Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8813

Pengurus DPD AKKI Kota Bogor Dilantik

0

Pengusaha Bogor Harus Jadi Tuan Rumah di Kota Sendiri

Bogordaily – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKKI) Jawabarat mengukuhkan pengurus DPD AKKI Kota Bogor, Senin (12/2) di Hotel Pangrango 2. Terbentuknya DPD AKKI Kota Bogor diharapkan dapat merangsang percepatan pertumbuhan pembangunan di Kota Bogor.

Pada kesempatan yang dihadiri walikota Bogor Bima Arya,   pengurus DPD AKKI Kota Bogor menghelat  diskusi bertema Membangun Sinergitas Pelaku Jasa Konstruksi dalam Percepatan Pembangunan Kota Bogor.

Ketua DPD AKKI Kota Bogor Bambang Pria Kusuma mengatakan, ada beberapa hal yang dikedepankan dalam kepengurusan yang baru. Diantaranya, menjawab tantangan eksistensi AKKI Kota Bogor untuk memberikan andil dalam pembangunan Kota Bogor “Kehadiran AKKI hari ini merupakan ijtihad ekonomi supaya pengusaha lokal menjadi tuan rumah di kotanya sendiri,” tegas Bambang.

Kedua, sambung Bambang, melalui AKKI Kota Bogor diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan jiwa enterpreneur dari anak muda Bogor. Sehingga pengusaha muda dapat memberikan sumbangsihnya pada pembangunan infrastruktur di kota hujan. “Tingkat enterpreneur dikalangan anak muda dinilai masih rendah. Melalui kehadiran AKKI ada nilai tambah dari anak muda dalam membangun kotanya,” papar Bambang.

Selain itu, lanjutnya, sesuai tema membangun sinergitas antara pemerintah dan pelaku jasa usaha konstruksi, AKKI berkomitmen mewujudkan misi tersebut, demi terciptanya iklim usaha yang baik dan kondusif. “Melakukan yang terbaik untuk Kota Bogor. menjaga komitmen, jangan ragu siap bersinergi melakukan yang terbaik,” kata Bambang.

Di tempat yang sama, DPD AKKI Jawa Barat Cecep Hidayat menerangkan, dalam pembangunan di wilayah, perlu kerjasama dan hubungan yang baik antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha, khususnya di bidang konstruksi. Di satu sisi, kata Cecep, pemkot perlu memberikan keterbukaan pelayanan sesuai undang-undang jasa konstrusi dalam melakukan pembangunan. Di sisi lain, pengusaha juga perlu mengeluarkan aspirasi. Maka kehadiran AKKI diharapkan bisa menjembatani kedua tuntutan tersebut.

“AKKI komitmen dalam memperjuangkan hal tersebut, agar tercipta kesinambungan bagi pembangunan di Kota Bogor. Masalah tidak terbatas pada yang sifatnya teknis, tapi juga administratif, maka harus ada kesepahaman yang utuh,” ucapnya.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melihat adanya babak baru dari para pelaku usaha Kota Bogor. Dia menuturkan, kehadiran asosiasi ini jadi wadah memperbaiki pola komunikasi melalui kesepakatan formal maupun informal. Baginya, membangun kota menjadi pekerjaan yang sulit karena perlu menyeimbangkan keinginan banyak pihak, diantaranya para pelaku jasa konstruksi. Maka perlu ada sinergtas yang baik antara pemkot dengan pihak jasa konstruksi, diantaranya dengan AKKI Kota Bogor.

“Pada dasarnya kami ingin semua dana bisa mengalir untuk warga Bogor sendiri, namun sistem juga mengharuskan kami mengatur mereka yang ingin menanam benih usaha di Kota Bogor. Artinya, PR terbesar pemerintah, bisa memuaskan semua pihak, itu cukup sulit. Ini babak baru di AKKI, apalagi banyak anak muda yang punya banyak inspirasi membangun kota dengan positif,” tuntasnya. (yan)

Ini Mitos Tanjakan Maut Bernama Emen

0

BOGOR DAILY-Sebuah kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat.

Insiden mengerikan tersebut terjadi pada hari Sabtu (10/2/2018) kemarin. Kecelakaan ini bermula saat bus bernomor polisi F 7959 AA yang membawa rombongan wisatawan dari Tangerang Selatan tidak bisa dikendalikan diduga karena rem blong. Beberapa saat kemudian, bus menabrak sepeda motor bernopol T 4382 MM yang ada di depannya.

Setelah itu, bus menabrak tebing di sebelah kiri jalan dan terguling. Sedikitnya 27 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Usut punya usut, ternyata ada sebuah mitos yang membuat lokasi tersebut dinamakan Tanjakan Emen.

Tribunstyle melansir dari Tribunnews, nama ‘Tanjakan Emen’ rupanya berasal dari nama seorang sopir. Dikatakan bahwa Emen merupakan sopir oplet jurusan Bandung-Subang.

Dikisahkan bahwa oplet milik Emen mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Kala itu, dia sedang mengangkut ikan asin dari Ciroyom, Bandung menuju Subang. Saat kecelakaan terjadi, oplet milik Emen terbalik dan terbakar. Tubuh Emen pun tak luput dari kobaran api dan terbakar hidup-hidup.

Konon, dikatakan bahwa Emen merupakan satu-satunya sopir yang berani melewati daerah tersebut di malam hari. Usai insiden tersebut, sederet kecelakaan mulai menjamur di lokasi itu. Entah karena rem blong, bus tergelincir, atau kendaraan yang terperosok.

Warga sekitar juga mengatakan bahwa beberapa peristiwa aneh kerap terjadi di kawasan tersebut. Misalnya seperti kendaraan yang tiba-tiba mogok, hingga sopir atau penumpang yang tiba-tiba kerasukan. Beberapa warga setempat meyakini kejadian ini disebabkan oleh arwah Emen yang masih gentayangan.

Namun, ada juga mitos yang berkata lain. Asal usul nama Tanjakan Emen ini bukan berasal dari kisah meninggalnya sopir oplet tadi, melainkan nama korban tabrak lari di kawasan tersebut. Konon, mayat korban tabrak lari itu malah disembunyikan di dekat semak dan pepohonan rimbun di sekitar kawasan tersebut. Lalu, arwah Emen yang masih gentayangan menyebabkan berbagai peristiwa aneh termasuk kecelakaan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap arwah Emen, biasanya para pengemudi yang melintas menyalakan sebatang rokok. Kemudian, rokok tersebut dilemparkan ke pinggir jalan. Para pengemudi tersebut percaya bahwa arwah Emen tidak akan mengganggu jika mereka melakukan hal tersebut.

Bisa dibilang rokok tersebut merupakan persembahan bagi arwah Emen. Alasannya, Emen sangat suka merokok saat masih hidup.

Yah, namanya juga mitos, kamu bebas untuk percaya ataupun tidak.

Mondar mandir di Masjid, Orang Gila Dibawa Polsek Parung

BOGOR DAILY-Seorang pria diduga sakit jiwa diamankan polisi dari Masjid Riyadlus Sholihin, Parung, Bogor. Pria itu mondar mandir dalam keadaan telanjang di tempat wudhu pria. Pengelola masjid lalu mengontak Polsek Parung dan mengamankan pria itu.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP  Ita Puspitalena dalam keterangannya, Senin (12/2), peristiwa itu terjadi pagi ini. Polsek Parung Polres Bogor bersama pengurus Masjid Riyadlus Sholihin, melakukan aksi kemanusiaan dengan cara memandikan, memakaikan baju, dan memberi makan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu.

“Kejadian ini diawali saat ketua DKM masjid yang bernama Bapak Ustaz Solihin melaporkan ke Polsek Parung bahwa ada orang gila sedang mondar-mandir dan berbicara sendiri di tempat wudhu pria di masjid tersebut,” beber Ita.

Kapolsek Parung Kompol Parmin bersama piket patroli lalu mendatangi masjid dan bersama Ketua DKM membujuk untuk keluar dari tempat wudhu tersebut.

Setelah keluar ternyata orang dengan gangguan kejiwaan tersebut dalam keadaan kondisi telanjang, kemudian Kapolsek berinisiatif untuk memakaikan baju kepada orang dengan gangguan kejiwaan tersebut.

“Setelah dikenakan pakaian kepada orang yang tidak dikenal tersebut kemudian Kapolsek membujuk untuk membawa orang dengan gangguan jiwa tersebut untuk ke Polsek Parung. Berdasarkan pengakuan orang dengan gangguan jiwa tersebut, bahwa dia bernama Samudin yang berasal dari Kabupaten Pemalang, provinsi Jawa Tengah,” urai Ita.

Lalu, Kapolsek memberikan makan kepada Samsudin. Dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk penanganan lebih lanjut.

Perdana, Sri Mulyani Jadi Menteri Terbaik di Dunia

0

BOGOR DAILY-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai menteri terbaik dunia versi World Government Summit, Minggu (11/2).

Penghargaan langsung diberikan Shaikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus Pemimpin Dubai.

dikutip dari gulfnews, penghargaan diberikan atas kerja kerasnya memerangi korupsi dan meningkatkan transparansi dalam pemerintah Indonesia. Ia bersama tim di Kementerian Keuangan dianggap sukses dalam mengawal dua kebijakan tersebut.

Predikat Menteri Terbaik merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari seluruh negara di dunia setiap tahunnya.

Proses seleksi dalam menentukan predikat Menteri Terbaik dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit.

“Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang ekonomi,” kata Sri Mulyani.

Melalui predikat ini, menteri yang akrab disapa Ani ini, sekaligus menjadi yang pertama dari menteri-menteri lain di kawasan Asia untuk penghargaan ini.

Tawarkan Kerjasama, Anies Datangi Kantor Bima Arya

0

BOGOR DAILY-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi Balai Kota Bogor. Anies menemui Wali Kota Bogor Bima Arya untuk menjajaki kerja sama mengenai antisipasi banjir.

Anies tiba di kantor Wali Kota Bogor, Jalan Ir Haji Juanda, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/2/2018), sekitar pukul 11.00 WIB. Begitu tiba, Anies langsung disambut Bima persis di pelataran Pendopo.

Anies kemudian berjalan beriringan dengan Bima masuk ke sebuah ruangan depan sebelah kanan Pendopo. Selang beberapa menit keduanya lalu keluar menuju ke sebuah aula yang berada di dalam Pendopo.

Di aula tersebut terdapat meja-meja dengan bentuk persegi panjang yang dikelilingi dengan tiga layar besar. Anies dan Bima pun duduk berdampingan.

Bima sebagai tuan rumah kemudian membuka acara pertemuan dengan Anies. Wali Kota yang merupakan politikus asal PAN itu kemudian memberikan sambutan.

“Ini sejarah bagi Kota Bogor. Karena saya baru tahu sejak berdirinya Kota Bogor baru kali ini Gubernur DKI Jakarta datang ke sini,” kata Bima dalam sambutannya.

Setelah itu, Bima mempersilakan Anies menyampaikan sambutannya. Kata Anies, pertemuan hari ini merupakan momentum untuk membangun kota dengan kerja sama kolaboratif.

“Memang kami menyadari ini pertemuan pertama kali Gubernur DKI Jakarta datang ke kantor Wali Kota Bogor. Ini saatnya kerja sama, kolaboratif,” ujar Anies.

“Saya terima kasih, khusus Pak Bima, karena leadership-nya dan inisiatifnya yang Senin minggu lalu kira-kira jam segini kita lagi telepon-teleponan. Pada saat itu Katulampa pada posisi 240 cm ketinggian airnya,” imbuh dia.

Sekitar 20 menit proses sambutan berlangsung. Anies dan Bima kemudian menyiapkan diri mengunjungi Bendung Katulampa

2 Minggu Sekali Setnov Cukur Rambut di Rutan KPK

0

BOGOR DAILY-Setya Novanto kerap bicara soal kehidupan sehari-harinya selama di tahanan. Salah satunya soal kebiasaan potong rambut rutin yang masih tetap berjalan selama ia di tahanan KPK.

Novanto hari ini kembali hadir ke Pengadilan Tipikor dengan agenda mendengarkan keterangan saksi soal kasus e-KTP. Saat masih duduk di bangku pengunjung, dia ditanya wartawan soal rambutnya, yang sepertinya baru saja dipangkas.

“Ini sebulan sekali (dipangkas),” kata Novanto soal rambutnya saat berbincang dengan wartawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

Novanto mengatakan yang memangkas rambutnya di tahanan adalah tukang cukur pinggir jalan. Tukang cukur itu lalu dipanggil, diperiksa oleh petugas KPK, kemudian masuk ke ruang tahanan untuk mencukur rambut tahanan.

“Sudah ditelitilah kalau KPK, diteliti betul di-screening betul ya, bagus. Dan saya juga terima kasih bisa potong sebulan sekali, biasa 2 minggu sekali. Cepat panjang (rambutnya),” tutur mantan Ketua DPR ini

Novanto juga menuturkan, selama di tahanan, dia mengerjakan pekerjaan sehari-hari, seperti menyapu dan mengepel. Kembali soal mencukur rambut, dia mengatakan itu sudah keputusan pihak internal rutan KPK.

“Iya itu sesuai apa yang diputuskan pihak internal KPK dan rutan,” ujarnya.

“Yang lain juga cukur, perempuan juga cukur,” imbuh Novanto.

Soal gaya rambut, Novanto mengatakan hanya ikut tukang cukurnya. Dia tak pernah meminta gaya rambut aneh-aneh. Soal gaya rambutnya hari ini, kata dia, baru pertama kali dicoba.

“Ini setengah anak muda. Biar nggak kelihatan susah,” ujar Novanto.

sumber: detik.com

Konslet Listrik, Api Bakar Lima Rumah di Panaragan Bogor

0

BOGOR DAILY-Kebakaran terjadi di Jalan Mantarena, RT 03 RW 05, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (12/2/2018) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak lima rumah warga ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Marse Saputra mengatakan. api diduga akibat konsleting listrik.

Sedikitnya, ada enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga yang lain.

“Diduga korsleting listrik. Api baru bisa dipadamkan tiga jam kemudian,” kata Marse.

Sambungnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Selain mobil pemadam kebakaran dari Kota Bogor, dua unit mobil dari Kabupaten Bogor juga ikut diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Setelah dapat laporan, kita langsung ke lokasi. Nggak ada korban jiwa,” tutupnya

sumber: Kompas.com

Pengumuman! 14 Februari, Kereta Bogor-Sukabumi Sudah Normal

BOGOR DAILY-Pascapenutupan jalur kereta Bogor-Sukabumi akibat longsor di Kampung Maseng, RT 02/08, Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pengerjaan rel terus dipercepat.

Executive Vice President Daops I Jakarta PT KAI Dadan Rudiansyah menargetkan perbaikan jalur rel kereta jurusan Bogor-Sukabumi di sekitar Stasiun Maseng selesai dan bisa beroperasi pada Rabu (14/2). “Target kami Rabu itu sudah mulai operasi dengan jalur perbaikan sementara yang sedang dikerjakan,” katanya di Stasiun Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan, kejadian longsor di dua titik lokasi yakni Stasiun Maseng dan Cigombong menyebabkan pihaknya ekstra melakukan perbaikan. Saat ini, perbaikan rel sekitar Stasiun Cigombong telah selesai dikerjakan dan sudah mulai dilalui kereta penumpang dari Sukabumi-Cigombong. Sedangkan kereta angkutan barang masih belum bisa diizinkan.

Dari arah sebaliknya, dari Stasiun Bogor arah Sukabumi sama sekali belum bisa ada pembukaan jalur karena terhambat di Stasiun Maseng yang belum selesai masa perbaikan. Sementara ini, kata Dadan, perbaikan rel Stasiun Maseng masih dalam proses pengerukan air dan penutupan jalur rembesan air longsor untuk memasang tiang-tiang besi penyangga rel sementara.

Perbaikan terkendala cuaca yang curah hujannya masih tinggi sehingga perbaikan membutuhkan waktu hingga lebih kurang satu minggu ini. Karena itu, ditargetkan kereta akan normal beroperasi sekitar Rabu (14/2) dengan kecepatan 5 km per jam sambil menunggu perbaikan permanen hingga kecepatan pulih seperti semula. “Kami akan coba mengutamakan keselamatan penumpang dengan mengadakan perbaikan optimal,” ujarnya. (feb/run)

Polisi Periksa Enam Warga Cileungsi Terkait Video Antek PKI

BOGOR DAILY-Setelah teror orang gila yang ramai diperbincangkan, giliran isu antek Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mencuat. Baru-baru ini, muncul video penangkapan lelaki yang disebut-sebut sebagai antek PKI di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dalam tayangan yang beredar, lelaki itu habis dihakimi warga. Jajaran Polres Bogor pun akhirnya bergerak dan mengusut kasus video tersebut yang jadi viral.

“Di daerah dayeuh cileungsi -_- ini entek antek pki yg purapura gila,dimohon lebih hatihati lagi sekian dan terimakasih:) “ demikian salah satu bunyi posting-an warganet yang beredar di media sosial.

Dalam posting-an itu juga disertakan foto berikut video penangkapan orang terduga antek PKI. Sampai akhirnya banyak orang yang membagikan kiriman tersebut dan viral. Atas kejadian itu, polisi pun akhirnya turun tangan mengusut tersebarnya video antek PKI tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Polres Bogor, kejadian penangkapan lelaki yang dituduh antek PKI berinisial S (41) itu terjadi pada Sabtu (10/2) pukul 02:00 WIB. Saat itu, S terlihat mondar-mandir di permukiman hingga membuat warga curiga.

Enam orang penduduk setempat yang tengah ronda akhirnya mendatangi S dan menginterogasinya bersama warga lain. Saat itu juga tas bawaan S digeledah sambil dihakimi warga. Rupanya ketika penggeledahan, ada salah satu warga yang merekam dan memviralkannya dengan menyertakan kata-kata antek PKI. S juga sempat dipukuli sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian setempat.

Dalam keterangan resmi, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika menyatakan bahwa S masih menjalani perawatan. Ia menyatakan bahwa S tidak ada kaitannya dengan antek PKI seperti yang infomasinya beredar luas.

“Kami sudah klarifikasi dan korban tidak terindikasi sebagai antek PKI. Korban sekarang sedang menjalani perawatan medis. Besok (hari ini, red) akan kami lakukan pengecekan kejiwaannya,” kata Dicky.

Atas tersebarnya video yang menyebut antek PKI serta adanya kasus pemukulan terhadap S, Polres Bogor memeriksa enam warga Cileungsi. Sayangnya, Dicky enggan menyebutkan inisial keenamnya. “Sekarang ini statusnya kan masih menjadi saksi dan kami masih dalami kasus ini,” ujarnya kepada pewarta, kemarin.

Dicky menambahkan, terkait aksi salah satu dari enam orang yang melakukan penyebaran video hingga viral di medsos, diharapkan masyarakat umum tidak mudah terkecoh dengan informasi tersebut. Sebab, informasi tersebut belum tentu kebenarannya. “Saya mengimbau agar warga tidak menyebarluaskan informasi melalui medsos (FB dan lainnya, red), apalagi informasi SARA,” jelasnya.

Dicky juga menegaskan bahwa pelaku yang menyebarluaskan informasi tersebut bisa terkena UU ITE. “Ini tidak main-main ya, karena ancamannya lebih dari lima tahun penjara. Masyarakat harus percaya informasi yang disebarkan media mainstream terlebih dahulu,” paparnya.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH Mukri Adji mengimbau khususnya umat Islam di Kabupaten Bogor agar lebih berhati-hati lagi dalam menghadapi kasus yang disebarluaskan melalui medsos. Jangan salah dalam menyikapi, terlebih menghakimi. “Seperti kasus seorang gelandangan di Dayeuh. Itu bukan PKI. Jadi jangan main hakim sendiri,” katanya.

Menyikapi hal itu, Mukri Adji menuturkan, pihaknya akan menyosialisasikan hingga ke tingkat MUI desa agar tidak mudah terprovokasi. “Kita semua harus hati-hati. Salah satunya dengan meningkatkan siskamling, termasuk diikuti DKM juga. Insya Allah kalau kita bersama, kita bahu-membahu bersinergi, kasus seperti ini tidak akan kembali terjadi,” pungkasnya.

Selain di Cileungsi, kasus serupa juga pernah terjadi di Sentul. Pada 4 Februari, dekat Pondok Pesantren Fajrul Islam, Sentul City, Bogor, warga mendapati seorang wanita linglung yang mencurigakan. Bahkan, ada informasi bahwa wanita itu tampak mondar-mandir di lingkungan pesantren sambil membawa senjata tajam.

Hal ini pun dibenarkan Kapolsek Babakanmadang Wawan Wahyudin. “Menurut penuturan masyarakat setempat, tindakannya mencurigakan. Jadi mereka mengamankannya,” ujarnya .

Atas kecurigaan warga, perempuan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa terdekat. Wawan mengatakan, hasil observasi telah memastikan bahwa perempuan itu mengalami gangguan kejiwaan yang kini sudah diamankan di dinas terkait.

Terkait kepemilikan senjata tajam, Wawan menjelaskan, polsek sedang melakukan penyelidikan. Sebab, kepolisian menerima bukti senjata tajam dari masyarakat, bukan langsung ditemukan di tas perempuan itu.

Terlebih, lanjutnya, ukuran senjata tajam tidak sesuai dengan besar tas yang dipakai sang perempuan. “Senjata tajamnya besar seperti golok, sedangkan tas kecil, nggak cukup,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi serupa dan yang lebih mengancam, Wawan mengatakan, polsek akan melakukan patroli lebih intensif. Tidak hanya kepolisian, tetapi juga dengan tokoh dan tingkatkan siskamling.

Sekadar diketahui, pada Sabtu (10/2), jajaran Polsek Leuwiliang dan Satpol PP kecamatan melakukan Operasi Trantibum. Hasilnya, seorang lelaki tanpa identitas terjaring dan terindikasi mengalami gangguan jiwa. Lantaran tak ingin kasus penganiayaan oleh orang gila terjadi, polisi membawa yang bersangkutan ke RS Marzoeki Mahdi.

“Ya supaya mendapatkan perawatan juga dan tidak berkeliaran dan meresahkan masyarakat. Identitasnya tidak diketahui. Untuk umur sekitar 35 tahun,” tegas Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita. (yos/bc/rep/feb/run)

Bima Arya Resmikan Bangunan Gereja dan Masjid dalam Sehari

0

BOGOR DAILY- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan tiga tempat ibadah yang terdiri dari dua masjid dan satu gereja, Minggu (11/2/2018). Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini ingin memastikan kepada warga Kota Bogor bahwa apa pun latar belakang agama dan kehidupan sosialnya, mereka tetap memiliki hak yang sama di Kota Hujan.

Aktivitas pertama diawali peresmian gedung Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor. Bima Arya tampak didampingi Camat Bogor Tengah Agustiansyach.

Pimpinan Jemaat HKBP Bogor Pendeta Gilbert Eka Asta Situmorang mengucapkan rasa terima kasihnya atas nama jemaat HKBP telah diberi izin membangun dan diresmikan langsung wali kota. “Kami tidak dipersulit Pemkot Bogor dalam hal perizinan, karena syarat mendirikan tempat ibadah sudah dipenuhi dan tidak ditemukan adanya kendala berarti. Intinya semua persyaratan harus dipenuhi,” ungkap Gilbert.

Ia menambahkan, dengan dikeluarkannya izin mendirikan tempat ibadah ini menunjukkan bahwa Kota Bogor amanah terhadap kebhinnekaan. “Kami mengapresiasi bapak wali kota kita. Beliau sangat toleransi kepada umat bergama di sini. Perhatian beliau terhadap umat-umat agama lain juga bagus. Beliau tidak menutup diri dengan agama atau suku lain yang diakui undang-undang,” ungkapnya.

Pendeta Gilbert juga mengajak para jemaatnya menjaga kondusivitas, mengingat dalam waktu dekat Kota Bogor akan dihadapkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. “Gereja dan jemaat memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan, melindungi dan memelihara kehidupan umat. Jemaat harus berperan aktif menjaga kekondusifan, sebelum, selama dan setelah pelaksanaan agar hajatan besar ini berlangsung damai, sukacita dan berkeadilan,” terangnya.

Terakhir, Pendeta Gilbert juga menyampaikan agar jemaat HKBP menghindari segala tindakan, ungkapan provokatif yang menyebabkan kegelisahan, kegaduhan dan kekacauan. “Saya imbau seluruh jemaat menjaga kedamaian dan keharmonisan, baik sesama jemaat maupun umat dari agama lain. Jangan mau dipecah belah oleh berita-berita hoaks yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sambutannya di hadapan jemaat HKBP Paledang menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya membangun kota dengan menegakkan paham pluralisme tersebut berdasar pada Pancasila dan peraturan yang berlaku. “Terima kasih kepada pengurus HKBP karena sudah bersedia memenuhi aturan secara teknis dan administrasi. Sepanjang sesuai aturan, pastinya tidak akan dipersulit,” ungkap Bima.

Pemkot Bogor, lanjut Bima, wajib memberi pelayanan yang setara kepada seluruh warganya dengan semangat menegakkan Pancasila dan menguatkan toleransi antarsuku, ras dan agama di Kota Bogor. “Mari sama-sama menuntaskan tugas di bumi ini dengan memberikan kebaikan dan mencegah kejahatan. Kota ini harus diisi dan dipenuhi orang-orang yang saling mengasihi, memberikan semangat. Apa pun agenda yang terjadi, tidak akan mengusik kebersamaan yang sudah dijaga selama ini. Sejarah mencatat HKBP selama 85 tahun bukan hanya bisa berdiri tapi semakin kokoh dari masa ke masa. Tidak mungkin kokoh kalau jamaahnya tidak semakin solid dan terus berusaha maksimal,” jelasnya.

RESMIKAN DUA GEDUNG MASJID
Selain meresmikan gereja, Wali Kota Bogor Bima Arya hari ini juga meresmikan dua bangunan masjid di titik berbeda. Pertama, Bima Arya meresmikan Masjid Maryam Syarif Hidayatullah dan peletakan batu pertama tanda mulainya pembangunan Rumah Tahfidz di Kelurahan Kedungwaringin, Tanahsareal. Di waktu berbeda, Bima juga meresmikan Masjid Al-Hidayah di Kompleks Kedungbadak Baru, Kota Bogor.

Ketua DKM Masjid Al Hidayah H Walim Herwandi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Bogor karena atas dukungan dan kontribusinya, masjid yang dibangun selama satu tahun 22 hari itu bisa rampung. “Alhamdulillah jamaah masjid jadi tambah ramai. Banyak warga yang mengisi kegiatan-kegiatan positif di sini. Terima kasih pak wali kota,” ungkap Walim dalam sambutannya.

Di masjid yang mampu menampung hingga 600 jamaah itu, kata Walim, juga dilengkapi fasilitas penunjang, yakni ruang bermain anak dan ruang terbuka hijau. “Sehingga anak-anak sudah terbiasa di masjid sejak dini,” terangnya.

Sementara itu, Bima Arya berharap dengan berdirinya bangunan masjid baru ini, para pengurus DKM Al Hidayah dan warga sekitar selalu mengisi waktunya untuk beribadah dengan melakukan Syiar Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin, ceramah atau pengajian kepemudaan.

“Yang paling penting jangan sampai pembangunan itu hanya fisik atau infrastrukturnya saja. Kalau tidak ada yang merawat dan menjaga, buat apa? Pembangunan juga harus dibarengi pembangunan akhlak dan karakter. Dan di masjid inilah warga bisa berkegiatan dan membangun akhlak dan karakter,” tandasnya. (pri/feb/run)