Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 8678

Jalan Merdeka Bikin Celaka

BDN – Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk pekerjaan perbaikan sejumlah jalan di beberapa titik se-Kota Bogor. Salah satunya Jalan Merdeka. Namun hasil betonisasi jalan malah berpotensi bikin pengguna jalan celaka. Sebab, jalan lebih tinggi daripada trotoar dan drainase.

Kondisi itu tampak di beberapa titik seperti depan Museum Perjuangan, hingga depan Shangrila. Hal ini dikhawatirkan bisa menyebabkan air meluap ke trotoar, karena posisi yang lebih rendah dari jalan. Selain itu, dikhawatirkan membahayakan pejalan kaki bila nantinya pekerjaan telah selesai.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Wawan Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam program peningkatan dan pembetonan badan jalan terlebih dahulu. Nantinya, Dinas PUPR akan mengupayakan penataan trotoar, untuk dianggarakan di anggaran perubahan. Agar trotoar setingkat dengan jalan.

“Itu kan peningkatan jalan dulu, nanti, baru diupayakan penataan trotoar. Kalau seandainya masih bisa dimasukan ke dalam anggaran perubahan, trotoar, nya supaya naik minimal setingkat dengan jalan, kalau bisa lebih. Nah, sekarang peningkatan badan jalan dulu program nya. Pembetonan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Wawan menambahkan, saat ini empat proyek perbaikan jalan tengah dikebut. Jalan merdeka tengah dilakukan pengecoran. Jalan Sindangbarang Jero mulai pembersihan, sedangkan Jalan Padasuka dan Warungbandrek sedang sosialisasi ke kelurahan. “Totalnya ada empat Proyek DAK 2018,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Konstruksi Toriq Nasution menuturkan, secara estetika memang posisi jalan lebih tinggi daripada trotoar itu tidak dibenarkan. Ada banyak dampak yang bakal ditimbulkan, diantaranya limpahan air bakal lebih besar ke trotoar dan drainase. Harusnya, pemkot terlebih dahulu merencanakan penataan trotoar dan drainase, terlebih dahulu. “Secara estetika itu tidak benar. Masa trotoar dibawah jalan? Nanti jadi saluran air, jadi got, limpasan air dari jalan beton. Ini aja sudah gak nyambung,” ujarnya.

Ke depan, sambung dia, seharusnya ada anggaran program perbaikan trotoar juga. Agar ketinggian trotoar minimal sama dengan tinggi jalanya. “Sebetulnya boleh saja kalau itu mendesak. Tapi harus segera diadakan perbaikan trotoar. Kalau trotoar dibawah jalan, kendaraan bisa nyelonong nabrak yang jalan. Dari segi keamanan gak bagus,” ucapnya.

Tetapi, dia merasa pesimis jika dimasukan dalam anggaran perubahan. Sebab, waktu yang ada sudah sangat mepet. “Saya kira tidak keburu. Prosesnya lama. Apalagi jika nilainya besar. Kalau mulus lelang dua bulan, ya kapan ngerjainnya?” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan Barang dan Jasa (Adalbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Rahmat Hidayat mengatakan, ada empat ruas jalan yang mengalami peningkatan kualitas jalan melalui dana DAK, diantaranya Jalan Merdeka dengan nilai Rp 6,6 miliar, Jalan Warungbandrek sebesar Rp2,9 miliar, Jalan Sindangbarang Jero (SBJ) senilai Rp2,8 miliar, dan Jalan Padasuka, yang memakan biaya Rp1,4 miliar. Total, Pemkot menerima DAK untuk perbaikan jalan sebesar Rp13,7 miliar untuk pelaksanaan di 2018. “Lewat DAK itu. Jalan Merdeka lebih besar karena secara lebih panjang dari yang lainnya, ada kurang lebih 1500 meter lah. DAK beda dengan APBD, harus jelas supaya bisa cair dan terserap,” tutupnya.

Waspada! Jabar Berpotensi Gempa 8 MMI

0

BDN – Adanya potensi gempa di Jawa Barat (Jabar) mencuat. Ini menyusul adanya pernyataan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Lembaga tersebut menyatakan potensi gempa bumi di Jabar cukup besar dengan Modified Mercalli Intensity (MMI) bisa mencapai 8. Selain itu, potensi gempa juga terdapat di seluruh Pulau Jawa, baik Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, potensi gempa itu terjadi karena di Pulau Jawa terdapat pertemuan sesar atau patahan Indo-Australia dan Eurasia. Di Pulau Jawa terdapat lima sesar aktif, antara lain sesar Cimandiri di Jabar, sesar Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sesar Jakarta di Jakarta, sesar Opak di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, sesar Grindulu di Pacitan, Jawa Timur.

Akibat aktivitas tektonik di dasar bumi menyebabkan sesar-sesar tersebut terus bergerak, bergeser dan suatu ketika bakal terjadi tabrakan sehingga menimbulkan gempa bumi. Pengetahuan tentang potensi gempa itu bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar pemerintah dan masyarakat lebih mewaspadai dan mengantisipasinya.

“Tetapi kita tidak bisa memprediksi kapan, di mana dan seberapa besar kekuatan gempa itu. Yang pasti pengetahuan tentang potensi gempa ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan agar kita waspada dan menyiapkan diri jika gempa terjadi,” kata Kasbani kepada wartawan di kantor PVMB, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (13/8/2018).

Kasbani menyatakan di Provinsi Jabar terdapat tiga aktif, yaitu sesar Cimandiri, Cisarua, dan Lembang. Patahan Lembang bertemu dengan Cimandiri di Cisarua, Lembang, Jawa Barat. Sedangkan patahan Cimandiri membentang hingga Baribis dan menyambung sampai Cilacap. “Potensi gempa di Jabar cukup besar akibat aktivitas tiga sesar aktif tersebut. Kekuatannya bisa mencapai 8 MMI,” ujar Kasbani.

Karena banyaknya sesar di Pulau Jawa itu, tutur Kasbani, PVMBG yang memiliki tugas dan fungsi melakukan mitigasi bencana geologi telah membuat peta rawan bencana gempa. Pemerintah daerah diharapkan menyesuaikan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dengan potensi tersebut. “Beberapa daerah sudah menggunakan peta rawan gempa sebagai acuan dalam menyusun RTRW dan membangun bangunan yang tahan gempa guna mengurangi dampak dan korban jika bencana tersebut terjadi,” tandas Kasbani.

Rumah Mewah di Royal Tajur Diontrog

0

BDN – Puluhan calon jamaah haji dan agen travel mendatangi kediaman bos PT Diak Sundus Karya Utama (DSKU) dengan diiringi pihak kepolisian dari Polresta Bogor Kota. Puluhan calon jamaah haji tersebut meminta keadilan atas gagalnya keberangkatan 400 jamaah haji ke Tanah Suci pada 2018 ini.

Pantauan Metropolitan, puluhan jamaah haji dan agen travel haji mendatangi rumah mewah di kawasan Royal Tajur. Mereka berteriak meminta bos PT DSKU keluar rumah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka membacakan ayat Kursi dengan sekencang-kencangnya untuk mengusir jin yang ada dalam sang bos travel.

Salah seorang agen asal Kalimantan, Midun, mengaku sabanyak 13 calon jamaah haji asal Kalimantan gagal berangkat ke Tanah Suci. Sekitar pukul 02:00 WIB, puluhan calon jamaah mendatangi kediaman bos PT DSKU. Setelah menunggu beberapa lama, sambil melantunkan ayat Kursi, sang bos travel pun akhirnya keluar dari sambil ditemani seorang asistennya dan beberapa anggota kepolisian.

Wanita berhijab dan berkacamata itu keluar rumah tanpa rasa malu dan takut. Ia dengan santai berjalan ke arah mobil polisi yang akan ditumpanginya. Sementara itu, beberapa calon jamaah haji berteriak menyorakinya yang sambil memasuki mobil polisi.

Salah seorang kuasa hukum agen travel haji area Bogor, Rosadi, menuturkan bahwa agen area Bogor sudah menyetor ke PT DSKU sebesar Rp3,6 miliar. Oleh pihak PT DSKU pun dijanjikan keberangkatan 10 Agustus, bahkan di 9 Agustus jamaah sudah dikarantina di hotel dekat bandara. Tetapi sampai 10 Agustus, 153 calon jamaah tidak juga diberangkatkan.

“Ketika ditagih kembali kapan berangkatnya, pihak PT DSKU hanya bilang tanggal 11 lalu dialihkan di tanggal 12. Akhirnya timbullah kemarahan dari para jamaah sehingga mereka mendatangi kantor di Tajur Trade Mal (TTM) lantai dua untuk mengecek apakah visa diproses atau tidak. Ternyata visa tidak didaftarkan PT tersebut,” paparnya.

Karena itu, akibatnya emosi para calon jamaah haji dan agen pun tak terbendung hingga melakukan tindak lanjut dengan melapor ke Polresta Kota Bogor. Rosadi mengatakan, calon jamaah juga ingin melakukan pengecekan apakah izinnya betul atau tidak, visanya diproses atau tidak.

“Karena kami sudah jelas, sudah dijanjikan tetapi tidak diberangkatkan, sedangkan biayanya sudah lunas. Itu hanya dari agen Bogor saja. Belum lagi dari agen daerah lain yang di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Palembang, Sumatera, Lombok, Madura, Surabaya dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Koalisi Badra Pecah

0

BDN – Deklarasi penetapan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) sudah diumumkan secara resmi dari masing-masing partai. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin didukung tujuh partai pengusung dan dua partai pendukung. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno didukung empat partai pengusung dan satu pendukung.

Konstelasi parpol dalam pemilihan presiden (pilpres) sangat berpengaruh ke daerah, seperti Kota Bogor. Karena itu, koalisi petahana Bima-Dedie Rachim atau Badra dipastikan bakal ditinggalkan beberapa partai pengusungnya pada pileg dan pilpres nanti.

Di antaranya Partai Golkar, Nasdem, Hanura dan Perindo, masuk jajaran koalisi petahana Jokowi pada pilpres, dengan meninggalkan PAN dan Demokrat yang berlainan koalisinya. “Pilkada sudah usai, tinggal kita sekarang membangun komunikasi dan konsolidasi dengan partai lainnya untuk tujuan yang sama dalam kontestasi yang berbeda yaitu pilpres,” ujar Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor.

Tagor menuturkan, walaupun pilwalkot dan pilpres berbeda koalisi, penyelenggaraan pilpres dan pileg di Kota Bogor harus aman dan tertib. “Saat ini masih by telepon. Rencananya kita bakal ketemu langsung dengan parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin,” ungkapnya.

Sedangkan Partai Gerindra dan PKS pada pilwalkot mengusung Ru’yat-Zainul, harus rela meninggalkan PPP sebagai teman koalisi. Itu harus mereka lakukan karena konstelasi di pilpres, mereka satu koalisi dengan mengusung, mendukung dan memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno untuk menjadi presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024.

“Dinamika politik selalu terjadi karena dinamis dan fleksibel. Kita hanya menjadi lawan di pilwalkot saja, tapi untuk pilgub kita sama. Hanya Demokrat saja yang beda. Tapi saya pastikan koalisi pilpres kita akan solid dan saya akan kejar serta perjuangkan itu. Karena tujuan kita sama, yaitu memenangkan presiden yang sama-sama kita usung,” ungkap Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan mengaku akan patuh dan menjalankan perintah partainya untuk turut andil, bekerja sama dan membangun komunikasi serta menggerakkan kader dan mesin partainya untuk betul-betul berkontribusi dalam pemenangan presiden dan pileg nanti. “Sesuai instruksi partai dan amanat Pak SBY, kami tidak akan mengkhianati Pak Prabowo. Kami akan berjuang memenangkannya, di samping kami berjuang di wilayah dalam pertarungan pencalegan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPD PAN Kota Bogor Safrudin Bima, seluruh kader partai besutan Amin Rais itu akan all-out dalam memenangkan suara di Kota Bogor nanti di pilpres. Ia juga mengaku akan menunjukkan loyalitas dan totalitas dalam kontestasi pilpres 2019. “Saya jamin kader PAN Kota Bogor, termasuk Bima Arya, akan all-out mengamankan keputusan DPP PAN dan akan berjuang keras memenangkannya,” pungkasnya.

Tolak Bela Timnas!

0

BDN – DALAM waktu dekat atau pada 8 September 2018, Argen­tina akan menghadapi Guate­mala di laga uji coba. Empat hari berselang, Argentina yang kini dipimpin caretaker Lionel Scaloni akan bersua Kolombia di laga persahabatan.

Mengingat laga uji coba kurang dari sebulan akan digelar, Sca­loni pun sudah menyusun pemain-pemain yang akan di­panggil ke timnya. Messi men­jadi salah satu pemain yang panggil Scaloni. Tetapi Messi menolak pemanggilan tersebut. “Lionel Messi tidak akan men­jadi bagian dari skuat Argen­tina hingga akhir tahun ini,” kata Roy Nemer.

Meski belum mengumumkan secara langsung, indikasi Mes­si pensiun dari Timnas Argen­tina sudah terdengar usai gela­ran Piala Dunia 2018. Kegagalan membawa Argentina melaju jauh di Piala Dunia 2018 mem­buat Messi menjadi bulan-bulanan kritik. Messi disebut-sebut hanya bisa sukses ber­sama Barcelona, namun tidak dengan Argentina.

Semenjak naik ke tim senior Argentina pada 17 Agustus 2005, Messi tampil di 128 pertan­dingan dengan koleksi 65 gol. Tetapi sayangnya tidak ada satu pun trofi yang bisa diberi­kan Messi bagi masyarakat se­pak bola Argentina. Pencapai­an terbaik Messi hanyalah finis runner-up di Copa America 2007, 2015 dan 2016 serta Piala Dunia 2014.

10 Pramuka Kota Bogor Sukses Tampil di Depan Presiden

0

BDN – Sebanyak 10 anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor yang dipercaya menjadi petugas upacara pada peringatan Hari Pramuka Ke-57 Tingkat Nasional di lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Selasa (14/08/2018) mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Mereka tampil dengan petugas upacara lainnya di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku inspektur upacara yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Adapun kesepuluh anggota pramuka Kota Bogor yang mendapat kepercayaan terdiri dari 3 Pramuka Siaga, yakni Natasya (Bogor Timur), M. Andra Wibowo (Bogor Tengah), Khayla (Bogor Tengah) dan M. Fakhri (Bogor Barat).

4 anggota pramuka penggalang pengucap adalah Vannto (Tanah Sareal), Rendy Iqbal Setiawan (Tanah Sareal), Dika Sarwan (Bogor Timur), Mariska Amalia (Bogor Tengah).

Sementara itu, Jasmin (Bogor Timur) bersama Bunayya Fathia (Bogor Timur) dipercaya sebagai Master of Ceremony (MC).

Kesuksesan para anggota Pramuka Kota Bogor dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas mendapat apresiasi dari Ketua Kwarda Jawa Barat Dede Yusuf yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Apresiasi juga  disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat yang juga Ketua Kwarcab Kota Bogor.

“Ini memperlihatkan kualitas pembinaan Pramuka di Kota Bogor, hasil pembinaan kita bisa dipakai di tingkat nasional. Apresiasi saya sampaikan kepada para pelatih dan pengurus yang giat terus melakukan pembinaan bagi anggota hingga terseleksi,” kata Ade saat ditemui usai mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Kantor BKPP Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, jalan Ir. Juanda, Rabu (15/08/2018).

Ade berharap torehan ini menjadi motivasi bagi seluruh pramuka di Kota Bogor sehingga pembinaan dan pelatihannya lebih giat dan lebih ditingkatkan serta tambah semangat dalam membuat program dan kegiatan yang lebih sinergi dengan kebutuhan di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat maupun nasional.

Mengusung tema Pramuka Perekat NKRI, peringatan Hari Pramuka Ke-57 diikuti ribuan pramuka dari wilayah Jabodetabek. Turut hadir  para duta besar negara-negara sahabat, khususnya ASEAN, Sekretaris Jenderal Gerakan Kepanduan Sedunia, World Organization of the Scout Movement (WOSM), Direktur Pramuka Asia Pasifik, JRC Pangilinan.

Melalui peringatan Hari Pramuka Ke-57 Tahun 2018, Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault mengajak pramuka untuk meningkatkan dedikasi dan kreativitas dalam mengabdi diri kepada negeri. (humas:rabas-SZ)

Balita 2,5 Tahun, Sehari Habiskan Dua Bungkus Rokok

BOGOR DAILY – Misbahudin (36) dan Maryati (35) cuma bisa pasrah melihat kelakuan putranya, R (2,5). Di usianya yang masih balita, R sudah kecanduan rokok. Layaknya orang dewasa, tiap pagi R selalu minta jatah menyeruput kopi lengkap dengan batangan rokok. Dalam sehari R bisa menghabiskan dua bungkus rokok

Misbahudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh perusahaan pekapuran dengan Maryati itu memiliki sebuah warung kecil di rumahnya.

Warungnya menjual berbagai jenis jajanan makanan ringan. Lokasi rumah sederhana ini terletak di sekitar perkebunan karet yang jarang penduduk.

Untuk mencapai lokasi tersebut harus melewati jalan berbatu sepanjang satu kilometer dari kantor desa setempat. Di rumah sederhana itulah Misbahudin merawat R, balita yang sudah kecanduan mengisap rokok.

Bila sehari saja tidak merokok, anak bungsu Misbahudin dengan Maryati warga Kecamatan Cibadak itu bisa mengamuk seharian.

Dalam sehari, R bisa menghabiskan belasan batang atau dua bungkus rokok. “Dalam sehari bisa habis dua bungkus rokok,” ungkap Maryati.

Bila anak bungsunya meminta rokok lalu tidak diberi, ia akan langsung marah dan mengamuk. Ia baru berhenti setelah diberi rokok.

Selain merokok, anak tersebut juga kecanduan kopi. “Ia suka ngopi tapi kopinya yang moccacino,” tuturnya. “Sudah rutin setiap pagi harus ada kopi sama rokok,” sambungnya.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini mulai diketahui merokok sekitar 1,5 bulan lalu. Saat itu anak lelaki satu-satunya tersebut meminta rokok.

“Sambil bawa-bawa puntung rokok, tiba-tiba minta rokok. Saat itu saya kaget sekali. Waktu itu terus minta rokok dan nggak dikasih tapi akhirnya marah-marah,” ucapnya.

Mengetahui anaknya terus kecanduan merokok dan ngopi, Maryati berharap kebiasaan orang dewasa yang diikuti anaknya bisa secepatnya berhenti.

Hanya saja Maryati mengaku tidak tahu bagaimana cara menghentikan kecanduan anaknya tersebut. “Ya ingin sekali anak saya bisa berhenti merokok dan ngopi tapi nggak tahu bagaimana caranya,” katanya.

Takut Paman

Meski kecanduan merokok, ternyata anak balita ini takut pada pamannya. Terlebih bila ketahuan sedang mengisap rokok langsung dimatikan atau dibuang dan kabur lalu bersembunyi.

“Kalau kelihatan sama saya, dia takut. Malah rokoknya dibuang dan langsung sembunyi,” kata pamannya, Epi Sumpena (38). “Saya juga sering melarang kalau pas melihat keponakan saya merokok,” sambungnya. (sumber metropolitan.id)

 

Kabar Terbaru, Cawapres Jokowi diganti

0

BDN –  Jokowi kemungkinan akan mengganti KH Ma’ruf Amin dari pencalonannya sebagai Calon Wakil Presiden periode 2019-2024.

Kabar yang santer tersebar di kalangan media itu menyebutkan Jokowi akan mengganti KH Ma’ruf Amin dengan salah satu orang dari non Partai.

Isu yang beredar, pergantian itu terjadi lantaran adanya kendala kesehatan pada KH Ma’ruf Amin, diketahui Ma’ruf memiliki penyakit jantung yang membuatnya bakal tidak bisa lolos tes kesehatan.

“Ada kemungkinan akan diganti dengan cawapres lain, dia dari non Partai”Kata salah satu sumber Internal Jokowi, Selasa (14/8).

Menurut dia, pergantian itu bisa terjadi sebab KPU belum menetapkan Paslon secara resmi, dan secara konstitusi sah-sah saja.

Kabar soal penyakit yang menderita KH Ma’ruf Amin, Sumber internal tadi mengatakan “Iya itu salah satu alasan pergantian” Singkatnya.

Sekedar diketahui, KH Ma’ruf Amin pernah menjalani perawatan di RS Pusat Otak Nasional (RSPON), Cawang, Jakarta Timur. Sebelum dirawat, putri Maruf Amin, Siti Makrifah mengungkapkan kondisi sang ayah. Saat itu Ma’ruf Amin sempat bengkak kakinya.

Ketua Komisi Bidang Hukum MUI Baharun bilang, bahwa beberapa tahun lalu Ma’ruf Amin juga sempat menderita penyakit asam urat.

Sebelumnya, kabar pergantian Cawapres Jokowi ini memang telah beredar luas sejak awal Jokowi memilih Ketum MUI itu sebagai Cawapresnya. Bahkan, sejumlah tokoh yang disiapkan untuk mengganti Ma’ruf diantaranya Muhaimin Iskandar, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti dan Moeldoko.

Hingga berita ini ditulis, pihak Partai Koalisi Jokowi belum berani membuka suara soal isu pergantian Cawapres.

Siaran pers LBH keadilan Bogor Raya

0

Pengosongan perumahan Badak Putih 2 oleh Korem 061 Suryakancana  Bogor/Kodim  Bogor adalah pelanggaran Hukum

peristiwa pengosongan rumah warga  teplan , kec. Tanah sereal kota Bogor yg dahulu sejak tahun 1960 an yg dikenal warga penghuni awal sbg  sebagai Perumahan Badak putih 2 , secara paksa oleh Korem 061 suyakancana Bogor/ Kodim Bogor berbuntut panjang. Perumahan badak putih 2 yg tanah ya telah dikuasai selama puluhan tahun dan memiliki serta PBB atas nama warga telah  diklaim sebagai rumah dinas TNI oleh pihak korem/ kodim.
Peristiwa pengosongan paksa pada 26 juli 2018 , selain memaksa 8 keluarga kehilangam tempat tinggal juga membawa implikasi beberapa warga mengalami kekererasan fisik ada yg pecah bibir bagian dalam dijahit beberapa jahitan, ad yg patah gigi depannya, ada yg rusuknya mengalami tendangan .
Sugeng Teguh Santoso, kordinator tim Pembela warga Bogor Tergusur, menyatakan  bahwa tindakan pengosongan paksa warga penghuni perumahan Badak Putih 2 tanpa perintah Pengadilan dgn main hakim sendiri adalah peebuatan melawan hukum yg menimbulkan kerugian material dan immaterial  bagi warga dikosongkan paksa.
Ditambahkan   oleh STS, bahwa sengketa antara warga penghuni dgn pihak TNI AD ( korem 061 Suryakancana/ Kodim Bogor ) adalah termasuk dlm kualifikasi sengketa kepemilikan yg harus diselesaikan melalui putusasan pengadilan. ” bukan dengan main paksa sepihak.tindakan pengosongan paksa sepihak dapat dikualifikasi sbg main hakim sendiri,mengabaikan prinsip2 negara hukum Indonesia”
Penyelesaian secara hukum melalui pengadilan adalah yg paling tepat  krn warga memiliki dan membayar PBB sejak puluhan tahun sampai saat dikosongkan, artinya warga berdasarkan prinsip hukum beziter recht dlm pasal 1977 KUH Perdata, dan prinsip keutamaan yg dianut dlm UU no. 5 Tahun 1960 tentang Agraria, maka warga yg menguasai tanah negara secara lebih dari 20 tahun bahkan telah diterbitkan PBB adalah pihak yg paling berhak atas tanah tsb bukan TNI.
Dijelaskan  lebih lanjut oleh sts ” Harus diingat bahwa status tanah negara berbeda dgn status tanah pemerintAh”.” Tanah negara adalah adalah yg belum dibebani hak atas tanah diatasnya, dan setiap warga negara berhak menggarap, menguasai dan memanfaatkan tanah negara yg kepadanya berdasarkan uu no. 5 tahun 1960 berhak mengajukan hak atas tanah ( bikin sertifikat ) ”  penguasaan tanah negara dibuktikan dgn diterbitkanny PBB atas nama warga.
 ” tanah pemerintah adalah tanah yg sudah dibebani hak atas nama pemerintah  ic. Dalam kasus ini seharusnya ada bukti sertifikat atau tanda bukti hak atas nama TNI,  dan tentunya klo sudah ada hak atas tanah atas nama institusi TNI atau institusi , atau nama badan hukum atau nama perseorangan dipastikan tdk akan terbit PBB atas nama warga”
“Klo ada rencana penggunaan tanah tsb untuk kepentingan pemerintah/ tni maka yg harus ditempuh adalah pembicaan pemberian penggantian materiel  pada warga penghuni sesuai kesepakan secara setara.  bukan dgn cara paksa. Tindakan pengosongan secara paksa bahkan menggunakan kekerasan adalalah perbuatan melawan hukum.”
Saya berharap TNI AD dlm hal ini Korem 061 Suryakancana/ Kodim Bogor dapat bijaksana bersikap, apalagi mereka adalah keluarga TNI yg telah berjasa dalam masa kemerdekaan dan beberapa diantaranya telah mendapatkan tanda penghargaan pengabdian dan ada juga yg sudah dimakamkan di makam pahlawan.
Demikianlah siaran pers ini disampaikan .
Sugeng Teguh Santoso SH
Advokatn , kordinator tim pembela
08222 13 444 58

Kekeringan Sampai Oktober

0

BDN – “Sudah tiga bulan tidak hujan…” Beginilah curhatan petani timun di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Mereka harus menelan pil pahit lantaran sawahnya kering tak bisa panen bulan ini.

Hujan yang tak kunjung turun sejak Mei membuat petakan ladang timun milik Samiah kering. Ia terpaksa mengalami kerugian karena gagal memanen timun-timunnya. Gagal panen berimbas pada kenaikan harga timun sampai tiga kali lipat. “Dulu sekilo Rp5 ribu, sekarang Rp15 ribu. Harusnya bulan ini panen,” katanya kepada Metropolitan.

Tidak hanya Ciomas, tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor juga mengalami kekeringan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, setidaknya terdapat tujuh kecamatan, sembilan desa dan 50 kampung yang masuk zona gersang setiap kemarau datang. Bahkan, berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bogor, 37.302,22 hektare lahan pertanian terancam nasibnya pada musim kemarau tahun ini.  “Secara keseluruhan, kami telah siap. Bahkan kami juga sudah memberikan surat edaran antisipasi dini musim kemarau kepada masyarakat. Kita juga bakal melibatkan seluruh elemen terkait agar penanggulangan bencana kekeringan dapat teratasi,” tutur Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Sumardi.

Petani dan warga yang kesulitan air bersih harus bersabar hingga beberapa bulan lagi. Sebab Bagian Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga Kabupaten Bogor Hadi saputra menuturkan, hujan berpeluang turun di bulan ini di sekitar Kota dan Kabupaten Bogor namun berada pada kategori curah hujan rendah. Sedangkan curah hujan kategori menengah diprakirakan terjadi di Bogor Barat. “Kriteria pendek hingga menengah 1-20 hari terjadi di Bogor, Subang Barat dan Selatan, Tasikmalaya dan Ciamis Selatan,” katanya.

Sementara itu, hujan baru akan turun normal pada Oktober mendatang. Saat ini prakiraan BMKG menunjukan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat berada kategori kriteria hari tanpa hujan sangat panjang, yakni 31-60 hari. Namun sampai kemarin masih terpantau ada hujan, yakni di Bogor Utara, Tasikmalaya Barat dan Ciamis Utara. “Jadi kemungkinan hujan akan normal pada Oktober akhir. Kami akan update terus setia sepuluh hari,’ ‘ujarnya

Sebelumnya, Kepala BMKG Kabupaten Bogor Stasiun Klimatologi Dramaga Budi Suhardi mengimbau masyarakat untuk sedini mungkin menghemat dan membatasi penggunaan air sumur. “Kita hanya memprediksi, semua kemungkinan dan perubahan bisa saja terjadi di tengah jalan. Namun saya menyarankan kepada masyarakat untuk hemat dalam menggunakan air serta membuat biopori untuk penyerapan air tanah. Soalnya kami memprediksi kejadian seperti ini bakal berlangsung Oktober hingga November nanti,” pungkasnya.