Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 8834

Bogor Jadi Sasaran Penjualan Gas Oplosan

0

BOGOR DAILY- Polisi menggerebek sebuah tempat pengoplosan gas di Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat, 12 Januari 2018.

Para pelaku mengoplos gas-gas bersubsidi ukuran 3 kilogram ke tabung berukuran 12 kilogram atau 50 kilogram. Mereka memproses ulang sedikitnya 5.000 gas 3 kilogram hingga menjadi 1.000 tabung 12 kilogram atau 50 kilogram.

Ribuan gas oplosan itu dijual di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Harganya lebih murah dibanding harga pasaran, yakni Rp100 ribu per tabung 12 kilogram dan Rp160 ribu per tabung 50 kilogram. Harga pasaran masing-masing jenis gas nonsubsidi itu Rp160 ribu dan Rp600 ribu.

Polisi menyebut keuntungan yang didapat para pengoplos itu ditaksir mencapai Rp600 per bulan. Para pelaku beroperasi sejak tiga bulan terakhir.

“Mereka ini telah terkoordinir karena menurut pengakuan pelaku, karyawannya tersebut ada yang bertugas mencari kaleng dan membeli gas tiga kilo,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, dalam konferensi pers usai penggerebekan itu.

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap pemilik tempat pengoplosan yang berinisial F. Puluhan karyawan lain berhasil melarikan diri setelah memanjat tembok di belakang lokasi pengoplosan.

Aparat juga menyita 4.200 tabung gas bersubsidi, 396 tabung gas biru ukuran 12 kilogram, dan 110 tabung gas berukuran 50 kilogram. Gas-gas berukuran tiga kilogram sebagai bahan baku oplosan dibeli dari masyarakat dengan harga cukup tinggi, yakni Rp21 ribu per tabung.

Para pelaku dijerat dengan Undang Undang tentang Minyak dan Gas serta Undang Undang tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

Masjid Al-Azhar Dipadati Pendemo Kantor Facebook

0

BOGOR DAILY Massa FPI dan sejumlah ormas Islam lainnya yang akan demo di kantor Facebook Indonesia mulai memenuhi Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan. Massa akan menunaikan salat Jumat terlebih dahulu sebelum aksi.

Pantauan di Masjid Al-Azhar, Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018), massa yang didominasi pakaian warna putih ini mulai berkumpul di sekitar masjid. Tampak juga tenda dan mobil komando yang telah disiapkan tak jauh dari masjid.

Massa yang telah datang kemudian mengambil wudhu dan masuk ke dalam masjid. Sementara itu, sebagian massa lainnya masih menunggu di luar.

Koordinator Aliansi Tolak Kezalaiman Facebook, Ali Al-Athos, mengatakan demo digelar untuk menuntut keadilan kepada Facebook. Menurutnya, banyak akun-akun dakwah yang diblokir tapi akun-akun penista agama dibiarkan.

“Facebook musti fair, mengapa di satu sisi dia blokir akun-akun dakwah umat Islam, akun kemanusiaan, aktivitas sosial, kepedulian sesama, itu diblokir milik umat Islam. Di saat yang sama, yang membuat kita turun saat ini, Facebook membiarkan akun-akun penista agama, yang menghina agama, akun-akun yang mengkampanyekan kemaksiatan, pornografi, LGBT di negeri mayoritas umat Islam,” ujar Ali.

Ali berharap suara dari aliansi ini dapat didengar oleh pihak Facebook. Jika tak direspons, massa akan melakukan aksi lebih besar lagi. “(Akan ada), aksi lagi yang lebih besar,” ucapnya.

Rencana demo akan digelar selepas salat Jumat. Massa akan konvoi dari Masjid Al-Azhar menuju kantor Facebook di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Sopir Ojek Online Ini Urus Ponpes dan Gratiskan Biaya Mondok

BOGOR DAILY- Di balik kesederhanaan Endang Iriawan sebagai sopir ojek online, ia pun punya kesibukan mengurus pondok pesantren. Ya, di Pondok Pesantren Nurul Iman itulah Endang menghidupi anak-anak asuhnya. Bahkan, ia pun suka menawarkan teman-temannya sesama sopir ojek online untuk memondokkan anaknya di pesantren miliknya tanpa biaya.

Tak kurang dari 126 santri tinggal di ponpes miliknya. Kebanyakan mereka berasal dari keluarga tak mampu. Endang mengaku ingin menyiapkan para santrinya sebagai generasi penghafal Alquran.

Awalnya saya bekerja mekanik elektrik khusus wilayah luar Pulau Jawa. Lalu memutuskan berhenti karena tidak bisa fokus mengurus pesantren. Pulangnya harus nunggu enam sampai delapan bulan. Akhirnya barulah bergabung di GO-JEK,” kata Endang.

Ia mengaku merasa nyaman di perusahaan ojek online tersebut karena punya banyak waktu untuk mengontrol penuh anak asuhnya. Pondok pesantrennya itu diketahui sudah berumur 12 tahun.

Saya sedang belajar ilmu agar tak dikenal orang. Selain itu, bagaimanapun juga GO-JEK ini jugalah yang berjasa ikut membesarkan pondok saya,” ujar Endang.

Menurut Endang, tidak semua santri yang belajar di pondoknya dipungut biaya. Bahkan, ia juga menawarkan bantuan untuk anak para driver GO-JEK yang yatim atau tidak mampu yang ingin belajar Alquran. Endang akan menanggung semua biaya pondok, termasuk makan dan kebutuhan sehari-harinya.

Fakir pun diayominya. “Lalu yang kedua adalah fakir, fakir itu dia ada penghasilan tapi tidak memenuhi. Itu saya lihat kondisi, kadang saya tidak ambil biaya. Begitu pula yang miskin atau penghasilannya tidak menentu,” pungkasnya.

Cuma Satu Putaran, Pemenang PIlkada Suara Terbanyak

0

BOGOR DAILY-Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 dipastikan akan berlangsung satu putaran. Artinya, tidak ada pemungutan suara ulang terkait perolehan suara di 171 wilayah yang menggelar pesta demokrasi. Meliputi 17 pemilihan gubenur (pilgub), 39 pemilihan wali kota (pilwalkot) dan 115 pemilihan bupati (pilbup).

Ketua KPU Arief Budiman menyebut hanya Provinsi DKI Jakarta yang memiliki aturan berbeda. Dalam aturan di pilgub DKI, putaran kedua bisa terjadi jika suara calon kepala daerah tidak di atas 50 persen. Hal tersebut tercantum dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2016.

“(Pilkada 2018) satu putaran. UU sudah putuskan satu putaran. Hanya DKI saja yang masih mengatur dua putaran,” kata Arief di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Untuk calon bupati atau wali kota, aturan ini termaktub dalam Pasal 107 Ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pilkada yang berbunyi:

Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati serta pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan calon wakil bupati terpilih serta pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota terpilih.

Sedangkan aturan terkait pilgub tertuang dalam Pasal 109 Ayat 1 yang berbunyi: Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur terpilih.

Jadi puncak acara pilkada serentak 2018 adalah 27 Juni saat pencoblosan. Yang mendapat suara terbanyak dialah yang menjadi pemenang. “Asal itu (suara, red) yang paling besar,” sebut Arief. (de/feb/run)

Lagi! Bawa Senjata, Tiga Pelajar Ditangkap di Citeureup

BOGOR DAILY-Meski telah menelan banyak korban, para pelajar nampaknya tak pernah kapok untuk mengikuti budaya barbar tawuran. Kamis (11/1/18), lagi-lagi polisi berhasil menciduk siswa yang hendak tawuran.

Ketiga siswa  berinisial AS (17), WD (17) dan JK (17) terpaksa ditahan polisi pamong praja (PP) Kecamatan Citeureup, dalam giat operasi senyap Pol PP. Ketiga siswa berseragam sekolah itu langsung digiring ke kecamatan Citeureup karena tertangkap tangan membawa  senjata  tajam, tepatnya saat nongkrong di depan Bank BTN, Jalan Mayor Oking, Desa Puspanegara.

“Kami curiga mereka terlihat pucat saat kami tanya mengapa tidak sekolah,” tukas salah satu anggota Pol PP Kecamatan, Dadan.

Karena takut, siswa itu menjawab pertanyaan dengan nada kikuk serta mencoba kabur. Melihat gejala itu, Pol PP langsung menarik ketiga pelajar itu saat hendak lari. “Sempat lari, dan kami tangkap. Setelah itu langsung kami geledah,” kata Dadan.

Benar saja, dalam tas ketiga siswa tersebut ditemukan beberapa bilah senjata tajam jenis celurit. Ia menduga senjata itu akan digunakan untuk tawuran. “Setelah kami pastikan, ada senjata tajam. Mereka kami giring ke kecamatan untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Calon Penyakitan Bakal Diganti KPU

0

BOGOR DAILY- Setelah mendapatkan tanda terima dari KPU, pasangan calon (paslon) yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bogor akan menjalani tes kesehatan. Sesuai jadwal, hari ini tes akan dimulai selama dua hari hingga Sabtu (13/1). Dalam tes ini, pasangan calon terancam bakal dicoret dari daftar peserta Pilkada oleh KPU jika hasilnya dinyatakan tidak memenuhi syarat alias penyakitan.

Di Kota Bogor, empat pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor 2018 akan menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) Dr Mintohardjo, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menyiapkan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) untuk memeriksa kesehatan para calon peserta pilwalkot Bogor 2018. Pemeriksaan itu meliputi kesehatan jasmani, kejiwaan dan keberadaan zat narkotika dalam tubuh para calon peserta. Ini untuk memastikan kalau peserta pilkada dalam keadaan sehat atau tidak berpenyakitan.

Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Bogor Bambang Wahyu mengatakan,  hasil tes kesehatan diperkirakan akan keluar pada Senin (15/1), pekan depan.  “Nanti KPU dan IDI yang akan merilis hasilnya,” ujarnya.

Kemarin, seluruh kandidat telah berangkat menuju lokasi untuk memulai rangkaian pemeriksaan kesehatan yang akan berlangsung Jumat (12/1) hari ini. Pantauan di lokasi, para paslon berangkat bersama dari KPU Kota Bogor. Di antaranya,  Edgar Suratman-Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat, Bima Arya-Dedie A Rachim dan Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin. Sedangkan pasangan Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso rencananya akan menyusul hari ini.

“Kami akan langsung ke Jakarta. Karena, pak STS pun sekarang lagi ke Lombok, ada acara ngasih kuliah dan itu sudah diagendakan sejak satu bulan lalu,” kata Bakal Calon Walikota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Pemeriksaan kesehatan paslon menjadi salah satu syarat wajib yang akan menentukan lolos tidaknya para kandidat maju di Pilkada Bogor.

Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna mengatakan, bakal calon yang telah mendaftarkan diri akan dicoret dan diganti oleh kandidat lain bila hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Bakal calon yang tidak penuhi syarat dapat diganti sesuai dengan keputusan partai koalisi,”kata Undang.

Di Kabupaten Bogor, lima bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Bogor 2018 juga menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumkital Dr Mintohardjo. Di antaranya Ade Yasin-Iwan Setiawan, Ade Ruhandi-Inggrid Kansil, Ade Wardhana-Asep Ruyat, Gunawan Hasan dengan Ficky Rhoma Irama, dan Fitri Putra Nugraha-Bayu Syah Johan.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti mengatakan, KPU Kabupaten Bogor telah membentuk tim kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor.

Di hari pertama pemeriksaan, bapaslon akan mengikuti pemeriksaan psikologi terlebih dulu. “Setelah pemeriksaan psikologi, di hari kedua, Sabtu 13 Januari, bapaslon akan mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani-rohani dan bebas penyalahgunaan narkoba,” ujar Haryanto kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Haryanto, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu syarat wajib bagi bapaslon yang akan maju di pilbup Bogor 2018. Nantinya, hasil pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu pertimbangan apakah layak untuk maju atau tidak. “Iya betul ,hasil pemeriksaan ini syarat wajib dan hasilnya bisa juga menentukan lolos atau tidaknya bapaslon,” paparnya.

Sementara Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi Teknis, Perencanaan dan Data, Ummi Wahyuni, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan akan diumumkan 15-16 Januari 2018. Hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi pertimbangan saat penetapan pasangan calon Februari mendatang. “KPU hanya menerima hasil pemeriksaan dari tim kesehatan. Nantinya ini juga berpengaruh atas lulus atau tidaknya bapaslon,” kata Ummi.

Lima bapaslon sudah mulai dikumpulkan di Jakarta tadi malam untuk terlebih dulu mendapat pengarahan dari tim kesehatan dan tim dari RSAL Mintohardjo. Menurut Ummi, RSAL sengaja menjadi tempat pemeriksaan kesehatan lantaran di Kabupaten Bogor belum ada rumah sakit Tipe A.

“Harusnya di Bogor tapi tidak ada rumah sakit tipe A. Di Bandung ada tapi di sana penuh karena ada 16 kota/kabupaten yang menggelar pilkada dan melakukan tes kesehatan di sana. Jadi KPU Jabar merekomendasikan kami ke provinsi terdekat yaitu Jakarta dan dapatnya RSAL ini bersama bapaslon dari Kota Bogor juga,” tandasnya.

Terpisah, Ketua IDI Kota Bogor Zainal Arifin menyatakan kesiapannya membantu KPU dalam pemeriksaan tersebut. Menurutnya, yang terpenting dalam pemeriksaan kesehatan adalah aspek kejiwaan para calon peserta. Pemeriksaan kesehatan jasmani terdiri dari delapan jenis, di luar organ dalam seperti jantung, syaraf dan lain sebagainya. Pemeriksaan itu dilakukan dua hingga tiga dokter untuk setiap jenisnya.

61 Kades Dapat Ultimatum Kepala Kejaksaan Cibinong

BOGOR DAILY- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong memperingatkan 61 Kepala Desa (Kades) agar segera membayar pajak. Bahkan, para Kades ini bisa dikenakan sanksi uang paksa jika tidak menyelesaikan kewajiban membayar hutang pajak tersebut.

Kepala Kejari Cibinong, Bambang Hartoto mengatakan, masalah pengembalian uang negara tersebut tidak begitu merugikan negara. Namun hal ini bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi warga.

“Kurang mengerti juga sama Kades ini, apakah mereka lupa atau memang sempat dibayar. Persoalan pajak ini memang tidak menimbulkan kerugian negara, hanya pajak terutang saja sehingga kita tagih,” kata Bambang, Kamis (11/1/2018).

Pembayaran pajak, menurutnya, dapat dicicil, meski awalnya pajak harus dibayarkan pada saat pencairan pertama. Tapi entah kenapa 61 Kades ini menunggak. Entah karena sibuk mengurus program atau justru tidak mengetahui sistem pembayaran pajak tersebut.

“Kalau pembayaran pajak harus berjalan, dicicil bisa, meskipun leletnya persoalan pembayaran pajak ini juga tidak terpengaruh akibat memasuki tahun politik karena saya tidak melihat ada indikasi politik di sini, ini murni hukum,” ujarnya

Ia juga mengaku bahwa sebagian dari para Kades ini mungkin belum paham mengenai pembayaran pajak.

“Mereka berasumsi pada waktu itu ini adalah hibah dalam bentuk  bantuan berupa dana desa sehingga belum mengetahui ada kewajiban bayar pajak,” paparnya

Meski begitu, sambungnya, ada kesulitan terhadap sosialisasi mengenai penggunaan dana desa. Terlebih di Kabupaten Bogor memiliki kawasan yang luas dengan total 427 desa. Untuk mengingatkan mereka, diselenggarakan sosialisasi masalah penggunaan dana desa dan terus disosialisasikan mengenai rambu yang harus dipatuhi. “Jangan sampai timbul masalah ke depannya,” tegasnya.

Ke depannya akan disosialisasikan, berpusat di Kecamatan agar lebih sinergitas, pihaknya akan mengajak ke Kantor Pajak inspektorat dan instansi lain terkait masalah keuangan negara.

Sementara untuk totalnya akan dihitung oleh Kantor Pajak Pratama (KPP) Cileungsi. Ia menegaskan, bagaimanapun pajak harus dibayar. Pembayaran juga bisa dilakukan secara bertahap. Jika para Kades masih lalai membayar pajak, KPP Pratama Cileungi bisa segera menerapkan sanksi pajak berupa uang paksa.

“Kita mengingatkan terus menerus agar mereka menyelesaikan kewajiban, soalnya uang itu punya negara jadi wajib dikembalikan, saya aja membayar pajak” pungkasnya.

DID-STS Nyusul Rombongan Cawalkot Bogor Tes Kesehatan

0

BOGOR DAILY- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso akhirnya mengklarifikasi ketidakhadirannya dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor.

Dadang Iskandar Danubrata dan Sugeng Teguh Santoso juga mengklarifikasi kenapa mereka tidak bus rombongan cawalkot yang difasilitasi langsung oleh KPUD Kota Bogor.

“Pertama pemberitahuan KPUD  mendadak tentang kegiatan hari ini. Saya baru dikabari tadi pagi. sementara saya sudah ada agenda di Jakarta, sedangkan pak Sugeng harus memberi kuliah di Lombok, jadi kami langsung ke hotel di Jakarta di mana techinal meetingberlangsung, toh acara briefingnya baru dilakukan di hotel barusan, tidak ada hal lain kok, normal aja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Kini Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso telah bergabung dengan para pasangan calon lainya.

Hal itu terlihat dari beberapa foto yang dikirimkan oleh Dadang Iskandar Danubrata-Segung Teguh Santoso.

Seperti diketahui, empat pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor akan menjalani proses tes kesehatan.

Keempat pasangan calon tersebut adalah Dadang Iskandar Danubrata- Sugeng Teguh Santoso, Bima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim, Edgar Suratman- Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat, Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin.

Sementara untuk tes kesehatan akan berlangsung selama tiga hari dimulai dari tanggal 12-15 Januari 2018.

Busyet, Pelajar Bogor Balas Dendam Sampai Serang Sekolah

0

BOGOR DAILY-Diduga motif balas dendam atas kematian rekannya, gerombolan siswa SMK Karya Nugraha dan SMK PGRI 2 Kota Bogor, menyerang sekolah SMK Yapis, di Jalan Ahmad Yani No 04 RT04/03, Kecamtan Tanah sareal, Kota Bogor.

Aksi gerombolan siswa tersebut membabibuta merusak fasilitas sekolah saat proses belajar mengajar belangsung.

“Kejadian tadi jam dua siang. Mereka menyerang dan melakukan pengrusakan terhadap Fasilitas sekolah Yapis,” ujar Kapolsek Tanahsareal, Kompol Muis Efendi, Kamis (11/1/2018).

Siswa-siswa tersebut secara membabibuta menghancurkan kaca papan pengumuman, jendela rumah perpusatakaan, dan beberapa pot tanaman di area sekolah.

Aksi penyerangan ini diwarnai motif balas dendam atas meninggalnya kawan mereka bernama Yudi Saputra (17), pada tauran di Pasar Citereup Kabupaten Bogor pada Senin (2/1/2018) lalu.

Hasil pemeriksaan pelaku, Fahdi Hilman (17) dan Muhamad Rezki (16), siswa kelas XII, SMK PGRI 2 Bogor Utara, mengaku, pengrusakan yang dilakukan di sekolah SMK Yapis merupakan  bentuk solidaritas balas dendam.

“Pengakuan mereka balas dendam terhadap rekannya MD yang dilakukan oleh pelajar SMK Yapis,” beber Kapolsek.

Secara terpisah Kepala Sekolah SMK Yapis Rohmah Komawati, menuturkan,  ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung tiba-tiba terdengar suara  seperti benda pecah.

Saat dilihat,  ternyata ada sekolompok anak pelajar yang bukan pelajar SMK Yapis masuk ke area sekolah.

“Mereka merusak, memukul, melempari (dengan batu) papan pengumuman dan sebuah kaca jendela ruang perpustakaan. Beberapa  pot bunga ditendang,” katannya.

Melihat kejadian itu, Rohmah langsung menghubungi satgas pelajar untuk datang dengan melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian. Para siswa yang mengamuk, berhasil ditangkap tak jauh dari lokasi SMK Yapis.

Sementara itu, Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Muis Efendi, akan melaporkan kejadian tersebut ke sekolah siswa bersangkutan.

Dalam aksi penyerangan ini, kepolisian mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca papan pengumuman dan kaca jendela ruang perpustakaan serta pecahan pot bunga.

“Para pelaku  pengrusakan yang berhasil diamankan ada sembilan orang siswa di Polsek. Kami sudah menggali keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi SMK Yapis,” pungkas Kapolsek.

 

Pernah Diusung Gerindra, Ridwan Kamil Bilang Prabowo Begini…

0

BOGOR DAILY-Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bicara soal mahar politik yang disebut La Nyalla Mataliti diminta Ketum Gerindra Prabowo. Ridwan mengatakan tidak ada mahar politik saat dia diusung Gerindra dalam Pilwalkot Bandung 2013.

Ridwan Kamil menyampaikan ini dalam akun Twitter-nya @ridwankamil seperti dilihat detikcom, Kamis (11/1/2017). Ridwan Kamil menjawab ini karena sebelumnya di-mention oleh akun Twitter @Gerindra yang menjelaskan soal tuduhan La Nyalla.

“Twit admin @Gerindra ini benar. Saya bersaksi. waktu pilwalkot BDG, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun utk tiket pilkada. Hatur Nuhun,” kata cuit Ridwan Kamil.

Sebagai kepala daerah yang pernah diusung Gerindra, Ridwan juga menjelaskan kenapa bercerai dengan Gerindra dalam Pilgub Jabar 2018 ini. Menurut Ridwan, ada syarat untuk menjadi kader yang tak bisa dipenuhinya.

“**Di pilgub Jabar ini kami berpisah, krn syarat menjadi kader partai yg tidak mampu sy penuhi,” ujarnya.

La Nyalla Mataliti menyebut ada permintaan duit miliaran rupiah yang diajukan Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk mengeluarkan rekomendasi di Pilgub Jawa Timur 2018. Partai Gerindra membantah tudingan tersebut.

“Tidak ada mahar di @Gerindra. Apalagi mahar politik. Silakan konfirmasi langsung kepada pak @jokowi, @basuki_btp, @ridwankamil, @aniesbaswedan, dan @sandiuno yang pernah kami dukung dan berhasil menjadi kepala daerah,” cuit Partai Gerindra dalam akun Twitternya, Kamis (11/1/2018).

Gerindra menyebut bukan hanya La Nyalla kader Gerindra yang batal maju sebagai cagub. Selain La Nyalla masih ada Ferry Juliantono dan Gus Irawan.
Namun, mereka disebut menerima keputusan partai.

“Dengan jiwa ksatria, pejuang politik @Gerindra menerima dan percaya akan keputusan partai dan pimpinan partai. Karena secara realistis, @Gerindra tidak sanggup mengusung cagub di Jatim tanpa berkoalisi dengan partai lain,” ujarnya.