Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8805

Di PN Jakut, Massa Tolak Sidang Peninjauan Kembali Kasus Ahok

0

BOGOR DAILY-Massa mulai berdatangan di Eks gedung pengadilan negeri (PN) Jakarta Pusat, di Jalan Gajah Mada. Massa akan berunjuk rasa terkait sidang pemeriksaan berkas peninjauan kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan terhadap agama.

Pantauan di depan gedung eks PN Jakpus, Jl Gajah Mada No 18, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018) sejak pukul 07.40 WIB sudah terlihat kendaraan taktis di lokasi. 2 mobil barakuda dan 2 mobil antuhuru hara terlihat terparkir di lokasi. Sementara itu polisi bersiaga di depan gedung.

Massa kontra Ahok pun mulai berdatangan, Mereka menyanyikan yel-yel dan lagu bela Islam. Mereka juga membawa spanduk dan poster yang mengecam Ahok.
Sementara itu lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau ramai lancar. Petugas belum memberlakukan penutupan jalur di sekitar lokasi.

Rencananya massa dari Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 hari ini akan menggelar aksi demo di depan PN Jakut bersamaan dengan sidang pemeriksaan berkas peninjauan kembali (PK) Ahok. Demo ini bertujuan untuk mengawal sidang sekaligus menolak PK Ahok.

Pihak Ahok mendaftarkan PK pada 2 Februari 2018. PK diajukan dengan membandingkan putusan Buni Yani. Sidang pemeriksaan berkas PK Ahok akan dipimpin 3 hakim, yakni Mulyadi, Salman Alfaris, dan Tugianto. Sedangkan pihak kejaksaan kemungkinan menunjuk jaksa Ali Mukartono, yang merupakan ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) kasus Ahok dalam perkara penodaan agama.

Harga Pertamax Naik Jadi Rp8.900

0

BOGOR DAILY-Kenaikan harga minyak mentah dunia berimbas kepada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. PT Pertamina (Persero) sebagai penyalur BBM nasional, kembali menaikkan harga BBM Non Subsidi atau disebut juga Bahan Bakar Khusus (BBK).

VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, mengatakan harga untuk sejumlah jenis BBM non subsidi sudah dinaikkan per Sabtu, 24 Februari 2018. Pertimbangan Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi karena terimbas naiknya harga minyak dunia.

“Iya benar (dinaikkan berdasarkan pertimbangan kenaikan harga minyak dunia),” kata Adiatma, Senin, 26 Februari 2018.

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax dijual dengan harga Rp8.900 per liter atau naik dibanding sebelumnya yang sebesar Rp8.600 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo juga dinaikkan menjadi 10.100 dari sebelumnya sebesar Rp9.600.

Lalu, untuk Pertamina Dex naik dari sebelumnya Rp9.250 per liter menjadi Rp10.000. Sedangkan untuk Dexlite naik dari sebelumnya RP7.500 menjadi Rp8.100.

Kenaikan harga Pertamax Cs ini juga terjadi di seluruh Wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Kenaikannya harga dilakukan bervariasi.

Pihak Pertamina membantah melakukan kenaikan secara diam-diam. Adiatma mengatakan, pengumuman resmi hanya diumumkan melalui di website Pertamina meskipun belum ada keterangan resmi kepada media.

“Ada di website Pertamina sejak Sabtu,” kata dia.

Dua Mahasiswa IPB Tewas Disedot Pusaran Sungai Cikidang Bogor

BOGOR DAILY- Dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ditemukan tewas di aliran sungai Cikidang tepatnya di RT 01 RW 05, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, kedua korban sempat hanyut saat melakukan kegiatan bersama rekan-rekannya di salah satu organisasi di IPB.

“Kedua korban ditemukan ditemukan meninggal tadi pukul 14:30 wib di Sungai Cikidang. Sebelumnya, korban sempat dikabarkan hanyut. Kemudian Tim SAR diterjunkan ke lokasi. Kedua korban ditemukan, tapi dalam kondisi meninggal,” kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena, Minggu (25/2/2018).

Kedua korban bernama Muhamad Dandi Firdaus, mahasiswa Program Peningkatan Kompetensi Umum (PPKU) dengan program studi Teknik Sipil dan Lingkungan. Sementara korban lainnya adalah Muhamad Fadli Zikri, Mahasiswa Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Keduanya tenggelam saat mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai rekam-rekannya di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid Al Huriyah IPB.

Ita menyebut, berdasarkan keterangan teman-teman korban, peristiwa tersebut berawal ketika ada salah satu barang bawaan milik korban Fadli terjatuh ke pinggir Sungai. “Ketika korban Fadli hendak mengambil barangnya, tapi kemudian terpeleset dan tercebur ke sungai. Melihat temannya jatuh dan hanyut, kemudian korban Dandi berusaha menolong. Dua-duanya jadi ikut hanyut,” terang Ita.

Kedua korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pertiwi Dramaga. “Korban sudah dievakuasi ke rumahsakit, untuk saksi-saksi masih kita dalami keterangannya,” katanya.

Sementara itu, staf biro umum bagian pemangkasan IPB, Anto Susanto (40), yang juga ikut serta membantu proses evakuasi mengatakan, korban sulit ditemukan karena sungainya dalam.

“Ada palung dalamnya sekitar tujuh meter di aliran dekat tebing, korban berada d isitu,” ujar Anto kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (25/2/2018).

Anto juga menyatakan di dalam aliran sungai yang cukup deras itu terdapat pusaran air pada arus bawah sungai Ciapus.

Sehingga menurutnya korban berputar-putar di dalam pusaran air itu dan tidak muncul ke permukaan sungai

Masa Depan Nasib Guru Honor

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Calon Bupati Bogor 2018)

Pagi itu langit terlihat cerah merona. Para murid bersemangat berangkat ke sekolah tanpa harus mengenakan payung atau jas hujan yang sudah lusuh milik orangtuanya. Anak-anak seperti biasa sebelum pelajaran dimulai, kain pel, ember dan sapu sudah ada di tangan. Mereka siap untuk membersihkan selasar lorong kelas yang penuh dengan bekas lumpur.

Jika hujan turun, maka lantai keramik yang putih akan berwarna kecoklatan. Maka tugas siswa adalah membersihkannya. Di sekolah ini setiap pagi ataupun selepas jam belajar-mengajar, kegiatan membersihkan halaman sekolah menjadi kegiatan rutin. Pemandangan sekolah seperti ini masih banyak sekali  berada di Kabupaten Bogor. Tak kalah menariknya, juga mengisah perjuangan para guru honorer di Kabupaten Bogor. Sudah banyak yang saya dengar tentang keluh kesah mereka menjalani profesi yang mulia ini.

Tiga pekan lalu, pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoal pengangkatan guru honorer menjadi PNS menjadi “angin segar lagi”. Para guru honorer di Kabupaten Bogor dan di seluruh Indonesia pun menyambutnya dengan suka cita. Wapres melontarkan janjinya itu saat memberi pengarahan di ajang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada Rabu 7 Februari 2018.

Menurut JK pernyataannya itu bukan lagi janji. Bahkan, JK mengaku sudah bicara dengan Presiden Jokowi tentang rencana pengangkatan guru honorer ini. Sekarang, Indonesia memang sedang mengalami kekurangan guru. Selama beberapa tahun terakhir jumlah guru yang pensiun lebih banyak ketimbang jumlah guru yang di angkat. Atas dasar inilah, pemerintah sepakat untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS.

Pemerintah memang memiliki “tunggakan” pekerjaan yang sekian lama tidak terselesaikan untuk segera memberi kepastian status pada guru honorer. Nasib guru honorer yang ”menggantung” sebenarnya berimplikasi pada banyak hal terkait dengan proses belajar mengajar dan interaksi guru dengan siswa.

Jumlah guru honorer di Indonesia menurut catatan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih dari satu  juta orang pada akhir 2017. Guru honorer sebanyak itu termasuk 252.000 guru berusia di bawah 33 tahun yang telah berijazah sarjana sehingga memenuhi kriteria untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara atau pegawai negeri. Sementara di Kabupaten Bogor, jumlah honorer K2 yang diajukan BKPP untuk mengikuti seleksi CPNS 2018 ini sebanyak 9.000 guru.

Saya berharap, pemerintah tidak boleh lagi membiarkan masa depan ratusan ribu guru honorer di seluruh Indonesia terkatung-katung. Sebuah kebijakan yang tegas dan jelas dibutuhkan untuk segera mengakhiri polemik mengenai diangkat-tidaknya sekitar 250 ribu guru honorer menjadi pegawai negeri sipil. Sudah terlalu lama isu ini digoreng sebagai komoditas politik untuk kepentingan elektoral semata.

Jika ketidakjelasan nasib guru honorer ini tak diakhiri, praktik percaloan dengan iming-iming jalan pintas menjadi pegawai negeri akan terus marak. Selama masa depan mereka penuh dengan ketidakpastian, para guru ini pun tak bisa bekerja dengan sepenuh hati. Mereka tak akan kuasa mencurahkan waktu, perhatian, dan ikhtiar total mereka untuk keberhasilan pendidikan siswa-siswanya. Ini tentu merupakan kerugian besar untuk kita semua.

Kalau kita merunut ke pangkalnya, silang sengkarut nasib guru honorer ini berawal dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di awal masa pemerintahannya pada 2004, SBY berjanji akan mengangkat semua guru honorer menjadi pegawai negeri sipil.  Kita tahu janji itu tak kunjung ditunaikan sampai kepala pemerintahan berganti ke tangan Presiden Jokowi. Tiga pekan lalu, Wapres JK berjanji bakal menyelesaikan utang pemerintahan SBY itu.

Namun, janji SBY maupun JK ini akan sulit terwujud karena ada klausul dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara yang mengganjal.  Dalam undang-undang ini mensyaratkan bahwa guru hanya bisa diangkat jika usianya di bawah 35 tahun. Selama regulasi itu tidak direvisi, mustahil semua guru honorer bakal diangkat menjadi pegawai negeri. Lebih masalah lagi, pembahasan revisi peraturan ini macet sejak akhir tahun lalu.

Oleh sebab itu, memulai kembali proses revisi atas UU Aparatur Sipil Negara di DPR merupakan langkah pertama untuk bisa memastikan nasib para guru honorer ini. Batasan usia itu memang membatasi manuver pemerintah untuk mencari solusi atas masalah ini.

Kendati demikian, penting juga disadari, mengangkat ratusan ribu guru honorer dalam waktu bersamaan tentunya akan menjadi beban tersendiri buat anggaran negara. Kompetensi, kualifikasi akademik, dan sertifikasi mereka haruslah memenuhi persyaratan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menyusun aturan seleksi yang benar.

Ini agar hanya mereka yang mampu menjalankan tugas sebagai guru yang baik yang bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil.  Sementara mereka yang tidak kompeten, mau tak mau, harus diberi tahu agar tidak terus-menerus berharap. Kejelasan semacam itu jauh lebih baik ketimbang membiarkan nasib mereka terkatung-katung.

Faktor yang juga penting dipertimbangkan adalah masa kerja. Semakin panjang masa kerja guru honorer, seharusnya semakin besar peluangnya untuk diangkat menjadi pegawai negeri. Dengan begitu, negara menghargai pengabdian dan pengorbanan yang sudah mereka berikan selama ini.

Sementara kewajiban para politisi (termasuk pula saya) adalah memenuhi janji yang sudah dilontarkan kepada konstituen. Janji itu pun tetap tidak boleh mengorbankan prinsip rasionalitas dalam tata kehidupan bernegara.

Oleh karena itu, memulai kembali proses revisi atas UU Aparatur Sipil Negara di DPR merupakan langkah pertama yang wajib untuk bisa memastikan nasib para guru honorer ini. Dan saya pun akan memperjuangkannya melalui Fraksi PPP di DPR-RI. (*)

ADV : Membina Para Anggota Linmas

0

Bogor Daily – Mereka dulu dikenal sebagai anggota Hansip. Berseragam hijau muda lengkap dengan topi dan bersepatu boot dengan beragam atribut yang dikenakannya. Mereka biasanya hadir di tengah kegiatan warga di sebuah wilayah. Biasanya pula mereka membantu menjaga keamanan dan ketertiban, supaya kegiatan yang dilakukan masyarakat berjalan lancar.

Dengan tugas dan penampilan yang sama, kini mereka disebut para anggota Perlindungan Masyarakat atau Linmas. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84  Tahun 2014, Linmas adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah desa/ kelurahan yang beranggotakan warga masyarakat.

Dipimpin oleh Kepala Desa atau Lurah sebagai Kepala Satuan Linmas, organisasi ini memiliki Kepala Satuan Tugas yang membawahi lima Komandan Regu. Setiap regu membidangi urusannya masing-masing. Ada lima urusan atau bidang tugas yang ditangani Linmas. Masing-masing urusan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, urusan pengamanan, urusan pertolongan pertama pada korban dan kebakaran, urusan penyelamatan dan evakuasi serta urusan dapur umum.

Berdasarkan Permendagri itu pula, anggota Linmas yang direkrut oleh Kepala Desa atau Lurah, disyaratkan berpendidikan minimal SLTP atau sederajat, berusia minimal 18 tahun dan dapat bertugas sampai usia 60 tahun. Atau diberhentikan oleh sebab beberapa alasan. Sifat keanggotaannya sukarela.

Di Kota Bogor berdasarkan pendataan tahun 2014, jumlah anggota Linmas tercatat 3.898 orang. “Dari jumlah tersebut tidak semuanya merupakan anggota aktif,” kata Tri Ongko, Kepala Bidang Trantib dan Linmas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Hal itu karena sebagian diantaranya sudah relatif tergolong berusia lanjut. Saat ini keanggotaan Linmas di wilayah Kota Bogor sedang didata ulang.

Sejak tahun 2011, Satpol PP Kota Bogor, memang diamanahi tugas sebagai pembina Linmas. Untuk itu Satpol PP telah menyusun program pembinaan dengan beberapa kali kegiatan, termasuk kegiatan auting. “Tahun lalu kami mengikutsertakan sebagian anggota Linmas dalam program pelatihan,” ungkap Ongko. Pada kegiatan itu setiap anggota Linmas dibekali pengetahuan tentang keamanan dan ketertiban. Juga dilatih keterampilan mengatasi bencana termasuk menangani warga yang menjadi korban bencana alam.

Menurut Ongko, pada dasarnya satuan Linmas terdiri dari para sukarelawan yang bisa diminta jasanya untuk membantu anggota masyarakat. “Bantuan yang mereka berikan bisa macam-macam dan untuk berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat,” tambah Ongko. Itu sebabnya setiap anggota Linmas perlu dibekali banyak pengetahuan dan keterampilan.

Pembinaan yang dilakukan Satpol PP tidak hanya terbatas dalam kegiatan di kelas dan auting. “Pada saat kami melakukan kegiatan trantib di wilayah, kami selalu menyertakan para anggota Linmas,” jelas Ongko. Hal itu dilakukan untuk memberi pengetahuan dan sekaligus pengalaman serta menambah rasa percaya diri anggota Linmas. Sebab mereka perlu lebih memahami pelanggaran-pelanggaran peraturan yang dilakukan warga masyarakat. Diantaranya seperti pelanggaran pemanfaatan lahan publik untuk kegiatan usaha.

Ongko menilai, para anggota Linmas biasanya adalah aparat desa atau kelurahan yang paling tanggap dan mengetahui dengan baik situasi dan kondisi wilayahnya. Oleh karena itu para anggota Linmas dinilainya sebagai pihak yang cocok untuk dilibatkan dalam berbagai kegiatan di wilayah. Tidak hanya terkait dengan soal keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan yang terkait dengan kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya.

Dalam kaitan itulah, pada penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada nanti, para anggota Linmas biasanya dilibatkan sebagai Pengawalan Langsung (Pamsung). Untuk itu mereka akan diikutsertakan di dalam kegiatan pelatihan terkait penyelenggaraan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Kegiatan diklat seperti itu biasanya diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sebagai Pamsung, para anggota Linmas harus tahu dan paham tentang tatacara penyelenggaraan pemungutan suara, sehingga diharapkan mereka bisa mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah dan sekaligus mengatasi jika memang ada masalah pada kegiatan pemungutan suara,” jelas Ongko.

Pentingnya peran para anggota Linmas terutama dalam membantu setiap kegiatan kemasyarakatan di wilayah, sayangnya tidak sebanding dengan kesan yang melekat di masyarakat tetang anggota Linmas. “Di banyak sinetron misalnya kita sering melihat para anggota Linmas yang digambarkan sebagai sosok yang mudah dibohongi, dikerjai dan jadi bahan tertawaan,” katanya dengan prihatin. “Penggambaran tentang sosok anggota Linmas seperti itu perlu diperbaiki,” lanjutnya sebab merugikan citra para anggota Linmas sebagai orang-orang yang selalu siap membantu masyarakat.

Oleh karena itu Ongko berharap, ketika pada kenyataannya para anggota Linmas menjadi tenaga kerja yang tidak bergaji, maka sudah sewajarnya apabila masyarakat mengapresiasi peran dan kerja mereka. “Mereka perlu pengakuan tidak hanya dari pemerintah, melainkan juga dari masyarakat,” jelasnya.

Sejauh ini memang belum setiap anggota Linmas mendapatkan honorarium tetap dan pasti. Hal itu tergantung dari kemampuan keuangan masing-masing pemerintah daerah. Tetapi Permendagri Nomor 84 telah mengamanatkan, “Pendanaan untuk penyelenggaraan perlindungan masyarakat dibebankan pada APBN, APBD Provinsi, APBD Kota/Kabupaten serta lain-lain pendapatan yang sah dan tidak mengikat.” Semoga amanah itu kedepannya bisa terealisasi pada setiap anggota Linmas. (Advertorial)

Besok Sidang PK Ahok, 5000 Massa Bakal Demo

0

BOGOR DAILY-Sekitar 5 ribu massa disebut Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath akan hadir menolak sidang peninjauan kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Senin (26/2) mendatang. Pengacara Ahok menanggapi hal tersebut.

Itu hak mereka. Kita tidak ada urusan dengan mereka,” ujar Pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur dalam pesan kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018).

Demo itu rencananya dilakukan pada Senin (26/2), bersamaan dengan sidang PK Ahok, yang digelar di Pengadilan Tinggi Jakarta Utara (PN Jakut). Sebanyak 5 ribu massa diperkirakan akan hadir lewat inisiasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

“Tolong diinfokan kepada umat, masyarakat, bahwa GNPF ulama dan Persaudaraan Alumni 212 mengundang seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, baik muslim maupun nonmuslim, untuk mengawal sidang dalam rangka menolak PK Ahok. Kita support hakim untuk menolak PK Ahok,” seru Al Khaththath.

Pihak Ahok mendaftarkan PK pada 2 Februari 2018 lalu. Selain itu, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menyatakan sidang pemeriksaan PK digelar secara terbuka. Pengamanan akan dilakukan oleh pihak kepolisian, termasuk Polda Metro Jaya.

“Ada dari polsek ya, kita hanya backup hampir semua persidangan dan kita bantu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Kaesang Hadiri Nikahan Paspampres Pribadi di Bengkulu

0

BOGOR DAILY-Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mengunjungi Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kedatangannya ke Bengkulu bertujuan untuk menghadiri acara pernikahan anggota Paspampres yang merupakan pengawal pribadinya bernama Serda Angkling Dharmo.

Serda Angkling Dharmo mempersunting Sertu Anggraeni Retno Dwijayanti yang merupakan anggota TNI AL. Prosesi akad dilakukan di kediaman mempelai perempuan di Kelurahan Tempel Rejo, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (23/2). Sedangkan resepsi pernikahan dilaksanakan keesokan harinya di gedung Poltekes Bengkulu yang berada di Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan.

Rejang Lebong adalah sebuah kabupaten yang berjarak 90 kilometer dari ibu kota Provinsi Bengkulu. Perjalanan ke Rejang Lebong harus melalui jalanan yang berkelok-kelok selama lebih dari dua jam.

Kaesang mengaku terkesan dengan perjalanannya ke Bengkulu kali ini. Ia mengaku sudah beberapa kali ke Kota Bengkulu, namun baru kali ini sampai ke Kota Curup yang menjadi ibu kota Rejang Lebong.

“Sudah beberapa kali ke Bengkulu, tapi kalau ke Kota Curup yah baru ini. Saya gak sempat jalan-jalan, karena ke sini cuma sebentar,” ujarnya sebelum kembali ke Kota Bengkulu, pada Sabtu (24/2).

Kedatangan anak presiden ke daerah disambut antusias. Para tamu undangan meminta foto bersama Kaesang. Namun karena terikat aturan pengamanan keluarga presiden maka hanya beberapa orang saja yang berhasil berfoto bersama.

Pengamanan Kaesang dilakukan oleh petugas dari Paspampres dibantu personel dari Korem 041 Garuda Mas, Polda Bengkulu, POMAD Bengkulu, Kodim 0409 Rejang Lebong, Polres Rejang Lebong serta anggota Brimob Detasemen A Pelopor Curup

Demiz Sesumbar Kuasai 60 Pemilih di Bogor

BOGOR DAILY-Calon gubernur nomor urut 4 di Pilgub Jabar 2018, Deddy Mizwar optimis bisa memaksimalkan raihan suara di wilayah Bogor. Bahkan pihaknya menargetkan raihan suara di wilayah Bogor bisa mencapai hingga di atas 60 persen. “Kita optimis raihan suara di wilayah Bogor bisa maksimal, malah bisa mencapai di atas 60 persen dari DPT-nya,” kata Deddy.

Deddy mengatakan selama ini dukungan masyarakat terhadap dirinya sangat baik, termasuk juga dukungan dari masyarakat Bogor. Meski demikian, silaturahmi dengan masyarakat harus tetap dilakukan. “Bogor ini areanya luas dan penduduknya pun sangat padat dan bahkan DPT-nya pun tertinggi di Jawa Barat,” katanya.

Dipaparkan Demiz, saat ini daftar pemilih tetap (DPT) di wilayah kabupaten Bogor mencapai sekitar 3,3 juta orang. Bahkan hal itu menjadi DPT tertinggi di wilayah Jawa Barat. Belum juga di wilayah Kota Bogor yang cukup tinggi jumlah DPT -nya. “Jadi kalau memenangkan 60 persen saja itu luar biasa, makanya kami akan sering ke Bogor, ada 9 hari rencana kita di Bogor, Kabupaten Bogor itu wilayahnya luas dan penduduknya terbanyak dan DPT nya sekitar 3,3 juta” katanya.

Lebih lanjut Deddy Mizwar pun mengatakan di hari ketiga kampanye di luar Kota Bandung, dirinya melakukan sosialisasi di wilayah Bogor. Yaitu dengan mengunjungi Pasar Leuwi Liang, Pasar Anyar, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Bogor Barat dan lainnya. “Alhamdulillah kita bisa berkampanye dengan riang gembira,” katanya

Perdana, Proyek Tol Borr Lolos Audit Keselamatan Konstruksi

0

BOGOR DAILY- Proyek tol Bogor Outer Ring Road (BORR) menjadi jalan tol pertama yang lolos audit keselamatan konstruksi. Hal ini pasca ditetapkannya penghentian sementara proyek infrastruktur oleh pemerintah.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru mengatakan, menyusul penghentian sementara pekerjaan konstruksi layang oleh pemerintah, PT Marga Sarana Jabar (PT MSJ) selaku kelompok usaha Jasa Marga yang mengelola Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) telah mengajukan permohonan audit.

“Ini untuk evaluasi atas pekerjaan konstruksi di Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB Ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Dia menjelaskan, Sabtu 24 Februari 2018 pada 14.00-16.00 WIB telah dilakukan audit prioritas untuk melanjutkan proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB Ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin. Pekerjaan konstruksi elevated yang dilakukan evaluasi yaitu pelaksanaan pemasangan span terakhir dengan panjang 45 meter.

Dalam kegiatan audit kali ini dihadiri Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Kepala Balai Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Anggota KKJTJ, Jajaran Direksi PT MSJ, Kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Konsultan Perencana PT LAPI Ganesatama, Konsultan Supervisi PT Purna Jasa Bimapratama dan Vendor Sub Specialist Pre Stressing PT DSI.

“Setelah dilakukan audit dari beberapa aspek, maka telah disepakati dan ditandatangani Berita Acara Persetujuan pelaksanaan pengangkatan box girder span 61-62,” kata dia.

Sedangkan kelanjutan dari pelaksanaan span sisi utara sebanyak 16 segmen akan dilakukan pada 27 Februari 2018, dengan melaksanakan pengalihan lalu lintas (detour) di bawahnya selama empat hari.

“Dengan lolosnya evaluasi konstruksi elevated, maka PT MSJ menjadi Badan Usaha Jalan Tol yang pertama kali lulus audit keselamatan konstruksi yang dilakukan oleh KKJTJ serta Komite Keselamatan Konstruksi Nasional (K3N) paska moratorium,” tandas dia.

Seharian, Jokowi Sopiri Duo Presenter Gokil Ini

0

BOGOR DAILY-Duo presenter kondang, Deddy Mahendra Desta dan Vincent Ryan Rompies mendapat kesempatan berjabat tangan, bahkan disopiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Momen bahagia sekaligus membanggakan tersebut langsung diunggah keduanya di akun media sosial Instagram masing-masing.

Desta dengan bangga memamerkan fotonya yang tengah duduk di samping Presiden Jokowi yang tengah menyetir boogy. Dengan senyum kemenangan, mantan drummer band Clubeighties ini seolah menunjukkan betapa berharganya momen pertemuan tersebut.

“Alhamdullilah hari ini dapat kesempatan ngobrol dgn pak Presiden di istana.. Diantar melihat2 spot2 istana Bogor dan disupirin langsung oleh pak Presiden.. Terima kasih pak @jokowi,” tulis Desta di akun Instagram @desta80s.

https://instagram.com/p/BfkiVO9jnMD/?utm_source=ig_embed

Tak mau kalah, Vincent juga mengunggah fotonya bersama Presiden Jokowi di akun Instagram miliknya @vincentrompies. Berbeda dengan Desta, mantan bassis Clubeighties ini memamerkan betapa senangnya sang presiden

https://instagram.com/p/BfkwPNeFtqu/?utm_source=ig_embed