Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 8719

Pulang Nobar Siswa SMA YPHB Sekarat Ditebas Clurit Begal

BOGOR DAILY-Seorang siswa SMA YPHB Febriansyah  (18),  bersimbah darah mengalami luka berat akibat sabetan Clurit, di kawasan Jl A Yani, Kec Tamahsaeral. kota Bogor, tidak jauh dari SMPN 8, pada Minggu (15/7) sekitar pukul 00:30 WIB. Siswa SMA YPHB mengalami luka-luka akibat sabetan Clurit begal yang membabi buta menebas tubuh Febriansyah.

Saksi mata menuturkan, dini hari itu, korban dibonceng temannya dengan tujuah  pulang setelah nonton bareng pertandingan Semi Final Pila Dunia antara tim Ingris melawan tim Belgia. Nobar berlanskung di Bogor Permai.

Sialnya di tengah perjalan pulang. kedua remaja itu berpapasan dengan penjahat kambuhan. Saat melihat korban melintas, tanpa ba bi bu, para pelaku langsung memepet dan menghadang motor korban, seraya melayangkan sabetan Clurit secara membabi buta. Kejadian berlangsung cepat, membuat Febriansyah, tak sempat menghidar dari sabetan senjata tajam mematikan itu. Breet, sejumlah luka di tangan dan punggung menganga korbang mengganga langsung memuntahkan darah segar. Oleh temannya korban dibawa ke UGD RS PMI Bogor.

Warga sekitar mengungkapkan lokasi dimana perisriwa maut itu sering terjadi tindak kriminalitas. Lokasi rawan terjadi pembegalan. Pelakunya berdarah dingin, dikenal ganas tak ada kompromi dan tentu saja sangat ridak beprikemanusian.

Mengetahi peristiwa itu sejumlah tokoh masyarakat setempat mengharapkan, Kapolresta Bogor Kombes Pol Ulung,  agar turun tangan membasmi para penjahat  kambuhan tersebut, karena sudah sangat meresahkan masyarakat.  Keinginan itu sesuai Komitmen KapolriJenderal Tito Karnavian agar  semua penjahat dibasmi sampai ke akar akarnya. (bdn)

 

Cak Imin Masuk Daftar 5 Kandidat Cawapres Jokowi

BOGOR DAILY –Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya lima nama kandidat cawapres yang akan mendampinginya di 2019 nanti. Nama-nama itu memang misterius, namun satu nama sudah mulai diketahui publik.

Perihal lima nama kandidat cawapres di kantong Jokowi ini terungkap saat Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018). Jumlah lima adalah hasil pengerucutan dari 10 nama kandidat. “Sepuluh mengerucut ke lima,” ujar Jokowi saat itu.

Nama-nama itu masih terus digodok. Jokowi bakal mengeluarkan nama kandidat cawapresnya ke publik bila kondisi telah matang.

Kini satu nama telah terungkap. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau biasa disebut Cak Imin adalah salah satu dari lima nama kandidat yang ada di kantong Jokowi. “Ini saya tambahkan sedikit. Jadi saya sudah sampaikan bahwa nama itu sudah ada di saku saya, sudah ada di saku saya. Saya harus omong apa adanya, salah satu nama itu adalah Pak Muhaimin Iskandar,” ujar Jokowi di kawasan Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7/2018) kemarin.

Lalu siapa empat nama selain Cak Imin? Jokowi enggan menyebut nama-nama lainnya. Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin resmi menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Cak Imin menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi soal cawapres.

“Hari ini, di depan teman-teman, di depan Pak Jokowi, ada sekjen kebetulan, saya nyatakan bismillahirrohmanirrohim, PKB mendukung pencalonan Pak Jokowi 2019,” ujar Cak Imin kemarin.

Tabrakan Maut 12 Kendaraan di Leuwisadeng, Ini Kata Kades

BOGOR DAILY –Dua belas kendaraan terlibat tabrakan karambol di Jalan Raya Panjanguan RT 04/003 Desa Kalong I Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data yang dihimpun, total kendaraan yang terlibat ada 12 unit. Kendaraan yang terlibat tabrakan karambol masing-masing Dump Truk (tronton) B 9415 KYV, Truk F 8303 GQ, Truk F 8335 FP, Toyota Rush F 1330 LE, Suzuki Futura F 1967, Angkot jurusan Jasinga Bogor F 1967 NX, Kawasaki Kuning (tidak ada pelat nomor), Vario Hitam F 3515 JN.

Sementara sepeda motor terdiri dari Honda Supra X Merah F 5709 LG, Honda Blade biru F 4843 LH, Honda X Ride F 2375 GP, Vario Merah (tidak ada pelat nomor). Akibat kecelakaan ini dua orang meninggal dunia yakni Rully Rohmantika (37) warga Kampung Ciangger RT 01/05, Desa Warga Jaya, Kecamatan Cigudeg dan Asep Tian (15) Kampung Cigelung RT 05/01 Desa Wirajaya Kecamatan Jasinga penumpang motor Honda X Ride F 2375 GP.

“Motor enam mobil enam, semua yang terlibat itu ada yang terparkir di depan rumah,” kata saksi Leo (22). “Iya ada dua, beberapa saksi juga bilang kalau dua orang ini terlindas angkot,” kata Leo.

Kepala Desa Kalong 1 Yeyen Yeni Permana membenarkan ada sepeda motor tengah diamankan di depan rumahnya. “Ada enam motor yang diamankan polisi di depan rumah saya, sekarang udah dibawa ke Polsek Leuwiliang,” kata dia.

Sejak peristiwa ini pihaknya akan lebih memperketat wilayah Desa Kalong 1 mengingat sudah banyak kecelakaan yang terjadi. Ia mengaku pasca-ditutupnya jalur Gunung Sindur dan Rumpin untuk mobil tronton, banyak kendaraan besar yang melintasi di wilayah Leuwisadeng sehingga jalan tersebut sangat rawan kecelakaan. “Jadi pelajaran, mungkin nantinya akan kita adakan jam malam untuk lalu lintas di daerah saya karena sudah terlalu banyak kecelakaan yang disebabkan oleh mobil tronton,” ujarnya.

 

Dor! Tiga Terduga Teroris Tewas ditembus Timah Panas

Bogor Daily – Tiga orang terduga teroris Sutrisno, Abdul Safei, Ghaniy Ridianto, tewas ditembus peluru. Sedangkan satu orang tersangka lainnya Basuki Rahmat, berhasil melalikan diri. Ketiganya meregang nyawa saat berusaha melawan petugas dengan mengunakan parang, saat hendak ditangkap.

Informasi yang dihimpun, ketika sedang dilakukan pengejaran untuk menangkap  empat orang target teror yang mengendarai sepeda motor Supra dan Sepeda motor NMax.

Dua orang target mengendarai yang mengendarai  NMax menyerang anggota dengan menggunakan senjata tajam. Serangan mendadak itu dilakukan dari arah belakang. Akibatnya seorang petugas mengalami luka  pada bagian punggung. Merasa terancam  selanjutnya anggota tersebut lari menyelamatkan diri.

Kemudian dua target tersebut dikejar oleh tim. Keduanya lari ke rumah warga. Namun tiba-tib salah satu target berlari keluar mengarah ke tim, sambil mengacungkan senjata tajam dan berteriak Allahuakbar. Sadar dalam kondisi tercancam karena target mengayunkan parangnya tepat ke arah petugas. Secepat kilat,  dalam jarak dekat tim melakukan penembakan. Dor! seorang target roboh tak bernafas.

Pada saat yang bersamaaan, dua orang Target yang mengendarai sepeda motor Supra, juga melakukan penyerangan dengan  menggunakan senjata tajam kepada anggota yang akan melakuka  penangkapan. Kembali suara letusan moncing senjata tersengar. Dalam hitungan detik, kedua terget roboh tak bernyawa.

Identitas target ke tiga teroris yang tewas adalah Sutrisno, Abdul Safei, Ghaniy Ridianto.

Sedangkan identitas terget teror bernama Basuki Rahmat berhasil melarikan diri kearah perkampungan warga. Hingga saat ini masih dilakukan pengepungan.

Dari tangan para terduga angota teroris, petugas mengamankan empat buah parang.

Jenazah ketiga tersangka teroris sudah di bawa ke RS Bhayangkara Jogja dan anggota yg terluka dibawa ke RS untuk mendapatkanpenanganan medis. (bdn)

Menjelang Peralihan Kepemimpinan Pemda Kabupaten Bogor, Kinerja Para Pejabat Harus Dibenahi dan Ditertibkan

Bogor Daily – Bila tidak ada aral melintang, pada tanggal 14 Maret 2019 mendatang akan terjadi peralihan pucuk pimpinan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor.

Bupati Kabupaten Bogor akan dilantik sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 270/720/OTDA tanggal 27 Januari 2018 tentang Pelantikan Kepala Daerah hasil Pilkada serentak tahun 2018.

Pilkada Kabupaten Bogor tanggal 27 Juni 2018 telah berlangsung damai, pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor telah melaksanakan kewajibannya melakukan penghitungan secara manual dan mengesahkan hasil penghitungan suara.

Pasangan Ade Yasin mendulang suara terbanyak dengan meraih suara sah sebanyak 912.221 suara, menyisihkan pesaingnya pasangan Ade Ruhandi / Ade Jaro – Ingrid Maria Palupi Kansil yang meraih suara 859.444 suara.

Sekretaris Jenderal Gerakan Nusantara Bersih (GNB) Drs. H. Bustanul Daham, M.Si yang berkedudukan di Jakarta mengatakan memberikan apresiasi atas sikap kritis yang dilontarkan oleh dedengkot Koalisi Masyarakat Bersih Pemantau Pemerintahan (KMBP2) Bogor Raya Coky Pasaribu.

Menilai Kinerja Para Pejabat Dinas/Badan dilingkungan Pemkab Bogor sepanjang dua tahun terakhir Kepemimpinan Bupati Nurhayanti cenderung menurun akibat kehilangan motivasi serta terbawa suasana politik menjelang dan selama pelaksanaan Pilkada.

Menurut Coky, akibatnya berdampak buruk pada kinerja Dinas dan Unit Kerja dilingkungan Pemda Kabupaten Bogor. Sebagai contoh Dinas PUPR yang banyak dikeluhkan masyarakat serta dirundung kasus dugaan fee proyek, kemudian Dinas Pendidikan yang disorot dalam Penerimaan Siswa Baru dan Proyek Sekolah.

“Bahkan ada lagi Dinas Lingkungan Hidup yang dianggap warga tidak peka dan kurang maksimal dalam merespon aduan terkait limbah pabrik serta pencemaran sungai”, ujar Coky.

Munculnya tudingan miring tersebut perlu disikapi positif oleh pemangku kekuasaan Pemkab Bogor terlebih menjelang peralihan kekuasaan kepada Pejabat baru.

Sekretaris Jenderal Gerakan Nusantara Bersih Bustanul Daham menambahkan, terjadinya penurunan kinerja aparatur Pemda Kabupaten Bogor tersebut tidak lepas dari tumpulnya Inspektorat Kabupaten Bogor dalam memberikan pengawasan.

“Bagaimana pun apabila aparat pengawasan bekerja maksimal, sudah barang tentu tidak akan terjadi dan tidak akan ada kesempatan bagi para pejabat/stafnya berleha leha atau lenggang kangkung membiarkan berbagai bentuk kecurangan berlalu didepan mata”, ujarnya.

Kedepan, sambung Bustanul, pimpinan Pemkab Bogor yang baru harus mencari sosok yang mumpuni sebagai Kepala Inspektorat yang banting dan tahan uji, demi keberhasilan program Bupati Bogor yang baru.

Dikatakan, daerah Kabupaten Bogor sebagai daerah penyangga Ibukota merupakan daerah strategis yang memiliki penduduk lebih banyak dari Provinsi Bengkulu, Provinsi Bali, Provinsi Sulawesi Barat bahkan Maluku Utara.

Pergantian kepemimpinan Kabupaten Bogor mendatang seyogyanya harus dalam keadaan kondusif, dimana sebelumnya Bupati Nurhayanti sebagai Srikandi Kabupaten Bogor harus terlebih dahulu mengevaluasi kepemimpinan khususnya eselon dua Kadis/Kaban yang selama ini banyak disorot.

Karena berperilaku ugal-ugalan bahkan…maaf yang disorot karena tukang kawin alias gemar beristri dua.

Ade Yasin sebagai Srikandi pilihan rakyat Kabupaten Bogor yang akan mengemban tugas sebagai Kepala Daerah seharusnya mendapatkan warisan Calon Pimpinan Satuan Kerja yang benar-benar benar tangguh, teruji dan terpercaya.

Dalam memilih para pembantunya nanti sudah seharusnya Bupati yang baru mengikuti dan mempedomani Program Nawacitanya Presiden Joko Widodo.

Pejabat yang akan dipilih adalah orang yang benar benar berkualitas dan berkemampuan tinggi, professional dan terukur. Bukan karena pandai bicara dan karena pernah jadi aktifis bahkan bukan karena pandai bersolek dan cari muka.

Menyoroti kepemimpinan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor selama beberapa periode terakhir, penunjukan Pejabat lebih dominan karena faktor kedekatan dan faktor nonteknis lainnya, bahkan BKPP banyak mendapat sorotan karena serampangan menempatkan Pejabat.

Terakhir terdapat issu penempatan istri muda Pejabat BKPP menjadi Kepala Bidang pada sebuah dinas teknis. (nama dan jabatan ada pada Lembaga Gerakan Nusantara Bersih yang sewaktu waktu akan dibeberkan).

Dan lebih parah lagi ada pejabat yang mempunyai kompetensi dan tidak punya kemampuan ditempatkan dalam jabatan strategis, ini namanya asal-asalan.

“Apa kerjanya Baperjakat pimpinan Sekda Adang Suptandar ?, Mereka patut diduga kurang cermat, bagaimanapun penempatan Pajabat adalah tanggungjawab Sekretaris Daerah. Sehingga dimasa mendatang penempatan Sekda yang baru harus benar benar disaring oleh Bupati yang baru sehingga tidak terulang lagi permasalahan penempatan Pejabat yang serampangan”, ujarnya.

Diperoleh informasi saat ini banyak oknum oknum Pejabat yang kasak kusuk mencari dukun dan orang pintar lainnya. Hal ini tentunya mereka berusaha mencari selamat agar tidak tergusur dari jabatannya.

(red.1)

Gak Nyangka, Tukang Cincau Ini Fasih 4 Bahasa

BOGOR DAILY — Bagi warga Bogor, tentunya sudah tidak asing lagi dengan pemandangan deretan penjual cincau di sisi Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Menggunakan gerobak, sekitar 10 pedagang menjajakan cincau sejak siang hingga sore hari.

Namun ada yang menarik dari salahsatu penjual cincau di tempat itu. Siapa sangka, ternyata salah seorang yang berjualan cincau itu merupakan seorang guru honorer dan jago 4 bahasa asing, yakni bahasa Ingrris, Jerman, Spanyol dan Belanda. Nanang Sukandar, nama aslinya. Namun, pria 52 tahun ini lebih dikenal pelanggannya dengan panggilan Mr Nanang.

“Dulu itu memang ada yang bikin video saya, terus jadi viral mungkin itu ya. Jadi banyak tuh yang datang dan bilang ini ya Mr Nanang yang viral itu,” kata Nanang, Jumat (13/7/2018).

Dengan wajah sumringahnya, Mr. Nanang selalu menyapa setiap orang yang melintas di depannya. Dengan riang, ia juga selalu mengajak pembelinya berbincang, sehingga membuat siapa pun yang berada di dekatnya merasa akrab meski baru mengenalnya. Di sela-sela obrolannya dengan pembeli, Nanang selalu menyelipkan kalimat dengan bahasa Inggris. Bahkan, Nanang kadang sengaja mengajak pembelinya mengobrol dengan bahasa Inggris.

“Ada itu orang dari Sumatera datang pengen ketemu saya, mungkin kebetulan dia ada di Bogor terus ke sini,” cerita Nanang saat ditemui di lapak cincaunya di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Keunikan Nanang inilah yang kemudian menjadi obrolan banyak orang dan videonya menjadi viral beberapa tahun lalu. Beberapa pembeli, kata Nanang, bahkan sengaja datang dari jauh hanya untuk bertemu dengannya. Tidak hanya pembeli lokal, turis asing juga kerap datang untuk membeli cincaunya.

sumber Detik.com

3 Perwira Polisi Sudah Dicopot dalam Sepekan

BOGOR DAILY– Dalam sepekan ini, Mabes Polri mencopot tiga orang perwira menengah dari jabatannya. Ketiga perwira itu yaitu, AKBP Sunario, AKBP Bambang Widjanarko, dan yang teranyar AKBP M. Yusuf.

AKBP Sunario dicopot dari jabatan Kapolres Ketapang setelah viralnya gambar plakat kerjasama Polres Ketapang dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok. Foto itu menunjukkan plakat bertuliskan Kantor Polisi Bersama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou.

Di dalam surat telegram nomor ST/1726/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018, tertulis AKBP Sunario yang merupakan Kapolres Ketapang dimutasikan sebagai Pamen Polda Kalbar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal menyatakan,  AKBP Sunario akan dibebastugaskan dari jabatannya saat ini “Soal viral foto plakat tersebut, Kapolres Ketapang akan dibebastugaskan dari jabatannya yang sekarang,” sebut Iqbal ketika dikonfirmasi, Jumat (13/7/2018).

Iqbal menyatakan, apa yang dilakukan Kapolres Ketapang tersebut tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri.  Kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain merupakan kewenangan Mabes Polri. “Hari ini juga kapolres dipindahkan sebagai pamen (perwira menengah) di Polda Kalbar,” tutur Iqbal.

Selanjutnya, AKBP Bambang Widjanarko dicopot dari jabatan Kapolres Pangkep. AKBP Bambang dituduh selingkuh dengan seorang polwan.  Isak tangis mengiringi acara pisah sambut Kapolres Pangkep dari AKBP Bambang Widjanarko, SIK kepada Kapolres Baru AKBP Tulus Sinaga, SIK.

AKBP Bambang dengan istrinya terlihat berlinang air mata.  Awalnya rumor selingkuh itu beredar di Markas Polres Pangkep. AKBP Bambang dituduh selingkuh dengan seorang perwira polwan dengan jabatan kepala unit berinisial ENS.  “Saya titip Polres Pangkep, yah. Mohon maafnya dari segala kesalahan yang saya perbuat selama ini,” ujarnya

Kapolda Sulsel, Irjen Umar Septono membenarkan, pencopotan Bambang karena diduga selingkuh dengan staf Polres Pangkep berpangkat perwira pertama.

Mereka dikabarkan sering jalan-jalan pada malam hari. “Dugaannya ngajak jalan-jalan, tapi untuk pendalaman sampai apa, kita dalami lagi,” kata Umar saat ditemui di Mapolda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (10/7/2018).

Dugaan perselingkuhan ini sedang diproses Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Selatan.

Umar mengatakan, Bambang melanggar disiplin sehingga dicopot.

“Karena dia pimpinan, sedikitpun apa-apa, yang dia buat tidak baik, ya kita segera mengganti dia,” kata Umar, mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat.

Menurut Umar, tidak semestinya seorang pimpinan apalagi jabatannya adalah Kapolres melakukan kesalahan hingga mencoreng citra Polri. Umar mengatakan secara tegas, jika ada Kapolres mencoreng citra Polri, maka tentu akan dilakukan sebuah tindakan tegas tanpa adanya kompromi dan pengecualian.

“Intinya tidak ada perlindungan, karena polisi sedang membangun citra Polri diterima masyarakat, malah ada yang mencoreng citra itu,” kata Umar.

Penarikan Bambang berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri Nomor ST / 1679 / VII / KEP. / 2018 yang dikeluarkan langsung dari Mabes Polri. Kasus terakhir yang juga tak kalah menghebohkan yaitu, pencopotan AKBP M. Yusuf dari jabatan Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung

Pencopotan itu dilakukan setelah viralnya video yang diduga AKBP M. Yusuf sedang menendang seorang ibu yang diduga melakukan pencurian di toko miliknya, di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (11/7/2018) sekira pukul 19.00 WIB.

Bahkan dalam video itu terlihat, ibu tersebut terlihat bersimpuh sembari memohon ampun.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohamad Iqbal mengatakan, kejadian itu membuat Kapolri gusar.

“Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan copot AKBP Y hari ini juga,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/7/2018).

Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat seorang pria menggunakan baju oranye menendang dan memukuli seorang ibu dan seorang anak laki-laki di Bangka Belitung.

AKBP M. Yusuf dicopot sesuai telegram ST/1786/VII/2018 yang ditandatangani Karo SDM Polda Babel Kombes Enjang Hasan Kurnia. Jabatan Kasubdit Pam Obvit di Polda Bangka Belitung yang ditinggalkan AKBP M. Yusuf diisi oleh  AKBP Stevanus.

Iqbal menerangkan, perilaku AKBP M. Yusuf tidak mencerminkan jargon polri yang profesional, moderen, dan terpercaya. “Anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif,” kata Iqbal.

Kini, AKBP M. Yusuf harus menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.”Tentunya setelah dicopot, akan ada mekanisme yang bersangkutan akan lalui di Propam,” ucap Iqbal,

 

Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Menteng Bogor

BOGOR DAILY Pengedar narkotika jenis ganja dan sabu-sabu di Kota Bogor ditangkap Satres Narkoba Polresta Bogor Kota. Penangkapan dilakukan di daerah Menteng Asri, Bogor Barat, Kota Bogor.

“Berawal dari informasi masyarakat, di daerah Menteng Asri, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ada kecurigaan seorang warganya menggunakan dan mengedarkan narkotika jenis shabu-shabu dan ganja,” ujar Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Yuni Astuti.

Warga yang melapor pun turut memberikan ciri-ciri fisik orang yang dicurigai ini. Di antaranya memiliki kondisi fisik tinggi sedang, rambut hitam rulus, dan kulit putih. Nama warga ini diketahui adalah Jaka.

Pihak kepolisian pun melakukan melakukan penyelidikan dan observasi terhadap terlapor. Ketika ditemui di rumahnya, laki-laki ini mengaku bernama Koswara atau Jaka. “Tim lalu melakukan penggeledahan san ditemukan sabu-sabu di kantong celana belakang Jaka seberat 9,17 gram,” lanjut AKP Yuni.

Jaka pun mengaku jika masih menyimpan narkotika jenis ganja di rumah orang tuanya di Bumi Menteng Asri. Saat dilakukan penggeledahan di lokasi tersebut, ditemukan ganja seberat 280 gram.

Pria kelahiran tahun 1977 ini menyebut ia memperoleh narkotika ini pada Ahad (8/7) di daerah Cipayung dari seseorang dengan nama Epul. Jaka beserta barang bukti yang ditemukan kini telah dibawa dan diamankan di Polresta Bogor Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan ini dilakukan Selasa (10/7) pukul 23:00 WIB. Pelaku pun terancam dikenai pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahunn 2009

sumber:  Republika.com

Uji Coba Parkir Meter Berlaku Mulai Bulan Depan di Bogor

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, berencana menguji coba penerapan parkir elektronik mulai Agustus hingga Desember 2018. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati mengungkapkan uji coba terminal parkir meter akan ditempatkan di dua ruas jalan, yakni Jalan Otto Iskandar Dinata dan Jalan Suryakencana.

“Terminal parkir meter (parkir elektronik) menggunakan sistem pembayaran dengan e-money,” kata Rakhmawati seperti dilansir cnn Indonesia.com

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dishub Kota Bogor Dodi Wahyudi mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan dua  bank BUMN yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) untuk alat transaksi pembayaran retribusi parkir elektronik.

“Untuk memudahkan masyarakat pengguna jasa parkir dapat melakukan penambahan saldo di retail-retail bank terdekat,” katanya.

Sistem parkir baru ini, lanjutnya, juga telah banyak diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bandung. Jika uji coba selama lima bulan hasilnya positif, maka Pemda akan mengenakan tarif progresif kepada pengendara. Pihaknya juga mengusulkan adanya perluasan parkir elektronik di beberapa ruas jalan lainnya.

Ia mengatakan penggunaan teknologi mutakhir dalam sistem perparkiran akan membantu pengelolaan kota terlihat lebih tertata. Fungsi lain, untuk transparansi serta meminimalisir kebocoran Pendapatan asli daerah (PAD) dari retibusi parkir.

Penataan parkir di pusat Kota Bogor ini juga menjadi salah satu upaya mengatasi kemacetan di kawasan pusat kota, khususnya di Jl Otista dan Suryakencana, yang merupakan kawasan padat parkir kendaraan. Dia menambahkan tahap awal uji coba parkir elektronik akan ditepatkan 18 alat parkir meter yang tersebar di dua lokasi tersebut. Selain itu, terdapat pula CCTV untuk keamanan alat parkir meter, serta pengerahan personil di lapangan untuk melakukan piket malam.

sumber: Cnnindonesia.com

KPK Tangkap Tangan Anggota DPR

Bogor Daily – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan, Jumat (13/7/2018). Kali ini KPK dikabarkan menangkap anggota DPR RI. Namun, KPK belum bersedia memberikan penjelasan detail. “Ada kegiatan di Jakarta, tunggu konpers besok,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini belum diketahui siapa identitas penyelenggara negara yang ditangkap. KPK juga belum memberi informasi lebih lanjut terkait perkara yang sedang ditangani. Pihak yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK. Rencananya, Sabtu (14/7/2018) besok, KPK akan menggelar jumpa pers terkait penangkapan tersebut.

update: Sementara itu, Politisi Partai Golkar Maman Abdurrahman membenarkan adanya penangkapan anggota DPR berinisial ES oleh KPK. ES ditangkap di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di Kompleks Widya Chandra, Jakarta.

Maman mengaku berada di rumah dinas Mensos ketika KPK membawa ES. Ia menjelaskan, saat itu, Idrus tengah menggelar acara ulang tahun pertama anaknya.  Acara itu dihadiri pejabat Kemensos, keluarga, dan kolega Idrus, termasuk ES. Mamam mengatakan, ES hadir sekitar pukul 14.00 WIB. “Sekitar Pukul 15.00 WIB, datang Petugas KPK menemui Mbak ES untuk ikut ke Kantor KPK untuk dimintai keterangan dengan menunjukkan Sprindik,” ujar Maman dalam pesan singkat. “Sekitar pukul 15.15 WIB, ES ijin pamit pergi bersama KPK,” tambah dia.

Maman menekankan, tidak ada operasi tangkap tangan di rumah dinas Mensos seperti informasi yang beredar. Menurut dia, petugas KPK hanya menjemput ES. “Sampe sekarang kita belum mengetahui terkait apa ES dijemput oleh KPK. Untuk lebih jelasnya terkait kasus ES kita bisa menunggu keterangan resmi dari KPK,” ujar Maman.