Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 8750

Satu ASN di Pemkot Bogor Terancam Dipecat

BOGOR DAILY – Beredar foto salah seorang Aparat Sipil Negara (ASN) terlibat berfoto bersama calon Walikota Bogor nomor urut tiga (Bima Arya). Belum diketahui, dimana tempatnya foto bersama antara satu orang ASN dengan Cawalkot itu, namun foto tersebut sudah viral melalui WhatsApp (WA).

Kontan saja, aksi sang ASN itupun menuai kecaman berbagai pihak, karena perbuatannya itu diduga telah melanggar Undang Undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Undang Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan PP nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Akibat tindakannya itu, ASN tersebut terancam sanksi pidana dan bisa di berhentikan sebagai ASN, jika terbukti terlibat.

Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat mengatakan, dalam pelaksanaa. Pilkada, ASN terikat oleh berbagai aturan dari Undang Undang. Apabila terjadi pelanggaran atau ASN terlibat, maka sanksi nya sangat berat, sesuai dengan Undang Undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

“ASN tidak boleh berfoto bersama paslon di Pilkada ini, apapun kepentingan dan alasannya. Apa yang dilakukan oleh ASN yakni Camat Bogor Tengah Agustiansyah yang berfoto bersama salah satu paslon Walikota, masuk kedalam kategori dugaan pelanggaran sesuai Undang Undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pada pasal 71,” tegas Rommy panggilan akrabnya ini.

Menurutnya, ASN tidak boleh terlibat dalam kegiatan apapun menyangkut paslon Walikota, tindakannya itu akan dijerat sesuai dengan sanksi sesuai pasal 188, disamping soal pelanggaran administratif lainnya. “ASN harus netral, jangankam berfoto bersama, nge like paslon di media sosial saja tidak boleh. Kami minta Panwaslu Kota Bogor segera bergerak menindak ASN tersebut, karena dalam foto itu sudah sangat jelas keterlibatannya,” jelasnya.

Sikap ketidaknetralan yang diperlihatkan oleh Camat Bogor Tengah Agustiansyah, telah mencoreng ASN di Pemkot Bogor. Plt Walikota dan Sekda serta Inspektorat Pemkot Bogor harus segera menindaknya. “Harus segera ditindak tegas, karena aturannya sudah sangat jelas,” ucap Rommy.

Saat di konfirmasi, Camat Bogor Tengah Agustiansyah mengaku hanya memenuhi undangan halal bihalal. “Saya hanya memenuhi undangan saja, kalaupun ada paslon lain yang mengundang, maka saya akan datang. Saya sendiri sudah melaporkan soal ini ke panwaslu,” bantah Camat.

Polisi Gulung Empat Supir Angkot Asik Bermain Judi Remi

Bogor Daily – Sebanyak empat orang supir angkutan kota (angkot) nomor trayek 09 jurusan Sukasari – Warung Jambu kedapatan sedang asik bermain judi, Minggu (17/6/2018).
“Empat pelaku berinisial SB, TS, IA dan AN kami gulung saat tengah asik bermain judi di samping Kantor Pemadam Kebakaran Kota Bogor,” ungkap Iptu agus selaku kanit reskrim polsek bogor timur.
Penggerebekan tersebut berawal ketika Wakapolresta Bogor Kota AKBP Rantau Isnur Eka sedang melakukan pengecekan arus lalulintas bersama jajaran Satlantas polresta Bogor kota dan kemudian menemukan barisan angkutan kota yang memarkir kendaraan tidak pada tempatnya tanpa adanya pengemudi yang menyebabkan kemacetan. Dari itulah wakapolresta mencurigai adanya sekumpulan pengemudi yang sedang melakukan perjudian di dalam gubuk tak jauh dari lokasi saat dirinya bertugas.
“Kecurigaan kami berbuah hasil, bermula terlihat sejumlah angkot berjejer tidak didapati supirnya dan membuat kemacetan di jalur sukasari, dari kecurigaan itu kami melakukan pemeriksaan gubuk dan benar saja didapati empat orang supir yang tengah asik berjudi kartu remi dengan barang bukti sejumlah uang dari para tersangka,” ungkap iptu agus.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, para tersangka kemudian digiring ke Polsek Bogor Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebarkan Berita Fitnah, Sejumlah Media Online Bakal Dipidanakan

BOGOR DAILY –  Calon Bupati Bogor Ade Yasin bakal mempidanakan sejumlah media online yang menyebarkan fitnah melalui pemberitaan  kepada aparat kepolisian. Menurut David Rizar Nugroho, Wakil Direktur Tim Pemenangan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Media Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Bogor Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist) sejauh ini sudah tiga media online yang di tengarai menyebarkan berita fitnah yang sengaja disebarkan menjelang waktu pencoblosan untuk mempengaruhi masyarakat Kabupaten Bogor terutama yang memiliki hak pilih.

“Jumlah media online yang akan kita pidanakan mungkin saja bertambah. Tim kita sedang melakukan monitoring. Sebelum kita pidanakan, kita mau lapor dulu ke dewan pers,” jelas David dalam siaran persnya Minggu (17/6) kemarin.

Mantan Juru Bicara Bupati Bogor Rachmat Yasin ini menjelaskan, laporan ke dewan pers adalah yang kali kedua. Beberapa waktu lalu dirinya juga melaporkan sejumlah media online ke dewan pers terkait pemberitaan yang tendensius dan tidak berimbang terkait Rachmat Yasin. David mencatat setidaknya tiga media online yaitu inilahnews.combharatanews.com dan sentananews.com. Ketiganya memuat konten berita dengan sangat tendensius dan tidak berimbang.

“Judulnya provokatif, isinya banyakan opini dan parahnya tidak cover both side. Setahu saya semua produk berita harus tunduk dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ,” paparnya.

David mengatakan, pasal 1 KEJ bahwa  wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Di pasal dijelaskan bahwa wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Sedangkan pasal 4 menyebutkan wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

“Kami meminta Dewan Pers menguji ketiga pasal tersebut terhadap berita yang di tulis inilahnews.combharatanews.com dan sentananews.com. Kalau rekomendasi dewan pers bisa ditempuh jalur pidana, langsung kita laporkan ke polisi,” tegas David.

Pemegang gelar Doktor Komunikasi Pembangunan IPB ini mengaku telah menelusuri ketiga situs online tersebut. Ternyata, selain pengelolanya tidak jelas badan hukumnya juga tidak ada.

“Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 menjelaskan intitusi pers harus berbadan hukum. Dugaan kami situs berita ini dibuat sengaja oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan menghasut publik dengan menyebarkan kabar hoaks. Tapi semua kami serahkan ke dewan pers untuk melakukan penelitian karena ini ranahnya Dewan Pers,” paparnya.

Terkait hal tesebut, Ade Yasin telah menunjuk Usep Supratman, SH sebagai penasihat hukum yang diberikan kuasa untuk melaporkan tiga media online tersebut ke dewan pers sekaligus membuat  laporan pidana jika ada rekomendasi dari Dewan Pers.

“Kami bukan tidak menghormati kebebasan pers. Kami ingin kebebasan pers digunakan untuk menghasilkan produk berita yang kredibel dan akurat. Jangan ada trial by press. Jusru laporan kami ini sebagai bentuk penghormatan kepada media-media yang telah membuat konten berita yang sesuai dengan kode etik jurnalistik. Biar jelas mana yang konten hoaks dan berita yang kredibel dan akurat,” ujarnya.

David mengakui menjelang hari pencoblosan tanggal 27 Juni 2018, serangan-serangan melalui kabar hoaks deras dialamatkan pasangan Hadist. Tujuannya tak lain adalah menggerus elektabilitas pasangan Hadist dengan membangun opini publik melalui kabar hoaks. Kabar hoaks tersebut bukan hanya melalui media online tapi juga melalui media sosial.

“Ini menandakan kepanikan luar biasa dari lawan politik. Mereka sudah kehilangan akal sehat sehingga segala cara dihalalkan. Kenapa? Karena hasil survai semua lembaga survey yang kredibel dan bereputasi nasional eletabillitas hadist tak tergoyangkan di nomor satu.  Voters hadist sudah firm gak akan goyah dan gak akan mempan digoyang oleh kampanye hitam. Mereka bilang ke saya, kalau ada yang ngasih telor lagi mau diambil saja buat bikin kue. Beres bikin kue, nyuci loyangnya pake sabun merek Hadist,” kelakar David (*)

PDAM Tirta Kahuripan Siagakan 354 Personel Saat Libur Lebaran

Bogor Daily – Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, tetap melakukan pelayanan selama masa cuti Idul Fitri.Humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Agus Ryanton menuturkan, sebelum cuti lebaran pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, untuk menanggulangi segala kumungkinan terburuk yang bakal terjadi selama libur panjang hari raya Idul Fitri.

Pihaknya menyiagakan 354 personil yang bertugas di bagian teknik maupun non teknik secara bergantian, hingga penyedian bantuan air bersih melalui enam unit mobil tangki berkapasitas 4.000 dan 5.000 m3 yang bakal disebar ke berbagai wilayah jika terjadi gangguan.

“Selama libur lebaran kita menyiagakan ratusan personil yang bakal bekerja selama 24 jam secara bergantian, hal itu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan selama libur lebaran,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku siap membantu menurukan sejumlah personilnya ke beberapa titik di berbagai wilayah, jika terjadi bencana kekeringan selama cuti bersama.

“Jika di beberapa wilayah terjadi kekeringan atau krisis air bersih, kita siap membantu jika memang hal tersebut diperlukan, tapi setelah mendapatkan arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui surat yang diajukan oleh warga atas sepengetahuan aparatur desa maupun kecamatan,” kata Agus.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Hasanudin Tahir, dirinya memaparkan, selain berbagai pelayanan yang disiapkan pihaknya selama libur lebaran, ia juga mengaku menyiapkan kemudahan lainnya dalam melakukan pembayaran layanan.

Tidak perlu datang jauh-jauh ke loket PDAM untuk membayar rekening air, merupakan target besar yang ingin dicapai pihaknya dalam memudahkan pelanggan melakukan pembayaran layanan selama cuti lebaran.

Cukup dengan melakukan pembayaran melalui rekening bank, Pegadaian, Alfamart, Indomart hingga kantor Pos, merupakan sederet alternatif pembayaran yang disediakan pihaknya untuk memanjakan pelanggan dalam bertransaksi.

“Pada libur lebaran tahun ini, kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjawab kebutuhan dan memudahkan para pelanggan kami. Memberikan pelayanan terbaik bagi warga Bumi Tegar Beriman, merupakan prioritas utama kami,” pungkasnya.

Usulan Fatwa Haram ke Israel Bakal Dikaji MUI

BOGOR DAILY-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta MUI membuat fatwa haram untuk mengunjungi Israel. MUI menyatakan, sebelum fatwa dibuat, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi.

“Untuk membuat fatwa itu kan ada beberapa ketentuan. Yang pertama, apakah ada permintaan dari masyarakat atau tidak; yang kedua, apakah itu masuk wilayah fatwa atau tidak,” kata Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi saat ditemui di Jalan Karang Asem IV, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Zainut mengatakan MUI akan mempelajari dan mendalami konteks tujuan pembuatan fatwa dan konten fatwa tersebut. Dia mengatakan MUI akan mengkaji soal permintaan fakta ini setelah masa Lebaran habis. “Biasanya yang masuk dalam wilayah fatwa itu yang berkaitan dengan sebuah ketentuan hukum, boleh atau tidaknya, haram atau tidaknya. Nah, kalau orang bepergian berkunjung ke sebuah negara, apakah itu masuk dalam wilayah itu kan gitu, ini harus diteliti dari aspek apa kita memberikan hukum itu,” tutur dia.

“Setelah Lebaran, insyaallah, dan itu juga kan kami harus juga berdasarkan surat yang masuk ya. Saat ini kami belum terima surat, kami baru mendapat informasi dari teman-teman,” imbuh Zainut.

Sebelumnya, hal senada dikatakan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin. Dia mengatakan usulan Fahri mesti didiskusikan lebih jauh. Dia mengatakan kunjungan WNI muslim ke  Israel belum tentu masuk wilayah MUI. Dia menyebut usulan Fahri belum bisa langsung diterapkan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berkukuh mengusulkan adanya fatwa haram kunjungan ke Israel. Menurut Fahri, kunjungan para tokoh ke Israel lebih banyak mudaratnya.

“Supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi, sebaiknya majelis ulama membuat fatwa tentang kunjungan ke Israel itu dinyatakan haram aja. Supaya tidak ada lagi orang ke sana. Sebab, pergi ke negara yang dikuasai zionis itu, pertama, secara keagamaan lebih banyak mudaratnya. Apalagi elite-elite karena zionis ini pintar betul dia ngolah orang,” kata Fahri di rumah dinas Ketua DPR, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Jumat (15/6).

Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah ke Anyer

BOGOR DAILY-Memasuki libur Lebaran, Polres Cilegon memberlakukan sistem satu arah  menuju kawasan wisata pantai Anyer ataupun sebaliknya. Sistem satu arah diberlakukan dalam dua sesi.

Sesi pertama pada pukul 08.00-11.00 WIB dari arah Jakarta menuju Anyer hingga Cinangka. Kendaraan dari arah Anyer yang akan ke Jakarta akan disetop untuk memprioritaskan kendaraan yang mengarah ke kawasan wisata pantai tersebut.

Sementara itu, sesi kedua diterapkan pada pukul 16.00-18.00 WIB. Untuk kendaraan menuju Jakarta dari Anyer maupun Cinangka, polisi akan memprioritaskan kendaraan yang mengarah pulang. Sedangkan kendaraan yang mengarah ke Anyer akan disetop di simpang Jalur Lingkar Selatan (JLS).

“Bus akan kita arahkan keluar Tol Cilegon Barat, simpang SPIJ, masuk ke kawasan (industri) dan masuk ke Jalan Ciwandan,” kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Sabtu (16/6/2018).

Berbeda dengan kendaraan besar, kendaraan kecil akan diarahkan keluar dari Gerbang Tol Cilegon Timur, kemudian menuju JLS dan tembus ke arah Anyer. “JLS sendiri akan kita bagi bebannya. Jadi jalur JLS (khusus) jalan (kendaraan) kecil,” kata dia.

Sistem satu arah itu berlaku mulai hari ini, Sabtu, 16 Juni, sampai 24 Juni 2018. Diberlakukannya sistem satu arah itu mengingat mulai akhir pekan ini sudah memasuki masa libur Lebaran.

Jalur dari Bogor ke Sukabumi Padat Merayap

BOGOR DAILY-Volume kendaraan dari arah Bogor menuju Sukabumi, Jawa Barat membludak pada hari kedua Lebaran 2018 atau H+1. Hal tersebut mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tersendat.

“Kepadatan arus lalu lintas ini sudah terjadi sejak pagi, bahkan hingga kini di perbatasan Sukabumi-Bogor tepatnya di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi sudah terjadi penyendatan arus lalu lintas,” kata salah seorang petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Iwan Rustiandi, Sabtu (16/6/2018).

Dari pantauan di lokasi, kepadatan kendaraan yang masuk ke Sukabumi ini sudah tampak dari exit Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) hingga Kecamatan Cicurug. Bahkan antrean panjang kendaraan pun terlihat di Tol Bocimi yang hendak keluar tol.

Tersendatnya arus lalu lintas ini disebabkan oleh volume kendaraan yang melalui jalur utama Ciawi-Cicurug membludak ditambah kendaraan yang keluar dari Tol Bocimi sesi I.

Kemacetan pun terjadi di beberapa titik, khususnya di sekitar objek wisata seperti Taman Angsa, Kecamatan Cicurug dan Cimelati, Kecamatan Cidahu. Belum lagi banyaknya kendaraan yang keluar masuk persimpangan jalan serta pusat perbelanjaan seperti di Pasar Cicurug, Parungkuda hingga Cibadak.

Bahkan, informasi yang diperoleh, ekor antrean kendaraan menuju Sukabumi hingga di Cimande, Kabupaten Bogor. Tersendatnya arus lalu lintas ini pun juga diperburuk dengan adanya angkot dan angkutan umum L-300 yang mengambil jalur lawan arah.

Sementara, untuk arah dari Sukabumi menuju Bogor arus kendaraan relatif ramai lancar hanya di beberapa titik saja terjadi penyendatan arus sehingga laju kendaraan merayap. “Kendaraan yang masuk ke Sukabumi didominasi wisatawan dan ada juga pemudik yang baru mudik di H+1 lebaran ini,” tambahnya.

Iwan mengatakan, untuk antisipasi kemacetan panjang pihaknya bersama anggota kepolisian baik Polres Sukabumi maupun Bogor yang dibantu anggota polsek terdekat berupaya mengurai arus lalu lintas yang terus bertambah.

Sementara, Reni Anggraeni (32) mengatakan dirinya dari Bogor bersama suami dan satu orang anaknya ingin berlibur ke Pantai Palabuhanratu.  Awalnya, untuk menghindari kemacetan, ia memilih menggunakan sepeda motor, tetapi sama saja, baru sampai pintu masuk Sukabumi (Kecamatan Cicurug) sudah macet.

sumber: Tirto.com

Alhamdulillah, Zakat Kota Bogor Tembus Rp12,1 Miliar

BOGOR DAILY-Badan amil zakat (Baznas) Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat penerimaan zakat, infak dan sedekah selama bulan Ramadhan 2018 mencapai Rp12,1 miliar. Laporan penerimaan zakat, infak dan sedekah ini dibacakan perwakilan Baznas Kota Bogor pada saat Shalat Idul Fitri 1439 Hijriah gelar Jumat (15/6/2018)

Berdasarkan laporan tersebut disampaikan dana senilai Rp12,1 miliar tersebut bersumber dari penerimaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) selama periode Januari sampai dengan Mei 2018 yang dihimpun oleh Baznas Kota Bogor ditambah dengan total penerimaan ZIS selama bulan Ramadhan.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Total penerimaan tahun 2017 sebesar Rp11,7 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengapresiasi peningkatan perolehan ZIS tahun ini, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kewajibannya membayar zakat. “Ada peningkatan signifikan penerimaan zakat tahun 2017 dengan 2018, semoga ini akan terus berkelanjutan, seiring disahkannya Perda zakat oleh DPRD, ” kata Usmar.

Menurutnya, dengan adanya Perda zakat tersebut akan mengatur mekanisme penerimaan dan penyaluran zakat yang efektif dan efisien. “Dengan adanya Perda ini, ada naungan hukum terutama dalam pengumpulan zakat di instansi pemerintah,” katanya kepada awak media.

Sementara itu, catatan dari Baznas Kota Bogor penerimaan ZIS selama periode Januari hingga Mei 2018 tercatat sebesar Rp1 miliar lebih. Sedangkan penerimaan ZIS selama Ramadhan Rp11,1 miliar.

Jika dibandingkan tahun 2017, jumlah ini penerimaan ZIS dari periode Januari sampai Mei sekitar Rp1,3 miliar. Sedangkan ZIS selama Ramadhan sebesar Rp10 miliar. Totalnya Rp11,7 miliar

Macet Parah di Jalur Puncak, Cek Alternatifnya

BOGOR DAILY- Arus lalu lintas ke Puncak, Bogor macet di hari kedua libur lebaran ini. Namun ada jalan yang lebih lancar untuk masyarakat dari arah Jakarta yang hendak menuju Cianjur.

“Petugas Kepolisian Resor Bogor menyarankan dan menghimbau kepada masyarakat yang ingin menuju Cianjur agar dapat menggunakan Jalur Cibubur-Jonggol-Cariu-Cianjur,” kata Kasat Lantas Polres Bogor Kompol Hasby Ristama dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/6/2018).

Panjang Jalur Cibubur-Jonggol-Cariu-Cianjur adalah 86 km. Waktu tempuh yang dibutuhkan lebih pendek, sehingga bisa lebih cepat dibandingkan menggunakan jalur Puncak.

“Masyarakat pun bisa menggunakan Jalur Tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi) jika ingin ke Cianjur dan Sukabumi. Dengan jarak 15 km, bisa menempuh waktu 20 menit,” kata Hasby.

Sebaliknya, warga dari arah Cianjur yang hendak menuju Jakarta juga dipersilakan untuk menghindari jalur macet. Polisi menyiapkan jalur alternatif.

“Jika ada yang terpending perjalanannya menuju Jakarta dari Cianjur-pun dapat mengunakan jalur alternatif yang disiapkan oleh petugas kepolisian,” kata dia.

Volume kendaraan meningkat dari arah Jakarta menuju Puncak. Kepadatan sudah lebih dari 1 km di exit Tol Ciawi, sejak pagi hari tadi, pukul 06.30 WIB. “Untuk mengurangi kepadatan tersebut satuan lalu lintas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah lebih cepat dari jadwal biasanya yakni dilaksanakan pada jam 07.00 WIB,” kata dia.

sumber: detik.com

Jauh-jauh dari Aceh Demi Bertemu Jokowi di Istana Bogor

BOGOR DAILY-Presiden Jokowi menggelar open house pada Idul Fitri 1439 Hijriah 2018 di Istana Kepresidenan, Kebun Raya Bogor. Dengan itu warga pun mulai memadati pintu masuk Kebun Raya Bogor sejak pukul 09.00 WIB. Mereka bermaksud ingin ke Istana Kepresidenan untuk bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo.

Namun ada yang menarik  dari ratusan warga yang antri.

Seperti dilansir Tribunnewsbogor.com, di antara para tamu yang datang, ada salah satu warga yang berasal dari Kota Langsa, Aceh bernama Mulyani (59) mengatakan bahwa Ia menunggu sejak pukul 09.30 WIB bersama empat saudaranya.

“Dari jam setengah sepuluh disini dik, kebetulan saya dari Aceh datang kesini ingin menemui Presiden saya,” ucapnya sambil tersenyum.

“Iya dik, saya dari Aceh, Kota Langsa itu adalah Kota Madya,” diakuinya dengan logat khas Aceh.

Dikatakannya bahwa sejak pertengahan bulan puasa Ia berangkat bersama adik sepupunya bernama Radliah (47) menggunakan pesawat. “Saya berdua sama adik sepupu naik pesawat turun di Jakarta kemudian langsung ke Kota Bogor untuk menemui adik kandungnya,” ungkap ibu Mulyani yang juga berprofesi sebagai Guru SD.