Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 8330

Sancho Kirim Konfirmasi Akan Gabung Manchester United?

0

BOGORDAILY – Winger muda berbakat Jadon Sancho disebut-sebut akan meninggalkan Borussia Dortmund. Sancho telah mengirim kode akan bergabung Manchester United. Betul?

Sancho, 20 tahun, menjadi salah satu pemain paling diburu saat ini berkat performa mengagumkan di sepanjang 2019/20. Sebanyak 17 gol plus 19 assist menandai torehan pesepakbola Inggris itu dalam 35 penampilan saja.

Man United, Liverpool, dan Chelsea dikabarkan tertarik mengamankan servis Sancho. Akan tetapi, di antara ketiganya Sancho mengindikasikan memilih berlabuh di Old Trafford di musim depan.

Seperti diberitakan Mirror, sinyal diperlihatkan Sancho dalam video Instagram Live dengan penggemarnya. Seorang fan menulis kepada Sancho yang bunyinya “Sesap airnya kalau kamu bergabung United.”

Sancho tampak berpikir sebentar sebelum menenggak air dalam botol yang ada di dekat dia.

Indikasi tersebut membuat menggemparkan suporter Man United di dunia maya. Sebagian besar percaya bahwa Setan Merah akan mendaratkan Sancho.

Seandainya demikian, MU tidak akan dengan mudah bisa menggaet Sancho. Kabarnya, Dortmund mematok harga tidak kurang dari 100 juta pound sterling (Rp 1,9 triliun).

Gila! Pak Guru Cabuli 9 Siswanya Secara Bergantian

0

BOGORDAILY.net – Entah apa yang merasukinya, oknum guru ini benar-benar kesetanan berbuat mesum kepada siswinya sendiri.

Kali ini pelakunya seorang oknum guru SD di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pria berinisial NR alias UD itu diringkus polisi lantaran terlah berbuat asusila terhadap bocah di bawah umur.

Pria berusia 50 tahun itu diketahui telah mencabuli 9 murid yang berjenis kelamin laki-laki.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo saat rilis kasus, Selasa (17/3/2020), mengatakan kasus asusila terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada bulan Juni hingga Agustus 2019 lalu.

“Pelaku ditangkap jajaran Polsek Sambaliung Sabtu (14/3/2020) pukul 14.00,” kata Kapolres.

Pelaku NR sendiri saat ini masih berstatus PNS di salah satu SD di Kecamatan Sambaliung.

“Kelakuan NR ini terungkap setelah salah satu keluarga korban melaporkannya ke polisi dan kami lakukan penyidikan dan penyeledikan,” tutur Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo.

Edy menjelaskan, pengungkapan kasus asusila anak di bawah umur ini dilakukan secara hati-hati lantaran korban merupakan anak di bawah umur.

Kini pelaku mendekam di Mapolres Berau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

NR, pelaku tindakan asusila terhadap anak di bawah umur hanya bisa tertunduk lesu saat digelandang ke Mapolres Berau.

Kepada polisi, NR mengakui perbuatannya.

Ia juga mengatakan rata-rata korbannya anak sekolah menengah pertama (SMP).

NR menjelaskan, awalnya hanya ada tiga pelajar laki-laki yang datang kerumahnya dan meminta meminjam uang untuk beli bensin.

Pelaku kemudian menjanjikan akan memberi uang, jika korban bersedia diurut oleh pelaku dan mengajaknya melakukan hubungan tak senonoh.

“Tapi saya bilang bisa kasi asal bersedia diurut,” tuturnya.

Setelah diurut, disitulah korban mulai melancarkan aksi bejatnya tehadap bocah di bawah umur.

Hal serupa juga diungkapkan Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo.

“Korban ini mengurut bagian vital pelaku, yang setelah terangsang pelaku melakukan aksinya persetubuhan sesama jenis,” kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo.

Setelah itu sejumlah korban pun menjadi incaran pelaku.

Hingga sembilan bocah menjadi korban pelaku hanya dalam kurun waktu tiga bulan beraksi.

AKBP Edy saat rilis kasus di Mapolres Berau, membeberkan barangbukti yang berhasil disita dari pelaku.

Ada dua barang bukti yang berhasil polisi amankan, yakni handbody atau lotion dan kondom.

Tak cuma handbody dan kondom, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti lain berupa dua buah handphone.

Dari keterangan polisi, pelaku sendiri diketahui telah lama pisah alias cerai dengan sang istri dan di rumahnya hanya seorang diri.

AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan pelaku mudah melancarkan aksinya karena profesinya sebagai guru.

NR memilih korban yang dapat Ia ajak melakukan persetubuhan untuk menyalurkan hasrat seksualnya.

Akibat perbuatan NR, ia pun dijerat UU Perlindungan Anak dan terancam hukuman penjara 15 tahun.

“Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan hukuman maksimal 15 dan minimal lima tahun penjara,” kata Kapolres saat rilis, Selasa (17/3/2020).

“Karena melanggar pasal 81 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” jelasnya.(*/bdn)

Jangan Sampai Sembako Langka, Jokowi Minta Peringatan FAO Diperhatikan

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo meminta jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kepala Daerah memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah pandemi Corona (COVID-19). Jokowi ingin kepala daerah memastikan bahan pokok aman dan memastikan tidak ada kelangkaan.

“Perlu saya ingatkan lagi, untuk mungkin Pak Mendagri agar menjaga gubernur, bupati wali kota diingatkan untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok, membuat perkiraan-perkiraan ke depan, sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau,” ujar Jokowi dalam Rapat Terbatas yang disiarkan secara ive di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/4/2020).

Jokowi juga meminta agar seluruh jajaran memperhatikan betul saran dari Food and Agriculture Organization (FAO) terkait kemungkinan terjadinya kelangkaan bahan pangan di tengah pandemi Corona. Jokowi meminta seluruh kepala daerah betul-betul memeriksa sehingga kelangkaan pangan tidak akan ada.

“Dan Juga ini peringatan FAO agar betul-betuk kita perhatikan, kita garisbawahi mengenai peringatan bahwa pandemi COVID-19 bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia, atau krisis pangan dunia ini betul-betul harus kita pastikan,” jelasnya.

“Mungkin panen ini baik, tapi panen yang pada penanaman ya ke bulan Agustus, September, yang (panen) kedua betul-betul dilihat secara detail sehingga tidak mengganggu produksi rantai pasok, maupun distribusi dari bahan-bahan pangan yang ada,” sambungnya.

RSUD Cileungsi Tangani Dua Pasien Positif Covid-19, 1 Meninggal

0

BOGOR DAILY – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi  menangani dua pasien positif Covid-19. Keduanya masih menjalani proses isolasi. Seperti diungkapkan Direktur RSUD Cileungsi, Drg. Wiwik Widyawati.

Ia mengatakan, dari ke dua pasien positif Covid-19 di antaranya perempuan usia 25 tahun, dan laki-laki usia 39 tahun. Menurutnya, kedua pasien itu sudah mulai membaik tinggal menunggu hasil Swab dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Sebetulnya kita ada tiga pasien positif Cobid-19 di RSUD Cileungsi ini, satu pasien usia 55 tahun laki-laki meninggal. Dan saat ini tinggal ada dua pasien lagi yang keadaanya mulai membaik,” katanya kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan, total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Cileungsi sendiri berjumlah 17 orang, serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 26 orang.

“Di kita ada 3 pasien positif, PDP ada 17 dan ODP ada 26 orang. Kita juga sudah lakukan pembatasan akses masuk dam hanya satu pintu saja melalui pintu utama, dan mewajibkan memakai masker, cuci tangan sebelum masuk dan pengukuran sihu badan,” jelasnya.

Masih kata Drg.Wiwik sapaan akrabnya, di RSUD Cileungsi sendiri sudah melaksanakan Rapid Tes dan Swab kepada dokter dan tenaga medis yang bekerja.

“Untuk saat ini sumber saya manusia di RSUD Cileungsi ada 32 dokter spesialis, 36 dokter umum, 168 perawat dan bidan, 13 Radiografer, 15 analisis Laboratorium, 3 analisis Bank darah, 2 ahli kesehatan lingkungan, 5 rehab medik, 21 ahli kefarmasian, 1 elektro medis dan 4 nutrisionis,” tukasnya. (Andi).

Rudy Ketuk Hati Pengusaha Perangi Covid-19

BOGOR DAILY – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengajak semua pengusaha di Bumi Tegar Briman agar memberikan bantuan di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Geeindra) Kabupaten Bogor ini mengatakan, tentunya dengan adanya bantuan dari para pengusaha bisa meringankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam penanganan Covid-19 ini.

“Saya mengajak kepada semua pengusaha yang memang mencari penghasilannya di Kabupaten Bogor, agar memberikan bantuan baik itu Alat Pelindung Diri (APD) maupun yang lainnya, untuk petugas medis yang berada di garda terdepan,” katanya kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan, bencana yang ada saat ini melanda Kabupaten Bogor merupakan tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah saja. Dan seharusnya, semua unsur pemerintah dan pengusaha harus bersinergi untuk penanganan Covid-19.

“Mari kita bantu untuk tenaga medis dalam menangani Covid-19 ini, mari kita kerja bersama, saya berterimakasih kepada Pak Eko yang audah menyumbangkan satu alat Ventilator, Patient Monitor dan APD yang sudah di serahkan kepada RSUD Cileungsi,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha yang memberikan bantuan ke RSUD Cileungsi yaitu Eko, berharap, dengan adanya sumbangan ini bisa memberikan sebuah dorongan bagi pengusaha di Kabupaten Bogor.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, bisa memberikan dorongan bagi pengusaha lain dalam membantu tenaga medis yang bekerja di garda terdepan,” tukasnya.

Sementara, Direktur RSUD Cileungsi, Drg. Wiwik Widyawati, sangat berterimakasih, atas bantuan yang diberikan berupa Ventilator, Patient Monitor dan APD. Menurutnya, tentu hal tersebut sangat membantu bagi kelangsungan pelayanan di RSUD yang berlokasi di Bogor Timur tersebut.

“Ini sangat membantu kami, soalnya ada juga kan yang kemarin gagal nafas, dengan adanya bantuan ini bisa membuat kita banyak juga. Kita berharap badai ini bisa cepat berlalu, dan saya berterimakasih kepada Pemkab Bogor yang sudah menjadi fasilitator dalam bantuan ini,” tukasnya. (Andi).

Karena Desakan dari Keluarga Pogba Pindah ke Juventus

0

BOGORDAILY – Paul Pogba mengungkapkan keputusannya pindah ke Juventus dipengaruhi oleh keluarga. Ibu dan kakaknya yakin Pogba akan sukses jika hengkang dari Old Trafford.

Pogba yang berkembang di akademi Manchester United sempat memutuskan berseragam Juventus pada musim 2012-2016. Ia merapat ke Si Nyonya dengan status bebas transfer usai kontraknya dengan Setan Merah saat itu habis.

Pemain 27 tahun ini kemudian menjelma menjadi salah satu gelandang paling menjanjikan di Eropa. Bersama Si Nyonya Tua, Pogba mencatatkan 178 penampilan dengan mencetak 34 gol.

Pogba mengungkapkan keputusan untuk hengkang ke Juventus tak lepas dari pengaruh keluarganya. Kakak dan Ibu Pogba menyarankan agar ia hengkang dari MU demi mendapatkan menit bermain yang lebih layak.

The Red Devils harus mengeluar dana senilai 105 juta pound untuk menebus Pogba dari Juventus. Nilai tersebut membuat Pogba menjadi pemain termahal di dunia saat itu sebelum rekornya dipecahkan oleh Neymar.Ibu Pogba yakin kepindahan ke Juventus akan membawa pemain asal Prancis ini suatu saat nanti kembali ke MU. Perkataan sang Ibu menjadi kenyataan setelah MU memboyong kembali Pogba ke Old Trafford pada musim panas 2016.

“Kakak saya, penggemar United, mengatakan kepada saya bahwa dia benar-benar marah – bahkan lebih dari saya – ketika saya tidak mendapat menit bermain bermain,” kata Pogba kepada podcast The Official Manchester United dikutip dari ESPN.

“Dia mengatakan kepada saya: ‘pergilah.Anda mungkin dapat bermain di tim ini. Namun, jika mereka tidak menginginkan Anda di sini, pergi ke tempat lain. Mereka akan memperhatikanmu.’

“Sementara Ibuku selalu memberitahuku: ‘Kamu akan pergi ke suatu tempat tetapi akan kembali.’ Dia selalu mengatakan ini. Itu seperti: ‘kita lihat saja nanti’ tetapi kamu tahu seorang ibu dan hal-hal yang dikatakannya: ‘Kamu akan kembali ke sini, jangan khawatir'”

“Itu hanya akan terjadi setelah ini. Dia bilang kamu akan kembali ke Manchester , jangan khawatir, dan aku melakukannya,” tegasnya.

3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Masih Bersih Dari Penyebaran Virus Korona

BOGOR DAILY – Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin, mengungkapkan, tiga kecamatan yang ada di Bumi Tegar Beriman masih bersih dari penyebaran Virus Korona atau Covid-19.

Ia mengatakan, tiga kecamatan itu diantaranya Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Tenjo, yang masih bersih dari peredaran Covid-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pantauan (ODP).

“Cuma tiga kecamatan yang belum ada penyebaran, semoga tetap bertahan. Di Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Tenjo, itu masih bersih karena tidak ada PDP dan ODP yang terdata,” katanya kepada wartawan, ketika ditemui di Pendopo Bupati, Senin (13/4/2020).

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menjelaskan, ke 37 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor sudah ada yang masuk dalam catatan Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Bogor, baik kasus PDP maupun ODP.

“Kita berharap, semoga nanti dengan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), bisa berjalan dengan baik dalam pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Sekedar diketahui, jumlah kasus positif yang terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor kembali bertambah. Kali ini, dua orang warga Bumi Tegar Beriman itu dinyatakan positif Korona.

Juru bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah, mengatakan, ke dua orang yang dinyatakan positif korona itu adalah pria berusia 68 tahun warga Kecamatan Cibinong dan dan wanita usia 35 tahun, warga Kecamatan Gunung Putri.

“Satu warga Kecamatan Gunung Putri dan satu warga Kecamatan Cibinong,” katanya kepada Bogordaily.net dalam pres rilis yang diterima, Minggu (12/4/2020) kemarin.

Tidak hanya itu saja lanjut Ipah sapaan akrabnya, ada satu pasien positif Korona yang meninggal merupakan warga Kecamatan Cileungsi jenis kelamin laki-laki usia 43 tahun.

“Ada yang meninggal usia 43 tahun warga Cileungsi, dan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal perempuan usia 51 tahun warga Kecamatan Cibinong dan lelaki warga Kecamatan Jonggol usia 43 tahun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Bogor berjumlah 36 kasus, tiga orang sembuh, lima orang meninggal, dan masih dalam penanganan di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 sebanyak 28 orang.

Data yang didapat, untuk kasus Orang Dalam Pantauan (ODP) sendiri berjumlah 395 orang. Sedangkan, untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 332 orang.

“Jadi, untuk PDP ada 332 orang, PDP meninggal 12 orang, dua orang yang baru meninggal hari ini yaitu warga Kecamatan Cibinong dan Jonggol,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk 10 orang yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan meninggal dunia, masih menunggu hasil dari Swab Litbankes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. (Andi).

7 Pintu Bantuan Sosial yang Bisa Diakses Warga Bogor

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu, 15 April 2020 mulai jam 00.00 WIB. Pemkot akan dibantu TNI dan Polri untuk pengamanan.

“Dari sisi kesiapan, Pemkot Bogor pada prinsipnya siap apabila dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2020. Beberapa hari ke depan tentu kami akan lakukan konsolidasi dengan sejumlah stakeholder, seperti PHRI, KADIN, IWAPI, HIPMI dan lain sebagainya untuk memastikan semua hal terkait penerapan PSBB ini dapat dilaksanakan di Kota Bogor,” ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2020).

Dedie menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi melalui video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan sejumlah kepala daerah lainnya Minggu (12/4/2020).

Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan lintas sektoral bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menerima masukan agar persiapan penerapan semakin mantap.

“Ada Perwali dan dua Surat Keputusan (SK) yang masih harus kami kerjaan, yang pertama SK penetapan penerima bantuan sosial atau jaringan pengaman sosial dan SK terkait PSBB itu sendiri,” jelasnya.

Dalam Perwali yang sedang disiapkan nantinya akan ada sejumlah titik pintu masuk / keluar Kota Bogor yang akan dilakukan checkpoint, termasuk juga beberapa poin penting atau titik kumpulan masa yang selama ini memang menjadi perhatian di Kota Bogor seperti Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang.

“Nanti akan kita lakukan juga langkah-langkah persamaan dengan daerah lain. Nanti akan dibantu oleh Polresta Bogor kemudian juga oleh TNI untuk pengamanannya di samping itu juga kami akan lakukan rapat besok bersama PT KCI terkait rencana pembatasan jumlah trip commuter line dari 400 trip per hari mungkin akan dikurangi sebanyak 50 persen dan dari jumlah itu akan dikurangi jumlah kapasitas penumpangnya sebanyak 50 persen,” katanya.

Dedie berharap langkah ini dapat menekan laju mobilitas masyarakat Bogor yang ingin ke Jakarta.”Mudah-mudahan dengan demikian langkah untuk memaksimalkan upaya kita menekan laju mobilitas warga dari Bogor ke Jakarta demikian juga sebaliknya akan tercapai,” ungkapnya.

Dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Pemkot Bogor tercatat ada sekitar 71.111 kepala keluarga dan 69.248 jumlah rumah tangga.

“Yang tercover oleh APBN dan kartu sembako ada sekitar 63.000 sekian. Dan sisa yang belum tercover ada 8.046 yang kami harapkan dapat dibantu dari alokasi anggaran provinsi,” katanya.

Sementara itu, Dedie mengatakan untuk yang non DTKS dari hasil verifikasi yang masih dilakukan sampai dengan saat ini ada 43.531.

“Sementara kuota provinsi dari hasil pembahasan hanya sekitar 31.285. Sehingga sisanya kami akan upayakan dari anggaran Kota Bogor yang jumlahnya sekitar 12.246 orang. Kemudian untuk data pra kerja artinya mereka yang terdampak pekerjaannya atau usahanya serta PHK jumlahnya ada sekitar 46 ribu, yang masih kami akan koordinasikan dengan Menakertrans untuk bagaimana teknis pengalokasian data untuk kartu pra kerja,” jelasnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan PSBB di Jawa Barat akan dilakukan di 5 wilayah, yakni Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok. PSBB tersebut akan diberlakukan selama 14 hari dan setelahnya akan dievaluasi, apakah intensitasnya dikurangi atau waktunya ditambah.

“Tergantung hasil evaluasi nanti setelah empat belas hari apakah intensitasnya akan ditambah atau dikurangi,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Ia menjelaskan bagi warga di 5 wilayah yang terdampak oleh wabah COVID-19 secara ekonomi, akan dibantu pemerintah melalui 7 pintu, baik yang berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Kota yang bersangkutan.

“Jadi jangan khawatir warga yang terdampak secara ekonomi, akan kita bantu, baik mereka yang sebelumnya sudah mendapat bantuan PKH, maupun non PKH. Saya akan memastikan tidak akan ada warga yang kesusahan akibat COVID-19 ini, khususnya akibat pemberlakuan PSB,” pungkasnya.

Dalam melakukan pendataan masyarakat yang akan mendapat bantuan, Ridwan Kamil minta kepada seluruh RW di 5 wilayah itu untuk menjadi RW siaga. Yakni siaga mendata, siaga segera melaporkan dan mendata tamu pendatang, dan siaga menyalurkan bantuan.

Penumpang Sempat Menumpuk di Stasiun Bogor-Bekasi, Karena Adanya Pembatasan KRL

BOGORDAILY – Sejumlah penumpang sempat menumpuk di Stasiun Bogor. Penumpukan terjadi karena adanya pembatasan penumpang pada kereta rel listrik (KRL).

“(Penumpukan penumpang) Hanya tadi keberangkatan awal sekarang sangat sepi, Bogor masih kami batasin,” ujar VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2020).

Anne mengatakan penumpukan terjadi di beberapa stasiun yaitu Bogor, Cilebut, dan Bojong Gede. Penumpukan terjadi saat pemberangkatan awal ketiga stasiun itu, yakni sekitar pukul 06.00 WIB.

Anne mengatakan PT KCI telah memenuhi instruksi PSBB yang dibuat oleh Pemprov DKI. Dia berharap ada tindak lanjut dari Pemprov DKI terkait masih banyaknya warga yang beraktivitas di luar rumah.

“Kami sebagai operator sudah memenuhi sesuai dengan instruksi PSBB yang dibuat. Kita lihat sendiri masih banyak masyarakat yang hendak bekerja, kita berharap pembuatan PSBB juga dibarengi dengan kontrol dan pengawasan Pemda terhadap implementasi PSBB ini terutama mobilisasi masyarakatnya,” kata Anne.

“KCI operator transportasi yang pasti sudah mengupayakan menurunkan 4.000 lebih petugas di 80 stasiun dengan bantuan Marinir. Sekarang bagaimana dengan support Pemda atas implementasu PSBB?” sambung Anne.

Kepadatan Juga Terjadi di Stasiun Bekasi

Selain itu, kepadatan juga terjadi di Stasiun Bekasi. Salah seorang penumpang, Septiani menuturkan kondisi Stasiun Bekasi padat baik di peron maupun di dalam kereta.

“Untuk kondisi stasiun pada saat saya baru masuk padat tidak ada jarak semeter antar penumpang pada saat kereta masuk, begitu pun di dalam kereta nya cukup padat kursi yang panjang yang harusnya untuk 4 orang, jadi berdempet seperti kondisi biasa,” ujar Septiani kepada detikcom.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat dalam hal ini Bogor, Depok, dan Bekasi telah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemprov DKI juga melakukan pembatasan transportasi dalam mendukung langkah PSBB dengan harapan bisa menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

KECAMATAN DRAMAGA BENTENGI WILAYAH DARI WABAH COVID-19

0

Bogordaily – Sejak awal Maret 2020, Muspika Kecamatan Dramaga bersama kepala desa dan seluruh unsur masyarakat aktif melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan penyebaran virus mematikan tersebut. Mulai dari war-war berkeliling menyampaikan informasi tentang Covid-19, membentuk Satgas Covid-19 dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sepanjang Jalan Raya Dramaga, sarana ibadah, pelayanan publik dan pemukiman warga.

Tak hanya itu, Kecamatan Dramaga juga telah membuat box chamber, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.Untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 di angkutan kota (angkot), Kecamatan Dramaga bersama Organda dan KNPI Kecamatan Dramaga melakukan penyemprotan cairan disinfektan, memberikan masker kepada sopir angkot dan nasi boks.Bahkan, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Dramaga pun telah melakukan sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) antarwilayah Perbatasan Kecamatan Dramaga. Salah satunya menutup akses jalan perbatasan Kecamatan Dramaga dan Tenjolaya. (*)