Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8662

Puluhan Miras Diambil Polsek Kemang

0

Bogor Daily – Polsek Kemang gencar melakukan razia minuman keras (miras) di tempat-tempat yang diduga memperjual belikan minuman haram tersebut. Pihak berwajib pun berhasil menyita puluhan botol miras dari beberapa toko jamu yang ada di Kecamatan Kemang. Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat mengatakan, razia ini dilakukan dalam rangka menjaga kondusifitas di wilayah hukumnya.

“Kami melakukan operasi miras ini minggu malam, dengan menekan kejahatan konvensional seperti, pencurian pemberatan (curat), pencurian kekerasan (Curas),  pencurian bermotor, hingga balapan liar,” kata Ade.

Ia menjelaskan, dalam operasi cipkon ini petugas mengecek beberapa toko jamu di sepanjang Jalan Raya Kemang – Salabenda. Kegiatan ini rutin digelar bersama Satpol PP Kecamatan Kemang.

“Intinya dengan razia ini saya berharap wilayah kecamatan kemang aman dari kejahatan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ade menghimbau, peran serta masyarakat dengan menjadi polisi bagi dirinya sendiri sangat penting dalam menjaga dari gangguan kamtibmas.

“Mari bersama kita menjaga dari gantibmas yang ada di lingkungan menjadi lebih aman dan kondusif. Dengan melakukan gerakan Pamswakarsa seperti Siskamling dengan ronda malam antisipasi kerawanan gangguan kamtibmas,” tukasnya

Limbah PT FOTS Racuni Warga

0

Bogor Daily – Pembuangan air limbah yang diduga dilakukan PT Fresh On Time Seafood di Desa Kembangkuning, Kecamatan Klapanunggal, membuat masyarakat semakin resah. Terlebih, pembuangan limbah air dari kaleng bekas cuci ikan ini baunya begitu amis. Bahkan, pekan lalu masyarakat sempat melakukan aksi unjuk rasa dilokasi pabrik, karena telah mencemari sungai Cileungsi.

Diduga, limbah pencucian ikan kemasan kaleng ini mengalir ke Sungai Cileungsi, melalui saluran air yang langsung ke Sungai Cileungsi.

Menurut salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,  saluran air dari pabrik ikan kemasan ini setiap harinya menyebar aroma yang tidak bau busuk. Bahkan, ikan yang ada disungai pun ikut mati karena tak kuat dengan cairan limbahnya.

“Untung saya menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari, karena air sungai sudah tak bisa digunakan lagi,” kata dia saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menangapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melalui Kasi Pengaduan Riri membenarkan keluhan masyarakat. Terlebih, dugaan air limbah pabrik dari pencucian ikan kemasan kaleng itu sudah mencemari Sungai Cileungsi.

“Pada 2015 ada pengaduan dari LSM dengan hal yang sama, kamipun datang kelokasi pabrik tapi tidak bisa tembus. Kami pun langsung melayangkan via email, dan belum ada respon,” singkatnya.

RATUSAN PESERTA MTQ GELAR PAWAI TAARUF

0

Bogor Daily – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Su­kajaya dimeriahkan Pawai Taaruf. Pawai sendiri dimulai di Lapangan Cipatat, Desa Kiarapandak, dengan finis di Kampung Pasirwalang. Se­dangkan acara Lomba MTQ dan Ma­rawis digelar di halaman kantor Desa Kiarapandak.

Kegiatan kali ini berbeda dari bia­sanya. Peserta dari tingkat SD, SMP, MTs, SMK dan SMA maupun pesantren ikut serta dengan diiringi lantunan selawat dan kasidah. Pawai taaruf bertambah meriah karena dihadiri Muspika Sukajaya, Paguyuban Ke­pala Desa, Pejabat Kantor Urusan Agama dan ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Camat Sukajaya, Zainandi, menga­takan, kegiatan MTQ ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan. ”Sebelum pembukaan kita adakan Pawai Taaruf yang diikuti sebelas desa dan pondok pesantren di Keca­matan Sukajaya untuk memeriahkan acara,” katanya.

Menurut dia, program kecamatan mengaji melibatkan ratusan santri dari pondok pesantren dan alim ulama di Kecamatan Sukajaya.

Kota Bogor Bakal Kena Sanksi KemenHub

Bogor Daily – Kementerian Perhubungan mengkritik Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor yang tidak mengoperasikan bus bantuan yang telah diberikan.

Padahal sejak Desember 2016, pi­haknya telah memberi sepuluh unit bus untuk dioperasikan. Namun hingga kini masih ada delapan bus yang tidak dimanfaatkan.

Direktur Multimoda Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, jika tak juga digunakan maka pihaknya akan mena­rik bantuan tersebut.

“Di Bogor dikasih bus tapi sampai sekarang tidak jalan. Kami tidak mau. Kami mau tarik lagi,” ujar Ahmad di Jakarta, Minggu (27/8/2018).

Ahmad menilai masih banyak daerah yang lebih membutuhkan bus. Selain di Bogor, ada beberapa daerah lain yang juga bermasalah. Ia memastikan Kemenhub akan menarik bus tersebut dan men­galihkannya ke daerah lain.

”Yang tidak digunakan bisa ditarik karena belum serah te­rima asetnya. Masih mungkin kami pindahkan,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, setiap daerah yang diberi bantuan ha­rus siap mengoperasikan ar­mada bus tambahan. Sebab sebelum dilakukan serah terima, pemerintah setempat mengaju­kan pernyataan bahwa mereka siap mengoperasikan. ”Tapi ka­dang mintanya bisa, pernyataan kan cuma surat,” jelas Ahmad.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Bogor Jimmy Ventius Hutapea menga­takan, hingga kini belum ada tembusan ke Dishub Kota Bogor soal rencana penarikan kembali bus bantuan. Apalagi secara atu­ran bus tersebut memang milik Kemenhub. Sehingga kewenangan mereka mengambil kembali jika tidak sesuai tujuan dan peruntu­kannya.

”Saat ini baru dua yang sudah operasi, yang mengisi TransPa­kuan Koridor (TPK) Cidangiang-Bellanova. Sedangkan yang delapan masih belum bisa bero­perasi. Jadi kami sih mengikuti saja kebijakan dari pemerintah pusat,” kata Jimmy kepada Met­ropolitan, kemarin (27/8).

Jimmy mengaku ada beberapa hal yang menjadi kendala, di antaranya peruntukan bus ban­tuan yang hanya untuk angkutan massal dan tidak boleh untuk kegunaan lain. Lalu kelengkapan surat-surat jalan yang hingga kini belum ada.

”Jadi bus itu peruntukannya khusus untuk angkutan massal, tidak boleh untuk yang lain-lain. Hanya angkutan massal yang sudah ada penunjukan dari wali kota, akan dioperasikan Perusahaan Daerah Jasa Trans­portasi (PDJT). Nah, sampai sekarang PDJT-nya menangguh untuk membaliknamakan bus. Untuk mengurus surat-surat layak jalannya, seperti STNK dan BPKB kan belum, pelat nomor juga belum. Jadi masih dititip di dinas perhubungan,” ucapnya.

Ia menambahkan, secara atu­ran Pemkot Bogor memang tidak diberikan tenggat waktu secara gamblang. Hanya saja pemkot diberi kewajiban segera mengo­perasikan bus dan menyampai­kan laporan secara berkala.

”Sebetulnya ada, tenggat waktu persis nggak lah. Tapi memang harus segera operasi dan meny­ampaikan laporan operasionalnya. Sudah kami sampaikan itu ke kementerian. Kami belum bisa mengoperasikan yang delapan lagi, sebab terkait dengan angga­ran. Pemkot kan tidak bisa begitu saja membiayai. Secara AD ART, kan keuangan PDJT dan Dishub sudah misah,” jelasnya.

Jimmy menampik jika belum bisa operasinya bus angkutan, terkait mandeknya program kon­versi angkot ke bus. Sebab kebe­radaan bus bantuan diminta hanya untuk memperkuat armada yang ada di PDJT. ”Saat ini PDJT punya 40 bus dan itu mayoritas sudah tua dan tidak cukup bagus untuk opersional lah, karena faktor usia kendaraan. Nah yang sepuluh itu sedianya untuk meremajakan bus yang dianggap sudah tua. Jadi tidak ada hubungan dengan konversi,” paparnya.

Jika nanti sampai ditarik Kemen­hub, lanjut Jimmy, hal itu bisa dianggap sebagai suatu sanksi karena Pemkot Bogor dinilai tidak bisa mengoperasikan bus ban­tuan tersebut. Meskipun salah satu alasannya karena belum adanya surat kelaikan jalan. ”Surat-surat juga belum selesai, dikem­balikan silakan saja karena status­nya masih punya Kemenhub. Kita hanya mengoperasionalkan saja. Sanksinya ya itu, penarikan kembali karena tidak mampu dioperasionalkan. Sayang juga sih, tapi kita belum bisa,” tutupnya.

22 Emas Lewati Target

0

Bogor Daily – Torehan prestasi atlet Asian Games 2018 patut diacungi jempol. Betapa tidak, hingga hari kesembilan, torehan medali Indonesia telah melewati target 16 emas.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) Imam Nahrawi mengapresiasi perjuangan para atlet Indo­nesia yang berlaga di Asian Games 2018. Dari 22 emas, delapan di antaranya berasal dari cabang olahraga (cabor) pencak silat. Sejauh ini, kontingen Merah Putih telah meraih 60 medali yang terdiri dari 20 emas, 14 perak dan 26 perunggu. Dengan torehan tersebut, Indonesia pun kini ber­tengger di posisi keempat pada klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018.

Menpora sangat bersyukur melihat hasil yang begitu fantas­tis ini. Ia pun yakin torehan med­ali Indonesia masih akan terus bertambah karena gelaran Asian Games 2018 masih akan ber­langsung beberapa hari ke depan.

“Tentunya ini pencapaian yang luar biasa dari seluruh atlet. Totali­tas itulah yang perlu diberikan, kita patut memberi apresiasi kepada mereka. Masih ada waktu bagi kita untuk terus meraih medali emas lagi sampai titik darah penghabisan,” ujar Imam saat konferensi pers di Media Press Center Asian Games 2018, Senin (27/8/2018). “Kami akan terus men-support para atlet yang tengah bertempur sampai betul-betul keringat kita habis, sampai titik darah penghabisan. Ini sebuah gambaran bahwa atlet kita betul-betul berjuang habis-habisan,” la­njutnya.

Imam juga mengingatkan ma­syarakat untuk tetap memberi dukungan kepada para atlet yang gagal meraih medali. Hal ini ha­rus dilakukan karena para atlet telah berjuang sekuat tenaga.

“Selain memberikan apresi­asi, bagi yang belum berhasil, jangan sekali-kali kita bully. Jangan sekali-kali kita singgung perasaannya. Sebaliknya, kita harus support, harus dukung karena di hati mereka tidak ada secuil pun keinginan untuk kalah. Mereka sudah berjuang sekuat tenaga mereka,” pung­kasnya

600 Karyawan Pabrik Gitar Nganggur

0

Bogor Daily – Asap tebal membumbung tinggi dari sebuah pabrik PT OZ Guitar di Jalan Raya Citeureup, RT 02/05, Desa Sinja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, kemarin. Api dengan cepat merambat karena bahan baku yang mudah terbakar serta kurangnya pasokan air di lokasi.

Akibatnya sebanyak 600 karyawan akan terdampak kehilangan pekerjaan usai tempat mereka bekerja kebakaran.

Kebakaran itu terjadi pada Se­nin (27/8) sekitar pukul 03:30 WIB diduga berasal dari kabel listrik di gedung Hardcase atau Tas Gitar. Api pun baru bisa di­padamkan 13 jam kemudian.

Salah seorang saksi, Fatah Hi­dayat, mengaku langsung ber­gegas menuju pos dan mengam­bil racun api lalu menyemprot­kan ke arah sumber api setelah melihat percikan api yang ber­sumber dari sekitar kabel listrik di gedung Hardcase. “Saya sem­protkan tapi tidak bisa karena saat itu gedung terkunci dan kunci gedung tersebut berada di mess. Saya kemudian menghu­bungi Polsek Citeureup lalu menghubungi Damkar Kabupa­ten Bogor,” ucap Hidayat.

Kapolsek Citeureup Kompol Darmawan mengatakan, api mulai membesar dan menyam­bar gudang penyimpanan bahan baku dari hasil produksi sehing­ga menghanguskan tiga gudang. Api dapat dikendalikan sembilan unit kendaraan pemadam keba­karan dari Pemkab Bogor. “Be­gitu dapat info dari sekuriti, saya langsung ke lokasi bersama enam anggota. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Keru­gian belum bisa ditaksir,” kata Kompol Darmawan kepada Met­ropolitan.

Kepala Bidang Penanggulangan Damkar Kabupaten Bogor M Zaharry menjelaskan, akibat peristiwa tersebut, ada 600 pe­gawai yang terpaksa tidak bisa bekerja lagi. Untuk memadam­kan api, pihaknya menurunkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil am­bulans, satu unit mobil koman­do dan satu unit mobil Kota Bogor dengan jumlah anggota 50 orang.

“Petugas pemadam kebakaran sektor Cibinong empat unit naik piket tujuh lepas sembilan, Cio­mas satu unit lepas tujuh orang, Parung satu unit lepas empat orang, Ciawi dua unit lepas tujuh orang, Leuwiliang satu unit lepas lima orang dibantu dari Kota Bogor satu unit lima orang,” je­las Zaharry.

Ia mengaku saat kebakaran mendapat kesulitan dalam me­madamkan api karena barang-barang yang ada adalah barang yang mudah terbakar seperti kayu, tiner dan cat. Kebakaran semakin sulit dipadamkan ka­rena pasokan air yang sedikit, apalagi saat ini musim kemarau. “Kebakaran terjadi sekitar pukul 04:45 WIB. Api padam pada pu­kul 14:30 WIB. Dari mulai keba­karan hingga api padam, kita berusaha sampai 13 jam. Bahkan hingga kini satu regu damkar masih standby di lokasi, takut terjadi kebakaran lagi,” ucapnya.

184 Jamaah Meninggal, 3 asal Bogor

0

Bogor Daily – Senin (27/8) kemarin jadi hari pertama untuk kepulangan jamaah haji ke Tanah Air. Namun ada ratusan jamaah yang justru gagal bertemu sanak keluarganya kembali. Sedikitnya ada 184 jamaah yang wafat sebelum kembali ke Tanah Air. Tiga di antaranya merupakan warga Kabupaten Bogor.

SETELAH tahapan puncak haji yakni di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) usai, jumlah jamaah haji yang meninggal dunia mencapai 184 orang. Jamaah yang wafat tersebut terdiri atas 175 ja­maah yang merupakan jamaah haji reguler dan sembilan jamaah haji khusus. Itu berdasarkan data yang dilansir di laman resmi Ke­menterian Agama RI, Senin (27/8) pukul 13:00 WIB.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji Umrah Kemenag Kabupaten Bogor Syamsudin mengatakan, ketiga jamaah yang wafat di an­taranya H Tatang Sunarta kloter 72, H Adi Tyarsilan kloter 72 dan H Jajang Muhammad Ali kloter 32. “Ya mereka dimakamkan di Tanah Suci, di Soraya Mekkah,” kata Syamsudin.

Selain itu, ada pula dua jamaah lainnya yang kini masih dalam perawatan karena kondisi kese­hatan dan panasnya cuaca di Mekkah. “Kamis (30/8) besok ada 410 jamaah haji (kloter 10, red) asal Kabupaten Bogor ber­tolak ke Tanah Air,” jelasnya.

Ia menyampaikan keseluruhan total jamaah Kabupaten Bogor yang diberangkatkan sebanyak kurang lebih 3.400 jamaah. “Me­reka akan bertolak sesuai jadwal yang sudah ditetapkan di tingkat provinsi,” bebernya.

Untuk diketahui, fase kepu­langan jamaah haji diawali pe­lepasan 450 jamaah Debarkasi Palembang yang berasal dari kloter PLM-001. Mereka terlihat bahagia, sedih dan haru campur aduk meninggalkan Tanah Suci.

Kepala Seksi Pelayanan Keda­tangan dan Kepulangan Jamaah Daker Bandara Muhammad Syarief menjelaskan, sebanyak 450 jamaah Palembang akan tergabung dalam kloter pertama tersebut. ”Mereka akan dijemput bus di hotel pada Sektor 10 yang berlokasi di Misfalah,” ujarnya.

Seluruh jamaah haji gelombang pertama akan diterbangkan kem­bali ke Tanah Air melalui Ban­dara King Abdul Aziz Jeddah. Sebanyak sepuluh bus disediakan untuk mengantarkan para jamaah asal Palembang tersebut sejak pukul 00:15 waktu setempat ke Bandara Jeddah.

Di Bandara Jeddah, para jamaah diperiksa kelengkapan dokumen keimigrasiannya dan kembali diperiksa bawaan koper jinjing mereka. Meski begitu, di fase kepulangan para jamaah haji, ada pula yang meninggal lebih dulu di Tanah Suci.

Dibandingkan prosesi haji 2017, jumlah jamaah yang meninggal saat puncak haji ini menurun. Tahun lalu, sebanyak 75 jamaah haji meninggal dunia saat pun­cak haji. Dari jumlah itu, 17 jamaah haji wafat di Arafah dan 48 lain­nya di Mina.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersyukur dengan menurunnya tingkat jamaah haji yang dirawat di Klinik Kese­hatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah maupun di Mina. ”Ang­kanya menurun dibanding tahun lalu pada saat bersamaan. Be­gitu juga dengan wafat,” ungkap­nya.

Penerima tiket gratis Asian Games diimbau lapor KPK

0

Bogor Daily – KPK mengimbau kepada para penyelenggara negara yang menerima atau meminta tiket gratis dalam pagelaran Asian Games 2018 untuk melaporkan hal tersebut kepada KPK.

“KPK mengimbau agar para pegawai negeri dan penyelenggara negara jika ada yang menerima tiket gratis Asian Games 2018 agar segera melaporkan pada KPK paling lambat dalam waktu 30 hari kerja. Kami sudah mendapatkan informasi bahwa ada oknum oknum pejabat tertentu yang diduga menerima tiket tersebut atau ada juga yang berupaya untuk meminta pada pihak-pihak lain tiket Asian Games itu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, Senin.

KPK memandang permintaan mendapatkan tiket gratis itu bukanlah perbuatan yang patut yang dilakukan oleh para pejabat atau penyelenggara negara.

“Karena itu jika ada yang sudah menerima maka kami ingatkan agar itu wajib dilaporkan pada KPK dalam waktu 30 hari kerja sesuai dengan ketentuan di UU No. 30 tahun 2002 tentang KPK dan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ada risiko administrasi dan risiko pidana jika gratifikasi yang diterima tersebut tidak dilaporkan pada KPK paling lambat 30 hari kerja,” ungkap Febri.

Apalagi menurut Febri, masyarakat harus membeli tiket untuk menonton pertandingan Asian Games.

“Jadi sebagai bentuk upaya pencegahan tindak pidana korupsi kami imbau agar jika ada pihak-pihak yang menerima tiket Asian Games 2018 ini dan diduga itu berhubungan dengan jabatannya karena masyarakat secara luas harus membeli dengan nilai yang tidak sedikit. Jangan sampai jabatan disalahgunakan untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas gratis,” tambah Febri.

Menurut Febri, salah satu pimpinan KPK ketika ingin menonton Asian Games juga membeli tiket seperti masyarakat.

“Karena kami melihat hal tersebut haruslah dipisahkan dari jabatan kecuali undangan-undangan yang memang bersifat resmi dan kedinasan seperti undangan dalam acara pembukaan atau undangan yang secara resmi ditujukan kepada instansi. Tapi kalau ada oknum oknum pejabat meminta dan menerima tiket Asian Games tersebut secara gratis maka kami ingatkan kami imbau agar segera melaporkan kepada KPK,” jelas Febri.

Laporan juga bisa dilakukan melalui aplikasi “online” atau daring yang bisa diakses di telepon selular masing-masing dan juga di laman KPK atau melaporkan secara langsung ke KPK.

Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12 B UU No. 20 Tahun 2001 berarti pemberian dalam arti luas yang mencakup uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

Dalam waktu maksimal 30 hari kerja, KPK akan melakukan analisis apakah gratifikasi tersebut menjadi milik penerima atau milik negara.

Pengumuman PDAM Kota Bogor

0

PEMBERITAHUAN

Sehubungan adanya rencana koneksi pipa distribusi HDPE diameter 500 mm ke pipa  HDPE diameter 300 mm di lokasi Jalan Sholeh Iskandar pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2018 pukul 20.00 s.d Rabu 29 Agustus 2018 pukul 02.00 WIB, bersama ini kami sampaikan sebagain daerah di zona IV yang berpotensi mengalami gangguan sebagai berikut:

– Perum Bogor Raya Permai,

– Curug induk dsk,

– Perum Tamansari Persada,

– Kayumanis dsk,

– Mekarwangi dsk,

– Kencana dsk,

– Perum Villa Mutiara 1 dan 2,

– Perum Bukit Mekarwangi.

Koneksi pipa ini merupakan program PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR untuk meningkatkan pelayanan pelanggan di wilayah zona IV.

Kami mengimbau para pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Apabila para pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk menjadi maklum, dan atas perhatian serta pengertian Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

Bogor, 27 Agustus 2018

a.n DIREKTUR UTAMA

PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SEKRETARIS PERUSAHAAN

TEGUH SETIADI

Calon Kepala Sekolah Wajib Miliki Ijazah KML

0

Bogor Daily – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyampaikan bagi calon kepala sekolah di Kota Bogor salah satu persyaratannya harus memiliki ijazah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Tahun 2018 Kwaran Bogor Tengah dan Kwaran Bogor Timur di SMK Negeri 3 Kota Bogor, Senin (27/08/2018).

Kewajiban memiliki ijazah KML bagi para calon kepala sekolah kata Ade harus diimbangi dengan peningkatan para pelatih yang akan menjadi pembimbing. Cerita tentang pramuka, rujukannya itu jelas sehingga pelatihan yang jelas tidak hanya berguna bagi para peserta tapi juga pelatih yang pada akhirnya bisa mentransfer ilmunya kepada para anak didik maupun adik-adik pramuka di Gugus Depan.

“Saya meyakini bahwa Gerakan Pramuka mampu membantu mengakselerasikan tujuan pendidikan dalam rangka mewujudkan manusia yang beriman, memiliki karakter, sikap dan perilaku yang baik, berjiwa demokratis serta berilmu,” kata Ade yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor dihadapan 42 pembina pramuka peserta KML.

Kepada semua peserta KML ia berharap pendidikan yang diberikan selama KML bisa dijadikan referensi pembinaan di tingkat Gugus Depan, menggodok untuk mencoba meningkatkan kualitas pemahaman tentang nilai-nilai kepramukaan.

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Tahun 2018 berlangsung selama 6 hari. Pemberian materi mulai 27 – 29 Agustus 2018 di Aula SMK Negeri 3 Kota Bogor, sedangkan aktivitas outdoor pada 30 Agustus – 1 September 2018 di Ponpes Al Istiqomah, Cibeureum. (humas:rabas/hari-SZ)