Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8792

Kisah Santi, TKW yang Dibunuh dan Jasadnya di Lemari

BOGOR DAILY-Nasib malang menimpa Santi Restauli Simbolon (25), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Malaysia. Pasalnya, dirinya ditemukan tak bernyawa karena dibunuh.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di daerah Paya Terubong, George Town, Malaysia.  Ironisnya, mayat Santi ditemukan membusuk dalam lemari.

Penemuan tak terduga itu terjadi pada Selasa (13/3/2018) malam. Mayat Santi ditemukan karena ada yang mencium bau busuk dari kamar tersebut. Bau itu pertama kali dicium oleh dua pria asal Nepal yang tinggal satu rumah dengannya.

Jenazah Santi sendiri ditemukan dalam lemari yang terkunci. Kepala Kepolisian Bagian Utara ACP Anuar Omar mengatakan, korban bekerja di sebuah pabrik daerah Bayan Lepas. Dia diduga telah meninggal tiga hari sebelum ditemukan.

Untuk mengevakuasi jenazah, polisi harus mendobrak pintu kamar dan lemari yang terkunci. Menurut Anuar, Santi merupakan pacar salah satu penghuni rumah tersebut. Pacar korban adalah seorang pria Nepal bernama Sandip Gurung (27).

Sandip dikabarkan sempat mendatangi rumah tersebut beberapa kali. Anehnya, saat mayat Santi ditemukan, dirinya menghilang entah ke mana. Polisi menduga Sandip melarikan diri setelah membunuh Santi.

Menurut kesaksian rekannya, Sandip terakhir kali terlihat di rumah tersebut pada hari Sabtu (10/3/2018) kemarin. Kini, polisi sedang melacak keberadaan Sandip untuk menguak kasus ini.

Anuar mengatakan, motif pembunuhan ini karena cemburu pada pacarnya. Penyelidikan awal menunjukkan tidak adanya luka di bagian luar tubuh korban.

Beraksi di Bogor, Tiga Perampas Motor Ditangkap

BOGOR DAILY-Kepolisian Sektor Tanah Sareal mengamankan tiga remaja berinisial RM (20), RP (19), dan FA (20) yang diduga pelaku perampasan kendaraan bermotor roda dua. Para pelaku ditangkap pada Jumat (16/3/2018) dini hari di wilayah Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor hasil kejahatan mereka. Kapolsek Tanah Sareal Komisaris Polisi Muis Effendi mengatakan, kronologis kejadian bermula saat korban bernama Rinaldi (20), sedang menunggu teman wanitanya di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Kamis (15/3/2018) malam.

Korban mengaku, tiba-tiba tiga pria datang menghampirinya. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung mengeroyok korban dan berusaha merampas sepeda motor yang dikendarainya.

“Setelah mengeroyok dan merampas motor, korban sempat dipaksa untuk ikut dengan pelaku. Korban kemudian kabur dan langsung melapor ke Polsek,” ucap Muis, Jumat. Atas dasar laporan tersebut, lanjut Muis, unit Reskrim Polsek Tanah Sareal langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Berbekal keterangan dan olah TKP yang didapat, polisi melakukan pencarian terhadap pelaku.

“Para pelaku ditangkap dini hari tadi di sekitar wilayah Kebon Pedes, dekat kandang kambing beserta barang bukti,” katanya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Tanah Sareal. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku guna pengembangan kasus tersebut.

Diringkus, Pembobol Nasabah BRI Punya 1.447 Kartu ATM

0

BOGOR DAILY-Polda Metro Jaya membongkar sindikat pembobol rekening nasabah BRI. Kelompok ini menggunakan modus skimming untuk menggandakan kartu ATM milik nasabah lalu menguras isi tabungan. “Anggota sindikat dibekuk setelah kami lacak selama sepekan,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Jumat, 16 Maret 2018.

Anggota sindikat yang diringkus itu terdiri dari tiga orang berkewarganegaraan Rumania, satu berkewarganegaraan negara Hungaria, dan satu lagi warga Indonesia. Mereka adalah Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai alias Lucian Meagu, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, dan Milah Karmilah. “Mereka masih diperiksa secara intensif,” kata Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Rovan Richard Mahenu.

Menurut Rova, komplotan itu diringkus di DE PARK Cluster Kayu Putih Blok AB 6 Nomor 3 Serpong Tangerang Banten, Bohemia Vilage 1 Nomor 57 Serpong Tangerang, Hotel Grand Serpong Tangerang, dan Hotel De Max Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.Barang bukti yang sudah disita polisi adalah 1.447 kartu ATM, sejumlah alat deepskimmer, encorder, dan tiga unit spycam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan ini diketahui pernah beraksi di Jakarta, Bandung, Tangerang, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Denpasar Bali. Diduga mereka juga terkait dengan kasus pembololan rekening milik puluhan nasabah BRI di Kecamatan Ngadiluwih, Kediri.

Ke Bogor, Ridwan Kamil Gregetan dengan Penataan Terminal

BOGOR DAILY- Kandidat gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menggagas solusi penataan terminal dan stasiun di Jawa Barat. Hal itu dilatarbelakangi banyaknya keluhan masyarakat yang jengah dengan kekumuhan dan kesemrawutan stasiun dan terminal.

“Kebetulan penataan kawasan adalah tesis saya waktu studi S-2 dulu. Jadi kalau saya boleh gambarkan, kawasan terminal dan stasiun itu seperti kue lapis, semua fungsi dan aktivitas warga dapat dikumpulkan di terminal dan stasiun. Istilah kerennya adalah TOD (transit oriented development),” ungkap Ridwan seusai blusukan di Bogor, Kamis (15/3/2018).

Menurut dia, pada era modern saat ini stasiun dan terminal seharusnya menjadi kawasan terpadu yang mampu mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat.

“Di sana bisa ada pasar, apartemen, dan hotel yang membuat kehidupan warga lebih produktif. Jika mau belanja tinggal turun ke bawah, yang menyediakan semua kebutuhan warga,” ujar Emil, sapaan akrabnya.

Sebagai contoh, sambung Emil, semasa tinggal di Hongkong, dia menempati sebuah apartemen yang posisinya tepat di atas stasiun. Itu membuktikan bahwa konsep TOD sangat mungkin direalisasikan.

“Saat bekerja di Hongkong dulu, saya tinggal di atas stasiun. Saat berangkat kerja, saya turun ke bawah melalui mall. Perlu naik kereta tinggal ke basement, belanja pun pasarnya tidak jauh dari apartemen,” kata dia.

“Stasiun itu lokasinya strategis, secara properti mahal, sudah mahal fungsinya cuma satu, dalam teori properti ini mubazir,” tutur Emil.

 

 

Mata Kanan Briptu AR Tak Bisa Lihat

BOGOR DAILY- Kondisi kesehatan Briptu AR, yang menjadi korban pengeroyokan dalam insiden penembakan kader Partai Gerindra Fernando Wowor di Bogor, Jawa Barat, sudah membaik.

Bahkan, anggota Brimob Kelapa Dua itu kini sedang menjalani masa pemulihan di rumahnya.

“Sudah membaik. Sekarang ada di rumahnya,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Didik Purwanto, Kamis (15/3/2018).

Namun begitu, pihak kepolisian belum bisa memintai keterangan Briptu AR terkait tewasnya Fernando setelah tertembak senjata api miliknya di halaman parkir Tiara dekat Lipss Club & Karaoke pada Sabtu 20 Januari 2018.

“Keterangan secara utuh belum kami dapatkan dari Briptu AR. Tapi kami terus memantau sampai bisa minta keterangan beliau,” ujar Didik.

Menurut keterangan dokter, kata Didik, Briptu AR menderita gegar otak diduga akibat dikeroyok teman-teman Fernando, usai insiden penembakan.

“Ada gumpalan darah di kepala dan mata sebelah kanannya tidak bisa berfungsi lagi,” ujar Didik.

Menurutnya, Briptu AR adalah saksi kunci untuk mengetahui penyebab anggota Brimob Kelapa Dua ini menembak pengawal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Dengan kondisi beliau, penyelidikan sedikit terhambat karena Briptu AR saksi kunci,” kata dia.

Untuk melengkapi penyidikan, kepolisian telah menerima hasil dari beberapa saksi ahli terkait insiden penembakan tersebut. Saksi ahli itu antara lain dari ahli uji balistik, dokter yang mengautopsi Briptu AR maupun Fernando, dan ahli senjata. Selanjutnya, akan didatangkan pula ahli hukum pidana.

Namun, Didik belum mau membeberkan hasil keterangan dari beberapa saksi ahli tersebut.

“Nanti. Kita masih melakukan pendalaman dari saksi yang ada di TKP (penembakan). Mencoba untuk melengkapi administrasi penyidikannya,” ucap Didik.

Hati-hati, Pelajar jadi Target Kaum LGBT

BOGOR DAILY-Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Dr.Ir.H. Apandi Arsyad mengaku khawatir dengan semakin merebakanya perkumpulan Lesbian gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang ada di Bogor. Bahkan, LGBT di Bogor sekarang ini mulai menyasar dengan target para remaja dan kalangan pelajar di Kota Bogor.

“Remaja dan pelajar itu rata-rata masih labil, sehingga empuk atau mudah untuk dipengaruhi. Tentu kami sangat kawatir dengan fenomena LGBT di Kota Bogor sekarang ini. Untuk itu, ini harus menjadi focus dan perhatian kita semua, agar LGBT ini tidak semakin berkembang di Kota Bogor,” kata Apandi, ditemui di kantor Sekertariat Dewan Pendidikan Kota Bogor, di Jalan Julang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Selasa, (13/03/18).

Kasus LGBT di Kota Bogor tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap wajar. Karena saat ini memang ada pihak-pihak yang sengaja ingin menghancurkan moral para generasi muda dan pelajar di Kota Bogor dengan berbagai cara dan dalih untuk kebebasan HAM dan lainnya. “Fakta demikian memang kami temukan. Untuk itu peran keluarga,sekolah,lingkungan dan pemerintah harus tegas menolak LGBT ini. Dan itu yang akan kami suarakan bersama,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Dewan Pendidikan Kota Bogor bersama lembaga terkait, pada Kamis (15/03) besok akan menggelar acara Diskusi Fokus Group yang akan membahas persolan LGBT di Kota Bogor. “Acaranya insa Allah akan kami laksanakan di kantor Balaikota Bogor, dengan menghadirkan para pembicara (narasuber) berkompeten, untuk membahas dan mengupas masalah LGBT di kalangan pelajar di Kota Bogor itu,” ujarnya.

Apandi, berharap melalui forum diskusi itu nantinya akan melahirkan gagasan dan pemikiran jitu dari pihak-pihak terkait untuk dijadikan bahan rekomendasi kepada para pemangku kebijakan dalam menolak dan melawan LGBT,” jalasnya.

Seperti yang diberitakan beberapa media lokal di Bogor, dinas kesehatan setempat telah mencatat ada 39 titik perkumpulan LGBT tersebar di Kota Bogor. “Kami tentu sangat kaget dengan fakta ada ratusan pria (homoseksual) dan para wanita (lesbian) kumpul di kawasan Taman Sempur itu. Kami sangat yakin, bahwa itu hanya yang tampak dipermukaannya saja. Tapi jumlah rielnya pasti akan jauh lebih besar dari pada itu,” pringatnya.

Taman Sempur ternyata bukan satu-satunya tempat atau lokasi yang menjadi tempat perkumpulan para kaum lesby dan gay di Bogor. Sebab, fakta lainnya ternyata juga ditemukan ada lokasi-lokasi lainnya seperti, di Taman Topi, Sukasari, Bubulak dan lokasi lainnya yang kerap dijadikan tempat ngumpulnya kaum tersebut.

“Komunitas ini ternyata memang dari berbagai lapisan dan kalangan. Bayangkan kami mendapat informasi dan laporan bahwa mereka itu mulai dari para supir angkot, ojek, mahasiswa/pelajar, bahkan ada juga anak-anak. Fakta lain ternyata mereka itu justru kebanyakan berasal dari luar Kota Bogor,” kata Dr. Apandi. (bis)

Pagi-pagi, Warga Cibinong Sudah Senam Bareng Cagub Jabar

BOGOR DAILY-Kampanye calon Gubernur Jawa Barat, TB Hasanudin nomor urut 2 di Kabupaten Bogor dihadiri ribuan massa Kamis (15/3/2018).

Dalam kampanyenya ini, calon Gubernur yang di sapa dengan kang Hasan ini melakukan serangkaian acara mulai dari bertatap muka dengan pedagang di Pasar Cibinong, senam pagi Hasanah bersama ribuan masyarakat, bertatap muka dengan pelaku UMKM produk keripik dan temu akbar dengan seluruh struktural PDI Perjuangan disemua tingkatan hingga mengunjungi warga yang sakit.

Kang Hasan yang diusung bersama Anton Charlyan (kang Anton) maju dalam pilkada Gubernur Jawa Barat diusung PDI Perjuangan.

Pasangan Hasanah (Hasan-Anton Amanah) yang mengusung tujuh program unggulan, terus bergerilya, guna mensosialisasikan program unggulannya.

Kepada masyarakat di Cibinong Bogor, Kang Hasan mengatakan, saat ini masih terdapat 1,8 juta masyarakat Jawa Barat yang menganggur.

“Akan kami pangkas separuhnya, jika kami diberi amanah oleh rakyat. Rumah sehat dan sederhana yang terjangkau dengan DP 1 persen yang dicicil selama 20 tahun, kesehatan yang prima,”kata Kang Hasan di lokasi senam.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Budi Sembiring mengatakan, dirinya yakin dan sangat optimis, pasangan Hasanah mampu meraih 70 persen suara di Kabupaten Bogor.

Selaku pimpinan tertinggi di PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Buser sapaan Budi Sembiring yakin pasangan yang berlatar belakang perpaduan jenderal TNI dan Polri ini akan memenangkan pertarungan pada pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

“Saya optimis Hasanah meraih 70 persen suara di Kabupaten Bogor. Dengan jumlah pemilih berdasarkan DPT dari KPUD Kabupaten Bogor yakni 3,3 juta jiwa, jika Kabupaten Bogor menang, maka sudah bisa dipastikan, Hasanah akan memenangkan pertarungan,”kata Buser.

Ketua Fraksi DPRD PDI Perjuangan Kabupaten Bogor ini menegaskan, semua elemen struktural disemua lapisan mulai dari DPC, PAC, anak ranting, 2 anggota DPR RI, 2 anggota DPRD Propinsi serta 7 anggota DPRD Kabupaten Bogor hingga sayap partai, kini masif bergerak dilapangan, melakukan sosialisasi door to door.

“Sayap partai mulai dari BMI, Repdem, TMP, Pospera, relawan Hasanah dan struktural sudah bergerak. Mesin partai solid,”tegas Buser kepada wartawan.

Buser menegaskan, target 70 persen suara Hasanah ini karena disemua tingkatan hingga ke RT, telah terbentuk tim pemenangan

Rusa Dramaga Dijual Rp5 Juta, Berminat?

BOGOR DAILY – Pusat penangkaran rusa di hutan Dramaga Bogor telah melebihi kapasitas karena melewati batas populasi rusa yang dapat ditampung.

Peneliti Konservasi dan Keanekaragaman Hayati di Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hutan Kota Bogor, Mariana Takandjandji, mengatakan hutan Drama memiliki lahan seluas 48 hektar.

“Tapi kan 10 hektar dipakai oleh cifor, dan yang dipakai untuk penangkaran rusa cuma satu hektar juga tidak sampai,” ujar Mariana, Kamis (15/3/2018).

Menurut Mariana, jumlah rusa tidak sebanding dengan luas lahan penangkaran yang ada. “Jadi kami merasa itu sudah over populasi, ada sekitar 50 ekor lebih yang ada di penangkaran rusa Dramaga,” ungkap Mariana.

Untuk mengatasi over populasi rusa tersebut, Mariana dan puslitbang mendistribusikannya ke berbagai pihak yang bersedia melakukan penangkaran.

“Menurut aturan, hasil penangkaran generasi kedua ke atas sudah boleh dipindahtangankan ke orang lain yang memiliki minat untuk melakukan penangkaran terhadap rusa,” pungkas Mariana.

Dari keterangan Mariana, puslitbang telah melakukan sosialisasi dan penawaran ke sejumlah perusahaan dan lembaga negara.

“Kami sudah menyebar dan memberikan kepada swasta, pemerintah daerah, dan para peminat yang ingin menangkarkan rusa,” kata Mariana.

Mariana melakukan penyerahan rusa pertama kali kepada anak perusahaan Antam sebanyak 10 ekor pada tahun 2012 silam.

Selain itu Mariana juga menyatakan telah memberikan rusa ke Taman Wisata Matahari, Pertamina di Indramayu, dan Pemerintah kabupaten Sumba Timur. “Kita berikan ke masyarakat sudah lebih dari 30 ekor, sehingga rusa di penangkaran Dramaga saat ini berjumlah 28 ekor,” ujar Mariana.

Mariana mengatakan masyarakat umum dibolehkan untuk menerima dan melakukan penangkaran rusa. “Tapi karena ini satwa liar yang dilindungi jadi harus ada izin untuk melakukan penangkaran dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem,” jelas Mariana.

Semua rusa yang diberikan oleh puslitbang hutan Kota Bogor itu menurut Mariana tidak lah gratis, terdapat nominal tertentu yang harus dibayarkan oleh pihak yang menerima rusa tersebut.

“Karena ini satwa liar yang dilindungi jadi ada biaya, bukan jual beli sih, nanti biayanya kami negarakan untuk kas negara, jadi itu ke negara semua enggak ada untuk kita,” ungkap Mariana.

Dari pernyataannya, biaya itu termasuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Rusa jantan harganya Rp 5 juta, kalau rusa betina karena dia nanti melahirkan jadi lebih mahal harganya sekitar Rp 5,5 juta hingga Rp 6 juta per ekor,” ujar Mariana.

Tolak Penggusuran Warga Rel Kereta

Oleh : Sugeng Teguh Santoso,SH

(Calon Wakil Walikota Bogor 2018)

Rencana pembangunan jalur doubletrack untuk rangkaian kereta Bogor-Sukabumi menyisakan kisah pilu bagi warga Kota Bogor. Bayangkan, ada ribuan keluarga di sepanjang rel kereta yang dipaksa angkat kaki oleh pemerintah. Terlebih, tanah yang ditempati merupakan milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Warga yang telah mengantongi KTP Bogor tak bisa berbuat banyak, selain berharap pada pemimpinnya untuk memberikan kebijakan atas penggusuran sepihak yang dilakukan PT KAI.

Nasib mereka kini benar benar di ujung tanduk. Di tengah himpitan ekonomi, mereka harus dibebani lagi dengan adanya penggusuran lahan yang selama ini jadi tempat berlindung.  Haruskah warga yang hidupnya sudah morat marit dimiskinkan lagi?

Pemerintah daerah tidak bisa tutup mata dengan kasus ini. Penggusuran rumah warga di sepanjang rel kereta tanpa solusi hanya akan menambah jumlah warga miskin di Kota Bogor yang saat ini daya belinya sudah tergolong rendah, yakni Rp20 ribu per hari.

Artinya, dengan penggusuran yang dilakukan PT KAI, maka warga yang kehilangan rumah akan rentan sakit dan otomatis tak lagi sempat memikirkan masalah pendidikan.

Padahal, dua hal itu merupakan kebutuhan dasar yang dijamin undang-undang dan sudah semestinya menjadi tanggungjawab pemerintah kota (Pemkot) Bogor.

Bukan cuma itu saja. Meningkatnya jumlah warga miskin juga akan merembet ke masalah lainnya. Termasuk meningkatnya potensi kriminalitas dan prostitusi akibat jatuh miskinkarena digusur dan tuntutan memenuhi kebutuhan hidup.

Lagi lagi pemerintah harus melek terhadap persoalan ini. Khususnya bagi kepala daerah yang memgang kendali atas kebijakan yang dibuat.

Perhatikan saja, dengan APBD Kota Bogor 2018 yang saat in diangka Rp2,26 triliun,  daya beli masyarakatnya saja sudah rendah. Lalu, apa jadinya bila ditambah dengan warga yang dimiskinkan akibat penggusuran tanpa solusi oleh PT KAI?

Oleh karena itu, masalah ini harus dijawab oleh setiap calon walikota. Setiap calon walikota tidak boleh lari dari tantangan masalah warga yang akan jadi korban gusuran PT KAI. Penggusuran warga sepanjang rel kereta adalah bom waktu masalah sosial bagi Kota Bogor.

Kalau saya pemimpin daerah, dalam hal ini calon wakil walikota yang berpasangan dengan Calon Walikota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, maka dengan tegas saya katakan “Tolak Penggsuuran tanpa Solusi Beradab”.

Saya akan berdiri bersama warga yang akan digusur dan memperjuangkan solusi beradab untuk mereka.

Salam Rakyat Berjuang

#bogorbersama #bogorbersihsejahteranyaman #didsts

 

Tidak Diteken Jokowi, UU MD3 Tetap Resmi Berlaku Hari Ini

BOGOR DAILY-Undang Undang tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) atau UU MD3 telah berlaku mulai hari ini, Kamis, 15 Maret 2018.

Diketahui, pada Rabu, 14 Maret 2018, tepat 30 hari RUU MD3 disetujui DPR menjadi UU, melalui Sidang Paripurna. Meskipun Presiden Joko Widodo tidak menandatangani terkait UU MD3 tersebut.

“Aturannya memang begitu. 30 hari setelah disahkan paling lambat sudah berlaku baik ditandatangani ataupun tidak,” kata Anggota DPD RI, I Wayan Gede Pasek Suardika, melalui pesan singkat di Jakarta.

Kendati begitu, Politikus Partai Hanura itu mempersilakan bagi pihak yang tidak setuju dengan UU MD, untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

“Meski begitu, kan pemberlakuannya itu juga diikuti dengan terbukanya untuk uji materi ke MK. Jadi ambil sisi positifnya. Karena sejatinya tidak semua UU tersebut bermasalah, hanya beberapa pasal saja yang dimasalahkan, ya silakan diuji,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menuturkan pihaknya telah menyiapkan nomor untuk Undang Undang MPR, DPR, DPD, dan DRPD (UU MD3) yang baru.

“UU MD3 itu kan hari ini 30 hari, tapi kita harus tunggu sampai jam 12.00 (malam) nanti. Sudah ada kami siapkan nomor,” kata Yasonna di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu 14 Maret 2018.

Yasonna menyatakan UU MD3 ini akan otomatis berlaku meski tidak ditandatangani Presiden Joko Widodo setelah 30 hari diketok DPR, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

“Nanti by law, by konstitusi, dia akan sah menjadi Undang Undang, baru diundangkan, (diberi) nomornya. Kami buat di Lembaran Negara. Sudah kami siapkan, besok pagi kan sudah langsung (terbit), sudah beres,” ujarnya

sumber: Viva.com