Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8315

Bupati Bogor Masuk Dalam Daftar 10 Perempuan Paling Banyak Muncul di Media

BOGOR DAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin, masuk dalam deretan 10 perempuan yang tercatat paling banyak pemberitaan media, terkait masalah pandemi Virus Korona atau Covid-19 di Indonesia.

Ini sesuai dengan data yang  dirilis oleh Indonesia Indicator (I2).  Berdasarkan hasil riset (12) itu, nama Ade Yasin yang merupakan politisi PPP menduduki urutan ke enam sebagai perempuan yang banyak diberitkan media terkait pandemik corona. Totalnya ada  1.428 pemberitaan di semua media yang ada di Indonesia ini.

Sementara di urutan pertama, ada  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang pemberitaannya mencapai angka  5.536 berita.

Posisi kedua diisi Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 4.279 berita. Karena dalam data Indonesia Indicator itu menyebutkan bahwa Sri Mulyani berhubungan dengan kebijakan ekonomi untuk mengantisipasi dampak pandemi COVID-19 di Indonesia.

Di posisi ketiga, ada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan 1.774 berita. Retni disebut kareba pemberitaannya berkaitan dengan kemitraan Indonesia dengan sejumlah negara untuk menjamin keamanan lalu lintas manusia antarnegara serta rantai pasokan alat kesehatan.

Adapun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menempati posisi keempat (1.678 berita). Sementara posisi kelima diisi Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati (1.585 berita).

Dan Bupati Bogor Ade Yasin ada di posisi keenam dengan 1.428 berita, disusul Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (1.244 berita), jurnalis Najwa Shihab (1.220 berita), dan Ketua DPR Puan Maharani (1.046 berita). Seluruh nama-nama ini menjadi sosok yang paling banyak ditunjuk terkait dengan kinerjanya dan aktivitasnya khususnya pada isu pandemik.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (1.045 berita), menjadi figur nomor 10 yang paling banyak diberitakan media. Cellica diberitakan media karena menjadi salah satu bupati perempuan pertama yang dinyatakan positif Corona. (Andi).

Yuni Shara Ajak Berbagi di Hari Kartini

0

BOGORDAILY – 21 April menjadi hari Kartini biasanya dirayakan dengan pawai menggunakan bahu daerah. Tapi, karena Corona kini hari Kartini biasa saja, itu juga yang dirasakan oleh Yuni Shara.

Yuni Shara menceritakannya dalam IGTV miliknya, Selasa (21/4/2020). Walaupun tak bisa melakukan kegiatana hari Kartini seperti biasa, Yuni Shara mengajak perempuan Indonesia untuk tetap bisa berbagi meski di rumah saja.

“Assalammualaikum. Saya Yuni Shara. Buat seluruh perempuan di Indonesia semoga semua dalam keadaan sehat walafiat selalu. Ehm tanggal 21 April adalah hari Kartini, yang biasanya kita rayain dengan memakai baju daerah terus ada pawai, terus ada lomba ini itu, kayaknya seru banget deh kalau Kartinian itu. Biasanya saya juga selalu lakukan itu bersama murid-murid saya di Batu,” cerita Yuni Shara.

Kondisi saat ini memang berbeda. Yuni Shara mengajak perempuan Indonesia untuk berbagi kasih dengan cara yang sangat mudah.

“Tapi, untuk Karinian tahun ini kondisinya berbeda. Bagaimana kalau kita membuatnya Kartinian berbagi kasih?” ajaknya.

“Piye caranya? Bagaimana kalau kita misalnya berbagi masker yang terbuat dari kain, bahan? Atau berbagi mie instant? Atau berbagi handsanitizer? Pokoknya apa aja, opo wae sembarang yang penting ada manfaatnya untuk saat ini,” tegas Yuni Shara.

Untuk cara pembagian bantuan itu, tak perlu susah-susah. Yuni Shara menganjurkan untuk tetap bisa berbagi meski di rumah saja.

Nantinya, aksi berbagi ini Yuni Shara meminta untuk diposting dalam media sosial masing-masing. Semakin banyak foto yang diposting akan sangat terasa dahsyatnya kekuatan perempuan Indonesia saat berbagi.

“Terknisnya gimana cara bagiinnya? Bisa ditaru di depan rumah, ambil sperlunya. Ini kita berbagi dari perempuan ke perempuan, bisa titip di RT atau RW, atau memang kalian sahabatan tapi dibatasi ya, sambil pakai kebaya atau baju daerah sambil rayakan hari Kartini, tapi berbagi kasih pasti seru,” tutur Yuni Shara.

“Nanti fotonya posting, posting sebanyak-banyaknya di social media Anda, dan kita akan lihat bagaimana dahsyatnya perempuan Indonesia bergerak, perempuan berbagi untuk bangsa ini. Oke setuju nggak sih? Kita lihat betapa dahsyatnya perempuan indonesia berbagi di hari Kartini,” pungkasnya.

Yuni Shara juga memposting caption untuk membangkitkan semangat perempuan Indonesia.

“Kita akan lakukan di tgl 21 April 2020, Lakukanlah seiklasnya dengan suka cita ditengah himpitan keadaan, Sisa kan sedikit kebahagiaan untuk merayakan Hari Kartini dengan cara masing masing .. yang intinya berbagi. (Perempuan & perempuan) Kita akan liat dahsyatnya Perempuan Bergerak dengan penuh kasih untuk Sesama di Negeri tercinta ini #perempuanbergerak #kartinianberbagikasih2020,” tulisnya.

PSS Sleman Mengumpulkan Rp 88,4 Juta dari Lelang Jersey

0

BOGORDAILY – Aktivitas PSS Sleman, bertajuk “Lelang Untuk Amal” resmi ditutup. Uang senilai Rp 88,4 juta terkumpul dari aktivitas itu.

Lelang jersey tersebut sudah berlangsung dua pekan. Dimulai 7 April, selesai, Senin (20/4/2020). Kegiatan lelang jersey ini merupakan upaya dalam berperan serta melawan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah DIY.

Lelang jersey pemain ini bertujuan untuk mengumpulkan dana guna melindungi tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah DIY. Selama kurang lebih dua pekan tersebut, sebanyak 38 jersey berhasil dilelang dan berhasil mengumpulkan dana amal sebesar Rp 88.450.000.

“Sebelum lelang berakhir kami sudah memesan 500 baju hazmat, 1000 face shield, 500 pasang sarung tangan, dan kelengkapan lainnya seperti masker dan hand sanitizer. Jika nantinya ada dana tersisa, maka akan kami gunakan lagi untuk membeli tambahan APD,” kata Media officer PSS Sleman, Ardita Nuzulkarnaen, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2020).

Terkait distribusi APD, dia menjelaskan bahwa setelah semua barang yang dipesan selesai diproduksi, maka akan disalurkan ke Puskesmas dan RSUD di wilayah DIY akan sesegera mungkin dilakukan.

“Kami berencana mendistribusikan bantuan ini sesegera mungkin. Tapi semua masih menunggu penyelesaian produksi dulu,” bebernya.

“Harapannya, pekan pertama Ramadhan sudah mulai bisa jalan, karena kurang lebih ada 40-50 titik di seluruh Kabupaten di DIY yang sudah kami data untuk disalurkan bantuan APD,” lanjutnya.

Dalam lelang itu, ada 4 jersey yang terjual dengan harga di atas Rp5.000.000. Salah satunya milik kapten tim Super Elang Jawa, Bagus Nirwanto, yang terjual di angka Rp5.800.000 dan menjadi nominal penjualan tertinggi.

Genjot Pemulihan Usai Corona, Pengusaha Meminta Pembahasan RUU Omnibus Law Terus Jalan

BOGORDAILY – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mendorong pemerintah dan juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melanjutkan kembali pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Seperti diketahui pembahasan ini sempat terhenti akibat belum adanya titik temu.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan RUU Cipta Kerja harus segera dibahas tuntas. Sebab, RUU tersebut menjadi modal besar bagi pengusaha untuk mempercepat pemulihan dan menggairahkan kembali perekonomian nasional pasca pandemi virus Corona.

“Pelaku usaha tidak setuju kalau ada yang menyatakan bahwa pembahasan RUU Cipta Kerja ini disetop sampai covid ini selesai, dasarnya apa dan apa urgensinya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4).

“Kalau memang dari unsur buruh meminta disetop sangat tidak adil, seolah olah bahwa RUU Cipta Kerja ini indentik hanya kepentingan buruh semata,” tambah dia.

Dia mengatakan, RUU Cipta Kerja ini terdiri dari 11 kluster, namun masalah ketenagakerjaan hanya 1 diantara 11 kluster tersebut. Jangan sampai, kata dia, mengalahkan yang 10 dan mengesampingkan kepentingan yang jauh lebih besar dan strategis.

Dia menyebut jika memang masalah ketenagakerjaan dianggap pembahasannya tidak tepat mengingat Covid-19, bisa dibahas belakangan. Mengingat kluster yang lain tidak begitu berhubungan dengan ketenagakerjaan, sehingga itu bisa dibahas duluan.

Jika Tak Ada Titik Temu di Bagian Ketenagakerjaan Bisa Dikesampingkan Dulu

ada titik temu di bagian ketenagakerjaan bisa dikesampingkan dulu

Dia mencontohkan seperti masalah UKM, menurutnya, ini menjadi salah satu yang sangat strategis untuk dibahas duluan. Terlebih menyangkut nasib 60 juta pelaku usaha UMKM yang saat ini pada kondisi hidup segan mati tak mau akibat Covid-19.

“Kita ingin paska Covid-19 nasib UMKM ini dapat semakin jelas dan pasti sehingga aktivitas usahanya dapat berlari kencang untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian kita. Setelah kluster UMKM ada kluster penyederhanaan perizinan tanah, persyaratan investasi, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengendalian lahan, kemudahan proyek pemerintah dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” jelas dia.

Disamping itu dia juga berharap, pasca Covid-19, berbagai kendala investasi sudah terjawab sehingga arus investasi yang masuk ke Tanah Air semakin deras dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.

Untuk itu, pihaknya sangat menaruh harapan besar terhadap RUU Cipta Kerja ini untuk dapat menjawab tantangan perekonomian global yang diperkirakan tumbuh minus di 2020 ini dan perekonomian nasional yang diperkirakan turun drastis di angka pertumbuhan 2,3 persen.

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR akan kembali mengagendakan rapat kerja lanjutan bersama pemerintah untuk membahas mengenai Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Agenda tersebut dijadwalkan mengingat belum ada satu keputusan jelas mengenai RUU tersebut.

Ketua Baleg DPR RI, Supratman Andi Agtas, mengatakan Baleg menyetujui rancangan jadwal rapat pembahasan RUU Cipta Kerja, dengan menyetujui pelaksanaan rapat kerja dengan pemerintah. Selain itu juga, pembahasan RUU Cipta Kerja akan dilanjutkan dengan pembentukan panitia kerja RUU tentang Cipta Kerja.

“Panitia Kerja RUU tentang Cipta Kerja membuka ruang partisipasi publik secara luas, dengan mengundang berbagai stakeholders dan para narasumber untuk memberikan saran dan masukan terhadap RUU Cipta Kerja,” kata Supratman saat menutup rapat, di DPR RI, Selasa (14/4).

PPE Bagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer Gratis

BOGOR DAILY – Masker menjadi perlengkapan wajib yang harus dikenakan warga saat ini ketika terpaksa harus bepergian ke luar rumah. Namun, tingginya harga masker medis dan sulit ditemukan di pasaran membuat beberapa warga tidak bisa memperolehnya.

Berbagai pihak pun tergerak untuk membagikan masker kain yang bukan standa medis, seperti yang dilakukan oleh PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) dengan membagikan ratusan masker kepada pengguna warga Babakan Madang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Direktur Utama PT PPE, Agus Setiawan, mengatakan, pihaknya melakukan pembagian ratusan masker kepada para masyarakat di tengah warga Indonesia yang saat ini diwajibkan untuk memakai masker oleh pemerintah pusat maupun daerah saat pandemi Virus Korona atau Covid-19.

“Kita sebut bantuan kecil lah untuk masyarakat dari PPE, dari mulai sekitar pabrik sampai dengan seluruh wilayah Kecamatan Babakan Madang. Saya pikir kita jangan larut dalam kesedihan, tetapi kita juga harus perbuat yang termasuk citra rusak kita perbaiki,” katanya kepada wartawan, Selasa (20/4/2020).

Tidak hanya itu saja lanjut Agus, pihaknya juga melakukan pembagian Hand Sanitizer dan masker untuk warga dan anggota yang mengamankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kecamatan Babakan Madang.

“Alhamdulilah kita jelang bulan ramadhan ini bisa berbagi, apalagi sebentar lagi PPE ini akan melakukan produksi. Kita bagikan masker, Hand Sanitizer, dan sabun cuci tangan serta penyemprotan Disinfektan di beberapa wilayah, kita juga saat ini sedang memesan juga 1000 masker untuk dibagikan,” jelasnya.

Sementara itu, Panit Lantas Polsek Babakan Madang, IPTU Estika Anovrianti, berterimakasih atas bantuan masker dan hand sanitizer yang diberikan oleh PPE kepada petugas pengamanan PSBB.

Menurut IPTU Estika sapaan akrabnya, dalam pemberlakuan PSBB ini Polsek Babakan Madang membuat dua posko penjagaan, yaitu di Trumbik dan Belanova untuk mengecek warga di luar daerah Bogor masuk ke wilayah Belanova.

“Jumlah personil itu di satu pos ada sekitar 20 orang anggota gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP dan Dishub serta dari kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, di penerapan PSBB ke tujuh ini masyarakat yang melewati wilayah Pos Belanova sudah mengalami perkembangan dengan kesadaran memakai masker.

“Alhamdulillah cukup tertib, mereka sadar akan wajibnya masker walaupun masih ada beberapa yang masih melanggar, kami pun memberikan sanksi tertulis bagi pelanggar,” tukasnya. (Andi).

UEFA Belum Berpikir untuk Membatalkan Kompetisi Musim ini

0

BOGORDAILY – Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan pihaknya masih berharap liga-liga di Eropa bisa kembali bergulir. Opsi-opsi untuk melanjutkan liga terus dipertimbangkan.

Sepakbola di Eropa saat ini sedang terhenti akibat pandemi virus Corona. Ajang Liga Champions. Liga Europa, sampai liga-liga domestik di negara Eropa belum bisa berjalan kembali.

Perdebatan terkait menyudahi dan terus menggelar liga tak terhindari. Ceferin mengaku masih pada pembahasan opsi melanjutkan liga.

Dia sebelumnya sempat mengatakan bahwa pertandingan lebih baik digelar tertutup daripada tidak sama sekali. Ceferin juga menyadari bahwa bakal ada dampak jika laga tak bergulir.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kami tidak bisa menyelesaikan musim ini. Dampaknya akan luar biasa. Kami harus menghormati keputusan pihak berwenang dan menunggu sampai bisa bermain,” kata Ceferin kepada Corriere della Sera.

Meski masih dalam posisi menunggu, Ceferin berharap kompetisi bergulir lagi dalam waktu dekat ini. Jika harus bergulir di September atau Oktober, dia menilai bakal menjadi situasi yang buruk untuk musim mendatang.

“Kami mengevaluasi serangkaian opsi, selalu berdasarkan tenggat waktu untuk memulai kembali. Akan sulit (untuk menyimpulkan musim pada September atau Oktober), itu akan terlalu berat pada kalender musim berikutnya,” tegasnya.

Gandeng KPK, Menko PMK ingin Memastikan Data Penerima Bansos Transparan

BOGORDAILY – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawal pelaksanaan program bantuan sosial (bansos) pemerintah untuk masyarakat terdampak Covid-19 sehingga berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menko PMK Muhadjir Effendy ingin memastikan data-data penerima bansos transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bagi keluarga miskin dan rentan yang belum masuk dalam DTKS selanjutnya harus dimasukkan dalam DTKS.

“Masih ada keluarga miskin dan rentan yang terdampak Covid-19 tidak tercakup dalam DTKS. Karena itu, daerah harus inisiatif untuk mendata warga terdampak baru,” kata Muhadjir dalam keterangannya, Senin (20/4/2020).

Dia menuturkan, saat penanganan Covid-19 ini adalah momentum yang tepat untuk lebih memutakhirkan DTKS, Antara lain yaitu dengan melakukan pendataan ulang terutama bagi masyarakat yang layak mendapat bantuan namun belum masuk dalam DTKS.

“Kami minta dukungan atau rekomendasi dari KPK untuk diperbolehkan menyalurkan bansos kepada warga di luar DTKS yang memenuhi syarat dan sesuai kriteria. Namun selanjutnya warga-warga tersebut menjadi prelist untuk di usulkan masuk dalam DTKS penetapan selanjutnya, sehingga K/L (Kementerian/Lembaga) penyalur bansos memiliki pegangan dan kepastian,” jelas Muhadjir.

Pemerintah pun, masih kata dia, selanjutnya akan menyalurkan bansos dengan baik, transparan, dan memegang teguh akuntabilitas.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menekankan data terbaik yang dapat dijadikan acuan penyaluran bansos ialah DTKS. Pasalnya, DTKS memuat data masyarakat yang telah dipadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Data paling valid untuk bagikan bansos adalah DTKS. Namun saat Pemda lakukan pembagian, tetap harus verifikasi agar menjadi bahan Pemda untuk perbaikan DTKS,” tuturnya.

“Dengan mengoptimalkan sembilan Koordinator Wilayah (Korwil) KPK, Inspektorat Kementerian/Lembaga, dan Kabupaten/Kota,” tukasnya.

Pelatih Persib Mengusulkan Shopee Liga 1 Jalan Tanpa Penonton

0

BOGORDAILY – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, punya ide untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020. Laga tanpa penonton jadi solusi terbaik.

Gara-gara pandemi virus corona, kompetisi sepakbola di seluruh dunia terhenti sementara termasuk Liga 1 2020. Bahkan Liga 1 bisa saja dibatalkan jika kondisi tak membaik sampai 29 Mei.

Keputusan itu tentu merugikan klub terutama pemain karena banyak yang dipotong gajinya. Sementara dari sisi sponsor utama, Shopee rugi besar.

Maka dari itu harus ada win-win solution terkait situasi saat ini. Salah satunya adalah dengan tetap menggelar kompetisi tanpa penonton jika kondisi sudah aman.

Hal ini sudah diwacanakan oleh beberapa liga top Eropa di Spanyol, Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia. Sebab klub-klub di liga itu butuh pemasukan dari segi hak siar ketimbang harus membayar penalti.

“Risikonya terlalu besar jika menggelar laga dengan penonton. Saya pikir, kita bisa melakukan hal yang sama dengan itu (pertandingan tanpa penonton) di Indonesia di bulan Juli,” kata Robert kepada pewarta Senin (2/4/2020).

Untuk mengobati kerinduan suporter, Robert menganjurkan untuk memaksimalkan peran media dalam penyiaran. Tapi di sisi lain, ia juga berharap adanya aturan ketat soal perlindungan terhadap pemain.

“Bila pun nanti kita bertanding di stadion yang kosong, itu tidak masalah. Karena yang penting semua bisa bermain bola, dengan tolak ukur yang benar kita bisa mencegah penyebaran virus hingga bisa musnah semuanya,” sambung pelatih asal Belanda itu.

“Kita punya saluran langsung di televisi, kemudian Persib TV dan lain-lain yang penting kita bisa menghibur para pendukung secara online,” tutupnya.

Jengkel PSBB Dilanggar, Bupati Bogor bakal Terapkan Sanksi

BOGOR DAILY – Masih banyaknya masyarakat dan perusahaan yang melanggar pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di hari ke tujuh ini membuat Bupati Bogor, Ade Yasin jengkel.

Politisi PPP ini mengatakan, jika masyarakat masih tidak patuh terhadap apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam penerapan PSBB ini, dirinya tak segan-segan akan memberikan sanksi tegas.

“Ini kan PSBB sudah dilaksanakan masih banyak yang melanggar, masa sih tinggal beberapa hari lagi mereka tidak mau berkorban. Coba aja jika di perusahaan ini banyak karyawannya yang satu terkena, maka akan banyak yang menjadi ODP, ini akan menghambat kerja kita, tolong masa sih saya harus keras kepada yang mengerti hukum, kalau memang perlu sanksi kita akan sanksi,” tegasnya, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, sangat setuju dengan kebijakan yang diterapkan saat ini oleh Pemekab Bogor dalam PSBB ini. Akan tetapi, masih banyak yang harus dievaluasi seperti operasi Komputer Rel Kereta (KRL) dan perusahaan yang mewajibkan ngantor.

Politisi Gerindra ini juga mengapresiasi, para aparat yang terlibat dalam pemberlakuan PSBB ini, baik TNI, Polri, satpol PP dan Dishub.

“Memang kita kalau lihat luas wilayah Kabupaten Bogor, jumlah personil kita terbatas dan saya tahu dari Kapolres, Dandim, Satpol PP dan Dishub, sudah berupaya maksimal, dan memang dengan adanya PSBB ini mengurangi aktivitas. Tapi, harus digencarkan lagi,” ucapnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat, bahwa Pemkab Bogor sudah melakukan kebijakannya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Bupati sudah melakukan tugasnya untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bogor, supaya penyebaran ini tidak masif, saya minta selalu gunakan masker kalau berpergian. Kalau tidak penting lebih baik di rumah saja. Kalau ini kita kompak bencana ini tidak akan berlangsung lama mari kita sama-sama perangi bersama,” tukasnya. (Andi).

Jelang Ramadhan, Pemkab Bogor Himbau Warga Ibadah di Rumah Saja

BOGOR DAILY – Jelang bulan suci ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengimbau jajarannya di tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk mengawasi aktivitas warga di tempat-tempat ibadah. Sebab, ramadhan tahun ini tak seperti biasanya lantaran umat Islam harus menjalaninya di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, mengenai ibdadah jelang bulan suci ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) baik pusat maupun Kabupaten Bogor, telah menghimbau agar melaksanakan ibadah di rumah saja.

“Sesuai arahan MUI kalau tarawih sebaiknya di rumah saja. Karena, ibadah dimanapun yang penting niat beribadah kita kepada Allah SWT tulus, insya Allah diterima,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Politisi PPP ini juga mengajak masyarakat Bumi Tegar Beriman, agar menyambut bulan suci ramadhan ini dengan hidup pola sehat ditengah pandemi Virus Korona ini.

“Intinya kita harus sambut bulan suci ini dengan tetap menjaga pola hidup sehat,” ajaknya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, menjamin stok sejumlah bahan pokok (Bapok) di semua pasar, baik pasar Tradisional maupun moderen jelang bulan Ramadhan aman.

“Kita sudah pastikan semua bahan pokok itu aman, ini kita bukan bicara jelang Ramadhan saja. Akan tetapi ditengah pandemi Virus Korona ini atau Covid-19 kita sudah pastikan aman,” katanya.

Lanjut kata mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan pihak Bulog, dalam penyediaan beras baik menjelang Ramadhan atau di pandemi Covid-19 ini.

“Kita pastikan aman, semacam beras dan minyak goreng itu aman hanya sebagian bapok yang import saja yang agak langka semacar kacang kedelai dan gula itu kan import, secara umum itu tersedia aman pokoknya,” tukasnya. (Andi).