah lama tidak ditempati milik kepala desa Sepat.(*)

Kuncinya di Jabodetabek

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

Belum ada ahli yang bisa memastikan kapan coronavirus bisa ditaklukkan.Yang pasti, dokter dan perawat kita sudah kewalahan. Jumlah dokter per 1.000 penduduk di Indonesia hanya 0,4. Itu cuma separuh dari India (0,8), seperlima dari Brazil (2,1) dan China (1,8). Juga jauh lebih kecil ketimbang Thailand (0,8), Vietnam (0,8), serta Malaysia (1,5).

Di Kabupaten Bogor, jumlah dokter hanya 2.238 yang terdiri dari 823 dokter umum, 345 dokter spesialis dan 139 dokter gigi. Sementara dokter paru tentu jauh lebih sedikit lagi. Angka ini sangat jauh dari ideal, mengingat jumlah penduduk yang berjumlah 5,8 juta jiwa. Jika dikalkulasi, maka satu orang dokter di Kabupaten Bogor harus menangani 2.500 orang.

Masalah semakin pelik karena persebaran dokter, perawat, puskesmas dan tempat tidur di rumah sakit juga tidak merata. Peralatan mereka juga terbatas sehingga amat rentan terserang virus mematikan itu.

Sementara Jakarta adalah episentrum wabah coronavirus di Indonesia. Sekitar separuh kasus dan jumlah kematian disumbang oleh Jakarta. Jika pusat episentrum diperluas dengan memasukkan kota/kabupaten di sekitar Jakarta atau Jabodetabek, porsinya mencapai sekitar 70 persen.

Oleh karena itu, keberhasilan mengendalikan penyebaran secara nasional sangat bergantung pada penanganan di Jabodetabek. Teramat berat rasanya kalau diserahkan kepada masing-masing kepala daerah saja. Apalagi kami tidak diberikan kewenangan penuh karena banyak terbentur aturan di pusat.

Sebagai contoh permintaan kami agar Kementerian Perhubungan menghentikan sementara pengoperasian KRL Jabodetabek tidak dikabulkan. Padahal catatan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, wilayah dengan jumlah warga paling banyak terinfeksi yaitu zona merah yang terdapat stasiun KRL, seperti Kecamatan Cibinong dan Bojonggede.

Selain itu, selama pemantauan PSBB di Stasiun Bojong Gede, Senin (19/4/2020), kami masih mendapatkan warga yang berangkat kerja ke Jakarta. Padahal sesuai aturan PSBB, perusahaan pada sektor yang tidak dikecualikan harus menerapkan bekerja di rumah.

Memang dari pantauan kami terdapat penurunan penumpang KRL sebanyak 24 %. Namun aturan physical distancing masih banyak yang tidak mematuhi. Jika terpaksa tetap menggunakan KRL, maka kami minta penumpang untuk disiplin menjaga jarak, memakai masker, pakai sarung tangan atau membawa hand sanitizer.

Kunci untuk menjinakkan wabah coronavirus di antaranya dengan menjaga jarak, memakai masker dan berdiam diri di rumah. Jika itu tidak dilakukan, Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ini akan mubazir dan berkepanjangan, sehingga ongkos sosial dan ekonominya maka tak tergantikan. (*)

Marissa Nasution Siap Melahirkan Hari Ini, Di Tengah Pandemi Corona

0

BOGORDAILY – Hari ini, Marissa Nasution mengabarkan tengah bersiap untuk melahirkan anak ketiganya. Sejak semalam, Marissa sudah berada di rumah sakit bersama suami.

Lewat Instagram Stories, Marissa Nasution memperlihatkan dirinya sudah bermalam di salah satu rumah sakit di Singapura.

“Hari ini,” bisik Marissa Nasution dilihat, Senin (20/4/2020).

Dia pun membuka masker mulutnya sedikit. Marissa menceritakan sudah berada di rumah sakit bersama sang suami.

Presenter yang kini menetap di Singapura itu akan melahirkan bayi ketiganya di tengah wabah Corona atau COVID-19.

“Jadi aku sudah di rumah sakit, aku lagi bisik-bisik saja karena suami masih tidur. Suami masih boleh ikut dan kita sudah di sini dari jam 12 malam. Now time to baby yeay,” tuturnya berbisik.

Sebelum melahirkan, Marissa juga menyempatkan untuk video call dengan anak pertamanya, Alie.

Di kehamilan pertama, Marissa sebenarnya mengandung bayi kembar. Akan tetapi, satu dari bayi tersebut yang dinamai Moana meninggal dunia pada bulan Februari 2018.

Bayi yang ia bernama Moana itu meninggal setelah Marissa menjalani operasi di Singapura.