Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8789

Pesan Menhub untuk Operator Grab Terkait Pembunuhan Siska

BOGOR DAILY-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, meminta Grab Indonesia untuk bertanggungjawab atas kejadian meninggalnya Yun Siska Rohani yang dibunuh oleh pengemudi Grab.

“Aplikator belum datang ke sini, harus tanggung jawab sesama manusia, harus memberikan tanggung jawabnya karena ini kehilangan yang sangat besar bagi keluarganya,” kata Budi saat berkunjung ke rumah almarhumah Siska,  Minggu, 25 Maret 2018.

Budi menegaskan, sudah seharusnya aplikator mengambil langkah tegas dalam merekrut calon pengemudi. Dia berjanji akan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan taksi, baik daring maupun konvensional. Sebab, hal itu merupakan kebutuhan dasar bertransportasi.

“Jaminan harus punya komitmen dengan masyarakat, bagaimana melayani masyarakat dengan totalitas, nanti masyarakat jadi was-was apalagi wanita dan harus bepergian malam-malam,” ucap Menhub.

Budi pun akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan sistem pengawasan melalui ‘dashboard’. “Jadi kita tahu mana rekrutmen yang baik atau asal-asalan,” sebut Budi.

Atas meninggalnya Siska, Budi menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban dan berupaya agar kejadian sama tidak terulang. “Atas nama pemerintah, kami hadir di sini menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pak Supandi (orang tua Siska), semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah,” tutur Budi.

Pada kesempatan yang sama, selaku orang tua, Supandi mengharapkan pemerintah melakukan evaluasi agar kejadian memilukan tersebut tidak terjadi lagi.

“Saya sebagai orang tua korban, harapan pertama kejadian tidak terulang lagi, baik dari Grab maupun pemerintah meningkatkan komunikasi agar menjadi lebih baik lagi,” jelas Supandi.

Supandi memperoleh kabar putrinya terbunuh di tangan pengemudi Grab dari laporan Polres Bogor yang mendatangi kediamannya pada Minggu, 18 Maret 2018,pukul 14.00 WIB.

“Saya tahunya dari keterangan Polres datang ke sini, hari Minggu jam 7 ditemukan, jam 14.00 datang ke sini,” ungkap Supandi.

Jenazah Yun Siska Rohani ditemukan di Cibinong Griya Asri, Bogor. Dulu, Siska bekerja sebagai pengatur pesta pernikahan atau (wedding organizer). Wafatnya Siska meninggalkan seorang putri berusia empat tahun.

Ini Skandal PM Jepang yang Bikin Rakyatnya Marah

0

BOGOR DAILY-Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta maaf atas dugaan skandal kronisme yang menjerat dirinya Minggu (25/3). Skandal tersebut membuat dukungan dan kepercayaan terhadap pemerintahannya terjun bebas.

Dilansir Reuters, Abe menghadapi krisis politik terparah sejak menduduki jabatannya pada Desember 2012. Krisis ini lantaran kecurigaan atas skandal penjualan tanah milik negara dengan diskon besar kepada sekolah nasionalis yang memiliki hubungan baik dengan istrinya.

“Masalah ini telah mengguncang kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan,” kata Abe pada konvensi tahunan Partai Demokrasi Liberal. “Sebagai kepala pemerintahan, saya merasa bertanggung jawab dan sangat ingin meminta maaf kepada rakyat.”

Dia menjanjikan klarifikasi fakta dan pencegahan terulangnya hal serupa, tanpa memberikan niat pengunduran diri. Sementara para pengunjuk rasa di depan lokasi konvensi di Tokyo, mereka menuntut Abe untuk turun jabatan.

Abe membantah ada campur tangan dia maupun istrinya dalam penjualan atau berusaha mengubah dokumen yang terkait dengan kesepakatan itu.

Sekutu dekatnya, Menteri Keuangan Taro Aso, juga membantah terlibat dalam perubahan yang dilakukan oleh pejabat kementerian.

Jajak pendapat publik akhir pekan lalu menunjukkan dukungan untuk menurunkan kabinet pemerintahan Abe dengan mayoritas mengatakan “ia bertanggung jawab terhadap skandal tersebut.”

Kemerosotan dukungan ini menenggelamkan harapan Abe untuk memenangkan masa jabatan periode ketiga sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilihan umum partai pada bulan September mendatang. Padahal kemenangan di partai bisa membuka jalan mulus untuk membawanya menjadi perdana menteri dengan jabatan terlama Jepang

sumber: kumparan.com

Viral! Hesti Wanita Bercadar Asli Tenjolaya Pelihara Anjing

BOGOR DAILYSeorang wanita bercadar bernama Hesti Sutrisno (37) memiliki belasan anjing yang dipeliharanya sampai saat ini. Kisahnya dengan anjing peliharaannya itu bermula sekitar 3 tahun silam.

Hesti wanita asli Tenjolaya, Kabupaten Bogor mengatakan, anjing pertama yang dimilikinya yakni anjing hitam yang diberi nama Jon. Jon, kata Hesti, adalah anjing liar yang kerap kali terlihat di komplek perumahaannya.

“Kalau Jon kan liar di sini, di rumah kosong, jadi kalau anak-anak kecil main pada takut, nah saya tempatin mereka di rumah. Saya rawat anjing itu biar tetangga saya tong sampahnya nggak berantakan, nggak hilang sepatunya dibawa anjing, dan anak-anak pada aman kalau main. Ya sudah saya rawat dia di rumah,” kata Hesti di rumahnya di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (25/3/2018).

Setelah itu, Gopy menjadi anjing kedua Hesti yang dibawa ke rumah dari rumah orang tuanya di Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Hesti dengan anjing-anjingnya itu selalu dipertemukan dengan cara tidak disengaja. Hesti dan Gopy di pertemukan di kali.

“Si Gopy, itu di Bogor dia masih kecil waktu itu, sekarang sudah besar. Dulu saya lagi main di kali dan ada anjing kecil, sebelum saya bawa pulang saya cari dulu siapa pemiliknya ternyata nggak ada yang akuin, malah saya disuruh buang ya saya nggak bisa akhirnya dibawa pulang. Karena kalaupun saya tinggalin nggak jamin hidup kan (anjing itu),” ujarnya.

Gopy bukan anjing terakhir yang dipungut ke rumah oleh Hesti. Tahun 2017, jumlah anjing yang dipelihara sudah 11 ekor. Hesti bukanlah seorang wanita pecinta binatang, baik kucing, apalagi anjing. Wanita yang sudah memiliki dua anak itu mengaku memelihara anjing yang dipungut di jalan itu karena merasa kasihan. Jika tidak ditolong, dia khawatir hewan-hewan itu akan mati.

“Nggak suka anjing awalnya. Saya takut sama anjing malah, tapi tiba-tiba Allah bolak-balikan hati saya jadi suka sama kucing, anjing,” ujar Hesti.

“Apapun yang saya alami, apapun yang ditetapkan Allah kita harus ridho, sabar. Kan kita nggak tahu waktu saya jalan akhirnya ketemu kucing kan kita nggak tahu. Itu sudah jalannya, kalau hati kita terketuk untuk menolong itu siapa yang tahu?” sambungnya.

 

Kapolres: Dalang Perusakan Baliho di Sukajaya Bakal Ditindak

BOGOR DAILY-Perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) makin masif terjadi di Kabupaten Bogor. Jika tidak segera ditangani, hal ini berpotensi menyulut konflik ditengah masyarakat. Salah satu korbannya menimpa pasangan calon Ade Yasin-Iwan Setiawan. Di Kecamatan Sukajaya, baliho dan poster pasangan nomor 2 ini dirusak. Sebagian juga ada yang sengaja dicabut hingga mengundang reaksi di tingkat arus bawah.

Wakil Direktur Tim Pemenangan Ade Yasin, David Rizar Nugroho tak menapik adanya kekecewaan dari para pendukung paslon. Terutama yang berada di wilayah Bogor. Sebab, banyak APK yang yang terpasang disana justru ditemukan dalam kondisi rusak. “Teman-teman di arus bawah sudah marah. Makanya kami minta ada ketegasan dari aparat. Tolong usut dalangnya,”ungkap David yang juga politisi PPP ini.

Menurut David, ada unsur kesengajaan pada kerusakan APK yang milik pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan yang difasilitasi KPU. Khususnya yang ditemukan di wilayah Bogor Barat tersebut. Itu sebabnya, ia meminta Panwaslu dan Kepolisian melakukan tindakan. “Ini serius lho, jangan sampai dibiarkan. Kami tidak mau sampai terjadi konflik horizontal,” tegas David.

Hingga saat ini Bidang Advokasi Tim Pemenangan Ade Yasin telah mengumpulkan bukti terkait aksi pengrusakan APK. Bukti-bukti itu yang nantinya akan dilaporkan kepada Panwaslu untuk diproses. “Itu sedang dihimpun oleh tim. Karena, kami ingin Pilkada Fair, sehat tanpa harus mnggunakan cara yang tidak bertanggungjawab,”pinta David.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti menganggap kalau pengrusakan APK itu tidak masuk ke wilayah kewenangannya. “Kalau pengrusakan bukan wilayah KPU. Tetapi, kami minta pada siapapun untuk tidak melakukannya,” kata Haryanto.

Soal adanya potensi bentrok antar pendukung terkait pengrusakan APK, Haryanto memastikan Pilkada di Kabupaten Bogor akan tetap kondusif. “Karena KPU selalu koordinasi dengan pihak kepolisian dan komunikasi dnegan tim kampanye paslon,” tegas Haryanto.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin mengaku telah mendapat laporan soal pengrusakan APK. Menurutnya, aksi itu terjadi hampir merata di semua kecamatan. “Tapi masalahnya saat diusut, saksinya kurang. Ini yang melemahkan,”ujar Ridwan.

Saat diminta jumlah kasus pengrusakan APK, Panwaslu Kabupaten Bogor belum dapat menjawab. “Temuan itu masih didata,” kata Ketua Panwaslu.

Di bagian lain, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang ingin mengacaukan tahapan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bogor. “Kami minta pihak yang dirugikan untuk melapor. Kita akan tindak jika ada laporan,” tegas Dicky.

Ia juga mengaku telah menyebar anggotanya untuk untuk memantau terkait pengrusakan APK. “Kami juga melibatkan masyarakat untuk masalah ini dan menjamin untuk memberikan perlindungan bagi warga yang mau berpartisipasi jadi pengawas di lingkungannya,” tegas dia.

Festival Pancakarsa, Fun Campaign Ala Ade Yasin

BOGOR DAILY Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Bogor Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist) yang diusung PPP, Gerindra, dan PKB terus mensosialisasikan Program Pancakarsa yang merupakan andalan pasangan yang diusung tiga partai politik tersebut. Di Kecamatan Klapanunggal dan Cariu Kabupaten Bogor Minggu (25/03) kemarin, Ade Yasin dan Iwan Setiawan berbagi kebahagian dengan masyarakat melalui festival pancakarsa.

“Kami sengaja menampilkan model fun campaign. Sesuatu yang baru tapi pesan program Hadist sampai,” kata Haries Setiawan, Direktur Tim Pemenangan Hadist dalam siaran persnya kemarin.

Wakil Bendahara Umum DPP PPP ini menjelaskan Festival Pancakarasa itu dasarnya adalah lima program prioritas Hadist yang disebut pancakarsa yang akan diimplementasikan jika pasangan Hadist diberi kepercayaan masyarakat Kabupaten Bogor menjadi Bupati/Wakil Bupati Bogor periode 2018-2013.

Program Pancakarsa  adalah Bogor Membangun yaitu pembangunan infrastruktur, Bogor Sehat, Bogor Cerdas, Bogor Maju dan Bogor Beradab. “Untuk program Bogor sehat kita manisfestasikan ke festival pancakarsa dalam bentuk senam dua jari dan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.

Jadi, semua kegiatan Festival Pancakarsa adalah bentuk konkrit dari lima pilar utama program Hadist. Di Klapanunggal, Ade Yasin berbaur dengan ratusan masyarakat di areal Ruko Grand Kahuripan,  untuk senam dua jari. Usai olaharga bersama Ade Yasin mengajak ibu-ibu ikut lomba tarik tambang dan lari bakiak.

“Seru banget hari ini. Saya happy bisa bareng bareng olaraga dengan masyarakat Klapanunggal,” ujarnya.

Dari Ruko Grand Kahuripan, Ade Yasin menuju PT YHC Keramika Indonesia untuk bersilaturahmi dengan ratusan buruh pabrik keramik yang berlokasi di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Kebetulan di pabrik tersebut tengah dilaksanakan kegiatan santuan anak yatim. Usai menghadiri acara santunan, Ade Yasin diajak berkeliling pabrik untuk melihat proses produksi keramik. Sebelum meninggalkan pabrik keramik, Ade Yasin sempat berswafoto. “Salah satu program saya adalah membuat para buruh sejahtera. Saya sengaja datang ke sini dan berdialog langsung ingin mendengar aspirasi mereka,” papar Ade.

Dari pabrik keramik, Ade Yasin menuju perumahan Griya Bukit Jaya, Gunungputri untuk mengahdiri undangan Isra Miraj. Setelah menyapa jemaah dan bersiturhim, Ade bergegas menuju Desa Wisata Linggar Mukti, Klapanunggal. Disana, Ade Yasin sudah ditunggu ratusan ibu ibu yang siap melaksanakan ngaliwet bareng. Kegiatan kampanye Ade Yasin berakhir di Lapangan Sepakbola Cariu. Di lapangan tersebut Ade Yasin menyaksikan pertandingan sepakbola antara Persib Legend melawan Tim Kampanye Hadist  All Star.

Haries mengatakan, sejauh ini kegiatan Festival Pancakarsa mendapat respon antusias dari masyarakat Kabupaten Bogor. “Konsep kita sederhana kok, kampanye politik tidak harus selalu yang berat berat. Yang soft tapi pesannya sampai dan masyarakat gembira,” ujarnya (*)

Fenomena Hoaks 

0

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Calon Bupati Bogor 2018)

Hoax, atau hoaks—kata ini begitu populer sebagai kosa kata politik beberapa tahun terakhir. Ini seiring munculnya berita-berita bohong yang mempengaruhi hasil Pemilu di berbagai belahan dunia. Kita diajak percaya bahwa hoaks (yang bahan dasarnya adalah kebohongan dan misrepresentasi atas fakta) merupakan fenomena jahat yang sebaiknya disingkirkan dari kehidupan sosial dan proses-proses politik.

Berdasar data Badan Intelijen Negara (BIN), hampir 60 persen informasi yang beredar di dunia maya adalah hoaks. Ini sungguh memprihatinkan. Memang, dusta bukanlah barang yang baru. Manusia sudah kenal sejak dahulu. Namun berkat teknologi yang semakin canggih, kebohongan sungguh-sungguh jadi membuat ngeri.

Sudah banyak bukti bahayanya kabar palsu. Bahkan dahulu kala Rasulullah Muhammad SAW pernah juga menjadi korbannya. Dua Imam besar di bidang hadist yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim sampai-sampai membuat kitab khusus tentang bahayanya berita bohong. Nama kitabnya adalah Hadisul Ifki. Dalam kitab tersebut menceritakan peristiwa yang dialami oleh Sayidah Aisyah, istri Rasulullah SAW yang dituduh telah berbuat ‘serong’.

Sayidah Aisyah memulai dengan kronologi yang panjang. Kata beliau bahwa ketika perjalanan pulang dari peperangan Bani Mushtaliq, seperti biasanya beliau diangkut di atas tumpangan unta yang ada tutupnya (Haudaj). Ketika berhenti di suatu tempat, Sayidah Aisyah turun karena gelangnya terputus, beliau pun mencarinya. Sahabat yang lain mengira beliau ada di tandu unta tadi. Rombongan Rasulullah pun berangkat menuju Madinah dan Sayidah Aisyah tertinggal.

Sayidah Aisyah berdiri di tempat beliau tertinggal, mengharap rombongan tadi kembali menyusulnya. Namun dari arah belakang ada Sahabat Shafwan bin Muathal As-Sulami, yang memiliki kebiasaan berjalan di belakang pasukan Rasulullah untuk menyisir hal-hal yang tertinggal. Kali ini Shafwan menemukan Sayidah Aisyah tertinggal dari rombongan.

Karena saat itu belum turun ayat tentang hijab maka ia mengenali Sayidah Aisyah. Ia pun menyuruh Sayidah Aisyah naik ke untanya dan ia yang menuntun sampai Madinah. Sayidah Aisyah berkata: “Demi Allah, Shafwan tidak mengeluarkan sepatah katapun kepadaku dan tidak ku dengar apa-apa darinya selain ajakan untuk pulang ke Madinah.” (HR Muslim)

Begitu tiba di Madinah kejadian ini langsung heboh. Kabar tersiar kemana-mana. Penyebar pertama berita bohong adalah pemimpin kaum munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Suasana di Madinah pun tidak seperti biasanya. Sayidah Aisyah sampai sakit dan minta kepada Nabi agar segera mengabari ayahnya, Sayidina Abu Bakar. Wahyu dari Allah pun akhirnya turun dan menyatakan bahwa Aisyah suci dan tidak berbuat apa-apa dengan Shafwan.

Allah mengawali wahyu tentang kebohongan berita itu dengan dengan firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga…” (An-Nūr: 11)

Di akhir ayat ini Allah memberi ancaman kepada penyebar berita bohong:  “… Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”

Tidak cukup sampai disana, Allah juga menegaskan kembali ancaman Azab bagi orang yang senang menyebarkan berita bohong:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (An-Nūr: 19)

Dalam berbagai catatan lain, hoaks juga dapat pula memicu perang yang menghancurkan suatu negara. Masih tercatat dalam ingatan kita, invasi Amerika Serikat yang meluluhlantakkan Irak pada 2003. Hal ini diawali dengan hoaks bahwa Saddam Husein memiliki senjata pemusnah massal.

Dalam perkembangan terbaru, hoaks juga telah membuat Kota Kandy, sebuah wilayah yang terletak di Sri Lanka, mengalami ketegangan dan kerusuhan selama berhari-hari. Pemerintah negeri itu, harus memberlakukan jam malam. Dua warga tewas dan sekolah-sekolah di wilayah itu ditutup.

Sumber kerusuhan dilaporkan berasal dari pesan berbau antimuslim yang diedarkan di jejaring sosial. Salah satunya berupa video yang dikirim seorang biksu Buddha garis keras yang menggelorakan aksi kekerasan terhadap umat Islam di negeri itu. Kerusuhan agama pecah di Sri Lanka gara-gara hoaks.

Indonesia tentu saja tidak terbebas dari hoaks. Hoaks yang peredarannya di media sosial tidak kalah masif dengan narkoba membuat ikatan-ikatan sosial kita menjadi kian renggang, bahkan cenderung retak. Akibat masifnya hoaks, kita sulit untuk menepis penilaian betapa bangsa ini telah terbelah dalam dua kelompok besar.

Gejala ini terlihat nyata pasca-Pilpres 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017. Hoaks memang telah mendorong semangat saling mencaci, memaki, dan membenci. Jika gejala itu dibiarkan, niscaya negeri ini semakin berada dalam bahaya perpecahan dan konflik sosial.

Oleh karena itu, pemberantasan hoaks tidak bisa ditawar-tawar lagi. Proses hukum yang tegas dan adil harus diberlakukan kepada siapa pun dan dari kelompok mana pun yang terbukti memproduksi dan mengedarkan hoaks. Tanpa itu, kita hanya tinggal menunggu waktu datangnya konflik sosial dan huru-hara yang menghancurkan bangsa dan negara ini.

Jika Al-Quran memberikan vonis berat pada pelaku dan orang yang senang menyebarkan berita bohong (Hoaks), masihkah kita menjadi bagian dari mereka? Jangan sampai itu terjadi. (*)

Mobil dari Luar Jakarta Perlu kah Bayar?

BOGOR DAILY-Berbagai langkah ditempuh untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Usulan baru muncul untuk mengenakan biaya bagi kendaraan yang masuk ke Ibu Kota.

Usulan ini langsung menuai pro kontra. Sebagian setuju dengan kebijakan ini, tapi lebih banyak yang tidak setuju dengan usulan ini.

“Peraturan ganjil genap ini kan jangka pendek, sangat pendek. Besok apa yang bisa kita lakukan? Ya itu (ERP). Jadi misal mobil dari Bekasi masuk Jakarta langsung kena tarif. Rencananya tahun depan mulai diberlakukan,” ungkap Kepala Badan Pengelola

Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (23/3).

Kebijakan ini berdasar survei sebuah lembaga internasional, INRIX, menempatkan Jakarta sebagai kota termacet di Indonesia. Rata-rata kendaraan di Jakarta, terjebak kemacetan selama 15,8 menit per hari. Bandung dan Malang masing-masing di posisi kedua dan ketiga dengan 11,5 dan 11,3 menit per hari.

Apalagi jalanan Jakarta, setiap harinya juga dijejali kendaraan dari kota-kota sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Untuk mengurangi kemacetan dan jumlah kendaraan yang masuk Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan memberlakukan jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP).

Nantinya, ERP akan dipasang di setiap jalan utama di perbatasan Jakarta dengan daerah penyangga. Kebijakan ini memang masih dalam tahap kajian.

Nilai investasi dan biaya yang akan dikenakan juga belum bisa diungkap. Kebijakan mengutamakan tujuan mengurangi kemacatan di Jakarta.

“Sehingga itu membuat orang kalau enggak penting-penting amat dia enggak mau naik mobil,” ujar Bambang.

Usulan jalan berbayar bagi kendaraan yang masuk ke Jakarta disambut baik Ditlantas Polda Metro Jaya. Meski begitu, kajian komprehensif juga harus dikedepankan sebelum penerapan kebijakan ini.

“Itu bisa diterapkan, tapi kan masih konsep dan saat ini dalam proses lelang. Makanya ERP ini harus dibicarakan ke forum lalu lintas dan ada kajian dulu sehingga tidak asal memutuskan tanpa ada kajian,” kata Halim, Sabtu (24/3).

Rencana pengenaan biaya bagi kendaraan yang masuk ke Jakarta diprotes anggota DPR dari Fraksi PDIP, Eva Sundari. Eva menilai, cara-cara seperti itu sudah ketinggalan zaman.

“Ini apa? ini kayak manusia enggak boleh masuk, kayak zaman dulu yang kontroversi, sekarang tumpangannya manusia yang enggak boleh,” katanya di Perpusnas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3).

“Jadi saya pikir enggak bagus lah itu, tidak menenun Indonesia, menenun Jabodetabek,” tegas anggota Komisi XI ini.

Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman menilai, ERP bukan salah satunya solusi mengatasi macet di Jakarta. Butuh kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi untuk benar-benar menekan angka kemacetan.

“Yang jelas memang harus dengan studi komprehensif dan melibatkan publik,” kata Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, usai diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno semula tidak tahu soal usulan kebijakan yang diajukan oleh BPTJ itu. Tapi, Sandi menegaskan, ERP itu berlaku untuk semua kendaraan baik dari Jakarta maupun luar Jakarta.

“Kita akan memiliki (pada tahun) 2019 adalah ERP. Jadi mau itu dari luar Jakarta, mau dalam Jakarta, kita akan kena electronic road pricing (ERP),” ucap Sandiaga Uno di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3).

ERP memang menjadi salah satu solusi mengatasi kemacatan di Jakarta. Semual ERP menjadi kebijakan pengganti 3 in 1. Jalur yang dikenakan ERP juga sama dengan jalur 3 in 1.

Tapi, sejumlah kendala membuat ERP tak kunjung beroperasi di Jakarta. Sebagai gantinya, diputuskan kebijakan ganjil-genap sebagai transisi menuju ERP dioperasikan.

Konsep ERP yang dirancang Pemprov DKI Jakarta dengan BPTJ memang mirip. Hanya saja, lokasi gerbang ERP yang berbeda

ERP Pemprov DKI Jakarta akan dipasang di sejumlah jalan protkol, seperti Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto. Sedangkan gerbang ERP yang diusung BPTJ diletakkan di setiap jalan perbatasan masuk ke Jakarta.

Sistem ERP sudah dilakukan oleh Singapura sejak 1998. Harga yang dikenakan sangat tergantung pada kondisi lalu lintas. Selain itu, harga juga dipengaruhi oleh apa yang dibawa oleh pengendara.

Singapura memiliki satuan yang dinamakan Passenger Car Unit (PCU) Sebuah mobil biasa akan dinilai setara dengan 1 PCU, sepeda motor senilai 1,5 PCU, sementara kendaraan berat dan bus bernilai 2 PCU.

Untuk membayar ERP, setiap mobil sudah dilengkapi dengan uang elektronik yang terhubung dengan in-vehicle unit (IU). Sistem pembayarannya mirip dengan e-toll tapi tidak perlu berhenti.

Gerbang ERP akan membaca dan memotong saldo dalam uang elektronik yang ada di IU pada mobil.

Jika lupa mengisi saldo dan terlanjur melewati gerbang ERP, pengendara tetap bisa melewati jalan tersebut. Meski pengendara itu tercatat secara otomatis oleh sistem, serta akan kena tilang berupa biaya ERP ditambah biaya administrasi sebesar 10 Dolar Singapura dalam waktu dua minggu sejak surat diantar ke rumah pemilik kendaraan.

Adapun sejak Februari 2003, pengendara hanya membayar paling tidak 2 Dolar Singapura ketika melewati sebagian besar jalan yang memiliki gerbang ERP.

sumber: Kumparan.com

Berbaju Kuning, Jokowi Bahas Ini dengan Airlangga

BOGOR DAILY-Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto mengungkap pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, di Istana Bogor, Sabtu (24/3) kemarin.

Salah satunya, Airlangga dan Jokowi bercerita soal calon wakil presiden yang pantas untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

“Kalau cawapres, bicara kriteria saja. Kriterianya yang pertama bisa membantu beliau,” kata dia dalam acara orientasi fungsionaris Partai Golkar di Hotel Redtop, Jakarta.

Menurut Airlangga, kriteria kedua adalah sosok cawapres harus mendapatkan dukungan dari partai politik. Kemudian sosok nasionalisme yang siap menjaga keutuhan NKRI. “Dan juga untuk mengawal pembangunan,” kata dia.

Saat ditanya apakah dirinya ditawarkan untuk menjadi cawapres Jokowi, Airlangga enggan menjawabnya.

Airlangga mengaku hanya diajak menemani Jokowi menjalani rutinitas di istana. “Diminta untuk dampingi jalan-jalan,” tandas dia.

Giliran Harga Pertalite Naik Rp 200

BOGOR DAILY- PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite Rp 200/liter. Menurut VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, kenaikan tersebut berlaku sejak Sabtu (24/3/2018).

“Iya Rp 200. Kenaikan mulai tadi pagi mulai jam 00.00, supaya hitungnya gampang,” ujar Adiatma,Sabtu (24/3/2018). Dia menjelaskan, Pertamina menaikkan harga pertalite lantaran harga minyak dunia sudah tinggi. Adiatma mencontohkan minyak mentah jenis brent sudah US$ 65/barel.

Kenaikan harga minyak dunia, kata Adiatma, langsung terasa dampaknya ke harga BBM. “Itu, harga minyak dunia adalah komponen yang tidak bisa kita kendalikan. Dampaknya ke BBM itu langsung terasa,” terangnya.

Adiatma menambahkan kenaikan harga itu tidak akan mempengaruhi jumlah konsumen BBM yang sekarang mulai beralih ke bensin yang dengan RON (Research Octane Number) 90-an ke atas. Pertalite memiliki kandungan RON 90.

Konsumen tentu akan menyesuaikan jenis BBM dengan mesin kendaraannya sehingga tidak mudah rusak.

“Kalau diisi dengan yang lebih rendah/lebih jelek akan lebih banyak ruginya daripada untungnya. Mesinnya rusak, nggak ada tarikannya, karena memang tidak sesuai kebutuhan mesin,” tutur Adiatma

ADV : Peringati HTBS, Dinkes Sebar Dokter ke Wilayah

Bogor Daily – Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berlangsung cukup meriah, kemarin. Kegiatan berlangsung di Taman Sempur, diisi senam pagi bersama hingga menyebar sejumlah dokter dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk melakukan gerakan Ketuk Pintu dan penemuan aktif ke enam kecamatan se Kota Bogor.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah menjelaskan, peringatan HTBS ini sengaja dilakukan dengan menurunkan tim gerakan ketuk pintu dan penemuan aktif yaitu melakukan kunjungan ke penderita TBC di Kota Bogor. Para dokter melakukan pemeriksaan terhadap penderita TBC. Selain melakukan pemeriksaan medis kepada penderita TBC, dokter juga melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan kerabat dilingkungan penderita TBC. “Penderita TBC ini harus kita pantau terus. Jangan sampai menularkan ke orang lain karena proses penularannya sangat mudah,” kata Rubaeah.

Menurutnya, penyakit TBC biasanya diderita oleh warga kurang mampu, karena kondisi rumah yang tidak layak huni serta tidak memiliki ventilasi yang memadai. Melalui kunjungan ke warga, pihaknya dapat menemukan dan mengobati penderita hingga sembuh. “Disana (rumah warga) kita memberikan penyuluhan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap penderita, penghuni rumah lainnya hingga pihak yang kerap berinteraksi dengan penderita. Kita menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker supaya mencegah penularan TBC,” ucap dia.

Rubaeah menambahkan, sejumlah tempat yang dikunjungi tim dari Dinkes Kota Bogor. Diantaranya, Kelurahan Paledang Kecamatan Bogor Tengah, Kelurahan Tanahsareal Kecamatan Tanahsareal, Kelurahan Tegalgundil Kecamatan Bogor Utara, Kelurahan Sukasari Kecamatan Bogor Timur, Kelurahan Curugmekar Kecamatan Bogor Barat serta Kelurahan Muarasari Kecamatan Bogor Selatan. “Selain memberikan edukasi dan skrining kita juga memberikan makanan tambahan dan inspeksi sanitasi rumah sehat. Sosialisai TBC ini akan terus kita tekankan,” tutupnya.

(rez/dik/d)