Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8391

Lagi, Tawuran Pelajar di Bogor, Satu Siswa Tewas

BOGOR DAILY – Aksi tawuran yang terjadi pada Kamis (12/3/2020) di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia.

Aksi tawuran itupun tentunya menjadi perhatian serius dari Polsek Cigudeg. Karena, lokasi dimana terjadinya tawuran pelajar itu lumayan dekat dengan wilayah hukum Cigudeg.

Kapolsek Cigudeg Polres Bogor, Kompol Bektiyana, mengatakan, kejadian tawuran pelajar tersebut yang mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia berlokasi di Jalan Simpang Rewod, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo.

“Kita masih melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), dimana pelajar itu meninggal dunia,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika dihubungi, Jumat (13/3/2020).

Terjadinya tawuran tersebut lanjut kapolsek, hal itu sempat membuat masyarakat resah. Walaupun pada Kamis kemarin berhasil dibubarkan, tapi ada satu korban yang meninggal dunia berinisial J (17).

“Kemudian personil Polsek Cigudeg membantu korban ke Puskesmas, untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun karena korban yang sudah kehabisan darah sehingga terhadap nyawa korban tidak terselamatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, korban berinisial J warga Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, dan sudah dimakamkan pada pagi tadi.

“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan Polsek Parung Panjang dan Sat Reskrim Polres Bogor, untuk melakukan penyelidikan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang sebagaimana diatur pasal 170 KUHP. Selain itu juga kami turut melakukan tazkiah ke keluarga korban dan iktu melakukan pemakaman,” tukasnya. (Andi)

PN Cibinong Batal Eksekusi Perumahan GCC

BOGOR DAILY – Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Kelas I A batal melakukan eksekusi terhadap Perumahan Green Citayam City (GCC) yang berlokasi di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Direktur Utama Green Citayam City, Ahmad Hidayat Assegaff, mengaku, belum mendapatkan bukti salinan bahwa perumahan GCC yang berdiri di lahan seluas 50 Hektar itu akan diratakan oleh Pengadilan Negeri Cibinong.

“Pengiriman surat juga tidak masuk ke kita, kita hanya dapat dari WhatsApp saja, itu kan tidak sopan penyampaiannya ke kita, saya sampaikan saya apresiasi tetap kepada PN Cibinong walaupun lebih dan kurangnya,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di kantor pemasaran GCC, Jumat (13/3/2020).

Dirinya juga merasa bingung dengan langkah PN Cibinong, mengenai administrasi pengadilan seperti apa. Karena, banyak penetapan yang ditujukan ke GCC namun statusnya tidak jelas.

“Mungkin besok juga ada penetapan lagi, kita juga bingung semalam kita dapat dari WhatsApp saja, mana yang harus kita pegang pada administrasi PN Cibinong,” ungkapnya.

Habib sapaan akrabnya itupun sudah menyampaikan kepada konsumen, bahwa dirinya membeli tanah yang saat ini dibangun perumahan GCC dengan harga mahal.

Dirinya juga meminta kejelasan, kepada Pengadilan Negeri Cibinong, agar memberikan status kejelasan kepada GCC. Baginya, konsumen dan pihak perusahaan meminta kepastian kepada PN Cibinong.

“Seperti kemarin pemanggilan tapi tidak ada berita acara, tiba-tiba ada putusan untuk pengosongan. Saya saat itu menyampaikan saya pemilik lahan ini dan saya tidak kasih izin, kalau pencocokan data ok saya terima, tapi kan ini tidak, saya sampaikan saya ini masyarakat dan PN petugas negara kalau lebih lanjut saya tidak kasih izin, karena tanah ini milik saya,” tegasnya.

Dirinya beeharap, dengan adanya kegaduhan ini bisa terjawab semuanya, baik itu yang dipermainkan yang memainkan atau bermain serta siapa yang menciptakan semua ini.

“Kembali lagi juga saya sangat berkontribusi kepada masyarakat, bahwa kita menciptakan rumah yang layak dan yang lainnya, apalagi di sini ada koperasi Kemhan. Tentunya itu akan berdampak kepada lingkungan yang ada di sini,” ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, sebanyak 1200 unit rumah yang dijual kepada koperasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari GCC. Artinya, yang kemarin banyak berita beredar itu hanya sepihak.

“Mudah-mudahan kita dapat kebenaran sebenar-benarnya, kita sama punya hak di mata hukum. Karena, kita juga warga negara,” tukasnya.

Ketika di konfirmasi Humas PN Cibinong Kelas I A, Ben Ronald Situmorang, sampai saat ini belum menjawab, terkait tidak jadinya penggusuran terhadap perumahan GCC tersebut.

Sebelumnya, penggusuran itupun akan dilakukan menyusul amar putusan Mahkamah Agung (MA) No 2682 K/PDT/2019 pada 4 Oktober 2019. Dalam perkara ini, PT Tjitajam memenangkan gugatan terkait penyerobotan lahan miliknya oleh PT Green Construction City (GCC) selaku pengembang perumahan Green Citayam City.

Seperti dikutip dari salinan putusan MA atas kasus tersebut, ditegaskan bahwa, ‘PT Tjitajam yang sah menurut Hukum adalah PT Tjitajam dengan Susunan Pengurus Direktur Rotendi dan Komisaris Jahja Komar Hidajat, karena itu berhak atas tanah objek sengketa’.

PT Tjitajam sebagai pihak Penggugat Intervensi dalam kasus ini pun diputuskan sebagai pemilik sah atas tanah berikut bangunan di atasnya yang menjadi objek sengketa, sesuai SHGB No. 3/Citayam, SHGB No. 1798/Ragajaya, SHGB No. 1799/Ragajaya, SHGB No. 1800/Ragajaya, SHGB No. 1801/Ragajaya, SHGB No. 257/Cipayung Jaya, dan SHGB No. 1802/Ragajaya. (Andi)

Pengorbanan DJ Butterfly Tinggalkan Dunia Artis Usai Nikah

0

BOGORDAILY – Setelah resmi menikah dengan Andri Tanu Wijaya, DJ Katty Butterfly meninggalkan dunia artis. Dia pun fokus menjadi ibu rumah tangga.

Semua keputusan DJ Butterfly jadi ibu rumah tangga, diceritakan sang manajer, Gani, demi menghormati Andri sebagai suami. Banyak perubahan yang dilakukan oleh DJ Butterfly.

“Benar sampai semua jobnya kita nggak ambil karena kita hormati suami. Aku kan juga harus ada izin dari suaminya. Kalau suaminya bilang ok aku enak dong jalannya. Tapi, kalau nggak ada ok dari suaminya ya susah,” jelas Gani kepada detikcom melalui sambungan telepon.

Saat ini dalam usia pernikahan yang baru akan menginjak dua tahun, Andri justru berencana menceraikan DJ Butterfly. Akan tetapi, sang pengusaha belum tahu apakah keputusannya akan benar-benar menceraikan DJ Butterfly atau berusaha mempertahankan.

Gani berharap, Andri bisa melihat pengorbanan DJ Butterfly untuk menjadi istri yang baik.

“Harusnya (Andri melihat pengorbanan DJ Butterfly) dia sudah berkorban, dia sudah jadi ibu rumah tangga, dia nggak ambil job lagi. Sangat menghargai keputusan dari suami,” tegasnya.

DJ Butterfly sendiri tidak ingin rumah tangganya dengan Andri berakhir di meja persidangan. Dia sangat ingin mempertahankan rumah tangga itu, terlebih sudah ada ada anak.

Asmirandah dan Jonas Rivanno Jalani Program Bayi Tabung

0

BOGORDAILY – Setelah menikah beberapa tahun, Asmirandah dan Jonas Rivanno hingga saat ini belum dikaruniai buah hati. Kini keduanya menjalani program bayi tabung.

Hal tersebut terlihat dalam Instagram milik Asmirandah. Keduanya terlihat mendatangi salah satu tempat di mana bisa berkonsultasi menjalani program bayi tabung.

“Konsultasi pertamaku dengan Dr. @merryamelya_ps di @morulaivf_jakarta,” kata Asmirandah dalam Instagram miliknya.

Namun sayang, Asmirandah tidak membuka kolom komentar dalam Instagram miliknya itu. Hingga saat ini postingan itu sudah mendapatkan 9,846 likes dari netizen.

Asmirandah dan Jonas Rivanno bukanlah pasangan selebriti pertama yang menjalani program bayi tabung. Sebelumnya ada Rianty Cartwright dan beberapa artis lainnya yang menjalani program bayi tabung.

Awal Menikah, Demian Tak Percaya Sara Wijayanto Bisa Lihat Makhluk Halus

0

BOGORDAILY – Demian Aditya mengungkapkan perasaannya saat pertama kali menikah dengan Sara Wijayanto. Sara selama ini dikenal peka terhadap arwah dan dunia lain.

Demian mengaku bukanlah sosok yang percaya dengan makhluk gaib. Hingga saat mulai berumah tangga, sang pesulap terkejut dengan kebiasaan Sara.

“Nih ya, Sara tuh kalau tidur, bisa tiba-tiba kebangun terus ngeluarin suara-suara aneh. Tapi ntar dia tiba-tiba tidur lagi,” ungkap Demian di channel YouTube Ussy dan Andhika Pratama.

Suatu ketika, Demian pun memberanikan diri untuk mata batinnya dibuka. Ia diminta Sara ikut meditasi.

Apa yang dialami Sara selama ini ternyata tak mudah bagi Demian. Bisa merasakan kehadiran makhluk halus, dikatakan Demian terasa tak enak.

“Gue waktu itu lagi di kamar mandi, gosok gigi. Di kaca gue liat kayak ada sekelebat lewat-lewat. Pas dilihat nengok ke belakang nggak ada apa-apa. Ah udah dari situ gue minta udahan, bisa liat mereka,” tukas Demian.

Hari Terakhir Masa Inkubasi, Dinkes Kota Bogor Pantau 3 Warga Berstatus ODP

BOGORDAILY – Plt. Kepala Dinas kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno yang ditunjuk Wali Kota Bogor Bima Arya sebagai Juru Bicara Pemkot untuk Penanganan Covid-19, menyampaikan perkembangan terbaru antisipasi virus Corona di kota hujan sepanjang Jum’at (13/3/20).

Retno menyatakan, sampai saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor. Bahkan, 20 warga yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebagian besar dinyatakan negatif Covid-19.

“Per tanggal 13 Maret 2020, orang dengan pemantauan (ODP) tetap 20, 17 diantaranya selesai (dinyatakan sehat setelah melewati masa inkubasi 14 hari). Tiga orang lainnya masih pemantauan. Hari ini kebetulan hari terakhir pemantauan. Kalau hari ini sudah sehat, berarti besok sudah bebas dan dianggap sudah selesai,” ungkap Retno.

“PDP (Pasien dalam Pengawasan) sempat ada satu, kasus yang di bulan Januari. Tapi itu juga sudah selesai. Waktu itu kita rujuk ke RSPI, hasil lab swap negatif, pasien sudah pulang dalam kondisi sehat. Artinya sudah selesai,” tambahnya.

Sementara itu, terkait perkembangan informasi yang menyebutkan seorang pasien positif corona yang meninggal dunia di RS Moewardi Solo punya riwayat menghadiri salah satu seminar di Bogor, Retno mengaku masih berkoordinasi dengan pihak RS dan Dinkes Solo untuk menelusuri.

“Terkait berita itu, kami sudah baca di media juga. Jadi ada satu pasien yang katanya terkonfirmasi positif di RS Moewardi Solo yang sebelumnya ada riwayat seminar di Bogor. Kita sedang mencoba menghubungi RS tersebut dan Dinkes di sana,” terang Retno.

Sejauh ini, kata dia, Retno mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan identitas dan data pasien tersebut. “Karena ada yang sifatnya konfidensial, terkait membuka status data identitas pasien itu kita agak kesulitan. Untuk membuka data pasien itu memang sulit. Kenapa sampai sekarang kita belum mengkonfirmasi apakah ini betul? Kita ingin tahu apakah penderita ini sebelumnya ada riwayat di Bogor? ataukah dia warga Bogor? ataukah dia pernah berkegiatan di mana saja di Kota Bogor?,” jelasnya.

“Itu yang kita masih telusur sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang pasti. Ini menyangkut konfidensial dari pasien. Di dalam kode etik dan sumpah jabatan di kedokteran memang tidak boleh membuka identitas pasien apalagi diagnosa. Kita terus mencoba berkomunikasi dengan pihak RS di sana,” tambahnya.

Jika sudah dapat detail informasinya, Dinkes Kota Bogor akan melakukan penelusuran terkait lokasi kegiatan, pesertanya siapa saja, dan lain-lain. “Ketika kita dapat informasi pasti, pasti bisa ditelusuri. Kapan, siapa saja yang terlibat dalam seminar itu, baru bisa kita tracking. Kalau sampai sini belum bisa menginformasikan itu,” pungkas Retno. (andi/bdn)

 

Juventus Vs Lyon dan Man City Vs Madrid Ditunda, Pemain Dikarantina

0

BOGORDAILY – Laga Manchester City vs Real Madrid dan Juventus vs Olympique Lyon dipastikan ditunda. Ini karena pemain Madrid dan Juventus harus diisolasi imbas Virus Corona.

Man City akan menjamu Madrid di Etihad Stadium pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Sementara di laga lain, Juventus akan menantang Lyon di Allianz Stadium.

Duel ini rencananya bakal dilangsungkan secara bersamaan, Rabu (18/3/2020) dini hari WIB. Namun, UEFA memastikan dua laga tersebut harus ditunda.

UEFA mengumumkan hal tersebut lewat situs resmi mereka. City Vs Madrid dan Juventus vs Lyon ditunda imbas pemain Madrid dan Juventus yang harus dikarantina akibat merebaknya Virus Corona.

“Menyusul karantina yang dilakukan kepada pemain Juventus dan Real Madrid, pertandingan Liga Champions UEFA antara Man City vs Madrid dan Juventus vs Lyon tidak akan berlangsung sesuai jadwal,” bunyi pernyataan resmi UEFA.

“Keputusan terkait kedua laga tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut di waktu mendatang.”

Pemain dan staff Juventus harus dikarantina setelah salah satu penggawa mereka, Daniele Rugani positif terjangkit Virus Corona. Langkah serupa ditempuh oleh Los Blancos karena anggota tim basket Madrid menderita penyakit Covid-19 ini.

Heboh Virus Corona, Senk Lotta Kaget Harga Masker Melonjak

0

BOGORDAILY – Virus Corona ternyata membuat artis dan model Senk Lotta cemas. Ia selalu menyediakan hand sanitizer di dalam tasnya.

“Aku bawa di tas aku Antis itu dua botol. Ke mana-mana cuci tangan,” kata Senk Lotta di jumpa pers film ‘Jangan Berhenti Menyayangi Aku’ di Serpong, BSD, Tanggerang, Kamis (12/3/2020).

Saking takutnya, sebelum makan mantan istri Fauzi Baadila itu membasuh sendok dengan hand sanitizer. Jika tak melakukan itu dia merasa was-was.

“Sampai kadang mungkin kalau aku merasa nggak nyaman, sendok dan garpu aku bersihin pakai Antis,” katanya.

Senk Lotta juga kaget dengan harga masker yang sempat melambung tinggi. Untungnya sejak awal, dia sudah punya masker untuk naik ojek online.

“Aku lihat harga masker kaget Rp 350 ribu satu box. Kayak, ‘Hah?’. Nggak beli sih kebetulan di rumah, saya sering kalau kerja nggak ada waktu naik ojek online. Jadi aku emang di rumah udah ada masker. Jadi nggak beli sih,” pungkasnya.

Nadiem Minta Sekolah Tunda Studi Wisata/Belajar di Luar Ruangan

BOGORDAILY – Untuk mencegah corona, Mendikbud Nadiem Makarim meminta sekolah mengantisipasi dengan berbagai cara. Selain cuci tangan siswa, Nadiem juga meminta sekolah untuk menyetop studi wisata atau belajar di luar ruangan.

“1Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan (berkemah, studi wisata),” tulis Nadiem dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan Pendidikan yang dikutip detikcom, Jumat (13/3/2020).

Surat itu ditunjukkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Pemimpin Perguruan Tinggi, serta kepala sekolah di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, Nadiem belum memberikan arahan untuk menghentikan sementara semua aktivitas pendidikan.

Berikut ini merupakan 18 instruksi dari Nadiem terkait pencegahan COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan:

1. Mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan di perguruan tinggi dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

2. Berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat untuk mengetahui apakah Dinas Kesehatan telah memiliki semacam rencana atau persiapan dalam menghadapi Covid-19.

3. Memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan.

4. Memastikan bahwa warga satuan pendidikan menggunakan sarana CTPS minimal 20 detik dan pengering tangan sekali pakai sebagaimana mestinya, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya.

5. Memastikan satuan pendidikan melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan satuan pendidikan secara rutin khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang trampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.

6. Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga satuan pendidikan.

7. Memberikan izin kepada warga satuan pendidikan yang sakit untuk tidak datang ke satuan pendidikan.

8. Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada).

9. Melaporkan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernafasan.

10. Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidik dan tenaga kependidikan lain yang mampu.

11. Berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar-mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajar-mengajar perlu diliburkan sementara.

12. Satuan pendidikan tidak harus mampu mengidentifikasi Covid-19. Kementerian Kesehatan yang akan melakukannya, sehingga satuan pendidikan harus melaporkan dugaan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian. Perlu diingat bahwa mayoritas penyakit terkait dengan pernafasan bukan Covid-19.

13. Memastikan makanan yang disediakan di satuan pendidikan merupakan makanan yang sudah dimasak sampai matang.

14. Mengingatkan seluruh warga satuan pendidikan untuk tidak berbagi makanan, minuman, dan alat musik tiup.

15. Mengingatkan warga satuan pendidikan untuk menghindari kontak fisik langsung, seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan dan sebagainya.

16. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan (berkemah, studi wisata).

17. Membatasi tamu dari luar satuan pendidikan.

18. Warga satuan pendidikan dan keluarga yang bepergian ke negara-negara terjangkit yang dipublikasikan World Health Organization (WHO) diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area satuan pendidikan untuk 14 hari saat kembali ke tanah air.

Cara Jenita Janet Tenangkan Diri dari Perceraian

0

BOGORDAILY – Keadaan Jenita Janet sedang terpuruk karena masalah perceraian. Kini ia mengungkap caranya menguatkan hati.

Jenita Janet selalu mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Berkat dukungan dari mereka, ia dapat menguatkan hatinya.

“Karena mereka tahu kan perjalanan rumah tangga kami seperti apa. Karena aku tahu dalam hati kecil mereka menghawatirkan aku,” jawab Jenita Janet saat ditemui di Jalan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

“Gimana aku jatuh bangun di dunia entertaint mereka tahu banget. Mereka juga nggak pengin perceraian rumah tangga ini menghancurkan karier aku di dunia entertaint,” lanjutnya lagi.

Ada hal lain yang dilakukan wanita 32 tahun ini dalam menenangkan diri. Yaitu berbincang dengan alam.

“Aku lebih sering untuk pergi mengobrol dengan alam. Semesta lebih merasakan lagi dukungan aura positif,” jawabnya.