Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8388

Kemkominfo Menerapkan Kerja Dari Rumah

BOGORDAILY – Kementerian Komunikasi dan Informatika menerapkan mekanisme kerja Work From Home melalui sistem bergantian (shift) sesuai kebutuhan. Meskipun demikian, penerapannya tetap mengedepankan kepentingan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Penerapan mekanisme itu mulai berlangsung Senin, 16 Maret 2020. Menurut Sekretaris Jenderal Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, hal ini menindaklanjuti arahan Menkominfo Johnny G. Plate tentang langkah-langkah pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kemkominfo melakukan pengelolaan sistem kerja guna memimalkan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pengelolaan sistem kerja WFH, diperuntukkan bagi pejabat eselon IV dan pegawai noneselon yang menggunakan transportasi umum.

“Karena rentan terhadap penyebaran virus dapat melaksanakan WFH dengan penugasan dan monitoring yang jelas dari atasan langsung (JPT Pratama) dan dilaporkan kepada Pejabat Eselon I (JPT Madya) masing-masing,” jelasnya.

Pejabat Eselon Masuk

Menurut Sekjen Kementerian Kominfo, dalam Surat Edaran No 4 Tahun 2020 tentang Tindak Lanjut Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 , Pejabat Eselon I, Eselon II, dan Eselon III tetap melaksanakan tugas kedinasan dengan masuk kantor seperti biasa. “Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Senin, 16 Maret 2020,” tutur Sekjen Niken.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Minggu (15/03/2020) itu, Pejabat Eselon I, II, III, IV, dan pegawai non-Eselon yang sedang menderita sakit dapat melaksanakan WFH.

“Kami minta memeriksakan kesehatan dengan mekanisme yang tertuang dalam Nota Dinas Sekretaris Jenderal tentang Pemeriksaan Kesehatan Pegawai untuk Pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, melalui nota dinas, Sekjen Kominfo mendorong satuan kerja untuk memeriksakan pegawai yang sakit dengan biaya ditanggung satuan kerja masing-masing.

Ada 5 Orang di Valencia yang Positif Virus Corona

0

BOGORDAILY – Bek Valencia, Ezequiel Garay, positif mengidap virus corona. Selain pemain asal Argentina tersebut, rupanya ada 4 orang lain di klub berlambang kelelawar itu yang terjangkit Covid-19.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Valencia dalam situs resmi mereka. Meski begitu, Los Ches tak mengungkap nama-nama pemain ataupun staf yang terjangkit.

“Valencia CF mengabarkan bahwa ada lima kasus positif virus corona di antara para pemain dan staf klub. Kelimanya saat ini berada di rumah, dalam kondisi baik dan sudah mengikuti prosedur isolasi diri,” tulis situs resmi Valencia, Minggu (15/3/2020).

“Valencia kembali menegaskan dukungan kepada dinas kesehatan dan juga kampanye mereka, menekankan masyarakat untuk tetap di rumah serta mengikuti prosedur pencegahan penyakit dan menjaga kebersihan seperti yang sudah disosialisasikan,” sambung pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Garay sudah mengumumkan bahwa dirinya positif terkena virus corona melalui akun media sosialnya.

Selain Garay, situs Marca menyebut ada dua pemain Valencia lainnya yang positif terkena virus corona, yakni Eliaquim Mangala dan Jose Gaya.

Sedangkan dua sisanya merupakan staf klub. Meski begitu, baik Gaya maupun Mangala belum memberikan pernyataan apapun seperti yang dilakukan Garay.

Spanyol saat ini menempati urutan kedua dengan jumlah kasus tertinggi di Eropa setelah Italia. Sudah lebih dari 7.700 kasus yang tercatat, salah satunya menyerang istri Perdana Menteri Spanyol, Doña Begoña Gómez.

Pandemi Corona, Nadiem Mengimbau Perguruan Tinggi Lakukan Kuliah Online

BOGORDAILY – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengapresiasi perguruan tinggi di daerah terdampak COVID-19 yang telah menghentikan perkuliahan dalam ruang kelas. Dia pun mengimbau perguruan tinggi melakukan perkuliahan secara online.

“Kami mendukung penuh keputusan para Pimpinan perguruan tinggi di wilayah yang positif terdampak COVID-19 untuk mendorong kegiatan perkuliahan dengan pembelajaran daring atau dalam jaringan dari rumah guna menghindari penyebaran virus,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2020).

Menurut Nadiem, keselamatan dan kesehatan mahasiswa di kampus harus menjadi prioritas. Dia meminta perguruan tinggi memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Keselamatan dan kesehatan mahasiswa dan warga kampus harus diutamakan. Dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran tetap dapat berjalan,” ucap Nadiem.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam mengatakan ada 65 perguruan tinggi yang sudah menetapkan perkuliahan secara online. Data tersebut merujuk pada laporan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

“Sampai saat ini terdapat sekitar 65 perguruan tinggi yang menetapkan kebijakan perkuliahan dari rumah menyikapi persebaran COVID-19 yang telah menjadi wabah di negara kita. Daftar ini akan terus diperbarui dengan laporan dari perguruan tinggi negeri (PTN) atau LLDikti,” ujar Nizam.

Nizam juga mengimbau perguruan tinggi menunda pelaksanaan wisuda. Menurutnya, kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, seperti wisuda, memiliki risiko tinggi dalam penyebaran COVID-19.

“Wisuda juga sebaiknya dihindari sampai keadaan terkendali dengan baik. Yang harus dihindari adalah berkumpulnya orang dalam jumlah banyak dalam waktu lama,” jelas Nizam.

Semua Peserta Musrenbang RKPD Dicek Suhu Tubuh

BOGOR DAILY – Semua peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor 2021, yang dilaksanakan di Gedung Tegar Beriman dicek suhu tubuhnya.

Tidak hanya itu, pantauan Bogordaily.net, semua peserta yang hadir di Musrenbang RKPD Tahun 2021 juga wajib mencuci tangannya dengan Antiseptic Liquid (Aseptan) yang disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Hal inis sesuai dengan arahan Bupati Bogor Ade Yasin.

Salah seorang penjaga dan pengecek suhu tubuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Anne, mengatakan, hampir semua peserta yang masuk dalam acara Musrenbang tersebut suhu tubuhnya normal yaitu disekitaran 36.7 persen. Tak terkecuali Bupati Bogor Ade Yasin dan wakilnya iwan Setiawan.

“Semua rata-rata suhu tubuhnya 36.7, gak ada yang kurang dan lebih, semuanya hampir sama suhu tubuhnya,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (16/3/2020).

Menurutnya, hampir semua dinas sekarang memiliki alat pengecek suhu tubuh yang ditembak kan ke jidat orang yang akan dicek, sesuai instruksi bupati.

“Ini alat sudah standar nasional, harganya sekitar Rp800 ribu rupiah, mengenai kelangkaan mungkin semuanya hampir membeli alat ini, karena untuk mengecek suhu mereka,” tukasnya. (Andi).

Di Laga Lawan PSM Makassar Barito Putera Soroti Kinerja Wasit

0

BOGORDAILY – Duel PSM Makassar Vs Barito Putera di lanjutan Shopee Liga 1 2020 berjalan panas. Barito Putera merasa wasit kurang jeli dan boros kartu.

Barito Putera bertandang ke PSM Makassar di Stadion Mattoanging, Minggu (15/3/2020) malam WIB pada lanjutan Shopee Liga 1. Pertandingan berakhir imbang 1-1, dengan tim tamu unggul lewat Ambrizal Umanailo yang kemudian dibalas Giancarlos Lopes.

Laga berjalan ketat dan panas, di mana 11 kartu kuning dikeluarkan wasit Hamim Tohari. Barito Putera menerima tujuh kartu kuning, sementara PSM menerima empat.

Pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman menilai wasit kerap menghukum kejadian yang tak terlalu serius. Terlebih lagi, pelanggaran-pelanggaran itu sebagian diberikan di sekitar kotak penalti.

“Ini menjadi pembelajaran lagi buat wasit. Banyak hal tak perlu, khususnya kepada tim kami yang banyak mendapatkan kartu,” kata Djajang, Minggu (15/3/2020).

“Kami tak puas, tim kami terlalu sering dihukum freekick di daerah sekitar kotak 16 meter,” jelasnya.

Satu poin di markas PSM Makassar ini adalah poin pertama Barito Putera di musim ini. Mereka masih tercecer di posisi 17 klasemen Liga 1.

Pasien yang Meninggal di Solo Pernah Ikut Seminar di Babakanmadang, Ini Respon Bupati

BOGOR DAILY- Bupati Bogor Ade Yasin membenarkan bahwa pasien yang positif Corona dan meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, pernah memiliki riwayat berkunjung ke Bogor.
Hal itu dikatakan Ade berdasarkan hasil penelusuran dari tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor.

Hasil tracking Dinkes menjelaskan bahwa pasien tersebut memang pernah menghadiri seminar yang dilaksanakan di sebuah hotel kecil di wilayah Kecamatan Babakan Madang, pada 25 Februari hingga 28 Februari 2020 lalu.

“Yang seminar itu lokasinya di Babakan Madang di sebuah hotel yang enggak terlalu besar,” ucap Ade usai menggelar rapat koordinasi dengan enam satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait wabah virus corona di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020).

Meski demikian, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meyakini bahwa pasien yang meninggal di Solo tersebut tidak tertular virus corona pada saat seminar berlangsung. Pasalnya, hasil tracking dan pemeriksaan oleh Dinkes, 15 karyawan yang hadir dalam seminar itu telah dinyatakan sehat. Begitu pula dengan mereka yang sempat berinteraksi langsung terhadap pasien tersebut.

Ade mengatakan, para karyawan swasta itu juga telah mengikuti masa inkubasi selama 14 hari dan sudah melewati semuanya. Menurut Ade, ada kemungkinan pasien positif Corona asal Jawa Tengah yang meninggal dunia itu terpapar pada saat di bandara.

“15 orang karyawan yang ada di situ (hotel) sudah diperiksa dan dalam kondisi baik. Tidak ada yang terpapar atau suspect Corona,” kata dia. Menurut Ade, sampai saat ini di Kabupaten Bogor tidak ada yang menjadi suspect dan positif virus corona.

“Kemungkinan enggak ada, karena lokasinya (seminar) juga sudah steril, terus masa inkubasinya juga sudah dihitung,” kata Ade. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kartalina menyatakan, penyelenggara seminar yang berlangsung selama tiga hari tersebut bukan dari pihak Pemkab Bogor. “Untuk pesertanya siapa saja, kami juga tidak paham, karena pelaksana bukan dari kita. Dia mandiri, swasta dan tidak ada konfirmasi ke kita,” kata Mike.

Menurut dia, tim Dinkes saat ini masih melakukan penelusuran untuk memastikan apakah ada warga Kabupaten Bogor yang ikut menghadiri seminar tersebut. Selain itu, menurut Mike, tim juga sudah melakukan sterilisasi di sekitar tempat seminar. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Bogor, tercatat ada tujuh orang dalam pemantauan (ODP) dan satu pasien dalam pengawasan (PDP). Sebanyak delapan orang itu dalam kondisi sehat.

“Tujuh orang ODP dan satu orang PDP dari Parung juga sudah dibawa ke RS Sulianti Saroso Jakarta dan sudah tiga hari belum ada hasil,” kata dia. Sebelumnya diberitakan, dua orang warga Solo menghadiri seminar di Bogor, Jawa Barat, pada 25 Februari hingga 28 Februari 2020.

Dokter spesialis paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Harsini dalam jumpa pers di Kantor Dinkes Jateng, Kamis (12/3/2020) menjelaskan, sehari setelah dari Bogor, dua warga itu mengeluhkan batuk, pilek hingga demam. “Dua pasien itu sama-sama datang ke acara seminar di Bogor,” kata Harsini

Jokowi Gelar Ratas via Video Conference

BOGOR DAILY- Pihak Istana Kepresidenan sementara waktu tak menggelar rapat terbatas seperti biasa di Istana Jakarta maupun Bogor. Rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk sementara dilakukan melalui video conference bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Keputusan ini diambil menyusul Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

“(Ratas dipimpin Presiden Jokowi) sementara waktu dengan video conference,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (16/3).

Dalam dua pekan terakhir, Budi Karya sempat mengikuti rapat di Istana Kepresidenan Jakarta pada 4 dan 11 Maret 2020. Belum diketahui Budi Karya terinfeksi corona dari kluster mana.

Sejumlah menteri dan pejabat kemudian diminta mengikuti tes virus corona oleh Jokowi. Beberapa menteri sudah melakukan tes kemarin, antara lain Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil.

Kemudian Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

Para menteri ini memeriksakan kesehatannya karena sempat melakukan kontak dekat dengan Budi Karya, baik ketika rapat terbatas maupun kunjungan kerja ke daerah. Selain menteri, wartawan yang biasa meliput di Istana Kepresidenan juga diminta untuk tes kesehatan.

Sampai kemarin, Dari jumlah itu, 8 di antaranya dinyatakan sembuh dan 5 meninggal dunia. Budi Karya menjadi pejabat publik pertama yang terinfeksi virus dari Wuhan, China itu. (dmi/fra)

1.255 Karpet Masjid Al Akbar Surabaya Dibersihkan Untuk Waspada Corona

BOGORDAILY – Pengelola Masjid Al Akbar Surabaya menggelar apel kesiapsiagaan mencegah penyebaran virus corona. Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni membersihkan sejumlah karpet masjid.

Apel kesiapsiagaan itu diikuti sejumlah guru, ustaz, petugas keamanan, petugas kebersihan dan tim lain yang berkantor di Masjid Al Akbar Surabaya.

“Acaranya ada dua yaitu satu bagaimana itu apel menghadapi corona, karpet kita cuci semua, kemudian bagaimana cuci tangan dengan bersih dan penempatan fasilitas-fasilitas cuci tangan,” kata Humas Masjid Al Akbar Surabaya Helmy M Noor kepada wartawan di lokasi, Senin (16/3/2020).

Helmy menambahkan, ada seribu lebih gulungan karpet dengan panjang rata-rata 6 meter yang dibersihkan hari ini. Bersih-bersih karpet ini dilakukan di halaman masjid dengan menggunakan mesin pencuci karpet.

“Total ada 1.255 karpet. Hari ini kita clear-kan semua dan di tempat salat tidak ada karpet. Sesuai dengan imbauan dari wali kota dan juga Ibu Gubernur,” terang Helmy.

Sebelumnya, pengelola Masjid Al Akbar sudah melakukan ikhtiar lainnya untuk mencegah virus corona. Yakni dengan meningkatkan kebersihan masjid. Petugas melakukan pembersihan lima kali dalam sehari.

“Tapi kita clear-kan imbauan tidak ada lagi karpet di ruang salat. Karpet ini biasanya terpasang saat salat id dan salat jumat. Kalau salat biasanya hanya 50 karpet. Karpet di Masjid Al Akbar itu fortable. Jadi bisa dibongkar pasang. Jadi tidak karpet permanen yang dilem di lantai. Hari ini kita lepas semuanya sehingga lebih clear dan lebih efektif pengamanannya,” tambah Helmy.

Selain membersihkan karpet, pengelola juga menggelar doa bersama di halaman masjid. Memohon perlindungan Tuhan dari wabah virus corona. Mereka juga membawa sejumlah poster.

“Kita juga bersama-sama menggelar doa tibil qulub. Sehingga Al Akbar hari ini lahir batin semua komponen. Mulai ustaz, petugas kebersihan siap, untuk all out mengamanatkan imbauan dari walikota dan juga gubernur. Kompak bersama-sama dengan tagline ibadah yes waspada juga yes,” pungkas Helmy.

Sekolah di Kabupaten Bogor Diliburkan, Bupati Ajak Warga Perangi Corona

BOGOR DAILY-  Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, pada Senin (16/3/2010)  hari ini, semua sekolah mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta pendidikan nonformal di Kabupaten Bogor diliburkan. Kebijakan ini berlaku mulai 16 hingga 28 Maret 2020.

“Sekolah kita liburkan, itu instruksi Gubernur Jabar 16 sampai 28 Maret. Akan tetapi tetap anak-anak diberikan pekerjaan rumah (PR) tidak kemana-mana dan belajar di rumah,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ade sapaan akrabnya juga mengintruksikan, semua guru untuk melakukan piket dan pembersihan sekolah. Hal itu bertujuan untuk ketika siswa-siswi masuk sekolah dengan keadaan bersih.

“Tidak hanya itu, saya juga meminta agar tempat umum seperti mushola, terminal dan lainnya harus ada penyemprotan dan pembersihan. Karena tidak ada corona ada juga DBD dan cikungunya,” jelasnya.

Untuk saat ini lanjut politisi PPP itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga tidak hanya menghindari virus korona, tapi juga  memerangi virus yang sudah membuat banyak korban di dunia tersebut.

“Kalau hanya menghindari kita kesulitan. Karena bisa masuk ke sini tanpa terdeteksi. Memerangi adalah kegiatan yang sifatnya perkumpulan masa dikurangi tapi yang sifatnya kantoran, rapat-rapat tetap dilaksanakan. Karena program, caranya lakukan sesuai prosedur dengan mendekeksi suhu tubuh menggunakan hand sanitizer,” tukasnya. (Andi).