Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8702

Ini Penampakan saat Penertiban Tujuh Rumah Dinas TNI AD

BOGOR DAILY – Tujuh rumah dinas (rumdis) milik TNI AD yang berada di wilayah Asrama Sempur Kidul, Kota Bogor ditertibkan pada Rabu (25/07/18). Penertiban dilakukan oleh jajaran Komando Resor Militer (Korem) 061/Suryakancana dibantu satuan jajaran Kodim 0606/Kota Bogor, Yonif 315/Garuda, Balak Aku Korem dan Polresta Bogor Kota.

Kasrem 061/Sk Letkol Kav Eko Saptono selaku ketua tim penertiban rumdis TNI AD mengatakan, rumah dinas tersebut merupakan Inventaris Kekayaan Negara (IKN) atau aset negara yang berkekuatan hukum. Bahwa tanah itu, bersertifikat negara.

Tindakan penertiban dilakukan karena ketujuh rumah dinas tersebut sudah tidak ditempati oleh orang yang berhak, sehingga menyalahi fungsi dan aturan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan aturan, rumah dinas diperuntukkan bagi prajurit TNI aktif, PNS aktif, Purnawirawan dan Warakawuri yang belum memiliki rumah atau masih mengontrak di luar. Penertiban dilakukan sebagai langkah akhir berdasarkan perintah Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi tentang aturan yang berhak menempati rumah dinas.

“Sejauh ini, rumah dinas tersebut diisi oleh pihak-pihak yang bukan haknya. Kita sudah melakukan sosialisasi sejak mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 di tahun 2013. Kemudian SP 2 di 2016, SP 2 Lanjutan bulan Januari 2018 sampai SP 3 tanggal 15 Juli 2018 juga sudah diberikan. Oleh karena itu, rumah ini akan dieksekusi agar aset negara tidak lepas dan kembali pada fungsinya,” tegasnya.

Baca selengkapnya…

Brakk! Rumah Ambruk, Begini Nasib Kakek 95 Tahun di Babakanpasar

BOGOR DAILY – Insiden atap ambruk terjadi di Kota Bogor. Rumah di Kampung Pada Benghar Jalan Roda II, gang mesin RT 2/9 Kelurahan Babakanpasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ambruk pada Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 05.00 WIB

Rumah tersebut dihuni oleh Ridwa Nulhakim bersama sang istri, Dita Juwita dan ayahnya yang berusia 95 tahun.Ridwan menuturkan bahwa kondisi pondasi dari rumahnya memang sudah rapuh, ditambah guyuran hujan yang beberapa hari turun di sejumlah kawasan Bogor.

“Kemarin kan hujan terus, jadi kayunya lembab dan lapuk, emang sudah terasa juga kaya goyang gitu, pas jam dua udah kaya mau jatuh, pas pukul 05.00 WIB tadi jatuh semua atapnya,” ujar ayah dari dua anak tersebut.

Menurut ridwan, saat kejadian dirinya sempat kesulitan keluar karena ayahnya terjebak di reruntuhan.  “Iya saya juga sempat susah keluar karena ada reruntuhan, terus di kamar juga ada bapak usianya sudah 95 tahun pendengarannya juga kurang, makanya kita bopong keluar,” ujar Dita sambil memperagakan saat menyelamatkan sang ayah.

Meski demikian Dita dan Ridwan sangat bersyukur tidak ada yang terluka akibat kejadian tersebut. “Alhamdulillah selamat semua, enggak ada yang luka iya masih untung dan bersyukur,” katanya.

sumber:  TribunnewsBogor.com

Dijatah Rp105 M, RE Martadinata Bogor Dibangun Mulai Agustus

BOGOR DAILY – Rencana pembangunan flyover  untuk mengatasi kemacetan akibat perlintasan sebidang di Jalan Raya RE Martadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor, bakal segera terwujud. Proyek yang molor sejak dua tahun silam itu kini dalam tahapan penyelesaian pembebasan lahan.  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyebutkan, flyover di Jalan RE Martadinata akan dibangun mulai tahun ini dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sebesar Rp105 miliar.

“Ya, saat ini kami sedang melakukan musyawarah harga pembebasan lahan dengan warga yang terdampak pembangunan cepat selesai,”  ujar Chusnul di Balai Kota Bogor, Selasa (24/7/2018).

Pihaknya menargetkan proses musyawarah harga pembebasan lahan ini harus selesai awal Agustus. Sebab, diperkirakan pekerja fisik pembangunan harus dilakukan pertengahan Agustus, terlebih proses lelangnya sudah dilakukan Kementerian PUPR.

“Di 2016 dan 2017 kami sudah melakukan pembebasan lahan dan 2018 ini masih ada lahan yang harus dibebaskan sesuai hasil finalisasi desain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  dengan anggaran Rp14 miliar,” ungkapnya.

Chusnul menyebutkan, total anggaran untuk pembangunan flyover RE Martadinata dari Kementerian PUPR sebesar Rp105 miliar dengan skema anggaran multiyears dan ditargetkan 2019 sudah bisa difungsikan.

“Penyesuaian desain sudah dilakukan di 2018 ini, kami hanya mendapatkan hasil pembangunan saja karena semua proses lelang dan pembangunan dilakukan pusat (Kemen PUPR),” katanya.

Upaya Pemkot Bogor yang akan merealisasikan pembangunan jembatan layang di Jalan RE Martadinata mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan. Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Laniasari, menegaskan, intensitas kereta api yang memotong Jalan RE Martadinata menjadi penyebab antrean kendaraan kerap mengular. Kondisi semakin parah akibat badan jalan yang cenderung sempit.

“Jadi, kalau memang ada flyover, pengendara tidak perlu lagi menunggu kereta untuk lewat. Sehingga lalu lalang kereta setiap tiga sampai lima menit sekali, tak berdampak lagi terhadap arus lalu lintas di Simpang Kebon itu,” katanya.

Menurut dia, kepadatan di Jalan RE Martadinata sebenarnya sudah menjadi isu yang sering dikeluhkan publik. Bahkan, pihaknya kerap mendapat keluhan dan tuntutan langsung dari warga yang meminta solusi atas kemacetan itu.

“Saya sendiri kerap menjadi korban kemacetan perlintasan sebidang Jalan RE Martadinata, khususnya saat mengantar anak sekolah pada pagi hari dan pulang kerja pada sore hari,” paparnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berharap saat pelaksanaan pembangunan tidak ada penutupan di Jalan RE Martadinata. “Jalan tersebut sudah menjadi akses utama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bogor Tengah dengan Bogor Barat. Mudah-mudahan permasalahan ini segera ada solusi,” tegasnya.

sumber:  Sindonews.com

Biaya Sertifikasi Tanah di Bogor Ditetapkan Rp 150 Ribu

BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan, biaya bagi masyarakat yang ingin mensertifikatkan tanahnya melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 hanya membayar Rp 150 ribu. Ketentuan ini sudah diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) yang dikeluarkan pada Januari ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Rp 150 ribu itu sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri yang diturunkan dalam Perwali. “Kami, terutama BPN (Badan Pertanahan Nasional) akan terus memantau agar di lapangan tidak ada penyelewengan,” ujarnya dalam acara pencanangan pengukuran bidang tanah di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (4/1).

Kota Bogor menargetkan 60 ribu bidang tanah di Bogor Barat dan Bogor Selatan akan mendapatkan sertifikat dalam program PTSL 2018. Maksimal, September 2018, program ini sudah rampung dan akan dilanjutkan dengan 29 ribu bidang tanah pada 2019.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor, Hanafi, menjelaskan, penerbitan Perwali dilakukan untuk mencegah adanya pungutan-pungutan liar dari oknum tertentu. “Rp 150 ribu itu digunakan untuk penggandaan berkas dari panita PTSL di kelurahan dan sebagainya,” katanya

Program ini disambut baik oleh Aminah (43), salah seorang warga Kelurahan Pasir Jaya yang sudah mendaftar 10 bidang tanahnya. Sebab, ia sudah mendapat hak secara jelas atas tanah yang sudah turun temurun ia kelola tanpa status itu.

Aminah berharap, program ini bisa terus berjalan aecara merata di seluruh Kota Bogor agar semua masyarakat bisa mendapat hak atas tanah. “Kami jadi terhindar dari kemungkinan penyelewengan,” ucap ibu dari tiga anak ini.

Bocah SMP Ini Sudah Kendarai Mobil, Lihat Platnya

BOGOR DAILY – Aksi berkendara nekat kali kini kembali dilakukan oleh seorang anak SMP dengan mobil Honda CR-V dengan pelat nomor aneh. Hal itu tentunya sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Meski bukan kebut-kebutan atau membahayakan pengendara lain seperti aksi remaja pada umumnya, namun layak dijadikan pelajaran.Sebuah video diunggah akun instagram @infocegatansukoharjo pada Senin (23/7/2018). Awalnya video tersebut direkam dan diabadikan akun @bambang_saptono.

Video dimulai dengan mobil  Honda CR-V berwarna hitam yang memiliki pelat nomor unik, A D4 41DS. Melihat pelat nomornya saja tentunya cukup kaget dan menyita perhatian.

Padahal sesuai Pasal 39 ayat 5, TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang tidak dikeluarkan Korlantas Polri dinyatakan tidak sah atau palsu.Tak cukup sampai di situ, pengendara mobil berpelat nomor palsu tersebut ternyata seorang siswa SMP lengkap dengan seragam biru putihnya.

Hal ini tentunya juga melanggar UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan yang mana menyatakan siapapun yang mengendarai motor atau mobi minimal harus berusia 17 tahun. Dan yang paling mencengangkan, saat anak SMP itu ditanya apakah ia tidak takut dengan polisi jawabannya cukup membuat kaget.

Ia mengatakan tidak takut dengan polisi, karena polisi baik dan sama – sama manusia. Sayangnya, sampai video ini tersebar belum ada konfirmasi atau tindakan dari pihak kepolisian.

Bagi orang tua, alangkah lebih baik untuk bijak dalam memberikan fasilitas mobil atau sepeda motor kepada anak – anaknya yang masih di bawah umur

baca selengkapnya

Suami yang Mutilasi Istrinya Divonis 15 Tahun

BOGOR DAILY – Masih ingat dengan kasus pembunuhan sekaligus mutilasi seorang wanita di Karawang? Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memvonis M Kholili, terdakwa kasus pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap istrinya, Siti Saidah alias Nindy atau Nindya, dengan hukuman 15 tahun enam bulan penjara.

“(Terdakwa) Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan kekerasan kepada korban dan melakukan perbuatan sadis terhadap jenazah korban,” kata Ketua Majelis Hakim Judi Prasetya, dalam putusan sidang di Pengadilan Negeri Karawang.

Vonis majelis hakim 15 tahun enam bulan penjara kepada M Kholili, sedikit lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum yang pada sidang sebelumnya menuntut Kholili 14,5 tahun penjara. Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai sesuai dengan fakta persidangan, unsur dengan sengaja melakukan kekerasan kepada pasangan telah terpenuhi.

Majelis hakim juga menyatakan, kalau Kholili secara sah dan meyakinkan membuang dan membakar potongan mayat istrinya sendiri.

Selanjutnya, terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.  Perbuatan terdakwa dinilai majelis hakim tidak manusiawi, dan dapat meresahkan masyarakat. Sementara itu, dalam melakukan aksinya, Kholili memukul Nindy hingga tewas di rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, Telukjambe Timur, Karawang pada 4 Desember 2017.

Setelah menyadari istrinya tewas, terdakwa kemudian memutilasi dan membuang potongan tubuh korban secara terpisah. Kholili membuang kepala dan kedua kaki korban di dekat Curug Cigentis, Loji, Karawang. Sedangkan tubuh dan lengan korban dibakar di semak semak di Desa Ciranggon, Majalaya, Karawang.

sumber :  Suara.com

TGB di Barisan Timses Jokowi

Jakarta – Gebrakan demi gebrakan datang dari TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Setelah mundur dari Partai Demokrat, TGB kini dinyatakan bakal ikut memimpin timses Jokowi.

TGB telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin. Namun dia tak mengungkap alasannya.

Sebelum mengundurkan diri, TGB lebih dahulu menyatakan dukungannya terhadap Joko Widodo pada Pilpres 2019. Sikap itu berbeda dengan Demokrat, yang belum menentukan pilihan.

Kini PDIP akan menjadikan TGB sebagai salah satu pimpinan tim kampanye Jokowi pada Pilpres 2019. Tapi PDIP akan lebih dahulu mengajak TGB berdialog.

“Ya, tentu saja beliau kan sudah memberikan dukungan kepada Pak Jokowi. Mereka yang telah satu napas kepemimpinan memberikan dukungan kepada Pak Jokowi tentu kita akan ajak sama-sama dalam memimpin tim kampanye yang begitu besar, diperlukan juga tanggung jawab di daerah untuk memenangkan Pak Jokowi,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Selasa (24/7/2018).

Bagi PDIP, dukungan TGB ke Jokowi adalah angin segar. Peluang TGB bergabung ke PDIP terbuka lebar.

“TGB yang memberikan dukungan untuk Pak Jokowi ini merupakan angin segar, merupakan hal yang sangat positif dan akan memperkuat kepemimpinan Pak Jokowi karena beliau juga sangat paham kepemimpinan Pak Jokowi yang sangat memperhatikan daerah-daerah tertinggal tersebut,” ujar Hasto.
(imk/imk)

Pelaku yang Bacok Siswa Sampai Tewas Sudah Ditangkap

BOGOR DAILY -Polisi berhasil meringkus kawananan pelajar yang terlibat pembacokan terhadap siswa SMA, RF (16) usai nonton bareng piala dunia di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Saeral, Kota Bogor.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengatakan pelakunya dua orang dan sudah ditangkap di dua lokasi berbeda. Seorang pelaku ditangkap di Bogor dan satu pelaku lainnya ditangkap, Sabtu (21/7/2018) di Berebes

“Diawali memang dini hari pukul 01.30 ada laporan, kemudian kita olah TKP sampai sore dalam waktu 24 jam kita sudah mengetahui siapa-siapa yang menjadi pelakunya,” kata Kompol Agah di Mapolresta Bogor Jalan Kapten Mulihat, Selasa (24/7/2108).

Agah menyebutkan peran masing-masing pelaku berbeda. Seorang pelaku menghadang, sementara satu pelaku lainnya melakukan pembacokan. “Sakit hati kemudian dihadang kembali, yang menghadang itu tersangka,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan saksi terungkap asal usul terjiadinya pembacokan tersebut. Sebelum peristiwa tersebut sempat terjadi perkalahian antara kelompok korban dengan pelaku.

Ia memastikan kasus bukan dipicu dendam, begitu juga perkelahian yang terjadi bukan antar kelompok sekolah atau berandalan bermotor.

Perkelahian dipicu akibat dua kelompok remaja tersebut menongkrong. Agah menjelaskan para pelaku masih berusia di bawah umur. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 undang undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

sumber: Tribunnews.com

 

 

Sudah Ada Satu Nama Cawapres Jokowi

BOGOR DAILY – Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, nama calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 sudah mengerucut menjadi satu nama. Siapakah dia?

Menurut Romy (sapaan Romahurmuziy) satu nama cawapres itu terungkap saat enam ketua umun parpol pendukung Jokowi bertemu di Istana Bogor, Senin (23/7/2018) malam.

Selain Romy, hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Hanya saja, Romy enggan menyebut siapa nama cawapres yang sudah dikantongi Jokowi tersebut.

“Sudah (mengerucut satu nama). Tentu seperti yang disampaikan, kita tidak akan menyampaikan hal tersebut,” kata Romy di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Romy menjelaskan, partai koalisi menyerahkan sepenuhnya pada Jokowi. Nantinya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang akan mengumumkan sendiri nama cawapresnya.

“Karena hak tersebut kita sepakati kepada Pak Jokowi (yang menyampaikan). Pada intinya, kita tadi makan di belakang halaman Istana Bogor. Di sana ada rusa yang berkeliaran. Tapi karena hujan, kami jadi masuk ke dalam,” ujarnya.

Untuk diketahui, nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umun PKB Muhaimin Iskandar sebelumnya masuk dalam bursa kandidat bakal cawapres Jokowi.

Saat ditanya sudah ‘legowo’ apabila nantinya tak dipilih, Airlangga langsung buka suara.

“Jadi semua sudah menyepakati bahwa seluruh mekanismenya diserahkan ke Pak Presiden dan disepakati juga bahwa waktu dan detailnya pada waktunya Pak Presiden akan sampaikan,” ucap Airlangga.

Ia menegaskan, siapapun pilihan Jokowi di Pilpres 2019, enam partai politik pengusung Jokowi tetap memberikan dukungan untuk memenangkan calon petahana.

“Semua sudah sepakat. Yang jelas kita semua sudah bulat (dukung Jokowi),” kata Airlangga Hartarto.

 

 

1.500 Lowongan Kerja Terbuka Lebar di Bogor

BOGOR DAILY -Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor kembali menyelenggarakan Bursa Kerja Ekspo.

Menurut rencana, kegiatan tersebut akan berlangsung pada 9 sampai 10 Agustus mendatang dididi Bogor Trade Mall (BTM).

Tersedia lebih dari 1.500 lowongan yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Seluruhnya berasal dari 30 perusahaan berskala nasional maupun lokal.

Menurut Kepala Disnakertrans Kota Bogor, Samson Purba, SE.MM, kegiatan ini merupakan amanat UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja.

“Berdasarkan UU dan peraturan menteri tersebut, setiap pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota diminta untuk menyelenggarakan bursa kerja setiap tahun,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan upaya menyerap tenaga kerja dengan cara yang relatif lebih mudah, efisien dan efektif. Sekaligus dilaksanakan untuk menekan angka pertumbuhan jumlah pengangguran.

Sejauh ini bursa kerja yang sudah berlangsung di Kota Bogor telah berpengaruh terhadap menurunnya jumlah pengangguran di Kota Bogor.

Informasi BPS Sakernas dan Pusdatin Kemenker RI menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor pada tahun 2017 menurun 1,51% dibanding tahun 2015.

Pada tahun 2015, jumlah pengangguran terbuka di Kota Bogor mencapai 49.942 orang dan tahun 2017 turun menjadi 47.438 orang.

Sementara itu jumlah pencari kerja tahun 2017 yang terdata di Disnakertrans Kota Bogor mencapai 3.907 orang dan di tahun 2018 sampai dengan Juni telah tercatat 1.909 orang.

Sedangkan jumlah pencari kerja yang telah ditempatkan pada tahun 2016 mencapai 1.145 orang dan di tahun 2017 meningkat menjadi 2.669 orang.

Menurut Samson, penurunan jumlah pengangguran di Kota Bogor dikarenakan kondisi perekonomian di Kota Bogor dalam beberapa tahun terakhir cukup baik. Dalam kondisi seperti itu, “Permintaan terhadap tenaga kerja atau angkatan kerja produktif menjadi naik,” paparnya.

Sektor perdagangan dan jasa kemasyarakatan menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kota Bogor.

“Kedepan beberapa sektor yang diprediksi masih bisa bertahan dan menyerap banyak tenaga kerja akan dimaksimalkan,” lanjut Samson yang juga mengingatkan para pencari kerja agar terus meningkatkan kapasitas diri untuk bisa memiliki daya saing yang tinggi.

Bagi pencari kerja yang akan mengunjungi bursa kerja tersebut, dipersilakan untuk terlebih dahulu melakukan pendaftaran untuk mendapatkan tiket gratis.

Pendaftaran dapat dilakukan dengan membuka Web atau Facebook Disnakertrans  Kota Bogor. Cara ini diperlukan untuk menghindari, mencegah dan meminimalisir praktek penipuan yang mengatasnamakan Disnakertrans Kota Bogor maupun perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.