Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 8577

Jokowi Akan Hadiri Puncak Perayaan Natal di Sentul

BOGOR DAILY – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, berencana akan hadiri puncak perayaan Natal tahun 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Jumat (27/12/2019) mendatang.

Kepala Keamanan PT Sentul City Tbk, Paul Krisdianto, dalam keterangan persnya mengatakan, perayaan Natal nasional yang bertemakan ‘Hiduplah Sebagai Seorang Sahabat Bagi Semua’ itu, akan dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo.

“Perayaan hari besar umat kristiani itu dibagi menjadi dua sesi yakni Ibadah Natal dan Perayaan Natal. Ibadah Natal dikhususkan bagi umat kristiani yang diundang,” katanya kepada Bogordaily.net, melalui pres rilisnya, Rabu (25/12/2019).

Paul menjelaskan, anggotanya sudah disiapkan untuk diterjunkan untuk membantu aparat kepolisian, dan pihak terkait agar penyelenggaraan acara tersebut dapat berjalan aman dan lancar.

Tak hanya itu, anggotanya juga diterjunkan di titik-titik rawan kemacetan di wilayah Sentul City.

“Kita sudah terbiasa ikut membantu pengamanan di SICC dan sudah punya SOP pengamanan,” paparnya.
Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional 2019, Juliari Peter Batubara membenarkan, bahwa Presiden Jokowi akan hadir dalam perayataan tersebut.

“Ya saat ini, saat konfirmasi saat ini masih seperti itu mudah-mudahan tidak ada halangan beliau akan hadir,” kata Juliari. (Andi)

Sepak Terjang Tohawi, Dari Petani Hingga Jadi Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Jika kebanyakan pejabat lebih suka senang pamer foto jalan-jalan keluar Kota atau keluar negeri, kemewahan atau hal lain yang membuat iri, tidak demikian dengan Ahmad Tohawi Husnullah.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor tiga periode yang kini, duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut, lebih suka memajang foto-foto kegiatan di Pusat pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), yang dikelolanya sejak 2001 lalu.

“Alhamdulillah saya diberi kepercayaan menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor ke tiga kalinya ini,” katanya kepada Bogordaily.net.

Tohawi sapaan akrabnya menjadikan pertanian sebagai ladang usahanya sampai saat ini. Fokusnya dibidang perikanan.

Bahkan, warga Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor itu, pernah menjadi penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan di masa Fadel Muhammad.

Sampai kini, Tohawi juga masih aktif memberikan penyuluhan budidaya ikan kepada pelajar, pelaku usaha hingga pemerintahan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Bukan hanya memberi teori, Tohawi kerap memberikan praktek secara langsung.

Tohawi mulai banting stir ke dunia pertanian sejak Tahun 1998. Dengan hanya bermodal 4 (empat) bibit gurame, pria yang juga aktif sebagai guru madrasah itu, memberanikan diri untuk melakukan budidaya ikan.

Namun, usahanya ini, kurang mendapat dukungan dari keluarga. Bukan perkara mudah bagi alumnus Pendidikan Guru Agama Negeri Bogor tersebut untuk meyakinkan kepada keluarga, bahwa sektor pertanian merupakan bidang usaha yang layak diperjuangkan.

“Saya untuk ke tiga periode ini fokus kepada pembangunan, hadirnya pembangunan di Bogor Utara,” imbuhnya.

Kenyataan ini, membuktikan ketakutan masyarakat di perdesaan yang sudah dirasuki hal-hal yang berbau kota.

Hidup sejahtera dibidang pertanian, dianggap sesuatu yang absurd. Petani dianggap bukan profesi yang menjanjikan, yang bisa mendatangkan banyak uang.

Tidak heran, jika belakangan, banyak petani yang menjual lahannya kepada pengembang.

Hamparan sawah, berubah menjadi kawasan perumahan, pabrik dan tempat perbelanjaan. Petani dan keturunannya mencoba alih profesi.

Ada memang yang berhasil, tetapi kebanyakan malah tidak menjadi apa-apa. Petani dipersonifikasian sebagai masyarakat miskin. Itu karena tidak ada lagi yang mereka punya.

Dirinya juga bersyukur, atas kepercayaan masyarakat yang memang masih yakin dengan kepemimpinan ke tiga di DPRD Kabupaten Bogor ini.

“Saya juga tidak tahu, mungkin Masyarakat masih mempercayai Kepemimpinan di Bogor Utara ini kepada saya, entah sektor apa, tapi saya janji akan membangun di periode 2019-2024 ini untuk mengawal, pembangunan RSUD Bogor Utara,” tukas salah satu senior dari Partai berlambang pohon beringin ini. (Andi)

Aura Kasih Bantah Bikin Settingan Sebut Rumah Tangganya Bermasalah

0

BOGORDAILY – Aura Kasih buka suara tentang kabar yang beredar ada masalah di rumah tangganya dengan Eryck Amaral. Ada isu kabar itu sengaja dibuatnya untuk menaikkan pamor.

Pelantun ‘Mari Bercinta’ itu pun mengungkapkan bantahannya.

“Gue bukan tipe orang yang nyari duit dengan sok-sokan setting or create cerita yang sengaja buat viral,” ungkap Aura melalui Instagram Stories miliknya seperti dilihat, Rabu (25/12/2019).

Ia merasa dirinya tersudut dengan kabar liar yang beredar belakangan.

“Gue kagak ngapain-ngapain aja diberitain jelek trus! Jadi kayaknya nggak perlu gue aneh-aneh,” tuturnya.

Sebelumnya ia dikabarkan melayangkan gugatan cerai namun hal tersebut ternyata keliru. Isu gugatan cerai Aura Kasih pun sudah dibantah oleh Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Tidak ada gugatan cerai atas nama Aura Kasih dan Eryck.

Akhirnya Terwujud Bangun Museum, Amanah Mendiang A Rafiq

0

BOGORDAILY – Anak-anak mendiang pedangdut A Rafiq akhrinya mewujudkan amanah ayahnya semasa hidup. Pada Selasa (24/12/2019), Farhad dan Fairuz A Rafiq resmi membuka museum A Rafiq di Rumah Sakit Citra A Rafiq, Depok, Jawa Barat.

Menurut Farhad, hal itu merupakan keinginan terpendam ayahnya sejak lama. Permintaan itu datang bersamaan keinginan untuk mendirikan rumah sakit yang terlebih dahulu terwujud.

“Jadi pada saat baru meninggal, kita ada rapat keluarga waktu itu sepakat di sini adalah tempat kediaman beliau tinggal,” ujar Farhad A Rafiq usai peresmian.
Bangun Museum, Amanah Mendiang A Rafiq Akhirnya Terwujud
“Amanat almarhum adalah membangun rumah sakit udah terlaksana. Pada saat 7 hari setelah meninggal ingin mendirikan museum di rumah sakit ini. Alhamdulillah hari ini terlaksana dan sudah kita resmikan bareng-bareng,” sambungnya lagi.

Fairuz A Rafiq pun mengamini ucapan kakaknya tersebut. Ibu dua anak itu mengaku begitu bahagia karena akhirnya bisa mewujudkan semua keinginan ayahnya semasa hidup.

“Kita tuh senang banget bisa mewujudkan semua keinginan papa dan harapannya museum A Rafiq ini semua teman-teman yang mungkin cinta terhadap almarhum papa saya bisa terobati dengan karya-karyanya yang ada,” kata Fairuz A Rafiq

“Video klipnya ada di situ, albumnya, penghargaannya dan juga baju-bajunya hampir semua yang papa pernah pakai ada di situ semua,” ia menandaskan.

McGregor Berikan Donasi Rp 450 Juta untuk Tunawisma

0

BOGORDAILY – Petarung bebas asal Irlandia, Conor McGregor, merayakan natal dengan memberikan donasi ke badan amal. Jumlahnya mencapai 25 ribu Paun atau sekitar Rp 450 juta.

Dilaporkan oleh Dailymail, atlet berjuluk The Notorious tersebut menyumbangkan uangnya kepada Inner City Helping Homeless, salah satu organisasi yang mengurus kebutuhan sehari-hari para tunawisma di Dublin, yang juga tempat McGregor berasal.

Selain sumbangan uang, McGregor juga memberikan sejumlah voucher untuk membeli mainan kepada anak-anak yang membutuhkan di kota tersebut. Hal itu agar mereka bisa ikut menikmati suasana natal.

Aksi yang dilakukan McGregor ini cukup kontras dengan apa yang biasa ditampilkannya di dalam dunia tarung bebas. Pria berusia 31 tahun ini dikenal sebagai petarung kontroversial, terutama karena sering mengeluarkan kata-kata yang menghina rival-rivalnya, salah satunya kepada Khabib Nurmagomedov.

McGregor sendiri sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke ring oktagon. Ia dijadwalkan akan bertarung melawan Donald Cerrone dalam ajang Ultimate Fighting Championship (UFC) 246 di Las Vegas pada 18 Januari 2020 mendatang, yang merupakan laga comeback-nya usai mengumumkan pensiun pada Maret lalu.

McGregor menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi duel tersebut. Di sela-sela merayakan natal bersama keluarganya, ia terus berlatih. Ia juga telah menaikkan berat badannya untuk bertarung di kelas welter melawan Cerrone.

Kumpul Keluarga Menjadi Kado Natal Istimewa Ruben Onsu

0

BOGORDAILY – Ruben Onsu tak punya banyak keinginan di momen Natal tahun ini. Bisa berkumpul bersama keluarga sudah menjadi hadiah yang dirasanya membahagiakan.

“Ya buat saya jadi kado paling istimewa pastinya. Ini kan jadi Natal pertama saya sama kakak. Kami sangat menunggu malam Natal ini,” ungkap Ruben saat ditemui GBI Jalan Mutiara, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Selasa (24/12/2019) malam.

Kumpul Keluarga Jadi Kado Natal Istimewa Ruben Onsu

Betrand menjadi anggota baru di keluarga Ruben Onsu. Betrand pun merasakan hal yang sama dengan sang ayah, Ruben Onsu.

Ia bahagia bisa merayakan Natal bersama Sarwendah dan Ruben.

“Senang bisa berkumpul bareng bunda dan ayah,” ungkap Betrand.

Ekonomi Indonesia 2019 Mampu Bertahan Tumbuh Positif Walaupun Terhimpit Masalah Berat

BOGORDAILY – 2019 merupakan tahun yang berat bagi perekonomian domestik maupun global. Sejak awal tahun, ekonomi global terus dibayang-bayangi ketidakpastian akibat trade war atau perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang terus berlanjut.

Perang dagang antar dua raksasa ekonomi dunia tersebut berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global. Sebab menurunkan volume perdagangan dunia, yang pada akhirnya menekan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Perkembangan ekonomi dunia sejauh ini kurang mendukung terhadap perkembangan ekonomi nasional. Lembaga-lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 akan lebih rendah dibandingkan 2018. International Monetary Fund (IMF) misalnya, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 sebanyak 0,3 persen dari 3,3 persen menjadi hanya 3 persen saja di tahun ini.

Selain itu, prospek ekonomi global ke depan yang penuh ketidakpastian membuat sektor keuangan menjadi bertanya-tanya dan menarik diri dari negara berkembang termasuk Indonesia.

Defisit Terparah Sepanjang Sejarah

Bagi Indonesia, perang dagang antara Amerika Serikat dan China berdampak negatif terhadap penurunan kinerja ekspor melalui penurunan harga-harga komoditas. Kondisi ini membuat neraca perdagangan menjadi defisit.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mencapai USD 2,50 miliar pada April 2019 lalu. Ini dipicu oleh faktor defisit sektor migas sebesar USD 1,49 miliar, dan non-migas senilai 1,01 miliar.

Defisit neraca perdagangan tersebut merupakan yang terparah sepanjang sejarah, melampaui perolehan pada Juli 2013 lalu yang sebesar USD 2,33 miliar.

Defisit neraca perdagangan sempat membuat kondisi nilai tukar Rupiah tertekan. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah karena adanya tekanan di defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD).

“Sebagai negara, yang namanya CAD artinya kan pasti ada permintaan dolar. Defisit itu kan ekspor dikurangin impor barang dan jasa, jadi pasti ada kebutuhan untuk impor barang dan jasa. Apakah impor barang atau impor jasa. Jadi pasti itu yang kemudian menimbulkan permintaan terhadap valas yang selalu ada di dalam dalam negeri,” kata dia.

Selain itu, perang dagang antara AS dan China membuat beberapa perusahaan terpaksa merelokasi pabriknya. Semula ada di China, mereka memilih melakukan relokasi ke negara lain agar tidak terkena dampak pengenaan bea masuk yang tinggi.

Sayangnya, dalam relokasi tersebut Indonesia rupanya dianggap kurang menarik. Relokasi pabrik dari China sebagian besar terjadi di Vietnam.

Lembaga keuangan internasional Moody’s Investor Service mengungkapkan beberapa alasan mayoritas perusahaan merelokasi pabriknya dari China ke Vietnam.

Managing Director and Chief Credit Officer Michael Taylor mengungkapkan Vietnam dinilai memiliki produk ekspor yang mirip dengan China dan telah memiliki pabrik-pabrik untuk barang ekspor terutama untuk barang elektronik.

“Sedangkan tingkat kesamaan produk ekspor Indonesia dengan China lebih rendah. Vietnam juga telah memiliki pabrik sehingga perusahaan bisa meningkatkan produksinya,” kata dia.

Berdasarkan catatan Moody’s ada tiga negara yang memiliki tingkat persamaan produk dengan China yaitu Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Resesi Ekonomi Turut Terdampak Pada RI

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengakui saat ini ada penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal itu lantaran kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak dan mau tidak mau berdampak pada ekonomi RI.

“Tahun ini dengan gejolak yang berjejer ini, saat ini Pertumbuhan kita 5,02 persen, turun. Nah. Turunnya ini salah satunya karena gejolak dunia. Gejolak dunia tersebut berimbas, ke pertumbuhan ekonomi dunia dan perdagangan di dunia,” kata dia.

Dampak dari gejolak ekonomi global tidak dapat dihindari dan berdampak ke semua negara termasuk Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengungkapkan meski ekonomi global mengalami perlambatan namun pemerintah optimis Indonesia tidak akan mengalami resesi. Resesi adalah suatu kondisi di mana terjadi pertumbuhan ekonomi yang negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Dia menjelaskan hal itu tercermin dari struktur neraca perdagangan yang pada bulan Oktober mengalami surplus meski tipis. Namun jika dilihat secara keseluruhan komposisi ekspor dan impor masih berimbang.

“Kalau dilihat komposisi ekspor impor masih berimbang dan konsumsi rumah tangga masih bisa dipertahankan,” kata dia.

Di tengah kondisi global seperti saat ini, meningkatkan ekspor menjadi salah satu keharusan jika ingin selamat dari jerat resesi. Namun hal itu sangat sulit dilakukan mengingat hampir semua negara tengah mengalami kesulitan. Namun Indonesia terbukti berhasil mengatasi hal itu.

Iskandar menjelaskan, pelemahan kinerja ekspor masih tertolong oleh impor yang penurunannya lebih tajam. Selain itu kinerja ekspor akan dibantu oleh konsumsi rumah tangga yang sampai saat ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Tercatat, kontribusinya sekitar 54 persen.

“Kita bisa mengantisipasi pelemahan ekonomi global dan menambah pertumbuhan ekonomi ketika perekenomian global menurun sulit ekspor, makanya kita berdayakan domestik kita. Barang yang mengalami pelemahan ekspor kita jual ke dalam,” ujarnya.

Salah satu contohnya adalah percepatan program B30 dimana nantinya akan menggunakan CPO dalam negeri sebagai campuran untuk bio diesel.

“Itu kan meningkatkan penghasilan petani. Petani sawit tadi harganya menjadi lebih tinggi berarti daya beli petaninta menjadi lebih tinggi. Ketika daya beli menjadi tinggi, konsumsi barang-barang yang dihasilkan industri dalam negeri jadi naik,” ujarnya.

Dampak Gejolak Ekonomi Global Lebih Rendah Dibanding Negara Tetangga

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan menyebutkan dampak yang terjadi dari kondisi ekonomi global terhadap Indonesia cukup rendah. Bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN.

Hal ini, kata dia, berdasakan keterbukaan ekonomi atau trade openness Indonesia yang lebih rendah dibanding negara tetangga.

“Trade openness suatu negara di catatan yang ada. Kita adalah negara dengan trade openness relatif lebih rendah dibanding negara ASEAN yang lain,” kata dia.

Dia mengungkapkan, negara dengan trade openness tinggi diantaranya adalah Singapura, Thailand, Vietnam dan Malaysia.

“Artinya, posisi ekspor impor terhadap PDB untuk Indonesia relatif lebi rendah dibandingkan dengan kondisi yang dialami oleh negara-negara ASEAN yang lain. Oleh karena itu, kerentanan ekonomi manakala resesi di global tentu juga akan lebih rendah,” dia menambahkan.

Negara-negara dengan trade openness tersebut akan mendapat dampak yang cukup tinggi juga jika terjadi resesi global.

Selain itu, belum masuknya Indonesia dalam rantai nilai global (global value chain), di satu sisi memberi keuntungan. Hal tersebut menjadi alasan kenapa perlambatan ekonomi global belum berdampak besar bagi perekonomian domestik.

Sebagai informasi, Global Value Chain (GVC) adalah mata rantai produk atau bisnis yang menghubungkan sebuah produk dari penghasil, pengolah, distributor, hingga konsumen akhir dalam skala global.

Jika satu negara masuk dalam rantai nilai global, maka perekonomiannya akan terpengaruh oleh ekonomi global. Perlambatan ekonomi global akan menghantam kinerja perekonomian negara tersebut.

Ekonomi RI Diklaim Baik-baik Saja

Ekonomi global yang saat ini tengah dipenuhi ketidakpastian berdampak pada negara berkembang. Di beberapa negara bahkan sudah terjadi resesi dan krisis.

Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi menyebutkan Indonesia mestinya bersyukur masih mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

“Ini patut kita syukuri. Bahkan kalau dibandingkan negara G20 kita di ranking 3. Kalau tidak (disyukuri), kita kufur nikmat tidak mensyukuri pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tadi,” kata Jokowi.

Dia menjelaskan, Indonesia hanya tidak lebih baik dari China dan India saja. “Kita ini hanya di bawah China dan India. G20, China, India, Indonesia, kemudian keempat Amerika Serikat (AS), kita di atas Amerika,” ungkapnya.

“Kalau kita tidak bersyukur, kufur nikmat,” tegas Presiden Jokowi.

Indonesia Waspadai Gejolak Ekonomi Berlanjut Ke 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai ketidakpastian ekonomi global yang berpeluang masih berlanjut pada 2020. Ada beberapa hal yang harus diwaspadai, salah satunya adalah hubungan perang dagang Amerika Serikat dan China yang belum menunjukkan keharmonisan.

Selain perang dagang China dan Amerika, Indonesia juga masih melihat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) walaupun sudah menurunkan suku bunga acuannya beberapa waktu terakhir.

“Respons policy seperti Federal yang menaikkan suku bunga (2018), sekarang turunkan. Kita belum tahu apakah mereka akan lakukan lagi atau itu keputusan sendiri pada saat penurunan kemarin. Ini akan sangat menentukan momentum dari pelemahan ekonomi dunia berlanjut atau membalik di 2020 ini,” jelasnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi dari empat perekonomian sistemik, yaitu Amerika Serikat (AS), China, Wilayah Eropa, dan Jepang diperkirakan akan melambat di 2020. Prospek pertumbuhan yang suram ini merupakan dampak dari meningkatnya hambatan perdagangan; peningkatan ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global; faktor spesifik.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Indonesia harus mampu mewaspadai dan juga mencari solusi untuk memitigasi seluruh kemungkinan yang akan terjadi ke depan. Salah satunya melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja 2020 yang kredibel.

Ivan Gunawan Bicara Susahnya Main Teater

0

BOGORDAILY – Ivan Gunawan belum lama ini tampil di pementasan teater. Ia tampil sebagai wayang orang yang luwes menari sekaligus nembang Jawa.

Butuh latihan yang panjang untuk Ivan berhasil tampil anggun di atas panggung. Diungkapkan Ivan, ini menjadi salah satu penampilan terberat yang pernah ia lakukan.

Tampil Anggun Jadi Wayang, Ivan Gunawan Bicara Susahnya Main Teater

“Berat pastinya, karena nari Jawa itu kan susah ya apalagi kita harus memerankan peran perempuan, which is gerakannya itu pakemnya nggak boleh salah,” ungkap Ivan Gunawan saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Ivan harus menyelaraskan antara tarian, gerakan juga ucapan. Beruntung dirinya tak sampai salah dialog.

“Alhamdulillah saya nggak lupa karena saya kemarin baru pertama nembang Jawa. Benar-benar gurunya tuh sinden, terus pakai iringannya pakai gamelan,” tuturnya.

Lihat Nih.. Video Sungai Ciliwung Bogor Ngamuk. Ngeri…

0

BOGORDAILY – Curah hujan di Bogor yang cukup tinggi bukan hanya mengakibatkan bencana. Tapi juga banjir. Luapan air bah seolah membuat Sungai Ciliwung gamuk. Amukan sungai itu terlihat dalam sebuah video amatir yang viral di media sosial.

Dalam video itu nampak sungai Ciliwung banjir besar. Warga juga terdengar saling berteriak saat melihat banjir dindingai itu.

“Sungai Ciliwung Nyamuk,” teriak warga dal video singkat tersebut. (bdn)

https://youtu.be/YXL9l_Ia27Q

Bagaimana Langkah Persebaya Selanjutnya Saat Kontrak Osvaldo Haay Habis

0

BOGORDAILY – Banyak pemain Persebaya Surabaya yang kontraknya habis akhir musim ini, termasuk Osvaldo Haay. Dalam waktu dekat, pelatih Aji Santos bakal meeting dengan manajemen.

Liga 1 2019 telah tuntas. Persebaya mengakhiri kompetisi dengan duduk di posisi kedua.

Berakhirnya Liga 1 2019, sekaligus membuat klub harus segera menyusun rencana skuat musim Liga 1 2020. Ada 18 pemain Persebaya yang kontraknya habis pada akhir Desember ini.

Salah satunya adalah Osvaldo, yang menjadi andalan Bajul Ijo. Sampai saat ini Persebaya belum memutuskan pemain mana yang bakal diperpanjang.

“Saya belum meeting dengan manajemen, mungkin dua atau tiga hari ke depan bakal ketemu manajemen. Tapi, gambarannya sudah ada. Sekitar 60-70 persen (pemain) bertahan,” kata Aji kepada detikSport.

“Kami ambil pemain juga tidak hanya sekadar kebutuhan, tapi ada sisi lain yang harus dilihat. Seperti apakah harganya cocok,” sambungnya.

Habisnya kontrak Osvaldo di Persebaya membuat pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto, ingin mencoba ambil kesempatan. Namun, sampai saat ini klub dari Malaysia itu belum membuat penawaran.