Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8701

Protes Harga Telur Selangit, Mahasiswa Demo di Tugu Kujang

BOGOR DAILY Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan demonstrasi di depan Tugu Kujang Bogor, Jumat (27/7/2018)

Beberapa hal yang disinggung oleh mahasiswa tersebut adalah kenaikan harga telur dan BBM.
Kordinator Aksi Alif menuturkan bahwa saat ini rupiah terus melemah dan dollar membumbung tinggi. “Iya permasalahan saat ini cukup kompleks, mulai dari harga telur yang mencapai Rp 30 ribu dan kenaikan harga BBM,” katanya.

Alif menjelaskan bahwa kondisi ekonomi tidak bisa lepas dari keterikatan terhadap bidang lain.

” kita pun meminta kepasa kaum muda dan mahasiswa untuk membangun kepedulian terhadap kondisi rakyat,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyerukan kepada para pemuda, khusunya mahasiswa untuk membangun kepedulian terhadap kondisi rakyat.

“Menolak intervensi terhadap kampus dan pembungkaman terhadap aktivis mahasiswa, hentikan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan ajarannya, dan mengembalikan pengelolaan sumber daya alam kepada hukum syara,” pungkasnya.

 

 

 

Ada-ada aja Nih, Pesan Gojek Buat Bangunin Pacar

BOGOR DAILY- Transportasi online di Indonesia memang memberikan kemudahan sebagai jasa antar penumpang hingga membelanjakan makanan. Tapi, berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya, wanita ini malah menggunakan jasa ojek online untuk hubungan asmaranya bersama sang pacar.

Belum lama ini sebuah unggahan di akun Instagram @dramaojol.id jadi viral. Postingan yang telah disukai 43 ribu lebih itu memperlihatkan tangkapan layar percakapan seorang wanita yang menggunakan aplikasi ojek online. Bukan untuk mengantarkannya ke tempat tujuan, tetapi pengemudi ojek online ini malah diminta untuk membangunkan sang kekasih.

“Min, mau cerita jadi pacar saya susah banget dibanguninnya. Sudah ditelfonin nggak bangun. Jadi saya minta tolong ojol (ojek online) untuk ketuk kosannya,” begitu tulis si wanita yang memesan jasa ojek online ke tempat tinggal pacarnya.

Pada unggahan screenshot percakapan itu terlihat bahwa wanita yang identitasnya disamarkan ini juga meminta pengemudi ojek online untuk memfoto kekasihnya. Hal tersebut untuk membuktikan jika pacarnya itu sudah benar-benar bangun dari tidurnya.

Banyak netizen yang mengomentari aksi nyeleneh tapi kocak yang dilakukan wanita tersebut. Tak sedikit dari mereka yang merasa terhibur dengan postingan layanan ojek online yang dijuluki sebagai layanan ‘gedor pacar’.

“Ngakak yaAllah. Ada ada aja people jaman now. Nggak sekalian abangnya disuruh bawa air buat bangunin,” komentar netizen

“”grebek pacar” mungkin bisa dipertimbangkan,” tambah netizen @afrinamahendraLayanan

“Go-Door Pacar,” imbuh @nehemia_lalang_katik, netizen lainnya

sumber: Wollipop

Suami Telanjangi Istri Sendiri di Depok

BOGOR DAILY –Seorang ibu muda di Depok menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri . Aksi kekerasan yang dialami korban NA,24,  dipicu rasa cemburu pelaku PHW yang menduga isterinya selingkuh.

Aksi kekerasan yang menimpa ibu muda ini dilakukan pelaku di depan anaknya yang masih balita.

Tindakan KDRT yang diduga dilakukan  oleh suaminya sendiri,  Phw (31), terungkap setelah istrinya NA akrab dipanggil Atun ini menceritakan ke keluarga bahwa dirinya telah dilukai di bagian wajah hingga bagian pelipis mata kiri sobek.

Menurut Bibi korban, Odah (50),  peristiwa KDRT yang menimpa Atun keponakannya sendiri sudah di luar batas perilaku manusia.

“Kejadiannya Senin (23/7) malam, Atun bersama putrinya Sabria (3) jalan bersama diboncengi suaminya menggunakan motor pinjaman keluarga,” ujarnya saat ditemui Pos Kota di kediamanya yang berdempetan dengan rumah korban di Kp. Bojong Lio, RT.003/28, Cilodong, Kota Depok, Rabu (25/7/2018) siang.

Setelah itu pelaku sempat berhenti di sekitar Jembatan Panus, Pancoran Mas.  Dihadapan anaknya, Atun dipukul, ditendang, bahkan jilbab dan kaos korban oleh pelaku dibuang ke dalam Kali Ciliwung.

“Peristiwa kekerasan yang dialami Atun tidak sampai disitu, korban diboncengi lagi sama suami dibawa ke tempat kerjaan Billiard daerah Beji. Korban dibawa ke lantai 2 dan  dipukul hingga pelipis kiri sobek berdarah, lalu ditelanjangi bahkan sempat divideoin juga dibawah ancaman akan disebar luaskan,” katanya.

Selama kejadian korban juga sempat diancam jika tidak menuruti segala kemauannya, lanjut Odah, mau dibunuh atau rambunya digundul plontos.

“Korban memilih rambutnya yang panjang dibotaki, setelah itu  Ia juga disuruh  menjilati jari kaki pelaku,” tambahnya.

Korban kemudian diantar pulang oleh rekan kerja suaminya pada  dini hari, setelah sebelumnya diberikan pakaian ganti.

“Dengan diantar orang tua dan tetangga, korban  akhirnya melaporkan KDRT tersebut ke Polresta Depok,” imbuhnya.

Masalah Cemburu

Kekejaman Pwh tersebut ternyata dipicu rasa cemburu kepada istrinya yang sudah dinikahi lima tahun. Ia menduga isterinya selingkuh dengan laki lain.

“Yang sebenarnya Atun tidak selingkuh, Ia hanya cerita ke mantan pacarnya Fikri, karena  tidak dinafkahi oleh suaminya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Atun terpaksa jualan minuman,” tuturnya.

Perbuatan Phw ini, sontak membuat kaget para tetangga lantaran selama ini dikenal di lingkungan pendiam.

“Orangnya pendiam banget, ternyata sifat aslinya tempramen dan gak perikemanusiaan gitu ama istrinya,” ucapnya.

Sebagai perwakilan keluarga, Odah berharap pelaku dapat dihukum setimpal atas apa perbuatan yang telah dilakukannya.

“Hukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna yang dimintai komentarnya sangat geram atas tindakan Phw. “Pihak kepolisian harus dapat segera menangkap pelaku dan dihukum seberat-berat sesuai perbuatannya,”ucapnya.

Pradi menyebutkan dari pemerintah Kota telah melakukan kegiatan sosialisasi anti KDRT di setiap tingkat Kelurahan, Kecamatan, pemuda, majelis untuk melakukan stop kekerasan KDRT.

“Dalam pernikahan yang sakral harus bisa saling hormat menghormati. Setiap pasangan harus ada kekurangaan dan kelebihan,”tutupnya.

Besok Libur, Hari Ini 7 Pelajar Bersenjata Diciduk di Panaragan

Tujuh orang pelajar diamankan Satgas Pelajar Kota Bogor pada Jumat (27/7/2018). Mereka kemudian dikumpulkan di halaman Yayasan Taruna Andiga, Jalan Veteran, Panaragan, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Ketua Harian Satgas Pelajar, Mohammad Iqbal menuturkan sebelumnya ratusan pelajar berkumpul diduga akan melakukan tawuran di Jalan Panaragan.

“Ada ratusan ini anak jadi saya coba halaw tadi, baru mau tanya malah kabur ada yang menuju PGB ada yang balek kesana, ada empat gabungan sekolah. Curiga itu kayaknya mau nyerang sekolah akhirnya saya dibantu warga,” katanya.

Iqbal melanjutkan, saat dihampiri oleh anggota Satgas, para pelajar tersebut berlarian. Menurut Iqbal, saat lari ada sejumlah orang yang membuang senjata tajam ke sungai.

“Kalau dia bener pasti gak kabur, tapi ini kabur terus buang senjata ke kali itu. Disitu sudah curiga karena biasanya mereka saya bantu untuk balik naik angkot tapi ini kabur. Pasti itu bawa senjata,” terangnya.

Menurut Iqbal, para pelajar tersebut berasal dari sekolah di kawasan Kabupaten Bogor.”Dari kabupaten, sekolahnya di Ciomas sana. Ada lima sekolah SMP, MTS juga ada,” bebernya.

Hingga informasi ini dibuat, saat ini tujuh pelajar tersebut langsung dibawa ke Polesk Bogor Tengah untuk dilakukan pemeriksaan.

sumber: TribunnewsBogor.com

Warga di Kampung Albino Bogor Berisiko Idap Kanker

Nana Suryana sadar bahwa leluhurnya ada yang mengalami kondisi albino.

Salah satu kakek buyutnya adalah “orang kulit putih”. Mereka telah tinggal di Desa Ciburuy, Kabupaten Bogor selama ratusan tahun.

“Kami sudah berada di sini selama 149 generasi. Keluarga saya terkenal memiliki gen putih,” katanya yang dikutip dari laman australian plus.

Hal yang tidak disadarinya yaitu ketika dia menikahi Siti Rohma, sang istri ternyata juga seorang pembawa gen albinisme.

Ketika anak mereka Dewi Rasmana dilahirkan dengan rambut dan kulit putih serta mata biru pucat, mereka awalnya menduga hal ini berasal dari gen ayahnya.

Namun kenyataannya, seorang anak mengalami kondisi albino, hanya jika kedua orangtuanya membawa gen tersebut.

Peluang anak yang lahir dari pasangan orangtua pembawa gen albinisme untuk mengalami kondisi albino yaitu satu berbanding empat.

Anak kedua dalam keluarga Nana Suryana dan Siti Rohma, yaitu Jajang Gunawan, juga albino. Namun anak ketiga mereka yang meninggal saat lahir, tidak.

Yang unik di Desa Ciburuy yaitu bukan hanya satu atau dua keluarga yang membawa gen albino.

Di desa itu bisa dipastikan ada lebih banyak pembawa gen albino di kalangan penduduknya.

Adik Nana Suryana, Amas Masadi yang memiliki pigmentasi normal, juga memiliki dua anak albino, Rosanah dan Usman Lukman Nulhakim.

Artinya, baik istri Nana mapupun istri Amas sama-sama membawa gen tersebut.

Mitos orang kulit putih

Karena desanya relatif terisolasi, kemungkinan penduduk di Ciburuy lebih “utuh secara genetis” daripada desa lainnya yang banyak mengalami migrasi dan asimilasi dengan populasi yang lebih luas.

Dalam populasi yang sangat kecil berarti tingkat perkawinan sedarah lebih tinggi.

Nana Suryana mengatakan ketika dia masih kecil, ayahnya menceritakan bahwa ratusan tahun lalu seorang pria kulit putih datang ke Ciburuy dan menyentuh perut seorang wanita hamil.

Ketika wanita itu melahirkan, anaknya berambut pirang dan berkulit putih. Sejak itu, setiap beberapa generasi, lahirlah anak-anak berkulit putih.

Kini orang albino di Ciburuy dikenal sebagai Walanda Sunda atau orang Sunda kulit putih.

Seperti orang albino di mana pun, Walanda Sunda di Ciburuy sangatlah peka pada sinar matahari karena kurangnya melanin di kulit mereka.

Mereka mengalami risiko kanker kulit yang sangat tinggi, juga memiliki penglihatan yang buruk, mendekati kebutaan dalam beberapa kasus.

Stigma sosial karena terlihat berbeda, terutama dalam masyarakat yang warna kulitnya lebih gelap, juga menyebabkan banyaknya ejekan atau bullying.

Keponakan Nana Suryana, Rosanah (20 tahun) mengatakan dia harus berhenti sekolah karena tak tahan diganggu teman-teman sekelasnya.

Dia juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena tidak tamat sekolah. Dia kebanyakan bekerja di rumah. Dia tak tahu pasti apakah ingin menikah dan memiliki anak, karena takut nanti mereka memiliki kondisi yang sama.

“Kadang-kadang sulit menjadi orang kulit putih. Saya sering diejek di sekolah. Saya suka kesal,” katanya.

Rosanah mengatakan harus berhenti sekolah karena suka diejek oleh murid-murid lainnya.

 

Baca selengkapnya: 

Truk Melintang Ini Bikin Arus Lalin Macet

BOGOR DAILY – Sebuah truk container melintang di tengah jalan akibat mogok, di tanjakan Cibokor, Kabupaten Bogor, Jumat (27/7) pagi. Badan truk yang besar dengan posisi tanjakan yang berbelok berdampak tertutupnya badan jalan oleh truk container ini. Beruntung, kejadian yang terjadi dini hari ini tidak menimbulkan kecelakaan.

Truk yang melaju dari arah Jasinga menuju Leuwiliang, melintang persis di Kampung Cibokor Rt 07 Rw 02 Desa Kalong I, Kecamatan Leuwisadeng, berdampak kemacetan panjang sepanjang Leuwiliang dan Jasinga.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Simangunsong, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa truk ini mogok di perbatasan antara Nanggung dan Leuwiliang. Saat ini supirnya sedang menunggu alat bantu derek dari temannya.

“Bukan kecelakaan pak, tapi mogok, posisinya berada di perbatasan Leuwiliang dan Nanggung, saat ini supirnya lagi menjemput temannya untuk alat derek truk,” jawabnya.

Saat berita ini di turunkan, belum di dapatkan informasi lebih lanjut dari supir truk container ini.

Adik Zulkifli Hasan Ditangkap KPK

BOGOR DAILY – Tim Satuan Tugas Divisi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Kamis hingga Jumat (27/7/2018) dini hari. Kali ini KPK menangkap 7 orang. Salah satunya adalah Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang juga adik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. .

“Betul tim KPK ada yang ditugaskan di daerah Lampung Selatan, dalam beberapa hari ini. Kamis (tadi malam smpai dini hari ini) diamankan 7 orang yang terdiri dari unsur Kepala Daerah/Bupati, anggota DPRD, swasta dan pihak lain yang terkait,” kata Agus.

Agus mengatakan dalam OTT tersebut KPK juga turut mengamankan uang Rp 700 juta. Uang tersebut diduga dipakai sebagai alat transaksi antara beberapa pihak tersebut terkait proyek infrastruktur.

“Tim mengamankan uang Rp 700 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu. Diduga terkait dengan proyek infrastruktur,” katanya.

Terlaksananya OTT tersebut kata Agus setelah KPK mendapatkan informasi dari masyarakat.  “Kami melakukan cross check terhadap informasi yang dilaporkan oleh masyarakat tentang adanya dugaan transaksi,” tandas Agus.

Sebelum penangkapan terhadap adik kandung dari Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut, KPK menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Jawa Barat Wahid Husein.

Wahid diduga ditangkap karena memperjualbelikan fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamsikin terhadap narapidana korupsi Fahmi Dharwansyah.

Perumnas Dramaga Bogor Tinggal Jual Rumah Komersil

BOGOR DAILYY Perum Perumnas menargetkan serah terima unit rumah subsidi di Perumnas Dramaga Bogor secara bertahap akan dimulai pada akhir tahun 2018. Saat ini proyek tersebut sedang melakukan kontruksi pembangunan unit rumah dan infrastruktur jalan beton.

“Rencana memang pada tahap pertama sekitar 500 unit akan mulai diserahterimakan dan akad kredit pada akhir tahun secara bertahap,” kata Assisten Manager Marketing (AMM) Perumnas Dramaga Bogor Tatag Hastungkoro seperti dilansir Investor Daily di Bogor, Rabu (25/7).

Seperti diketahui bahwa, Perumnas sebagai BUMN khusus yang menyediakan perumahan yang terjangkau mengembangkan rumah subsidi di kawasan Bogor dengan nama Perumnas Dramaga Bogor diatas lahan seluas 40 hektar.

Saat ini rumah subsidi sebanyak 1200 unit rumah sudah terjual habis, dan rumah komersial sebanyak 1000 unit saat ini penjualan sudah mencapai 50% lebih. “Kalau masyarakat yang mau mencari rumah subsidi sudah tidak ada karena sudah terjual seluruhnya dan tinggal komersial,” kata Tatag.

Menurutnya, harga rumah yang dibanderol di Perumnas Dramaga Bogor pada awal peluncuran setahun lalu untuk tipe 28 seharga Rp 140 juta. Sedangkan tipe 21 harganya Rp 120 juta.

Perumahan di Perumnas Dramaga, memiliki keunggulannya untuk pertama kalinya, rumah tapak besutan Perumnas menggunakan dinding precast dan tidak terbuat dengan bata ataupun batako untuk dindingnya. Karena konstruksi yang singkat sekitar 14 hari, dari segi kualitas pun lebih baik dan lebih kuat daripada menggunakan batu bata.

“Semua dinding menggunakan precast dan lebih kuat dan aman, sedangkan untuk MCK kedalaman dua meter lebih dan kita memang jaga kualitas,” kata Tatag.

Kedepan kata dia, sistem satu pintu juga akan diterapkan untuk menyamanan penghuni di Sentraland. Kemudian rencana akan dibuat area sekolah bekerjasama dengan pemda Bogor, sutle bus, taman kota dan sarana komersial lainnya, seperti water boom.

Saat ini, lanjut Tatag, progres pembangunan fisik masih melakukan pengerjaan infrastrutkur jalan dengan beton, sehingga butuh waktu lama untuk bisa dilewati. Kemudian juga sebagian rumah sudah jadi dan tinggal pemasangan atap dengan mennggunakan rangka baja ringan. “Ya mudah mudahan dalam waktu dekat dan akhir tahun tahap satu sudah bisa diserahterimakan kepada konsumen,” pungkasnya. (imm)

Ini Klarifikasi Kapolresta Bogor Kota Terkait ‘Tawuran Hal Biasa’

BOGOR DAILY  Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengklarifikasi terkait pemberitaan yang sebelumnya telah dimuat Bogordaily.net dengan judul “Kapolres Sebut Tawuran Hal Biasa” pada 6 Juli 2018.

Saat rilis di Mapolres Bogor Kota Selasa (24/7) kemarin , Kapolresta Bogor Kota, mengatakan bahwa Kota Bogor termasuk daerah yang sering terjadi tauran. Sehingga, langkah pencegahan melalui patrol di siang dan malam hari kerap dilakukan.

“Kami bukan bilang tawuran itu hal biasa. Tapi biasa disini adalah kegiatan itu sudah ada. Dan polisi sudah biasa melakukan kegiatan (pencegahan) dan penangkapan terjadap pelaku tawuran,”ungkap Ulung.

Menurut Ulung, patroli yang biasa dilakukan merupakan kegiatan rutin. Hasilnya, juga sudah banyak anak-anak yang mendapat pembinaan khusus. “Perlu disampaikan bahwa kami sudah banyak melakukan penangkapan anak di bawah umur. Mereka bawa senjata tajam,”ujarnya.

Untuk saat ini lanjut Ulung pihaknya juga akan lebih tegas menindak anak-anak yang kedapatan membawa senjata tajam. “Tahapan saat ini, kami akan menangkap dan memproses pelajar yang bawa senjata tajam. Kalau kemarin kan masih ada pertimbangan tertentu.Kalau sekarang tidak lagi,”pungkasnya (bd)