Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 8720

Jurnalis Senior Yopi Doroh Bakal Maju Di Pileg 2019 Lewat PDIP

BOGOR DAILY – Salah satu wartawan senior salah satu media cetak nasional, Yopy Doroh, yang bertugas di Bogor, digadang-gadang bakal maju pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang melalui partai besutan Megawati Soekarno Putri yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Bogor.

Yopi Doroh mengatakan, saat ini dirinya tengah menunggu keputusan pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan terkait Daftar Calon Tetap (DCT). Sementara dari hasil Pleno DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ia memperoleh nomor urut 7 pada Daftar Calon Sementara (DCS).

“Untuk DCT diprediksi sebelum tanggal 17 Juli 2018 ini sudah bisa keluar dari DPP. Dan saya berencana maju di Dapil 2 Bogor Utara,” ujar Yopi saat ditemui portaljabar.net, Jumat (13/7/2018).

Ia menambahkan, prediksi tersebut berdasarkan batas waktu pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni pada 17 Juli 2018 pukul 00.00 WIB.

Yopi mengaku, telah memenuhi seluruh berkas persyaratan pendaftaran dirinya, untuk nantinya diserahkan kepada pihak KPU secara kolektif oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bogor untuk mendaftar.

“Semua sudah selesai saya penuhi dan berkasnya sudah diserahkan ke DPC untuk di daftarkan pada 17 Juli 2018 pagi,” katanya.

Disinggung soal profesinya selama ini sebagai awak media, Yopi menegaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan rencananya maju di Pileg tersebut kepada pihak perusahaan media di tempat dirinya bekerja.

“Sejauh ini pihak perusahaan menilai positif. Saya sudah sampaikan semua rencana saya ini, dan saya akan mengambil cuti selama pencalonan saya nanti,” tegasnya.

Untuk diketahui, mengacu pada Pilkada Serentak 27 Juni 2018 lalu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, tercatat ada sebanyak 119.700 pemilih. Dimana jumlah tersebut akan diperebutkan oleh sebanyak 14 partai politik peserta pemilu.

Sementara kuota kursi di DPRD Kota Bogor Periode 2019-2024 sebanyak 50 kursi. Artinya masing-masing partai akan mempersiapkan calon-calon mereka sebanyak 50 kadernya yang tersebar di enam daerah pemilihan (Dapil) atau di enam Kecamatan.

Jika rata-rata setiap Dapil terdapat 9 calon legislatif (caleg) untuk masing masing partai, maka jumlah calon legislatif yang bakal bertarung memperebutkan 50 kursi di DPRD ada sebanyak 126 caleg yang akan berusaha mengambil simpati dari 119.700 DPT. “Target PDI Perjuangan di Dapil Utara sebanyak 3 dari 9 caleg lolos ke DPRD,” pungkas Yopi. (Her)

Bima Arya Terima Tanda Jasa Bakti dari Menteri Koperasi dan UKM

Bogor Daily – Walikota Bogor Bima Arya menerima tanda jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Lencana emas dan piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di The Grantage Hotel, Tangerang, Rabu (11/7/2018) malam.

Atas prestasi itu, Bima Arya mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bogor terkait pembinaan untuk memajukan sektor ekonomi, khususnya melalui koperasi dan UKM di kota hujan ini.

“Penghargaan ini buah upaya banyak pihak. Bukan soal saya pribadi atau Pemkot, tapi seluruh komponen lain yang turut bekerja keras untuk kepentingan bersama berdasarkan prinsip ekonomi rakyat,” ungkap Bima disela menerima penghargaan tersebut.

Di tempat yang sama hadir pula mendampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas S. Rasmana. Menurut Anas, penghargaan yang diraih Bima Arya merupakan kali pertama Kota Bogor mendapatkannya. “Buat kami ini sejarah. Walikota Bogor sebelumnya belum pernah ada yang mendapatkan Tanda Jasa Bakti Koperasi dan UKM. Tentunya ini bukti bahwa komitmen pemerintah sangat tinggi terhadap pengembangan dan pembinaan koperasi dan UMKM di Kota Bogor,” kata Anas.

Dijelaskan Anas, sejumlah kebijakan Bima Arya sangat berdampak langsung terhadap iklim ekonomi terutama pada sektor koperasi dan UKM sehingga penghargaan tersebut sangatlah wajar disematkan kepada Walikota Bogor.

“Kebijakan anggaran selama periode kepemimpinan Pak Bima Arya sangat berpihak kepada sektor koperasi dan UKM dengan anggaran mencapai Rp94,96 miliar. Koperasi dan UKM bukan hanya bertahan, tapi mampu menjadi pemenang di tengah krisis ekonomi global,” jelasnya.

Kebijakan lain yang dilakukan Bima Arya adalah pembentukan organisasi kedinasan terhadap Koperasi dan UMKM. Sebelumnya sektor ini hanya menjadi bagian dari bidang pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Saat ini, sudah hadir secara mandiri Dinas Koperasi dan UMKM sehingga lebih fokus dalam pengembangan ekonomi rakyat.

“Walikota Bogor juga berhasil mengubah 86 unit Lembaga Keungan Mikro (LKM) yang bel berizin dan berbadan hukum menjadi sebuah koperasi. Sehingga, saat ini, sudah ada 731 koperasi di Kota Bogor. Untuk UMKM tercatat ada 23.000 unit,” beber Anas.

Anas berharap, semoga aktivitas koperasi dan UKM bisa terus berkembang karena sektor ini sangat berkontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor. “Dinas akan mem-follow up agar UKM dan koperasi menjadi tulang punggung ekonomi Kota Bogor. Ini terbukti di PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kota Bogor, sebanyak 67% disumbangkan koperasi dan UKM,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Untung Tri Basuki, mengatakan pemberian penghargaan itu berdasarkan keputusan menteri nomor 24 tahun 2018.

“Tanda Jasa Bakti Koperasi dan UKM ini diberikan kepada pejabat negara, pejabat tingkat pusat dan daerah serta tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM di wilayah kerjanya, sehingga dapat dijadikan contoh teladan kepada masyarakat lainnya,” terang Untung. (adv)

PDAM Keruk Intake Cipon, Berpotensi Gangguan Pengaliran Zona III dan IV

Bogor Daily – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengurasan Sungai Cisadane akibat sedimentasi di sekitar Dam Intake Ciherang Pondok (Cipon) sejak Senin (9/7/2018).
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana melalui Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti menjelaskan, pengurasan lumpur merupakan maintenance instalasi guna memaksimalkan pelayanan air yang mumpuni kepada masyarakat.

“Pengurasan sudah dijadwalkan dimaksudkan agar kualitas air dapat terjaga sesuai standar, karena keluhan kerap muncul dari pelanggan yang mendapatkan air keruh di rumah mereka,” kata Rinda, Selasa (10/07/2018).

Rinda menambahkan, pembersihan endapan lumpur yang terbawa banjir Sungai Cisadane ini harus dilakukan karena telah menurunkan debit air baku yang mengalir ke IPA Dekeng dan Cipaku hingga 100 liter perdetik (l/det).

“Jadi saat banjir Sungai Cisadane, lumpurnya masuk ke dua unit bak presed Intake Cipon. Lama-lama menumpuk dan mengurangi debit air baku ke (IPA) Dekeng kondisi normal 1.600 l/det jadi 1.500 l/det. Lumpur itu harus segera dibersihkan karena kalau dibiarkan lama-lama akan menyumbat pipa transmisi air baku ke Dekeng,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Teknisnya, operator Intake Cipon akan membersihkan lumpur dengan mesin khusus dengan mendorong material ke IPA Dekeng melalui jalur pipa transmisi air baku. “Lumpur itu akan dibuang melalui skur yang dibuka oleh petugas bagian Transmisi dan Distribusi. Jadi diharapkan lumpurnya tidak sampai ke Dekeng,” jelas Rinda.

Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti menambahkan, pengurasan lumpur ini merupakan kegiatan rutin saat terjadi pengendapan tinggi di bak prasedimentasi Intake Cipon.

“Pengerukan ini merupakan program untuk pemeliharaan intake Ciherang Pondok.

Tujuannya untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan,” ujar mantan Kepala Sub Bagian Litbang Investasi dan Kepala Sub Bagian Hubungan Langganan itu.

Menurut Poppi, pengurasan tersebut diupayakan tidak mengganggu distribusi air bersih, namun pelanggan di zona 3 dan 4 diminta tetap menampung air untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami upayakan (tidak terjadi gangguan), karena optimalisasi IPA Dekeng sudah rampung. Tapi pelanggan kami imbau tetap menampung air untuk antisipasi level Reservoir Pajajaran, Cipaku dan Merdeka rendah,” kata Poppi.

Adapun daerah-daerah di zona 3 dan 4 yang berpotensi mengalami gangguan sementara akibat pengurasan bak prasedimentasi Intake Cipon itu antara lain Jl. Lawang Gintung, Jl. Sukasari, Jl. Pajajaran Indah, Jl. Batutulis, Jl. Skip, Perum Vila Duta, Perum Pajajaran Regency/Parahyangan Regency, Jl. Ciheuleut. Berikutnya Blok Paku, sebagian Jl. Cimahpar, Perum Botanica, Perum Bogor Raya Residence/Cimahpar Asri, Perum Griya Soka, Jl. Surya Kencana dsk, Jl. Roda dsk, Gg. Aut dsk, Jl. Paledang dsk, Jl. Pahlawan dsk, Jl. Bondongan, Gunung Batu, Bubulak dsk, Sindang Barang dan sekitarnya.

Sejumlah wilayah di zona 4 yang berpotensi mengalami gangguan antara lain Jl. Pajajaran dsk, Jl. Pandu dsk, Tegal Gundil dsk, IPB Baranangsiang 4, Kel. Tegal Lega, Taman Kencana dsk, Jl. Sudirman dsk, Jl. Pemuda dsk. Kemudian Jl. Merdeka dsk, Jl. Cilendek dsk, Perum Yasmin dsk, Mekar Wangi, Cibadak, Kencana, Cimahpar, Cibuluh, Kebon Pedes, Panaragan, Sempur, Sukaresmi, Curug Mekar, Bantar Jati, Kebon Kalapa, Kedung Halang, dan Kayu Manis. (humas)

PILKADA USAI, EVALUASI KINERJA SELURUH SKPD PEMKAB BOGOR

Bogor Daily – Pilkada 2018 sudah usai dengan hasil suara terbanyak untuk pasangan Calon Bupati-Wajil Bupati, Hj.Ade Yasin dan H.Iwan Setiawan. Meski begitu, Bupati saat ini, Hj.Nurhayanti, diharapkan tetap fokus bekerja serta menjalankan roda pemerintahan daerah dengan optimal sampai akhir masa jabatannya pada 30 Desember 2018 mendatang.

Bupati Nurhayanti pun didesak untuk memperbaiki kinerja jajaran Pemkab Bogor yang akhir-akhir ini cenderung stagnan. Dimana, akibat Pilkada, banyak pejabat yang tidak fatsoen kepada Bupati dan dampaknya kinerja dinas dan badan di lingkungan Pemkab Bogor terkesan jalan sendiri-sendiri dan bahkan beberapa dinas terlihat buruk dalam melayani masyarakat.

Koalisi Masyarakat Bersih Pemantau Pemerintahan (KMBP2) Bogor Raya, Coky Pasaribu, dalam siaran persnya, Kamis (12/7/18), menilai kinerja para pejabat dan staf dinas serta badan di lingkungan Pemkab Bogor sepanjang dua tahun terakhir kepemimpinan Bupati Nurhayanti cenderung menurun akibat kehilangan motivasi serta terbawa suasana politik menjelang dan selama pelaksanaan Pilkada.

“Akibatnya berdampak buruk pada kinerja dinas dan unit kerja di Pemkab Bogor. Contoh Dinas PUPR yang banyak dikeluhkan masyarakat serta dirundung kasus dugaan fee proyek. Kemudian Dinas Pendidikan yang disorot dalam masalah penerimaan siswa baru dan proyek sekolah. Ada lagi Dinas Lingkungan Hidup yang dianggap warga tidak peka dan kurang maksimal dalam merespon aduan terkait limbah pabrik serta pencemaran sungai,” papar Coky.

Dalam kaitan itu, Coky pun meminta Bupati Nurhayanti, Baperjakat dan BKPP segera melakukan evaluasi kinerja seluruh SKPD. “Hasil evaluasinya buka ke publik, umumkan berapa skor tiap-tiap SKPD, peringkat terendah 1,2,3 dan seterusnya harus dirombak. Copot pejabat pucuknya sampai ke bawah, terapkan punish and reward. Lalu berikan kesempatan kepada PNS lain untuk memimpin,” ujarnya.

Coky menambahkan, Bupati serta Baperjakat dan BKPP juga mesti memperhatikan masukan dari masyarakat terkait aduan kinerja SKPD. Dia menunjuk DPMPSPT Kab Bogor yang dikomandani Joko Pitoyo dan Sonny Abdussukur sebagai Sekretaris, setahun terakhir sering dikeluhkan pelayanan dan sistem kerjanya.

“Terutama kaitan penerbitan izin, acapkali banyak aduan pihak DPMPSTP menerapkan standar ganda dan bahkan ada ketidakpastian hukum. Misalnya, ada beberapa investor mengajukan izin lokasi atau IPPT, sesuai Perda RT/RW lokasinya dibolehkan tapi terbentur rekomendasi dinas teknis, jadi ada kerancuan dan ego sektoral dalam pelayanan perizinan,” jelas Coky.

Dia pun menganggap petinggi DPMPSTP tidak berupaya melakukan antisipasi guna merespon keluhan tersebut, malah terkesan membiarkan karena pejabatnya tidak mau ambil pusing. Sehingga terjadi ketidakpastian yang membuat masyarakat kecewa dan banyak pelaku usaha resah karena aturan dikalahkan oleh kebijakan dinas teknis yang cenderung tidak profesional.

“Karena itu, Bupati dan Baperjakat harus mencermati aduan-aduan masyarakat dan meresponnya dengan melakukan pembenahan di dinas, badan dan unit kerja yang menjadi titik lemah dalam fungsi penyelenggaraan daerah, utamanya dalam pelayan perizinan yang sangat terkait dengan pendapatan daerah, perekonomian rakyat dan lapangan kerja. Sebaiknya ganti semua pejabat DPMPSPT,” imbuhnya.

Sergio Noor Juara di Sirkuit Sentul

BOGOR DAILY – Setelah menjuarai Kejuaraan gokart X30 di Malaysia, dua pekan lalu, pembalap gokart tim Telkomsel Riser ShaDaff Motorsport, Sergio Noor kembali menjadi juara di kelas Junior Kejuaraan Eshark Rok Cup di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Sergio tampil gemilang dan memberikan perlawanan luar biasa kepada Adrian Hassan yang akhirnya hanya bisa finis di belakang Sergio. Bungsu dua bersaudara dari pasangan Bunjamin Noor dan Lala Salmon ini sama sekali tak memberikan kesempatan kepada Adrian di final setelah sebelumnya Adrian memimpin di QTT, heat dan pre-final.

Sergio melaju kencang dan Adrian berusaha menyusul dari luar ketika Sergio berada di posisi dalam, hingga pada saat menikung ke kanan, Adrian pun merumput keluar lintasan. Lagi-lagi Sergio finis pertama diikuti Adrian dan posisi ketiga ditempati Rinto Mori.

Prestasi Sergio juara di sejumlah event nasional dan internasional secara beruntun ini disambut positif pihak Telkomsel sebagai sponsor utamanya.

VP Corporate Communication Telkomsel, Abe Deny mengaku bangga dengan pencapaian Sergio yang tepat sekali dengan hari jadi Telkomsel ke-23 untuk Indonesia Gemilang.

“Sergio sebagai salah satu talent muda yang mengharumkan nama bangsa sangat cocok dengan makna ulang tahun yang ke-23 ini untuk menampilkan Karya dan Prestasi Hebat Indonesia, dimana kita ingin menyampaikan pesan kalau Indonesia kini saatnya sejajar dengan negara-negara lain. Apalagi prestasi Sergio tak hanya di ajang nasional tapi juga internasional. Ini paten sekali untuk #bikinkerenindonesia,” ujar Abe kepada media, Rabu 11 Juli.

Sementara Sergio berharap bisa terus berprestasi hingga meraih tiket menuju Kejuaraan Dunia untuk ketiga kalinya di Italia tahun ini. “Sangat indah jika bisa mencetak hattrick kejuaraan dunia karting. Itu akan jadi persembahkan cantik untuk sponsor saya Telkomsel TCash,” tutur Sergio

sumber Tempo.com

Nah Lho, Camat Caringin Kena Sidak Mendagri

BOGOR DAILY-  Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyempatkan diri melakukan sidak di Kantor Camat Caringin, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018). Sidak dilakukan Tjahjo dalam perjalanan menuju ke Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2018.

Sidak dilakukan menteri asal PDIP itu sekira pukul 07.30 WIB. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan, Menteri Tjahjo sempat Mengecek Pelayanan Administrasi Terpadu (PATEN) di kecamatan.

Dalam kesempatan itu, kata Bahtiar, Tjahjo memberi arahan untuk meningkatkan kewaspasan masyarakat dan memberi motivasi kepada aparat pemerintah Kecamatan Caringin Bogor sebagai garda terdepan penyelengggaraan pemerintahan dalam negeri bersama pemerintah desa/kelurahan.

Kemudian bersama-sama unsur Forkompimcam Polsek, Koramil, Babinsa, Babinkantibmas dan menggerakkan partisipasi masyarakat tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan kaum perempuan dalam pembangunan dan menciptakan sistem keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Bapak Menteri juga menegaskan aparat kecamatan agar tidak melakukan tindakan koruptif dalam pelayanan masyarakat dan sungguh memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

sumber: Sindonews.com

Siswi SMK Korban Pemerkosaan Alami Pendarahan

BOGOR DAILY-Polisi masih terus mengusut kasus tewasnya siswi SMK, FN di Citeureup, Bogor. Diduga korban depresi setelah menjadi korban pemerkosaan. Korban sakit lalu meninggal dunia.

Dari hasil keterangan polisi sementara, remaja putri inisil FN berusia 16 tahun asal Gunungputri itu mengalami depresi dan pendarahan karena dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang pria dan teman-temannya.

Informasi yang dihimpun, korban baru berkenalan dengan pria itu via Facebook. Pada 2 Juli, korban bertemu dengannya. Setelah pertemuan itu, diduga korban diperkosa pelaku dan rekan-rekannya.

Korban pulang ke rumah dalam kondisi sakit dan akhirnya meninggal dunia. Laporan ke polisi dilakukan keluarga korban pada 4 Juli.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky, menuturkan, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. “Ada dugaan kekerasan seksual,” jelasnya

Namun untuk kepastiannya, polisi masih menunggu hasil autopsi. “Kita sudah lakukan proses penyidikan, antara lain melalui autopsi, pemeriksaan saksi dan terduga pelaku,” tegasnya.

Dicky menegaskan, pihak kepolisian serius memproses kasus tersebut. Penyidik juga masih melakukan penyidikan. “Nanti tunggu hasil penyidik,” pungkasnya.

Hati-hati, Sudah 333 Pengendara Tewas di Jalanan Bogor

BOGOR DAILY Jalanan di Bogor terbilang angker untuk para pengemudi. Hal itu terbukti dari data yang dimiliki Polres Bogor mencatat dari Januari hingga Juni 2018 setidaknya ada 296 kasus kecelakaan yang menyebabkan 170 orang meninggal, 141 luka berat dan 145 luka ringan dan kerugian materi mencapai Rp964 juta.

Kepala Unit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin menuturkan, kecelakaan yang terjadi pada 2018 didominasikan oleh motor yang mengakibatkan 266 motor rusak. Sedangkan untuk mobil hingga pertengahan tahun ini sudah terjadi 114 kali kecelakaan. “Hingga pertengahan tahun ini memang cukup tinggi angkanya jika dibandingkan dengan pertengahan tahun kemarin,” ujarnya kepada Metropolitan.

Kecelakan terjadi menurut Asep kebanyakan disebabkan karena banyak sopir yang tidak tertib dalam berkendara, seperti melakukan putar arah ditempat yang tidak tepat, menyalip tanpa melihat kecepatan mobil, atau melawan arah. “Memang ada juga karena rem yang blong atau karena kelalai sopir yang mengatuk saat membawa kendaraan, tetapi yang paling dominan karena kesalahan sopir itu sendiri,” terangnya.

Ada beberapa wilayah yang memang sangat rawan kecalakan atau zona merah, seperti jalur puncak, Gunungsindur, Rumpin, Parungpanjang dan beberapa yang lainnya. “Untuk wilayah Bogor selatan atau jalur puncak didominasi oleh rem blong karena lmemang jalurnya yang naik-turun. Sedangkan diwilayah Bogor utara kecelakaan terjadi karena banyak mobil yang menyalip ataupun melanggar aturan lalu lintas lainnya,” kata Asep.

Sementara itu, untuk ditahun 2017 sendiri kecelakan jauh lebih banyak, setidaknya ada 530 kasus kecelakaan dengan melibatkan 498 motor, 266 mobil atau truk, dengan dengan jumlah korban jiwa 163. “Untuk luka beratnya ada 320 dan luka ringannya 354. Dan jumlah kerugian materinya Rp2,7 miliar,” paparnya.

Tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Bogor membuat Pengamat Transportasi Universitas Pakuan Budi Arief angkat bicara, menurutnya angka kecelakaan di Kabupaten Bogor tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan daerah lain, misalnya dengan Kota Bogor. Sebab, tingkat keramaian jalan di Bumi Tegar Beriman tidak merata, mengingat luas daerah yang dimiliki. “Tidak bisa begitu saja, misalnya di Cibinong, bisa  jadi angka kecelakaannya lebih tinggi dari daerah perbatasan, Tanjungsari misalnya,” kata Budi.

Selain itu menurut Budi, pihak kepolisian harus sering memberikan peringatan kepada pengedara agar selalu tertib lalu lintas. Seperti halnya di jalur puncak yang kerap kali terjadi kecelakaan lalu lintas, padahal menurutnya sudah banyak rambu-rambu yang dipasang oleh pihak kepolisian, namun kecelakaan tetap terjadi. “Jika angka kecelakaanya tinggi pihak kepolisian harus bisa menurunkannya, dan dengan penegakan mungkin salah satu caranya agar pengedara menjadi lebih tertib,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Jasaraharja Kabupaten Bogor Andi Raharja mengungkapkan, pihaknya mengcover semua kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalan Raya, sedangkan untuk jalan alternatif pihaknya tidak mengcover kecelakaan yang terjadi. “Kita cover kecelakaan dan penumpangnya, sedangkan untuk penyebab pihak kepolisian yang menelitinya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kecelakaan ditahun 2018 ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya. “kita belum bisa terima datanya semua, yang jelas ada tren penurunan,” pungkasnya

3 Penggasak Minimarket Asal Gunungsindur Diringkus

BOGOR DAILY-  Perampokan toko waralaba kembali terjadi. Kali ini menimpa Alfamart di Cater Barat, Kelurahan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Serpong.Dalam rekaman CCTV yang diterima TangerangNews.com, peristiwa itu terjadi Jumat, (22/6/2018) sekitar pukul 05.09 WIB.

Ketiga pelaku yang mengendarai dua sepeda motor tiba dipelataran toko waralaba yang sedang tidak ada pembeli. Dua pelaku mengenakan topi dan masker untuk menutupi sebagian wajahnya, sementara satu pelaku mengenakan switer berwarna abu-abu.

Ketiganya langsung memasuki toko yang dijaga oleh dua karyawan. Satu pelaku yang mengenakan jaket hitam dan topi hitam langsung mendatangi kasir, karyawan toko itu pun langsung melayaninya karena tak menduga jika mereka kawanan perampok.

Namun, tiba-tiba ia ditodong senjata api jenis air soft guns. Bersamaan dengan itu, satu pelaku lainnya yang mengenakan switer abu-abu mengeluarkan samurai dan menggelandang karyawan tersebut untuk menunjukkan lokasi berangkas uang. Karyawan itu digelandang oleh dua pelaku, sementara satu pelaku lainnya langsung menggasak uang di kasir.

Dalam perjalanan menuju area berangkas uang, satu karyawan lainnya yang tengah menata barang dagangan pun turut digelandang, kedua korban berjalan menuju area berangkas dibawah ancaman senjata api jenis air soft guns dan samurai.

Di lokasi berangkas, kedua pelaku langsung memaksa salah satu korban untuk membuka berangkas, sementara satu korban lainnya berdiri tak berdaya dengan mengangkat kedua tangannya.

Setelah pintu berangkas uang terbuka, kedua pelaku segera menggasak isi berangkas, tak lama kemudian satu pelaku yang menggasak isi kasir pun turut bergabung.

Peristiwa perampokan itu terbilang cepat, hanya berlangsung dalam hitungan menit. Setelah berhasil menggondol semua uang di toko tersebut, ketiganya tampak santai meninggalkan lokasi. Bahkan, mereka sempat berpapasan dengan salah satu pembeli yang tampak keheranan karena tak mendapatkan karyawan toko di area kasir maupun di dalam toko.

Dikonfirmasi TangerangNews.com, Kapolsek Serpong Deddy Kurniawan membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari korban perampokan tersebut.

Bahkan, kata Deddy, pihaknya telah berhasil meringkus tiga pelaku yang tercatat sebagai warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

“Para pelaku sudah berhasil kami tangkap, saat ini telah diamankan di Mapolsek Serpong,” ucapnya, Kamis (12/7/2018).

Ketiga pelaku itu, lanjut Deddy, IN, 21, RA, 21, dan MU, 20. Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda. Awalnya, petugas membekuk IN di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada Selasa (5/7/2018).

“Kemudian kami kembangkan, kemarin, dua pelaku lainnya berhasil kami tangkap dipersembunyiannya di Semarang,” tambahnya.

Selain menangkap tiga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi, yaitu celana panjang krem, sweter abu-abu dan sepatu hitam, tas selempang yang dipakai salah satu pelaku sebagaimana terekam dalam CCTV.

Barang bukti lainnya berupa sepeda motor Honda Vario Tecno warna hitam nopol F-4232-RH, sepeda motor Honda Beat warna merah putih nopol F-6079-FBE, plat nopol F-4232-RH, senjata api jenis air soft gun, satu kotak plastik kecil berisi butiran peliru gotri air soft gun dan uang tunai Rp3 juta.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” tukasnya.