Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8807

Bogor Jadi Target Para Pencari Rumah

BOGOR DAILY-Lamudi Indonesia mencatat sepanjang 2017 pencarian rumah di Bogor meningkat 61 persen jika dibandingkan 2016. Salah satu alasannya karena kota ini dinilai lebih asri jika dibandingkan dengan daerah penyangga Jakarta lainnya seperti, Bekasi, Tangerang ataupun Depok.

“Selama ini Bogor terkenal memiliki kualitas air dan udara yang cukup bersih, itu salah satu faktor mengapa kota ini kini menjadi incaran para pencari properti,” kata Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/2).

Banyaknya tempat wisata, disinyalir Mart, juga menjadi salah satu faktor mengapa Bogor mulai dilirik oleh pencari rumah. Seperti diketahui, di sana terdapat Kebun Raya Bogor sebuah kawasan konservasi seluas 80 hektar serta Prasasti Batutulis yang menyimpan benda-benda bersejarah.

Selain itu Mart juga mengatakan, salah satu alasan utama mengapa Bogor banyak diminati karena kota ini memiliki akses yang cukup lengkap untuk menuju Jakarta, seperti Tol Jagorawi, commuter line, hingga Light Rail Transit (LRT) yang saat ini dalam masa pembangunan.

“Dengan potensi yang menjanjikan tersebut, tak heran saat ini banyak pengembang yang membangun perumahan yang menyasar beragam segmentasi pasar.”

Penghina Megawati Bakal Diperiska Polres Bogor

BOGOR DAILY-Perkara penyebaran berita hoax tentang Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan ditindaklanjuti Polres Bogor.

Melalui Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, polisi akan melakukan pemanggilan atas terlapor H Munin guna diminta keterangannya sebagai saksi.

Pemanggilan Munin dilakukan setelah pihak pelapor dari pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor membuat laporan dan sudah menjalani BAP di unit III Krimsus Polres Bogor tiga hari lalu. “Akan dipanggil,”kata AKP Bimantoro saat dikonfirmasi Kamis (22/2/2018).

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Andriansyah mengatakan, walau terlapor H Munin sudah meminta maaf, namun proses hukum tetap dilanjutkan.

“Sebagai manusia kami memaafkan. Namun proses hukum di Polres Bogor kami minta tetap jalan agar ada pembelajaran bagi masyarakat umum, agar menghentikan penyebaran konten negatif atau hoak pada media sosial,” kata Andriansyah.

Berita hoax yang disebarkan Munin yang mengandung konten, memfitnah Megawati dengan meminta pemerintah menghentikan adzan karena berisik. Munin juga menghina PDI dengan mengajak umat islam tidak memilihnya karena partai ini menyesatkan.

Menurut Andriansyah, ini sudah merupakan sebuah tuduhan serius yang harus dibuktikan. “Saya selaku Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor meminta masyarakat untuk menunjukan nilai-nilai positif asli bangsa Indonesia, khusus pada pilkada Kabupaten Bogor ini. Mari kita tunjukan nilai-nilai kesantunan, nilai-nilai kesopanan sebagai budaya bangsa dan tunjukan agar kampanye secara sportif dan unggulkan program kerja calonnya bukan dengan menghasut apalagi menyebar fitnah,” paparnya.

Bagi Andriansyah, berita fitnah yang mengatakan PDI Perjuangan meminta adzan dihentikan dimasjid karena berisik, itu sangat tidak mungkin. Pasalnya didalam PDI Perjuangan juga bisa dikatakan 90 persen muslim.

“Saya mengajak marilah setiap muslim juga bermuamalah melalui media sosial, namun diharamkan melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan, maka wajib bagi setiap muslim untuk tidak menyebarkan berita-berita yang membuat resah kaum muslimin atau masyarakat lainnya,” pintanya.

Gregorius SH, divisi hukum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor menyambut baik pemanggilan Munin oleh penyidik Polres Bogor. “Kasus ini harus mendapat kepastian secara hukum, melalui persidangan pengadilan,”kata Gregorius.

BNN Resmikan Lab Narkotika Taraf Internasional di Cigombong

BOGOR DAILY- Badan Narkotika Nasional (BNN) kini memiliki pusat laboratorium narkotika bertaraf internasional. Fasilitas ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Laboratorium dibangun khusus untuk meneliti perkembangan penyalahgunaan narkoba yang sedang marak. Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso meresmikan labotarium yang terletak di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia menjelaskan Laboratorium tersebut dilengkapi dengan DNA analysis dan NMR. Fasilitas ini nantinya dijadikan tempat untuk melakukan penelitian perkembangan trend penyalahgunaan narkotika secara global. Keberadaannya dibutuhkan seiring perkembangan narkotika jenis baru (New Psyhoactive Subtance) di dunia terus meningkat.

“Karenanya penelitian terkait hal ini juga harus ikut berkembang,” kata pria yang akrab disapa Buwas usai meresmikan Pusat Laboratorium Narkotika di Cigombong, Bogor, Kamis (22/2/2018).

Selain laboratorium, BNN juga kini memiliki Unit Deteksi K9. Unit K9 ini merupakan pasukan anjing pelacak yang bertugas membantu BNN dalam mengungkap tindak pidana narkotika.

Setidaknya ada 47 ekor anjing pelacak, 20 ekor merupakan jenis German Shepherd, 10 ekor jenis Belgian Malinois, 12 ekor Labrador, dan 5 ekor jenis Beagle.

Unit deteksi ini juga memiliki klinik dan farmasi terdiri 3 kennel rawat inap, ruang operasi, 4 dokter, 4 orang paramedis, serta ruang pemeriksaan yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan canggih.

“Kami berharap adanya fasilitas upaya BNN bisa menekan angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Tentunya hal ini juga harus didukung masyarakat,” pungkas

SUMBER: liputan6.com

Ibu Kandung Foto Bayi 9 Bulan Hisap Rokok

0

BOGOR DAILY- Muzammil (36), warga Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah tak menyangka harus berurusan dengan polisi, Rabu (21/2/2018).Ia ditangkap karena membiarkan rokok menyala di mulut anaknya berinisial AI yang masih berusia 9 bulan.

Tindakan itu dilakukan sepengetahuan istrinya, Ummu (18). Bahkan Ummu pulalah yang memotret bayi itu dengan sebatang rokok terselip di bibir.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengungkapkan, foto Ibet seolah sedang merokok itu lantas diunggah ke Facebook melalui akun renigedt.

“Kami amankan ayahnya karena memasang rokok yang menyala ke mulut balita. Meskipun itu anaknya, “ungkap Bidarudin.

Pengakuan Muzammil kepada polisi, tindakan itu dilakukan pada Sabtu (17/2/2018) sekitar pukul 20.30. Saat itu, pelaku tengah merokok dalam kamar.

AI yang berada di belakangnya, merangkak ke pangkuan dan mengambil rokok yang terselip di jemari tangan ayahnya.

“Anak itu memasukkan sebatang rokok menyala ke mulutnya. Pelaku mendudukkan anaknya, ia juga memegang kedua tangan anaknya karena khawatir tersulut rokok,” jelas Bidarudin.

Ia menegaskan, tindakan Muzammil tidak patut ditiru. Terlebih dilakukan terhadap anaknya yang masih berusia balita.

“Tidak etis dan membahayakan kesehatan si anak. Merokoknya juga kok dalam kamar,” pungkasnya.

Kompolnas Desak Polisi Usut Dalang Isu Penyerangan Ulama

BOGOR DAILY -Kompolnas meminta peran intelijen ditingkatkan untuk mencegah peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama. Selain itu, Polri juga diminta profesional dalam menangani kasus tersebut.

“Yang paling penting serius melakukan lidik sidik sesuai dengan scientific crime investigation. Saya berharap selain menyelidiki, penting juga peran intelIjen untuk memberikan informasi-informasi agar dapat dicegah terjadinya kekerasan,” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti seperti dilansir detikcom, Rabu (21/2/2018).

Poengky mendorong Polri mengungkap motif teror kepada tokoh agama termasuk untuk membuktikan soal ada-tidaknya dalang di balik penyerangan itu. Sebab, jika kasus itu tak kunjung diungkap, masyarakat akan semakin resah apalagi memasuki tahun politik.

“Saya berharap Polri dapat segera mengusut dan membuka motifnya pelaku-pelaku yang melakukan kekerasan tersebut, apakah ada orang atau kelompok yang mengoordinir. Jangan sampai kasus-kasus tersebut meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu kamtibmas saat Pilkada. Di sisi lain, saya berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan bersatu untuk melawan radikalisme dan upaya-upaya pemecahbelahan bangsa kita yg majemuk. Mohon agar masyarakat cerdas tidak terpancing provokasi untuk melakukan kekerasan,” paparnya.

Karena itu, Poengky berharap setiap elemen bisa saling memberikan pesan damai. Masyarakat, kata Poengky, juga harus tetap tenang dan tak boleh terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas.

“Saat pelaksanaan tahapan pilkada serentak ini, pesan perdamaian dan tolak kekerasan saya harapkan juga dilakukan oleh parpol, kandidat, tim sukses dan massa pendukung, agar demokrasi di Indonesia makin baik,” imbuhnya.

Proyek Distop,Tol Borr Tetap Selesai Maret

0

BOGOR DAILYPengerjaan proyek tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIB yang menghubungkan Kedung Badak dengan Yasmin hingga 21 Februari 2018 telah rampung sebesar 98,5 persen.

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Hendro Atmodjo saat meninjau lokasi proyek pengerjaan Tol BORR, Rabu, mengatakan target penyelesaian pembangunan Tol BORR sesuai jadwal. Walau ada moratorium atau penghentian sementara pekerjaan konstruksi layang oleh pemerintah pusat.
“Progres proyek BORR sudah 98,5 persen, untuk pembebasan lahan sudah 100 persen,” kata Hendro.
Hendro mendapatkan surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menghentikan sementara pengerjaan jalan layang, Selasa (20/2).
“Terhitung sejak kemarin pukul 17.00 WIB kami telah menghentikan pekerjaan besar berupa “erection box girder,” katanya.
Ia mengatakan proyek BORR harus selesai Maret 2018. Selama moratorium, pihaknya tetap akan beraktivitas menyelesaikan pekerjaan yang ada di bahu jalan, seperti pengaspalan jalan, dan membangun trotoar, serta penanaman penghijauan.
Untuk pekerjaan jalan layang, katanya, masih tersisa satu bentang atau sepanjang kurang 50 meter dari 2,65 km total panjang jalan. Dalam bentang terdiri atas dua span.
Dalam satu span terdiri atas 16 segmen. Untuk mengerjakan satu segmen dibutuhkan waktu enam hari.
“Insha Allah dengan moratorium ini kita bisa menempati waktu pertengahan Maret sesuai target penyelesaian,” katanya.
Selama penghentian, pihaknya menunggu evaluasi menyeluruh oleh Kementerian PUPR yang akan dilakukan oleh Asosiasi Kontraktor Indonesia dibantu Konsultan independen.
Hendro mempredikasikan penghentian pekerjaan akan berlangsung selama kurang lebih satu pekan, sambil menunggu hasil evaluasi. Karena pihaknya secara berkala telah melakukan pengecekan baik peralatan, pekerjaan, sesuai SOP yang ada.
Untuk mengantisipasi kecelakana kerja, lanjut Hendro, pihaknya akan memperketat standar prosedur, melaksanakan pekerjaan sesuai urutan kerja, serta politik kontrol terhadap peralatan.
“Kami sudah melakukan pengecekan peralatan dan kelengkapan kerja ini secara internal, tinggal menunggu evaluasi dari tim Kementerian PUPR, kita harapkan hasil evaluasi baik, sehingga pekerjaan elevated bisa secepatnya dilanjutkan kembali,” kata Hendro.
Terkait dampak yang ditimbulkan dengan adanya moratorium ini, Hendro menyatakan dampaknya hanya pada persoalan waktu, karena penghentian dari pemerintah sehingga tidak ada klaim yang harus dibayarkan.
“Dampaknya lebih kepada penambahan waktu saja,” katanya.
Sementara itu Manajer Proyek PT Wijaya Karya (WIKA) Ali Afandi mengatakan secepat mungkin pihaknya akan mengirimkan dokumen hasil evaluasi internal yang sudah dilakukan pihaknya untuk selanjutnya tim eveluasi dari pemerintah pusat dapat segera melakukan pengecekan.
“Kita harapkan BORR jadi prioritas pemerintah untuk dievaluasi secepatnya, agar pengerjaan elevated bisa dilakukan kembali, tidak terhenti lama,” katanya.
Penghentian sementara (moratorium) pekerjaan konstruksi layang proyek infrastruktur adalah untuk menghindari kerugian negara ke depannya.
Moratorium konstruksi layang ini adalah akibat runtuhnya tiang jalan layang di proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakuya).

Geger Ular Sanca di Gerbong Kereta Ekonomi

0

BOGOR DAILY-Seekor ular sanca batik tiba-tiba muncul di gerbong KA Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta dan bikin kaget penumpang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memperketat pemeriksaan penumpang yang membawa hewan piaraan.

“Itu juga sudah dilakukan pemeriksaan tapi karena ditutup rapat sehingga demikian,” kata Humas PT KAI Agus Komarudin, pada Rabu 21 Februari 2018 malam hari.

Menurut Agus, biasanya penumpang yang mencoba bawa hewan peliharaan bisa terdeteksi. Biasanya mereka membawa kardus yang dibolongi. Namun kali ini, Agus menduga kondisi kardus untuk membawa ular sanca tersebut tertutup rapat.

“Namanya penumpang, namanya sembunyi-sembunyi kan tidak terdeteksi petugas,” ujar Agus.

Pemeriksaan di stasiun berbeda dengan di bandara yang sudah dilengkapi x-ray. Namun, Agus mengatakan ada wacana agar di stasiun juga ada peralatan serupa.

“Kalau x-ray kami memang belum ada. Ke depannya, bisa sih ya tapi kami masih wacana. Nah ini paling kami juga pengawas stasiun diperketat lagi sehingga hal serupa tak terulang. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan penumpang atas kejadian ini,” ungkap Agus.

Sebelumnya ular jenis sanca batik di gerbong KA Ekonomi Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta menggegerkan penumpang kemarin. Ular tersebut kini diamankan di Stasiun Tegal, Jawa Tengah. Belum diketahui siapa pemilik ular tersebut.

Marak Isu Ulama Diserang, Polisi Razia Orang Gila

BOGOR DAILY- Isu penyerangan terhadap para tokoh agama kini tengah marak dan meresahkan warga Kabupaten Bogor

Menanggapi hal itu, Pihak Polres Bogor pun bertindak cepat dalam merespon isu yang kini tengah beredar di wilayah hukumnya itu.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena mengatakan bahwa atas instruksi Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan waspada.

Selain itu, karena isu ancaman ini kerap berhubungan dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), pihaknya melakukan penjaringan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Pelaksanaan Kegiatan Patroli dan Penjaringan ODGJ ini bekerjasama dengan Tokoh Agama, Satpol PP  dan Dinas Sosial  Dalam kurun waktu 10 hari, Polisi berhasil mengamankan sekitar 89 ODGJ,” ujar Ita seperti dilansir Tribunnewsbogor.com.

Ita menjelaskan bahwa, setelah para ODGJ dijaring, mereka dimandikan, diberi pakaian dan juga diberi makan yang kemudian diserahkan ke Dinas Sosial.

Pelaksanaan penjaringan terhadap para ODGJ ini menurutnya diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri atau persekusi di tengah masyarakat.

Selain itu, Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengam isu yang belum tentu benar.

“Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi atau isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kita akan tindak tegas siapa saja yang menyebarkan informasi tidak benar itu,” kata Dicky.

Penjaga Palang Pintu Kereta di Bojonggede Tak Digaji

BOGOR DAILY–Palang pintu kereta di Bojonggede Kabupaten Bogor ini terancam ditutup. Sebab, sudah empat bulan sejumlah penjaga palang pintu kereta bayangan dekat Stasiun Bojonggede ini tak menerima upah.

Sebelumnya, palang pintu kereta itu pun pernah ditutup lantaran sebanyak empat penjaga palang pintu kereta itu sudah merasa kesal tak kunjung menerima gaji.

Akibatnya, sejumlah pengendara yang hendak melaju menuju arah Perumahan Bojong Depok Baru (BDB) atau Gaperi itu tidak bisa lewat.

Begitu pun kendaraan dari arah sebaliknya yang mesti berputar arah mencari jalur alternatif.

Seorang penjaga palang pintu, Reka Ramanda (19) menerangkan bahwa, sebelumnya PT Gaperi bertanggung jawab terhadap gaji para penjaga palang pintu.

Namun sejak Bulan September 2017 kemarin, lanjutnya, PT Gaperi sudah tidak lagi memberikan upah lantaran pengelolaan Jalan Gaperi sudah diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

  • “Dulu mah masih jalan perumahan, tapi sekarang yang lewat itu bisa siapa saja, mobil sampai truk pada lewat,” ungkapnya seperti dilansir TribunnewsBogor.com, Rabu (21/2/2018).

Dia melanjutkan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor pasca ditutupnya palang pintu pada Akhir Januari 2018 lalu.

“Katanya nanti tanggal 25 Februari besok gaji kita mau dibayar, dirapel sama Bulan Januari,” terangnya.

Namun bila masih tak dibayar, Reka bersama penjaga palang pintu lain berencana akan krmbali menutup palang pintu kereta api itu.

“Ini mah kan palang pintu bayangan, jadi pihak stasiun pun tidak masalah ditutup, bahkan pas kemarin ditutup mereka mau patokin relnya,” teranganya.

“Kalau memang nanti tidak dibayar sampai akhir Februari 2018, tentu akan kita tutup,” imbuhnya.

 

Bikin Lemas, 2 Jam Tim BBKSDA Dikelilingi Harimau

0

BOGOR DAILY- Kisah yang mengerikan ini, dialami tim gabungan dari Polres Inhil bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang memang sudah hampir dua bulan di lokasi konflik harimau dengan manusia.

Tim ini awalnya mendapatkan informasi dari warga, bahwa pada Senin (19/2) warga melihat harimau pemasang Jumiati di kawasan hutan green belt blok 68 kebun sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) di Kecamatan Pelangiran, Inhil. Dari sana, warga melaporkan hal itu ke tim gabungan.

“Dari laporan itu tim mencoba untuk mencari tahu keberadaan harimau itu,” kata Kapolsek Pelangiran Iptu M Rafi kepada wartawan, Rabu (21/2/2018).

Menurut Rafi, tim pun bergerak ke lokasi yang disebutkan masyarakat pada Selasa (20/2). Tim gabungan ini dimpimpin dari BBKSDA Riau. Ada 7 anggota BBKSDA Riau dan dua anggota Polsek Pelangiran.

“Memasuki kawasan hutan tim menemukan jejak harimau yang diperkirakan baru melintas.” kata Rafi.

Tak lama setelah itu, secara tiba-tiba harimau itu muncul dari kawasan hutan. Jarak harimau dengan tim hanya tiga meter saja. Walau tim membawa senjata api, namun tidak melakukan penembakan. Tim hanya bisa berdiam diri melihat harimau berhadap dengan mereka.

“Tim berusaha untuk tidak memancing pergerakan apapun yang bisa memicu harimau untuk melakukan perburuannya. Tim hanya bisa berdoa, sambil tetap bersiap bila terjadi kemungkinan terburuk,” kata Rafi.

Harimau itu mengeliling tim di dalam kawasan hutan selama 2 jam lamanya. Mata harimau menatap tajam yang seakan siap menerkam mereka. Tim hanya bisa berdiam diri, sambil meminta harimau itu untuk pergi.

“Datuk pulanglah, datuk pulanglah, dan mereka takbir,” itu yang mereka ucapkan selama dikelilingi oleh harimau.

Setelah dua jam lamanya, binatang buas itu akhirnya menjauhi tim dan masuk ke dalam kawasan hutan kembali. Tak lama tim bantuan datang ke lokasi. Tim akhirnya bisa keluar dari dalam kawasan hutan dengan selamat.

Sebagaimana diketajui awal tahun 2018 lalu, Jumiati menjadi korban dimangsa harimau. Saat itu korban tengah bekerja di dalam perkebunan sawit perusahaan. Korban sebenarnya sudah berusaha berlari menjauh serta berusaha manjat ke pohon sawit. Saat manjat, kakinya diterkam harimau. Ada sekitar 20 menit korban dan harimau ini bergumul. Tak lama, Jumiati pun tewas.

BBKSDA Riau dalam hal ini sudah berusaha memasang box trap dengan umpan kambing jantan di lokasi. Walau harimau ini terpantau kamera sudah mendekati box, namun tak terpancing untuk memangsa kambing. Harimau pemangsa Jumiati hingga kini masih berkeliaran di alam bebas.