Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8884

Lagi! 4 Bocah Laki di Ciampea Jadi Korban Predator Seks

BOGOR DAILY-Seorang duda berinisial RI (52) mencabuli 4 bocah laki-laki. RI melakukan perbuatan cabul itu karena kesepian ditinggal cerai sang istri. “Tersangka ini statusnya duda. Kemudian tersangka ini kesepian, sehingga dia sering mengundang anak-anak laki-laki ke rumahnya,” jelas Kapolresta Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, Selasa (31/10/2017).

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari salah satu orang tua korban pada Oktober 2017 lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka di rumah kerabatnya di kawasan Sempur, Kota Bogor pada Minggu (27/10) lalu.

“Tersangka melakukan perbuatannya dengan modus mengiming-imingi korban dengan uang jajan sebesar Rp 10-15 ribu,” imbuhnya.

Dari pengakuan tersangka, bukan hanya satu anak saja yang menjadi korban. Namun, tiga bocah lainnya yang usianya antara 8-15 tahun, juga mendapat perlakuan yang sama oleh pelaku.

“Ada salah satu korban yang dipaksa melayani hasrat seksualnya karena tidak bisa membayar ongkos jahit. Pelaku ini bisa menjagir juga, kadang dimintakan untuk menjahit,” sambungnya.

Dengan bujuk rayunya, tersangka membiarkan para korban bermain di rumahnya. Para korban kerap kali mendapatkan pencabulan ketika sedang tidur di rumah pelaku di Kampung Gedong Astana, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

“Para korban diajak nonton bola bareng di rumahnya, kemudian dikasih uang jajan, sehingga akhirnya korban terbujuk,” lanjutnya.

Pencabulan itu dilakukan tersangka sejak 2015 silam. Salah satu korban bahkan telah dicabuli selama 30 kali. “Tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tutur Dicky.

Teror New York Tewaskan 8 Orang, WN Asing Diperketat

0

BOGOR DAILY-Polisi menetapkan pelaku serangan teror di New York sebagai tersangka. Tersangka terindentifikasi bernama Sayfullo Habibullaevic Saipov (29) yang berasal dari Uzbekistan.

Dilansir dari CNN, Rabu (1/11/2017), Sayfullo sudah menetap di Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2010. Tersangka melancarkan aksinya atas nama ISIS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung memerintahkan pemeriksaan ekstrem terhadap seluruh orang yang masuk ke AS, usai serangan teror di New York yang menewaskan 8 orang.

“Saya baru saja memerintahkan (Departemen) Keamanan Dalam Negeri untuk meningkatkan Program Pemeriksaan Ekstrem kita. Menjadi benar secara politik memang baik, tapi tidak untuk ini!” tegas Trump via kicauan Twitter-nya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (1/11/2017).

Sejak kampanye pilpres tahun 2016, Trump menggaungkan kebijakan yang lebih ketat terhadap imigran ilegal di AS, demi alasan keamanan. Trump juga selalu menyerukan ‘pemeriksaan ekstrem’ untuk setiap warga negara asing yang masuk ke wilayah AS.  Upaya Trump untuk melarang orang-orang dari sejumlah negara mayoritas muslim masuk ke AS, berhadapan dengan gugatan hukum yang kuat.

Pekan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan pihaknya akan kembali menerima pengungsi setelah larangan diberlakukan selama 120 hari sejak pertengahan tahun. Namun ada 11 negara yang dianggap ‘berisiko tinggi’ yang masih akan diblokir untuk masuk ke AS.

Sedikitnya 8 orang tewas dalam serangan teror di sepanjang Sungai Hudson, New York City, pada Selasa (31/10) waktu setempat. Pelaku serangan mengemudikan truk pikap hingga menabrak para pejalan kaki dan pesepeda di jalur sepeda sepanjang sungai.

Dituturkan dua sumber penegak hukum, bahwa pelaku serangan diidentifikasi sebagai pria berusia 29 tahun asal Uzbekistan yang bernama Sayfullo Habibullaevic Saipov. Pelaku diketahui masuk ke AS sebagai imigran pada tahun 2010 lalu.

Saipov berhasil ditangkap setelah ditembak polisi di bagian perut. Motif penyerangan ini belum diketahui pasti. Namun sumber penegak hukum yang dikutip CNN dan New York Times melaporkan temuan catatan dari pelaku yang mengklaim aksinya ini dilakukan atas nama kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Lapak PKL di Puncak Enggak Laku, Cuma 44 Kios Terisi

BOGOR DAILY- Dari 180 lapak yang disediakan Pemerintah Kabupaten Bogor di tiga titik untuk para PKL Puncak baru terisi 44 lapak. Menanggapi hal tersebut Ketua Tim Penanganan PKL Puncak Dace Supriyadi terus mengimbau para PKL yang sudah digusur dalam tahap pertama lalu untuk mengisi kios di tempat relokasi. “Kita terus melakukan sosialisasi agar PKL Puncak yang digusur pada tahap pertama segera mengisi kiosnya karena mulai pekan kemarin kami sudah menggratiskan biaya sewa selama tiga bulan pertama,” ujar Dace.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor ini pun memberikan tenggat waktu kepada para PKL Puncak hingga akhir Bulan November mendatang. “Kami berikan tenggat waktu hingga akhir Bulan November kepada para PKL Puncak untuk mendaftar, karena warga lain pun (non PKL Puncak) sudah banyak yang mau mendaftar untuk berdagang ditempat relokasi baik yang ada di Cipayung maupun yang ada di The Ranch dan di objek wisata Taman Wisata Matahari (TWM),” jelasnya.

Terpisah, elemen Masyarakat Pemersatu Puncak Ebing Sulbi Darsyah mengaku, aktivis Puncak sudah bekerjasama dengan pemerintah desa agar para PKL Puncak yang telah tergusur di tahap  satu agar segera mengisi lapak di lahan relokasi. “Para PKL Puncak yang telah tergusur pada penggusuran tahap I lalu ada 61 PKL yang mau mengisi, walaupun yang benar-benar sudah mendaftar baru 44 orang,” bebernya.

Ia menjelaskan, dari 434 PKL Puncak yang berKTP Kabupaten Bogor tidak semuanya mendapatkan kios di lahan relokasi PKL karena terlkait dengan jenis komoditi dagangannya. “PKL Puncak yang baru tertampung yang berKTP Kabupaten Bogor yakni pedagang makanan, pakaian dan kerajinan tangan. Sementara yang usahanya bengkel motor atau aki mobil belum mendapatkan kejelasan. Kami minta Pemkab Bogor memperhatikan,” pungkasnya

Sidak, Satpol PP Ancam Tutup Pembakaran Kapur Ciampea

BOGOR DAILY- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciampea, akhirnya melakukan pembinaan dan penindakan terhadap pelaku usaha pembakaran kapur/cubluk, di Kampung Mekarjaya, Rt 01/02 Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea. Dalam sidak pembakaran kapur itu, pembakaran  kapur milik Kades  Ciampea pun tak luput dari incaran polisi penegak Perda itu.

Kepala Unit Pol PP Ciampea, Dudung Solihin mengatakan,  Pol PP telah melakukan pendataan terhadap para pengusaha kapur atau cubluk salah satunya milik kepala desa ikut disidak juga. Pada kesempatan itu pihaknya meminta untuk membuat surat  pernyataan di atas matrai agar tidak melakukan pembakaran dijam sibuk.

“Dalam surat peryataan itu meminta para pemilik kapur tidak membakar dengan ban bekas yang menimbulkan polusi udara, hingga terganggunya warga dan anak-sekolah,” ujarnya.

Lanjut Dudung, lebih tegas ia mengatakan,  apabila pemilik kapur itu masih saja membandel melanggar perjanjian itu. Pol PP Kecamatan Ciampea tidak segan segan membongkar pembakaran kapur itu.

“Kami akan berkoordinasi dengan Mako, karena yang berkewenangan untuk membongkar Pol PP Kabupaten,” katanya.

Sementara Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya, mengatakan, terkait galian C saat ini regulasinya kewenanganya  berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tetunya dirinya harus cek dulu terkait perijinan di galian kapur Ciampea. Kalau memang gunung kapur itu  awalnya sebagai tempat objek wisata bersejarah itu tidak   boleh dilakukan penambangan.

“Dan untuk pembakaran kapur itu tentunya harus melihat sisi positif dan keuntungan, apabila merugikan warga banyak tentunya harus menjadi perhatian pihak terkait sebagai penegak Perda,” pungkas pria yang akrab dipanggil Kang Aw itu.

Sik Asik! Tunjangan Guru Honorer di Bogor Naik Rp1 Juta

BOGOR DAILY- Kabar gembira bagi guru honorer di Kabupaten Bogor. Teriakan kenaikan gaji akhirnya didengar pemerintah daerah (pemda). Mulai 2018, tunjangan guru honorer negeri di Bumi Tegar Beriman akan naik dua kali lipat dari awalnya Rp500 ribu menjadi Rp1 juta.

Demo tuntutan kenaikan tunjangan guru honorer seta­hun belakangan akhirnya membuahkan hasil. DPRD Kabupaten Bogor mau men­eken keputusan menaikkan bayaran guru honorer yang statusnya negeri. Bahkan, ke­naikan tunjangan ini sudah dalam 15 prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Dae­rah (APBD) 2018.

Ketua DPRD Ade Ruhandi menyatakan, Badan Anggaran DPRD sepakat menaikkan tunjangan guru honorer Rp1 juta per bulan. Sedikitnya ada 23 ribu guru honorer yang bakal mendapat suntikan pen­ghasilan yang bersumber dari APBD 2018. Jika dihitung-hitung, maka tiap bulannya Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor bakal mengeluar­kan duit Rp23 miliar untuk menggaji guru honorer. Atau dalam setahun sedikitnya ada Rp276 miliar duit APBD yang dianggarkan untuk membi­ayai tunjangan honorer.

“Memang anggaran yang dibutuhkan besar, tapi kita akan upayakan semuanya dapat tunjangan Rp1 juta. Tapi kalau anggarannya tak mencukupi akan ada klasifikasi atau kate­gori guru yang akan menerima menaikkan tunjangan. Nah, kalau teknisnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan guru honor ini tak boleh dip­andang sebelah mata. Sebab tanpa mereka banyak anak-anak di 432 desa/kelurahan tak akan mendapatkan ilmu untuk be­kal saat dewasa nanti. “Kami akui pemerintah daerah belum bisa membantu meningkatkan kesejahteraan guru honor ka­rena berbagai kendala, salah satunya kemampuan angga­ran,” kata dia.

Ketua PGRI cabang Kabupa­ten Bogor Dadang Suntana menyambut baik keputusan tersebut. Sebab, kebijakan itu sudah lama dinanti guru honor SD maupun SMP. “Inginnya tunjangan guru honor sama dengan Upah Minimum Ka­bupaten (UMK) Bogor. Kami pun paham kemampuan ang­garan yang terbatas,” ujar Da­dang.

Dadang mengatakan, pem­berian tunjangan yang layak untuk guru honor pantas di­berikan pemerintah. Sebab, sumbangsing guru honor ke­pada pemerintah sangat besar. Sesuai data PGRI guru honor negeri di Kabupaten Bogor ada sekitar 23 ribu, namun jumlah guru berstatus negeri makin minim. Padahal jika tidak ada guru honor, dunia pendidikan di Kabupaten Bogor akan ka­cau karena hampir semua sekolah saat ini kekurangan guru. “Yang kita perjuangankan bukan guru honor tapi lebih memperjuangkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bo­gor,” ujarnya.

Selain akan memperjuangkan perbaikan dan peningkatan kesejahteraan, lanjut Dadang, PGRI juga akan menekan pe­merintah pusat agar guru ho­nor yang mengabdi di atas tujuh tahun diangkat atau diterima sebagai pegawai ne­geri. Sebab jika mengacu ke Undang-Undang ASN, paling tinggi 30 tahun. Sayangnya masih banyak guru honor yang mengabdi hingga 40 tahun tapi belum juga diangkat PNS.

“Walaupun mereka belum diangkat PNS, semangatnya masih tinggi dalam memban­tu pemerintah mencerdaskan anak-anak bangsa sekaligus membebaskan anak-anak dari kebodohan. Kita berharap ke depan pemerintah ada ke­berpihakan kepada guru,” terangnya.

Gerindra Pepet Dedi Mulyadi, Demiz ke Demokrat

0

BOGOR DAILY-Setelah Dedi Mulyadi ‘dibuang’ Golkar untuk menjadi calon Gubernur Jawa Barat (Jabar), giliran Gerindra coba merapat. Diam-diam Gerindra juga membidik Dedi Mulyadi untuk men­dampingi Deddy Mizwar pada pilgub Jabar.

Menurut Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, partainya kian intensif melakukan pen­jajakan dan komunikasi poli­tik dengan sejumlah partai seperti PAN, Demokrat dan PKS.

Bahkan, komunikasi politik dengan Golkar juga dilakukan setelah Dedi Mulyadi tidak jadi diusung partai itu karena Golkar lebih memilih Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk dipasangkan dengan Daniel Mutaqin.

Hanya saja Riza mengaku hingga kini belum ada yang mengerucut ke satu nama dan pasangan cagub-cawagub karena masih ada waktu untuk melakukan komunikasi politik.

Mudah-mudahan November mendatang Gerindra sudah punya pasangan calon pemim­pin Jabar,” ujarnya, Selasa (31/10).

Riza juga membantah bahwa Gerindra tidak akan berkoalisi lagi dengan PKS sebagaimana pada pilgub DKI Jakarta.

Menurutnya, malah komu­nikasi di antara kedua partai kian intensif dan tetap mem­buka peluang mengusung Dedy Mizwar dan Ahmad Saikhu yang berasal dari PKS.

Bersamaan dengan itu, De­ddy Mizwar juga dikabarkan mulai ‘PDKT’ ke Demokrat. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pan­jaitan, semua nama yang mun­cul akan dipertimbangkan Demokrat, termasuk Deddy Mizwar (Demiz). Bahkan, De­mokrat lebih intensif berkomu­nikasi terkait pilgub Jabar dengan Wakil Gubernur Jabar tersebut. ”Jabar pun mendapat ruang publik yang cukup in­tensif didiskusikan. Termasuk Deddy Mizwar, kami berkomu­nikasi dengan intensif,” kata Hinca

Namun, Hinca menegaskan bahwa nama Demiz bukan sesuatu yang baru bagi Demo­krat. Karena itu dia meminta tidak ada yang perlu dibesar-besarkan jika Demokrat ber­komunikasi dengan Demiz. ”Untuk diketahui, Pak Deddy Mizwar itu bukan orang baru bagi Demokrat. Dia termasuk bagian lahirnya partai ini,” terangnya.

Leher Digorok, Pelajar Ini Tewas di Kamarnya

0

BOGOR DAILY- MB (18), seorang pelajar di Kota Pasuruan ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. Leher korban tergorok, dan sebilah pisau ditemukan tak jauh dari tubuhnya.

Mayat korban pertama kali ditemukan ibunya sendiri, Uw. Saat ditemukan tubuh korban sudah tergeletak di atas kasur dan bersimbah darah.

“Selain di kasur, darah juga banyak terdapat di kaca lemari yang letaknya tak jauh dari kasur,” kata Kapolsek Purworejo Kompol Ainul Yakin, Selasa (31/10/2017).

Ainul mengungkapkan, mayat korban pertama kali ditemukan ibunya, Uw, Senin (30/10/2017), sekitar pukul 18.00 WIB. Sang ibu yang tak mendapati anaknya usai salat maghrib, lantas mencarinya di dalam kamar.

Betapa terkejut saat ia menyalakan lampu kamar, melihat anaknya sudah meregang nyawa. Lehernya terdapat luka sayatan benda tajam. Spontan Uw berteriak sekencangnya sehingga banyak tetangga yang datang.

“Begitu kami dapat laporan, langsung ke lokasi. Kami temukan pisau di sekitar tubuh korban,” terang Ainul.

Pihaknya kemudian mengamankan lokasi untuk melindungi barang bukti. Jasad korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Selain melakukan visum, polisi juga sudah meminta keterangan dari banyak saksi antara lain orang tua, tetangga hingga teman-teman sekolahnya.

Asyik Main Bola Malah Tersambar Petir, 1 Tewas

BOGOR DAILY-Musim penghujan saat ini tak hanya menuai berkah pada warga. Adapula yang perlu diwaspadai. Di antaranya petir. Pasalnya, kilat bertegangan listrik ini telah beberapa kali menelan korban.

Seperti yang terjadi pada Suherman (27), warga Desa Leuwinutug RT 02/06 ini merenggang nyawa, Senin (30/10/2017). Usai tersambar petir pada Minggu lalu (29/10/17). Selain Herman, petir juga membuat Elang Mulyadi (27) warga Kampung Kambing RT 01/08 Desa Karang Asem Timur dan Anwar Hidayat (25)  Kampung Lengo Desa Sukahati ini mengalami luka bakar.

“Kalau Herman meninggal tadi pagi (kemarin, red), sedang dua temannya mengalami luka-luka saja,” tukas saksi mata, Saepudin, Senin (30/10/2017).

Warga Desa Leuwinutug RT 02/06 ini menerangkan, awal mula kejadian ketika para korban tengah bermain  di lapangan bola Brantamulya Kampung Kambing Desa Karang Asem Timur.

Saat itu,  sekitar pukul 16:00 WIB, tiba-tiba hujan lebat dibarengi petir. “Karena kompetisi, walau hujan mereka tetap semangat, karena pertandingan PS Karang Asem Timur Dalam versus PS Kawasan Sentul  cukup bergengsi,” tukasnya.

Sekitar pukul 16.20 WIB korban yang pada saat itu sedang melakukan pemanasan, tidak jauh dari  pohon di pinggir lapangan, tiba-tiba terjatuh. Rupanya petir menyambar pohon itu, menelan tiga korban Suherman, Ekan Mulyadi dan  Anwar Hidayat. “Ketiga-tiganya pingsan karena tersambar petir,” pungkasnya.

Ngeri, Paku-paku Besar Dalam Perut Sampai Tembus ke Luar

0

BOGOR DAILY-Selama dua bulan terakhir, Wawan (42) mengeluh sakit di bagian perutnya. Kaget bukan kepalang saat diperiksa dokter, terdapat banyak paku di perutnya. Bahkan salahsatu paku telah melukai kulit perutnya.

Dari foto hasil rontgen yang diperlihatkan keluarga, terdapat banyak benda asing menyerupai paku di dalam organ dalam Wawan. Sebagian menumpuk di bagian perut, dan enam paku ukuran besar menyebar.

Bahkan satu paku sudah melukai perutnya hingga tembus kulit luar. Petugas medis terpaksa harus membalutnya dengan menggunakan perban untuk menghindari pendarahan hebat. Hingga saat ini dokter yang menangani belum memberikan keterangan.

Wawan telah dirawat dua hari di RSUD Dokter Soekardjo, Tasikmalaya. “Sudah dua hari dirawatnya. Diagnosa medis sakit dalam perut itu ada paku tajam. Banyak pakunya,” kata Nandang (18), salah satu anak Wawan, saat ditemui di RSUD Dokter Soekardjo. Jalan Rumah Sakit, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).

Saat ini kondisi Wawan stabil, namun tak bisa banyak bergerak. Karena paku yang berada di perutnya rentan melukai organ dalam tubuhnya.

Izin Distop, Plang Alexis Ditutup Tirai Hitam

0

BOGOR DAILY-Pemprov DKI Jakarta menolak daftar ulang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Mereka kini tak beroperasi sementara.

Pengumuman tersebut ditulis dalam bahasa Inggris dan dipajang di area lobi Hotel Alexis, Jalan RE Martadinata No 1, Jakarta Utara, Selasa (31/10/2017) pagi.

Isi tulisannya,’Announcement: Alexis Hotel and Spa is not in operation until further notice‘. (Pengumuman: Alexis Hotel dan Spa tidak beroperasi hingga pemberitahuan selanjutnya). Plang Hotel Alexis pagi ini juga sudah ditutup sepenuhnya dengan kain hitam. Penutupan plang ini jadi perhatian pengendara yang melintas di depan hotel.

“Jumpa pers ini untuk menanggapi perihal surat tersebut yang sudah beredar, menanggapi seputar penutupan, perpanjangan yang belum diberikan dan masih dalam proses. Nanti jelasnya kami sampaikan di sana,” ujar staff Legal & Corporate affair Alexis Grup, Lina Novita.

Pihak hotel juga akan mengungkap soal griya pijat di lantai 7 yang selama ini disebut-sebut sebagai ‘surga dunia’. Lina membantah jika Hotel Alexis menyediakan praktik esek-esek di lokasi ini.

“Tidak ada itu prostitusi. Ini seperti tempat pijat pada umumnya lah. Nanti akan kami perlihatkan lantai 7 seperti apa,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, apapun kegiatan yang terjadi di Hotel Alexis adalah ilegal. Ucapannya tersebut berdasakan surat Pemprov DKI Jakarta yang menolak TDUP yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

“Otomatis, maka tidak punya izin lagi kemudian. Kan sudah habis, kemudian dengan begitu, tidak ada izin lagi, otomatis kegiatan di situ bukan kegiatan legal lagi. Kegiatan legal adalah kegiatan yang mendapatkan izin. Tanpa izin, maka semua kegiatan di situ bukan kegiatan legal,” katanya.

Penolakan terhadap permohonan TDUP Alexis ini tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8. Surat bertanggal 27 Oktober 2017 itu diteken Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi.

Edy sebelumnya mengatakan, penolakan perpanjangan izin Alexis merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat.

“Beberapa bulan belakangan ini, banyak sekali laporan masyarakat dan informasi di media massa yang mengangkat mengenai praktik prostitusi di Hotel Alexis. Tentunya hal tersebut menjadi catatan kami,” ujarnya