Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 8679

Kekeringan Sampai Oktober

0

BDN – “Sudah tiga bulan tidak hujan…” Beginilah curhatan petani timun di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Mereka harus menelan pil pahit lantaran sawahnya kering tak bisa panen bulan ini.

Hujan yang tak kunjung turun sejak Mei membuat petakan ladang timun milik Samiah kering. Ia terpaksa mengalami kerugian karena gagal memanen timun-timunnya. Gagal panen berimbas pada kenaikan harga timun sampai tiga kali lipat. “Dulu sekilo Rp5 ribu, sekarang Rp15 ribu. Harusnya bulan ini panen,” katanya kepada Metropolitan.

Tidak hanya Ciomas, tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor juga mengalami kekeringan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, setidaknya terdapat tujuh kecamatan, sembilan desa dan 50 kampung yang masuk zona gersang setiap kemarau datang. Bahkan, berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bogor, 37.302,22 hektare lahan pertanian terancam nasibnya pada musim kemarau tahun ini.  “Secara keseluruhan, kami telah siap. Bahkan kami juga sudah memberikan surat edaran antisipasi dini musim kemarau kepada masyarakat. Kita juga bakal melibatkan seluruh elemen terkait agar penanggulangan bencana kekeringan dapat teratasi,” tutur Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Sumardi.

Petani dan warga yang kesulitan air bersih harus bersabar hingga beberapa bulan lagi. Sebab Bagian Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga Kabupaten Bogor Hadi saputra menuturkan, hujan berpeluang turun di bulan ini di sekitar Kota dan Kabupaten Bogor namun berada pada kategori curah hujan rendah. Sedangkan curah hujan kategori menengah diprakirakan terjadi di Bogor Barat. “Kriteria pendek hingga menengah 1-20 hari terjadi di Bogor, Subang Barat dan Selatan, Tasikmalaya dan Ciamis Selatan,” katanya.

Sementara itu, hujan baru akan turun normal pada Oktober mendatang. Saat ini prakiraan BMKG menunjukan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat berada kategori kriteria hari tanpa hujan sangat panjang, yakni 31-60 hari. Namun sampai kemarin masih terpantau ada hujan, yakni di Bogor Utara, Tasikmalaya Barat dan Ciamis Utara. “Jadi kemungkinan hujan akan normal pada Oktober akhir. Kami akan update terus setia sepuluh hari,’ ‘ujarnya

Sebelumnya, Kepala BMKG Kabupaten Bogor Stasiun Klimatologi Dramaga Budi Suhardi mengimbau masyarakat untuk sedini mungkin menghemat dan membatasi penggunaan air sumur. “Kita hanya memprediksi, semua kemungkinan dan perubahan bisa saja terjadi di tengah jalan. Namun saya menyarankan kepada masyarakat untuk hemat dalam menggunakan air serta membuat biopori untuk penyerapan air tanah. Soalnya kami memprediksi kejadian seperti ini bakal berlangsung Oktober hingga November nanti,” pungkasnya.

Modal Nyaleg, Dhani-Mulan Jual Rumah

0

BDN – Rumah  pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani akhirnya bisa terjual. Rumahnya yang disebut berhantu itu telah laku dibeli oleh seorang pengusaha dengan harga Rp 12 miliar.

“Harganya Rp 12 miliar, sudah dalam proses pembayaran di notaris,” kata Dhani ketika dijumpai di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (13/8/2018)

“Yang beli pengusaha batubara, pengusaha asal Jakarta,” katanya pula.

Dhani enggan menyebut lokasi rumahnya yang dijual itu. Ia cuma menyebut luas tanah yang dijual tersebut, 230 meter persegi.

Sebagai informasi, Ahmad Dhani menjual rumahnya untuk membiayai kampanye sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Legislatif atau Pileg 2019. Ia maju dari Partai Gerindra untuk Dapil I Jawa Timur, yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo.

Istrinya, penyanyi Mulan Jameela, juga maju dari partai yang sama untuk Dapil XI Jawa Barat, yang meliputi Kabupaten Garut, Kota Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, Ahmad Dhani juga akan menyumbang untuk biaya kampanye Prabowo Subianto, yang maju dalam Pemilihan Presiden 2019

Jalan Pajajaran dan Juanda Lumpuh Dua Jam

0

BDN – Hari ini, Kirab Obor Asian Games akan melintas di Kota Bogor. Sebagian ruas jalan yang dilalui pun akan ditutup sementara, dari rumah dinas wali kota Bogor di Jalan Pajajaran hingga berakhir di Istana Bogor, Jalan Juanda. Sebab, pengarakan obor ini bakal ditonton puluhan ribu warga Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Torch Relay Asian Games 2018 merupakan momen besejarah bagi Indonesia. Untuk itu, sebuah kehormatan bagi Kota Bogor bisa jadi salah satu kota yang dilewati Obor Asian Games.

Dari 17 titik Torch Relay yang sudah ditetapkan, jelas Bima, semuanya merupakan lokasi yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi bagi warga Kota Bogor. “Ini merupakan momen penting dan langka. Pada intinya kami ingin menunjukkan kepada semua, beberapa lokasi yang penuh dengan nilai budaya dan sejarah yang terdapat di Kota Bogor ini,” jelasnya.

Sesuai rencana, pawai obor itu akan melintas mulai dari rumah dinas wali kota Bogor, Jalan Pajajaran, Warungjambu, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, jalur Sistem Satu Arah (SSA), Istana Bogor dan Balai Kota Bogor. “Besok ada penutupan sementara saja ketika obor itu lewat,” ujar Bima Arya.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Fajar Hari Kuncoro mengatakan, rekayasa lalu lintas hanya dilakukan saat obor melintas di jalur tersebut. “Untuk penyekatan dalam artian penutupan jalur, tidak ada. Tapi kita akan berupaya membuat rekayasa lalu lintas, khususnya jalur yang dilewati. Yang jelas tidak ada penutupan jalan,” tegas Fajar.

Fajar menjelaskan, rekayasa yang dimaksud adalah berupa penundaan sementara arus kendaraan saat obor melintas. Ini yang kemungkinan akan berimbas pada lumpuhnya aktivitas lalu lintas.

Kemudian untuk jalur SSA kemungkinan akan dibuatkan jalur khusus kirab obor. Namun, kendaraan masih tetap bisa melintas. “Di-pending saja paling, sekitar 5-10 menit di jalur SSA. Itu kemungkinan rekayasa lalu lintas,” tuturnya.

Selain membuat rekayasa lalu lintas, Polresta Bogor Kota besok juga akan menurunkan 700 personel untuk mengamankan Kirab Obor Asian Games di Bogor yang terdiri dari TNI-Polri dan Inasgoc. “Polresta Bogor Kota kaitan dengan pengamanan besok (hari ini, red) mendukung optimal, dalam artian akan memberi dukungan pengawalan sampai pengamanan jalur yang dilintasi,” ungkap Fajar.

Direktur Ceremony Inasgoc Harty Paulina Purba mengatakan, jika mengacu kepada aturan main dan berdasarkan data Inasgoc, perjalanan Api Obor Asian Games di Kota Bogor diperkirakan bakal memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Hal tersebut disebabkan perpindahan satu titik ke titik lain yang diprediksi memakan waktu sekitar tujuh menit.

“Kalau jarak tempuh ke setiap titik berjarak 500 meter, dibutuhkan waktu sekitar tujuh menit. Karena Kota Bogor memiliki 17 titik, berarti Torch Relay bakal memakan waktu sekitar 119 menit,” jelasnya saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Sehingga selama dua jam, jalur lalu lintas, khususnya yang dilewati Obor Asian Games, bisa lumpuh hingga dua jam. Apalagi dalam rapat koordinasi Pemkot Bogor dengan perwakilan Inasgoc selaku panitia pelaksana, ribuan masyarakat Kota Hujan dipastikan akan ikut memeriahkan jalannya ritual perjalanan panjang Obor Api Asian Games.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Syahlan Rasadi mengaku sekitar seratus penari telah disiapkan pihaknya guna memeriahkan perjalanan api abadi tersebut.

Tari Tunggul Kaung, Putri Ayuda, Reog dan beragam tari daerah lainnya, siap disajikan pada acara puncak Torch Relay yang bakal berlangsung di halaman Balai Kota Bogor. “Kita sudah siapkan sekitar seratus penari yang akan tampil dan menari di depan Balai Kota Bogor untuk memeriahkan Torch Relay nanti,” bebernya.

20.000 Siswa Turun ke Jalan

Perhelatan Kirab Obor Asian Games 2018 sampai juga di Kota Bogor. Hari ini lebih dari 20.000 pelajar se-Kota Hujan pun dilibatkan dalam menyambut pelari dan tokoh-tokoh yang membawa obor abadi pada perhelatan empat tahunan tersebut.

Banyaknya pengunjung yang bakal memenuhi pinggiran jalan di rute pawai, membuat Pemkot Bogor beserta Polresta Bogor Kota memberlakukan rekayasa lalu lintas. Terlebih di jalan utama seperti sekitaran Kebun Raya Bogor (KRB) atau SSA.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Fahrudin menuturkan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan para kepala sekolah (kepsek) sebagai koordinator soal mobilisasi pelajar saat pawai obor. Pihaknya juga mengundang 20.000 pelajar dari tingkat SD kelas enam, baik negeri maupun swasta dan kelas tujuh SMP. Jadi tidak hanya sekolah yang dekat-dekat sekitaran SSA saja.

“Mereka kumpul di sekitaran KRB sejak pukul 08:30 WIB lah memakai seragam. Soalnya kan mereka berangkat dari sekolah masing-masing dengan guru-gurunya. Kami kontrol dari jam tujuh lah. Pasti pagi-pagi sudah ada yang datang, kita nggak bisa larang itu,” kata Fahmi, sapaan karibnya, usai rapat di Balai Kota Bogor, kemarin.

Bahkan, sambung Fahmi, jumlah tersebut bisa bertambah, mengingat ada beberapa SMA yang diperkirakan bakal turun ke jalan. Seperti SMAN 1 yang ada di sekitaran SSA. “Nggak ada sih, karena SMA urusannya KCD. Tapi kami kasih tahu untuk patispasi. Jadi kemungkinan lebih jumlahnya karena ada anak SMA sekitaran KRB,” ucapnya.

Dia pun meminta pihak keamanan memperhatikan membeludaknya pelajar di rute pawai obor. Sebab, berbeda dengan saat penyambutan tamu negara, di mana ada jeda beberapa kali arus kendaraan dihentikan, yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk menyeberang. “Nah, sekarang tidak pakai jeda itu. Harus ada pengamanan ekstra dari polisi, Dishub dan Satpol PP. Takutnya nyeberang atau apa, jadi kelihatan petugas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Theofillio Francino Freitas mengaku pihaknya bakal terfokus pada titik-titik pawai obor berjalan. Tidak akan ada penutupan jalan secara total, melainkan hanya sebagian ruas jalan yang digunakan pelari dan pembawa obor. Terlebih pada jalur utama seperti SSA, tempat warga berkumpul di pinggir jalan menyambut rombongan pawai. Pihaknya pun menerjunkan lebih dari seratus personel.

“Fokus kami di titik-titik utama, sesuai rute saja. Di rumah dinas wali kota, lalu jalan sesuai rute ke Warungjambu, Air Mancur, Jalan Sudirman, Sempur, lalu SSA. Ruas jalan yang dipakai rangkaian pelari maupun obor sebagian. Jadi arus kendaraan tetap bisa melintas, dengan rekayasa separuh jalan terpakai,” ungkapnya.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Fajar Hari Kuncoro menambahkan terkait pengamanan keterlibatan pelajar. Menurutnya, dalam Pawai Obor 2018 ini perlakuannya hampir sama kaitannya dengan pengamanan VVIP saat ada tamu negara yang melintas.

“Selain itu, khusus untuk pelajar yang mencapai 20.000 pelajar ini, ada pendampingan dengan menurunkan polwan di beberapa titik, di-backup Srikandi Satpol PP dan Dishub. Kami akan juga buat perbandingan perkuatan nanti untuk anggota di lapangan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala SMP Taruna Andigha Aldillah Rahman mengaku tidak keberatan dengan keterlibatan anak didik kelas tujuh dalam mengikuti Pawai Obor Asian Games. Momen ini disebut pengalaman langka bagi warga Indonesia, terlebih para pelajar. “Kota Bogor akan menjadi ikon bagi negara-negara peserta asian games, yang pasti berkunjung ke sini,” ucapnya.

Aldi menyebut pengalaman seperti ini bakal jadi pengalaman terbaik bagi anak-anak. Termasuk untuk meningkatkan rasa nasionalisme. “Rangsangan untuk meningkatkan prestasi.” tutupnya.

Hari Ini Rupiah Diprediksi Masih Merosot

0

BDN – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada Senin (13/8/2018). Berdasarkan RTI Business, kurs tercatat pada level Rp14.613 per dolar AS atau anjlok 0,88 persen setelah dibuka pada level Rp14.486 per dolar AS.

Sementara Jakarta Insterspot Dollar Rate Bank Indonesia alias JISDOR BI mencatat rupiah berada pada level Rp14.583 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan pelemahan yang signifikan bila dibandingkan pada Jumat pekan lalu yang tercatat Rp14.437 per dolar AS.

Rupiah sempat menembus level Rp14.503 per dolar AS pada 3 Agustus 2018. Namun rupiah berangsur menguat pada pekan berikutnya dengan mencapai Rp14.481 pada 6 Agustus 2018. Kurs terus menguat hingga puncaknya Rp14.422 per dolar AS pada 9 Agustus 2018, sebelum akhirnya kembali loyo.

Sebelumnya, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pekan depan. Rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp14.440-Rp14.520 per dolar Amerika Serikat.

Salah satu faktor penyebabnya adalah tekanan global yang berasal dari krisis Turki. “Tekanan global berasal dari kekhawatiran krisis Turki dengan anjloknya Lira 20 persen akan menyebar ke Eropa dan negara berkembang lainnya,” kata Bhima.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai depresiasi yang dialami mata uang lira turut menekan laju nilai tukar rupiah. “Apalagi rupiah juga masih dibebani sentimen solidnya perekonomian AS dan outlook kenaikan suku bunga The Fed pada September nanti,” kata Faisyal, Senin (13/8).

Menurut Faisyal, krisis ekonomi Turki yang kian memburuk berpotensi membawa rupiah makin melemah pada perdagangan besok, Selasa (14/8).

“Tapi semoga pelemahan lira tidak lebih dalam lagi setelah pemerintah Turki mengeluarkan rancangan rencana aksi ekonomi dan Presiden Erdogan mengimbau rakyatnya untuk menjual mata uang asing, terutama dolar AS,” ujar Faisyal.

Selain sentimen Turki, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi rilis sejumlah data perekonomian China, antara lain data produksi industri dan investasi aset tetap. Kalau kedua data tersebut dirilis negatif, ada potensi yuan melemah dan menyeret rupiah seiring dengan penguatan dolar.

Proyeksi Faisyal, besok rupiah masih akan melanjutkan pelemahan dan bergerak dalam rentang Rp14.550-Rp14.650 per dolar AS.

PPP: Jika Tak Penuhi Syarat, Bakal Paslon Bisa Digantikan

0

Bogor Daily – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dapat dilakukan pergantian jika yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dalam UU 7/2017 tentang Pemilu. Wakil Sekjen PPP, Ahmad Baidhowi menyebut bahwa pergantian calon yang dimaksud tertulis dalam pasal 232 UU Pemilu.

“Menurut UU 7/2017 pasal 232, ya bisa diganti jika ada paslon yang tidak memenuhi persyaratan,” ujar Baidhowi. Hanya saja, soal pergantian itu ada batasan waktu sebagaimana ditulis pada pasal 232 ayat 2 UU Pemilu.

“Pengusulan bakal pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan paling lama 14 hari sejak surat permintaan dari KPU diterima oleh Partai Politik dan/atau gabungan partai politik,” petikan UU Pemilu.

Setelah melakukan proses pendaftaran bakal calon, KPU diketahui melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat bagi calon presiden dan wakil presiden dalam gelaran Pilpres 2019 KPU sendiri menunjuk RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta sebagai rumah sakit pelaksana cek kesehatan dimaksud.Pagi ini, Jokowi dan Ma’ruf dijadwalkan melakukan cek kesehatan untuk persyaratan Pilpres 2019.

Bakal calon wakil presiden Ma’ruf Amin diragukan sejumlah pihak soal kesehatannya.

Bima Tegaskan Kota Bogor Bersama Dalam Keberagaman

0

BDN – Saat tampil menjadi pembicara di beberapa tempat ketika melaksanakan tugas kedinasan di Australia belum lama ini, Wali Kota Bogor Bima Arya bercerita banyak mengenai Kota Bogor. Tetapi, ada satu pertanyaan serius dari mereka yang bahkan diakuinya membuat dirinya “tidak enak”, yaitu yang mempertanyakan bahwa Kota Bogor intoleran dengan merujuk pada beberapa kasus.

Pertanyaan itu pun dibenarkan Bima bahwa Kota Bogor menghadapi beberapa kasus terkait dengan masalah kebebasan beragama. Tetapi, katanya, hal tersebut bisa dijelaskan. Namun demikian, bila datang ke Kota Bogor dan mengikuti keseharian warganya maka persepsi mereka yang mengatakan Kota Bogor yang intoleran pasti hilang.

“Bagi saya ini adalah otokritik. Perlu semua elemen mem-broadcast hal yang baik dari Bogor, salah satunya adalah rangkaian kegiatan Festival Merah Putih ini,” ungkap Bima saat membuka pameran 50 karya ilustrasi drawing, cat air dan lino cut di Lower Ground Botani Square, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (13/08/2018).

Setelah pekan kemarin mengusung bendera dan membuat formasi bendera merah putih, kali ini giliran kegiatan kreatif pameran sketsa dinilainya sebagai salah satu cara untuk menyampaikan kepada Indonesia dan dunia bahwa Bogor adalah kota yang nyaman untuk kebebasan beragama, kota yang bersama dalam keberagaman.

Pameran sketsa yang mengusung tema keberagaman dalam keyakinan itu menampilkan 50 karya para sketcher dan akan berlangsung hingga 19 Agustus mendatang. (Dn/Foto:Adit-SZ)

RRI Gelar Dialog Kampus (Milenial) Bicara Kemerdekaan

0

BDN – Wali Kota Bogor Bima Arya bersama para rektor dari lima perguruan tinggi di Bogor dan para tokoh hadir sebagai narasumber dalam acara Dialog Interaktif yang bertajuk “Kampus Bicara” di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, jalan Ir. Djuanda, Kota Bogor, Senin (13/08/2018).

Dalam acara yang digagas LPP RRI Bogor menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) Ke-73 Tahun 2018 tersebut mengusung  tema “Kampus (Milenial) Bicara Kemerdekaan”.

Hadir mendampingi Bima, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat. Para Rektor yang hadir, yaitu Rektor Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor Yunus Arifin, Rektor Universitas Djuanda Bogor Dedek Kardaya, Rektor IPB Arif Satria, Rektor UIKA Bogor H. E. Bahruddin dan Rektor Universitas Pakuan Bibin Rubini.

Sementara itu para tokoh yang hadir adalah tokoh Indonesia di bidang Hak Asasi Manusia dan Sosial Ekonomi, yaitu Harbrinderjit Singh Dillon atau lebih dikenal dengan nama H. S. Dillon, Dewan Pengawas LPP RRI Tantri Relatami, Politisi muda yang juga putra Amien Rais yaitu Hanafi Rais, Ahmad Erani Yustika, Wakil Wali Kota Bogor Terpilih Dedie A Rachim, Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay dan para tokoh lainnya.

Adapun isu yang diangkat dalam dialog yang juga dihadiri mahasiswa dari 5 perguruan tinggi di Bogor tersebut adalah di bidang ekonomi, ketahanan pangan dan radikalisme. (Humas:rabas/adt-SZ)

Kerajaan Malaysia-Pemkot Bogor Jajaki Kerjasama Sektor Pendidikan

0

BDN – Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyambut dengan hangat kedatangan Penasihat Kedutaan Besar Malaysia Bidang Pendidikan Mohammad Hidayat di Ruangan Paseban Surawisesa, Gedung Balaikota Bogor, Senin (13/8/2018).

Kedatangan pejabat Negeri Jiran itu ke kota hujan untuk menjajaki sejumlah peluang kerjasama, khususnya di sektor pendidikan. Mohammad Hidayat mengatakan, ada potensi-potensi untuk ruang kerjasama pendidikan yang bisa digerakkan dan diupayakan antara Pemerintah Kota Bogor dengan Kerajaan Malaysia melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

“Kami bersyukur penjajakan ini ditanggapi positif Pemkot Bogor. Setelah pertemuan ini kami akan susun proposal-proposal yang berkesesuaian. Tentu kami berharap ada tindak lanjut yang bisa dikerjasamakan ke depannya,” ungkap Mohammad.

Ia menjelaskan, sejumlah isi penjajakan antara Pemerintah Kota Bogor dengan Kerajaan Malaysia adalah dalam konteks pembangunan sumber daya manusia. “Bentuknya seperti peningkatan kapasitas akademik guru-guru dan beasiswa kuliah S2. Dalam hal ini kami siap untuk menjembatani,” tandasnya.

Bentuk kerja sama lainnya, lanjut dia, bisa dilakukan dengan skema studi banding. “Sekolah di Kota Bogor bisa melakukan studing banding ke Malaysia dan sebaliknya sekolah di Malaysia bisa studi banding ke Kota Bogor,” kata dia.

Ade Sarip menyambut positif penjajakan kerjasama tersebut. Menurut Ade, kerjasama tersebut tidak hanya di bidang pendidikan namun bisa juga dalam hal pendidikan dan latihan (Diklat). “Kami berharap kerjasama ini dapat segera direalisasikan melalui MoU antara Pemerintah Kota Bogor dan Kerajaan Malaysia,” pungkasnya. (Tria/Met/Pri)

Kota Bogor Kirim 2 Delegasi ke Konferensi Diaspora Muda Indonesia

0

Bogor Daily – Dua pemuda dan pemudi asal Kota Bogor, Teguh Rachman Hakim serta Chika Audhika, menjadi delegasi Kota Bogor untuk Conference of Indonesia Diaspora Youth 2018 yang dilangsungkan di Grand Sahid Jaya Hotel, 13-15 Agustus 2018.

Sebelum bertolak menuju lokasi acara, keduanya menyempatkan diri untuk bertemu dengan Walikota Bogor Bima Arya guna meminta arahan serta motivasi. Dalam pertemuan itu, Bima meminta kawula muda Kota Bogor yang berprestasi harus mampu membangun jaringan supaya bisa menambah pengalaman dan juga mendapatkan inspirasi tentang gagasan kreatif untuk Kota Bogor ke depannya.

“Karena ke depan itu eranya kolaborasi. Jadi saya mendukung Chika dan Teguh untuk hadir di acara yang penting itu untuk membangun networking,” ungkap Bima.

Dianggap penting, kata Bima, karena forum ini merupakan ajang yang mempertemukan pemuda terpilih dari 34 provinsi di Tanah Air dengan diaspora muda indonesia dari seluruh dunia, organisasi kepemudaan, serta lembaga nasional.

“Terlebih tema yang akan dibahas dalam forum tersebut adalah ‘Merancang Visi Indonesia 2045’ dari sudut pandang pemuda,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia itu.

Bahkan Bima Arya menyatakan kesiapannya jika forum serupa digelar di Kota Bogor. “Karena ini forum yang positif dan berdampak luar biasa, saya juga menyatakan kesiapannya apabila ingin mengadakan event kepemudaan skala nasional. Kami siap menjadi tuan rumah. Anak-anak ini istilah saya critical mass. Kelompok yang sangat kritis dan sangat potensial menentukan masa depan bangsa. Ini forum yang sangat strategis sekali,” katanya.

Sementara itu, Teguh Rachman Hakim mengatakan tujuan dari Conference of Indonesia Diaspora Youth 2018 adalah untuk merancang visi dari para pemuda terkait berbagai persoalan isu yang menerpa bangsa. “Visi tersebut akan disusun dalam bentuk sebuah dokumen berisi poin-poin penting yang akan dibacakan pada penutupan acara. DOkumen Visi Indonesia 2045 juga akan diserahkan kepada Ketua MPR, DPR dan Presiden RI,” ungkap Teguh.

Chika menambahkan, dalam acara yang dikemas dalam bentuk diskusi itu penyelenggara telah membagi pembahasan ke dalam 5 komite dengan 15 topik bahasan. Untuk Komite A akan membahas seputar identitas Indonesia di tahun 2045, seperti pendidikan, olahraga, warisan seni dan budaya nusantara.

Komite B akan membahas seputar Good Governance untuk Masa Depan terkait mematangkan demokrasi. Komite C soal situasi sains, teknologi dan inovasi pada masa Indonesia 2045. Komite D seputar masa depan ekonomi, bisnis, dan entrepreneurship Indonesia. Dan terakhir, Komite E akan membahas seputar kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia di 2045.

“Kami delegasi Kota Bogor masuk ke dalam Komite A. Kami akan lebih banyak menyoroti tentang pendidikan. Karena sekarang pendidikan itu jadi salah satu pilar untuk Indonesia emas. Generasi nanti itu akan baik ketika SDM-nya baik,” jelasnya.

“Jika melihat pendidikan zaman sekarang itu ada tiga masalah. Pertama ketidakmerataan tenaga pendidik, kesejahteraan tenaga pendidik, dan kekurangan infrastruktur dalam pengembangan anak dalam pendidikan. Kami akan coba larikan visinya ke situ,” pungkasnya. (pri/indra)

Pemkot Bogor Targetkan SPIP Level Tiga

0

Bogor Daily – Untuk membentuk pemerintah yang baik, perlu dibentuknya Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Apalagi saat ini Kota Bogor menempati level satu dengan jumlah nilai 1,493 dikarenakan SPIP Kota Bogor belum terorganisir dan belum maksimal di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Oleh karena itu, dipaparkan Plt. Inspektorat Kota Bogor Arie Sarsono Budiraharjo saat menyampaikan laporannya dihadapan Wali Kota Bogor Bima Arya saat pembukaan acara sosialisasi maturitas SPIP di Padjadjaran Suites Resort & Convention Center, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (13/08/2018).

Tujuan digelarnya acara tersebut untuk pencapaian level tiga di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Mengingat pentingnya SPIP ini diharapkan para kepala OPD menjadikan SPIP sebagai tanggung jawab bersama. SPIP ini bukan hanya upaya mekanisme administrasi semata, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku agar integritas menjadi komitmen para pemimpin OPD,” jelas Arie yang juga menjabat Sekretaris Inspektorat Kota Bogor.

Melalui acara sosialisasi itu, katanya, diharapkan SPIP dapat betul-betul dijalankan di masing-masing OPD.

Sementara itu Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat Iman Achmad Nugraha menyampaikan, selaku pembina SPIP di wilayah Provinsi Jawa Barat pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui bimtek pengendalian intern pada seluruh kepala daerah se-Jawa Barat sejak tahun 2009.

Peningkatan Maturitas SPIP, ujarnya, merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana tingkat kematangan implementasi para kepala daerah.

“Tahun 2017 perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat sudah melakukan maturitas level awal pada seluruh pemerintah daerah, dan Kota Bogor memperoleh tingkat perilisan dengan nilai 1,493. Dari hasil tersebut untuk mencapai maturitas level tiga sudah lebih dari 50 persen,” paparnya.

Namun demikian, lanjut Iman, sampai saat ini dari 28 pemerintah daerah se-Jawa Barat baru lima kabupaten/kota yang maturitas kematangannya sudah diklaim mencapai maturitas level tiga. Kelima daerah itu meliputi Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar. (Dn/Dhea/Restu-Magang/Foto:Hari-SZ)