Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8383

Pemain Akan Tes Corona, Mess Bhayangkara FC Disemprot Disinfektan

0

BOGORDAILY – Para pemain Bhayangkara FC saat ini sedang dapat jatah libur. Hal itu dimanfaatkan untuk menyemprot disinfektan di mess mereka.

Diungkap bek tengah The Guardian, Nurhidayat Haji Haris, manajemen memang memberikan perhatian besar terkait mewabahnya virus corona di Indonesia dan Jakarta khususnya. Saat pemain libur, mess yang terletak tak jauh dari Stadion PTIK pun disemprot disinfektan.

“Soal virus corona, Bapak Manajer (I Nyoman Yogi Hermawan) sangat perhatian sekali, ya. Mess saja disemprot disinfektan,” kata Hidayat dalam sambungan telepon kepada pewarta, Selasa (17/3/2020).

Tak hanya melakukan pencegahan dari sisi tempat tinggal, Hidayat juga mengungkap bahwa para pemain rencananya juga bakal diperiksa kesehatannya satu per satu pada hari Rabu (18/3) besok sebagai bentuk antisipasi tambahan.

“Kami akan dites medis corona sebelum keesokan harinya kami mulai latihan lagi,” ujarnya.

Ia juga ditanya mengenai kabar Bhayangkara FC akan menjalani pemusatan latihan di Batu, Malang, sampai jeda Shopee Liga 1 2020 beres. Hidayat mengaku hal itu belum pasti.

“TC di Batu belum tahu karena dicari dulu tempat yang aman. Katanya mau cari tempat yang steril atau bebas dari corona. Jadi untuk sementara masih latihan di Jakarta. Nanti ajudan dari Bapak Manajer periksa dulu lapangan mana yang aman. Sejauh ini di Stadion PTIK juga masih aman,” tuturnya.

Polisi Mengamankan Penyebar Berita Hoax Soal Corona di Kepri

BOGORDAILY – Subdit V Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Kepulauan Riau menangkap seorang pelaku atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks. Berita bohong tersebut disebarkan pelaku tentang Virus Corona atau Covid-19.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, pelaku diketahui atas nama inisial H yang bekerja sebagai ABK Kapal Calvin 1. Pelaku menyebar berita hoaks tentang isu Virus Corona di Kepri melalui akun media sosial Facebook.

“Tim Patroli Siber Polda Kepri berhasil menganalisa akun Facebook pelaku Inisial H yang telah menyebarkan berita hoaks, di akunnya tersebut inisial H telah membagikan link konten youtube yang mengatakan bahwa Nakhoda CMA CGM Virginia terinfeksi Virus Corona, berita bohong tersebut dibagikan di group Facebook Info Loker Pelaut,” katanya dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Selanjutnya, penyidik melakukan konfirmasi ke Kemenkominfo terkait postingan tersebut dan diketahui tidak benar. Lalu, menindaklanjuti fakta tersebut, pada 16 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 WIB, polisi melacak keberadaan pelaku.

“Pelaku berhasil diamankan Inisial H dan untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan di Polda Kepri,” ujarnya.

Dari penangkapan tersebut, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti yang yakni satu unit handphone, Sim Card, KTP dan akun Facebook milik pelaku.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun, 3 tahun dan/atau 10 tahun,” pungkas Harry.

Ini Alasannya WHO Menyarankan Langkah Agresif Perangi Corona di Asia Tenggara

BOGORDAILY – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar langkah-langkah ‘agresif’ dilakukan negara-negara Asia Tenggara dalam memerangi virus Corona yang menyebar cepat. WHO memperingatkan bahwa beberapa negara tengah mengarah pada potensi penularan di tengah masyarakat (community transmission).

Penularan virus Corona mengalami peningkatan di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini memaksa beberapa negara mengambil langkah drastis, mulai dari menutup perbatasan untuk warga asing, memberlakukan jam malam hingga menutup sekolah dan membatalkan acara olahraga.

Seperti dilansir AFP, Rabu (18/3/2020), muncul kekhawatiran bahwa sistem layanan kesehatan masyarakat yang lebih lemah di kebanyakan negara Asia Tenggara tidak akan mampu mengatasi wabah besar yang dipicu virus Corona atau COVID-19.

“Kita perlu untuk segera meningkatkan upaya-upaya untuk menegah virus ini menginfeksi lebih banyak orang,” cetus Direktur Regional WHO untuk Kawasan Asia Tenggara, Poonam Khetrapal Singh, dalam pernyataannya.

“Lebih banyak cluster (kelompok) penularan virus yang sedang dikonfirmasi. Sementara ini menjadi indikasi adanya pengawasan yang waspada dan efektif, ini juga menyoroti perlunya upaya-upaya yang lebih agresif dan menyeluruh dalam masyarakat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut COVID-19,” tegasnya.

“Kita jelas perlu melakukan lebih banyak hal, dan segera,” imbuh Singh.

Malaysia yang saat ini mengonfirmasi total 673 kasus, menjadi negara dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Sebagian besar kasus penularan di Malaysia diyakini berkaitan dengan sebuah acara tablig akbar yang digelar 27 Februari hingga 1 Maret lalu di Sri Petaling, Kuala Lumpur. Acara itu dihadiri nyaris 20 ribu orang dari berbagai negara.

Pada Senin (16/3) waktu setempat, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengumumkan larangan bagi seluruh warganya untuk bepergian ke luar negeri. Lockdown juga diberlakukan di Malaysia dengan pergerakan warganya dibatasi.

Singh dalam pernyataan menyebut langkah sederhana seperti mencuci tangan dan mempraktikkan social distancing atau menjaga jarak secara sosial, menjadi ‘kritis’ dalam upaya memerangi virus Corona dan ‘secara substansial bisa mengurangi penularan’.

PSSI: Kompetisi Dihentikan demi Kebaikan Bersama

0

BOGORDAILY – Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 terpaksa dihentikan akibat pandemi virus corona. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sepakat ini merupakan langkah yang paling tepat.

Terkait putusan itu, PSSI dan PT LIB mengadakan Extraordinary Meeeting Liga 1 dan Liga 2 2020 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, (16/3/2020). Klub diberi penjelasan terkait keputusan yang mereka ambil.

Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri juga mencontohkan beberapa kompetisi lain yang dihentikan dengan alasan serupa. Baginya ini adalah keputusan yang mementingkan keselamatan orang banyak.

“Beberapa negara tetangga sudah membuat aturan tegas. Kompetisi sepakbola di Thailand dan Malaysia sudah dihentikan untuk sementara,” kata Cucu Somantri dalam rilis PSSI.

“Begitu juga dengan kompetisi elite di Jepang, Korea Selatan, dan China. Mari kita mempertimbangkan segala putusan dan kesepakatan bersama dengan menilik dan memilah segala resikonya,” ujarnya menambahkan.

Kesempatan ini sekaligus digunakan PSSI dan LIB untuk menyatukan visi mereka dalam menangani dan mencegah penyebaran pandemi corona. Banyak hal yang harus dipertimbangkan terkait kompetisi di tengah wabah penyakit ini.

Sejauh ini kompetisi direncanakan rehat hingga dua pekan ke depan. Belum diketahui secara pasti apakah kompetisi akan bergulir lagi setelah masa rehat berakhir.

“Bagaimanapun, aspek kesehatan harus diposisikan di atas segalanya. Keselamatan dan kesehatan penonton, perangkat pertandingan, dan pemain, harus dijadikan prioritas melebihi apa pun,” tutur Cucu yang juga Direktur Utama LIB.

“Mari kita bahas secara detail soal jadwal, risiko, sampai hal-hal teknis yang terkait bergulirnya kompetisi agar tetap menarik, fair, berkualitas dan kompetitif,” ucapnya mengakhiri pernyataan.

Tim Pakar COVID-19: Mulai Sekarang Etika Batuk Harus Diubah

BOGORDAILY – Pemerintah terus meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus Corona (COVID-19) tetapi tetap tidak menimbulkan kepanikan. Penyebaran virus dari manusia ke manusia ini disebut paling rentan melalui batuk.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menghadirkan tim pakar Prof Wiku Adisasmito yang memberikan edukasi pada masyarakat mengenai asal muasal virus hingga cara pencegahannya. Prof Wiku menyebut virus ini berasal dari Wuhan, China.

Wiku juga menyebut orang yang tertular virus ini tidak lantas langsung menjadi sakit karena setiap orang memiliki sistem imun yang berbeda. Namun gejala yang paling umum disebut Wiku yaitu demam dan batuk. Gejala batuk ini yang menurut Wiku rentan menularkan virus ini ke orang lain.

“Virus ini self-limiting disease, bisa sembuh sendiri selama daya tahan tubuh manusia memadai untuk itu,” kata Wiku dalam siaran langsung yang disiarkan akun resmi YouTube BNPB, Rabu (18/3/2020).

Untuk itu Wiku meminta masyarakat untuk mulai menerapkan etika batuk yang berbeda. Sebab, menurut Wiku, etika batuk yang umum adalah menggunakan telapak tangan yang saat ini harus diubah.

“Ketika batuk itu reaksi umum publik adalah menggunakan telapak tangan yang ditutup dan ini adalah praktik batuk yang kurang tepat,” kata Wiku.

“Jadi saudara-saudara sekalian, kalau batuk mungkin sekarang harus mulai berlatih dengan cara batuk yang berbeda yaitu dengan menggunakan lengan, seperti ini, jadi tidak menyebar,” imbuhnya.

Terakhir Wiku menyampaikan lagi pesan dari pemerintah yang selama ini terus diulang. Setidaknya ada 5 pesan dari pemerintah untuk publik demi menghindari penyebaran virus ini lebih luas.

“Yaitu jaga jarak, dilarang jabat tangan, cuci tangan, hindari kerumuman, dan pakai masker di tempat ramai,” kata Wiku.

Warga Bekasi Temukan Benda yang Diduga Mortir Aktif di Kebun

BOGORDAILY – Warga Bekasi menemukan benda diduga senjata peledak aktif atau mortir. Benda tersebut ditemukan di sebuah kebun.

“Iya (penemuan diduga bahan peledak). Sudah dievakuasi Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak),” ujar Kapolsek Tambelang AKP Shodirin ketika dikonfirmasi, Rabu (18/3/2020).

Benda diduga bahan peledak itu ditemukan oleh seorang warga, Toha, di sebuah kebun di Jalan Mede, Kampung Pangkalan RT 02 RW 09, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/3) malam.

Karena curiga, Toha melaporkan penemuan itu kepada ketua RT setempat, Subur. Setelah benda itu dicek kembali, keduanya memutuskan untuk melaporkan kepada polisi.

Polisi datang membawa Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak). Benda itu dievakuasi sementara ke kantor polisi.

“Itu hanya selongsongnya saja ya, isinya kosong,” imbuh Shodirin.

Lokasi penemuan itu kini dipasang garis polisi. “Lokasi ini kita amankan dari warga dengan memberi garis polisi. Kita sudah koordinasi dengan Tim Jihandak untuk mengevakuasi benda ini,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan.

Semua Angota DPRD Kabupaten Bogor bakal Jalani Tes Corona

BOGOR DAILY – Seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor yang terdiri dari 55 anggota, akan menjalani pengecekan kesehatan secara massal. Rencana pemeriksaan Corona akan berlangsung pada Kamis (19/3/2020) besok, di gedung DPRD Kabupaten Bogor.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, tes kesehatan dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus. Ini sekaligus memastikan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor dalam kondisi sehat.

“Kita akan agendakan Kamis (19/3/2020) besok, mengetes virus corona, kita undang dari RSUD Cibinong untuk datang langsung ke DPRD melakukan pengecekan semua anggota dewan,” katanya.

Menurut Politisi Gerindra itu, hal tersebut merupakan langkah antisipasi, bercermin pada salah satu anggota Kabinet Indonesia Maju yang terserang COVID-19, yakni Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

“Kita akan pastikan nanti, bahwa yang di DPRD apakah positif atau tidak. Karena, masyarakat hari ini melihat terhadap ciri-ciri viruas corona. Hal ini bentuk bahwa kita sedang memerangi virus yang ganas tersebut,” ucapnya.

Rudy juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyemprotkan disinfektan di seluruh ruangan DPRD Kabupaten Bogor, pada hari yang sama.

“Mulai kemarin kan, setiap yang masuk gedung dewan diberikan hand sanitizer juga dicek suhu tubuhnya. Ke depan harus di berikan disinfektan. Karena banyak ruangan di sini siapa saja yang berkunjung,” tutur Rudy.

Di samping itu menurutnya juga, upaya mencegah penularan COVID-19 juga dilakukan dengan cara menunda segala kegiatan studi banding ke luar daerah selama dua pekan.

Orang kepercayaan pentolan Gerindra yaitu Prabowo Subianto itu mengaku, tidak bisa menghentikan total segala kegiatan DPRD. Karena dia khawatir aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor tidak terakomodir jika 14 hari tanpa kegiatan.

“Kalau 14 hari tidak ada kegiatan sama sekali. Yang mengakomodir aspirasi masyarakat siapa? Kalau kunjungan dari masyarakat Kabupaten Bogor tetap kita terima, hanya jumlah orangnya dikurangi,” tukasnya. (Andi).

Corona Merambat, Pemerintah Lambat

0

BOGOR DAILY- Pada awal Corona, respons Indonesia sangat lambat dan terlambat. Padahal di Wuhan telah terjadi akhir 2019. Kelambatan tersebut terutama karena ‘sungkan’ takut menyinggung Tiongkok. Kedua, pejabat-pejabat RI mengambil sikap ‘self-denial’ (menolak kenyataan). Kita kehilangan 2,5 bulan.

Kita kehilangan waktu yang sangat berharga, 2,5 bulan, untuk scanning, monitoring dan testing potensi penularan corona. Itulah yang menyebabkan negara lain seperti Australia, Singapore, WHO tidak percaya pada statistik kasus corona di indonesia.

Respons kebijakan pertama terhadap corona sangat ngawur. Yaitu rencana untuk membiayai influencers senilai Rp72milyar & subsidi airline untuk meningkatkan turis. Benar-benar ngawur. Di saat seluruh dunia mau kurangi turis asing, Indoensia justru mau meningkatkan. Kualitas orang-orang di sekitar Jokowi payah.

Belum lagi pekerja Tiongkok yang masih diizinkan masuk Indonesia hanya karena kepentingan bisnis pejabat. Ingat kepentingan nasional!

Sebagai bangsa memang kita terbiasa dan sangat asyik kalau membahas apa yang terjadi hari ini. Tetapi tidak terlatih untuk melihat dan melakukan antisipasi terhadap masa depan. Sehingga sering terlambat jika menghadapi shocks global seperti corona.

Jika tidak ada corona, ekonomi Indonesia memang terus anjlok karena salah kelola. Mabok utang & pengetatan makro. Ekonomi hanya akan tumbuh 4% pada 2020 ini. Kalau tindakan terhadap corona effektif, ekonomi hanya akan anjlok lagi -1%. Tapi jika tidak effektif, ekonomi akan anjlok -2% lagi.

Untuk mengurangi dampak corona terhadap ekonomi, ini waktunya untuk menggeser secara radikal dengan melakukan realokasi APBN 2020. Stop (moratorium) proyek infrastruktur besar 2020. Pemerintah harus berani, jangan gengsi. Alokasikan hanya untuk sektor kesehatan, makanan dan daya beli rakyat miskin.

Indonesia saat ini bukan negara kaya, sehingga jangan lakukan ‘macro pumping’ dan jangan ada ‘buyback’ saham BUMN. Amerika saja yang negara kaya, melakukan pumping macro ratusan milyar dollar lewat FED ternyata tidak effektif, hanya kurang 2 jam index naik, habis itu anjlok.

Korea Selatan termasuk negara yang paling effektif dalam menangani pandemik corona karena mereka belajar dari kasus SARS, evaluasi apa yang effektif dan siapkan SOP (Standard Procedures) Ketika serangan Corona, sudah ada SOP yang siap-pakai tanpa perlu banyak rapat dan koordinasi.

Gunakan momentum pandemic corona ini, untuk menggenjot produksi dalam negeri. Seperti pertanian, buah2an dan sayur2an. Bantu kredit, bibit, pupuk sehingga bisa panen setiap 3 bulan. Ajak IPB untuk bantu peta kecocokan tanah. Jangan bisanya impor doang.

Nilai tukar Rupiah makin anjlok, sudah Rp15.200/$, dan index IHSG sudah anjlok dari 6000an ke 4500an. Jangan biarkan mata uang Rupiah dan Index terombang-ambing dengan shocks dan volatilitas yg sangat besar. Ubah flexible exchange menjadi fixed exchange di 15.500/$ utk 1 tahun.

Jangan biarkan external & internal shock dengan volatilitas yang sangat besar merusak ekonomi dan korporasi nasional. Bekukan perdagangan saham sampai waktu yang belum ditentukan. Toh kalau dibuka terus, akan semakin anjlok, dan akan semakin panik.

Ini adalah momentum untuk tukar (swap) utang2 Indonesia yg yield-nya sangat tinggi (7-8%), karya Menkeu ‘Terbalik’ yg sangat merugikan bangsa kita. Kerugian krn bond kemahalan itu 110-120T. Padahal yield bond di Jepang, Eropa negatif. Segera negosiasi swap bond, menghemat 110T!

Soal penjelasan dan tindakan preventif dan kuratif menghadapi corona, pujian perlu diberikan kepada Gubernur Anies Baswedan. Bravo. Jelas, terukur dan persuasif dibandingkan pejabat2 pemerintah pusat.

Dr. Rizal Ramli
17 Maret 2020

Disperdagin Kebut Administrasi Pembangunan Rest Area Puncak

BOGOR DAILY -Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan tiga instansi untuk mempercepat pembangunan rest area.

Kepala Disperdagin Kabupaten Bogor, Nuradi mengatakan, tiga instansi yang dilibatkan yakni,  Direktorat Jenderal Binamarga, Direktorat Cipta Karya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

“Kami akan kebut proses persyaratan administrasi persiapan tender,”ungkap Nuradi.

Saat ini lanjut Nuradi,  proyek yang menghabiskan anggaran kurang lebih dari Rp116 miliar itu sedang  proses administrasi.

“Beberapa persyaratan administrasi sudah kita selesaikan. Seperti action planningnya sudah, IPPT nya (Izin Peruntukan Penggunaan Tanah) beberapa hari ini selesai, UKL nya (Upaya Pengelolaan Lingkungan) juga sedang proses,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (18/3/2020).

Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini mengaku, jika proyek yang akan menjadi tempat relokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Puncak tersebut, sudah mulai ditagih oleh pemerintah pusat kaitan dengan perizinan dan prosesnya.

Nuradi menjelaskan, ada beberapa kendala yang cukup berat yang ditemui pihaknya dalam mengurus perizinan tersebut. Diantaranya adalah Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Lalu Lintas (Lalin) yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Tapi kita sudah diberi petunjuk untuk memproses itu. Kalau itu sudah semua, berarti tahap terakhir itu IMB (Izin Mendirikan Bangunan),” jelasnya.

Untuk lelangnya nanti, menurutnya akan berjalan simultan. Di mana, masing-masing instansi akan melakukan lelang sendiri. Hal itu sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah dilakukan.

“Saya ingin lelang segera dilakukan setelah perizinan selesai, sekitar April atau Mei,” ucapnya.

Sekadar dikethui,  target Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pembangunan kios-kios pun tak sesuai dengan target awal. Awalnya, Pemkab Bogor menargetkan terbangun sebanyak 516 kios dengan anggaran kurang lebih Rp18 miliar. Namun saat ini diperkirakan hanya terbangun 500 kios. (Andi).

Imbas Virus Corona, Kegiatan Persidangan Dihentikan Sementara

0

BOGOR DAILY – Ancaman virus Corona berimbas pada kegiatan anggota DPRD Jawa Barat.  Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H Supono mengatakan,  kegiatan persidangan dan badan untuk sementara dihentikan.

Hal ini menyusul adanya instruksi presiden untuk meminimalisir kegiatan sampai 28 Maret 2020.

“Semua kegiatan persidangan di komisi dan badan dihentikan sementara,”ungkap Supono.

Sebagai gantinya,  kegiatan diarahkan pad kunjungan dapil untuk memantau pendemik virus Corona

Rencananya,  pada 29 Maret nanti pihaknya akan kembali turun ke lapangan, di daerah pemilihan (Dapil)  Kabupaten Bogor.

“Ini berkaitan dengan pengawasan dan penanganan penyebaran pendemic  yang nantinya akan dikoordinasikan dengan dinas instansi di Kabupaten Bogor. Khususnya,  bupati dan Dinas Kesehatan,”tandasnya