Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8871

Presiden AS Sampai PM Australia Puji Indonesia

0

BOGOR DAILY-Indonesia banyak mendapat pujian di forum Kerja Sama Ekonomi Negara-negara Asia-Pasifik (APEC). Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Indonesia, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull juga menilai Indonesia secara positif.

“(Selain Trump yang memuji) tadi itu juga yang jelas-jelas disebutkan (yakni) oleh Malcolm Turnbull,” kata Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, di sela pertemuan Kerja Sama Ekonomi Negara-negara Asia-Pasifik (APEC) di Furama Resort, di 105 Vo Nguyen Gyap, Ngu Hanh Son, Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11/2017) malam.

Turnbull dikatakannya menilai bagus Indonesia dalam hal upaya menyinergikan Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Regional tingkat ASEAN dengan perdagangan bebas Asia-Pasifik. Indonesia juga dinilai baik dalam hal mengupayakan peningkatan indeks kemudahan berbisnis.

“Tadi yang cukup memberikan apresiasi dan pandangan positif terhadap sinergi itu tadi adalah Australia, terutama dalam hal perdagangan,” kata Fachir.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan dalam forum APEC ASEAN bahwa sinergi dan kerja sama yang menguntungkan perlu didorong. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu diberi perhatian.

Sebelumnya, Trump menyatakan pujian itu dalam pidato pembukaan APEC. Disebutnya, Indonesia telah mampu mengelola wilayah yang luas, yang terdiri dari belasan ribu pulau. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di kancah G20.

“Sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengangkat diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di G20. Saat ini Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” kata Trump.

Ini Penyebab Kerusuhan di Rutan Teroris Mako Brimob

0

BOGOR DAILY- Terjadi keributan di rumah tahanan teroris Markas Komando Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jumat (10/11/2017) petang.

Keributan tersebut bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel-sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel. “Piket Densus melaksanakan penggeledahan dan ditemukan HP empat buah milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Jumat malam.

Penyitaan ponsel itu membuat salah satu napi tidak terima dan memancing keributan. Ia memancing petugas dengan mengeluarkan ucapan yang memprovokasi.

Aksi tersebut berhasil memancing reaksi petugas dan tahanan di blok lain. Kerusuhan tak terelakkan. Perlawanan dilakukan napi terhadap petugas sehingga mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan, seperti jebolnya pintu sel tahanan dan kaca pecah.

Anggota piket pun mengeluarkan tembakan ke atas sebagai peringatan.  “Sampai saat ini suasana sudah bisa direda oleh piket densus. Setelah itu anggota siaga di piketan sambil menunggu perkembangan,” kata Rikwanto.

Namun, para tahanan masih ada yang melakukan provokasi. Selanjutnya, pihak rutan berkoordinasi dengan Brimob Polri untuk mem-back up pengamanan di rutan Mako Brimob.

Spasojevic Bakal Direkrut Jadi Pemain Timnas

0

BOGOR DAILY-Striker naturalisasi Ilija Spasojevic tak lama lagi bakal merasakan berseragam timnas Indonesia. Pemain Bhayangkara FC itu tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Spasojevic, 30 tahun, menjadi salah satu pemain senior yang bakal dipanggil oleh pelatih Luis Milla meski belum ada pemanggilan secara resmi oleh PSSI. Pemain yang baru saja menjadi Warga Negara Indonesia itu akan dipersiapkan untuk laga ujicoba melawan Suriah dan Guyana.

Spasojevic mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan membela timnas. Dia bertekad untuk membayar kepercayaan dari Milla.

“Suatu kebanggaan bagi saya dipanggil ke timnas Indonesia. Itu mimpi saya dari dulu dan akhirnya terwujud. Saya sangat senang dan saya akan berusaha membuat yang terbaik untuk timnas dan membalas kepercayaan dari Luis Milla,” ungkap Spasojevic.

“Sekarang saya harus membuktikan kualitas saya dan membuat di tim seperti apa sampai sekarang. Dan biasanya saya selalu produktif di klub semoga berlanjut ke timnas,” kata pemain kelahiran Montenegro itu.

Penampilan gemilang Spaso bersama Bhayangkara FC menjadi salah satu alasan Milla memanggilnya. Dia telah mencatatkan 12 gol dari 15 kali penampilannya di Liga 1.

Sadis! Remaja di Gunungsindur Tewas Dibacok

BOGOR DAILY- Juan Gibran Harefa seorang remaja berusia 16 tahun tewas usai kena sabetan senjata tajam saat mengendarai sepeda motor.

Insiden pembacokan itu terjadi di wilayah Desa Pedurenan RT 04/03, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada hari Kamis (9/11/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Pada saat kejadian korban yang masih memakai seragam pramuka itu hendak pulang ke rumahnya dengan dibonceng oleh temannya menggunakan sepeda motor dari arah gunung sindur menuju ke arah parung.

Namun, saat Juan hendak turun dari sepeda motor tiba-tiba datang dua orang dari arah belakang yang juga membawa sepeda motor dan langsung meyabetkan senjata tajam ke arah pinggang sebelah kanan korban.

Usai membacok korban, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju arah Parung.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan membenarkan prihal pembacokan yang menewaskan pelajar tersebut.

Namun, AKP Bimantoro enggan menjelaskan secara rinci kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar itu.

“Saat ini masih dalam pengembangan, kasusnya ditangani Polsek Parung,” ucapnya singkat.

Busyet! Tiga Istri Wakil Ketua DPRD Ini Juga Pemakai Sabu

0

BOGOR DAILY-Istri itu ibarat halaman. Baik buruknya tergantung si pemilik halaman. Ibarat itu pantas untuk mengambarkan sosok wakil ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias Jero Jangol berikut istri-istrinya.

Iya, kepada penyidik, tiga istri Jero Jangol mengakui  barang haram jenis sabu itu diterima dari Jero Jangol langsung.

Yang menarik, ternyata para istri Jangol mengaku pernah menikmati sabu-sabu di dalam kamar bersama Jero Jangol.

“Istri kedua dan ketiga pemakai semua. Yang positif kami rehabilitasi, yang ada barang buktinya tetap ditindak sesuai prosedur hukum,” tandas Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo kemarin.

Polisi juga mengungkapkan bukti pembukuan transaksi narkoba sejak Agustus lalu. Buku tersebut kemudian dijadikan alat bukti. “Selama sebulan transaksi didapat Rp 200 juta,” bebernya.

Jawaban menggelitik diberikan Kombes Hadi salah satu awak media menanyakan alasan tersangka bisnis narkoba.

“Kalau sudah ditangkap Jero Jangol baru tahu. Mungkin butuh uang kali, dipakai kawin lagi,” selorohnya lantas terkekeh.

Jadi Tersangka Lagi, Akankah KPK Jemput Paksa Setya Novanto?

0

BOGOR DAILY- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi E-KTP.  Banyak kalangan pun meminta agar KPK lebih tegas dengan petinggi DPR tersebut, termasuk melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka.

Hal ini sepeeti yang diutarakan Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia.”Jangan lagi mau diakal-akali dengan berbagai alasan untuk mangkir yang bisa menghambat kelancaran proses penegakan hukum,” ujar Doli, Jumat (10/11).

Doli juga menyarankan agar KPK harus segera bisa menangkap Setya Novanto. Bila perlu jemput paksa. Hal itu perlu dilakukan sebelum Setya Novanto melakukan banyak manuver untuk menghalang-halangi penyidikan.

“Agar kemungkinan menghilangkan barang bukti, bahkan menyerang kembali KPK dengan kewenangan yang masih dimilikinya saat ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Doli juga berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menegaskan dukungan penuhnya kepada KPK untuk menuntaskan kasus e-KTP ini.

Dukungan yang dimaksud, lanjut Doli, adalah dengan memberi keleluasaan yang penuh kepada KPK untuk bekerja sesuai kewenangannya yang diatur dalam UU.

“Sehingga oknum ataupun lembaga yang mengatasnamakan pemerintah atau istana, yang bisa intervensi mempengaruhi putusan untuk melindungi Setya Novanto seperti yang terindikasi sebelumnya tidak ada lagi,” ungkapnya.

Doli menuturkan, sudah saatnya Golkar mengedepankan kepentingan partai. Sebab partai ini harus diselamatkan. Jangan hanya karena urusan kepentingan pribadi-pribadi atau kelompok yang berkamuflase melindungi Setya Novanto, partai jadi hancur.

“Golkar di mata publik sudah luluh lantak. Segera ambil sikap, ganti Setya Novanto karena sudah melakukan pelanggaran AD/ART, yaitu pencemaran nama baik Partai Golkar,” pungkasnya.‎

Sebelumnya, KPK secara resmi telah menetapkan kembali Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Komisioner KPK, Saut Situmorang mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu atas nama Setya Novanto.

Saut mengungkapkan, Setya Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014 bersama-sama Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Dirjen Dukcapil dan Sugiharto sebagai pejabat di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

Mereka diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan wewenang atau jabatan yang ada padanya saat itu.

Kasus korupsi ini diduga merugikan perekonomian negara sejumlah Rp 2,3 triliun dengan nilai paket pengadaan Rp 5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 pada Kemendagri.

Atas dasar itu, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Usai Copot Hijab, Mantan Rina Nose Bilang “You’re Beautiful”

0

BOGOR DAILY-Fakhrul Razi turut ditanyai seputar mantan tunangan, Rina Nose yang melepas hijab. Apa katanya?

Pria berkebangsaan Brunei Darussalam itu mengaku bangga dan turut mendukung suatu hal yang dilakukan Rina Nose. Meskipun, ia juga belum mengetahui alasan tepatnya Rina melepas hijab.

“Sebagai teman ialah dalam keadaan apapun proses kehidupannya sebenarnya nggak harus dibahas kenapa melepas hijab. Sebagai teman kita tidak bisa kamu harus ini, itu. Bagi saya, saya sebenarnya bangga dengan perbuatan dia,” ujar Fakhrul Razi, saat dihubungi melalui telepon oleh tim ‘Rumpi No Secret’.

Fakhrul juga melemparkan pujian ke Rina Nose setelah terlihat tak mengenakan hijab. Ia sendiri ternyata baru mengetahui Rina tak berjilbab melalui temannya.

“Jujurnya daripada teman aku di scrennshot foto Rina lalu kirim ke saya. Eh oke, kata saya. Terus saya sent foto itu lagi ke dia. Saya bilang You’re beautiful,” tukas Fakhrul.

Fakhrul Razi dan Rina Nose pernah menjalin hubungan asmara karena keduanya sempat terlibat dalam satu acara. Mereka bahkan hampir menikah, namun mendadak batal karena satu dan lain hal.

Rina Nose sendiri mulai berani tampil tanpa hijab di sebuah acara di televisi, Kamis (9/11) malam. Ia terlihat tetap riang dan kocak saat memandu acara tanpa mengenakan penutup kepala tersebut.

Lama Pengerjaan10 Tahun, Kalung Mutiara Ini Dijual Rp1 Miliar

0

BOGOR DAILY- Memproduksi mutiara memang membutuhkan kesabaran yang tinggi. Pasalnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan mutiara terbaik.

Tak heran, ada kalung mutiara yang harganya lebih dari Rp 1 miliar, tepatnya Rp 1,16 miliar. Kalung ini dipamerkan di Indonesia Pearl Festival di Lippo Mal Kemang oleh Lombok NTB Pearl by Riana Meilia.

Kalung tersebut berwarna putih dan memiliki 45 butir mutiara dengan ukuran dari kecil dan besar. Kalung tersebut memiliki panjang kira-kira 45 hingga 50 cm.

Menurut Fika Estudiantina, pemilik stan, kalung yang diberikan nilai lebih dari Rp 1 miliar tersebut membutuhkan waktu dalam proses pembuatannya selama 10 tahun.

Pasalnya, dalam proses pembuatan kalung tersebut dibutuhkan ketelitian dalam menentukan kesamaan warna, ukuran hingga memilih kualitas terbaiknya.

“Kalung itu buatnya 10 tahun karena kan kita harus one color, sama kan warna nyarinya susah. Terus ukurannya dari kecil ke besar ke kecil lagi dan tentu kualitas terbaik dari permukaannya jangan ada yang bintik-bintik,” kata Fika.

Lebih lanjut ia mengatakan kalung tersebut merupakan perhiasan dengan harga tertinggi yang pernah diproduksinya. Hingga sekarang ia hanya memiliki beberapa kalung dengan nilai di atas Rp 1 miliar tersebut.

“Cuma ada sedikit ya beberapa bisa dihitung,” sambungnya.

Selain itu ia juga memaparkan bahwa harga kalung mutiara tersebut termasuk harga yang standar. Pasalnya, hal tersebut sesuai dengan kualitas kalung yang diberikan.

“Harga ini standar lah untuk kalung kualitas gini. Malah ada di pedagang lain juga lebih tinggi,” tutupnya.

Suami yang Bunuh Dokter Cantik 2 Tahun Nganggur

0

BOGOR DAILY-Polisi masih menelusuri rekam jejak dr Ryan Helmi, dokter spesialis kulit dan kecantikan yang menembak mati istrinya dr Letty Sultri. Helmi diketahui sudah lama tidak lagi bekerja di klinik tempatnya berpraktik karena merasa tidak nyaman lagi dengan profesinya.

“Yang jelas, informasinya dia sudah dua tahun ini tidak lagi bekerja di klinik tempatnya bekerja. Alasannya, dia sudah tidak nyaman menjadi dokter,” kata Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ari Cahya Nugraha kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Ari mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan memeriksa rekan-rekannya di klinik tempat bekerjanya dahulu. “Kami juga mau tahu dari rekan-rekan kerjanya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan memintai keterangan dari Ikatan Dokter Indonesi (IDI) untuk menelusuri rekam jejak (track record) Helmi sebagai seorang dokter.

“Iya. Kita ingin melihat juga rekam jejaknya seperti apa sebagai dokter,” sambungnya.

Helmi masih menjalani serangkaian pemeriksaan oleh polisi. Polisi masih terus menggali keterangannya terkait kronologi hingga motifnya membunuh istrinya.

“Untuk motif sementara karena dia digugat cerai oleh istrinya,” cetusnya.

Sementara itu dari keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan bahwa Helmi sudah tidak bekerja di Klinik Amalia karena terlibat dugaan pemerkosaan. “Dia dipecat dari Klinik Amalia karena kasus itu (memperkosa karyawan klinik),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana,  Kamis (9/11) kemarin.

Fix! KPK Umumkan Status Tersangka Setya Novanto

0

BOGOR DAILY-KPK resmi mengumumkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP lagi. Sebelum penetapan tersangka, KPK sudah memanggil Novanto sebanyak dua kali, namun Ketua DPR itu tidak hadir.

“Permintaan keterangan kepada Saudara SN (Setya Novanto) sebanyak dua kali,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Adapun pemanggilan dilakukan pada 13 dan 18 Oktober 2017. Namun Ketum Partai Golkar itu tidak memenuhi panggilan dengan alasan melakukan dinas.

“Yang bersangkutan tidak hadir untuk dimintai keterangan dengan alasan ada pelaksanaan tugas kedinasan,” jelas Saut.

Sebelumnya, pada Juli 2017, KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Namun Novanto mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim tunggal Cepi Iskandar yang mengadili gugatan praperadilan itu mengabulkan sebagian permohonan Novanto. Status tersangka Novanto pun lepas.

Vonis praperadilan itu dibacakan pada 29 September 2017. Saat itu, Cepi menyebut KPK tidak bisa menggunakan bukti-bukti pada tersangka sebelumnya untuk menjerat Novanto.

Namun KPK kembali mengatur strategi. KPK mengulang proses penyelidikan kasus itu untuk menjerat Novanto. Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mantan anggota Komisi II DPR itu disangka melakukan korupsi bersama-sama dengan tersangka lain yang sudah ditetapkan, yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Markus Nari.