Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 8329

Sembuh dari Corona, Andrea Dian Semangati Pasien yang Masih Berjuang

0

BOGORDAILY – Andrea Dian resmi sembuh dari virus Corona yang sempat membuatnya dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu. Dalam YouTube-nya, Andrea pun sempat berbagi tips dalam menangani virus ini dan tak lupa memberikan pesan untuk pasien yang masih dirawat.

“Pertama aku sih untuk teman-teman yang sedang berjuang melawan COVID-19, mencoba untuk ikhlas buat ngejalaninnya,” ujar Andrea dalam YouTubenya, dilihat Minggu (12/4/2020).

“Lebih positif, lebih mencoba membuat semuanya happy. Meskipun itu susah. Kayak nggak pengin makan tapi paksain aja. Kalian yakin kalau kalian akan sembuh akan pulih lagi. Jangan mikir ‘Aku masih sakit gini-gini’,” lanjutnya lagi.

Andrea terus menyemangati pasien positif Corona. Ia meminta untuk tetap berpikiran positif, percaya dan beriman kepada Tuhan, serta tetap olahraga dan meminum vitamin.
“Kalian harus yakin kalian pulih, kalian sembuh. Kalian bisa sembuh, kalian harus imani juga bahwa Tuhan akan menolong kalian, dan jangan lupa olahraga dan minum vitaminnya,” lanjut Andrea.

Selain itu, Andrea pun menyebut saat ia dirawat, perawat dan dokter yang datang padanya juga melakukan hal yang sama. Mereka berkomunikasi dengan Andrea dan memberikan semangat untuknya.

“Happy-nya para orang-orang medis itu kayak ‘Ayo yakin bisa sembuh’. Nah itu kita nggak boleh sedih, kita nggak boleh nangis. Gimana sebisa mungkin kalian berkomunikasi sama orang yang kalian sayang,” ungkapnya.

Diketahui Andrea, proses yang paling cepat dalam penyembuhan virus ini adalah imun dalam tubuh. Imun akan meningkat juga dibantu dari pikiran yang positif serta semangat untuk sembuh dari sakit.

“Supaya kalian bisa memperbaiki imun tubuh. Kalau misalkan kalian happy, imun tubuh juga semakin bagus. Mereka tuh dari awal bilangnya itu,” tutup Andrea.

Ussy Sulistiawaty Ajak Anak-anak Masak Untuk Hilangkan Bosan di Rumah

0

BOGORDAILY – Ussy Sulistiawaty dan keluarga juga ikut menuruti imbauan pemerintah untuk social distancing. Ia memiliki cara agar anak-anak tak bosan karena selalu di rumah.

Salah satunya adalah dengan mengajak anak-anak memasak. Hal tersebut diunggah melalui akun YouTube Ussy.

“Karena sekarang lagi WFH ya, masa nonton drakor lagi drakor lagi. Jadi ada kegiatan lah ya. Jadi ya udah daripada nggak ngapa-ngapain mending masak, nambah ilmu,” kata Ussy Sulistiawaty saat dihubungi.

Apalagi memasak memang hobi anak-anak Ussy. Yang penting, ia memastikan anak-anaknya tetap sibuk agar tak cepat bosan.

“Seneng, Amel juga seneng main di dapur. Ara juga suka masak ya. Ya jadi memang harus melakukan kesibukan aja sih ya,” lanjutnya.

Namun, ibu empat anak ini menyebut anak-anaknya mulai merasa kangen dengan teman-teman sekolah. Setelah diberi pengertian, untungnya anak-anak bisa paham.

“Di luar juga pada gitu, nggak boleh ke mana-mana. Tapi ada masa kangen sama teman-teman. Untungnya mereka ngerti,” pungkasnya.

Persita Tak Masalah Jika Liga 1 2020 Dihentikan

0

BOGORDAILY – Pandemi virus corona membuat kelanjutan Shopee Liga 1 2020 menjadi tak jelas. Andaikan harus dibatalkan, Persita Tangerang siap lahir-batin.

Menurut Persita, pembatalan itu sesuai dengan salah satu poin keputusan force majeure Liga 1 dan Liga 2 2020 yang ditetapkan PSSI.

“Sebenarnya memang kalau kompetisi mau di setop itu akan lebih baik ya. Disetop saja untuk liga tahun ini,” kata Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara, kepada wartawan.

“Jadi daripada dipaksakan, kita semua juga tidak tahu bagaimana situasi ke depannya kan. Karena sekarang juga situasinya juga sudah sangat luar biasa,” sambungnya.

Ada opsi membuat turnamen sepakbola andai kompetisi dihentikan. Rencana itu diutarakan PSSI setelah menggelar rapat dengar pendapat bersama DPR tengah pekan ini.

Soal itu, Persita belum bisa menentukan sikap. Klub akan melihat dulu seperti apa format turnamen dan berbagai hal lainnya.

“Kalau misal nanti ada kompetisi lagi untuk mengisi akhir musim saya belum bisa berkomentar juga, kami lihat juga formatnya seperti apa kompetisinya,” tutur Nyoman.

“Ya saya pikir itu juga bagus sekali. Tapi itu juga tergantung keadaan pada September itu seperti apa,” tutupnya.

Tunda Nikah Gegara Corona, Jessica Iskandar Bisa Lebih Kenal dengan Richard

0

BOGORDAILY – Pernikahan Jessica Iskandardan Richard Kyle sejatinya akan digelar 11 Maret 2020. Namun pernikahan yang seharusnya digelar di Bandung, Jawa Barat itu terpaksa harus ditunda lantaran pandemi Corona.

Jessica mengatakan sama sekali tak menyesal pernikahannya harus ditunda lantaran Corona. Ia memang mengutamakan keselamatan banyak orang yang terlibat dalam pernikahan itu.

Tak hanya itu, menurutnya ada juga hikmah yang diterima saat pernikahannya harus ditunda. Ia kini bisa lebih mengenal calon suaminya itu.

“Percintaan aku seperti drama korea selalu geregetan sampai ending, kita semangat ya @richo_kyle untuk pelaminan kita di waktu berikutnya. Mungkin 11 April bukan tanggal yang tepat. Masih banyak hari indah lainnya. Kita hanya di berikan waktu lebih untuk pacaran dan lebih mengenal I Love you, yangski #throwback #dirumahaja Tshirt @alexanderbarackel from @b__achdim,” kata Jessica Iskandar dalam Instagram miliknya.

Sesaat setelah postingan itu diunggah, Jessica mendapatkan dukungan dari teman dan netter. Banyak netter dan temannya yang mendoakan agar pernikahan itu segera digelar usai pandemi Corona berakhir.

“Sabar y kak jes,,jodoh g kemana kok..stay safe ya,” komen akun azi***.

“Sabar y mba Jedar yg cantik,” jelas akun jes***.

Selama Wabah Corona Kementan Pastikan Sektor Pertanian Tetap Produktif

BOGORDAILY – Kementerian Pertanian termasuk salah satu sektor garda terdepan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Sebab, saat wabah corona, masyarakat membutuhkan pasokan bahan pangan lebih.

“Yang dinamakan pejuang atau pahlawan bukan hanya dokter, perawat tapi juga seluruh petani di Indonesia, karena petani lah yang menyediakan pangan, coba bayangkan kalau sekarang dalam kondisi covid-19 pangan bermasalah maka akan sulit, maka dari itu pertanian tidak boleh berhenti,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, melalui keterangan virtual video, Senin (13/4).

Dedi menjelaskan, pertanian itu berperan sebagai penyedia pangan sumber karbohidrat, vitamin, dan protein, tidak kenal hari libur, produksi bahan makanan pada masa pandemi covid-19 tetap terus berjalan. Dengan terus meningkatkan pasokan input pertanian seperti benih, pupuk, pestisida, dan obat-obatan pertanian lainnya dan memastikan pasokan tersebut hadir di tengah petani, secepatnya agar petani terus berproduksi.

Dia juga memastikan distribusi pangan secara berkelanjutan, khususnya ke anggota masyarakat atau petani yang kurang mampu. Selain itu, Kementan juga berusaha untuk memperpendek rantai pasok. Di mana, petani lokal dapat langsung memasarkan produknya di tingkat lokal mengingat banyak karantina wilayah, atau dengan menggunakan e-commerce.

Dengan adanya petani milenial sangat membantu pasokan bahan tersebut, karena mereka mampu mendistribusikan bahan pangan menggunakan kecanggihan teknologi, sehingga hal itu mempermudah petani untuk memasok bahan pangan.

“Pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm seperti sayuran segar, buah-buahan, susu, telur, kacang-kacangan, dan sebagainya yang merupakan penyedia vitamin dan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi infeksi Covid 19, dapat menggandeng tokoh masyarakat untuk promosi dan memasok bahan pangan segar ke masyarakat sekitar,” tutupnya.

Petani Milenial

Untuk itu, Kementan menetapkan Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang berjumlah 67 orang dari berbagai provinsi di Indonesia. Diketahui untuk DPM berusia 19-39 tahun yang menekuni bidang pertanian dari hulu ke hilir dan adaptif dengan perubahan teknologi dan informasi, dan DPA di atas 39 tahun yang memiliki kemampuan pioner di bidang agribisnis.

“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” ujar Dedi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani milenial yang umurnya 19-39 tahun itu terus menurun, untuk contoh seperti tahun 2017 ke tahun 2018 ada penurunan kurang lebih 415 ribu petani milenial. oleh karena itu, hal tersebut menjadi tantangan untuk meningkatkan petani-petani milenial.

“Pentingnya duta pertanian mienial DPM dan Andalan DPA khusus di tengah wabah covid 19. Jadi ternyata petani milenial itu tidak sampai 10 persen dari total petani kita yang berjumlah 33,4 juta petani dan sebagian lagi sudah masuk usia tua, nah itulah permasalahan kita, ujarnya.

Sementara itu, saat ini petani-petani di Indonesia umurnya sudah mendekati kurang produktif dan umurnya banyak yang mendekati umur 56-60 tahun, dan ini fase kurang produktif, sementara penambahan petani muda masih tersendak.

Padahal yang namanya pembangunan pertanian di zaman modern apalagi di era 4.0, petani milenial itu mutlak, karena mereka pasti melek teknologi, dan cerdas. Oleh karena itu regenerasi itu mutlak harus dilakukan, mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu harus meregenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan, karena merekalah yang paling berperan dalam pembangunan pertanian Indonesia ke depan.

“Sekarang generasi muda sudah mulai nampak kontribusinya pada pembangunan pertanian, karena memang petani milenial dan petani andalan berperan penting dalam peningkatan generasi muda, selain itu mereka sebagai pelopor dan contoh kepada generasi muda yang lain agar terjun kepertanian, khususnya agribisnis,” tandasnya.

Terlena Rayuan Pemuda Gagah nan Tampan, Janda Muda ‘Klepek-klepek’

0

BOGORDAILY.net – Tak tahan dengan rayuan pemuda gagah berparas tampan yang dikenalnya lewat sosial media.

Seorang perempuan berstatus janda harus menelan pil pahit setelah tahu kenyataannya.

Ia mengenal seorang pemuda gagah berwajah rupawan yang dikenalnya melalui media sosial.

Hubungannya berlanjut dan intensitas keduanya di chat WhatsApp (WA) semakin dekat.

Kepada sang janda muda, pemuda 25 tahun itu mengaku sebagai perwira TNI (Tentara Nasional Indonesia) berpangkat kapten.

Belakangan kedoknya terbongkar dan nasib pilu dihadapi sang janda muda karena telanjur transfer uang Rp 60 juta.

Diketahui korban berinisial SM (39) warga Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

Seiring masa perkenalan, sang pria mulai menjalankan aksinya dengan mengiming-imingi korban untuk dijadikan istri.

Syaratnya SM yang berstatus janda itu membantu sang pria membayar biaya wira-wiri untuk mengurus mutasinya ke Kodim Pemalang.

Belakangan diketahui pria yang bernama Ari Wibowo (25), warga Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang bukanlah anggota TNI hingga akhirnya diringkus aparat Polsek Kedungwuni.

Kapolsek Kedungwuni AKP Prisandi Tiar saat dihubungi menjelaskan, penipuan berawal saat SM dan Ari berkenalan lewat aplikasi pertemanan OLAA pada awal Januari 2020.

Di aplikasi tersebut, Ari memasang foto profil memakai seragam TNI dan mengaku berpangkat kapten.

“Setelah itu, komunikasi antara korban dan tersangka berlanjut via Whatsapp.

Kemudian, tersangka mengatakan kepada korban dirinya dinas di Jakarta,” kata AKP Sandi, Rabu (8/4).

Setelah intensif berkomunikasi melalui WhatsApp, tersangka meminta uang kepada korban dengan alasan untuk biaya pindah tugas dari Jakarta ke Kodim Pemalang.

Agar lebih meyakinkan, Ari berjanji menikahi SM setelah pindah tugas di Pemalang.

“Korban mentransfer uang ke tersangka kurang lebih Rp 60 juta yang dikirim secara bertahap dari awal bulan Januari 2020 hingga Maret 2020.

Korban mengirimkan uang karena terperdaya modus tersangka yang akan menikahi korban,” ujarnya.

Kasus ini terbongkar setelah SM curiga dengan gelagat Ari.

Ari yang mengaku pindah tugas di Kodim Pemalang sejak Februari 2020 selalu mengelak saat diajak SM bertemu.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Berjenis Xanax, Vanessa Angel Akhirnya Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tersangka selalu beralasan sedang dinas di luar.

Akhirnya, Senin (6/4/2020) sekira pukul 11.00, korban datang ke Kodim Pemalang.

Dia menanyakan perihal anggota TNI bernama Kapten Rendi.

Dari keterangan anggota Kodim Pemalang, tidak ada nama itu.

“Saat itu juga, korban sadar menjadi korban penipuan,” katanya.

Dibantu anggota Koramil Taman, Kabupaten Pemalang, SM mencari Ari.

Penipu tengik ini ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB.

Anggota koramil yang membantu pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kedungwuni.

Pelaku dibawa ke Polsek Kedungwuni untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ari akan dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun kurungan penjara.

“Agar kejadian serupa tidak terulang, kami imbau masyarakat jangan mudah percaya dengan seseorang yang baru dikenal.

Lebih-lebih, diminta untuk mentransfer sejumlah uang,” tambahnya.(*)

Kenang Glenn Fredly, Dewi Perssik Bercerita di Balik Lagu ‘Hikayat Cintaku’

0

BOGORDAILY – Pedangdut Dewi Perssik kembali mengingat momennya menjalani proyek bersama dengan mendiang Glenn Fredly. Diakui, lagu ‘Hikayat Cintaku’ merupakan ciptaan Glenn.

Seperti yang ada dalam tayangan YouTube channelnya, Dewi mengaku saat itu Glenn menciptakan lagu yang mengibaratkan dirinya.

“Dia (Glenn) bilang begini, ‘Aku mau menciptakan lagu mengibaratkan dia, kamu nyanyikan sekarang. Nyanyi lagu dangdut apa aja’. Ketika itu aku nyanyi lagu Bunda Evi Tamala. ‘Aku mau kamu nyanyi lagu kamu, tapi sambil nari’. Aku sambil nari dan menunjukan aku punya skill,” ujar Dewi.

Diakui Dewi, saat itu Glenn hanya meminta waktu 15 menit untuk menyelesaikan lirik lagu. Melihat keahlian Glenn saat itu, Dewi pun sempat terpukau.

“Pokoknya nggak sampai 15 menit dia bilang, ‘Kasih waktu aku. Aku selesaikan lirik ini untuk Dewi Perssik’. Terus aku gini, dalam pikiran aku, ‘Gila hebat banget nggak sampai 15 menit bisa menciptakan lagu’,” tutur Dewi.

Diakui Dewi dalam waktu penyelesaian lagu itu, Glenn hanya butuh waktu tiga jam saja. Dewi juga diajarkan nada dari lagu ciptaannya itu

“Langsung ambil gitar, mainin nada. Ketika itu musiknya satu jam jadi, aku suruh apalin lagunya, minimal tahu lirik,” jelasnya.

“Dia ngajarin nadanya, tiba-tiba di-take langsung hari itu juga. Dia bilang jangan diilangin cengkok dangdutnya. Selesai. Begitu saja tiga jam,” tutup Dewi.

Glenn meninggal dunia pada 8 April 2020 setelah berjuang melawan meningitis yang diidapnya. Glenn telah disemayamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, 9 April 2020.

Pemkab Bogor Siapkan Rp300 Ribu Perbulan untuk 180.015 Warga Miskin. Ini Data Lengkapnya

0

BOGORDAILY.net – Jelang penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang akan dilakasanakan pada hari Rabu (15/4/2020) nanti, untuk wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek). Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan pemantapan.

Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan semua unsur Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Agenda tadi adalah penetapan Data Terpadu Kesejahteraan (DTK), untuk bisa diimplementasikan sebagai kebijakan pangan dampak kesejahteraan sosial yang terjadi di Kabupaten Bogor akibat Covid-19,” katanya kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Menurut Wakil Bupati Bogor ini, ada lima sumber bantuan sosial untuk masyarakat Kabupaten Bogor yang terkena dampak Covid-19. Diantaranya, bantuan dari Presiden, Kementerian Sosial, Gubernur Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor dan dana desa.

“Untuk DTKS Kabupaten Bogor berdasarkan pengesahan Kemensos RI per Januari 2020 sebanyak 341.616 rumah tangga miskin (RTM), atau diasumsikan teralokasikan bagi masyarakat Kabupaten Bogor sebanyak 1.386.789 jiwa. Untuk DTKS dari Kemensos ada 291.487 dan dari Gubernur sebanyak 12.947 RTM,” jelasnya.

Sementara lanjut politisi Partai Gerindra ini, hasil pendataan dari tim Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersama kecamatan, kelurahan atau desa, RT/RW terdata sebanyak 400.336 RTM.

“Bersumber dari alokasi bantuan presiden sebanyak 133.256 RTM, bantuan dari Pemprov Jabar 87.065 RTM, dan untuk tanggung jawab Pemkab Bogor sebanyak 180.015 RTM masing-masing sebesar Rp300.000 per bulan atau setara dengan 30 Kg beras medium bulog selama 3 bulan,” tukasnya. (Andi).

Isu Transfer: Atletico Madrid Tertarik Rekrut Lacazette

0

BOGORDAILY – Alexandre Lacazette kabarnya menjadi incaran Atletico Madrid di bursa transfer mendatang. Striker Prancis itu disebut kurang puas dengan performanya di Arsenal.

Pelatih Atletico, Diego Simeone, disebut-sebut ingin memperkuat lini serangnya di musim mendatang. Melansir laporan El Desmarque, Lacazette menjadi target utama Simeone pada bursa transer musim panas 2020.

Pemain 28 tahun itu dilaporkan kurang puas dengan performanya bersama Arsenal. Dari 20 penampilannya di Liga Inggris, Lacazette baru mencetak tujuh gol sejauh ini dan beberapa kali dirotasi sejak awal musim ini.

Ketidakpuasan Lacazette ditambah dengan fakta jika dirinya belum pernah mencicipi pertandingan di Liga Champions bersama Arsenal. Meriam London terakhir kali bermain di kompetisi tertinggi Eropa itu pada musim 2016/2017.

Beberapa penggemar Arsenal juga disebut tak keberatan jika Lacazette segera angkat kaki dari klub. Dalam sebuah survei di media sosial, mayoritas pendukung klub asal London Utara itu lebih menginginkan eks pemain Olympique Lyone tersebut dijual pada musim panas nanti.

Kendati demikian, masa depan Lacazette di Arsenal kabarnya juga bergantung kepada rekan duetnya, Pierre-Emerick Aubameyang. Striker asal Gabon itu sedang santer dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona.

Andai Aubameyang benar-benar pindah di bursa mendatang, maka Lacazette akan dipertahankan manajer Mikel Arteta. Namun, ia juga bisa saja dilepas jika harga yang ditawarkan klub peminat sesuai dengan keinginan Arenal.

Andai mau memboyong Lacazette di bursa mendatang, Atletico harus bersedia mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Pemain internasional Prancis itu memiliki harga pasar sebesar 45 juta paun (Rp 886 miliar).

Beda Aturan soal Ojek Tuai Kritik Saat Pandemik

BOGORDAILY – Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk mencegah Penyebaran Corona atau COVID-19. Kritik muncul pada salah satu pasal yang mengatur tentang operasional ojek selama PSBB.

Dalam Permenhub yang diteken Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan itu, pada Pasal 11 ayat 1 poin C menyebutkan sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Lalu pada poin D dijabarkan kalau dalam hal tertentu untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan untuk kepentingan pribadi, sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan.

Mengacu Permen tersebut, juru bicara Kemenhub Adita Irawati membenarkan kalau ojek maupun kendaraan pribadi bisa angkut penumpang. “Iya dengan syarat-syarat yang sudah ditetapkan di situ. Semua ojek, sepeda motor di situ kategori sepeda motor baik itu ojek maupun kepentingan pribadi makanya ada kata-kata pelayanan masyarakat maupun pribadi itu boleh mengangkut penumpang. Di situ ada persyaratannya,” kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati saat dihubungi, Sabtu (11/4).

Beda aturan dalam satu Pasal itu kemudian menuai kritik. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 itu kontradiktif dengan pasal lainnya di Permenhub. Selain itu, menurut Djoko, aturan dalam Permenhub tersebut terkesan ambigu. Sebab, tak dijelaskan yang dimaksud dengan ‘kepentingan masyarakat’.

“Bertentangan dengan aturan sebelumnya dan aturan dalam Permenhub itu sendiri serta prinsip physical distancing (jaga jarak fisik). Ada kesan ambigu di Permenhub No 18 Tahun 2020 (pasal 11. D)” kata Djoko dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2020).

Djoko mempertanyakan soal pengawasan dan teknis pemeriksaan suhu tubuh apabila ojek dan ojek online diizinkan mengangkut penumpang selama PSBB. Dia tak yakin implementasi pencegahan COVID-19 bisa berjalan baik jika tanpa pengawasan petugas di lapangan.

Dia juga mengatakan, juga mengatakan, jika izin untuk ojek angkut penumpang diterapkan, itu menimbulkan potensi keirian terhadap moda transportasi lain, sehingga aturan menerapkan jaga jarak fisik pengguna sepeda motor tak terjadi.

Untuk itu, dia menilai Permenhub Nomor 18 tahun 2020 perlu direvisi atau dicabut. Apalagi, lanjut Djoko, dalam Pasal 92 UU Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juga mengatur sanksi pidana hingga denda Rp 100 juta bagi orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

“Sebaiknya segera cabut dan revisi Permenhub. Nomor 18 Tahun 2020. Abaikan kepentingan bisnis sesaat yang menyesatkan. Utamakan kepentingan masyarakat umum demi segera selesainya urusan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) yang cukup melelahkan dan menghabiskan energi bangsa ini,” jelas dia.

Sementara itu, pihak Kemenhub menegaskan aturan itu tak bertentangan. Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Menhub Umar Aris memaparkan, aturan Pasal 11 ayat 1 poin C sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan.

“Pasal 11, satu hal yang harus kita baca, bahwa yang kita dahulukan dalam pengaturan ini Pasal 11 Ayat 1 poin c itu justru kita menginspirasi dan bertanggung jawab terhadap semangat yang sama, terbukti ini yang menjadi awal sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang, itu kita semangat sama dengan Peraturan Menteri Kesehatan dan itu tidak bertentangan,” kata Umar dalam konferensi pers, Minggu (12/4/2020).

Selain itu, Umar mengungkapkan ojek dan ojek online diizinkan mengangkut penumpang dengan syarat yang cukup ketat dan mengedepankan protokol kesehatan.

“Ini tercermin bahwa kita rumuskan dalam butir D ‘dalam hal tertentu’, tentu ini bukan menggantung ya, improvisasi di lapangan, bisa saja kalau perkembangan tertentu atau masukan untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan pribadi, tapi rambu-rambunya harus dibaca juga bahwa aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB, melakukan desinfeksi, menggunakan masker,” jelas Umar.

“Dalam arti kata, ketika dalam suatu daerah menerapkan PSBB atau bapak polisi menemukan di jalan orang (naik motor) berdua, sepanjang dia tidak memenuhi kaidah-kaidah protokol yang terdapat di butir D tentu ini adalah pengambilan keputusan di lapangan, tetapi peraturan transportasi membuka ruang, kan ada juga di daerah lain yang alhamdulillah belum PSBB.,” sambungnya.