Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 8766

Ada Kebakaran di Cibinong, 4 Kontrakan Ludes

BOGOR DAILY-Diduga korsleting listrik, empat rumah kontrakan di RT 5/ 5 Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor hangus terbakar si jago merah.

Insiden yang menimpa empat rumah kontrakan daln satu petak itu terjadi sekira pukul 13.30 WIB siang tadi, Senin (14/5/2018). Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Hanya saja sejumlah barang-barang mulai dari perabotan rumah hingga beberapa dokumen milik penghuni kontrakan hangus terbakar.

“Dugaannya konsleting listrik, dua unit mobil pemadam kebarakaran dikerahkan untuk memadamkan api,” ujar Kabid Penanggulangan Damkar padas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, M Zaharry.

Dikatakannya bahwa selang setengah jam, kobaran api yang menghanguskan empat kontrakan tersebut berhasil dipadamkan. “Sebelumnya api coba dipadamkan warga secara manual menggubakan ember dan lain sebagainya,” tuturnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar selalu waspada terhadap adanya potensi kebakaran akibat konsleting listrik. “Terus tidak bosan-bosannya Disdamkar Kabupaten Bogor mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kebakaran yang disebabkan kompor gas maupun lstrik,” tandasnya.

sumber: TRibunnewsbogor

Markas Polres Bogor Diperketat, Gerbang Ditutup

BOGOR DAILY- Pengamanan di Mapolres Bogor diperketat pasca insiden teror bom di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi tadi. Sejumlah petugas melakukan pemeriksaan di pintu gerbang Mapolres Bogor.

Setiap pengunjung yang hendak masuk dengan berjalan ke dalam area Mapolres Bogor diminta menunjukkan barang bawaannya.

Tak hanya itu sejumlah water barrier pun tampak disimpan tepat di depan gerbang Maporles Bogor.

Kendaraan taktis tambora pun bahkan tampak berada di depan gerbang masuk. Sementara itu, tampak gerbang masuk menuju Mapolres Bogor tidak dibiarkan terbuka begitu saja.

Pintu gerbang Mapolres Bogor hanya dibuka saat ada kendaraan yang hendak masuk ke dalam area Polres. Wartawan pun sempat dilarang untuk memfoto suasana pintu penjagaan di depan Mapolres Bogor. “Iya pengamanan diperketat, semua yang datang ke Mapolres Bogor diperiksa barang bawaannya untuk antisipasi,” ujar Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita

Ita pun menjelaskan bahwa diperketatnya penjagaan di Mapolres Bogor sendiri mengingat adanya kejadian teror bom di Surabaya.

“Saat ini sasaranya Polri, jadi memang perlu waspada,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga saat ini masih terus melakukan patroli menyisir sejumlah tempat ibadah dan keramaian di Kabupaten Bogor.

“Sejak kemarin dilakukan pengamanan di setiap tempat ibadah, hari ini masih kita lakukan patroli,” tandasnya.

Pemkot Bogor Musnahkan Narkoba dan Miras

BOGOR DAILY- Pemusnahan barang bukti (barbuk) narkoba dan minuman beralkohol yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606/Kota Bogor, sebagai bukti jika pihak kepolisian selalu hadir bersama dengan unsur Muspida lainnya dalam upaya pencegahan penyakit masyarakat (pekat).

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat usai pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkoba dan minuman beralkohol hasil Operasi Cipta Kondisi menjelang bulan Ramadhan 1439 H tahun 2018 di daerah hukum Polresta Bogor Kota di Balai Kota, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (14/05/18)

Dirinya juga menegaskan, bahwa Pemkot Bogor akan selalu memastikan untuk mendukung terhadap pencegahan pekat. Jadi, sambungnya, upaya-upaya yang dilakukan pihak kepolisian dan TNI akan selalu didukung penuh Pemkot Bogor.

Selain Sekda, pada kesempatan itu turut hadir Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Arm Dody Suhardiman, Ketua DPRD Untung W Maryono serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor dan Pengadilan Negeri (PN) Bogor juga dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas)

PNS Pulang Jam 3 Sore Mulai Puasa

BOGOR DAILY-Memasuki bulan Ramadan, pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada bulan puasa nanti PNS bisa pulang lebih cepat dari hari biasa.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nomor 336 tahun 2018 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan POLRI pada Bulan Ramadhan, jam kerja dikurangi satu jam dari biasanya.

“Jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima hari atau enam hari kerja menjadi 32,5 jam per minggu,” bunyi surat edaran.

Dengan demikian, maka instansi pemerintahan yang melakukan 5 hari kerja, pada hari Senin hingga Kamis Pukul 08.00 – 15.00 WIB. Kemudian pada hari Jumat, PNS kerja pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Sementara bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja, maka pegawai bekerja di hari Senin hingga Kamis, dan Sabtu mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sementara untuk hari Jumat pukul 08.00 – 14.30 WIB.

Pengurangan jam kerja ini diberikan agar PNS atau ASN yang melaksanakan puasa dapat meningkatkan ibadahnya. Walaupun demikian, Menteri PANRB Asman Abnur mengimbau agar pelayanan publik tetap berjalan dan ASN tidak mengabaikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

Penyesuaian jam kerja ini tidak hanya berlaku bagi PNS, namun juga berlaku untuk TNI dan Polri. Penyesuaian jam kerja ini juga hanya berlaku selama bulan Ramadan.

Jokowi Siapkan Perppu Teroris

BOGOR DAILY-  Presiden Joko Widodo meminta DPR segera merampungkan revisi UU Tindak Pidana Terorisme pada Juni 2018. Jika belum kelar, Jokowi mengancam akan mengeluarkan perppu.

“DPR dan kementerian terkait yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme, yang juga kita ajukan pada bulan Februari 2016 yang lalu, sudah dua tahun untuk segera diselesaikan secepat-cepatnya, Juni yang akan datang karena ini merupakan payung hukum yang penting bagi aparat Polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun dalam tindakan,” kata Jokowi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

“Kalau nantinya bulan Juni, akhir masa sidang ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan perppu,” tegas Jokowi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan revisi UU Terorisme memang mendesak, terlebih Surabaya akhir-akhir ini diserang bom.

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan tak ada niat DPR mengulur revisi UU Terorisme. Menurutnya, bola panas ada di pemerintah saat ini.

“Terkait RUU Terorisme, DPR sebenarnya 99 persen sudah siap ketuk palu sebelum reses masa sidang yang lalu. Namun pihak pemerintah minta tunda karena belum adanya kesepakatan soal definisi terorisme. Begitu definisi terorisme terkait motif dan tujuan disepakati, RUU tersebut bisa dituntaskan,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang.

Kasat Narkoba Polrestabes Bopong Anak Pengebom

BOGOR DAILY-AKBP Roni Faisal Saiful Faton langsung menyelamatkan seorang bocah perempuan dari lokasi TKP bom Polrestabes Surabaya. Roni tetap tenang, meski bisa saja terjadi bom susulan.

“Demi kemanusiaan, lihat anak kecil. Di sampingnya ada mobil terbakar, saya takut mobil itu meledak,” ujar Roni, Senin (14/5/2018).

Terlebih lagi, kata Roni, anak itu menangis dan meminta tolong. Ucapan meminta tolong itu lah yang membuat Roni tak berpikir panjang dan langsung menyelamatkannya.

Roni menceritakan, usai ledakan terjadi, anak tersebut jatuh dan kakinya tersangkut di motor. namun anak itu masih bergerak. Melihat anak itu bergerak, petugas di lokasi memintanya berdiri. Dan anak itu berdiri sambil terhuyung-huyung.

“Anak itu rada goyang, langsung saya ambil, saya gendong ke tempat aman dan serahkan ke Dokkes,” kata Roni yang sehari-hari adalah Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.

Saat digendong Roni, anak berjilbab itu terdiam dan tak menangis lagi. Roni tak begitu jelas melihat luka yang dialami anak itu. Roni hanya melihat ada banyak darah di tubuh anak yang berusia sekitar 6-7 tahun itu. “Mungkin itu cipratan darah. Ada serpihan-serpihan juga di tubuh anak itu,” lanjut Roni.

Roni sendiri belum tahu identitas anak itu. Apakah anak itu warga ataukah anak dari pelaku pengeboman, Roni juga belum tahu. “Saya langsung serahkan ke dokkes dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tandas Roni.

Pos Polisi Jakarta-Bogor Jadi Target Bom Panah Abu Baro

BOGOR DAILYMusfahul Imam alias Abu Baro ditembak mati Densus 88. Abu Baro diduga bagian jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Abu Baro diduga hendak melakukan penyerangan ke Mako Brimob.

Penyergapan pada Abu Baro dilakukan pada Minggu (13/5) dini hari di Kampung Cijambe, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Dia diduga terkait kelompok JAD, Kholid Cs jaringan JAD Jabodetabek.

“Melakukan Idad dan pelatihan semi militer di Sukabumi dalam rangka perencanaan amaliyah kelompok jaringan JAD Jabodetabek,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam keterangannya, Minggu (13/5).

Abu Baro yang hendak melakukan penyerangan Mako Brimob dan pos polisi. “Merencanakan Amaliah di sejumlah Mako (Markas Komando) atau pos polisi di wilayah Bogor, Bandung, Jakarta dan Mako Brimob Kelapa Dua Depok dengan sistem hit and run menggunakan senjata, panah yang busurnya dilengkapi bom di ujungnya dan pisau komando,” tegas dia.

Abu Baro sudah dipantau selama 4 bulan terkait aktivitas perencanaan amaliyah dengan berbagai persiapan-persiapan memarik seperti pengumpulan bahan peledak, pembelian panah, idad dan pelatihan semi militer di sejumlah lokasi di Sukabumi dan Cileungsi Bekasi.

Abu Baro yang ditembak mati jenazahnya dibawa di RS Polri Kramatjati.

 

Lagi! Giliran Markas Polisi Surabaya Dibom

BOGOR DAILY-Satu bom kembali meledak di depan markas polisi di mako Polrestabes Surabaya pada pukul 08.50 WIB. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera, Senin (14/5/2018).

Informasi yang didapat, bom meledak dari sebuah mobil Avanza, namun keterangan ini masih harus dikonfirmasi lagi. Juga sempat disampaikan bahwa Kabid Humas Polda Jatim akan segera melakukan peninjauan langsung ke TKP untuk melihat parah atau tidaknya lokasi kejadian.

“(pada) 8.50 WIB telah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera yang segera berbegas pergi

Orangtuanya Mau Cerai, Artis Rizki Febian Nangis

BOGOR DAILY-Artis musik Rizky Febian tidak bisa menahan tangis ketika menyanyikan lagu “Kesempurnaan Cinta” pada perayaan ulang tahun ke-17 adiknya, Putri Delina, Sabtu (12/5/2018).

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ayah Rizky, komedian Sule, di akun Instagram-nya, @ferdinan_sule.

Dalam video itu, Rizky tampak diapit dua adiknya. Salah satunya adalah Putri yang sedang berulang tahun.

Suara Rizky terdengar tersendat saat menyanyi. Putri juga terlihat menghapus air matanya lalu mengulurkan tangan dan mengusap air mata dari pipi kakaknya.

Tangis Rizky pecah ketika tiba pada bagian refrain “Kesempurnaan Cinta”.

Berada di pelukanmu, mengajarkanku apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta. Berdua bersamamu mengajarkanku apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta,” lantun Rizky dengan terisak.

Melihat itu, Sule yang semula menjadi penonton pun mendatangi Rizky dan memeluk putra sulungnya itu.

Cukup lama Sule dan Rizky berpelukan. Rizky juga masih mencoba  melanjutkan lagunya. Namun ia hanya mampu mengucap dua patah kata. Lalu memeluk ayahnya erat-erat.

Akhirnya Putri Delina yang melanjutkan lagu itu.

Tiga Anak Pelaku Bom Sidoarjo Selamat

BOGOR DAILY-Ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo menyisahkan cerita pilu. Tiga anak dari terduga pelaku yang masih berusia belasan tahun selamat dari maut.

Dalam kamar lantai lima yang ditinggali enam orang anggota keluarga itu, ada tiga anak dari terduga pelaku yang lebih kecil, yakni A (15), GHA (10), dan anak perempuan WP (11) lolos dari ledakan.

Anak dari terduga pelaku yakni A, menyelamatkan kedua adiknya menuju RS Siti Khodijah dan ditolong bersama warga. Sekitar pukul 12.30, GHA dan WP di rujuk ke RS Bhayangkara, Polda Jatim.

“Kedua anak itu sudah di RS Bhayangkara Polda Jatim, termasuk kakaknya yang selamat,” ucap Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, Minggu malam, 13 Mei 2018.

Frans menyebut, akibat peristiwa itu ayah, ibu dan satu anak dari terduga pelaku lainnya tewas. “Tiga (meninggal). Yaitu A, istri A dan anak A,” kata Frans.

Sebelumnya, rumah susun yang berada di belakang Polsek Taman Sepanjang, Sidoarjo ini diduga ditempati oleh keluarga terduga teroris. Dari informasi yang dihimpun, terduga tengah merakit bom untuk meledakkan di suatu tempat, namun gagal dan akhirnya meledak.