Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 8608

Polisi Selidiki Penyebab Rusaknya 3 Tempat Sembahyang Umat Hindu di Bromo

BOGORDAILY – Polisi melakukan penyelidikan atas rusaknya tiga Padmasana umat Hindu di lereng Gunung Bromo yang mengalami kerusakan. Padmasana adalah tempat umat Hindu melakukan persembahyangan atau menaruh sesajen.

“Kami masih lidik. Kami belum bisa memastikan dan belum berani menyimpulkan apakah itu ada orang yang sengaja merusak. Saya baru dapat aduan dan tadi mengecek ke situ,” kata Kapolsek Tosari Iptu Bambang Tri, saat dihubungi detikcom, Minggu Senin (9/12/2019).

Bambang mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari warga. Selain itu pihaknya terus mencari petunjuk untuk mengungkap kejadian tersebut. Padmasana yang mengalami kerusakan juga diberi police line.

“Selain mencari saksi, kami juga cari petunjuk. Nanti keterangan berdasarkan petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti. Karena tadi yang kami mintai keterangan mereka tak mengetahui apakah itu dirusak. Kalau dirusak oleh siapa mereka tak tahu. Karena saat warga datang berdoa sudah rusak. Ada dua warga yang kami mintai keterangan,” terang Bambang.

Meski demikian, camat berharap aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut.
Bambang menegaskan bangunan yang rusak bukan rumah ibadah. “Nggak benar disebut rumah ibadah. Tempat ibadah atau berdoa yang benar,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Tosari Hari Hijroh mengatakan suasana dan situasi di Tosari tetap kondusif meski ada kejadian rusaknya Padmasana. Suasana seperti ini diminta Hari agar terus terjaga.

“Kami muspika dan pihak PHDI sudah ke lokasi dan berkoordinasi dengan tokoh-toko adat. Tosari kondusif,” kata Hari

Hari mengatakan kerusakan Padmasana disikapi secara bijak oleh warga Tengger. Semua pihak bijak dalam menyikapinya.

“Kami terus melakukan koordinasi. Dan dari pihak pemuda adat menjamin kondusifitas umat Hindu yang ada di wilayah Tosari,” terangnya.

“Kami serahkan ke polisi. Mudah-mudah cepat terungkap. Kalau memang ada perusakan ini motifnya apa. Harus diusut,” tandas Hari.

Tiga padmasana atau bangunan tempat persembahyangan atau berdoa dan menaruh sesajen bagi umat Hindu, Suku Tengger di lereng Gunung Bromo mengalami kerusakan. Rusaknya bangunan diketahui Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB, saat ada umat hendak melakukan persembahyangan.

Satu bangunan persembahyangan besar atau Padmasana terletak di lereng Gua Widodaren. Dan dua bangunan persembahyangan kecil atau Padmasari, terletak di Gua Lanang dan Gua Wedok di mana keduanya berada di areal Gua Widodaren.

Hendro Yap Meraih Emas ke-67 Untuk Indonesia di SEA Games

0

BOGORDAILY – Kontingen Indonesia kembali meraih medali emas di SEA Games 2019. Sumbangan medali tersebut datang dari atlet jalan cepat, Hendro Yap.

Bertanding di New Clark Athletic Stadium, Senin (9/12) pagi, Hendro yang turun di nomor jalan cepat 20 Km finis di urutan pertama dengan catatan waktu 1 jam 31 menit dan 20 detik.

Sementara itu, posisi kedua ditempati atlet Vietnam, Vo Xuan Vinh, yang kalah 18 detik dari Hendro. Sedangkan medali perunggu disabet atlet Myanmar, Mine Nyi Nyi Moe, yang tertinggal 2,05 menit. Sementara itu, atlet Indonesia lainnya, Bayu Prasetyo, gagal meraih medali setelah finis di posisi kelima dengan catatan waktu 1 jam 38 mneit dan 21 detik.

Hasil ini membuat Indonesia sudah mengumpulkan 67 emas, 62 perak dan 79 perunggu. Khusus untuk Hendro, ini merupakan pengulangan di tiga SEA Games sebelumnya, di mana ia meraih emas jalan cepat di tahun 2013, 2015, dan 2017.

Serie A: Bologna 2-3 Milan

0
BOGORDAILY – Milan berhasil menjaga tren kemenangan saat melawat ke markas Bologna berkat gol-gol yang dicetak Piatek, Theo Hernandez & Bonaventura

Milan berhasil meneruskan tren kemenangan usai menaklukkan Bologna dengan skor 3-2 pada lanjutan Serie-A Italia di Stadion Renato Dall’Ara, Senin (9/12) dini hari. Namun kemenangan tak didapat dengan mudah.

Bologna langsung menekan di awal laga dan kecanggungan lini belakang Milan begitu terasa. Beruntung umpan tanggung Donnarumma dan blunder Theo masih gagal menghasilkan peluang.

Meski begitu, Milan berhasil mencuri gol terlebih dahulu saat aksi Piatek di kotak penalti Bologna dihentikan Bani. Piatek sendiri yang menjadi eksekutor penalti dan sukses melaksanakan tugasnya di menit 15.

Permaian mulai tampak berlangsung keras dengan perebutan bola yang intensif di lapangan tengah. Tetapi tak ada peluang berbahaya yang dihasilkan di pertengahan babak pertama ini.

Hingga pada menit 32, Theo menggandakan keunggulan Milan. Memanfaatkan umpan matang Suso, eks penggawa Madrid tersebut sukses jaringkan bola ke gawang Skorupski.

Bologna yang enggan malu di kandangnya akhirnya mampu mencetak gol di penghujung babak pertama. Theo tak sengaja meneruskan bola ke gawang sendiri dalam situasi sepakan sudut dan memastikan skor babak pertama menjadi 2-1 meski masih untuk keunggulan Milan.

Milan langsung menggebrak di awal babak kedua, dan Bonaventura sudah mampu menggetarkan jala gawang Skorupski semenit setelah peluit kembali dibunyikan. Tembakan melengkung kaki kiri memanfaatkan bola liar, gagal dihentikan Skorupski.

Tuan rumah coba bereaksi dengan cepat setelah gol ketiga Milan. Tetapi usaha Sansone dan Poli selalu mampu dihentikan barisan belakang Milan selagi permainan berjalan tak terlalu cepat di lapangan tengah.

Saat permainan seperti akan berakhir untuk keunggulan Milan, Theo melakukan tindakan tak perlu dengan menjatuhkan pemain Bologna di kotak terlarang. VAR memberikan konfirmasi kejadian tersebut dan Sansone sukses menipiskan jarak di menit 84.

Di sisa waktu yang ada, kedua kesebelasan bermain lepas dan terbuka untuk mencetak gol. Tetapi ketangguhan barisan belakang keduanya memaksa skor 3-2 untuk keunggulan Milan bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Milan berhasil menembus peringkat 10 besar dengan 20 poin. Sementara Bologna berselisih dua strip dengan raihan 16 angka dari 15 pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN

Bologna: Lukasz Skorupski, Takehiro Tomiyasu, Mattia Bani, Danilo, Stefano Denswil, Andrea Poli, Jerdy Schouten, Andreas Skov Olsen, Blerim Dzemaili (C), Nicola Sansone, Rodrigo Palacio

Milan: Gianluigi Donnarumma, Theo Hernandez, Alessio Romagnoli (C), Mateo Musacchio, Andrea Conti, Giacomo Bonaventura, Ismael Bennacer, Franck Kessie, Hakan Calhanoglu, Krzystof Piatek, Suso

Video: Heboh Insiden Kepeleset Saat Sesi Bikini, Puteri Indonesia 2019 Ucapkan Ini….

0

BOGORDAILY- Meski terjadi insiden kepeleset saat sesi bikini, Puteri Indonesia Frederika Alexis Cull tetap lolos ke daftar 10 besar ajang Miss Universe 2019.

Miss Universe 2019 disiarkan langsung dari Tyler Perry Studios, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat atau Senin (9/12/2019) pagi waktu Indonesia.

Selain Frederika, sembilan nama lainnya yang juga lolos 10 besar. Informasi lolosnya Frederika turut diunggah melalui akun Instagram resmi @officialputeriindonesia. “THE GOLDEN AURA,” tulis akun tersebut. Disusul informasi mengenai gaun malam Frederika untuk Top 10 yang dibuat oleh perancang busana kondang Tex Saverio.

Melenggang ke ajang bergengsi tersebut, perempuan bernama lengkap Frederika Alexis Cull itu mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.

Tak terkecuali dari Bubah Alfian, makeup artist dan TV host juga ikut memberi dukungan penuh untuk Frederika Cull.

Dalam unggahan Instagram, Bubah memposting cuplikan video saat Frederika tampil di bikini session ajang Miss Universe 2019.

Terlihat Frederika tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi melangkah dengan cantiknya di atas catwalk.

Rambutnya yang indah dibiarkan terurai. Sementara cape warna merah di belakang semakin menambah kecantikan blasteran Indonesia-Australia ini.

Senyum manis dan tatapan mata yang begitu indah seolah tak pernah lepas dari kamera yang menyorotnya.

Namun di atas panggung perhelatan kelas dunia tersebut, Frederika Alexis Cull sempat mengalami kejadian tak terduga.

Saat dirinya melenggang di panggung mengenakan bikini, Frederika terpeleset hingga nyaris terjatuh.

Link Videonya:

 

https://www.youtube.com/watch?v=2a_jBnUZ–o

Momen tersebut juga dibagikan oleh Bubah Alfian melalui unggahan videonya di akun Instagram pribadi miliknya.

Meskipun mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, Frederika segera bisa menguasai diri dan melanjutkan peragaan bikininya. Dia pun menepukkan tangan dan tersenyum lebar “Yeaah…,” ucap Frederika seolah tidak terjadi apa-apa.

Sikap Fredika yang langsung bisa membaca situasi dan kondisi tersebut membuat kagum Bubah Alfian.

“Freddddd sangat bangga padamu..

Dia bisa menangani situasi, cinta kamu

Terus vote untuk Indonesia guys,” tulis akun @bubahalfian pada keterangan videonya.

Tidak hanya Frederika Alexis Cull yang hampir jatuh di atas panggung, hal serupa dialami oleh Miss Perancis, Maëva Coucke dan Miss Malaysia, Shweta Sekhon. Miss Prancis dan Malaysia sempat jatuh tersungkur di atas panggung. (BDN)

Mengenang Sang Pejuang HAM Munir di Kota Kelahirannya

BOGORDAILY – Nama Munir di kalangan para aktivis telah menjadi ikon, untuk melawan pelanggaran HAM dan ketidakadilan. Memorabilia mengenai Munir diabadikan dalam Omah Munir, yang menyimpan berbagai memorabilia mengenai sosok pejuang HAM itu.

Selain memiliki tempat tersendiri di kalangan aktivis HAM, Munir juga menjadi ikon Kota Batu, selain Omah Munir, namanya diabadikan sebagai nama jalan pada 2014 silam.

Kini, nama Munir akan diabadikan menjadi nama sebuah museum. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan kehadiran Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, akan memperkaya keragaman destinasi wisata di Kota Batu, sehingga para wisatawan mempunyai banyak pilihan.

Menurut Punjul, kehadiran Museum HAM Munir sejalan dengan tekad Pemerintah Kota Batu yang ingin meningkatkan kunjungan wisatawan pada tahun depan.

Dari kiri: Ketua Komisi Nasional HAM Ahmad Taufan Damanik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Suciwati, istri almarhum pejuang HAM Munir, dan menyaksikan maket Museum HAM Munir di Kota Batu, Jawa Timur, Ahad, 8 Desember 2019. Museum ini akan dibangun tiga lantai di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. TEMPO/Abdi Purmono

Pada 2018, wisatawan yang mengunjungi Kota Batu sebanyak 6,5 juta orang. Sedangkan jumlah wisatawan 2019 diasumsikan lebih dari jumlah kunjungan wisatawan tahun lalu.

“Tentunya (kehadiran Museum HAM Munir) diharapkan bisa menambah jumlah wisatawan lokal dan mancanegara, dan yang datang ke sini bisa berwisata dengan beragam pilihan,” kata Punjul dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan Museum HAM Munir di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu, 8 Desember 2019.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Komisi Nasional HAM Ahmad Taufan Damanik, Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia Usman Hamid, Koordinator Kontras Yati Adriyani, Ketua Yayasan Omah Munir Andi Achdian, budayawan senior Butet Kertaradjasa, Suciwati (istri pejuang HAM Munir Said Thalib alias Munir), perwakilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta sejumlah sahabat Munir.

Sebelum Museum HAM Munir di Kelurahan Sisir dibangun telah ada Museum HAM Omah Munir di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, yang dibangun pada 2013. Menurut Punjul, museum di Sidomulyo akan dikembalikan fungsinya sebagai rumah tinggal keluarga almarhum Munir.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik meletakkan batu di tapak pembangunan Museum HAM Munir di Batu, Jawa Timur, Ahad, 8 Desember 2019. Museum ini dibangun dengan total pembiayaan Rp 10 miliar lebih yang seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. TEMPO/Abdi Purnomo

Dalam acara yang sama, Ketua Yayasan Omah Munir Andi Achdian sangat mengapresiasi dukungan positif dari Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Kota Batu, yang terlibat dalam pembangunan fisik Museum HAM Munir.

Andi berharap, kehadiran Museum HAM Munir bukan saja bisa mendukung kegiatan pariwisata di Kota Batu, kota kelahiran Munir, melainkan jadi pusat pembelajaran bagi generasi muda Indonesia yang ingin mempelajari nilai-nilai penting HAM untuk membangun masa depan Indonesia yang berkeadilan dan menghormati hak asasi warganya.

“Nantinya (Museum HAM Munir) bukan saja jadi tempat menyimpan koleksi berbagai artefak yang mengingatkan generasi muda Indonesia terhadap perjalanan sejarah HAM di Indonesia, serta bukan sekadar sebagai objek wisata biasa,” kata Andi.

Sebelumnya, di awal acara, Khofifah Indar Parawansa yang memberikan sambutan pertama mengatakan bahwa pembangunan museum itu merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Batu dan Yayasan Omah Munir.

Seorang anak melihat koleksi di salah satu sudut Omah Munir di Batu, Jawa Timur, 7 September 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Seluruh biaya pembangunan sebesar Rp 10 miliar lebih. Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur 2019 dan 2020. Pembangunannya ditagetkan selesai dalam setahun ke depan dan bisa diresmikan penggunaannya pada Hari HAM Sedunia 10 Desember 2020.

“Semoga, dukungan kami bisa jadi contoh baik bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam mengupayakan pemenuhan HAM bagi warganya. Jadi, (Museum HAM Munir) ini bukan sekadar museum dan bukan sekadar objek wisata,” ujar Khofifah.

Indonesia Mulai Mantapkan Game Plan dan Starting XI Jelang Final SEA Games

0

BOGORDAILY – Timnas Indonesia U-22 mulai memantapkan strategi permainan untuk melawan Vietnam. Komposisi starting eleven juga dipersiapkan pada latihan pagi ini.

Final sepakbola SEA Games 2019 mempertemukan Indonesia vs Vietnam. Duel akan berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/11/2019) malam waktu Manila.

Setelah fokus pada pemulihan kondisi, Minggu (8/12/2019) kemarin, Indonesia kini memantapkan strategi dan komposisi starting eleven pada latihan di Rizal Stadium, Senin (9/12) pagi. Latihan berlangsung selama dua jam.

Latihan ini lebih difokuskan ke simulasi permainan. Di akhir sesi, pelatih Indra Sjafri juga memberikan porsi penalti.

Cuma ada delapan penendang yang masuk dalam sesi penalti. Mereka diperkirakan bakal menjadi eksekutor penalti Indonesia jika laga berlanjut sampai tos-tosan.

“Alhamdulillah 20 pemain semua siap. Tidak ada yang tidak fit. Kami sudah siap pertandingan besok malam jam 8,” kata Indra.

“Pertama, kami memastikan game plan besok. Kedua, memastikan komposisi starting eleven besok siapa,” sambungnya.

Anggota DPRD Jabar Erni Sugiyanti Siap Perjuangkan Hasil Reses

BOGORDAILY- Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB Erni Sugiyanti sukses menggelar reses di 2019/2020 di sejumlah tempat yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Setiap kali reses untuk menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor, Erni Sugiyanti yang sudah dua periode duduk di DPRD Jabar ini terlihat akrab saat bertegur sapa dengan warga. Sehingga pertemuan yang cukup familiar itu warga tidak canggung menyampaikan aspirasinya.

Begitupun politisi PKB ini mampu meyakinkan masyarakat bahwa aspirasi yang sampai kepadanya akan terus diperjuangkan di DPRD Jawa Barat.

“Saya akan menampung semua aspirasi yang ada di masyarakat. Keluhan yang ada di masyarakat akan kita sampaikan dan menjadi bahan dalam pembahasan APBD provinsi,” kata Erni Sugiyanti.

Agar aspirasi masyarakat cepat tercapai, mantan aktivis PMII Ciputat ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama membantu mengawal sejumlah aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor tersebut.

Bahkan ia siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor dengan segala kemampuan yang ia miliki. Sekalipun aspirasi masyarakat tersebut tidak sesuai dengan bidangnya di DPRD Jawa Barat.

“Demi kepentingan umat, saya akan berjuang bersama teman-teman anggota DPRD Jabar yang lainnya,” kata Erni.

(Nanang Hidayat)

Mencekam, Ormas di Bogor Bentrok. Ini Pemicunya….

NANGGEWER- Bentrokan Ormas kembali terjadi. Kali ini bentrokan berlangsung di Gang Nangka  RT 10/08 Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (07/12/2019).

Dalam bentrokan tersebut, tiga orang mengalami luka parah. Antara lain, Reno, Heru dan Boan.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 17:30. Berawal pukul 13:30 kelompok Ambon dengan Ormas BBR sedang Musyawarah terkait penguasaan satu buah unit motor roda dua Honda Vario.

Setelah selesai dan bersalaman, kemudian pada pukul 16:15 WIB, tiba-tiba datang kelompok Ambon lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang dan langsung melakukan penyerangan.

”Orang BBR yang baru selesai bertemu dengan ambon beberapa orang. Tiba-tiba ada ambon lainnya yang datang dan terjadilah penyerangan,” kata Pengurus RT yang enggan disebut namanya.

Ia menyesalkan tak adanya personel kepolisian di lokasi kejadian. Padahal, kejadian tersebut membuat warga sekitar ketakutan. “Polisi gak ada yang nongol,” tuturnya.

Hingga saat ini, ketiga korban masih melalui perawatan di Rumah Sakit Cibinong. Kasus tersebut sedang di tangani oleh Polres Kabupaten Bogor. Saat dihubungi, Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena belum dapat memberikan komentar. (bdn)

SDN Petir 3 Dramaga Bogor Terbakar

DRAMAGA- Diduga kosleting listrik, ruang kelas SDN Petir 3 di  Kampung Cibeurem Jiung, RT 02/09, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor terbakar pada pukul 03:15 WIB, Minggu (9/12/2019).

Beruntung, kobaran api bisa dipadamkan sebelum menjalar ke ruang kelas lainnya. Tidak ada korban jiwa atas musibah kebakaran tersebut. Akibatnya, siswa yang hendak belajar, sementara harus rela bergantian.

“Belum di ketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga kelas dan satu ruang guru itu,” ujar Pjs Kepala Desa Petir, Wildan.

Wildan mengatakan, api bisa dipadamkan setelah di datangkan mobil damkar sektor Ciomas. Camat Dramaga bersama babinsa dan pihak sekolah sudah meninjau langsung kondisi ruang kelas yang terbakar. Untuk aktifitas proses belajar siswa pada Senin (9/12) seperti biasa dan di bagi shif.

“Beruntung kobaran api tidak menjalar ke ruang kelas lainnya dan musibah tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab Bogor agar bisa cepat mendapatkan bantuan,” kata Wildan.

Terpisah, Kapolsek Dramaga AKP Sudarsono mengatakan, dugaan sementara, kebakaran tersebut akibat kosleting arus listrik.

“Tidak korban jiwa atas kejadian tersebut. Kerugian yang di akibatkan kebakaran yakni 3 kelas, 1 kantor dan ATK terbakar dan diperkirakan kerugian Rp 500 juta,” pungkasnya. (gib/*)

Ini Dia Tempat Wisata yang Lagi Viral di Bogor. Dijamin Bikin Klepek-klepek!!

BOGORDAILY Siap-siap liburan akhir tahun? Tidak salah lagi kalau tempat ini yang dicari. Bogor sebagai salah satu tempat wisata terdekat bagi warga Jakarta memiliki sejumlah tempat penginapan berkonsep glamping yang lagi viral media sosial. Salah satunya Leuweung Geledegan Ecolodge (LGE)!

Dalam bahasa Sunda, Leuweung Geledegan berarti sebuah hutan yang sangat rimbun. Seperti namanya, rimbun pepohonan akan tampak dari sekitar tempat penginapan. Oleh karena itu, tempat glamping di Bogor ini dapat menjadi salah satu pilihan yang cocok bagi pengunjug yang punya ketertarikan dengan alam.

“Karena kan kita letaknya di kaki Gunung Salak, ini sekitar 740 mdpl. Maka kita inginkan pengunjung bisa tetap merasa dekat dengan alam,” kata Rizal Ginanjar Cahyaningrat, Direktur PT Bogor Wahana Kreasi dan pengelola LGE seperti dilansir Kompas.com, Minggu (8/12/2019).

Nah, kesan glamping kian terasa saat menginap di LGE dengan keberadaan 82 lodge unik yang berbentuk seperti tenda.

Selain alam, kultur Sunda juga menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung yang menginap di LGE. Budaya Sunda dari tempat glamping ini, mulai dari makanan, permainan dan seni tradisional. Untuk makanan, misalnya, LGE menyiapkan makanan dan minuman tradisional tanah Priangan, seperti kue balok, bandros, kue putu, bajigur, bandrek hingga sekoteng.

“Namun, bukan berarti tak tersedia makanan nasional dan internasional,” ujarnya. Selain itu, hotel dengan luas 3,1 hektar ini juga memiliki kolam renang tematik, 2 restoran dengan kapasitas 50 hingga 100 orang.

Tempat Wisata

Tamu yang menginap juga dimanjakan dengan berbagai kegiatan outbound yang memiliki luas satu hektar.

Fasilitas lainnya adalah lima ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk pernikahan. Tempat glamping yang baru dibuka awal Desember 2019 ini juga menyiapkan paket wisata edukasi bagi pengunjung.

“Edukasinya lebih ke arah penjelasan tentang berbagai tumbuhan yang ada di sekitar LGE,” kata Rizal. “Tanaman-tanaman di sini ada 500 jenis tanaman. Ada kebun buah-buahan dan taman bunga juga,” lanjutnya.

Selain bercengkerama dengan alam, pengunjung juga bisa disuguhkan dengan pengalaman dan nostalgia untuk generasi milenial serta sebelumnya.

“Kita memang sengaja membuat konsep selain alam yaitu pengalaman dan kenangan,” kata Rizal. “Nah keduanya itu kita tuangkan dalam berbagai hal seperti kuliner, dan tak lupa spot Instagrammable,” lanjutnya. Jangan lupa juga untuk menikmati wahana misbar atau kerap dikenal sebagai layar tancap.

Rizal mengakui bahwa konsep misbar sengaja diciptakan untuk mengkaitkan antara film dengan alam. “Kenapa misbar? Karena lokasi layar tancap ini di luar ruangan, tanpa atap. Hanya kain dibentangkan sebagai layar lalu filmnya disorot ke kain itu,” tuturnya.

Pihak LGE juga memperbolehkan pedagang makanan masuk ke area lodge. Adapun makanan yang masuk seperti pedagang cuanki. “Kalau sampai sekarang yang baru masuk itu pedagang cuanki, mereka bebas jualan di sini dari sore jam 17.00 sampai malam,” kata pemandu tanaman buah, bunga dan permainan tradisional, Eko.

“Ke depannya kami akan usahakan pedagang yang warga lokal itu bertambah banyak dan bervariasi, seperti bajigur, kue putu,” lanjutnya. Selain itu, LGE juga memberikan suvenir kepada tamu penginapan berupa mainan zaman dulu seperti mobil-mobilan plastik, balon tiup, dan lainnya.

Tertarik menginap di tempat glamping di bawah kaki Gunung Salak ini? Cukup siapkan uang sebesar Rp 1.200.000 hingga Rp 2.100.000 untuk berbagai tipe kamar mulai dari Lodge A sampai E. Akses transportasi menuju hotel ini bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun transportasi online. Arahkan kendaraanmu dari Tol Bogor menuju Terminal Baranangsiang, kemudian belok kanan menuju arah Ciapus hingga bertemu Jalan Tamansari. Lokasi LGE berada di Jalan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dan tak jauh dari pusat Kota Bogor. (bdn)