Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8872

Viral! Siswi Ngamuk Ditilang, Ponsel Polisi Dirusak

0

BOGOR DAILY-Video siswi mengamuk saat ditilang dalam razia gabungan menjadi viral. Belum diketahui kapan dan di mana peristiwa ini terjadi, namun tindakan yang dilakukan siswi ini direspon negatif oleh para warganet.

Ia terekam menendang helm miliknya dan mengeluarkan kata-kata bermakna kasar.

Tak hanya itu, ponsel personel Polantas yang merekam kejadian ini pun turut menjadi sasaran.

Siswi tersebut memukul ponsel Polantas tersebut hingga terjatuh ke aspal.

https://www.youtube.com/watch?v=ZNDIXULT73M

Ribut di Pesawat, Qatar Airways Turunkan Pasutri dan Anaknya

0

BOGOR DAILY- Pesawat Qatar Airways terpaksa mendarat darurat di tengah perjalanannya setelah seorang penumpang perempuan ribut luar biasa di dalam pesawat. Perempuan warga negara Iran itu emosi tak terkira setelah mengetahui kalau sang suami memiliki kekasih simpanan.

Sedianya, dia, suami, anak mereka akan berlibur di Bali, Indonesia. Naik pesawat yang lepas landas dari Doha, Qatar, perjalanan liburan itu berubah menjadi bencana ketika si istri membuka ponsel pintar suaminya.

Sebenarnya, ponsel itu di-lock. Tapi, salah satu kunci yang digunakan untuk membuka ponsel itu adalah sidik jari jempol di istri. Saat sang suami tertidur, si istri berniat meminjam ponsel tersebut. Namun, yang ditemukannya malah memicu pertikaian.

Di ponsel itu terpampang bukti kalau suaminya punya kekasih gelap. Emosinya pun memuncak. Si istri tidak berhenti memukuli suaminya dan berteriak-teriak. Non stop. Insiden itu membuat kondisi pesawat tidak nyaman.

Akhirnya, pilot memutuskan berhenti di bandara terdekat untuk menurunkan keduanya. Adalah bandara di Chennai, India, lah yang dipilih. Langkah frontal itu dilakukan setelah awak kabin tidak bisa menenangkan perempuan tersbut,

Keluarga kecil tersebut kemudian dibawa ke pusat penahanan di bandara Chennai karena mereka tidak memiliki visa India. Setelah itu, mereka naik pesawat ke Kuala Lumpur.

“Penerbangan Qatar Airways QR-962 (Doha-Bali) dialihkan ke Chennai setelah pilot memintanya. ”Alasannya, ada penumpang yang kehilangan kontrolnya di dalam pesawat,” ulas seorang petugas dari pasukan keamanan industri utama India (CISF) kepada Hindustan Times. ”Wanita dan suaminya bersama anak mereka, diturunkan dan dinaikkan penerbangan lain.”

Keluarga kecil itu menghabiskan hari di bandara Chennai dan berangkat ke Malaysia dengan penerbangan Batik Air pada pukul 22.30. Qatar Airways menolak memberikan komentar untuk melindungi privasi penumpangnya.(*)

Mitra Kukar Kena Sanksi WO

0

BOGOR DAILY-Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya angkat bicara terkait kekisruhan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) yang menghukum Mitra Kukar. Baginya, keputusan itu sudah tepat dan harus dihormati setiap klub.

PSSI menilai keputusan Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kekalahan Walk Out (WO) untuk Mitra Kukar saat menghadapi Bhayangkara FC pada 3 November 2017 lalu dinilai sudah tepat.

Mitra Kukar terbukti melanggar dengan memainkan pemain asingnya, Mohamed Sissoko, yang sedang menjalani masa hukuman larangan dua kali tampil setelah terkena kartu merah.

Dalam keputusan Komdis PSSI pada 28 Oktober 2017, Sissoko dilarang tampil dalam dua laga, yakni saat melawan Bhayangkara FC pada 3 November 2017 dan Persiba Balikpapan pada 11 November 2017.

Terkait status Sissoko ini, salinan keputusan telah disampaikan secara resmi kepada Mitra Kukar pada 31 Oktober 2017. Dengan demikian, status Sissoko jelas tidak boleh dimainkan pada laga melawan Bhayangkara yang saat itu berkesudahan 1-1.

“PSSI harus melindungi aspek integrity, profesionalisme klub dan quality of the game. Surat keputusan sudah dikirim, otomatis hukumannya berlaku dan harus dihormati,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Sesuai Pasal 57, Regulasi Liga 1 tentang Kartu Kuning dan Merah Ayat 13 dan 14 menyebutkan bahwa ketentuan tentang kartu kuning dan kartu merah mengikuti aturan yang ditetapkan dalam kode disiplin.

Sebagai klub profesional, klub harus mengedepankan integritas dan profesionalisme. Manajemen klub bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap kartu kuning dan/atau kartu merah serta status hukuman yang diterima pemain dan official masing-masing dan memastikan semua pemain dan official tersebut terdaftar dan berhak terlibat dalam pertandingan.

Dalam surat nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus, disebutkan bahwa selain kalah WO atau 0-3, mereka juga harus membayar denda Rp100 juta.

Memang hukuman ini sempat menimbulkan beberapa polemik. Terlebih akibat keluarnya putusan ini menambah angin segar bagi Bhayangkara dalam meraih gelar juara Liga 1.

Tim berjuluk The Guardian ini mendapat tambahan poin dari keluarnya hukuman ini. Dengan begitu, Bhayangkara pun hampir dipastikan menjadi kampiun Liga 1 karena raihan poin mereka sudah tidak mungkin terkejar Bali United sebagai pesaing terdekatnya.

Lagi! 4 WNA Buka Peternakan Ayam di Leuwiliang

BOGOR DAILY- Kantor Imigrasi Kelas I Bogor kembali mengendus keberadaan Warga Negara Asing (WNA) tanpa dokumen resmi di wilayah Bogor. Alhasil empat WNA asal Tiongkok dengan dokumen ganjil diangkut ke kantor Imigrasi.

Operasi yang dilakukan petugas mulai pukul 09.00 WIB ini melakukan penyisiran ke sejumlah kampung. Petugas mengamankan empat orang bernama Lin Kong Wang (36), Lin Jin Chun (36), Lin Yu Tan (36), dan Lin Shu Long (42).

“Kita periksa dulu di kantor Imigrasi Bogor. Kita periksa dulu dalami dulu, mengenai dokumen-dokumennya,” ujar Kasubsi Pengawasan Rahmat Suprianto kepada Pojokjabar, Kamis (09/11/2017) di lokasi.

Rahmat mengatakan, keempat WNA berniat membuka usaha peternakan ayam. Lokasi yang dipilih yakni di perkampungan yang jarang penduduk. Atas temuan ini, Imigrasi akan memanggil pengurus peternakan untuk mengecek keberadaan pekerja asing asal negeri tirai bambu tersebut.

Jika terbukti bersalah, akan dikenakan hukum Undang-undang Keimigrasiaan. “Kalau menyalahi aturan kita beri sanksi deportasi atau pidana,” tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Leuwiliang, Kompol I Nyoman Supartha, mengatakan pengamanan WNA itu berdasarkan informasi terkait keberadaan orang asing.

Setelah mendapat informasi, polisi langsung berkoordinasi dengan Keimigrasian Bogor. “Kita mendatangi ke sana, ternyata memang bener ada empat orang di sana. Setelah melakukan pemeriksaan, ada tiga yang tidak memiliki dokumentasi, satu ada. Kami berkordinaai dengan Imigrasi karena yang memiliki kewenangan. Mereka tidak ada domukentasi dan langsung dibawa,” terangnya.

Bogor memang kerap menjadi wilayah WNA untuk mengadu nasib. Pada kasus sebelumnya, empat petani Tiongkok di Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur ditangkap untuk mengelola pertanian dengan membawa bibit cabai.

Setelahnya, satu kampung Tiongkok diobrak-abrik kantor imigrasi, dan menangkap 18 dari 48 WNA asal Tiongkok di sebuah pertambangan wilayah Kecamatan Cigudeg.

Pimpinan KPK Tak Gentar Meski Dipolisikan

0

BOGOR DAILY-Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai laporan yang dilayangkan atas namanya di Bareskrim Polri bagus bagi KPK. Menurutnya itu proses yang biasa dan tidak bisa membuat KPK goyah.

“Jadi kalau kita dituntut, kalau kita katakanlah dilalukan check and balance, katakanlah begitu. Itu suatu proses-proses yang biasa saja dan kita nggak akan goyah di situ,” kata Saut usai menjadi inspektur upacara Hari Pahlawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Saat memberi amanat dalam upacara, Saut sempat mengingatkan soal perjuangan memberantas korupsi yang semakin berat. Laporan yang belakangan gencar diterima oleh instrumen KPK merupakan respons dari kerja KPK.

Hal semacam ini, menurut Saut, bukan merupakan hal baru dan wajar terjadi. Sebab peristiwa serupa juga terjadi sejak KPK berjalan pada periode sebelumnya.

“Sehingga itu proses yang wajar-wajar saja. Sehingga tadi saya mengingatkan bahkan apa yang kami alami nggak ada sejengkal-sejengkalnya dari yang dialami oleh Novel kan,” ucapnya.

“Saya baru dilaporin, kalau dipenjara paling-paling dihukum berapa? Dua tahun. Yah, nggak hukuman mati kan. Dibandingkan dengan Novel yang sebegitu, sampai seumur hidupnya jadi seperti itu,” imbuh Saut.

Dia lalu berharap apa yang dialami pejuang antikorupsi tidak perlu terulang di masa mendatang. Intinya KPK harus mengatur strategi, salah satunya dengan bersabar. Sebab, kesabaran adalah salah satu nilai yang digariskan KPK.

“Nah kalau orang nggak sabar kemudian melakukan sesuatu, kalau ketemu barang bukti, ya dibawa ke depan pengadilan. Kemudian kalau kita dipraperadilankan atau apapun bentuknya, itu adalah cara kita untuk lebih firm lagi jadi pahlawan antikorupsi. Saya pikir itu pesannya,” tutur Saut.

Ramai-ramai Gugat DPP Golkar, PK di Bogor Pilih Aman

BOGOR DAILY-Di tengah mencuatnya rencana gugatan Pengurus Kecamatan (PK) se-Jawa Barat (Jabar) ke Mahkamah Partai, PK di Bogor justru kompak menolak langkah tersebut.

Padahal, sebanyak 626 PK Golkar se-Jabar bakal menggugat Surat Keputusan (SK) dukungan Golkar kepada Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien di pilkada Jabar 2018.

Koordinator PK Golkar Yayan Heryana Boyay mengatakan, mereka menolak mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar.

“Kami tahu di Jakarta hari ini Ridwan Kamil menerima rekomendasi dari DPP. Hari ini kami di tingkat pengurus desa akan menandatangani (gugatan, red) untuk proses ke Mahkamah Partai,” kata Yayan.

Menurutnya, seluruh pengurus desa hingga pengurus kecamatan Partai Golkar masih konsisten mendukung Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur yang direkomendasikan masyarakat bawah.

“Kami tidak mengenal Ridwan kamil. Boro-boro mengenal, hingga hari ini saja tidak ada niat baik Ridwan Kamil mendekati kami. Kami jauh-jauh ke sini untuk menunjukkan kesetiakawanan untuk Kang Dedi Mulyadi,” tuturnya.

Yayan berharap Mahkamah Partai Golkar mau mendengarkan suara pengurus partai di level paling bawah dan mengubah keputusan untuk mendorong Dedi Mulyadi maju di pilkada Jabar 2018.

Selama ini, lanjut Yayan, Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD Golkar Jabar telah menjalankan perintah DPP Golkar sebagai syarat agar bisa diusung dalam pilkada Jabar 2018.

Tugas-tugas tersebut di antaranya adalah meningkatkan elektabilitas dengan cara mengunjungi masyarakat di seluruh daerah di Jabar hingga mencari rekan koalisi. “Komunikasi Kang Dedi sudah cair, jadi apa yang salah dari kami. Kami menyatakan kami benar. Tuli atau tidak DPP, kami akan mencari keadilan ke Mahkamah Partai,” ungkapnya.

Meski begitu, PK di Bogor memilih aman dengan tetap fatsun terhadap instruksi DPP dan DPD di Kota/Kabupaten Bogor.

Seperti yang diutarakan Ketua PK Golkar Cibinong Udin Eshab. Ia mengaku tidak terpengaruh dengan keputusan PK di Jabar. Sebab, pihaknya hanya patuh pada pimpinan di DPD Kabupaten Bogor. “Ya kita fatsun dengan pimpinan, itu saja, walaupun ada keinginan agar kader sendiri yang maju,” ujar lelaki yang akrab disapa Bang Jalu.

Hal senada juga diutarakan Ketua PK Golkar Babakanmadang Deni Nugraha. Meski dirinya lebih bangga jika kader sendiri yang maju sebagai calon gubernur, namun sebagai PK di Bogor pihaknya hanya patuh pada instruksi DPD Kabupaten Bogor yang juga mendukung keputusan DPP.

“Kalau kita sih fatsun dengan DPD Kabupaten Bogor. Memang kalau secara kader pastinya kita lebih bangga kalau Ketua DPD sendiri yang maju karena merasakan gimana membesarkan partai,” kata Deni.

Menurut Deni, pihaknya tidak memiliki wewenang membatalkan SK DPP. Ia pun berharap bahwa pilihan DPP mendukung Ridwan Kamil yang memiliki popularitas tinggi tidak berakhir seperti pilgub DKI, di mana Ahok yang juga memiliki popularitas justru kalah. “Ya apa pun keputusan DPD dan DPP, kami fatsun,” katanya.

Sementara Sekretaris DPD Golkar Heri Cahyono menjamin bahwa enam PK se-Kota Bogor memiliki dukungan penuh terhadap putusan DPP. Bahkan, ia pun akan mulai menyosialisasikan pasangan calon gubernur Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqin. “Saya jamin Kota Bogor kondusif kompak dan fatsun. Seluruh fungsionaris partai di semua tingkatan juga akan mulai menyosialisasikan pasangan itu,” tegasnya.

Sementara itu, kemarin penyerahan SK itu langsung diberikan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pada Ridwan Kamil. Novanto mengungkap alasan DPP Golkar memilih mencalonkan Ridwan Kamil ketimbang kadernya sendiri yang menjadi Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi. Apa itu?

“Pada dasarnya Golkar mengutamakan kader sendiri dalam pilkada. Tapi pada saat yang sama, kita ingin menang. Karena itu kita harus mendengar suara rakyat. Berbagai survei memposisikan Kang Emil sebagai posisi pertama. Dilihat dari elektabilitas, sosial dan kultur Jabar,” ucap Setya Novanto di DPP Golkar, Jakarta. Hadir dalam acara itu pengurus DPP Golkar hingga pengurus DPD Golkar se-Jabar, namun tidak tampak Dedi Mulyadi.

Mengharukan! Iriana Jokowi Menangis di Pelukan Sang Besan

0

BOGOR DAILY-Pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, Rabu (8/11/2017) kemarin dihadiri ribuan tamu dari berbagai kalangan.

Mulai dari warga biasa seperti teman sekolah Kahiyang hingga pejabat penting seperti mantan Presiden hingga pejabat tinggi negara. Acara mantu yang menjadi perhatian tanah air itu menjadi salah satu momen penting tak hanya untuk keluarga besar Jokowi, tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Media sosial pun menjadi salah satu media yang digunakan netizen untuk ikut memeriahkan pernikahan putri orang nomer satu di Indonesia ini. Ada banyak momen-momen haru yang tertangkap kamera hingga menjadi viral di media sosial.

Salah satunya adalah momen yang terjadi antara Iriana Jokowi dengan besannya, Ade Hanifah Siregar. Ade Hanifah Siregar adalah ibunda dari suami Kahiyang, Bobby Nasution.

Ade hadir di pernikahan putranya tak didampingi suami karena ayah Bobby telah meninggal dunia. Sejak Minggu (6/11/2017), Ade telah berada di Solo bersama rombongan keluarga. Ia dengan setia mendampingi putra tercintanya menyambut detik-detik melepas masa lajang.

Selasa pagi (8/11/2017), Ade juga tampak mendampingi Bobby ketika melakukan akad nikah. Mengenakan kebaya berwarna kuning emas yang anggun ia tampak duduk berdampingan dengan Iriana Jokowi. Selayaknya seorang ibu yang melepas putrinya menikah, ada seraut keharuan yang dirasakan Iriana.

Melihat Kahiyang akhirnya resmi dipersunting pria pilihannya, Iriana pun tak mampu menahan air mata. Ia terlihat menangis saat prosesi akad dilaksanakan. Tak disangka, melihat besannya menangis, Ade secara spontan melakukan hal mengharukan.

Ibunda Bobby itu langsung memeluk Iriana berusaha menenangkan sang besan. Sambil tersenyum ia mengusap air mata Iriana menggunakan tisu.

Momen haru itu terekam kamera oleh seorang fotografer bernama jimboeng. Foto itu kemudian menjadi viral dan banyak mendapat komentar netizen.

“Terharu,”

“jadi inget mamaku,”

“duh kok sedih ya,”(*)

Jokowi Belanja Batik di BTM Bareng Presiden Korsel

0

BOGOR DAILY-Usai menikahkan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung tancap gas ke Istana Bogor. Seharian kemarin Jokowi menerima kedatangan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in. Termasuk menemani tamu kenegaraannya blusukan ke Bogor Trade Mal (BTM) membeli batik.

Presiden Jokowi bersama Presiden Moon Jae-in kompak dengan memilih jenis batik yang sama saat keduanya bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto blusukan ke mal BTM, Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.

Di BTM, Jokowi bersama orang nomor satu se-Korsel itu mengunjungi salah satu gerai baju batik bernama Toko Batik Kencana Ungu di lantai UG mal BTM.

Keduanya kompak memilih dan membeli batik corak Jakarta namun dengan warna berbeda. Jokowi memilih warna biru, sedangkan Moon Jae-in warna merah. Batik tersebut harganya Rp100 ribu saja per buahnya.

Banyak warga yang ingin bersalaman dengan Presiden Jokowi. Dengan nada bercanda, Jokowi berkata lebih baik menyalami Presiden Korsel. “Salaman sama ini saja (menunjuk Presiden Moon Jae-in, red). Ini orang Korea lho, orang hebat. Nggak usah salaman sama saya,” katanya kepada pekerja toko batik tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Presiden Negeri Ginseng itu ingin blusukan, tidak hanya ke Istana Bogor tetapi juga melihat UMKM yang ada di Kota Hujan.

“Di Korea, Myeongdong, tempat belanja baju sehari-hari. Beliau memilih BTM karena lebih banyak UMKM-nya, apalagi banyak pernak-pernik dan batik,” katanya kepada awak media, kemarin.

Politisi PAN ini menambahkan, keduanya punya kesamaan yakni suka blusukan. “Kelihatannya tadi minta dipilihin, cocoknya warna apa (batik, red). Saya tidak paham bahasa Korea, saya memahaminya seperti itu. Keduanya sama-sama senang blusukan. Presiden Jae-in juga disuguhkan teh Pochi dari Tjong Ci. Katanya dia pengin teh asli Indonesia,” lanjutnya.

Sementara Humas BTM Sisko Delgado menjelaskan, pihaknya sudah diberi tahu soal kedatangan Jokowi sejak tiga hari lalu, namun baru ada kepastian kemarin pagi. “Tiga hari yang lalu dari pihak istana sudah survei ke BTM, katanya Jokowi mau blusukan. Tapi tempatnya belum pasti, antara BTM atau Botani Square. Baru tadi pagi (kemarin, red) ada kepastian 85 persen ke sini. Nah, baru deh kami berbenah. Kan sudah ada plan juga beliau-beliau mau ke mana, mau beli apa,” ungkapnya.

Kepala Toko Kencana Ungu Vicky memaparkan, kedua pemimpin itu memilih batik secara acak dan sama sekali bukan rekomendasi dari toko. “Ya kami sudah dikasih tahu sih Jokowi mau datang ke toko kami, makanya kami siap-siap. Senang sih. Mereka juga beli dua buah batik dengan motif yang sama, motif Jakarta, namun dengan warna yang berbeda. Dua-duanya seharga Rp100 ribu. Pak Jokowi sendiri yang milihin,” tuntasnya.

Urine Dokter Helmi Positif Benzo

0

BOGOR DAILY-Polisi telah melakukan tes urine terhadap dr Ryan Helmi (41), suami yang menembak mati istrinya, dr Letty Sultri (46). Hasil tes urine Helmi positif mengandung benzodiazephine.

“Hasil tes urinenya positif benzo. Untuk jenis obatnya masih kami dalami,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta.

Benzodiazepine adalah obat yang dikategorikan sebagai obat psikoaktif. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala gangguan psikologi seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan insomnia.

Sementara Helmi sendiri mengakui bahwa dia meminum obat penenang. Ia mengklaim konsumsi obat penenang sesuai resep dokter.

“Iya saya memang pakai obat penenang, alganax,” kata Helmi kepada petugas semalam. Helmi menembak mati istrinya dengan tembakan sebanyak 6 kali di Klinik Azzahra Medical, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11) kemarin. Helmi mengaku menembak istri karena digugat cerai.

Akan tetapi, Helmi juga mengaku bahwa dia melakukan penembakan itu karena mendapat bisikan. Polisi masih mendalami keterangannya.

Manggung di D’Academy, Rina Nose Copot Hijab

0

BOGOR DAILY-Kabar mengejutkan datang dari Rina Nose. Komedian sekaligus presenter yang satu ini membuat para pengikutnya di Instagram terpana lantaran Rina mengunggah foto dirinya tanpa hijab. Ia mengunggah foto dirinya dengan filter black and white tersebut, Kamis (9/11).

Pada keterangan foto, wanita berusia 33 tahun itu menuliskan bahwa dirinya melewati banyak fase dalam kehidupan yang membuatnya berpikir dan berpikir.

“Pengalaman.. Kepahitan.. Kebahagiaan.. Kemarahan.. Kesedihan.. Kesenangan.. Kebenaran.. Kesalahan.. Pencarian.. Kesadaran diri.. Pertanyaan.. Kerapuhan jiwa.. Rasa cinta.. Pergolakkan batin.. Petualangan batin.. Rekayasa pikiran.. Kekuatan pikiran.. Pencarian ilmu.. Perjalanan hidup.. Segala kemungkinan.. Tidak akan pernah selesai, sampai tidak ada lagi kemungkinan (mati).”

“Manusia berubah. Pemikiran berubah seiring peristiwa yang dialaminya. Ketetapan hati pun berubah seiring pengalaman batinnya. Apabila masih ada manfaat kebaikan yang bisa diambil dariku, maka ambilah. Jika tidak, maka tinggalkanlah.”

“Jika ada rasa kecewa, maka kecewalah seperlunya. Namun janganlah kekecewaan itu berlebih-lebihan hingga menjadi kebencian yang akan menimpakan musibah pada dirimu dan orang lain. Maka yang demikian itu akan lebih baik bagimu. Terimakasih atas semua perhatian yang telah diberikan,” tulisnya pada keterangan foto.