Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8486

Anak-anak ISIS Bakar Paspor, Apakah Perlu Pemerintah RI Bahas Rencana Pemulangan?

BOGORDAILY – Sejarah mencatat anak-anak ISIS, sebagian diduga dari Indonesia, melakukan pembakaran paspor hijau. Masih perlukah pemerintah membahas rencana pemulangan WNI eks ISIS tersebut?

“Sangat perlu karena itu amanah undang-undang juga kan, di undang-undang itu menyatakan bahwa andaikata ada orang Indonesia yang di luar sana, ingin pulang dan minta proteksi dan sebagainya, itu harus dipulangkan dan banyak dari mereka yang menyatakan (ingin) pulang, itu kan banyak diusir juga dari kamp, dibakar kampnya,” ujar pengamat terorisme Al Chaidar ketika dihubungi Senin (10/2/2020) malam.

Chaidar menilai aksi bakar paspor yang dilakukan oleh eks ISIS pada 2016 silam itu sebagai bentuk provokasi oleh segelintir orang saja. Ia menduga eks ISIS itu hanya dilanda emosional sesaat. Karena itu dia menilai pemerintah tetap harus membahas rencana pemulangan WNI eks ISIS.

“Jadi saya kira itu (bakar paspor) tidak merupakan pendapat ke semua orang, dari yang pernah ke Suriah sana, dan mereka itu harus dikembalikan karena mereka punya hak asasi manusia untuk kembali ke kampung halamanya,” kata Chaidar.

Menurutnya, pemerintah juga perlu memberikan upaya rehabilitasi atau karantina ‘politik’ kepada para eks ISIS. Hal itu sebagai langkah untuk mencegah tersebarnya paham-paham radikal di Indonesia.

“Katakanlah apakah (program) dari Depsos, dari kepolisian, sebelumnya kan memang harus memantau mereka, memberikan kebetuhuan-kebutuhan mereka karena mereka kan sudah menjual semua (harta benda) untuk ke sana, tapi yang menjual itu hanya bapak atau ibunya saja, sementara anak-anaknya nggak,” tuturnya.

Diketahui, pemerintah RI berencana akan menggelar rapat terbatas (ratas) terkait wacana pemulangan WNI eks ISIS ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara pribadi sudah menyatakan penolakan.

“Kalau bertanya pada saya, ini belum ratas lho ya, kalau bertanya pada saya, saya akan bilang ‘tidak’. Tapi masih dirataskan. Kita ini pastikan harus semuanya lewat perhitungan, kalkulasi plus-minusnya, semuanya dihitung secara detail dan keputusan itu pasti kita ambil di dalam ratas setelah mendengarkan dari kementerian-kementerian dalam menyampaikan. Hitung-hitungannya,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pemerintah membentuk tim untuk mengkaji positif-negatifnya pemulangan mantan kombatan ISIS ke Indonesia. Belum ada keputusan sampai saat ini, apakah Indonesia bersedia memulangkan mereka atau tidak.

Berita soal pembakaran paspor oleh ISIS mengemuka pada Mei 2016 silam. Saat itu, ada video yang menayangkan sejumlah anak berlatih menembak dan berperang. Anak-anak itu diduga ada yang berasal dari Indonesia.

Kapolri saat itu, Jenderal Badrodin Haiti, menengarai anak-anak itu adalah gabungan dari anak-anak Asia Tenggara alias serumpun.

Peristiwa pembakaran paspor Indonesia ini lalu menjadi argumen penolakan terhadap pulangnya eks ISIS ke Tanah Air. Argumen ini dikemukakan salah satunya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menolak eks ISIS kembali ke Jawa Tengah.

DPRD Minta MNC Land Selesaikan Persoalan Dengan Warga

BOGORDAILY – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi, meminta agar pihak MNC Land segera menyelesaikan administrasi dengan masyarakat Kampung Ciaruten Hilir, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Menurut politisi Golongan Karya itu, jika memang perusahaan menginginkan berinvestasi di Kabupaten Bogor, tentu segala urusannya harus dengan baik dan diselesaikan.

“Kalau mau berinvestasi di Kabupaten Bogor, harus baik lah urus semua persyaratannya,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (11/2/2020).

Dirinya tidak mau bahwa masyarakat Kabupaten Bogor dirugikan dengan ulah pengusaha yang tidak ingin bertanggung jawab.

“Jangan sampai masyarakat dirugikan, saya minta semuanya diselesaikan,” tegas wakil rakyat yang berangkat dari daerah pemilihan (Dapil) tiga itu.

Sebelumnya, kuasa Hukum Warga Desa Wates Jaya, Anggi Triana Ismail menyampaikan, bahwa dirinya sudah melayangkan ke dua kalinya somasi terhadap MNC Land yang terjadi di lapanga.

Menurutnya, pihak MNC land sampai saat ini masih belum menyelesaikan tanah tanah garapan warga, yang seluas kurang lebih ratusan hektar, dan sampai saat ini belum ada ganti rugi sepeserpun.

Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor juga sudah menegur keras pihak dari anak perusahaan MNC Grup itu, kedatangan merekapun (pimpinan dprd) tidak diindahkan oleh MNC Land. Sampai-sampai Ketua DPRD Kabuapten Bogor, Rudy Susmanto meminta agar pemeeintah menahan segala urusan dengan perusahaan milik politisi perindo itu. (Andi)

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Bawa Kado Istimewa Untuk Indonesia

BOGORDAILY – Tidak hadirnya Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, dalam acara Forum Diskusi dengan tema ‘Mengukir Kinerja Wakil Rakyat 2019-2020, di Kantor Deep Cibinong, ternyata ada alasan tersendiri.

Alasan itupun ternyata sebuah kado istimewa bagi Indonesia. Bahwa, Timnas Polo Barkuda Indonesia yang dikomandoi Rudy sapaan akrabnya itu, menorehkan prestasi juara ketiga di ajang Kejuaraan Polo Berkuda All Asia Cup 2020, yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand.

Manajer Tim Polo Berkuda Indonesia, Rudy Susmanto, mengatakan, jika atlet yang tampil dalam event ini mayoritas berasal dan ber KTP Kabupaten Bogor, tepatnya Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong.

“All Asia Cup termasuk evnt bergengsi. Karena diikuti tim polo berkuda yang terbaik di Asia, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, hingga Mongolia,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Tentu hal itupun lanjut politisi Gerindra, Kabupaten Bogor harus bangga dengan raihan prestasi putra terbaik Bumi Tegar Beriman ini menorehkan prestasi untuk Indonesia.

Rudy yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini juga makin bangga, karena lokasi latihan tim ini, Lapangan Nusantara Polo Club, berada di Cibinong.

“Sangat bangga, karena tim ini mampu tampil maksimal. Mereka mampu berjuag ikut mengibarkan bendera merah putih di Thailand,” tukasnya. (Andi).

PMI Kota Bogor Salurkan Bantuan Ke Ponpes Katulampa Rawa

0

BOGORDAILY – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor menyalurkan bantuan ke Pondok Pesantren Katulampa Rawa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang mengalami kebakaran pada Senin (10/2/2020) kemarin pukul 07:00 WIB.

Wakil Ketua Satu Bidang Bencana PMI Kota Bogor, Adang, mengatakan, pihaknya sudah memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Pondok Pesantren Katulampa Rawa.

Bantuan itupun kata Adang berupa, barang diantaranya beras 50 kilogram, selimut 25 pis, mie instan sebanyak empat dus, airmineral, sabun 100 pis, dan pakaian layak pakai.

“Kita kemarin menyalurkannya pas kejadian sekitar pukul 10:00 WIB, yang menyerahkan saya dan pengurus serta relawan juga,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Tidak hanya itu saja, pihaknya juga akan melakukan penyaluran bantuan ke wilayah korban terdampak bencana di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

“Insya Allah Besok PMI akan kirim bantuan ke Sukajaya. Tepatnya di Kampung Katulampa, Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya, kepada pengungsi hunian sementara,” akunya.

Bantuan yang akan disalurkan ke korban bencana alam itupun berupa satu kasur 40 kasur lantai, 80 buah bantal, 40 selimut, 40 paket sembako, beserta paket Family Kit (Perlengkapan mandi keluarga) serta perlengkapan sekolah sebanyak 16 paket.

“Kita bekerja sama dg PT. Aberdeen Asset Management PLC,” tukasnya. (Andi)

Tingkatkan Jumlah Pengusaha Muda, Pemkot Bogor Gelar Kelas Inspirasi

0

BOGORDAILY – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan berbagai upaya dan kegiatan untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah pengusaha muda. Dari jumlah 1,2 juta penduduk Kota Bogor, pelaku usaha dari industri kecil hanya mencapai 22 ribu saja.

Oleh karenanya, Pemkot Bogor melalui Dinas Koperasi dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk ‘Pengembangan Wirausaha Baru’ di Hotel Salak Heritage, Jl Ir. H. Juanda, Selasa (11/2/20) pagi. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan para pelaku usaha itu secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

“Jadi kita ingin meningkatkan jumlah entrepreneur (pengusaha) di Kota Bogor. Sementara jumlah UMKM di Kota Bogor saat ini jumlahnya baru mencapai 22 ribu. Berbanding jauh dari jumlah 1,2 juta jiwa penduduk Kota Bogor. Artinya, persentasenya pelaku usaha di Kota Bogor masih sangat minim jumlahnya,” ujar Dedie.

Didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Samson Purba, Dedie mengatakan, dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan pada kelas inspirasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah partisipasi para pelaku usaha di Kota Bogor. Pasalnya, jumlah pelaku usaha di Kota Bogor masih terbilang minim jika dipersentasekan dengan jumlah penduduknya.

“Dengan diselenggarakan kegiatan ini, kita ingin jumlah entrepreneur di Kota Bogor meningkat. Menurut saya, tugas kita itu ialah bagaimana caranya bisa memberikan kemudahan kepada para calon pengusaha ini. Contohnya, melalui kegiatan pelatihan tentang permodalan, tentang pemasaran, tentang perizinan, hingga tentang jaringan,” ujar Dedie.

Kemudian, lanjut Dedie, peran serta dan dukungan dari pemerintah sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan tumbuhnya para pelaku usaha muda. Menurut dia, untuk mendukung pertumbuhan jumlah tersebut para pengusaha muda perlu memperhatikan ketersediaan marketplace, dukungan pembiayaan, dan pengelolaan logistik.

“Setelah mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan, para pelaku usaha diharapkan bisa mengembangkan produknya. Terus berinovasi, jika terkendala dengan pendanaan, segera cari permodalan baik dari perbankan maupun sumber-sumber lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Samson Purba menambahkan, dari kegiatan kelas inspirasi ini terbagi tiga kategori yang diikuti sebanyak 250 peserta. Kategori pertama, taruna entrepreneur, family entrepreneur dan santri entrepreneur.

“Materi yang diberikan kepada para peserta meliputi tentang tata cara kelola menciptakan produk yang higienis, kemudian bagaimana cara mencari pasar dan bagaimana cara membangun jaringan,” tegasnya. (bdn)

 

Mahmoud Eid Disentil Aji Santoso, Cedera karena Kurang Pemanasan

0

BOGORDAILY – Penyerang baru Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid, cedera meski belum lama dimainkan. Pelatih Persebaya, Aji Santoso, pun kecewa dengan sikap Eid.

Eid baru dimasukkan di menit ke-62 saat Persebaya menghadapi Persik Kediri di Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (10/2/2020). Namun penyerang asal Palestina itu sudah ditarik keluar di menit ke-77.

Aji menyebut kalau Eid mengalami masalah pada hamstringnya. Menurutnya, pemain yang baru direkrut Persebaya jelang bergulirnya Liga 1 2020 itu kurang pemanasan.

“Mahmoud Eid, saya tadi sempat marah. Karena baru masuk minta diganti, karena ada sedikit hamstring yang diakibatkan saya yakin kurang bagus dalam pemanasan,” kata Aji Santoso usai pertandingan di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin(10/2/2020).

“Yang seharusnya sebagai seorang profesional harus mempersiapkan diri dengan baik, kan begitu. Tadi saya sempat tegur dia juga lain kali pemanasan harus benar-benar siap pemanasan, main ada sprint, pakai kejutan pasti ototnya terjadi tertarik. Tapi mudah-mudahan nggak parah,” pungkas Aji.

Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan Persebaya. Bajul Ijo menang 3-1 untuk memimpin klasemen Grup A dengan tiga poin.

Empat Unsur yang Dilakukan SMPN 1 Kota Bogor Jelang UNBK

0

BOGORDAILY – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Bogor, memastikan telah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2020. Kepala SMPN 1 Kota Bogor, Sri Sugiarti, mengatakan, hal itu sebagai respon dari Badan Standar Nasional Pendidikan yang telah menetapkan jadwal Ujian Nasional akan dilaksanakan pada 2020.

“Karena Ujian Nasional saat ini masih dipandang sebagai tolak ukur dan evaluasi pembelajaran siswa di sekolah,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (11/2/20).

Menurutnya, persiapan yang dilakuakn oleh SMPN 1 Kota Bogor ada empat unsur, pertama adalah unsur materi. Artinya, materi bahan ajaran pelajarannya yaitu empat mata pelajaran Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sudah dipersiapkan sesuai dengan kisi-kisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.

Kepala SMPN 1 Kota Bogor, Sri sugiarti.

“Untuk materinya siap itu ada dalam pembelajaran kita sebelum mengajar, dan para guru juga melakukan analisis soal- soal yang selama ini didapat, jadi ketika menganalisis itu materi mana sih yang selalu muncul, dan tidak pernah muncul akan kelihatan,” akunya.

Dirinyapun mencontohkan seperti pelajaran Matematika yaitu statistika, itu setiap tahun selalu ada.

“Maka setelah itu kemudian melakukan desain materi soal yang harus dilatih kepada siswa, itu dirancang oleh guru dan disampaikan kepada orang tua juga. Istilah pemantapan sebelum ujian Nasional. Itu yang dimaksud persiapan materi,” saat mencontohkan kepada Bogordaily.net

Kedua lanjut Ibu Ajeng sapaan akrabnya itu, persiapan fisik merupakan hal utama juga dengan melakukan pola tidur yang sehat. Jangan sampai pas ujian dilaksanakan malah sakit.

“Ke tiga yaitu persiapan teknis yang merupakan berkenan dengan sarana prasarana. Maka dengan melakukan simulasi yang dilakukan oleh Kemendikbud itu menjadi salah satu tolak ukur juga,” kata Ajeng.

Ke empat lanjut wanita yang sudah mengabdi di dunia pendidikan selama 27 tahun itu, adalah Psikis yang artinya siswa harus sudah siap mengikuti UNBK tanpa ada kekhawatiran sedikit pun.

Para siswa di ruang kelas SPMN 1 Kota Bogor, tengah persiapan pelaksanaan UNBK.

“Dan juga dukungan dari semua pihak, dari mulai orangtuanya, gurunya. Sehingga, kami juga melakukan pendampingan sampai detik-detik akhir ujian dari mulai walikelas dan guru yang mengajar,” jelas wanita yang ramah tersebut.

Mengenai prasarana jelang UNBK sendiri SMPN 1 Kota Bogor sudah siap. Walaupun, dirinya menerapkan dua kali (dua sift). Karena, prasarana yang digunakan untuk satu kali tidak menunjang.

“Alhamdulillah kita semua sudah siap, kita punya empat lab komputer, walupun dua sift kita belum bisa melaksanakan satu sift Alhamdulillah lancar InsayaAllah,” jelasnya lagi.

Dari total 830 siswa-siswi di SMPN 1 Kota Bogor yang akan melaksanakan UNBK tahun 2020 ini berjumlah 292 siswa.

Dirinya berpesan kepada siswa-siswinya, agar selalu bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dilakukannya.

“Tanggung jawab, InsyaAllah kalau punya itu adalah disiplin muncul, semangat, kerja gigih muncul untuk bisa siap dan tanggung jawab kepada prestasi nya,” tukasnya. (andi/bbn)

Tahun 2020 Mimpi Bogor Barat Mekar Pupus Sudah

BOGORDAILY – Sabar. Mungkin kata itu tepat ditunjukan kepada masyarakat Kabupaten Bogor Barat yang menginginkan daerahnya bisa dicabut moratorium oleh pemerintah pusat.

Anggota Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse, mengatakan, masyarakat Kabupaten Bogor wilayah Barat harus bersabar. Kerena, pencabutan moratorium Daerah Otonomi Baru nampaknya tidak akan terlaksana tahun 2020 ini.

“Isunya kan cuma Papua saja, Papua juga belum ada pembahasan sampai saat ini yang memang itu sudah digandeng oleh Pemerintah Pusat, apalagi Kabupaten Bogor Barat,” katanya kepada Bogordaily.net.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan, sangat jauh untuk pencabutan moratorium Bogor Barat. Dirinya memprediksi ada kemungkinan lima tahun kedepan baru bisa dicabut oleh Pemeritah Pusat.

“Mungkin bisa di cabut lima tahun kedepan. Walaupun, berkas Kabupaten Bogor Barat sudah ditandatangani oleh Bupati dan ketua DPRD dan sudah diserahkan ke Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Menurutnya, jika memang Kabupaten Bogor Barat ini sudah digandeng-gandeng akan memisahkan diri atau menjadi Kabupaten yang baru, mingkin Papua yang sudah diisukan kencang oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin itu, mulai di bahas di DPR RI.

“Tapi kan ini juga belum dibahas, apalagi Bogor Barat, Papua juga belum ada pembahasan di DPR RI,” tegasnya.

Semantara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, menyebutkan, bahwa mengenai persiapan dalam rangka pelengkapan berkas pembentukan Kabupaten Bogor Barat, sudah diajukan ke pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hal itupun diungkapkan, setelah Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor mengenai pembahasan pembentukan ajuan pemekaran Kabupaten Bogor Barat, yang dilaksanakan di gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bogor. Senin (20/1/2020) lalu.

“Rapat kali ini adalah melengkapi semua persyaratan nya, dan disampaikan kepada Gubernur paling lambat akhir bulan Januari,” katanya kepada Bogordaily.net.

Seharusnya, menurut Ade sapaan akrabnya, penyerahan berkas dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2019 lalu. Akan tetapi masih adanya pembahasan lain menjadikan pemunduran dalam penyerahan berkasnya ke Provinsi Jabar.

“Kabupaten Bogor ini bebannya sudah besar dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, saya pikir jangan di samakan dengan daerah lain,” tegasnya.

Karena lanjut politisi PPP ini, di daerah lain itu perkembangan DOB itu agak lambat. Tapi di Jabar dirinya menilai semuanya lancar seperti di Pangandaran, Bandung Barat, Kabupaten Cimahi.

“Jangan menjadi pengecualian juga yah, kalau memang belum di buka di Jawa Barat ini menjadi pengecualian,” ucapnya. (Andi)

Di Kaltim Pertamina Temukan 12 Lokasi Olah Minyak Mentah Ilegal

BOGORDAILY – PT Pertamina EP Sangasanga, menemukan 12 lokasi pengolahan minyak mentah ilegal (illegal refining), di kota Samarinda, dan kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dalam beberapa bulan terakhir. Pertamina meminta aparat mengusut tuntas aktivitas ilegal itu.

Aktivitas ilegal terbaru, ditemukan di kawasan Kilometer 10 Jalan Ampera, Palaran, di Samarinda. Diperkirakan, aktivitas itu dilakukan Agustus hingga Desember 2019 lalu.

“Kami temukan sejumlah barang bukti seperti tungku pemasak volume 5 ribu liter, dan IBC Tank 3 unit,” kata Relation and Formality PT Pertamina EP Sangasanga Aulia Abriani, ditemui wartawan, Senin (10/2).

Aulia menerangkan, di lokasi terbaru itu juga ditemukan pencemaran limbah minyak. Dengan begitu, sudah lebih 10 lokasi temuan aktivitas minyak ilegal di Samarinda, dan Kutai Kartanegara. “Ini yang ke-12,” ujar Aulia.

“Kami akan laporkan temuan terakhir ini, dan melaporkan ke penegak huku, dengan laporan tertulis,” tambah Aulia.

Diterangkan Aulia, dengan begitu, tidak menutup kemungkinan masih ada aktivitas ilegal lainnya di kedua wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. “Artinya, kan kemungkinan ada lokasi lain yang masih berjalan,” terang Aulia.

Masih dijelaskan Aulia, dia juga telah mendapatkan informasi, 1 tersangka pelaku pengolahan minyak ilegal telah berproses di sidang pengadilan.

“Kami berharap, ini bisa dituntaskan. Baik dalang, dan pelakunya,” kata Aulia.

Dari informasi diperoleh merdeka.com, lokasi pengolahan minyak mentah ilegal itu berada di bekas areal tambang batubara, poros Samarinda-Sangasanga. Jarak dari Sangasanga Field PT Pertamina EP Sangasanga sekitar 11 km, dan terlihat truk tangki diduga berisi minyak hasil olahan ilegal, keluar masuk lokasi pengolahan.

Arema FC Ingin Konsisten di Piala Gubernur Jatim

0

BOGORDAILY – Arema FC ingin konsisten sejak turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim 2020. Tujuannya, agar Singo Edan maksimal di Liga 1 2020.

Pelatih Arema FC, Roberto Carlos Mario Gomez, menyebut kemampuan fisik anak asuhnya terus digenjot. Dia menghitung, ketahanan kebugaran Hendro Siswanto dkk telah mencapai 60 persen.

“Tahun lalu, Arema juarai Piala Presiden. Tetapi tidak seperti di Liga 1 yang berhenti di urutan 9. Besok, dalam kompetisi harus konsisten, pemain butuh kerja keras dan Piala Gubernur ini sangat penting untuk mengasahnya,” kata Mario Gomez kepada wartawan di kantor Arema FC Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Senin (10/2/2020).

Sisi fisik terus menjadi fokus latihan Mario Gomez. Latihan dalam dua hari terakhir masih meningkatkan tingkat kebugaran pemain Arema FC.

“Latihan fisik dua hari lalu selama 2 jam, hari ini 1,5 jam. Ini tidak akan berhenti, dan Arema akan terus bekerja keras. Karena hal terpenting adalah 2 Maret dimana kompetisi Liga 1 dimulai,” ujar pelatih asal Argentina ini.

Arema melawan Sabah FA di laga pertama Grup B Piala Gubernur Jatim. Menatap duel di Stadion Kanjuruhan, Selasa (11/2/2020), Gomez menegaskan Arema masih butuh adaptasi.

“Pemain sangat termotivasi untuk menang, jika ada niat crossing justru terjadi umpan pendek, misalnya itu adalah hal wajar karena ini pramusim,” ungkap mantan pelatih Persib Bandung ini.

“Masih perlu adaptasi, karena ada pemain baru, teman baru, pelatih baru. Agar semua bisa maksimal di Liga 1. Karena itu butuh waktu untuk adaptasi,” kata Gomez.