Bogor Daily – Menargetkan 150 medali emas di Pekan Paralimpyc Daerah (Peparda) V Jawa Barat (Jabar) 2018, Kabupaten Bogor pastikan diri tinggal selangkah lagi sukses mencapai targetnya di ajang pesta olahraga disabilitas paling bergengsi di Bumi Pasundan.
Ber dasarkan data sementara perolehan medali, Kontingen Bumi Tegar Beriman hingga kini berhasil mengoleksi 108 medali emas, 38 perak dan 24 perunggu. Disusul Kota Bandung dengan 57 emas, 42 perak dan 30 perunggu.Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kontingen Peparda Kabupaten Bogor Achmad Ade mengaku sangat bangga dengan perolehan medali yang berhasil dibukukan skuat Bumi Tegar Beriman.
“Tentu ini capaian yang sangat luar biasa. Berhasil mengumpulkan 170 medali dalam tiga hari adalah prestasi yang patut kami apresiasi,” tutur Ade kepada awak media.
Ade berharap skuatnya mampu mempertahankan penampilan apiknya di sisa pertandingan dan di beberapa cabang olahraga yang belum dimainkan.
“Semoga para atlet dapat menjaga ritme penampilan positifnya, baik di sisa nomor pertandingan maupun cabang olahraga yang hingga kini belum sempat bertanding,” harapnya.
Tak hanya itu, Ade juga mengaku sangat senang melihat penampilan apik tim renang dan tim tenis meja Bumi Tegar Beriman yang tampil perkasa sejak laga perdana hingga penutupan.
“Semoga suksesnya tim renang dan tenis meja Kabupaten Bogor dapat diikuti jejaknya oleh cabang olahraga lain,” tutupnya.
Bogor Daily – Di tengah maraknya peredaran rokok elektrik isi narkoba, pertumbuhan vape store atau toko vape justru tak terawasi. Toko-toko vape bebas beroperasi di Kota Bogor lantaran tak ada izin khusus untuk pendiriannya.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sulit mendeteksi jumlah toko vape yang ada di Kota Bogor. Termasuk toko-toko yang diduga turut menjadi markas dalam transaksi rokok elektrik isi narkoba.
“Untuk vape store, rokok elektrik, tempat biasa digunakan vaping istilahnya, tidak ada izin khususnya. Khusus vape store misalnya, tidak ada spesifik ke situ,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Pemanfaatan Ruang pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor Rudi Mashudi. Menurutnya, izin tersebut masuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Usaha, yakni Izin Operasional Perdagangan. ”Jadi masuknya ke izin umum ya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi mengaku belum pernah menyisir toko vape di Kota Bogor. Sehingga pihaknya belum memiliki data soal tempat yang terindikasi adanya transaksi narkoba berkedok toko vape.
“Memang kami tidak tahu berapa jumlah toko itu di Bogor. Kalau dari kasat mata mungkin ada puluhan yang tumbuh di Bogor ya,” tuturnya.
Hery menuturkan bahwa soal pemakaian rokok elektrik atau operasional toko vape, tidak ada aturan khusus dibuatnya. Sebab dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sebetulnya sudah mencantumkan aturan soal rokok elektrik. Artinya rokok elektrik termasuk yang penggunaannya diperlakukan sama seperti rokok, yang tidak boleh di sembarang tempat. ”Aturannya sama dengan rokok kalau lihat revisi Perda KTR. Tapi kalau vaping di store-nya ya nggak kena (aturan Perda KTR, red). Sebab memang tempatnya di sana,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Lindawati tak menampik banyak mudarat dari pemakaian rokok elektrik tersebut. Artinya sama-sama berbahaya terhadap kesehatan. Sebab, masih ada kandungan nikotin dalam likuid yang diisap. Belum lagi jika ada kandungan kimia di dalamnya. ”Rokok elektrik dengan rokok biasa pada umumnya, pada dasarnya sama saja, sama-sama berbahaya,” pungkasnya.
Bogor Daily – Suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, Harwinoko (55), di Jalan Palayu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 19:00 WIB. Sehari sebelum hari ulang tahunnya yang jatuh tepat pada 5 November, jasad Harwinoko dipulangkan ke pihak keluarga. Hari ini almarhum tepat berusia 55 tahun.
Sejumlah pelayat ramai berdatangan, hingga mobil ambulans yang membawa jenazah almarhum tiba. Dengan perlahan peti itu dikeluarkan pihak keluarga dan digotong menuju Masjid As-Salam untuk disalatkan. Setelah itu, barulah peti tersebut dimakamkan di TPU Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, (4/11) tadi malam.
Kakak ketiga Harwinoko, Harry Prajitno (65), mengatakan bahwa jasad adiknya tersebut baru berhasil teridentifikasi tim DVI Mabes Polri dari hasil tes DNA dengan anak sulungnya, Erizco Satya Wicaksono (23), sore tadi.
Harwinoko sendiri merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Selama ini, almarhum dinas di Pangkalpinang sudah tiga tahun. “Alhamdulillah sudah berhasil diidentifikasi. Besok itu pas ulang tahunnya ke-55,” kata Harry. Saat kecelakaan terjadi, pihak keluarga sudah standby di posko kecelakaan Lion Air. Butuh waktu lebih dari sepekan, pihak keluarga menunggu kepulangan jasad almarhum.
“Jasad korban bisa diketahui setelah melalui beberapa verifikasi, seperti cocoknya hasil tes DNA korban dengan anak sulungnya yakni Erizco Satya Wicaksono, foto gigi, cincin yang dipakai almarhum semasa hidupnya,” bebernya.
Pihak keluarga pun telah ikhlas dan menerima kejadian yang menimpa keluarganya. Meski saat kepulangan jenazah plt kepala perwakilan BPK RI Bangka Belitung, pihak keluarga tidak diperkenankan membuka petinya.
“Tidak ada kesempatan keluarga untuk melihat karena sudah disegel. Keluarga sudah bisa menerima dan sangat menerima musibah ini. Justru kalau sampai ada pihak keluarga pengin melihat jasadnya, akan menjadi trauma,” ungkapnya.
Harry juga berterima kasih kepada seluruh tim yang terlibat melakukan pencarian korban Lion Air hingga ditemukan. Di matanya, almarhum sosok yang humble. Dia mau mendengar dari kedua belah pihak. Sama keluarganya sangat sayang.
Bogor Daily – Usai divonis delapan tahun penjara dan ditahan di rumah tahanan wanita Pondok Bambu karena keterlibatannya dalam jaringan narkoba, kesehatan Pretty Asmara diketahui semakin menurun. Sampai akhirnya Pretty mengembuskan napas terakhirnya di RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (4/11) pagi.
Perempuan bernama asli Dian Pretty Asmara itu meninggal di usia 41 tahun lantaran kondisi kesehatannya yang terus menurun sejak September lalu.
Selain mengidap sakit komplikasi, bobot tubuh Pretty Asmara juga menurun drastis di akhir hidupnya. Nafsu makannya berkurang sejak masuk penjara karena depresi. Pretty kehilangan 40 kilogram berat tubuhnya.
“Pretty nggak bisa makan, muntah-muntah terus. Berat badannya turun sekitar 30 kilo atau 40 kilo karena nggak mau makan. Dia minta dibawain makanan, tapi nanti yang makan kira-kita juga. Dia nggak mau makan,” ujar sahabat-sahabat Pretty di RS Pengayoman, Jakarta Timur, Minggu (4/11).
Awal masuk penjara, Pretty Asmara terlihat baik-baik saja. Namun karena depresi, nafsu makannya menurun drastis hingga jatuh sakit. Bahkan Pretty harus dibawa keluar rutan karena butuh pengobatan lebih lanjut.
Tersangka menunjukkan peralatan produksi cairan kimia rokok elektri atau liquid saat penggerebekan tempat produksi cairan kimia rokok mengandung narkoba di kawasan Kelapa gading, Jakarta Utara, Rabu (31/10). Satuan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap produksi narkoba jenis cairan rokok elektrik atau liquid dan mengamankan 11 orang tersangka. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS
Bogor Daily – Tren rokok elektronik atau vape memang cukup banyak peminatnya. LITANBahkan tak sedikit orang yang meramu likuid sendiri agar sesuai keinginan. Namun, hal tersebut rupanya dimanfaatkan sindikat pengedar narkoba yang menyusupkan ke dalam likuid dan menjualnya dengan bebas.
Direktorat reserse narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan produsen dan pengedar likuid vape bermuatan narkotika di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Dalam operasi tersebut, polisi telah menetapkan sepuluh tersangka. Namun, masih mengejar sosok utama dalam produksi dan pengedaran likuid vape narkotika tersebut.
Sepuluh tersangka baru yang terungkap dari kasus ini, mereka adalah BUS (26), BR (21), DIK (24), DIL (23), KIM (21), SEP (22), DAN (28), VIK (20), AD (27) dan AR (18). Semuanya dibekuk di sejumlah tempat berbeda dan berawal dari kelanjutan penyelidikan likuid vape yang mengandung narkoba pada 13 Oktober 2018.
Barang-barang bukti yang diamankan polisi dari enam lokasi kejadian perkara di antaranya adalah botol likuid vape bermerek Illusion yang mengandung senyawa narkotika 5 Fluoro ADB, cannabinoid, gelas dan MDMA (methylenedioxymethamphetamine). Selain itu juga di antaranya diamankan klip berisi ganja, cairan THC, bong, tabung vape, alat suntik dan alat pengemasan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor (BNNK) Nugraha Setia Budi mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak merambaknya pengguna vape. “Keberadaan vape sudah kami antisipasi sejak 2017 lalu, karena kita juga khawatir disalahgunakan,” ujar Budi saat dihubungi Metropolitan, kemarin.
Budi juga tidak menampik banyaknya pengguna narkoba di kawasan Puncak. Terlebih Puncak merupakan tujuan destinasi wisata banyak orang dari berbagai daerah untuk berlibur di wilayah tersebut. “Di sana juga masih banyak vila-vila yang tertutup dan berada di kaki gunung,” terangnya.
Sementara saat disinggung soal langkah antisipasi, jelas Budi, pihaknya telah memperketat beberapa lapak vape store yang menyediakan beragam aksesori dan likuid bagi para pengguna vape. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi kemungkinan terburuk yang bakal terjadi di kemudian hari. “Intinya kita akan perketat semuanya. Kita juga akan bekerja sama dengan semua pihak terkait, sebagai langkah antisipasi dini maraknya penyalahgunaan vape narkoba di kalangan masyarakat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam mengaku pihaknya tengah memantau peredaran vape. Bahkan tidak menutup kemungkinan beberapa vape store yang ada akan masuk target operasi Sat Narkoba Polres Bogor. “Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Dengan adanya peristiwa ini, tentu kami akan lebih waspada dan menutup beberapa celah yang kemungkinan bakal terulang kembali,” singkatnya.
Di tempat terpisah, salah satu pengguna vape asal Kota Hujan, Mutaqien, mengaku terkejut saat mendengar kabar rokok listrik favoritnya sangat berpotensi mengandung zat narkoba. Ia mengaku vape merupakan salah satu cara yang diambilnya untuk mengurangi konsumsi rokok yang berlebih. Bahkan, pria berkacamata tebal itu juga merasa sangat terbantu dengan adanya vape.
“Saya menggunakan vape sejak 2017. Sekarang saya sudah berhenti merokok karena vape. Saya juga sempat kaget ketika beredar kabar adanya vape yang mengandung narkoba,” katanya.
Menurutnya, penggunaan narkoba dalam rokok elektrik atau vape memang sudah dibicarakan sejak mulai populernya alat yang dipercaya sebagian kalangan bisa menghentikan pemakaian rokok konvensional. Bahkan, ada beberapa produsen likuid yang bereksperimen dengan mencampur cairan untuk likuid, dengan beberapa jenis narkoba. Misalnya ganja atau sabu.
“Secara struktur, jenis itu lebih mudah diubah menjadi bentuk cair. Vape itu kan intinya cairan yang diproses melalui pembakaran saat ada di kapas. Itu yang dimanfaatkan sehingga sensasinya memang sama seperti rokok elektrik tapi efeknya ya lebih dari itu,” paparnya.
Ia menambahkan, sejak dulu hal itu memang dikhawatirkan jadi isu yang justru menurunkan omzet para pengusaha likuid. Apalagi memang belum pernah ada terbukti kasus yang menjerat penyalahgunaan narkoba pada likuid. “Tidak aneh, sekarang makanya ada beberapa yang menghindarinya dengan aturan bea cukai, sehingga pengguna vape juga tidak khawatir likuid yang mereka beli disisipi kandungan narkoba atau sejenisnya,” katanya.
Meski begitu, tuturnya, adanya penangkapan soal penyalahgunaan narkoba dalam rokok elektrik tidak terlalu memengaruhi konsumsi vapers, sebutan untuk pengguna vape. Sebab, likuid sendiri punya kategori nikotin yang berbeda-beda. Makin tinggi nikotinnya, makin tinggi pula efek pusing yang didapatkan. “Kadang ada yang takut produk itu nggak ada aturan BPOM dan lainnya karena efeknya beda-beda. Agak sulit memang tahu itu ada narkobanya atau tidak, karena efeknya antarlikuid beda-beda,” ungkapnya.
KRONOLOGIS PENGUNGKAPAN
Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tiga tersangka ER, AG dan TM, beberapa hari lalu. Selanjutnya, polisi menyamar sebagai konsumen narkoba cair berkedok likuid vape itu dengan memesan via media sosial ke akun BR pada Minggu (14/10) malam.
Keesokan malamnya, polisi mengejar BUS yang berperan sebagai pengirim paket likuid di kawasan Pasar Minggu. BUS kemudian ditangkap beserta barang bukti.
Dari keterangan BUS, diketahui tempat pengemasan likuid vape narkotika di Apartemen Bassura, Jakarta Timur.
Dari orang yang sama pula, polisi berhasil mengorek informasi mengenai tempat penyimpanan narkotika cair di Apartemen Paladian, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sana pun diamankan bahan komposisi untuk memproduksi likuid vape. Selain di sana juga diamankan hal serupa dari sebuah tempat di Jalan Janur, Kelapa Gading. Masing-masing tempat memiliki fungsi yang berbeda dalam proses produksi likuid narkotika itu. ”Selanjutnya tim mendalami keterangan Tersangka 3 (BR) terkait TKP 3 (Apartemen Bassura) digunakan sebagai tempat pengemasan, TKP 4 (Apartemen Paladian) digunakan sebagai tempat peracikan dan pengemasan, TKP 7 (Jalan Janur Kelapa Gading) digunakan untuk ekstraksi, pembuatan, peracikan dan pengemasan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Penelusuran itu berlanjut hingga polisi berhasil meringkus enam tersangka di Hotel Kaisar, Pancoran, Jakarta Selatan. Peringkusan terus terjadi sampai tiga tersangka yang diamankan dari kawasan Puncak, Bogor. Total dari semua lokasi, polisi menangkap sepuluh tersangka. Sementara empat orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
”Yang berperan sebagai penanggung jawab produksi adalah LT (masuk DPO, red) dan seluruh kendali produksi berbagai macam merek produksi yang mengandung THC MDMA dan 5 Flouro ADB serta penyedia bahan dan peralatannya adalah TY, VIN dan HAM yang sampai saat ini dilakukan pengejaran oleh tim,” imbuh Argo
Bogor Daily – Cisarua , Peredaran narkoba di Kabupaten Bogor makin memprihatinkan. Di mana Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan penyumbang terbanyak penyalahgunaan narkoba. Ini tentu harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Kalau tidak, masa depan generasi muda semakin gawat.
Ketua DPP Gerakan Indonesia Antinarkoba (GIAN), Guntur Eko Widodo, mengatakan, saat ini status Jawa Barat bukan lagi kritis, melainkan darurat penyalahgunaan narkoba. Kabupaten Bogor, khususnya Puncak, menjadi entry poin atau pintu masuk peredaran narkoba terbesar kedua setelah Bandung.
Selain Puncak, Kecamatan Ciawi, Tamansari dan Ciomas juga menjadi titik masuk peredaran narkoba. “Sebanyak 20.000 jiwa di Jawa Barat saat ini menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Memutus rantai peredaran ini, GIAN bakal berkoordinasi dengan pemangku kebijakan wilayah. “Kita akan giatkan koordinasi dengan camat dan lurah, khususnya di desa,“ jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan akan mengajak seluruh komponen memutus mata rantai peredaran, jaringan dan penyalahgunaan narkoba. ”Kita hadir sinergi secara positif dan bermitra secara strategis dengan lembaga terkait untuk memberantas narkotika,” pungkasnya.
Bogor Daily – Penerapan ganjil genap di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, akan dibahas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda Litbang ) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, menilai rencana kebijakan ini harus dibahas matang sebelum diberlakukan.
“kita masih tahap kajian saat ini, karena ganjil genap yang dilakuan di Jagorawi sangat berbeda dengan ganjil genap yang ada di Bekasi dan Jakarta,” kata Syarifah.
pihak yang dilibatkan di antaranya Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kepolisian dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta tenaga ahli.
”Ganjil genap akan dibahas pada Rabu besok di kantor Kementerian Jakarta karena harus dikaji terlebih dahulu,” ucap Syarifah kepada Metropolitan.
Menurut Syarifah, kebijakan ini tidak bisa dilakukan asal meniru. Sebab, kondisi lalu lintas di Puncak dan Jakarta jauh berbeda. Sebagai contoh, untuk di Jakarta, pengendara bisa melakukan perjalanan dalam satu hari. Sedangkan di Puncak, pengendara biasanya akan menginap minimal satu hari di kawasan tersebut.
“Kalau datangnya pas tanggal genap, kemudian menginap semalam, besoknya sudah aturan ganjil, mereka turun pakai apa? Ini contoh ya. Makanya soal pembahasan ganjil genap harus hati-hati,” sambung Syarifah.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan, kebijakan ganjil genap belum bisa berlaku di Jalur Puncak. Sebab, masih dibutuhkan kajian dari para ahli. ”Ganjil genap harus dilihat dari segala proyeksi yang ada untuk saat ini. Kami hanya bisa mengutamakan jalan yang ada untuk para pengendara,” ucap Hasby.
Digital Hub Goes to Campus merupakan seminar yang bertema “How To Be A Digipreneur”.
Apple Developers Academy akan mencari 200 penerima beasiswa setiap tahun untuk dididik menjadi World Class Developers dan peserta akan mendapatkan program Full Scholarship with Stipend to Qualified Candidates.
Kehadiran Apple Developers Academy di kawasan BSD Green Office Park memperkuat ekosistem digital di BSD City dan menunjang transformasi BSD City menjadi “The First Integrated Smart Digital City” di Indonesia.
Tangerang, 28 September 2018 – Sinar Mas Land bersama dengan Apple Developers Academy, menggelar acara seminar Digital Hub Goes to Campus dengan tema “How To Be A Digipreneur”, di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Acara ini dihadiri oleh Alamanda Santika – Founder Binar Academy yang juga merupakan Ex. Vice President Gojek Indonesia, untuk memberikan motivasi serta materi “How to be a Digipreneur”.
Digipreneur adalah wadah bagi pelaku bisnis khususnya generasi muda dalam menghadapi era digital seperti saat ini. Perkembangan teknologi digital sangat pesat sehingga berdampak pada terciptanya peluang bisnis di dunia digital. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah startup yang muncul dan didominasi oleh kaum milenial. Mengembangkan bisnis di dunia digital sangat penting dalam mengembangkan kemampuan coding sebagai salah satu langkah utama dalam membangun bisnis e-commerce.
Irawan Harahap, Digital Hub Project Leader mengungkapkan, “Munculnya berbagai bisnis rintisan berbasis teknologi (startup) di Indonesia, kebanyakan digawangi oleh otak-otak muda. Melalui seminar ini, kami berharap banyak anak muda atau mahasiswa terinspirasi untuk menjadi digipreneur di Indonesia. Perlunya talent untuk menciptakan peluang di masa depan adalah menjadi sangat penting bagi Sinar Mas Land yang tengah menggarap proyek Digital Hub di BSD City, sebagai wadah berkumpulnya komunitas digital dan teknologi. Oleh karena itu, Sinar Mas Land sangat antusias untuk mendapatkan talent terbaik dengan menggandeng institusi-institusi pendidikan untuk menghasilkan talent berkualitas yang bisa menjawab tantangan pekerjaan di industri 4.0”.
Pada kesempatan ini, Apple Developer Academy BSD City yang merupakan akademi ketiga di seluruh dunia, setelah Brazil dan Italia juga berkesempatan mensosialiasikan programnya. Akademi ini bertujuan menghasilkan world-class developers dari Indonesia yang mampu membuat aplikasi yang tidak hanya berskala internasional, namun berkontribusi terhadap nilai ekspor Indonesia. Akademi milik Apple pertama di benua Asia ini akan menampung 200 pengembang aplikasi setiap tahunnya. Apple memilih Indonesia sebagai lokasi ketiga di dunia karena melihat potensi sumber daya manusia Indonesia yang sangat besar untuk menjadi tech-entrepreneur, software engineer dan innovator lainnya.
Apple Developer Academy pertama di Indonesia
Apple Developer Academy adalah sebuah kolaborasi dengan Universitas BINUS, salah satu institusi terdepan di Indonesia dalam bidang komputer dan teknik, yang memberikan pemahaman mendalam tentang kurikulum yang dibuat khusus untuk interaksi ruang kelas di Indonesia.
Bagi yang berminat untuk menjadi peserta di Apple Developer Academy dapat melihat syarat dan ketentuannya di : www.binus.ac.id/developer-academy .
Apple Developer Academy menempati area seluas 1.562 meter di kawasan BSD Green Office Park tepatnya di gedung GOP 9. Saat ini, sejumlah perusahaan di bidang IT dan multinational company telah hadir di BSD City seperti Sale Stock, Ev-hive, Orami, Qlue, 99.co, Unilever, Huawei, Dimension Data, Juniper Networks, dan PureStorage.
The First Integrated Smart Digital City – BSD City
Sudah tidak asing lagi bahwa saat ini Sinar Mas Land selaku pengembang kota mandiri BSD City sedang gencar menghadirkan fasilitas dan infrastruktur berbasis teknologi di kota satelit tersebut. Hal ini ditujukan untuk merealisasikan rencana perusahaan yang ingin menjadikan BSD City sebagai “The First Integrated Smart Digital City” yang didukung dengan sistem, fasilitas, serta infrastruktur teknologi dan digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Keberadaan infrastruktur jaringan fiber optik tentu semakin memperkuat keunggulan BSD City karena didukung akses internet dan kecepatan pengiriman data, high resiliencies fiber backbone, keterbukaan akses untuk fleksibilitas, hingga kesiapan pelayanan cloud kelas dunia. Dimulai dengan penyediaan aplikasi mobile yang terintegrasi dan dapat diakses seluruh masyarakat BSD City. Aplikasi tersebut berupa e-wallet, community platform, loyalty programs, dan business performance management solutions.
Dari sisi infrastuktur, BSD City membangun sendiri jaringan fiber optic yang merupakan tulang punggung konektivitas, juga CCTV yang tersebar di sejumlah area yang dapat dipantau melalui command center, dan tak luput menyediakan layanan free wifi di area publik. Tranformasi ini diharapkan dapat membuat kualitas hidup para penghuni BSD lebih baik. Komitmen BSD City tak hanya sebatas hal diatas, transformasi ini berlanjut dengan mengalokasikan satu kawasan untuk komunitas Digital, yakni Digital Hub.
Digital Hub kawasan seluas 25,86 Ha terletak di bagian selatan Green Office Park, BSD City. Digital Hub merupakan inovasi Sinar Mas Land untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi digital akan kawasan yang memiliki infrastruktur teknologi, fasilitas lengkap, serta berlokasi strategis dan multi akses. Kawasan ini didedikasikan sebagai ‘Silicon Valley’ Indonesia, dipersembahkan khusus untuk menunjang operasional dan aktivitas keseharian perusahaan teknologi dan digital, mulai dari start up company, technology leaders, hingga institusi pendidikan yang bergerak di bidang IT Science. Kawasan Digital Hub telah mulai konstruksi pada kwartal kedua 2017 dan menelan total biaya hingga Rp 7 triliun. Digital hub akan dilengkapi beberapa fasilitas seperti interaktif meeting room, mesin 3D printing, gaming room, VR room, segway dan fasilitas lain yang semua ini dapat digunakan bersama-sama untuk kepentingan komunitas di Digital Hub.
Tentang Sinar Mas Land
Sinar Mas Land adalah pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sinar Mas Land tercatat di bursa saham Indonesia atas nama PT. Bumi Serpong Damai Tbk, (BSDE). Awal tahun 2011, BSDE telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BSDE terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usaha BSDE.
Sinar Mas Land telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia. Keberhasilan Sinar Mas Land dengan mengembangkan property & real estate di Indonesia juga diakui oleh lembaga yang kredibel dan independent di dunia dengan mendapatkan berbagai macam penghargaan International yang prestigious seperti FIABCI Golden Award di Andora (2017), MIPIM di Hongkong (2017), MIPIM Award di Prancis (2018), Asia Pacific Property Awards 2018 di Thailand (2018).
Dengan dukungan tim manajemen yang solid Sinar Mas Land juga dikenal sebagai pengembang kota mandiri (Melalui BSD City Development), serta menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan Klaster / concept- clustered residential (Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Disamping itu, Sinar Mas Land juga merupakan pelopor / pioneer pengembangan proyek inovatif Strata Mall / Trade Center (ITC) di Indonesia.
Sinar Mas Land sebagai pengembang properti berupaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan melalui penerapan visi green di setiap proyeknya. Kesadaran perusahaan untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup diwujudkan melalui berbagai program, seperti pembangunan kawasan hijau Green Office Park, sertifikasi Green Building, Mall tanpa dinding yang ramah lingkungan ‘The Breeze’, jalur-jalur pejalan kaki yang nyaman serta berbagai acara untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan salah satunya melalui penyelenggaraan acara Festival Hijau yang diselenggarakan setiap tahun. Sejauh ini Sinar Mas Land telah menanam lebih dari tiga juta pohon di area komersial, pedestrian, median jalan, taman lingkungan, dan mengembangkan taman kota serta hutan kota. Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui program – program CSR yang memberi kesempatan masyarakat sekitar dan usaha kecil dengan dapat menikmati pembangunan yang dilakukan Sinar Mas Land seperti penyediaan tempat usaha untuk 3.000 pelaku UMKM di Pasar-pasar tradisional dan taman jajan kaki lima serta program-program CSR lainnya.
Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan, Aeon, Itochu-Japan yang sudah berlangsung selama 25 tahun, Mitsubishi Corporation,Hongkong Land serta mitra lokal seperti Kompas Gramedia dan Kalbe.
BOGOR DAILY – Maruarar Sirait alias Ara salah satu Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III, mencoba memfasilitasi keluhan dari Bobotoh Kota Bogor terkait sulitnya izin mengadakan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung. Langkah yang dilakukan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan menelepon Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto untuk mencarikan solusi masalah tersebut.
“Saya siap menjaga kondusivitas saat nobar, namun izin nobar sulit. Keluhan ini yang disampaikan bobotoh ke Bang Ara,” ungkap Dayat Ketua Forum Bobotoh Kota Bogor, usai nonton pertandingan bola, Selasa (30/10).
Ia mengatakan, pasca insiden yang terjadi di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) lalu, bobotoh Kota Bogor sulit mendapatkan izin nobar. Padahal, hasil sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI hanya memberikan sanksi kepada supporter berupa larangan menyaksikan pertandingan Persib Bandung, baik kandang maupun tandang, serta pertandingan Liga 1 lainnya.
Sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019 tidak diperbolehkan nobar. (bdn)
Bogor Daily – Bulan Juli lalu ada pemandangan tidak lazim di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor. Ratusan orang mengantri untuk mengurus KTP elektronik. Sebagian bermaksud melakukan perekaman data KTP dan sebagian lainnya mengambil KTP yang sudah dicetak. Antrian yang terjadi waktu itu diperkirakan panjangnya mencapai 1,5 Km. Sebagian diantara mereka bahkan sudah mengantri dari malam harinya.
Untuk mengatasi terjadinya antrian serupa itu, Disdukcapil kemudian memberlakukan ketentuan baru. Perekaman data pemohon KTP bisa dilakukan di kecamatan masing-masing. Dengan begitu warga pemohon tidak perlu lagi datang dan antri di Disdukcapil.
Kini Disdukcapil Kota Bogor siap melakukan langkah lebih maju lagi. Untuk lebih memudahkan warga dalam mengurus KTP dan dokumen kependudukan lainnya, Disdukcapil Kota Bogor akan segera memperkenalkan aplikasi Registrasi KTP Online. Dalam waktu dekat aplikasi ini akan diluncurkan dan warga sudah bisa segera memanfaatkannya.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, Dody Achdiat, nantinya, seluruh proses pendaftaran pembuatan KTP sampai dengan selesai harus melalui sistem online. “Bagi mereka yang tidak paham dalam menggunakan sistem ini, nanti aparat di kelurahan dan kecamatan bisa memberikan bantuan,” katanya. Aplikasi ini dapat diakses dengan mempergunakan hand phone.
Diberlakukannya registrasi online ditujukan untuk membantu masyarakat mengakses dokumen kependudukan. Terutama KTP elektronik, yang semakin dibutuhkan menjelang berlangsungnya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Dengan berlakunya aplikasi ini tentu masyarakat yang mengurus KTP tidak perlu antri lagi di kantor Disdukcapil.
Aplikasi Registrasi KTP Online ini hanya dapat dipergunakan oleh pemohon yang sudah melakukan perekaman data di kecamatan dan telah memiliki Surat Keterangan (Suket). Selain itu dipergunakan oleh pemohon yang KTP-nya rusak atau hilang sehingga perlu KTP baru. Atau perlu KTP baru karena datanya berubah. Seperti data pemohon berubah karena statusnya menjadi menikah atau mahasiswa menjadi pegawai dan sebagainya.
“Aplikasi ini tidak dapat dipergunakan oleh pemohon pemula, karena mereka tetap harus melakukan perekaman data terlebih dahulu,” jelas Dody. Hal penting lainnya, aplikasi ini hanya dapat dipergunakan oleh warga Kota Bogor karena dibuat untuk memberikan pelayanan khusus kepada warga Kota Bogor.
Melalaui aplikasi ini, selain melakukan registrasi, pemohon juga bisa memperoleh informasi tentang proses pembuatan KTP-nya. “Mereka dapat mengetahui info, apakah KTP mereka sudah dapat dicetak dan apakah sudah dapat diambil hasilnya,” tambah Dody. Menurutnya, selama ini sebagian masyarakat memang belum paham sepenuhnya tentang proses pembuatan KTP.
Sebagian beranggapan, setelah mereka melakukan perekaman data dan memperoleh Suket, maka dalam tempo singkat Disdukcapil Kota Bogor sudah bisa segera mencetak KTP. Padahal bisa tidaknya sekeping KTP dicetak, tergantung pada hasil penunggalan data yang dilakukan Kementrian Dalam Negeri RI. Proses penunggalan data diperlukan untuk menghindari adanya duplikasi data penduduk. Duplikasi data tersebut sangat dimungkinkan karena bias jadi pemohon melakukan perekaman berkali-kali. Padahal perekaman data cukup dilakukan satu kali. Di daerah mana pun perekaman itu dilakukan.
Jika proses penunggalan data sudah dinyatakan selesai oleh Kemendagri, maka KTP sudah dapat dicetak. Selain itu, pemohon terlebih dahulu juga harus membuat permohonan cetak, agar datanya bisa segera diproses.
Faktor penentu lain adalah ketersediaan blangko KTP. Pada beberapa waktu lalu, KTP tidak dapat segera dicetak karena blangkonya habis dan Disdukcapil tidak dapat segera mendapatkan kiriman blangko lagi. Menurut Dody, pada November ini Kemendagri sedang menyiapkan sekitar 5 juta keping blangko KTP. Dengan demikian, pada saatnya aplikasi Registrasi KTP Online digunakan nanti, Disdukcapil Kota Bogor sudah siap mencetak KTP yang datanya sudah menempuh proses penunggalan.
Demikian pula persediaan tinta cetak yang ada sekarang, diperhitungkan cukup memenuhi kebutuhan sampai bulan Maret 2019. Begitupun server yang akan dipergunakan untuk mendukung aplikasi registrasi KTP Online, sudah diperhitungkan mampu memfasilitasi traffic registrasi online.
Sampai akhir Oktober 2018, Disdukcapil Kota Bogor mencatat, jumlah penduduk Kota Bogor mencapai 1.021.337 jiwa dan sebanyak 756.223 jiwa diantaranya adalah penduduk yang tergolong wajib ber-KTP. Dari jumlah tersebut mereka yang sudah melakukan perekaman data berjumlah 732.890 orang dan masih sebanyak 23.333 orang belum melakukan perekaman. Sedangkan wrga yang belum mendapatkan KTP elektronik jumlahnya tinggal 30.423 orang.
Aplikasi Registrasi KTP Online baru akan segera diluncurkan, tapi Disdukcapil Kota Bogor sudah berencana mengembangkannya. Kelak aplikasi registras ini dapat dimanfaatkan untuk mengurus data kependudukan lain, seperti Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran. Berfungsinya aplikasi Registrasi KTP Online bukan hanhya memudahkan warga Kota Bogor. Aplikasi ini juga menjadi tambahan fasilitas publik yang mendukung upaya mewujudkan Kota Bogor sebagai Smart City. (Advertorial)