Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8711

3 Perwira Polisi Sudah Dicopot dalam Sepekan

BOGOR DAILY– Dalam sepekan ini, Mabes Polri mencopot tiga orang perwira menengah dari jabatannya. Ketiga perwira itu yaitu, AKBP Sunario, AKBP Bambang Widjanarko, dan yang teranyar AKBP M. Yusuf.

AKBP Sunario dicopot dari jabatan Kapolres Ketapang setelah viralnya gambar plakat kerjasama Polres Ketapang dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok. Foto itu menunjukkan plakat bertuliskan Kantor Polisi Bersama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou.

Di dalam surat telegram nomor ST/1726/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018, tertulis AKBP Sunario yang merupakan Kapolres Ketapang dimutasikan sebagai Pamen Polda Kalbar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal menyatakan,  AKBP Sunario akan dibebastugaskan dari jabatannya saat ini “Soal viral foto plakat tersebut, Kapolres Ketapang akan dibebastugaskan dari jabatannya yang sekarang,” sebut Iqbal ketika dikonfirmasi, Jumat (13/7/2018).

Iqbal menyatakan, apa yang dilakukan Kapolres Ketapang tersebut tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri.  Kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain merupakan kewenangan Mabes Polri. “Hari ini juga kapolres dipindahkan sebagai pamen (perwira menengah) di Polda Kalbar,” tutur Iqbal.

Selanjutnya, AKBP Bambang Widjanarko dicopot dari jabatan Kapolres Pangkep. AKBP Bambang dituduh selingkuh dengan seorang polwan.  Isak tangis mengiringi acara pisah sambut Kapolres Pangkep dari AKBP Bambang Widjanarko, SIK kepada Kapolres Baru AKBP Tulus Sinaga, SIK.

AKBP Bambang dengan istrinya terlihat berlinang air mata.  Awalnya rumor selingkuh itu beredar di Markas Polres Pangkep. AKBP Bambang dituduh selingkuh dengan seorang perwira polwan dengan jabatan kepala unit berinisial ENS.  “Saya titip Polres Pangkep, yah. Mohon maafnya dari segala kesalahan yang saya perbuat selama ini,” ujarnya

Kapolda Sulsel, Irjen Umar Septono membenarkan, pencopotan Bambang karena diduga selingkuh dengan staf Polres Pangkep berpangkat perwira pertama.

Mereka dikabarkan sering jalan-jalan pada malam hari. “Dugaannya ngajak jalan-jalan, tapi untuk pendalaman sampai apa, kita dalami lagi,” kata Umar saat ditemui di Mapolda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (10/7/2018).

Dugaan perselingkuhan ini sedang diproses Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan.

Umar mengatakan, Bambang melanggar disiplin sehingga dicopot.

“Karena dia pimpinan, sedikitpun apa-apa, yang dia buat tidak baik, ya kita segera mengganti dia,” kata Umar, mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat.

Menurut Umar, tidak semestinya seorang pimpinan apalagi jabatannya adalah Kapolres melakukan kesalahan hingga mencoreng citra Polri. Umar mengatakan secara tegas, jika ada Kapolres mencoreng citra Polri, maka tentu akan dilakukan sebuah tindakan tegas tanpa adanya kompromi dan pengecualian.

“Intinya tidak ada perlindungan, karena polisi sedang membangun citra Polri diterima masyarakat, malah ada yang mencoreng citra itu,” kata Umar.

Penarikan Bambang berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri Nomor ST / 1679 / VII / KEP. / 2018 yang dikeluarkan langsung dari Mabes Polri. Kasus terakhir yang juga tak kalah menghebohkan yaitu, pencopotan AKBP M. Yusuf dari jabatan Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung

Pencopotan itu dilakukan setelah viralnya video yang diduga AKBP M. Yusuf sedang menendang seorang ibu yang diduga melakukan pencurian di toko miliknya, di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (11/7/2018) sekira pukul 19.00 WIB.

Bahkan dalam video itu terlihat, ibu tersebut terlihat bersimpuh sembari memohon ampun.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohamad Iqbal mengatakan, kejadian itu membuat Kapolri gusar.

“Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan copot AKBP Y hari ini juga,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/7/2018).

Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat seorang pria menggunakan baju oranye menendang dan memukuli seorang ibu dan seorang anak laki-laki di Bangka Belitung.

AKBP M. Yusuf dicopot sesuai telegram ST/1786/VII/2018 yang ditandatangani Karo SDM Polda Babel Kombes Enjang Hasan Kurnia. Jabatan Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung yang ditinggalkan AKBP M. Yusuf diisi oleh  AKBP Stevanus.

Iqbal menerangkan, perilaku AKBP M. Yusuf tidak mencerminkan jargon polri yang profesional, moderen, dan terpercaya. “Anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif,” kata Iqbal.

Kini, AKBP M. Yusuf harus menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.”Tentunya setelah dicopot, akan ada mekanisme yang bersangkutan akan lalui di Propam,” ucap Iqbal,

 

Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Menteng Bogor

BOGOR DAILY Pengedar narkotika jenis ganja dan sabu-sabu di Kota Bogor ditangkap Satres Narkoba Polresta Bogor Kota. Penangkapan dilakukan di daerah Menteng Asri, Bogor Barat, Kota Bogor.

“Berawal dari informasi masyarakat, di daerah Menteng Asri, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ada kecurigaan seorang warganya menggunakan dan mengedarkan narkotika jenis shabu-shabu dan ganja,” ujar Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Yuni Astuti.

Warga yang melapor pun turut memberikan ciri-ciri fisik orang yang dicurigai ini. Di antaranya memiliki kondisi fisik tinggi sedang, rambut hitam rulus, dan kulit putih. Nama warga ini diketahui adalah Jaka.

Pihak kepolisian pun melakukan melakukan penyelidikan dan observasi terhadap terlapor. Ketika ditemui di rumahnya, laki-laki ini mengaku bernama Koswara atau Jaka. “Tim lalu melakukan penggeledahan san ditemukan sabu-sabu di kantong celana belakang Jaka seberat 9,17 gram,” lanjut AKP Yuni.

Jaka pun mengaku jika masih menyimpan narkotika jenis ganja di rumah orang tuanya di Bumi Menteng Asri. Saat dilakukan penggeledahan di lokasi tersebut, ditemukan ganja seberat 280 gram.

Pria kelahiran tahun 1977 ini menyebut ia memperoleh narkotika ini pada Ahad (8/7) di daerah Cipayung dari seseorang dengan nama Epul. Jaka beserta barang bukti yang ditemukan kini telah dibawa dan diamankan di Polresta Bogor Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan ini dilakukan Selasa (10/7) pukul 23:00 WIB. Pelaku pun terancam dikenai pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahunn 2009

sumber:  Republika.com

Uji Coba Parkir Meter Berlaku Mulai Bulan Depan di Bogor

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, berencana menguji coba penerapan parkir elektronik mulai Agustus hingga Desember 2018. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati mengungkapkan uji coba terminal parkir meter akan ditempatkan di dua ruas jalan, yakni Jalan Otto Iskandar Dinata dan Jalan Suryakencana.

“Terminal parkir meter (parkir elektronik) menggunakan sistem pembayaran dengan e-money,” kata Rakhmawati seperti dilansir cnn Indonesia.com

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dishub Kota Bogor Dodi Wahyudi mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan dua  bank BUMN yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) untuk alat transaksi pembayaran retribusi parkir elektronik.

“Untuk memudahkan masyarakat pengguna jasa parkir dapat melakukan penambahan saldo di retail-retail bank terdekat,” katanya.

Sistem parkir baru ini, lanjutnya, juga telah banyak diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bandung. Jika uji coba selama lima bulan hasilnya positif, maka Pemda akan mengenakan tarif progresif kepada pengendara. Pihaknya juga mengusulkan adanya perluasan parkir elektronik di beberapa ruas jalan lainnya.

Ia mengatakan penggunaan teknologi mutakhir dalam sistem perparkiran akan membantu pengelolaan kota terlihat lebih tertata. Fungsi lain, untuk transparansi serta meminimalisir kebocoran Pendapatan asli daerah (PAD) dari retibusi parkir.

Penataan parkir di pusat Kota Bogor ini juga menjadi salah satu upaya mengatasi kemacetan di kawasan pusat kota, khususnya di Jl Otista dan Suryakencana, yang merupakan kawasan padat parkir kendaraan. Dia menambahkan tahap awal uji coba parkir elektronik akan ditepatkan 18 alat parkir meter yang tersebar di dua lokasi tersebut. Selain itu, terdapat pula CCTV untuk keamanan alat parkir meter, serta pengerahan personil di lapangan untuk melakukan piket malam.

sumber: Cnnindonesia.com

KPK Tangkap Tangan Anggota DPR

Bogor Daily – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan, Jumat (13/7/2018). Kali ini KPK dikabarkan menangkap anggota DPR RI. Namun, KPK belum bersedia memberikan penjelasan detail. “Ada kegiatan di Jakarta, tunggu konpers besok,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini belum diketahui siapa identitas penyelenggara negara yang ditangkap. KPK juga belum memberi informasi lebih lanjut terkait perkara yang sedang ditangani. Pihak yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK. Rencananya, Sabtu (14/7/2018) besok, KPK akan menggelar jumpa pers terkait penangkapan tersebut.

update: Sementara itu, Politisi Partai Golkar Maman Abdurrahman membenarkan adanya penangkapan anggota DPR berinisial ES oleh KPK. ES ditangkap di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di Kompleks Widya Chandra, Jakarta.

Maman mengaku berada di rumah dinas Mensos ketika KPK membawa ES. Ia menjelaskan, saat itu, Idrus tengah menggelar acara ulang tahun pertama anaknya.  Acara itu dihadiri pejabat Kemensos, keluarga, dan kolega Idrus, termasuk ES. Mamam mengatakan, ES hadir sekitar pukul 14.00 WIB. “Sekitar Pukul 15.00 WIB, datang Petugas KPK menemui Mbak ES untuk ikut ke Kantor KPK untuk dimintai keterangan dengan menunjukkan Sprindik,” ujar Maman dalam pesan singkat. “Sekitar pukul 15.15 WIB, ES ijin pamit pergi bersama KPK,” tambah dia.

Maman menekankan, tidak ada operasi tangkap tangan di rumah dinas Mensos seperti informasi yang beredar. Menurut dia, petugas KPK hanya menjemput ES. “Sampe sekarang kita belum mengetahui terkait apa ES dijemput oleh KPK. Untuk lebih jelasnya terkait kasus ES kita bisa menunggu keterangan resmi dari KPK,” ujar Maman.

Jurnalis Senior Yopi Doroh Bakal Maju Di Pileg 2019 Lewat PDIP

BOGOR DAILY – Salah satu wartawan senior salah satu media cetak nasional, Yopy Doroh, yang bertugas di Bogor, digadang-gadang bakal maju pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang melalui partai besutan Megawati Soekarno Putri yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Bogor.

Yopi Doroh mengatakan, saat ini dirinya tengah menunggu keputusan pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan terkait Daftar Calon Tetap (DCT). Sementara dari hasil Pleno DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ia memperoleh nomor urut 7 pada Daftar Calon Sementara (DCS).

“Untuk DCT diprediksi sebelum tanggal 17 Juli 2018 ini sudah bisa keluar dari DPP. Dan saya berencana maju di Dapil 2 Bogor Utara,” ujar Yopi saat ditemui portaljabar.net, Jumat (13/7/2018).

Ia menambahkan, prediksi tersebut berdasarkan batas waktu pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni pada 17 Juli 2018 pukul 00.00 WIB.

Yopi mengaku, telah memenuhi seluruh berkas persyaratan pendaftaran dirinya, untuk nantinya diserahkan kepada pihak KPU secara kolektif oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bogor untuk mendaftar.

“Semua sudah selesai saya penuhi dan berkasnya sudah diserahkan ke DPC untuk di daftarkan pada 17 Juli 2018 pagi,” katanya.

Disinggung soal profesinya selama ini sebagai awak media, Yopi menegaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan rencananya maju di Pileg tersebut kepada pihak perusahaan media di tempat dirinya bekerja.

“Sejauh ini pihak perusahaan menilai positif. Saya sudah sampaikan semua rencana saya ini, dan saya akan mengambil cuti selama pencalonan saya nanti,” tegasnya.

Untuk diketahui, mengacu pada Pilkada Serentak 27 Juni 2018 lalu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, tercatat ada sebanyak 119.700 pemilih. Dimana jumlah tersebut akan diperebutkan oleh sebanyak 14 partai politik peserta pemilu.

Sementara kuota kursi di DPRD Kota Bogor Periode 2019-2024 sebanyak 50 kursi. Artinya masing-masing partai akan mempersiapkan calon-calon mereka sebanyak 50 kadernya yang tersebar di enam daerah pemilihan (Dapil) atau di enam Kecamatan.

Jika rata-rata setiap Dapil terdapat 9 calon legislatif (caleg) untuk masing masing partai, maka jumlah calon legislatif yang bakal bertarung memperebutkan 50 kursi di DPRD ada sebanyak 126 caleg yang akan berusaha mengambil simpati dari 119.700 DPT. “Target PDI Perjuangan di Dapil Utara sebanyak 3 dari 9 caleg lolos ke DPRD,” pungkas Yopi. (Her)

Bima Arya Terima Tanda Jasa Bakti dari Menteri Koperasi dan UKM

Bogor Daily – Walikota Bogor Bima Arya menerima tanda jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Lencana emas dan piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di The Grantage Hotel, Tangerang, Rabu (11/7/2018) malam.

Atas prestasi itu, Bima Arya mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bogor terkait pembinaan untuk memajukan sektor ekonomi, khususnya melalui koperasi dan UKM di kota hujan ini.

“Penghargaan ini buah upaya banyak pihak. Bukan soal saya pribadi atau Pemkot, tapi seluruh komponen lain yang turut bekerja keras untuk kepentingan bersama berdasarkan prinsip ekonomi rakyat,” ungkap Bima disela menerima penghargaan tersebut.

Di tempat yang sama hadir pula mendampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas S. Rasmana. Menurut Anas, penghargaan yang diraih Bima Arya merupakan kali pertama Kota Bogor mendapatkannya. “Buat kami ini sejarah. Walikota Bogor sebelumnya belum pernah ada yang mendapatkan Tanda Jasa Bakti Koperasi dan UKM. Tentunya ini bukti bahwa komitmen pemerintah sangat tinggi terhadap pengembangan dan pembinaan koperasi dan UMKM di Kota Bogor,” kata Anas.

Dijelaskan Anas, sejumlah kebijakan Bima Arya sangat berdampak langsung terhadap iklim ekonomi terutama pada sektor koperasi dan UKM sehingga penghargaan tersebut sangatlah wajar disematkan kepada Walikota Bogor.

“Kebijakan anggaran selama periode kepemimpinan Pak Bima Arya sangat berpihak kepada sektor koperasi dan UKM dengan anggaran mencapai Rp94,96 miliar. Koperasi dan UKM bukan hanya bertahan, tapi mampu menjadi pemenang di tengah krisis ekonomi global,” jelasnya.

Kebijakan lain yang dilakukan Bima Arya adalah pembentukan organisasi kedinasan terhadap Koperasi dan UMKM. Sebelumnya sektor ini hanya menjadi bagian dari bidang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Saat ini, sudah hadir secara mandiri Dinas Koperasi dan UMKM sehingga lebih fokus dalam pengembangan ekonomi rakyat.

“Walikota Bogor juga berhasil mengubah 86 unit Lembaga Keungan Mikro (LKM) yang bel berizin dan berbadan hukum menjadi sebuah koperasi. Sehingga, saat ini, sudah ada 731 koperasi di Kota Bogor. Untuk UMKM tercatat ada 23.000 unit,” beber Anas.

Anas berharap, semoga aktivitas koperasi dan UKM bisa terus berkembang karena sektor ini sangat berkontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor. “Dinas akan mem-follow up agar UKM dan koperasi menjadi tulang punggung ekonomi Kota Bogor. Ini terbukti di PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kota Bogor, sebanyak 67% disumbangkan koperasi dan UKM,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Untung Tri Basuki, mengatakan pemberian penghargaan itu berdasarkan keputusan menteri nomor 24 tahun 2018.

“Tanda Jasa Bakti Koperasi dan UKM ini diberikan kepada pejabat negara, pejabat tingkat pusat dan daerah serta tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM di wilayah kerjanya, sehingga dapat dijadikan contoh teladan kepada masyarakat lainnya,” terang Untung. (adv)

PDAM Keruk Intake Cipon, Berpotensi Gangguan Pengaliran Zona III dan IV

Bogor Daily – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengurasan Sungai Cisadane akibat sedimentasi di sekitar Dam Intake Ciherang Pondok (Cipon) sejak Senin (9/7/2018).
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana melalui Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti menjelaskan, pengurasan lumpur merupakan maintenance instalasi guna memaksimalkan pelayanan air yang mumpuni kepada masyarakat.

“Pengurasan sudah dijadwalkan dimaksudkan agar kualitas air dapat terjaga sesuai standar, karena keluhan kerap muncul dari pelanggan yang mendapatkan air keruh di rumah mereka,” kata Rinda, Selasa (10/07/2018).

Rinda menambahkan, pembersihan endapan lumpur yang terbawa banjir Sungai Cisadane ini harus dilakukan karena telah menurunkan debit air baku yang mengalir ke IPA Dekeng dan Cipaku hingga 100 liter perdetik (l/det).

“Jadi saat banjir Sungai Cisadane, lumpurnya masuk ke dua unit bak presed Intake Cipon. Lama-lama menumpuk dan mengurangi debit air baku ke (IPA) Dekeng kondisi normal 1.600 l/det jadi 1.500 l/det. Lumpur itu harus segera dibersihkan karena kalau dibiarkan lama-lama akan menyumbat pipa transmisi air baku ke Dekeng,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Teknisnya, operator Intake Cipon akan membersihkan lumpur dengan mesin khusus dengan mendorong material ke IPA Dekeng melalui jalur pipa transmisi air baku. “Lumpur itu akan dibuang melalui skur yang dibuka oleh petugas bagian Transmisi dan Distribusi. Jadi diharapkan lumpurnya tidak sampai ke Dekeng,” jelas Rinda.

Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti menambahkan, pengurasan lumpur ini merupakan kegiatan rutin saat terjadi pengendapan tinggi di bak prasedimentasi Intake Cipon.

“Pengerukan ini merupakan program untuk pemeliharaan intake Ciherang Pondok.

Tujuannya untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan,” ujar mantan Kepala Sub Bagian Litbang Investasi dan Kepala Sub Bagian Hubungan Langganan itu.

Menurut Poppi, pengurasan tersebut diupayakan tidak mengganggu distribusi air bersih, namun pelanggan di zona 3 dan 4 diminta tetap menampung air untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami upayakan (tidak terjadi gangguan), karena optimalisasi IPA Dekeng sudah rampung. Tapi pelanggan kami imbau tetap menampung air untuk antisipasi level Reservoir Pajajaran, Cipaku dan Merdeka rendah,” kata Poppi.

Adapun daerah-daerah di zona 3 dan 4 yang berpotensi mengalami gangguan sementara akibat pengurasan bak prasedimentasi Intake Cipon itu antara lain Jl. Lawang Gintung, Jl. Sukasari, Jl. Pajajaran Indah, Jl. Batutulis, Jl. Skip, Perum Vila Duta, Perum Pajajaran Regency/Parahyangan Regency, Jl. Ciheuleut. Berikutnya Blok Paku, sebagian Jl. Cimahpar, Perum Botanica, Perum Bogor Raya Residence/Cimahpar Asri, Perum Griya Soka, Jl. Surya Kencana dsk, Jl. Roda dsk, Gg. Aut dsk, Jl. Paledang dsk, Jl. Pahlawan dsk, Jl. Bondongan, Gunung Batu, Bubulak dsk, Sindang Barang dan sekitarnya.

Sejumlah wilayah di zona 4 yang berpotensi mengalami gangguan antara lain Jl. Pajajaran dsk, Jl. Pandu dsk, Tegal Gundil dsk, IPB Baranangsiang 4, Kel. Tegal Lega, Taman Kencana dsk, Jl. Sudirman dsk, Jl. Pemuda dsk. Kemudian Jl. Merdeka dsk, Jl. Cilendek dsk, Perum Yasmin dsk, Mekar Wangi, Cibadak, Kencana, Cimahpar, Cibuluh, Kebon Pedes, Panaragan, Sempur, Sukaresmi, Curug Mekar, Bantar Jati, Kebon Kalapa, Kedung Halang, dan Kayu Manis. (humas)

PILKADA USAI, EVALUASI KINERJA SELURUH SKPD PEMKAB BOGOR

Bogor Daily – Pilkada 2018 sudah usai dengan hasil suara terbanyak untuk pasangan Calon Bupati-Wajil Bupati, Hj.Ade Yasin dan H.Iwan Setiawan. Meski begitu, Bupati saat ini, Hj.Nurhayanti, diharapkan tetap fokus bekerja serta menjalankan roda pemerintahan daerah dengan optimal sampai akhir masa jabatannya pada 30 Desember 2018 mendatang.

Bupati Nurhayanti pun didesak untuk memperbaiki kinerja jajaran Pemkab Bogor yang akhir-akhir ini cenderung stagnan. Dimana, akibat Pilkada, banyak pejabat yang tidak fatsoen kepada Bupati dan dampaknya kinerja dinas dan badan di lingkungan Pemkab Bogor terkesan jalan sendiri-sendiri dan bahkan beberapa dinas terlihat buruk dalam melayani masyarakat.

Koalisi Masyarakat Bersih Pemantau Pemerintahan (KMBP2) Bogor Raya, Coky Pasaribu, dalam siaran persnya, Kamis (12/7/18), menilai kinerja para pejabat dan staf dinas serta badan di lingkungan Pemkab Bogor sepanjang dua tahun terakhir kepemimpinan Bupati Nurhayanti cenderung menurun akibat kehilangan motivasi serta terbawa suasana politik menjelang dan selama pelaksanaan Pilkada.

“Akibatnya berdampak buruk pada kinerja dinas dan unit kerja di Pemkab Bogor. Contoh Dinas PUPR yang banyak dikeluhkan masyarakat serta dirundung kasus dugaan fee proyek. Kemudian Dinas Pendidikan yang disorot dalam masalah penerimaan siswa baru dan proyek sekolah. Ada lagi Dinas Lingkungan Hidup yang dianggap warga tidak peka dan kurang maksimal dalam merespon aduan terkait limbah pabrik serta pencemaran sungai,” papar Coky.

Dalam kaitan itu, Coky pun meminta Bupati Nurhayanti, Baperjakat dan BKPP segera melakukan evaluasi kinerja seluruh SKPD. “Hasil evaluasinya buka ke publik, umumkan berapa skor tiap-tiap SKPD, peringkat terendah 1,2,3 dan seterusnya harus dirombak. Copot pejabat pucuknya sampai ke bawah, terapkan punish and reward. Lalu berikan kesempatan kepada PNS lain untuk memimpin,” ujarnya.

Coky menambahkan, Bupati serta Baperjakat dan BKPP juga mesti memperhatikan masukan dari masyarakat terkait aduan kinerja SKPD. Dia menunjuk DPMPSPT Kab Bogor yang dikomandani Joko Pitoyo dan Sonny Abdussukur sebagai Sekretaris, setahun terakhir sering dikeluhkan pelayanan dan sistem kerjanya.

“Terutama kaitan penerbitan izin, acapkali banyak aduan pihak DPMPSTP menerapkan standar ganda dan bahkan ada ketidakpastian hukum. Misalnya, ada beberapa investor mengajukan izin lokasi atau IPPT, sesuai Perda RT/RW lokasinya dibolehkan tapi terbentur rekomendasi dinas teknis, jadi ada kerancuan dan ego sektoral dalam pelayanan perizinan,” jelas Coky.

Dia pun menganggap petinggi DPMPSTP tidak berupaya melakukan antisipasi guna merespon keluhan tersebut, malah terkesan membiarkan karena pejabatnya tidak mau ambil pusing. Sehingga terjadi ketidakpastian yang membuat masyarakat kecewa dan banyak pelaku usaha resah karena aturan dikalahkan oleh kebijakan dinas teknis yang cenderung tidak profesional.

“Karena itu, Bupati dan Baperjakat harus mencermati aduan-aduan masyarakat dan meresponnya dengan melakukan pembenahan di dinas, badan dan unit kerja yang menjadi titik lemah dalam fungsi penyelenggaraan daerah, utamanya dalam pelayan perizinan yang sangat terkait dengan pendapatan daerah, perekonomian rakyat dan lapangan kerja. Sebaiknya ganti semua pejabat DPMPSPT,” imbuhnya.

Sergio Noor Juara di Sirkuit Sentul

BOGOR DAILY – Setelah menjuarai Kejuaraan gokart X30 di Malaysia, dua pekan lalu, pembalap gokart tim Telkomsel Riser ShaDaff Motorsport, Sergio Noor kembali menjadi juara di kelas Junior Kejuaraan Eshark Rok Cup di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Sergio tampil gemilang dan memberikan perlawanan luar biasa kepada Adrian Hassan yang akhirnya hanya bisa finis di belakang Sergio. Bungsu dua bersaudara dari pasangan Bunjamin Noor dan Lala Salmon ini sama sekali tak memberikan kesempatan kepada Adrian di final setelah sebelumnya Adrian memimpin di QTT, heat dan pre-final.

Sergio melaju kencang dan Adrian berusaha menyusul dari luar ketika Sergio berada di posisi dalam, hingga pada saat menikung ke kanan, Adrian pun merumput keluar lintasan. Lagi-lagi Sergio finis pertama diikuti Adrian dan posisi ketiga ditempati Rinto Mori.

Prestasi Sergio juara di sejumlah event nasional dan internasional secara beruntun ini disambut positif pihak Telkomsel sebagai sponsor utamanya.

VP Corporate Communication Telkomsel, Abe Deny mengaku bangga dengan pencapaian Sergio yang tepat sekali dengan hari jadi Telkomsel ke-23 untuk Indonesia Gemilang.

“Sergio sebagai salah satu talent muda yang mengharumkan nama bangsa sangat cocok dengan makna ulang tahun yang ke-23 ini untuk menampilkan Karya dan Prestasi Hebat Indonesia, dimana kita ingin menyampaikan pesan kalau Indonesia kini saatnya sejajar dengan negara-negara lain. Apalagi prestasi Sergio tak hanya di ajang nasional tapi juga internasional. Ini paten sekali untuk #bikinkerenindonesia,” ujar Abe kepada media, Rabu 11 Juli.

Sementara Sergio berharap bisa terus berprestasi hingga meraih tiket menuju Kejuaraan Dunia untuk ketiga kalinya di Italia tahun ini. “Sangat indah jika bisa mencetak hattrick kejuaraan dunia karting. Itu akan jadi persembahkan cantik untuk sponsor saya Telkomsel TCash,” tutur Sergio

sumber Tempo.com