Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8642

Astagfirullah, Sekeluarga Mengakui Sensen Komara Sebagai Rasu Allah

0

 

BOGOR DAILY – Sosok Sensen Komara kembali menggegerkan warga Garut, Jawa Barat. Beredar luas isi surat yang disampaikan satu keluarga dari Kecamatan Caringin Garut yang mengakui Sensen sebagai rasul.

Sebagaimana dilihat detikcom, Selasa (04/12), dalam surat yang ditandatangani seseorang mengaku bernama Hamdani ini, tertulis adanya pengakuan terhadap Sensen Komara sebagai ‘Rasul Allah’.

Kami sekeluarga satu-satunya warga Negara Republik Indonesia yang mengakui kepada Bapak Drs. Sensen Komara BM. ESA sebagai Rosul Allah dengan dasar atas keyakinan kami juga diiringi dengan mengucapkan dua kalimat sahadat,” tulis Hamdani.

Dalam suratnya, Hamdani menyatakan kalimat syahadat yang di dalamnya tertera nama Sensen.

ASHADU ANLA ILAHA ILLALOH WA ASHADU ANNA BAPAK Drs. SENSEN KOMARA BIN BAPAK BAKAR MISBAH BIN BAPAK KH. MUGNI ROSULALLOH,” kata Hamdani dalam suratnya.

Surat ini membuat geger warga Garut sejak beberapa hari terakhir. Perbincangan tentang surat ini banyak ditemukan di media sosial. Sejumlah warganet mengunggah postingan keresahan terkait surat ini di Instagram dan Facebook serta aplikasi perpesanan WhatsApp. Majelis Ulama Indonesia (MUI) membenarkan soal surat tersebut. Surat itu kini dalam penanganan pihak-pihak terkait.

“Betul ada. Kami terima laporan itu hari Selasa 27 November,” ujar Ketua MUI KH Sirojul Munir saat dihubungi detikcom, Selasa (04/12).

Sensen Komara pernah menasbihkan diri sebagai Presiden Negara Islam Indonesia (NII) pada 2011 lalu. Saat itu ia berulah dengan memperingati hari kelahiran NII, 7 Agustus 2011. Acara itu digelar di kediamannya, Kampung Babakan Ciparay, Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Garut.

Sensen ditangkap dan diadili. Lalu pada Senin 16 Juli 2012, Pengadilan Negeri Garut menyatakan Sensen bersalah atas tindakan makar dan penistaan agama dengan menjauhi hukuman berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bagian jiwa. (sumber detikcom/bdn)

Memecah Kemacetan di RE Martadinata

0

Bogor Daily – Perlintasan kereta api di Jalan RE Martadinata sudah lama dirasakan warga sebagai salah satu titik kemacetan di Kota Bogor. Terutama bagi mereka yang rutin melintas di titik lokasi tersebut. Di satu sisi kemacetan disebabkan oleh semakin intensifnya kereta yang melintas. Di sisi lain, juga karena semakin bertambahnya jumlah kendaraan yang melewati perlintasan tersebut.

Jika tidak ada halangan apapun, kemacetan lalu lintas di lokasi itu akan segera terurai pada akhir tahun 2019. Hal itu karena pembangunan flyover yang melintasi pintu rel kereta api di kawasan tersebut, diperhitungkan akan selesai pada Desember 2019. Dengan adanya flyover, lalu lintas dari arah Air Mancur ke ujung Jalan Merdeka dan sebaliknya, tidak akan terhambat lagi oleh penutupan lintasan kereta api.

Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, per Oktober 2018 sudah mulai mengerjakan proyek tersebut. “Inshallah jika berjalan lancar sesuai rencana, proyek ini  selesai 19 Desember 2019 atau 420 hari kalender kerja,” ungkap. Yuanita Kiki Sani, Pejabat Pembuat Komitmen Metropolitan II Jakarta, pada saat melakukan sosialisasi di kantor Kecamatan Bogor Tengah, pertengahan Oktober lalu.

Flyover akan dibangun sepanjang 458 meter dan ditangani oleh PT Brantas Abipraya. Dimulai dari sekitar depan Indomaret sampai dengan ke dekat jembatan Sungai Cipakancilan. Untuk memberikan akses jalan menuju Pondok Rumput, maka nanti akan dibuatkan U-Turn atau akses untuk putar balik kendaraan dari arah Air Mancur. Sedangkan untuk para pejalan kaki akan dibuatkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), sehingga di sekitar perlintasan jalan kereta api, tidak ada lagi perlintasan sebidang, baik untuk kendaraan maupun para pejalan kaki.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan  yang dianggarkan sebesar Rp 105 milyar tersebut, untuk sementara waktu tentu akan memerlukan penanganan rekayasa lalu lintas. Supaya dengan demikian sepanjang proses pembangunan berlangsung, Jalan RE Martadinata tetap bisa diakses oleh para pengguna jalan dari arah Air Mancur maupun dari arah Jalan Merdeka atau Cimanggu.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, maka dalam tahap pertama, jalan yang ada sekarang akan diperlebar. Pelebaran jalan ditargetkan selesai pada Desember 2018. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, pelebaran dilakukan pada samping kanan dan kiri ruas jalan yang ada sekarang..


Setelah pelebaran selesai, kegiatan akan dilanjutkan dengan pengerjaan pada bagian tengah. Kita fokus pelebaran dulu karena untuk pengalihan arus lalu lintas kendaraan. Jadi selama proses pekerjaan tidak ada penutupan jalur di Jalan RE Martadinata,” terangnya. Sedangkan kegiatan pembangunan konstruksi flyover akan berlangsung di ruas jalan yang ada.

Dengan begitu kendaraan bisa tetap melintas dari kedua arah. “Untuk pengaturan lalu lintas kami berkomitmen tidak ada penutupan jalan dan kami juga akan memasang palang pintu kereta api sementara,” lanjut Yuanita. Pelebaran jalan bisa segera dilakukan karena Dinas PUPR Kota Bogor sebelumnya telah melakukan pembebasan lahan yang diperlukan, dalam dua tahap. Luas lahan yang dibebaskan seluruhnya mencapai 1.754 meter.

Walikota Bogor, Bima Arya mengakui pembangunan menuju Martadinata yang bebas hambatan tentu akan mengalami fase yang tidak mudah. “Semoga warga yang biasa melintas di jalur tersebut bisa memaklumi dan bisa menyesuaikan selama masa pengerjaannya,” harap Bima yang juga memastikan tidak adanya penutupan jalur selama proses pembangunan berlangsung. “Yang ada adalah penyesuaian-penyesuaian pada waktu-waktu tertentu ketika mulai dibangun konstruksi jalan akan semakin menyempit,” lanjutnya.

Menurut rencana, selama masa pembangunan proyek berlangsung, Dinas Perhubungan Kota Bogor dibantu kepolisian akan menyiapkan 3 rencana rekayasa lalu lintas. Pertama sampai Desember 2018 kendaraan masih bisa melintas di badan Jalan RE Martadinata. Kedua, mulai Januari sampai pertengahan Mei 2019, kendaraan melintas di jalur frontage road, atau  jalur yang dibangun di samping jalan yang ada sekarang. Ketiga, mulai pertengahan Mei sampai September 2019 akan diberlakukan sistem buka tutup jalur.


Pemerintah Kota Bogor juga menyediakan rute alternatif melalui jalan Dewi Sartika. Untuk itu  PKL yang ada direncanakan akan direlokasi, agar jalur alternatif tersebut dapat berfungsi optimal.

(Advertorial)

Via Vallen Disentil Personel SID

0

Bogor Daily –  PENABUH drum band punk rock asal Bali Superman is Dead (SID), Jerinx, beberapa jam lalu mengunggah foto di akun Instagram-nya dengan tema pelanggaran hak cipta musik.

Dalam unggahannya itu, musisi bernama asli I Gede Ari Astina itu menyindir penyanyi yang disebutnya dengan inisial VV, yang pernah menyanyikan dan mengedarkan rekaman lagu milik SID berjudul Sunset di Tanah Anarki.

disebut Jerinx menyanyikan lagu gubahannya bersama dua rekannya yang lain, Eka Rocks dan Bobby Kool, tanpa pernah meminta izin atau membayar royalti.

Jangankan soal restu dan duit, VV juga disebut gagal memaknai lagu bertema Gerakan Melawan Lupa itu.

“Mungkin banyak pertanyaan. Kenapa baru sekarang saya sentil VV? Simpel. Karena album SID yg baru saja rilis ini penuh akan lagu potensial yg sangat mungkin dijadikan versi dangdut/koplo nya. Dan jika kami diamkan, bisa jadi VV, atau penyanyi semacam dia akan melakukannya lagi; memperkaya diri memakai karya orang lain sekaligus membunuh ruh dari karya tersebut,” tulis Jerinx.

“OK 2013, lagu Sunset di Tanah Anarki kami ikhlaskan, mindset kami saat itu cukup naif; anggap saja membantu struggling musician. Sampai dia bikin DVD segala, dikomersilkan, rapopo,” lanjutnya.

Jerinx lanjut menulis bahwa seorang musisi yang memiliki banyak penggemar itu bisa menjadi contoh yang baik, seperti menularkan pesan pelurusan sejarah sampai kelestarian lingkungan.

Bahkan Jerinx tak ragu menyebut bahwa menjadi contoh yang baik tidak perlu sampai keluar banyak biaya.

“Nah, kekesalan ini muncul setelah melihat transformasi seorang VV. Di mana posisinya saat ini, VV harusnya sudah belajar jadi manusia, jangan bisanya hanya mengambil saja. Selama ini nyanyi SDTA ribuan kali, lirik lagu kami ga ada artinya bagi dia? Setelah sukses, apa yg kamu bisa lakukan utk mengapresiasi karya yg membawamu ke tempat yg lebih baik? Dengan followers berjuta, minimal berkontribusilah utk gerakan melawan lupa, atau pelurusan sejarah 65, perjuangan Kendeng, dll, ada banyak sekali hal yg bisa VV lakukan tanpa harus keluar duit,” tulis Jerinx.

“SID sudah pasti akan bangga jika VV, atau siapapun yg hidup dari karya SID, manfaatkan fame nya utk cinta yg lebih besar. Bukan hanya tuk perkaya diri dan keluarganya. Ini yg membuat saya marah. Selama ini nyanyi SDTA apa ya yg ada di dalam kepalanya? Lagu ini pesannya besar, sungguh humanis, pun disampaikan dengan lirik dan video klip yg sangat literal. Wajar saya merasa mereka dengan sadar merendahkan substansi lagu ini atas nama popularitas semata. Itu sangat manipulatif dan menjijikkan,” lanjutnya.

akhir kalimat foto yang diunggahnya, Jerinx berpesan bahwa album terbaru mereka lebih baik disimak dengan sesadar-sadarnya, sebab ada makna penting di balik setiap lirik yang mereka gubah.

Ia tidak mengelak bahwa karya SID menginspirasi setiap musisi yang mungkin membawakan lagu mereka tanpa izin di luar sorotan publikasi seperti VV. Namun Jerinx berharap musisi tersebut mampu lebih bijak dalam memahami makna lagu serta urusan hak cipta.

“Saya ga akan nuntut nominal apapun dari VV atau penyanyi lain yg pernah/masih hidup atas karya SID. Hanya berharap kalian lebih bijak ketika berurusan dengan musik kami. SID bukan cuma band. Kami lebih besar dari hiburan. Uang, fame, rupa, bukanlah segalanya, ada hal yg lebih tinggi bernama INTEGRITAS,” imbuh Jerinx.

DPRD KOTA BOGOR GIATKAN SOSIALISASI PERDA

0

Kesadaran pengusaha di Kota Bogor untuk menyalurkan dana dalam bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan  (TJSlP) atau dikenal dengan subutan Corporate Social Responsbility (CSR), dinilai masih minim.

Menurut data, dari sekian banyak perusahaan yang ada di Kota Bogor,  baru sekitar 14 perusahaan saja yang peduli dan memberikan kontribusi melalui CSR atau tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan di Kota ini. Padahal berdasarkan peraturan perundang-undangan dalam menyalurkan dana CSR perusahaan  merupakan kewajiban yang tertuang dalam undang-undang nomor 40 Tahun 2007 yang menyatakan semua perusahaan wajib menyisihkan labanya, sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada lingkungan sekitarnya.

DPRD Kota Bogor  resmi telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) pada tahun 2016 lalu. Melalui Perda ini,  seluruh perusahaan yang ada di Kota Bogor, baik BUMN, BUMD maupun swasta harus memberikan program bantuan kepada masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Perda ini  diterbitkan merupakan inisiatif DPRD Kota Bogor untuk mengatur mekanisme TJSLP atau CSR dari perusahaan di Kota Bogor. Program TJSLP yang ada harus sinergis dengan perencaaan dan pembangunan yang sudah berjalan di Kota Bogor. Setiap perusahaan yang berada di wilayah Kota Bogor harus menyerahkan perencanaan pengadaan dan pemanfaatan TJSLP kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor .

Demikian antara lain diutarakan Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor,  Rusmiati Ningsih, SH. ketika memberikan paparan pada acara Sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dihadapan 200 orang peserta utusan dari Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Tengah, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu 31 Oktober 2018.

Maksud Perda ini dibentuk, sambung Rusmiati Ningsih, SH. untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada para pemangku kepentingan atas pelaksanaan program TJSLP di daerah. Selain itu, untuk memberikan arahan kepada perusahaan dan semua pemangku kepentingan dalam menyiapkan diri guna memenuhi standar nasional dan internasional. Adapun tujuan dibentuknya Perda ini, untuk memberikan batasan yang jelas tentang TJSLP beserta pihak yang menjadi bagian dari pelaksanaan.

“Juga yang terpenting tujuan dibentunya Perda ini, adalah untuk melindungi perusahaan agar terhindar dari praktik-praktik pungutan liar yang dilakukan pihak-pihak yang tidak berwenang,” tandas Ketua Bapemperda Rusmiati Ningsih, SH.

Selain itu, sambungnya, untuk mewujudkan rencana Pemerintah Kota Bogor dalam melakukan apresiasi kepada dunia usaha yang telah melakukan TJSLP dengan memberikan penghargaan serta memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi. Diterbitkannya Perda ini juga bertujuan untuk menciptakan  hubungan perusahaan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat serta untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Selain itu, untuk mendorong terwujudnya keterkaitan dan konsistensi antara sistem perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi program TJSLP di daerah, ungkap Rusmiati Ningsih, SH.

Ketua Bapemperda, Rusmiati Ningsih, SH, juga menyebutkan bahwa Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan  adalah komitmen perusahaan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perusahaan itu sendiri, komunitas setempat dan masyarakat Kota Bogor pada umumnya. Sebab, pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bogor, tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah daerah sepenuhnya, untuk itu diperlukan partisipasi pihak-pihak lain diluar pemerintah Kota Bogor untuk juga berperan dalam pembangunan tersebut, paparnya.

Adapun ruang lingkup TJSLP tersebut, kata Ketua Bapemperda Rusmiati Ningsih, SH. meliputi bantuan pendanaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, kompensasi, pemulihan dan/atau peningkatan fungsi lingkungan hidup yang mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berbasis kerakyatan yang selaras dengan program-program pemerintah daerah.

Menurut Rusmiati Ningsih, SH. Program TJSLP dalam Perda ini meliputi Bina lingkungan dan sosial, Kemitraan UMK, Program langsung kepada masyarakat dan program pembangunan lainnya dan disepakati oleh perusahaan dan pemerintah daerah. Program TJSLP ini direncanakan dan ditumbuh kembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, meningkatkan ekonomi masyarakat, memperkokoh keberlangsungan berusaha bagi para pelaku usaha dan memelihara fungsi-fungsi lingkungan hidup secara berkelanjutan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Di Kota ini banyak perusahaan baik swasta maupun BUMN dan BUMD yang telah banyak mendapat manfaat ekonomi dan pada saat yang bersamaan telah menimbulkan dampak terhadap masyarakat  dan membutuhkan bantuan. Sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan perusahaan, ada beberapa perusahaan di Kota Bogor yang telah mengimplementasikan TJSLP di beberapa lokasi di Kota Bogor.

Marcus/Kevin Juara

0

Bogor Daily – Indonesia membawa pulang satu gelar dari Fuzhou China Terbuka 2018. Mar­cus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mempersembahkannya usai mengatasi ganda tuan rumah.

Bertanding di Haixia Olympic Sports Center, Minggu (11/11/2018) sore, Marcus/Kevin melalui pertarungan tiga gol kontra He Jiting/Tan Qiang. Pasangan andalan Indonesia itu sempat kehilangan gim pertama, namun pada akhirnya menang 25-27, 21-17 dan 21-15

Gim pertama berjalan amat ketat. Marcus/Kevin dipaksa He/Tan dalam posisi tertinggal se­jak start dan selisih sempat me­lebar jadi 7-11.

Marcus/Kevin lantas menipis­kan kembali selisih bahkan memaksa terjadinya deuce saat mengejar dari 18-20. Tapi pada prosesnya mereka gagal mem­bendung lawan dan kalah 25-27.

Gim kedua tak mau dilepas begitu saja oleh Marcus/Kevin. Usai bersaing ketat dengan He/Tan di empat poin pertama, ganda peringkat satu dunia ini membuka jarak hingga 10-5. Momentum ini bisa dijaga hingga mengunci gim di 21-17.

Marcus/Kevin kembali men­gontrol di gim ketiga, dengan membuka jarak 8-6. Namun He/Tan sempat memberikan per­lawanan sengit hingga meny­amakan poin jadi 11-11.

Dari sana Marcus/Kevin tak membiarkan lagi lawan menda­patkan momentum dan memim­pin 14-11. Sejak saat itu mereka tak terkejar lagi hingga menutup pertandingan di 21-15.

Ini jadi gelar juara ketujuh Marcus/Kevin di BWF World Tour 2018, dari total delapan kejuaraan yang diikuti. Satu-satunya turnamen yang gagal dimenangi adalah Prancis Ter­buka lalu, di mana mereka harus puas jadi runner-up.

DPRD AKAN TERBITKAN PERDA

0

Kesadaran Pengusaha Dalam Penyaluran Dana CSR Dinilai Minim

Kesadaran pengusaha di Kota Bogor untuk menyalurkan dana dalam bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan  (TJSlP) atau dikenal dengan subutan Corporate Social Responsbility (CSR), dinilai masih minim.

Menurut data, dari sekian banyak perusahaan yang ada di Kota Bogor,  baru sekitar 14 perusahaan saja yang peduli dan memberikan kontribusi melalui CSR atau tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan di Kota ini. Padahal berdasarkan peraturan perundang-undangan dalam menyalurkan dana CSR perusahaan  merupakan kewajiban yang tertuang dalam undang-undang nomor 40 Tahun 2007 yang menyatakan semua perusahaan wajib menyisihkan labanya, sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada lingkungan sekitarnya.

DPRD Kota Bogor  resmi telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) pada tahun 2016 lalu. Melalui Perda ini,  seluruh perusahaan yang ada di Kota Bogor, baik BUMN, BUMD maupun swasta harus memberikan program bantuan kepada masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Perda ini  diterbitkan merupakan inisiatif DPRD Kota Bogor untuk mengatur mekanisme TJSLP atau CSR dari perusahaan di Kota Bogor. Program TJSLP yang ada harus sinergis dengan perencaaan dan pembangunan yang sudah berjalan di Kota Bogor. Setiap perusahaan yang berada di wilayah Kota Bogor harus menyerahkan perencanaan pengadaan dan pemanfaatan TJSLP kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor .

Demikian antara lain diutarakan Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor,  Rusmiati Ningsih, SH. ketika memberikan paparan pada acara Sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dihadapan 200 orang peserta utusan dari Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Tengah, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu 31 Oktober 2018.

Maksud Perda ini dibentuk, sambung Rusmiati Ningsih, SH. untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada para pemangku kepentingan atas pelaksanaan program TJSLP di daerah. Selain itu, untuk memberikan arahan kepada perusahaan dan semua pemangku kepentingan dalam menyiapkan diri guna memenuhi standar nasional dan internasional. Adapun tujuan dibentuknya Perda ini, untuk memberikan batasan yang jelas tentang TJSLP beserta pihak yang menjadi bagian dari pelaksanaan.

“Juga yang terpenting tujuan dibentunya Perda ini, adalah untuk melindungi perusahaan agar terhindar dari praktik-praktik pungutan liar yang dilakukan pihak-pihak yang tidak berwenang,” tandas Ketua Bapemperda Rusmiati Ningsih, SH.

Selain itu, sambungnya, untuk mewujudkan rencana Pemerintah Kota Bogor dalam melakukan apresiasi kepada dunia usaha yang telah melakukan TJSLP dengan memberikan penghargaan serta memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi. Diterbitkannya Perda ini juga bertujuan untuk menciptakan  hubungan perusahaan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat serta untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Selain itu, untuk mendorong terwujudnya keterkaitan dan konsistensi antara sistem perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi program TJSLP di daerah, ungkap Rusmiati Ningsih, SH.

Ketua Bapemperda, Rusmiati Ningsih, SH, juga menyebutkan bahwa Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan  adalah komitmen perusahaan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perusahaan itu sendiri, komunitas setempat dan masyarakat Kota Bogor pada umumnya. Sebab, pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bogor, tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah daerah sepenuhnya, untuk itu diperlukan partisipasi pihak-pihak lain diluar pemerintah Kota Bogor untuk juga berperan dalam pembangunan tersebut, paparnya.

Adapun ruang lingkup TJSLP tersebut, kata Ketua Bapemperda Rusmiati Ningsih, SH. meliputi bantuan pendanaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, kompensasi, pemulihan dan/atau peningkatan fungsi lingkungan hidup yang mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berbasis kerakyatan yang selaras dengan program-program pemerintah daerah.

Menurut Rusmiati Ningsih, SH. Program TJSLP dalam Perda ini meliputi Bina lingkungan dan sosial, Kemitraan UMK, Program langsung kepada masyarakat dan program pembangunan lainnya dan disepakati oleh perusahaan dan pemerintah daerah. Program TJSLP ini direncanakan dan ditumbuh kembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, meningkatkan ekonomi masyarakat, memperkokoh keberlangsungan berusaha bagi para pelaku usaha dan memelihara fungsi-fungsi lingkungan hidup secara berkelanjutan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Di Kota ini banyak perusahaan baik swasta maupun BUMN dan BUMD yang telah banyak mendapat manfaat ekonomi dan pada saat yang bersamaan telah menimbulkan dampak terhadap masyarakat  dan membutuhkan bantuan. Sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan perusahaan, ada beberapa perusahaan di Kota Bogor yang telah mengimplementasikan TJSLP di beberapa lokasi di Kota Bogor.

Aku Cinta Sehat, Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita

0

“ Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-54 Tahun 2018”

Sejarah lahirnya Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November berawal dari upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia. Di era 50-an, penyakit Malaria mewabah di Indonesia. Penyakit ini menjangkiti hampir semua masyarakat di seluruh negeri. Terdapat ratusan ribu orang yang tewas akibat wabah Malaria tersebut. Akibat banyaknya korban yang jatuh, pemerintah kemudian segera mengambil tindakan dengan melakukan beragam upaya untuk membasmi Malaria. Upaya pembasmian penyakit Malaria dimulai tepatnya pada tahun 1959 dengan dibentuknya Dinas Pembasmian Malaria oleh pemerintah. Empat tahun kemudian, yaitu pada tahun 1963, namanya kemudian diganti menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria yang disingkat menjadi KOPEM. Upaya pembasmian ini dilakukan oleh pemerintah dengan dibantu organisasi kesehatan dunia WHO dan USAID. Dengan dilakukan upaya pemberantasan Malaria tersebut, pemerintah berharap Malaria bisa benar-benar diberantas. Bentuk upaya pemberantasan penyakit Malaria sendiri dilakukan dengan menggunakan obat jenis DDT. Penyemprotan obat ini dilakukan secara massal ke rumah-rumah penduduk yang ada di pulau Jawa, Bali dan Lampung. Presiden Soekarno yang menjabat sebagai Presiden RI kala itu, melakukan penyemprotan pertama secara simbolis pada tanggal 12 November 1959, bertempat di desa Kalasan, Yogyakarta. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) untuk diperingati setiap tahunnya.

Tema perayaan HKN setiap tahunnya berbeda-beda. Namun, tentu saja dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia sekaligus pemahaman mereka akan pentingnya hidup sehat. Biasanya, akan ada beragam kegiatan yang dilakukan guna meramaikan acara yang diawali oleh pembukaan dari Menteri Kesehatan ini. Terlepas dari bentuk acara dan jenis kegiatan yang ada di dalamnya, perayaan HKN sendiri tidak akan berjalan dengan mulus tanpa dukungan semua pihak. Diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan kepala daerah, dunia usaha, sampai dengan organisasi kemasyarakatan agar persiapan acara bisa dilakukan dengan baik. Dukungan masyarakat juga diperlukan dengan berpartisipasi langsung selama acara, baik dengan mengikuti lomba atau hanya sekadar hadir untuk mendengarkan talk show tentang kesehatan yang biasanya diberikan.

Menyongsong perayaan Hari Kesehatan Nasional yang ke-54 pada tanggal 12 November 2018 mendatang, marilah kita mengkaji kembali apa yang sudah berhasil dicapai dengan adanya perayaan tersebut. Saat ini masyarakat sudah semakin mudah untuk mengakses fasilitas kesehatan. Terbukti dengan adanya peningkatan pelayanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Selain peningkatan pelayanan kesehatan, infrastruktur fasilitas kesehatan pun sudah semakin memadai, tersedia jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan sistem gotong royong. Untuk daerah-daerah terpencil, bahkan pemerintah sudah menyediakan flying doctor dan rumah sakit bergerak, sehingga pelayanan kesehatan juga bisa menjangkau daerah-daerah tersebut.

Momentum Hari Kesehatan Nasional ke-54 Tahun 2018 menjadi pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa; masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif. Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan praktisi turut ambil bagian dalam peringatan HKN untuk mendukung pembangunan kesehatan Masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya.

Dengan mengacu pada Buku Panduan HKN Ke-54 tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementria Kesehatan RI, bahwa tema HKN Ke-54 Tahun 2018 adalah “Aku Cinta Sehat”, dengan sub tema “Ayo Hidup Sehat…Mulai Dari Kita” dan pesan-pesan pendukung sebagai berikut :

SALAM SEHAT, SEHAT INDONESIA

Keluarga Sehat, Indonesia Kuat

Wujudkan Indonesia Sehat dengan promotif dan preventif

Sehatkan diri dan sekitar, mulai dari kita

INTEGRITAS: “Sehat Tanpa Korupsi”. Jaga Diri, Jaga Teman, Jaga Kementerian Kesehatan

Etos Kerja : “Sehat Melayani.” Cepat (No Delay), Tepat (No Error), Bersahabat (No Complaint)

Gotong royong:“Indonesia Sehat”. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat

Budaya Kerja Harian :

1T   :  Minimal 1 pekerjaan tuntas setiap hari

2K   :  Minimal 2 kebaikan setiap hari

3S   :  Senyum, Sapa, Salam

4M  :  Hadir 4 menit sebelum kegiatan dimulai

5R   :  Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin

Peringatan HKN Ke-54 Tahun 2018 Tingkat Kota Bogor dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan lomba yang melibatkan berbagai institusi kesehatan yang ada di Kota Bogor mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik, Apotik, Laboratorium, Akademisi, SMK Kesehatan,dll.

Berikut rangkaian Kegiatan dan Lomba dalam memperingati HKN Ke-54 Tingkat Kota Bogor Tahun 2018, diantaranya :

Lomba-lomba Olah Raga

Lomba Bola Volley (Pa/Pi, Tanggal 8 – 10 Oktober 2018, tempat Halaman RS Marzoeki Mahdi)

Lomba Tenis Meja Beregu (Pa, Tanggal 11-12 Oktober 2018, tempat Gedung Parkir RS Hermina)

Lomba Bulu Tangkis Beregu 9Pa, Tanggal 15-17 Oktober 2018, tempat GOR Taman Yasmin)

Lomba Futsal (Pa/Pi, Tanggal 22-24 Oktober 2018, tempat Lap. Futsal Taman Yasmin)

Lomba-Lomba Seni

Lomba  Menyanyi Duet (Tanggal  29 Oktober 2018, tempat Gedung Serbaguna RS Hermina)

Lomba Hand Hygiene Dance (Tanggal 30 Oktober 2018, tempat Gedung Serbaguna RS Hermina)

Lomba MTQ (Tanggal 1 Nopember 2018, tempat Gedung Serbaguna RS Hermina)

Lomba Kantor Pemerintah Bersih dan Sehat (Bulan Juli dan Agustus 2018)

Lomba Cipta Inovasi Puskesmas (tanggal 24 Oktober 2018, tempat Aula RS PMI)

Pemilihan Duta Muda Sehat Tingkat Kota Bogor Tahun 2018 (awal Nopember 2018)

Lomba Vlog #teuhayangngaroko Tingkat Kota Bogor tahun 2018 (akhir Nopember 2018)

Upacara Peringatan HKN ke 54 pada hari Senin, 12 November 2018, tempat di Area Depan GOR Pajajaran Kota Bogor diikuti oleh seluruh insan kesehatan dari berbagai institusi kesehatan di Kota Bogor.

Acara puncak HKN Ke-54 Tingkat Kota Bogor yang akan dihadiri Bapak Walikota Bogor, diawali dengan carnaval institusi kesehatan, senam sehat bersama, pengumuman dan pemberian hadiah lomba, hiburan,dll.

Nah, sudah siapkah Anda untuk ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini? Ingat, partisipasi dan dukungan Anda sangat berharga demi tercapainya masyarakat Kota Bogor dan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Nopember 2018

Seksi Infokes dan Humas

Dinas Kesehatan Kota Bogor

Disangka Mau Pesta Seks, Miyabi Diperiksa Imigrasi

0

 

Bogor Daily – Artis asal Jepang, Maria Ozawa, akrab dipanggil Miyabi, dipanggil Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Bali, Rabu (7/11/2018).

Menurut Kabag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Teodorus Simarmata, Rabu (7/11/2018), yang dilakukan pihak Imigrasi ini adalah pengawasan.

Hal ini bermula karena adanya informasi masyarakat bahwa Miyabi datang ke Bali guna melakukan bisnis, bahkan isunya menggelar sex party atau pesta seks.

Pihak Imigrasi pun akhirnya turun langsung ke lapangan kemudian melakukan pengecekan dokumen keimigrasian Maria Ozawa dan memintanya datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar guna interview.

“Namun seusai diinterview kemarin (dini hari tadi, red) tidak ditemukan pelanggaran, akhirnya dirilis diperbolehkan kembali pulang ke negaranya. Dan yang bersangkutan telah kembali ke negaranya,” tutur Teodorus.

Theodorus pun membenarkan mengenai pihak Imigrasi Denpasar yang mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir dengan menyaru sebagai tamu membeli tiket yang sebelumnya acara digelar di atas boat dan untuk masyarakat umum.

“Imigrasi berusaha melakukan pengecekan langsung di lokasi sehingga mereka ikut acara. Salah satunya dengan undercover mengikuti acara itu. Tetapi tidak ada pelanggaran yang dilakukan dan akhirnya dilakukan interview di Kantor Imigrasi lalu dirilis, diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai pengambilan paksa paspor milik Maria Ozawa tanpa sepengetahuan pemiliknya, Theodorus menyampaikan pihaknya telah melakukannya sesuai prosedur.

Menurutnya, petugas telah berkomunikasi dengan penyelenggara di lokasi dan akhirnya paspor tersebut diambil hingga Maria Ozawa diminta datang ke Kantor Imigrasi Denpasar.

Uji Ketajaman

0

Bogor Daily – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Bima Sakti Tukiman, mengaku sudah siap menghadapi Singapura di Piala AFF 2018. Bima juga mengaku sudah mengantongi kekuatan Singapura sehingga timnya siap menyongsong laga tersebut.

Timnas Indonesia akan melakoni laga pertama babak penyisihan Grup B Piala AFF 2018 melawan Singapura di National Stadium, Singapura, Jumat (9/11). Bima Sakti mengaku sudah mengetahui kekuatan tuan rumah. ”Kami sudah lihat bagaimana Singapura bermain. Kami sudah tahu bagaimana kelebihan mereka dan kekurangan mereka juga,” ujar Bima di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi. ”Paling penting yang harus dipersiapkan adalah mental. Mental harus siap, saat bertahan harus sama-sama semuanya, harus kompak dan harus berkomunikasi,” katanya.

Di sisi lain, Timnas Indonesia telah menggelar pemusatan latihan (TC) selama empat hari di Cikarang demi menghadapi Piala AFF. Latihannya pun hanya digelar sekali dalam sehari, yakni pukul 08:00 sampai 09:30 WIB.

Menurut Bima, latihan satu hari sekali digelar bukan tanpa alasan. Selain faktor cuaca, ia juga ingin membangun karakter tim. ”Setiap pelatih punya metodenya masing-masing. Pelatih punya tujuan yang sama yaitu membangun tim dan saya punya gaya yang sama, mengadopsi gaya Luis Milla,” kata Bima.

”Dia selalu pakai latihan satu sesi tapi intensitasnya tinggi. Yang penting itu bukan berapa lamanya latihan, tapi intesitasnya seperti apa. Kalau latihan sore, saya takut turun hujan. Kalau pagi dan ada sesi tambahan, jadi tidak ada masalah dengan cuaca. Tidak harus latihan sampai magrib,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Timnas Singapura Hariss Harun mengungkapkan bahwa timnya sudah siap tempur menghadapi Timnas Indonesia di partai pertama Piala AFF 2018 Grup B. Sebagaimana diketahui, Singapura akan menjamu Indonesia di National Stadium pada Jumat (9/11/2018). Pertandingan ini menjadi pertandingan pertama bagi kedua tim di ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

Jelang pertarungan itu, Hariss Harun mengungkap kesiapannya dan rekan satu tim meladeni lawannya di Piala AFF 2018, termasuk Indonesia.

Apa yang diperoleh selama persiapan, khususnya selama 12 hari di J-Green Osaka, Jepang, serta rentetan uji coba internasional, menjadi bekal kuat tak hanya untuk melawan Indonesia namun juga dalam menjalani Piala AFF 2018 secara keseluruhan.

Sepulang dari Osaka pada Jumat (2/11) petang lalu, Timnas Singapura proyeksi Piala AFF 2018 dalam situasi kondusif. Hariss Harun mengklaim hubungan antarpemain kian akrab. Pemain saling pengertian satu sama lain baik di dalam maupun luar lapangan.

Dari sisi teknis, Hariss Harun menyebut latihan serta tiga laga uji coba, termasuk melawan klub J1 League, yang dijalani di Osaka membuat pemain semakin memahami taktik maupun permainan yang hendak diusung Pelatih Fandi Ahmad. ”Tantangan yang akan kami hadapi bakal sulit. Tapi jika kami ingin mencapai sesuatu, kami harus melewati ujian berat itu dan membuat pengorbanan,” kata Hariss.

Lagu Raisa Dan Dipha Sampai Ke Playlist Dunia

0

Bogor Daily – Penyanyi Raisa dan Dj Dipha mendapat kabar mencengangkan. Betapa tidak, baru juga album barunya diluncurkan, lagu ’My Kind of Crazy’ langsung mendunia. ”Ki­ta juga nggak menyangka sih lagu ini bisa sampai ada di play­list di luar Asia,” kata Dipha Barus.

Sang DJ mengaku tak meny­angka lagunya bisa dengan mu­dah diterima pasar yang lebih luas. ”Bisa jadi bagian dari chart RnB and hip-hop, diterima di komunitas itu, ya luar biasa banget,” paparnya.

Senada dengan Dipha Barus, Raisa juga kaget lagunya bisa didengarkan banyak orang yang sebelumnya mungkin tak mengenalnya. Langkah itu dinilai Raisa sebagai suatu keberhasilan.

”Aku sih senang saja orang yang biasanya dengerin  genre hip­hop seka­rang bisa dengerin aku. Bisa melebarkan sayap di genre baru memang selalu luar biasa, challenging, ba­nyak yang baru dengerin aku jadi seru dan menyenagkan ,” tan­das wanita yang akrab disapa Yaya itu.