Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8389

Plafon Desa Dramaga Ambruk, Ini Penampakannya

BOGOR DAILY – Plafon lantai dua di kantor Desa Dramaga ambruk pasca hujan lebat kemarin sore. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15:30 wib.

Sekretaris Desa (Sekdes) Dramaga Adi Purnama mengatakan, bangunan lantai merupakan gedung untuk penyimpanan dokumen dan arsip. Serta saat ini dugunakan untuk layanan PTSL.

“Untuk lantai dua itu pembangunan gedungnya bersumber dari Banprov 2018 sebesar Rp100juta,” ungkap Adi.

Ia mengatakan bahwa pembngunn gedung lantai dua terbilang baru. Sebab baru dikerjakan pada Maret 2018 dengan lama pengerjaan 90 hari atau tiga bulan. Menurutnya, curah hujan yang tinggi membuat daya tahan plafon jadi rentan ambruk. “Begitu kemarin ambruk, langsung kami tangani agar tidak mengganggu pelayanan, ” terangnya

Dia mengatakan bahwa untuk pengerjaan plafon yang ambruk membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. “Saya sudah minya secepatnya dikerjakan. Nanti ada 10 orang yang kerja, agar bisa selesai sesuai target,”urainya.

Ditempat yang sama Pimpinan perangkat desa unsur masyarakat Cucu Mulyanto mengatakan, untuk mempercepat proses pengerjaan pihaknya meminta sejumlah warga untuk ikut bergotong royong.

“Kantor desa adalah milik warga. Harus ditumbuhkan sikap kebersamaan dalam pembangunan. Semangat gotong royong harus terus ditumbuhkan,” pungkas Cucu, ketika ditemui di sela sela kegiatan. (Gib)

Penumpang KRL Menumpuk di Stasiun Bogor, Ada Pengecekan Suhu Tubuh

BOGORDAILY – Banyak pegawai kantoran tetap beraktivitas seperti biasa hari ini. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan imbauan agar bekerja di rumah untuk mencegah sebaran virus Corona atau Covid-19.

Pantauan di Stasiun Bogor, Bogor Kota, Senin (16/3), sejumlah penumpang dilakukan pengecekan suhu tubuh di depan pintu masuk.

“Tadi di Stasiun Bogor kita dicek suhu tubuh pake thermo gun,” kata Anita, salah satu penumpang commuter line.

Penumpang dengan suhu tubuh normal dipersilakan masuk ke area stasiun untuk menuju kereta yang akan mereka gunakan.

“Tapi enggak semua gate sih ada juga gate yang tanpa diperiksa. Kalau gak salah penglihatan saya tadi cuma dua gate yang ada alat untuk cek suhu tubuh,” katanya.

antrean di stasiun bogor

Anita berada di Stasiun Bogor kira-kira pukul 8. Kondisi stasiun, katanya, sudah tidak terlalu antre.

“Tapi yang pagi tadi katanya sampe antre,” jelas dia.

Sementara kondisi kereta menuju Jakarta, menurutnya, lebih lowong dari hari biasanya. “Tetap penuh cuma enggak padat banget,” jelas Nita.

Novan, penumpang lainnya, mengakui kondisi Stasiun Bogor cukup padat antrean pemeriksaan suhu tubuh pagi tadi.

“Ini rame banget pada antre, alamat telat ini,” kata dia.

UEFA Akan Mengundur Piala Eropa 2020 ke Desember?

0

BOGORDAILY – Pandemi virus corona membuat UEFA harus mempertimbangkan gelaran Piala Eropa 2020. Ada laporan yang menyebut UEFA berencana menggeser turnamen ke Desember.

Piala Eropa 2020 rencananya akan digelar pada 12 Juni – 12 Juli di 12 kota berbeda di sejumlah negara. Namun pandemi virus corona membuat keberlangsungan turnamen itu jadi tanda tanya.

Dilansir AS, UEFA dan FIFA terus berkomunikasi untuk mencari solusi atas jadwal turnamen yang terganggu akibat COVID-19. Sebagian besar liga-liga top Eropa saat ini tengah ditangguhkan.

UEFA sendiri akan mengadakan video conference untuk membahas Piala Eropa 2020. Kabarnya, UEFA akan mencoba mengajukan proposal ke FIFA untuk mengundur Piala Eropa 2020 ke bulan Desember.

Opsi tersebut muncul setelah FIFA kabarnya tidak akan sepakat jika Piala Eropa 2020 diundur ke 2021. Memundurkan Piala Eropa 2020 ke tahun depan dikhawatirkan akan memengaruhi jadwal turnamen lainnya seperti Piala Dunia Antarklub dan Piala Dunia 2022.

Jika Piala Eropa 2020 benar-benar diundur ke bulan Desember, maka persetujuan liga-liga domestik akan dibutuhkan. Liga-liga di Eropa yang tengah ditangguhkan juga butuh waktu untuk menuntaskan kompetisi.

Belum lama ini, Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina menyatakan akan mengusulkan penundaan Piala Eropa 2020. Hal senada juga diutarakan oleh Presiden LaLiga, Javier Tebas.

Endang Setyawati Sebar 125 Ribu Ekor Benih Ikan Air Tawar Kepada Kelompok Tani di Dapil III

0

BOGORDAILY – Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., M.Sc, saat Reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2019-2020 Dapil Jabar III meliputi (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur). Hj. Endang turun langsung ke kelompok tani untuk menyerahkan bantuan benih ikan air tawar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Besar Budidaya Perikanan Air Tawar Sukabumi, disejumlah lokasi di wilayah Kota Bogor serta Kabupaten Cianjur, pada masa reses perseorangan dan kunjungan Dapil yang dimulai sejak Sabtu (14/3/20) hingga Minggu (15/3/20).

Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., menyerahkan 50 ribu benih ikan Nila ke kelompok tani di Kota Bogor.

Di Kota Bogor, Hj. Endang yang berasal dari Dapil Jabar III (meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur), menyerahkan lebih dari lima puluh ribu ekor benih ikan Nila. Benih diserahkan kepada Kelompok Mina Petir Rancamaya Kelurahan Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan, Kelompok Tani Pamoyanan, Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan serta Kelompok Pemuda Pabuaran Mandiri Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan.

Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., menyerahkan 50 ribu benih ikan Nila ke kelompok tani di Kota Bogor.

Sedangkan di Kabupaten Cianjur, benih yang disebar lebih dari tujuh puluh lima ribu ekor benih ikan Nila. Benih ikan diserahkan kepada Kelompok Mitra sejati Kampung Maleber, Desa Gudang, Kec. Cikalong Kulon, Kab. Cianjur. Selain itu benih ikan juga diserahkan kepada Kelompok Buana di Kampung Babakancariu, Desa Sindangsari, Kec. Ciranjang, Kab. Cianjur.

Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., menyerahkan 75 ribu benih ikan Nila ke kelompok tani di Kabupaten Cianjur.

“Selain benih ikan, kami juga membagikan makanan tanbahan untuk bayi ibu-ibu peternak ikan,” kata Endang didampingi Tenaga Ahli Dapil Cianjur Asep Ruhiyat.

Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., menyerahkan 75 ribu benih ikan Nila ke kelompok tani di Kabupaten Cianjur.

Dalam resesnya, Endang juga membahas soal kemandiran pangan, energi dan air. Termasuk antisipasi stunting serta upaya mengembangkan produk unggulan Cianjur, seperti hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya.

Kegiatan penyerahan benih ikan disaksikan pengurus DPC Gerindra dan PIRA (Perempuan Indonesia Raya), para tokoh masyarakat serta warga Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor. Hj. Endang berharap bantuan tersebut dapat mendongkrak perekonimian masyarakat di kedua wilayah tersebut. Selain itu, mengkonsumsi ikan dapat menjadi budaya ditengah masyarakat.

Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., menyerahkan 75 ribu benih ikan Nila ke kelompok tani di Kabupaten Cianjur.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkap Hj. Endang.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Besar Budidaya Perikanan Air Tawar Sukabumi. (bdn)

ProDem Antara Melawan atau Tenggelam

2

Sunandar Yuyuy

Assalam’mu alaikum Wr. Wb.

Kawan-kawan seperjuangan yang kami banggakan. Kongres ke 7 ProDEM telah melahirkan kepengurusan baru, dimana kepengurusan baru tersebut pasti akan lebih berat. Hal itu karena ProDEM harus mampu hadir mengkritisi kebijakan rejim Jokowi yang semakin tidak jelas arah kebijakannya.

Dari awal tahun pertumbuhan ekonomi mengalami stagnan, bahkan diprediksi pertumbuhan ekonomi sekitar 4 persen. Rupiah sudah terpuruk, belum lagi IHSG sudah kena suspen, hal itu membuat pemerintahan yang semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan dengan negara Asean lainnya. Apalagi Indonesia telah dikeluarkan menjadi negara berkembang dan masuk menjadi negara maju. Itulah awal dari malapetaka negeri ini. Hal itu ditambah dengan adanya virus Corona yang membahayakan manusia di dunia. Bahkan Indonesia mendapat “isolasi sosial” dari berbagai negara dunia, hingga banyak proyek infrastruktur menjadi terhenti dan investasi menjadi mandek.

Seperti diketahui bersama, bahwa Jaringan ProDemokrasi (PRODEM) adalah sejarah gerakan mulai dari aktivis mahasiswa angkatan’80-an sampai sekarang. Jika dulu gerakan mahasiswa adalah gerakan jalanan yang diawali dengan peran serta mahasiswa dari berbagai kasus tanah dan kita lihat saja kasus tentang Kedung Ombo, Belangguan, Rancamaya, Cijayanti, Sumber Lampok Bali, jenggawa, Jatiwangi, Badega, Cilacap dan lain-lain. Hingga kita telah melahirkan gagasan *”PARKUBEL”* (Partai Kucing Belang).

Bahkan pada tahun 1993 adalah sejarah melawan Soeharto dengan melakukan Demonstrasi di DPR dengan spanduk *”Seret Soeharto Ke sidang istimewa”* spanduk yang dibawa oleh FAMI (Front Aksi Mahasiswa Indonesia), yang Kemudian menangkap 21 Mahasiswa se Jawa-Bali. Kebetulan saya bagian dari satu yang ditangkap dan menjalani penahanan.

Dari hal diatas saya melihat dengan nyata, bahwa praktek kurupsi, manipulatif, hukum, demokrasi yang kita Perjuangkan bersama justru mundur kebelakang. Bedanya waktu itu ABRI (tentara) lebih dominan, sekarang Polisi menggantikan tentara. Bahkan yang lebih memprihatinkan kita melawan para kawan sendiri yang berada di dalam kekuasaan, baik yang dapat kue atau masih mencari jatah kue.

Kita sekarang berada pada pilihan, kita diam tapi terjajah oleh rejim ini atau kita lawan demi cita-cita kita bersama terhadap perubahan. Itu penting saya sampaikan, sebab di kepengurusan yang baru harus tidak memiliki sikap basa-basi dalam politik. Karena melawan adalah ideologi perjalanan kita selama ini dan sekarang justru kembalinya diktator dari dalam wujud “boneka” kerakyatan.

ProDEM baru saja melaksanakan prosesi serah terima jabatan kepemimpinan nasional, dari Bambang “Gembos” Judho Pramono/Komeng kepada Iwan Sumule/Mujib Hermani, sebagai sebuah organ politik aktifis, ProDEM, dalam konteks pergantian kepemimpinan tersebut, juga dituntut oleh sejarah untuk memperlihatkan positioning dan kapasitas yang elegan dalam konfigurasi politik nasional. Sebagai Ketua Majelis Senator ProDEM baru, Iwan Sumule, semoga bisa menyampaikan sebagai pemimpin perlawanan kepada rejim Jokowi yang dipandang perlu membawa ProDEM menuju paradigma politik baru yang lebih mencerahkan, dan visioner.

Dibawah kendali nakhoda baru, ProDEM akan masuk kedalam spektrum aktifitas politik yang lebih bermarwah, tidak lagi hanya *“menagih hutang sejarah”*.

Sebagai aktifis ProDEM dan kader Partai Gerindra dalam konteks ini, sesungguhnya akan sangat banyak hal yang bisa dilakukan melalui ProDEM yang dipimpinnya. Didalam kondisi stabilitas politik yang ‘rancu’, diantara larut dan menyatunya kelompok aktifis politik yang kala pilpres mendukung Prabowo, kelompok aktifis yang meneriakan nilai-nilai ideal dan kelompok relawan-relawan Jokowi yang sampai saat ini belum mendapatkan “pos jabatan”. Diantara semakin samarnya aktifitas politik faksional tersebut, ProDem selayaknya melayang terbang diatas kepentingan politik ‘jangka pendek’ yang lazim dan kerap disuarakan ketiga kelompok aktifis politik tadi.

Dengan portofolio yang Iwan Sumule miliki, maka tidaklah sukar baginya untuk mengarahkan ProDEM kepada tujuan yang lebih konkrit dan substansial, atau istilahnya kembali ke Khitah ProDEM yang sejati.

Membaca arah dan gerak politik Jokowi, maka bagi ProDEM dibawah kepemimpinan Iwan menjadi tidak sulit menciptakan irisan. Infrastruktur sebagai program unggulan Jokowi, bukanlah barang baru bagi kepengurusan tersebut. Jaringan dan pandangan Iwan tentang Infrastruktur dan pertanahan dapat membantu ProDEM menentukan posisi politik kedepan. Belum juga ditambah munculnya virus Covid-19 yang sudah sampai Istana dan amburadulnya ekonomi kita.

ProDEM juga harus menempatkan dirinya dalam tempat yang objektif-rasional, dimana kemudian juga akan mengkritisi pemerintah Jokowi dalam kapasitas konten yang dapat dipertanggung-jawabkan kondisi objektifnya. Menjadikan ProDEM sebagai organ aktifis politik yang memiliki marwah dan terlepas sama sekali dari problematika kesejarahan, adalah menjadi kewajiban Iwan Sumule sebagai estafet kepemimpinannya.

ProDEM jangan lagi hanya berteriak-teriak dalam perkara-perkara remeh temeh seperti mengganti posisi pejabat negara, dan lain sebagainya, yang secara praksis justru sebenarnya men-downgrade kapasitas ProDEM itu sendiri. Dibawah kendali kepengurusan baru, dari seorang aktifis Forkot, maka ProDEM harus mulai menerapkan strategi politik yang “outward looking”, bukan lagi hanya berkutat menjadi penagih sejarah masa lalu. ProDEM akan diposisikan sebagai organ yang menawarkan tantangan masa depan.

Ketika kemudian ProDEM memandang Nawacita sebagai program ‘gagal’ pemerintahan Jokowi, maka yang harus berada di garis terdepan adalah tentang kepentingan nasional. Bukan lagi perkara dukung mendukung, bukan perkara suka tidak suka lagi. Memaknai Nawacita bagi ProDEM adalah sebuah tugas sejarah baru, tentunya dalam konteks kepentingan nasional bangsa, bukan dalam konteks kepentingan jangka pendek yang berorientasi kepada imbalan uang, proyek atau jabatan.

Ketika ProDEM kemudian menjadi outward looking maka ProDEM akan bicara tentang Indonesia dan kepentingan nasionalnya dalam konfigurasi politik internasional yang semakin maju dan dinamis. ProDEM harus menjadi pioneer bagi berbagai gerakan aktifis politik lainnya (terutama aktifis angkatan 98 dan milenial) dalam melakukan akselerasi-akselerasi penting bagi kepentingan nasional bangsa. Pertarungan antar negara yang bergeser dari isue ideologi kepada isue-isue lain seperti lingkungan dan polarisasi, membuat negara memerlukan dukungan politik dari pelbagai pihak, termasuk dari ProDEM. Sebagai contoh, ProDEM sebaiknya menyuarakan bahwa posisi kompromi Indonesia akan semakin melemah dalam dialog antar negara akibat kasus asap dan virus Corona. Contoh tersebut memperlihatkan bahwa bahkan karena isue sederhana, sebuah negara bisa kehilangan pengaruhnya, bukan lagi karena perkara ideologis. Terima kasih buat semuanya, semoga gelora perlawanan masih terus membahana di Indonesia.

BOGOR, 15 Maret 2020

Kongres Akbar Aktivis 80-an dan Peranan Prodem Terhadap Rakyat Kecil

0

Hari ini para aktivis berbagai generasi bertemu di gedung Juang 45 Menteng Jakarta. Di sela ramainya sebaran virus Corona terutama di Ibu Kota tak menjadikan para aktivis menjadi pesimis dan takut.

Kelebihan aktivis adalah tidak mudah percaya “horor” yang menggejala secara masiv. Meski demikian kehati-hatian tetap menjadi prioritas.

Dengan derasnya penyebaran virus Corona membuat segala macam isu di negara ini berhenti. Seolah semua di fokuskan pada isu Corona .

Soal harga gula yang melejit, soal Jiwasraya, soal menghilangnya masiku , dan seabrek persoalan bangsa yang mendera selama ini.

Saya berharap kongres para Aktivis Prodem bukan hanya sekedar menjadi ajang pemilihan ketua majelis Prodem serta Sekjen saja. Tetapi aktivis Prodem harus tetap konsisten mensuarakan dengan keras soal ketidakadilan di negara ini.

Meski kita tahu bahwa saat ini penguasa dan sekitarnya adalah teman-teman sendiri , tetapi tidak menutup mata, bahwa Aktivis Prodem punya sikap seperti sediakala menjadi aktivis pergerakan mahasiswa dan idialisme.

Prodem jangan menjadi ayam sayur atau singa yang berubah menjadi rusa.
Ketika mendapat jabatan/ kekuasaan lantas luntur idealismenya.

Sebaran para aktivis Prodem sudah berada di mana2 , hampir di semua lini kekuasaan dan birokrasi maupun di parlemen. Hanya saja , kegigihan dalam perjuangan kepada rakyat kini tampak melemah.

Semoga dalam proses regenerasi kepemimpinan Prodem dapat menjadi tolok ukur perjuangan yang tak pernah padam.

Dalam perjalanan sejarahnya , kepemimpinan Prodem sudah berjalan cukup lama. Kongres yang ke VII di Jakarta ini saya berharap Prodem dapat menjalankan kitahnya sebagai wadah perjuangan untuk rakyat kecil.

Selain itu, selama ini kongres Prodem, sudah pernah diadakan di kota Yogyakarta, Jakarta, Bandung. Bahkan, ketua majelis juga pernah di pegang oleh aktivis dari Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Jawa timur.

Jika menilik beberapa bulan lalu, pada saat rapat persiapan acara kongres yang diadakan di kota Bogor.

Muncul pemikiran , mengapa tidak, diantara aktivis dari Bogor yang diusulkan menjadi salah satu ketua majelis Prodem?

Kesetaraan ini penting untuk menjadi momentum bahwa, estafeta kepemimpinan majelis Prodem perlu.

Sebab bagaimanapun perjuangan yang endingnya reformasi bukan semata superioritas dari sebuah gerakan salah satu kota saja. Tapi, dari berbagai kota di Indonesia serentak melakukan gerakan dan memiliki sejarah yang sama dalam perjuangan menumbangkan rejim Orde Baru.

Sejak awal saya mengusulkan agar ketua Prodem kali ini dapat diprioritaskan kepada teman2 aktivis dari Bogor. Hal ini agar, equalitas dan partispatoris para aktivis dari Bogor dapat berkiprah dengan di dukung oleh kita semua.

Sejak dulu, apa yang saya kenal , teman-teman aktivis dari Bogor perjuangannya lebih pada fraksis ketimbang elitis. Teman-teman aktivis Bogor banyak membela rakyat kecil yang tertindas.

Dari Rancamaya, Jatiwangi Majalengka, Cibodas Cianjur dan lain-lain menjadi bukti bahwa para aktivis Bogor tak pernah lelah dalam berjuang untuk rakyat.

Semoga dalam forum pertemuan para aktivis gerakan mahasiswa yang kini sedang berpikir untuk ke depan bangsa , dapat memikirkan apa yang menjadi gagasan saya ini.

Selamat kongres, semoga sukses

Eko S Dananjaya, Yogyakarta,14/3/20

Indy Coffee Gelar Kajian Amazing You

BOGOR DAILY – Indy Coffee menggelar kajian Amazing You yang bertemakan ‘Kebesaran Allah SWT dalam menciptakan dirimu’ yang beralamat di Jalan KH Abdulah Bin Nur, Ruko Alimah, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Acara kajian Amazing You itupun turut menghadirkan Mitivator Islam, Kang Zain. Untuk memaparkan kahidupan di dunia bahwa manusia adalah ciptaan Allah SWT yang Amazing.

Motivator Islam, Kang Zain, mengatakan, kajian ini adalah bentuk bagaimana supaya manusia bisa menyadari bahwa dirinya adalah yang luar biasa diciptakan oleh Allah SWT. Karena, di dalam kehidupan di dunia ini ada dua unsur yaitu terlihat dan tidak.

“Nah mayoritas manusia itu memperbaiki di unsur yang terlihat, padahal untuk memperbaiki yang terlihat harus dari yang tidak terlihat. Artinya, ada raga ada jiwa ada tubuh dan ada batin,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (15/3/2020).

Karena lanjutnya, untuk memperbaiki hal itu harus dari yang tidak terlihat. Karena, materi itu berasal dari energi dan jiwa adalah berasal dari raga. Tentunya hal itu juga berdampak terhadap kesehatan manusia itu sendiri.

“Kalau kita mempunyai masalah di finansial, pasti ada masalah dalam kehidupan kita yaitu energinya. Kenapa bisa seperti itu, kita bisa saja mendapatkan informasi yang salah karena bahan dasar materi adalah energi dan bahan dasar energi adalah informasi, nah sekarang era informasi,” jelasnya.

Dalam kajian tersebut, Kang Zain juga mengajak agar mencoba menjauh dari teknologi selama satu hari. Atau, bisa juga dikonsepkan dengan seperti puasa Senin dan Kamis.

“Karena kita ini lelah mendapatkan informasi dari sana sini, contoh kalau kita makan kenyang lelah tidak? Pasti lelah, saya mengajak semoga dengan ajakan ini bisa memberikan kita menjadi pribadi yang baik,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu kordinator Indy Coffee, Yuni, mengatakan, kajian tersebut merupakan agenda rutin dari Indy Coffee setiap satu bulan sekali serta Quran Camp.

“Dalam kajian ini, kita sama sama belajar untuk tidak menyalahkan orang lain dalam kehidupan kita. Lebih menyadari saja, bahwa segala sesuatu itu terjadi akibat diri kita sendiri,” katanya.

Yuni juga berharap, dengan dilaksanakan kajian Amazing You ini, bisa menyadarkan diri dan selalu mendekatkan kepada Allah SWT. Bukan berarti mengenyampingkan penghasilan, tentu itu juga adalah targetan dari usaha yang saat ini sudah mulai berjalan lama tersebut.

“Semoga tempat ini diberikan keberkahan, entah itu baik dari pendapatan atau kesejahteraan kita sebagai karyawan terjamin,” tukasnya. (Andi)

Disdik Jabar Keluarkan Surat Edaran Sekolah Diliburkan Tanggal 16 Hingga 28 Maret 2020

0

BOGOR DAILY – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Satrika, mengumumkan sekolah mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta pendidikan nonformal se-Jawa Barat diliburkan mulai tanggal 16 hingga 28 Maret 2020.

Pengumuman itupun tercantum dalam surat yang diterima Bogordaily.net, nomor 443/3302-Set Disdik 15 Matet 2020. Yang ditandatangani langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Dalam surat edaran tersebut, bahwa dalam rangka pencegahan virus korona pada status pendidikan di Jawa Barat serta perkembangan kondisi saat ini. Hal itu tertulis, Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar Nomor 443/kep.179-dinkes/2020 tentang pencegahan virus korona.

Dan juga, surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 3 tahun 2020, surat edaran Gubernur Jabar no 400/26/HUKHAM tanggal 13 Maret 2020 tentang resiko kewaspadaan penularan virus korona. Serta, surat ketua BSNP No 0114/SDAR/BSNP/III/2020 tanggal 14 Maret 2020, tentang perihal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) penyebab virus korona.

Dalam surat itu tercantum, bahwa kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dirumah masing-masing mulai tanggal 16-29 Maret 2020. Kepala satuan pendidikan agar menugaskan setiap guru dan tenaga kependidikan untuk memberikan tugas pembelajaran jarak jauh.

Meminta juga, untuk disampaikan kepada orang tua siswa. Sehubungan sudah ditetapkan keadaan darurat virus korona di Jawa Barat. Maka penyelenggaraan UN dan ujian sekolah ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Ketika dikonformasi, Kepala Disdik Kota Kota Bogor, Fahrudin, mengatakan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih menunggu arahan Dinas Provinsi sebagai kewenangannya. “Betul diliburkan baru saja diputuskan,” singkatnya, kepada Bogordaily.net, Minggu (15/3/2020). (Andi)

Bupati Tetap Buka Akses Pariwisata di Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Di tengah menyebarnya virus Corona, Bupati Bogor, Ade Yasin, menyatakan akan tetap membuka tempat wisata di wilayah Kabupaten Bogor. Walaupun, di Daerah Khusus Ibukota (DKI) sudah ditutip selama dua pekan ke depan.

“Walaupun di DKI Jakarta sendiri sudah ditutup kita hanya melakukan antisipasi saja. Kalau ditutup malah membuat masyarakat panik,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (15/3/2020).

Saat ini lanjut politisi PPP tersebut, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan terus menyosialisasikan hidup sehat untuk pencegahan virus korona kepada masyarakat.

“Upaya kita bagaimana virus korona ini tidak menyebar di badan kita dan tubuh kita,” ungkapnya.

Jika ditutup lanjut orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini, masyarakat Kabupaten Bogor tentunya akan kehilangan mata pencahariannya.

“Karena kalau penindakan saya pikir kasihan masyarakat, kan ekonomi nya kan dari pariwisata juga, nanti gak ada penghasilan,” ucapnya.

Akan tetapi, dirinya melarang pejabat atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk berpergian ke luar negeri. Walaupun, ada kerjasama dengan Pemkab Bogor.

“Gak boleh sama saya gak keluar negeri, saya juga enggak keluar negeri,” tukasnya.

Sebelumnya, pemerintah DKI Jakarta sudah melakukan penutupan tempat wisata di Jakarta dalam dua pekan ke depan demi menghindari interaksi dan mengurangi kerumunan banyak orang. Karena, kerumunan bisa berpotensi menyebabkan penularan.

“Semua destinasi liburan dan tempat wisata ditutup 2 minggu ke depan. Ancol tutup, Ragunan tutup, Monas tutup, museum yang dipegang oleh Pemprov tutup. Tujuannya meminimalkan kegiatan warga di ruang yang penuh dengan warga,” tukas Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan. (Andi).

Dipicu Corona, Reuni 40 Tahun Armada, IPB 17 Ditunda

0

BOGORDAILY – Agenda reuni Armada angkatan 17 IPB yang terpaksa ditunda, merujuk kondisi dan sejumlah kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan Corona.

Agenda itu ditegaskan dalam surat terbuka yang dirilis panitia reuni 40 tahun Armada IPB 17.

Berikut surat penundaan agenda reuni:

Kepada Yth.
Sahabat² Armada Angkatan 17 IPB
di tempat

Sahabat Armada yang kami sayangi dan cintai.

Menunjuk pengumuman Panitia Reuni 40 tahun Armada via WAG tertanggal 04 Maret 2020, bahwa Panitia berpendapat untuk tetap melanjutkan rencana tersebut sampai ada kondisi :

1). Trend outbreak yang semakin luas dan cepatnya bertambah kasus di tanah air._

2). Adanya arah policy kebijakan/himbauan untuk tidak berkumpul di tempat2 umum, seperti juga di tempat kita akan reuni._

Maka mengingat kedua kondisi sudah terpenuhi, maka demi menjaga keamanan dan kesehatan kita semua, kami Panitia memutuskan untuk *menunda acara Reuni Armada 40 Tahun di IICC Bogor 04 April 2020*, sampai batas waktu yg belum ditentukan._

Kami memahami bahwa teman2 sudah penuh persiapan untuk melepas kangen dan saling bersilaturahmi…untuk itu kami Panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, demi kebaikan kita semua.

Mohon kiranya maklumat ini disampaikan kepada para anggota Armada 17 melalui kelompok TPB IPB 1980 ataupun Fakultas/Departemen. Terima kasih.

Jakarta, 14 Maret 2020
Panitia Reuni 40 Tahun Armada, IPB 17. (*)