Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8395

Dites Corona, Mbappe Tak Main di Laga PSG Vs Dortmund?

0

BOGORDAILY – Kylian Mbappe dilaporkan menjalani tes virus corona usai jatuh sakit. Benarkah pemain Paris Saint-Germain itu tak dimainkan saat laga melawan Borussia Dortmund?

Penyerang 21 tahun itu tidak mengikuti latihan PSG minggu ini lantaran mengalami masalah pada tenggorokannya. Mbappe kabarnya juga mengikuti tes virus corona, lantaran ia dikhawatirkan terjangkit penyakit yang tengah mewabah di Eropa tersebut.

Berdasarkan laporan dari L’Equipe, hasil tes menunjukkan jika Mbappe negatif terjangkit COVID-19. Meski demikian, ia tetap diragukan tampil di leg kedua 16 besar Liga Champions antara PSG vs Dortmund yang digelar Kamis (12/3/2020) dini hari WIB.

Lihat gambar di Twitter
Hal itu merujuk kepada kondisi kesehatan Mbappe yang belum pulih sepenuhnya. Pelatih PSG, Thomas Tuchel, baru akan memutuskan akan memainkan Mbappe atau tidak pada Rabu (11/3) waktu setempat.

“Dia sedang sakit, ia mengalami masalah pada tenggorokannya. Kami akan menunggu dan memutuskan pada Rabu pagi,” kata Tuchel seperti dilansir dari Daily Mail.

Duel PSG vs Dortmund yang berlangsung di Stadion Parc de Princes, Paris, rencananya akan digelar tertutup. Kepolisian Prancis mengumumkan larangan bagi para penonton hadir ke stadion, Senin (9/3).

Pelarangan tersebut berkaitan dengan pecegahan penyebaran virus corona yang masuk tahap darurat di Prancis. Hingga Senin kemarin, tercatat 1.209 kasus terjadi di negara terebut dan menewaskan 21 warganya.

Kepala Dalduk KB Kota Bogor Sosialisasikan Banggakencana

BOGORDAILY – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota Bogor, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dan Pendataan Keluarga 2020 kesemua kecamatan yg sudah di awali pada hari senin di Aula Kecamatan Bogor tengah dengan peserta dari kecamatan Bogor Tengaj dan Bogor Utara,  hari ini di Aula Kecamatan Tanah Sareal, Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, Selasa (10/2/20).

Sosialisasi diikuti sataf Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal. Selanjutnya pada Kamis (12/3/20) di Kecamatan Bogor Timur dengan peserta petugas Kec Bogor Timur dan Kecamatan Bogor Selatan meliputi Camat, Lurah, dan PLKB sekota Bogor, Sosialisasi ini dipimpin langsung Kepala Dalduk KB Dra. Rakhmawati, M.Si.

“Tahun ini akan dilaksanakan program Nasional Pendataan Keluarga yang dilakukan setiap lima tahun secara serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini akan digelar pada 1 sampai 30 Juni mendatang. Untuk Kota Bogor menurunkan 1.660 kader KB yang dibagi untuk mengunjungi sekitar 249.332 Kepala Keluarga (KK) dari rumah ke rumah,” ujar Rakhmawati.

Rakhmawati mengatakan, progam banggakencana dan Pendataan Keluarga ini akan fokus pada tiga indikator yakni Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Sedikitnya ada 14 variabel pada Indikator Kependudukan sebut saja nama anggota keluarga dan Nik, jenis kelamin, tanggal bulan tahun lahir, status perwakilan, kepemilikan akta lahir, pekerjaan, pendidikan, kepemimpinan JKN dan lainnya.

Sementara di indikator Keluarga Berencana ada 9 Variabel  sebut saja, jumlah anak yang dilahirkan, jumlah anak yang diinginkan, status penggunaan obat/alat/cara KB, lama penggunaan obat/alat/cara KB saat ini, sumber mendapatkan pelayanan KB terakhir, alasan utama tidak pakai KB, status kehamilan dan lainnya.

“Pada Indikator Pembangunan Keluarga 17 variabel saja,” terangnya.

Ia menuturkan, hasil dari pendataan keluarga akan Keluar Indeks Pembangunan Keluarga (IPK). Manfaat adanya IPK yakni dapat mengukur keberhasilan pembangunan keluarga, menentukan level pembangunan keluarga di suatu wilayah, mengidentifikasi masalah kualitas keluarga di tingkat keluarga, bahan untuk menyusun kebijakan keluarga melalui program atau kegiatan dan dapat dijadikan target pembangunan suatu wilayah.

“Jadi angka IPK ini kunci dari keberhasilan pembangunan. Termasuk bagi Kota Bogor yang visinya menjadi kota ramah keluarga. Dengan dimulainya dengan pendataan keluarga ini diharapkan nanti Pemerintah tau kondisi sebenarnya keluarga di kota Bogor untuk kemudian bisa melakukan intervensi yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya (fla/ismet/bdn)

 

Lucinta Luna Dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Penjara Khusus Perempuan

0

BOGORDAILY – Lucinta Luna dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ia sudah dipindahkan sejak 6 Maret 2020.

“Untuk penahanan itu memang sejak Jumat lalu kami pindahkan yang bersangkutan dari rutan di Polda Metro Jaya ke Rutan Pondok Bambu,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Maradona Siregar, di kantornya, Selasa (10/3/2020).

Polisi mempunyai alasan terkait pemindahan tersebut. Yaitu untuk memudahkan perkara Lucinta Luna berjalan sampai tahap pengadilan.

“Sebetulnya ini untuk efektivitas dan efisiensi waktu, karena kalau sebelumnya pada saat pemeriksaan kami butuh secara intens untuk memeriksa yang bersangkutan. Sementara di Polres Jakarta barat, kita tidak ada tahanan khusus untuk wanita. jadi untuk kemudahan waktu kami titipkan di Polda Metro Jaya,” beber Ronaldo Maradona Siregar.

“Namun karena semua pemeriksaan untuk LL sudah selesai, jadi kami pindahkan ke Rutan Pondok Bambu. Biasanya memang tahanan wanita itu dititipkan di Rutan Pondok Bambu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Lucinta Luna ditangkap polisi di Apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/2/2020). Ia positif menggunakan ekstasi, tramadol dan riklona.

Pariwisata Terpukul Virus Corona

0

BOGORDAILY – Ferry Febriari hanya bisa gigit jari saat melihat daftar buku tamu hotel. Sejak merebaknya wabah virus corona, jumlah turis asing yang menginap di hotel yang dikelolanya menurun drastis.

Cluster General Manager Paragon Hotel Seminyak, Bali & Jakarta ini menceritakan, lesunya jumlah pengunjung mulai terasa sejak 21 Januari 2020. Banyak turis membatalkan plesirannya ke Bali.

Secara keseluruhan, terjadi penurunan pelancong asing yang menginap di hotelnya hingga 70 persen. Wisawatan asal China mendominasi angka penurunan mencapai 35 hingga 40 persen.

“Iya sangat signifikan sekali. Misalnya dalam satu hari, kita di low season seperti ini biasanya paling buruk angka keterisiannya 40 sampai 50 persen. Namun dengan adanya corona (turun) sudah 25 hingga 20 persen dan kadang 15 persen,” kata Ferry saat dihubungi merdeka.com, akhir pekan lalu.

Tak hanya pemilik jasa penginapan, dampak virus corona juga menyerang pengusaha travel di Bali. Salah satunya dirasakan Rusli Wisanto. Pemilik Oke Bali Internasional Travel (OKB).

Sudah sebulan lebih, OKB tak melayani tamu asing berkeliling Bali. Hal itu dirasakannya sejak pemerintah memutuskan menutup penerbangan dari dan ke China.

Sebelum ramai wabah virus corona, OKB Travel bisa melayani tamu China sebanyak 2.000 hingga 3.000 orang per bulan. “Karena yang terbanyak ke Bali dari China. Jadi kita bidik market China saja,” ujar dia.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali mengamini tergerusnya tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Februari akibat virus Corona. Di mana, wisman hanya berjumlah 390.000 dari bulan sebelumnya 530.000 orang. Angka Februari 2020 juga turun dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 430.000 orang.

“Jadi ada penuranan 10 persen,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa.

Pukulan akibat virus corona juga dirasakan pariwisata di Jawa Tengah. Seperti di Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mencatat turis asing tujuan Borobudur pada Februari 2019 mencapai 16.642. Sedangkan, pada Februari 2020 tercatat hanya 9.314 orang.

Turis asing ke Prambanan pada Januari 2020 sebanyak 10.948 orang. Sedangkan, sampai 25 Februari 2020, tercatat hanya 2.557 wisman.

“Kondisi pariwisata terpukul virus corona. Potensi berkurang kunjungan pariwisata dari mancanegara,” kata Kepala Dinas Disporapar Jateng, Sinung N Rachmadi, saat dihubungi merdeka.com.

Bayang-Bayang Ancaman PHK

ancaman phk rev1

Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budijanto Ardiansyah menilai, ketakutan wisatawan asing untuk melancong ke negara terdampak wabah, berakibat kematian bagi sektor bisnis pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama memperkirakan, kerugian akibat virus Corona ini mencapai angka USD4 miliar atau setara Rp54,6 triliun. Dengan rincian, sekitar USD2,8 miliar atau senilai Rp38,2 triliun pendapatan negara hilang dari turis China.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisman pada Januari 2020 sebanyak 1,27 juta orang, menurun 7,62 persen dibandingkan Desember 2019. “Pada Januari 2020, jumlah wisman sebesar 1,3 juta kunjungan atau detailnya 1,27 juta kunjungan wisman,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti.

infografis dampak virus corona terhadap pariwisata dan penerbangan

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengakui sektor industri perhotelan saat ini tengah merugi akibat wabah virus corona. Bahkan, potensi kehilangan pendapatan industri ini ditaksir mencapai sebesar Rp2,7 triliun.

Menurut Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana, selama ramai virus corona, sudah terjadi 40.000 pembatalan kamar hotel dengan total nilai kerugian sebesar Rp1 triliun.

Kabar lebih buruk datang dari Kepulauan Riau. Perusahaan Star Jet, agen travel khusus turis China di kawasan Plaza Lagoi Bintan, Kepulauan Riau pada akhir Februari 2020 mengajukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 150 karyawannya. Penyebabnya, virus corona atau COVID-19 sangat memukul bisnis mereka. Rencananya PHK mulai diberlakukan per 1 Maret 2020.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan, Indra Hidayat, mengatakan di tengah kondisi virus corona saat ini, pihaknya juga tidak bisa memaksa perusahaan untuk bertahan. “Perusahaan tidak memiliki pemasukan buat menutupi operasional per bulan,” imbuhnya.

Selain mengajukan PHK, pihak perusahaan Star Jet terlebih dulu sudah merumahkan sekitar 283 karyawannya pada pertengahan Februari 2020. Kebijakan merumahkan karyawan juga dilakukan oleh perusahaan On Base selaku pengelola travel agent turis China di kawasan Agro Resort, Bintan.

“Kalau On Base ada sekitar 240 karyawan yang dirumahkan,” ungkap Indra.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memprediksi dampak virus corona masih akan terasa hingga Maret mendatang. Jika tak hanya menghitung sektor pariwisata saja, diperkirakan Indonesia kehilangan total pendapatan mencapai USD 13,5 miliar atau setara Rp185 triliun. “Itu tadi skenario kalau 2 bulan tutup,” ujar Perry.

Strategi Pemerintah

rev1

Pemerintah bergerak mengantisipasi lesunya pendapatan yang ditopang sektor pariwisata. Salah satunya dengan menambah empat hari cuti bersama 2020.

Adapun Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula hanya 29 Oktober ditambah menjadi 30 Oktober. Pemerintah juga menambah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri di tanggal 28-29 Mei 2020. Terakhir, tambahan cuti bersama pada 21 Agustus untuk Tahun Baru Hijriah.

Menteri Wishnutama menilai, dengan bertambahnya hari libur, maka masyarakat dapat memanfaatkannya untuk pergi berlibur ke destinasi wisata. “Karena orang bisa memanfaatkan hari libur untuk berwisata,” ucapnya.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah juga mengatakan bahwa penambahan cuti bersama tersebut dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya di bidang pariwisata. Banyaknya masyarakat yang pergi untuk berlibur, kata dia, otomatis juga akan berdampak positif ke industri kreatif.

Sebelum memberikan cuti tambahan, pemerintah juga telah mengguyur sejumlah insentif untuk menangkal dampak virus corona. Ada anggaran promosi pariwisata Rp103 miliar dan juga untuk kegiatan turisme sebesar Rp25 miliar dan influencer sebanyak Rp72 miliar.

Insentif lainnya yaitu pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20 persen selama 3 bulan pada 10 destinasi yang nilainya sekitar Rp265,6 miliar. Pertamina memberikan insentif berupa diskon avtur di bandara yang ada di 9 destinasi wisata, dengan total diskon ini nilainya senilai Rp265,5 miliar selama 3 bulan.

Selanjutnya realokasi dana anggaran khusus (DAK) untuk 10 destinasi wisata senilai Rp147,7 miliar yang saat ini sudah ada rencana penggunaan di Rp50,79 miliar. Sehingga ada Rp96,8 miliar yang bisa dialokasikan dan sifatnya diubah menjadi hibah pemerintah untuk 10 destinasi wisata.

Terakhir, pemerintah akan mensubsidi atau hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak akibat penurunan tarif pajak hotel dan restoran di daerah sebanyak Rp3,3 triliun.

Tantangan Memulihkan Pariwisata

pariwisata rev1

Founder & Chairman MarkPlus Inc. dan MarkPlus Tourism, Hermawan Kartajaya, mengatakan turis asal China yang berkunjung ke Indonesia, yang mulanya mencapai angka dua juta, kini nol. Tentu hal tersebut menjadi tantangan bagi sektor pariwisata untuk ke depannya menghadirkan quality tourism.

Tantangan inilah yang harus dijawab oleh pelaku industri pariwisata termasuk pemerintah. Selain tantangan promosi, penanganan virus corona saat ini harus jadi fokus utama. Bagaimana membangun kepercayaan turis mancanegara untuk kembali kunjungi Indonesia, terutama high spender.

“Walau jumlah mereka besar ke Indonesia, bukan berarti turis China tidak high spender. Sebagian dari mereka ada yang masuk kategori quality tourist. Hanya saja destinasinya tertentu. Tidak hanya di Bali, di mancanegara pun ada turis China yang high spender. Kembali lagi, ini soal destinasi,” kata Hermawan Kartajaya.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani meminta pemerintah pusat melalui OJK untuk dapat memberikan relaksasi terhadap kewajiban pembayaran utang kepada perbankan yang dialami oleh industri Hotel & Restoran di destinasi terdampak akibat adanya virus corona. Hal ini guna menjaga agar kondisi ekonomi selama wabah corona tetap stabil.

“Ketergantungan UMKM terhadap sektor pariwisata di berbagai destinasi sangat besar, untuk itu perlu dijaga agar Industri Hotel & Restoran dan Transportasi udara/laut dijaga agar memudahkan pergerakan domestik sebagai andalan pergerakan ekonomi,” jelasnya.

Haryadi melihat perlunya keringanan pembayaran utang tersebut karena pergerakan wisnus sangat dibutuhkan oleh destinasi-destinasi wisata luar Pulau Jawa. Di mana, sebelum virus corona telah terpukul lebih dulu imbas harga tiket pesawat mahal.

“Pada situasi ini industri berharap adanya kebersamaan dan peran aktif pemerintah dalam menjaga agar kondisi bisnis pariwisata tetap stabil – at least break-even point agar bisnis pariwisata tetap sustainable dan terlindungi ekosistem bisnis usahanya dari dampak Covid-19,” tutupnya.

Ini Jawaban Aurel dan Azriel Hermansyah Soal Tak Mau Tinggal Bareng KD

0

BOGORDAILY – Aurel Hermansyah dan adiknya, Azriel Hermansyah, membuat konten YouTube bersama. Kali ini, mereka memberikan tanya jawab kepada netizen.

Ada pertanyaan menarik dari warganet yang menanyakan soal ketidakmauan Aurel dan Azriel untuk tinggal bersama ibunya, Krisdayanti. Kakak beradik ini pun langsung memberikan klarifikasi.

“Sebenarnya kita nggak mau banyak bicara, komentar, karena sebenarnya ada beberapa hal juga yang mungkin kita mau lurusin sih. Dari semenjak yang ada di salah satu TV itu yang DM tuh banyak, benar-benar banyak,” ujar Aurel.

“Dampaknya ke kita dibilang anak durhaka. Kenapa sih nggak pernah mau ketemu sama orang tuanya. Bunda sama Pipi tuh kesannya nyudutinnya ke kita. Dulu kita sering banget ngajakin ketemu. Sebelum orang lain banyak ngomong, kita sudah melakukan.”

Aurel Hermansyah menyebut KD mengajak tinggal bersama baru-baru ini. Ia heran mengapa hal itu tak dilakukan saat dirinya masih kecil.

“Mungkin ngajak tinggalnya baru-baru ini ya. Maksudnya kalau mau ngajak untuk tinggal harusnya Mimi dari dulu ya, dari pas masa kita kecil,” tuturnya.

Aurel punya alasan mengapa enggan tinggal dengan KD. Katanya, ia takut suami KD, Raul Lemos, tak bisa menerima sifatnya.

“Aku sama Ziel juga kan nggak mau apa, Mimi kan nikah sama Om dengan mengurus kita berdua yang karakternya memang beda. Aku sama Ziel nggak mau buat jadi Mimi dan Om nggak enakan karena sifat kita berdua. Aku yang dulunya suka bohong, keluyuran. Dari situ kita nggak mau buat kecekcokan Mimi dan Om, dari pada jadi gimana-gimana,” ucapnya.

Namun, Aurel Hermansyah berharap kelak bisa bertemu KD lagi. Ia ingin berkolaborasi di YouTube bersama ibu kandungnya.

“Ya semoga secepatnya kita bisa bikin YouTube bareng-bareng,” katanya.

Tumbang di Dua Laga Awal Liga 1, Persela akan Rombak Pemain?

0

BOGORDAILY – Persela Lamongan dalam jalur negatif di Shopee Liga 1 2020. Laskar Joko Tingkir akan merombak pemain?

Persela menelan dua kekalahan di dua laga awal Shopee Liga 1 2020. Persib Bandung menghajar tim kebanggaan LA Mania itu 0-4, sementara PSIS Semarang membawa pulang kemenangan 3-2 saat melawat ke Lamongan.

Sektor pemain asing yang dikabarkan akan dirombak oleh Persela. Sejauh ini baru Rafinha yang memberi kontribusi positif dengan catatan 2 gol. Pelatih Nilmaizar pun memberikan penjelasan mengenai rumor itu.

“Saya belum bisa memutuskan seperti apa, itu rumor kita terima aja, sesuai dengan yang kita dengar. Tapi menjelang hari H besok sudah ada apa yang harus kami lakukan. Kami masih meeting dan masih diskusi,” kata Nilmaizar usai memimpin latihan di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (10/3/2020).

“Saya belum bisa ngomong, itu (pencoretan pemain) urusannya manajemen. Karena semuanya soal administrasi,” ujarnya.

Nil mengaku sedang diburu waktu. Apalagi, bursa transfer ditutup, Selasa (10/3).

“Saya masih belum dapat gambaran secara utuh seperti apa, kami memang sedang dikejar waktu, itu yang kami rapatkan. Kami coba berikan yang terbaik untuk Lamongan, tapi saya masih belum bisa kabarkan yang terbaru,” kata Nil.

Wamenlu: WNI ABK Grand Princess Belum Dites Corona, tapi Sementara Secara Umum Sehat

0

BOGORDAILY – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menjelaskan kondisi WNI anak buah kapal (ABK) Grand Princess yang berlabuh di California, Amerika Serikat. Mahendra mengatakan 57 WNI itu belum dites terkait virus Corona (COVID-19).

“Sementara secara umum, karena sepengetahuan saya kalau terkait dengan COVID-19 sendiri tesnya belum dilakukan, jadi saya tidak bisa sampaikan bagian itu,” kata Mahendra di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

“Tapi secara umum, secara fisik keadaan sehat, tapi mengenai tesnya (COVID-19) itu ya tentu belum bisa disampaikan sebelum melakukan,” ujarnya.Namun Mahendra mengatakan 57 WNI itu dalam keadaan sehat. Ia sekali lagi menyatakan bahwa tes COVID-19 belum dilakukan kepada mereka.

Menurut Mahendra, pihaknya terus memantau kondisi WNI di Kapal Grand Princess dengan ketat. Di sisi lain, pihak KJRI San Francisco juga terus memantau langkah-langkah yang dilakukan otoritas di Amerika Serikat.

“Jadi kami memantau perkembangan di sana dengan sangat ketat, dengan seksama dan dalam konteks itu secara langsung pihak Konsulat Jenderal kita di San Francisco sudah melakukan komunikasi dengan para awak kapal kita yang ada di kapal tersebut dan terus memantau langkah-langkah yang dijalankan oleh otoritas yang di Amerika Serikat,” jelas Mahendra.

Mahendra mengatakan pihak KJRI San Francisco maupun Kemlu terus berkomunikasi dan menerima update terkait kondisi WNI di Grand Princess. Menurutnya, terkait evakuasi akan menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Belum sampai ke sana (evakuasi) prosesnya dan keputusannya, kita tunggu saja, lihat perkembangan lebih lanjut. Tapi bahwa prioritas untuk melindungi warga kita, dalam hal ini adalah para awak kita kapal kita yang ada di sana tentu merupakan prioritas,” ujar Mahendra.

“Tapi langkah-langkahnya tentu kita akan lihat penanganan yang dilakukan di Amerika Serikat sendiri dan kemudian langkah apa yang bisa kita ambil sesuai dengan tujuan yang terbaik tadi,” imbuhnya.

Mahendra pun berharap kondisi semua WNI awak kapal Grand Princess dalam keadaan baik. Ia memastikan akan memberikan perlindungan kepada mereka.

“Kita tentu berharap seluruh awak kapal kita dalam keadaan sehat dan dalam proses selanjutnya, juga bisa terjaga kesehatannya dan dapat kita lakukan sebaik-baiknya untuk melindungi mereka dari risiko-risiko yang tidak kita inginkan,” katanya.

Sebelumnya, ada 57 WNI ABK Grand Princess yang terjebak di dalam sebuah kapal pesiar yang berlabuh di pantai California, Amerika Serikat (AS). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto memaparkan tahapan-tahapan penjemputan.

“Kita rapat pertama biasanya hanya menghimpun data. Video conference dengan KBRI sana, menanyakan WNI kita, kayak WNI Jepang dulu, kita tanya kebijakan pemerintahan sana apa, kalau semuanya ok pemerintahnya masih sanggup tangani, ya kita titip,” kata Yurianto, kepada wartawan, Selasa (10/3).

Ceres Negros Vs Bali United Juga akan Digelar Tanpa Penonton

0

BOGORDAILY – Pertandingan tanpa penonton di Piala AFC 2020 juga akan terjadi saat Ceres Negros menjamu Bali United. Ini adalah matchday ketiga Grup G Piala AFC.

Pertandingan tersebut bakal digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu (11/3/2020). Rencananya laga akan dimulai pukul 18.30 WIB.

Kepastian ini diketahui dari pengumuman resmi Ceres Negros dalam laman resmi mereka. Sama seperti di beberapa negara, hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona.

“Pertandingan Piala AFC antara Ceres Negros dan Bali United akan dimainkan tanpa penonton pada Rabu, 11 Maret, atas saran Otoritas Olahraga Filipina,” tulis pengumuman Ceres Negros.

“Keputusan diambil setelah konsultasi dengan hati-hati dengan Federasi Sepakbola Filipina (PFF) dan Komisi Olahraga Filipina.”

“Fans tetap bisa menyaksikan laga secara langsung melalui tayangan One Sport PH (TV/Facebook live/YouTube channel) dan Fox Sports 1.”

Ini membuat Ceres Negros Vs Bali United senasib seperti PSM Vs Kaya FC Iloilo. PSM juga menjamu Kaya FC tanpa penonton di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Kebetulan keduanya merupakan partai yang mempertemukan klub Indonesia dan klub asal Filipina. PSM Vs Kaya berakhir dengan skor imbang 1-1.

Waspada! Tahun ini sudah 4 Orang Meninggal Akibat DBD di Kota Bogor

BOGOR DAILY – Kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor menelan korban jiwa. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, sudha empat orang meninggal dunia akibar dierang nyamuk Aiges aigepty.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, jumlah kematian dalam aksus DBD tercatat mulai Januari hingga Maret ini.

“Untuk Januari ada satu orang, Februari satu orang, Maret dua orang. Jadi total ada empat kematian di tahun 2020 ini,” katanya.

Retno sapaan akrabnya itu menjelaskan, empat korban meninggal tersebut rata-rata berusia 4-5 tahun. Kasus pertama munurutnya, menimpa bayi di wilayah Balungbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. Kasus kedua, berasal dari Sempur yang meninggal di RS Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kasus ke tiga meninggal RS UMMI warga sempur pada Maret. Satu lagi RS Juliana warga Harjasari Bogor Selatan,” jelas Retno.

Ia juga menuturkan bahwa pada  Januari 2020 telah terjadi sebanyak 43 kasus DBD. Februari sebanyak 66 kasus DBD. Sedangkan, pada bulan Maret hanya ada 11 kasus yang mengakibatkan dua bayi yang meninggal dunia.

Wanita cantik yang mengenakan kaca mata itu menyatakan, kasus DBD cendrung mengalami penurunan dibandingkan2019 dari Januari hingga Maret. Januari 2019, kata Retno, sebanyak 155 kasus DBD yang merenggut tiga nyawa. Sedangkan, pada Februari 2019 sebanyak 162 kasus DBD yang mengakibatkan lima meninggal dunia.

“Dan dua kematian pada Maret dari 92 kasus DBD. Jadi total 10 yang meninggal (2019),” kata Retno.

Retno juga meminta, agar masyarakat tidak hanya berkonsentrasi pada virus corona atau Covid-19. Pasalnya, dia menegaskan, DBD juga sangat berbahaya bagi bayi hingga mengakibatkan meninggal dunia.

“Penyebarannya masih mengamati di wilayah mana saja. Kalau berkaca tahun lalu itu dari Bogor Selatan dan Bogor Barat ya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan gejala DBD mirip dengan penyakit pada umumnya. Sehingga, DBD tidak dapat langsung dideteksi. Karena itu, dia meminta agar warga segera melakukan cek laboratorium.

Kedepannya ia menambahkan, akan meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sehingga, DBD dapat diminimalisir. “Kemarin sudah dimulai dari tingkat Kecamatan dan Puskesmas,” tukasnya. (Andi).

BI Sarankan Pedagang Beralih ke Transaksi Nontunai, Banyak Uang Palsu Beredar

0

BOGORDAILY – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat menyebut bahwa transaksi uang palsu di pasar tradisional cukup tinggi dibandingkan tempat lain. Plt Penyelia Perkasan Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Tri Septiadi menyarankan kepada para pembeli dan pedagang pasar tradisional untuk melakukan transaksi nontunai.

“Hal tersebut kita lakukan untuk meminimalisasi peredaran uang palsu di kalangan pedagang yang bisa merugikan,” ujarnya saat ditemui di Pasar Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (11/3).

Saat ini, para pedagang bisa menggunakan jasa keuangan apapun untuk bisa melakukan transaksi nontunai dan bisa menerima pembayaran dari jasa keuangan manapun. Dengan begitu, para pedagang tinggal menyiapkan atau memperlihatkan QRcode untuk media pembayaran para pembeli.

“Bank Indonesia saat ini sudah menstandarkan kode QR standar pembayaran nasional dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Pedagang yang punya nomor rekening juga bisa meminta QRcode ke pihak bank dan menjadi media pembayaran pembeli. Jadinya nanti terintegrasi,” katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa transaksi tunai tetap akan terjadi sehingga para pedagang harus semakin teliti saat menerima uang karena ancaman uang palsu akan terus terjadi. Meski semakin identik antara uang asli dengan yang palsu, ia memastikan tetap ada perbedaan.

“Namun memang idealnya para pedagang ini bertransaksi nontunai, karena selain bisa meminimalisasi transaksi menggunakan uang palsu, ini juga bisa lebih aman karena uangnya langsung masuk akun atau rekening sehingga lebih aman saat terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti kejahatan atau ancaman lainnya,” tutupnya.