Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8806

Mantan Wakapolda Tewas Dalam Posisi Kaki Terikat

0

BOGOR DAILY-Penyidik Polresta Malang, Jawa Timur masih menyelidiki kasus tewasnya mantan Wakapolda Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi (Purn) Agus Samad di rumahnya, di Bukit Dieng Blok MB 9, Malang, Jawa Timur.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengemukakan, penyidik telah mengambil sampel ceceran darah dari lokasi kejadian. “Kita tunggu hasil visum, besok Senin mungkin sudah jadi,” ujarnya dalam wawancara dengan tvOne, Minggu pagi, 25 Maret 2018.

Ketika ditanya apakah ada bukti yang mencurigakan, Marhaeni mengemukakan, saat ini belum ada. “Masih penyelidikan,” katanya.

Saat ini, polisi juga belum bisa berkomunikasi dengan istri korban. “Mungkin setelah pemakaman nanti,” kata Marhaeni.

Rencananya, korban yang merupakan mantan wakapolda Sumatera Utara ini akan dimakamkan hari ini, pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di halaman belakang dengan posisi kaki diikat tali rafia yang terikat di pagar lantai tiga rumah korban, Sabtu, 24 Maret 2018. Di tubuh korban juga ditemukan beberapa luka sayatan ditangan bagian kanan dan kiri.

Kapolres Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi, Asfuri belum bisa memastikan korban merupakan korban pembunuhan atau meninggal dunia karena hal lain. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kado Pernikahan Meledak, Pengantin Baru Tewas Seketika

BOGOR DAILY-Pasangan pengantin baru di Odisha, India mengalami musibah saat kado yang mereka terima tiba-tiba meledak, Jumat (23/2). Pengantin pria tewas adapun istrinya dalam kondisi kritis akibat luka-lukanya. Nenek pengantin laki-laki juga meninggal dunia akibat ledakan.

Insiden yang terjadi di Distrik Bolangir, Odisha, wilayah timur India itu terjadi lima hari setelah pasangan pengantin baru itu menikah. Soumya Sekhar Sahu dari Patnagarh dan Reema Sahu menikah pada Minggu (18/2). Polisi sedang mengidentifikasi pengirim kado dan jenis bahan peledak yang digunakan. Kado itu dibawa ke rumah dan meledak saat dibuka.

Nenek korban, Jemamami Sahu, 85 tahun, meninggal seketika. Adapun pengantin pria, Soumya Sekhar, meninggal setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Rourkela.

Kepala Medis Distrik Bolangir, S Mishra mengatakan nenek korban telah dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit Bolangir. “Pria yang cedera dalam ledakan juga tewas di Rumah Sakit Umum Ispat, Rourkela,” ucap dia.

Adapun pengantin perempuan, Reema terluka parah dalam ledakan di rumah mereka. Saat ini masih dirawat di rumah sakit pemerintah di Burla. “Polisi sedang mengumpulkan bukti dan penyelidikan sedang dilakukan,” kata polisi Patnagarh, Sesadeva Bariha seperti dilansir NDTV, Sabtu (24/2).

Dia menduga kado berisi bom mentah yang didesain meledak saat dibuka dan dikirim oleh warga setempat. Bulan lalu, seorang dokter di Madhya Pradesh luka parah saat sebuah paket bom yang dimasukkan dalam radio FM meledak di hari pertunangannya. Dia meninggal sehari kemudian di rumah sakit Bhopal, India.

Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Ditangkap Polisi

0

BOGOR DAILY- HH diciduk lantaran diduga kuat menerima suap terkait Pilkada Garut 2018. Dilansir RMOl Jabar, selain HH turut diamankan salah seorang Komisioner KPU setempat berinisial AS.

Baik AS dan HH diduga mendapat ‘order’ khusus untuk meloloskan salah satu paslon, yang sebelumnya dinyatakan gagal verifikasi. “Benar, berkaitan dengan Pilkada Garut,” ujar Diskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana kepada awak media tadi malam (24/2).

Umar mengatakan, penangkapan terhadap AS dan HH bukan Operasi Tangkap Tangan (OTT),”Tapi memang hasil pengembangan penyidik. Jadi ada temuan transaksi perbankan, kemudian kami telusuri,” tambah dia. Dia mengatakan, transaksi tersebut nilainya mencapai ratusan juta. “Sekitar Rp100-Rp200 juta. Ada juga mobil daihatsu hitam yang telah kami amankan,” beber Umar.

Sementara, saat dikonfirmasi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Harminus Koto mengatakan, saat ini tengah dalam perjalanan menuju Garut untuk memastikan hal tersebut. “Besok (hari ini) paling (keterangan lengkapnya), sekarang belum tahu ceritanya, saya ke sana. Ini saya lagi (di jalan) dari Bogor,” ujar Harminus saat dikonfirmasi, Sabtu (24/2).

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Yayat Hidayat tidak bisa dihubungi. Namun, komisioner KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq menyebutkan, pihaknya saat ini tengah mengkroscek informasi tersebut.

“Lagi nyari juga (kebenaran informasinya), ini lagi kroscek,” kata Endun.

Adapun arang bukti yang disita saat penangkapan berupa 1 unit mobil low cost and green car (LCGC), jenis Daihatsu Sigra warna putih nopol Z 1784 DY.

Pembunuh Istri dan 2 Anak Tiri di Tangerang Ngaku Khilaf

0

BOGOR DAILY- Muchtar Effendi alias Pendi (60) meminta maaf kepada warga di sekitar rumahnya saat menjalani rekonstruksi. Ia memperagakan 62 adegan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukannya terhadap istrinya Emah (40) dan dua anak tirinya, Nova serta Tiara.

Wakapolres Metro Tangerang AKBP Harley Silalahi menyatakan tidak ada fakta baru yang ditemukan dalam rekonstruksi tersebut. Namun, dia menegaskan, Pendi melakukan pembunuhan itu dalam keadaan sadar.

“Kami tegaskan kembali kalau dari hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku itu normal dan dia membunuh korbannya secara sadar,” ucap Harley, Kamis (22/2/2018).

Selepas rekonstruksi tersebut, Pendi mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada para warga yang datang dan berdesakan untuk menyaksikan proses rekonstruksi.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada warga yang ada di sini, saya mohon maaf. Saya khilaf sampai tega bunuh keluarga saya sendiri. Saya mohon maaf sekali lagi atas kejadian ini, kepada keluarga istri saya, saya sangat menyesal,” kata Pendi.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dedy Supriyadi menyampaikan, proses rekonstruksi itu berlangsung selama kurang lebih satu jam dan menampilkan 62 adegan. “Pelaku ini terbukti melakukan penusukan istri dan dua anak tirinya pada adegan kesebelas hingga 29. Penusukan dimulai dari istrinya bernama Emah kemudian dua anak tirinya Nova dan Tiara,” kata Dedy.

Pada adegan selanjutnya, dari adegan 30 sampai 39, menunjukkan bahwa tersangka Pendi menghancurkan tiga buah handphone milik istri dan kedua anak tirinya dan kemudian membuangnya ke atas plafon dapur. Pada adegan 40 hingga 47, tersangka Pendi mulai menyayat dada dan lehernya untuk bunuh diri.

“Sedangkan pada adegan 48 menunjukkan bagaimana tersangka menyimpan pisau sangkur dan dari adegan 49 hingga 62, warga mulai mendatangi rumah korban,” imbuh Dedy. Pendi membunuh Emah dan kedua anak tirinya, Nova dan Tiara, pada 12 Februari 2018.

Pendi kesal karena istrinya membeli mobil.

“Jadi tiga hari sebelum pembunuhan, keduanya terlibat cekcok karena tersangka ini tidak mau memberikan uang cicilan untuk membayar mobil yang dibeli oleh Emah. Dari situ tersangka terus bertengkar dan berniat membunuh istrinya tersebut,” kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan beberapa waktu lalu.

Warga Babakanmadang Nyelonong ke Ponpes Habib Ali di Condet

BOGOR DAILY- Rusdi (54) ditangkap warga. Warga Babakan Madang, Bogor ini diketahui masuk ke pekarangan rumah Habib Ali di Condet, Jakarta Timur. Para santri dan warga lalu menyerahkan Rusdi ke TNI, setelah itu dibawa ke Polsek Kramatjati.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta M Marpaung dalam keterangannya, Sabtu (24/2), peristiwa ini terjadi pada Rabu (21/2) malam di Jl Buluh. Balekambang, Kramatjati.

“Pelaku masuk ke pekarangan rumah Habib Ali Zaenal Abidin Al Khaf,” terang Sapta.

Para santri dan warga yang menangkap Rusdi lalu melakukan pemeriksaan. Rusdi diketahui tak mengalami gangguan jiwa.

“Setelah diserahkan ke Babinsa, lalu oleh pihak Babinsa dibawa ke Polsek Kramatjati,” urai dia.

Pada Kamis (22/2), kasus penyusupan Rusdi ditangani Polsek Kramatjati. Belum diketahui motif dan tujuan Rusdi masuk ke rumah Habib Ali. “Masih dikembangkan,” tegas Sapta.

 

Pemuda di Tangerang Makan Sendok Hingga Pisau, Begini Kisahnya

0

BOGOR DAILY- Jauh sebelum memiliki kebiasaan makan sendok, pisau, paku, baut dan benda tak lazim lainnya, Jahrani (26), pemuda asal Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kukar pernah meneteskan lem buatan Korea ke matanya. Akibatnya, kedua mata Jahrani tertutup rapat hingga kemudian dilarikan ke RSUD AW Syahranie.

Beruntung, kelopak matanya bisa terbuka lagi. Jumrah, ibunda Jahrani  menuturkan, pernah suatu saat dulu, anak sulungnya itu meneteskan lem seperti layaknya obat tetes mata. Saat itu kondisi rumah memang sepi, hanya tinggal Jahrani sendiri.

“Dia malah menyalahkan saya karena menaruh lem Korea sembarang,” tutur Jumrah seperti dilansir Tribun Kaltim

Lem itu sering digunakan adik Jahrani untuk mengelem sepatu. Jumrah mengatakan, Jahrani sudah 7 kali bolak-balik ke rumah sakit. Kendati biaya pengobatannya gratis karena ditanggung Jamkesda dan BPJS, namun Jumrah harus berutang untuk ongkos transportasi, makan, dan keperluan lainnya.

Hingga sekarang, utang itu belum terlunasi. Sebagai ibu, Jumrah tidak pernah melihat keganjilan dalam diri Jahrani. Perilakunya tampak seperti biasa dan normal. “Saya melihat perilakunya lebih aktif saat dioperasi terakhir kemarin (Januari 2018). Tangannya nggak bisa diam. Botol infus diganggunya hingga perawat beberapa kali mengganti botol infus. Maka itu tangannya sampai diikat,” ujarnya.

Enam bulan lalu, Jahrani minta dibuatkan pagar di pinggir tempat tidurnya. Pagar itu diberinya gembok. Dia menghindari dorongan kuat makan benda asing yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Selepas operasi Januari kemarin, Jahrani menghindari makanan masam atau kecut dan pedas.

“Dia juga tak boleh makan sejenis keripik yang keras dan susah dicerna karena ini akan membuat lambungnya nyeri,” kata Jumrah.

Jahrani makan seperti biasa, cuma tidak langsung dihabiskan. Sesekali dia berhenti, lalu dilanjut lagi makannya. Jahrani juga tidak suka minum air putih. Ia hanya minum air gula dan teh. “Dia suka makan apa saja, termasuk ngemil. Kadang-kadang makan 2 kali sehari,” ujarnya.

Jahrani menghabiskan waktu nonton acara kesukaannya di TV, seperti musik dan berita. Jumrah tak hanya menempuh pengobatan medis untuk kesembuhan anaknya. Ia juga pernah memanggil kiai atau orang pintar. “Satu ruangan ini penuh orang mengaji untuk kesembuhan Jahrani, lalu pernah juga melaksanakan salat hajat,” kata ibu dari 5 orang anak ini.

Semua cara telah ditempuhnya, tapi kebiasaan Jahrani makan benda asing masih muncul. Ia berharap pasca operasi kemarin anaknya bisa segera pulih. Saat ini Jumrah terus mengawasi anaknya, bergantian dengan suaminya. Sebelum tidur, ia harus memastikan gembok pagar di tempat tidur anaknya sudah terkunci.

Jahrani sendiri mengaku tidak sadar ketika memasukkan benda asing ke dalam tenggorokannya. “Waktu itu kepala terasa berat. Saya nggak tahu benda apa yang saya masukkan ke dalam mulut. Lalu tiba-tiba tenggorokan saya sakit. Hingga saya sampai muntah darah. Saya baru sadar ketika perut saya sudah terasa nyeri dan kesakitan. Ibu saya bilang mata saya merah dan keluar air mata,” ujar Jahrani.

Sewaktu kerja di kayu, pemuda ini sempat mengalami kejadian ganjil. Ketika kerja malam sekitar pukul 02.00, tiba-tiba ia ingin pergi sendiri di dalam hutan yang gelap. Waktu itu, ia merasa pikirannya kosong. Ia terus masuk ke dalam hutan, bahkan tak menghiraukan teguran temannya.

Beruntung, temannya menepuk keras pundaknya. Ketika tersadar, Jahrani lalu balik ke tempatnya kerja. “Karena saya sendiri sebetulnya takut kegelapan, tapi tiba-tiba saya sudah di dalam hutan yang gelap saat itu,” tuturnya.

Pasutri Ini Sekap 4 Anak Angkatnya di Toilet

0

BOGOR DAILY-Pasangan suami istri di Arizona, Amerika Serikat, dikenai dakwaan karena mengunci anak-anak angkat mereka hingga 12 jam dengan hanya dilengkapi ember untuk toilet.

Benito dan Carol Gutierrez dituduh menyekap keempat anak angkat mereka, yang berusia antara enam hingga 12 tahun, di dalam ruangan terkunci tanpa cahaya atau makanan.

Kejadian ini baru diketahui polisi setelah salah satu anak dari mereka berhasil lolos dan meninggalkan rumah yang terletak di Tucson itu.

Ia masuk ke toko untuk menelepon seorang kerabatnya, namun seorang karyawan toko menghubungi polisi karena penampilan bocah laki-laki itu tampak mengkhawatirkan.

Kepolisian Pima County mengatakan, para petugas kemudian mendatangi rumah yang disebutkan bocah itu, dan menemukan anak-anak itu “selama 12 jam setiap harinya disekap di kamar-kamar terpisah, dikunci dari luar, tanpa makanan, minum, lampu, atau kamar mandi”.

Polisi menuturkan anak-anak itu- kesemuanya bersaudara kandung, diadopsi oleh pasangan suami istri itu – tidak menyadari bahwa mereka hidup dalam kondisi ganjil. Mereka adalah siswa-siswa yang pintar dan tidak mempunyai masalah di sekolah.
Pasangan suami istri itu sudah melewati berbagai pemeriksaan latar belakang yang diperlukan untuk mendapat izin mengadopsi anak-anak itu, kata Detektif Pat Willson.

Kini mereka didakwa dengan pasal kekerasan terhadap anak. Bulan lalu, pasangan suami istri lainnya di California ditahan setelah polisi menemukan 13 anak mereka disekap di dalam rumah.

David Allen Turpin dan Louise Anna Turpin ditahan atas tuduhan penyiksaan dan penganiayaan anak-anak. Polisi mengatakan beberapa anak mereka “dibelenggu di ranjang mereka dengan rantai dan gembok”.

Ini Peta Kekuatan Jokowi VS Prabowo

0

BOGOR DAILY-PDIP menambah kekuatan dukungan ke Presiden Joko Widodo yang diusung sebagai capres 2019. PDIP menjadi partai kelima yang memberikan dukungan untuk Jokowi.

“Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo, Metal! Metal! Pasti Menang Total,” teriak Megawati seperti dilihat dari akun Twitter PDI Perjuangan, Jumat (23/2/2018).

Sebelum PDIP, sudah ada empat partai, yaitu Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura yang telah mendeklarasikan dukungannya. Sementara itu partai koalisi pemerintah lainnya seperti PKB, dan PAN masih belum mendeklarasikan dukungannya.

Dengan dukungan lima partai tersebut, Jokowi sudah punya modal maju di Pilpres 2019. Hal ini sesuai dengan persyaratan maju pilpres di UU Pemilu, yakni syarat presidential threshold (PT) atau syarat parpol/gabungan parpol bisa mengusung capres adalah memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya. Untuk Pemilu 2019, hasil Pemilu 2014-lah yang menjadi dasarnya.

Pada Pemilu 2014, Golkar meraih 14,75 persen suara, NasDem 6,72 persen suara, PPP 6,53 persen suara, dan Hanura 5,26 persen suara. Sementara itu, PDIP, yang merupakan partai pemenang Pemilu 2014, memiliki 18,95 persen. Dengan begitu, total dukungan yang sudah dikantongi Jokowi saat ini sebesar 52,21 persen.

Dukungan kepada Jokowi itu belum termasuk dari partai-partai baru yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Perindo dan PKPI yang merupakan partai di luar DPR. Hanya saja, PKPI hingga saat ini masih berjuang untuk menjadi partai peserta pemilu 2019 setelah dinyatakan tidak lolos oleh KPU.

Selain Jokowi, capres lain yang digadang-gadang untuk maju adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. PKS sudah memberi sinyal siap bergandengan tangan lagi dengan Gerindra di Pilpres 2019.

PAN yang merupakan partai koalisi pemerintah, juga diprediksi akan bergabung dengan oposisi. Bahkan PAN pula yang membuka wacana soal ‘Koalisi 212’ yang merupakan hasil penggabungan nomor urut PAN di Pemilu 2019, yaitu 12, dan nomor urut 2 milik Gerindra.

Berkaca pada Pilpres 2014 lalu, Gerindra meraih 11,81 persen suara, kemudian PKS 6,79 persen suara, dan PAN 7,59 persen suara. Jika koalisi ini benar terbentuk maka jumlah dukungan yang sudah dikantongi Prabowo adalah 26,19 persen. Menurut UU Pemilu, dengan jumlah ini, Prabowo juga sudah mendapatkan tiket untuk maju sebagai capres.

Dengan niat Gerindra kembali mengusung Prabowo Subianto, terbuka peluang duel Jokowi versus Prabowo terulang pada Pilpres 2019. Partai Demokrat, yang selalu menyebut berada di tengah, tampaknya sulit membuat poros baru.

Sementara itu, PKB dan Demokrat yang belum menentukan sikap memiliki total kekuatan sekitar 19,23 persen. Dengan rincian PKB sebesar 9,04 persen, dan Demokrat sebesar 10,19 persen suara.

Jika kedua partai ini merapat ke oposisi, jumlah dukungan suara untuk Prabowo pun masih belum bisa mengalahkan Jokowi. Meski begitu Partai Gerindra tetap optimistis untuk menang.

“Nanti di Hambalang, saya undang kalian. Di situ kalian akan dengar pidato saya, hati saya sesungguhnya, keresahan saya yang sesungguhnya, kesedihan saya yang sesungguhnya!” ucap Prabowo di hadapan kader Gerindra.

Pep Guardiola Kena Sanksi FA, Ini Gara-garanya

0

BOGOR DAILY-Olahraga memang pantang jadi komoditas politik, apalagi sepak bola. Meski kerap sulit dihindarkan. Bahkan di beberapa negara sepak bola bisa jadi alat politik untuk mencari dukungan pebulik.
Seperti mantan pemai sepak bola George Weah akhirnya terpilih menjadi Presiden Liberia. Weah jelas menggunakan nama besarnya di sepak bola untuk meraih suara.

Tidak hanya itu saja, bahkan di Spanyol banyak pesepak bola banyak yang secara tidak langsung terjerat politik terutama ketika Cataluna ingin merdeka dari negara matador itu.

Ada Gerard Pique dan Pep Guardiola yang terang-terangan mendukung Cataluna merdeka. Dan hal itu juga dibawa Pep saat jadi pelatih Manchester City di Liga Inggris.

Oleh karena itu mantan pelatih Barcelona itu harus menghadapi dakwaan dari Federasi Sepakbola Inggris (FA) atas pita kuning yang dikenakannya dalam aktivitas bersama Manchester City sejak 21 November.

Pita kuning tersebut dipasang sebagai bentuk solidaritas kepada Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart, dua orang yang ditahan aparat keamanan Spanyol setelah kejadian bentrok dalam proses referendum kemerdekaan Catalunya pada Oktober lalu.

Aksi itu mendapat respons keras dari FA, yang memang tak mengizinkan adanya bentuk kampanye politik di ranah sepakbola mereka.
‘Pep Guardiola telah didakwa atas pemakaian simbol politis, secara khususnya penggunaan pita kuning, yang melanggar aturan FA dan juga regulasi periklanan,” demikian keterangan resmi FA.

“Ia memiliki waktu hingga pukul 6 petang Senin, 5 Maret mendatang untuk memberikan respons atas dakwaan tersebut.” (b)

Sadis! PL Cantik Dibunuh, Jasadnya Dicor di Bak Mandi

0

BOGOR DAILY-Seorang wanita pemandu lagu (PL) karaoke di Kendal, Jawa-Tengah dibunuh kekasih gelapnya . Mayat korban dicor di bak mandi untuk menutupi kejahatan pelaku .

Pembunuhan sadis ini secara tak sengaja dibongkar tim reskrim Polres Kendal , Sabtu(24/2/2018) . Pemandu karaoke korban pembunuhan itu adalah Fitri Angraeni (24), warga desa Margosari, Limbangan kabupaten Kendal.

Sedang pelakunya Didik,28, yang diduga kuat kekasih gelap korban, warga Puguh, Boja , Kendal .

Awalnya polisi menangkap Didik yang terlibat aksi pembegalan di Desa Tampingan, Boja, Jum’at (23/2/2018). Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya , polisi justru kaget karena menemukan jasad wanita telanjang yang dicor menggunakan semen di bak mandi rumah pelaku .

Polisi langsung menginterograsi Didik dan melakukan penyelidikan untuk mencari identitas wanita malang yang jasadnya di cor tersebut

Mayat wanita cantik itu teridentifikasi sebagai Fitri Angraeni (24), warga desa Margosari, Limbangan kabupaten Kendal. Wanita pemandu karaoke itu ternyata memang sudah seminggu tidak pulang sehingga membuat cemas orang tuanya .

Setelah didesak, pelaku akhirnya mengaku telah membunuh korban karena masalah hutang piutang . Didik ngaku membunuh korban dengan cara dicekik lehernya dan mencor jasad korban ke bak mandi untuk menghilangkan bau mayat .

Pelaku juga mengaku membunuh korban karena Fitri tak membayar hutang kepadanya . Namun polisi tak mempercayai begitu saja pengakuan Didik .

Polisi akan melakukan penilitian lebih mendalam dengan cara otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban . Polisi juga menduga antara pelaku dan korban punya hubungan asmara .

Dari penyelidikan polisi diketahui korban telah menghilang 6 hari lalu . Korban mempunyai dua anak yang dititipkan ke Ny Sumiyati, ibu korban . Polres Kendal masih melakukan pengusutan kasus ini guna mengungkap motif yang sebenarnya pelaku membunuh korbannya .