Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8883

Tentara Dituduh Maling Tewas Dikeroyok

0

BOGOR DAILY– Seorang pria warga Lappa-Lappae, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, bernama Paharuddin (54), meninggal dunia setelah dikeroyok massa. Paharuddin dituduh maling di musala SPBU Soreang, Kota Parepare, Selasa (31/10/2017) subuh.

Awalnya Paharuddin dianiaya dengan kaki dan tangan diikat oleh belasan jemaah terduga pelaku pengeroyokan.  Ketika polisi datang untuk memeriksa, ternyata Paharuddin sudah tak bernyawa.

Diketahui, Paharuddin ternyata merupakan purnawirawan TNI, mantan Babinsa di Kecamatan Suppa di bawah naungan Koramil 1404-01. Pria ini juga dikenal baik oleh sejumlah tetangga yang tak percaya jika Paharuddin telah mencuri.

Seorang anggota keluarga Paharuddin, Rani mengakui bahwa pamannya hanya singgah dan memindahkan tas yang ada di musala. Namun tak disangka, sang paman malah diteriaki maling.

Sebanyak 12 terduga pelaku pengeroyokan telah diamankan polisi.

Kajari Kabupaten Bogor Berikan Peringatan ke BPD Soal DD

BOGOR DAILY-Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Bambang Hartoto, meminta Badan Pemberdayaan Desa (BPD) tidak main mata dengan Kepala Desa soal pengeloaan Dana Desa.

Terlebih, kata dia, saat ini sudah terbentuk tim controling dari kepolisian untuk mengawasi dana desa yang rentan diselewengkan itu.

“Ini dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan uang negara,” ujarnya usai melakukan pemusnahan barang bukti Narkoba di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Rabu (1/11/2017).

Menurut Bambang, masyarakat bersama BPD harus mengawasi betul aliran Dana Desa yang turun dari pemerintah ke masing-masing desa. “Jangan sampai BPD malah ikut kongkalingkong bersama kepala desa untuk korupsi dana desa,” tegasnya.

Bambang melanjutkan, persoalan administrasi seringkali diabaikan oleh pemerintah desa karena menganggap sepele. “Jangan sampai ada manipulasi ketika membuat pelaporan, karena ada sanksi hukumnya,” tandasnya

Air Laut Mendadak Hitam dan Bau di Pantai Ini

0

BOGOR DAILY- Sebuah pantai di Rembang tercemar hingga air lautnya hitam, berbau busuk dan bisa menyebabkan gatal-gatal. Apa penyebabnya? Kepala Dusun Wates, Joko menceritakan beberapa upaya sudah dilakukan aparat desa, warga untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang diduga menjadi penyebab pencemaran ini.

Joko bersama perwakilan warga lainnya telah dipertemukan dengan pihak perusahaan pengelola ikan yang diduga menjadi dalang pencemaran itu pada awal tahun ini. Namun dalam mediasi di kantor DPRD Rembang itu, kata Joko, dia tidak mempertemukan secara langsung dengan pimpinan ataupun pemilik perusahaan.

“Ya kan percuma kalau yang datang karyawannya. Ketika kita ajak diskusi, mereka cuma bilang ya nanti kita laporkan kepada atasan. Ujungnya tidak ada solusi dalam mediasi itu,” terangnya.

Selepas mediasi tersebut, Joko mengaku mendapatkan janji dari jajaran DPRD akan menggelar mediasi ulang dengan mengharuskan sang pemilik perusahaan datang secara langsung tanpa diwakilkan.

Pantai yang terletak di Dusun Wates, Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori ini sebenarnya memiliki panorama yang indah. Terkenal dengan pasir putihnya yang cantik, banyak pengunjung yang datang untuk berwisata di pantai ini.

Namun, 3 tahun belakangan air lautnya tak lagi bisa dinikmati. Bukan biru laut yang indah, tapi air lautnya hitam pekat, berlumpur, bau busuk, bahkan menyebabkan gatal-gatal.

Kepala Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Sutono membenarkan kondisi air pantai yang telah tercemar diduga akibat limbah tersebut. Ia pun telah meminta kepada pengelola pantai agar menghimbau kepada pengunjung agar tidak bermain air di lokasi Pantai Wates.

Tak hanya air laut, anak sungai di sekitar desa tersebut juga mengalami hal yang sama. Salah satunya yakni aliran sungai yang menjadi pembatas antara Desa Purworejo dengan Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori.

“Kalau di mana-mana aliran sungai yang mencemari laut, tapi ini kebalikannya, karena sungai di sini sebelumnya dimanfaatkan untuk aliran air laut guna pengairan tambak warga,” jelas seorang warga, Darno.

Meski demikian, warga dengan terpaksa tetap memanfaatkan air dari aliran sungai untuk kebutuhan tambak. Warga menyiasatinya dengan mengendapkan air terlebih dahulu di penampungan agar kotoran bisa terpisah dari air.

Kondisi paling parah terjadi saat awal musim timuran. Sebab air laut yang surut membuat lumpur justru kian menggumpal dan membuat kotor sekitar pantai. Bahkan, ketinggian lumpur di pantai bisa mencapai 50 cm.

Gara-gara Pecut Siswi Pakai Rotan, Guru SMP Dipecat

0

BOGOR DAILY- Kekerasan pada Siswi SMP kembali terjadi dan berujung pada penyelesaian secara adat di Manggarai Timur. Kornelis Ndawa, guru Bosda di SMPN 1 Lamba Leda memukul siswi di sekolahnya menggunakan rotan.

Awalnya, Ndawa memakai rotan memukul siswa lain tapi ujung rotan justru mengenai mata kiri siswi bernama Marselina Juten. Akibatnya, mata Marselina terluka lalu harus menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit dan dokter mata.

“Ada guru bosda di SMPN 1 Lamba Leda, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Matim pada tanggal 14 September 2017 pukul 16.00 wita memukul siswa pakai rotan.

Guru ini pukul siswa lain pakai rotan tetapi ujung rotan mengenai mata Marselina sehingga bengkak dan berdarah,” ujar Kadis P dan K Matim, Dra. Fredrika Soch kepada wartawan di ruang kerjanya,Rabu (1/11/2017) siang. Orangtua Marselina yang juga guru SD bernama Sebastianus Juten tidak terima, bahkan sempat lapor polisi di Polsek Lamba Leda.

Namun kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menjelaskan, laporan siswi SMPN 1 Lamba Leda dipukul sampai matanya terluka sudah disikapi dinas. “Begitu saya dengar laporan dari orangtua siswa. Saya langsung panggil kepala sekolahnya dan guru bosda tersebut,” katanya.

Fredika lalu menghentikan guru tersebut sebagai guru bosda di SMPN 1 Lamba Leda dengan membuat SK pemberhentian. Ia mengungkapkan, dirinya tidak mau disebut dan dibilang melindungi guru yang melakukan kekerasan terhadap anak didik.

“Langkah tegas sudah sering saya ambil. Guru yang kontrak daerah kalau melakukan kekerasan saya langsung pecat. Saya tidak mau orang bilang saya lindungi guru. Saya ambil sikap tegas biar guru yang lain buka mata dan jangan lakukan kekerasan terhadap siswa,” ujarnya.

Pembuat Meme Setya Novanto Diburu Polisi

0

BOGOR DAILY-Kepolisian tengah memburu penyebar meme Ketua DPR Setya Novanto yang belum tertangkap. Selain itu, polisi juga masih memburu pembuat meme Novanto dengan segala macamnya dan telah disebarkan lewat berbagai media sosial

“Ada beberapa yang kita lakukan pengejaran. Saya enggak usah sebutkan di mana lokasinya dan apa akun medsosnya. Namun, kami akan terus melakukan (pengejaran),” kata Kasubdit II Cyber Bareskrim Polri Komisaris Besar Asep Safrudin di Kantor Bareskrim Polri, Tanah Abang, Rabu (1/11/2017).

Saat ditanya jumlah akun yang dilaporkan Novanto melalui kuasa hukumnya, Asep enggan menjawab. Sementara itu, Fredrich Yunadi kuasa hukum Novanto mengatakan, ada empat akun yang tengah dikejar polisi.

Sementara itu, ada sembilan akun yang sudah diidentifikasi untuk ditindak polisi. “Di Jakarta (Tangerang) baru ketangkap. Satu ada yang di Sulawesi banyak, di seluruh Indonesia,” lanjut Fredrich.

Polisi menangkap penyebar meme wajah Setya Novanto saat mengenakan masker alat bantu tidur (Continuous Positive Airway Pressure) di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta. Pelaku berinisial DKA ditangkap di rumahnya di Tangerang sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (31/10/2017).

Perempuan berusia 29 tahun itu kini telah berstatus tersangka dan dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-undang No. 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penangkapan tersebut didasari oleh laporan Fredrich Yunadi kuasa hukum Novanto pada 10 Oktober. Barang bukti yang disita saat penangkapan, yakni satu buah tablet Samsung warna hitam abu-abu, satu buah Sim Card Simpati dan satu buah memori card merek vigen dengan kapasitas 32 GB.

Tersangka mengunggah sejumlah gambar dan video melalui berbagai akun media sosial instagram pada 7 Oktober.

Maret 2018, Proyek Terminal dan Pasar Cijeruk Dimulai

BOGOR DAILY- Harapan warga Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, untuk memiliki terminal dan pasar sendiri bakal segera terwujud. Pemkab Bogor melalui Bapenda direncanakan akan memulai pembangunan pasar dan terminal mulai Maret 2018.

Camat Cijeruk, Hidayat Saputra Dinata, mengatakan, pangadaan lahan seluas 5.500 meter persegi untuk pembangunan pasar dan sebagian untuk terminal akan segera terealisasi. “Tahun ini semua berkas untuk kebutuhan itu telah selesai, bahkan pada bulan November tahun ini tanah tersebut akan segera dibebaskan langsung dibayar oleh pihak Bapenda. Pada Maret 2018 akan segera dilakukan pembangunannya,” katanya.

Hidayat mengemukakan, wilayah Kecamatan Cijeruk ke depan masih banyak yang harus ditingkatkan sebab banyak potensi yang harus dikembangkan. Salah satunya sektor pariwisata.

“Pembangun infrastruktur jalan merupakan hal terpenting untuk meningkatkan potensi wisata. Ini untuk menyambut rencana pembangunan jalan ring road menyambung dari wilayah Kota Bogor ke wilayah Cijeruk. Kalau akses jalan sudah mulai terbangun maka dampak positifnya akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Oknum Guru SDN Cabul di Bantarjati Dipecat

0

BOGOR DAILY- Oknum guru kelas empat SDN Bantarjati 1 Kota Bogor MM (56) dipecat dari tugasnya sebagai guru Pengawai Negeri Sipil (PNS). Pemecatan masih bersifat sementara lantaran masih menunggu proses hukum,atas tuduhan memperkosa muridnya di ruang kelas. Hingga kemarin, MM masih mendekam dalam tahanan karena kasusnya masih ditangani Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota.

Tidak itu saja, Dinas Pendidikan (Disdik) juga ‘mengusir’ anak dan istrinya dari rumah dinas sekolah, di Jalan Cermai Ujung, Kelurahan. Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara. “Begitu kasus itu mencuat, kami langsung turun ke lokasi kejadian dan melaporkannya ke wali kota. Tapi, MM belum dipecat dari guru PNS nya, melainkan hanya dberhentikan sementara, menunggu proses hukum selesai,” ujar Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin, ketika dikonfiimasi Metropolitan, kemarin.

Fahrudin menegaskan, bila nantinya divonis penjara dua tahun ke atas dan telah memiliki kekuatan hukum yang tetap, MM akan dipecat secara tidak hormat. Hal itu berdasarkan undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN). “Jadi, kalau sudah dipecat, hak-haknya akan hilang atau tidak menerima pensiun. Tapi, untuk sementara, MM hanya menerima 75 persen dari gaji pokoknya, sebagai guru PNS,” tandas Fahrudin.

Sebelumnya, MM dilaporkan ke Polres Bogor Kota. Ia dituduh memperkosa YS, muridnya di dalam kelas, beberapa tahun lalu. Kasus itu sendiri baru terungkap, tiga tahun kemudian, setelah korban lulus SD dan kini ia duduk di Kelas VII SMP.

Waktu itu, korban menceritakan kepada orangtuanya, peristiwa yang telah menimpa dirinya. Mendengar hal itu, orangtua korban tidak terima anaknya diperkosa oleh gurunya. Seketika, kasus itu pun dilaporkan ke polisi. “Orangtua korban baru lapor polisi pada 3 September 2017,” kata Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Syarief Hidayat.

Peristiwa ini terjadi saat siswi berinisial YS itu tidak mengikuti pelajaran olahraga. Alasannya, tidak memiliki baju. Tak lama kemudian, MM menghampiri YS seorang diri, di dalam kelas. Saat itu, MM telah membawa tali rafia dan lakban di tangannya. MM langsung mengikat tangan dan kaki menggunakan tali rafia. Lalu, dia membekap mulut korban dengan lakban. Pelaku langsung memperkosanya di kursi dan lantai ruang kelas. Usai memperkosa, MM mengancam akan membunuh korban, jika memberitahu kejadian tersebut. Pelaku sempat memberikan uang, tetapi ditolak korban.

Sementara orang tua korban, Afendi, dalam laporan yang diterima polisi mengungkapkan ketika itu MM merupakan guru sekaligus walikelas korban. Terungkap kejadian asusila itu dilakukan pelaku terhadap pelaku pada September 2014. Belum diketahui apa yang menyebabkan orang tua korban baru melapor setelah tiga tahun berlalu.

Wow! Bocah 5 Tahun Mampu Mengendalikan Pesawat

0

BOGOR DAILY- Awak kapal merasa terkagum-kagum dengan pengetahuan yang menakjubkan dari seorang bocah laki-laki saat ia diizinkan untuk menemui pilot pesawat pada suatu penerbangan.

Etihad Airways merekam peristiwa yang jarang terjadi ini selama penerbangan mereka. Rekaman tersebut menunjukkan seorang bocah laki-laki bernama Adam Mohammed Amer yang masih berusia 5 tahun 11 bulan menjelaskan berbagai fungsi mesin dan pengendali pesawat yang rumit.

Mula-mula Adam menjelaskan bagaimana cara mengembalikan sistem darurat jika terjadi kegagalan mesin atau apa yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu pada aircraft mirror.

Ia kemudian menjelaskan beberapa bagian pengendali yang ada di kokpit pesawat. Kapten Samer Yakhlef dan beberapa orang dewasa lainnya yang ikut menyaksikan penjelasan itu merasa tidak percaya dengan apa yang sedang mereka saksikan.

Video tersebut sudah diunggah ke media sosial dan YouTube. Para warganet berkomentar bahwa pengetahuan anak ini sungguh di luar nalar. Komentar lainnya mengatakan bahwa bisa jadi anak ini adalah re-inkarnasi dari seorang pilot.

Unggahan tersebut berhasil mendapat jutaan views. Sean Hollingworth memposting komentarnya sebagaimana dilansir mirror.co.uk, “Aku tidak terkesima hingga anak tersebut menjelaskan mengenai APU dan juga RAT. Kemudian menjelaskan mengenai gear pendaratan dan bagian sayap pesawat bahkan anak itu menjelaskan semuanya dengan lebih spesifik. Anak ini bisa saja melewati semua tes dasar sekolah penerbangan sebelum usia 10 tahun”.

Di bagian akhir, kapten bertanya pada Adam apa cita-citanya. Adam menjawab, “Menjadi seorang kapten. Sama sepertimu”.

Mendengar jawaban itu, Kapten Yakhlef membalas, “Kau akan menjadi lebih baik daripada aku. Aku butuh bertemu dengan orang tuamu. Kau istimewa, Tuhan memberkahimu”.

Etihad Airways mengkonfirmasi bahwa Adam memperoleh kesempatan untuk menjadi seorang pilot selama sehari pada akademi pelatihan perusahaan.

Pihak perusahaan sangat kagum dengan Adam. Mereka ingin mewujudkan impian Adam. Etihad Airways memberikan kesempatan kepada Adam untuk menerbangkan pesawat favoritnya dalam akademi pelatihan tersebut.

Tes diselenggarakan selama 4 jam, sebelum dilakukan pendaratan dan penerbangan, Adam berhasil berbicara dengan menggunakan sistem pengeras suara kepada para penumpang dan memberi ucapan selamat datang di Abu Dhabi.

Adam mengaku bahwa hari itu adalah hari terbaik dalam hidupnya. Ia mencoba tes kegagalan mesin, tes mengemudi, dan tes penghindaran peringatan lalu-litas pesawat.

 

https://youtu.be/WwksjgAhnpE

Nangis Terus-terusan, Balita Tewas Dianiaya Tukang Ojek

0

BOGOR DAILY-Hasil otopsi Alesha Keisha Ardani, balita berusia 22 bulan yang tewas setelah dianiaya tukang ojek langganan menunjukkan bahwa anak pertama pasangan Wiyono dan Rina Munarsih itu meninggal karena ada pendarahan luas di bawah selaput otak kanan.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Kehakiman RSUD Blambangan, dokter Solahudin, Selasa (31/10/2017).

“Pendarahan luas di bawah selaput otak kanan bisa jadi disebabkan trauma benda tumpul. Dan ini yang menjadi penyebab korban meninggal,” katanya.

Selain itu juga ditemukan sejumlah luka luar di tubuh bocah yang dua bulan lagi merayakan ulang tahun yang kedua yaitu luka memar pada dahi sebelah kiri, luka dipangkal hidung, di bibir atas serta luka memar di telinga kanan serta kiri. “Selain itu juga ada pendarahan atau keluar darah hitam dari lubang hidung sebelah kanan,” ucap dia.

Alesha Keisha Ardhani, balita berusia 22 bulan anak pertama pasangan Rina Munarsih dan Wiyono meninggal dunia setelah sempat dititipkan oleh ibunya di rumah Efendi (40) tukang ojek langganannya, Sabtu (28/10/2017).

Diduga, sebelum menghembuskan napas terakhir, bocah warga lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi tersebut dianiaya Efendi di rumahnya yang berada di Lingkungan Pakis Duren, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi.

Sementara itu AKP Sodik Efendi, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi kepada Kompas.com mengatakan, pelaku melakukan penganiayaan karena emosi ketika Alesha tidak berhenti menangis setelah ditinggal pergi ibunya.

“Pelaku saat ini sedang akan menjalani tes kejiwaan untuk mengetahui kondisi psikisnya,” jelas AKP Sodik.

Penonton Ditembaki Brutal Jadi Simulasi Pengamanan Asian Games

0

BOGOR DAILY- Personel gabungan penanggulangan terorisme menggelar simulasi aksi teror di kawasan Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Simulasi ini untuk memastikan kesiagaan personel saat pelaksanaan Asian Games 2018.

Dalam simulasi ini, tim gabungan yang terdiri atas kementerian, lembaga, dinas, TNI, dan Polri ini memperagakan skenario pengamanan setelah terjadi penembakan secara brutal dan bom oleh pelaku. Beberapa pengunjung yang sedang membeli tiket di loket terlihat mengalami luka-luka dan tewas.

Dengan sigap, personel langsung mengamankan lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara. Sedangkan personel lain mengejar pelaku lain. “Simulasi ini akan rutin dilakukan bersama sebelum pelaksanaan Asian Games mendatang. Kita tidak beranda-andai, tapi kita tetap mengantisipasi dengan melakukan latihan untuk mengetahui peran masing-masing saat terjadi aksi teroris,” ujar Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius kepada wartawan, Rabu (1/11/2017).

Ditambahkan Suhardi, dalam latihan gabungan dan simulasi yang dilakukan sejak 8 hari lalu, personel dinilai sudah mampu berkoordinasi dengan baik. Jadi, sebelum pelaksanaan Asian Games, personel hanya perlu memantapkan latihan dan memaksimalkan waktu di lapangan dengan kondisi sebenarnya.

Selain itu, personel akan memperketat pengawasan di luar wilayah JSC sebagai pusat penyelenggaraan Asian Games. Pengawasan ini guna memastikan keamanan, baik atlet maupun masyarakat yang hadir, untuk menyaksikan event internasional yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang itu.

“Kawasan di luar Jakabaring kita juga akan perketat pengamanan dan tidak sembarangan orang nanti bisa masuk ke kawasan atlet. Jadi pengamanan itu betul-betul kita utamakan. Ini untuk mengantisipasi adanya ancaman aksi teror oleh kelompok-kelompok tertentu dan menyukseskan penyelenggaraan Asian Games,” ujar Suhardi.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengaku pengamanan Asian Games di Palembang lebih mudah daripada di Jakarta. Mengingat kawasan ini sudah mengintegrasikan tempat penginapan atlet dengan venue olahraga.

“Dengan latihan ini, kita bisa lihat seperti apa kemampuan dan apa fasilitas yang harus dilengkapi. Tapi kita bersyukur semua fasilitas Asian Games di Jakabaring itu sudah terintegrasi antara penginapan dan venue olahraga, jadi pengamanan lebih mudah hanya di satu tempat,” katanya.