Thursday, 16 April 2026
Home Blog Page 8901

Awas! Rampok Bergolok Berkeliaran di Pasirkuda

0

BOGOR DAILY-Rampok bergolok meresa­hkan warga di Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bo­gor Barat. Tak cuma membawa pisau, mereka juga membawa golok saat me­rangsek ke rumah warga di Kampung Cibalagung, RT 02/03.

Jumat (13/10) dini hari, Di­yanti Wulandari yang tengah terlelap mendadak terbangun. Ia pun kaget begitu melihat rampok itu su­dah berada di kamarnya sambil menodongkan golok dan pisau. Tak bisa berkutik, Diyanti yang merupakan istri polisi di Polresta Bogor Kota, Briptu Harry, terpaksa men­uruti permintaan para pe­rampok itu.

“Jadi begitu ditodong, kor­ban dipaksa memberi tahu di mana barang-barang ber­harganya. Akhirnya pelaku menggasak semua barang milik korban,” ungkap Kapol­sek Bogor Barat Kompol Pa­hyuniati.

Saat itu pula korban menunjukkan tempat penyim­panan uang dan perhiasan. Sejumlah perhiasan berupa cincin lima gram, anting dua gram, kalung emas beserta surat perhiasannya digasak habis. “Ada juga uang ratusan ribu rupiah serta satu buah handphone Samsung warna biru tua. Dihitung-hitung korban mengalami kerugian sebesar Rp4 juta,” sebutnya.

Pahyuniati membeberkan, saat kejadian, korban sempat menelepon suaminya namun tidak terangkat. Kemudian mengirim pesan singkat yang isinya melaporkan kejadian tersebut. ”Setelah itu baru Briptu Harry bersama piket SPK dan Reskrim meluncur ke TKP. Saat itu rumah sudah acak-acakan dan istrinya mengalami syok akibat dian­cam pelaku,” katanya saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Dari hasil penyelidikan di TKP, kedua pelaku masuk ke rumah dengan mencungkil pintu utama, kemudian ma­suk kamar lalu mengancam korban. ”Kejadian ini terma­suk pencurian disertai keke­rasan karena mengancam pakai pisau dan golok. Un­tungnya korban hanya men­galami syok dan tidak luka apapun,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang menyelidiki bukti-bukti dan jejak yang ada untuk mendalami kasus ini lebih lanjut. ”Ya masih terus kami dalami,” pungkasnya

Cek Kosong

0

Oleh:

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Calon Wali Kota Bogor 2018)

Praktik cek kosong tak cuma ditemui dalam dunia bisnis, tapi juga politik. Apalagi memasuki pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 seperti kondisi saat ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cek kosong diartikan sebagai cek yang tidak dapat diuangkan. Karena uang yang disimpan di bank sudah tidak ada lagi

Dalam transaksi bisnis, penggunaan cek kosong dianggap sebagai tindakan melawan hukum. Karena sama dengan melakukan penipuan. Praktik cek kosong ini juga terjadi dalam dunia politik. Bedanya, cek kosong yang dimaksud adalah ketika masyarakat pemilih atau konstituen kecewa dengan politisi pilihannya. Baik yang duduk sebagai kepala daerah, legislatif, hingga kepala negara sekalipun. Seperti, gubernur, bupati, walikota, anggota DPRD, DPR RI, DPD hingga presiden.

Lebih jelasnya, cek kosong dalam praktik politik bisa diartikan ketika para politisi itu tidak memenuhi janji kampanyenya pada konstituen. tanpa sadar, politisi itu telah memberikan cek kosong dengan mengabaikan keluhan dan harapan masyarakat.

Mereka tidak lagi menyuarakan aspirasi rakyat seperti yang digadang saat masa kampanye, malah justru asyik menggerogoti duit rakyat dengan korupsi.  Jangankan memikirkan nasib rakyat, para ‘politisi cek kosong’ justru lebih berambisi memperkaya diri sendiri. Sedangkan, janji kampanyenya dulu hanyalah kosong belaka.

Ada beberapa faktor yang membuat praktik cek kosong marak terjadi di dunia politik.

Pertama, karena alasan politik uang (money politics). Tak sedikit para politisi yang menganggap kalau mereka telah membayar tunai konstituennya dengan uang. Sehingga, para politisi yang diusung partai menganggap kalau mereka sudah bebas dari tanggung jawab terhadap masyarakat. Begitupun hubungannya dengan partai. Tak ada lagi tanggungjawab untuk kepentingan ideologi partai, karena merasa telah membayar mahar secara tunai.

Kedua, konstituen yang tidak memeriksa rekam jejak (track record ) politisi. Pada kondisi ini masyarakat abai atau tidak cermat memperhatikan kapasitas, kualitas, integritas dan konsistensi politisi. Umumnya masyarakat mudah dipengaruhi oleh tampilan fisik dan kepandaian bicara. Atau bisa jadi politisi itu sengaja melakukan branding dengan mendesain diri mereka seolah-olah dekat dengan rakyat. Lewat tangan tangan tim konsultan, para politisi memakai topeng demi mengumpulkan suara konstituen dan meraih kekuasaan.

Biasanya pembentukan branding politik sangat masif melalui peran media massa. Media massa tertentu mampu membuat seorang bandit menjadi pahlawan dalam sekejab, mendistorsi persepsi publik dengan guyuran informasi yang sudah didisain .

Melihat dua penyebab maraknya praktik politik cek kosong, tentu masyarakat perlu mendapatkan pendidikan politik. Sudah saatnya masyarakat memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan memperjuangakan hak-hak politik mereka secara mandiri.

Selain itu, masyarakat juga harus jeli melihat rekam jejak politisi. Bagaimana komitmennya membela kepentingan warga dengan sukarela. Konsistensi sikap membela masyarakat akan terlihat pada rekam jejaknya juga termasuk integritas dirinya.

Saat ini cukup mudah untuk mengetahui rekam jejak tokoh karen perkembangan tehnologi digital dengan tersedianya mesin pencari alias Google memudahkan mengetahui rekam jejak. Selain itu pada tokoh-tokoh lokal warga dapat mengikuti kiprah mereka melalui media lokal.

Saudara sebangsa dan setanah air tingkatkan pemahaman dan kesadaran politik saudara agar saudara tidak mendapatkan cek kosong politik yang akan membuat kecewa. Dan jangan juga saudara-saudara bersikap ambivalen , menginginkan tokoh politik bersih sementara saudara sendiri berperilaku koruptip dengan berharap adanya pemberian uang dair politisi ( money politik).

Terkait saya sabagai bakal calon walikota Bogor, saudara dapat membaca rekam jejak saya pada tautan yang saya sertakan dalam tulisan ini. Rekam jejak saya sebagai Pembela rakyat selama 27 tahun membuktikan saya tidak membawa cek kosong dalam kontestasi pilwakot Bogor.

Salam Rakyat Berdaulat

Sang Pembela/sts/bandara soeta, pkl 06.29. 14okt2017
#sts
#stsforbogor

Begini Cantiknya Putri Jokowi Berkebaya di Borobudur

0

BOGOR DAILY-Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution berlangsung bulan depan. Segala persiapan dilakukan, termasuk soal foto. Putri Presiden Joko Widodo itu kembali memamerkan foto pre-wedding terbarunya.

Foto itu diunggah Kahiyang lewat akun Instagram @ayanggkahiyang, Sabtu (14/10/2017). Terlihat Kahiyang mengenakan kebaya berwarna merah dengan rok dan sepatu berwarna senada.

Lokasi pada foto itu menunjukkan Kahiyang mengabadikan momen itu di Candi Borobudur. Hanya sedikit keterangan foto yang ditulis oleh Kahiyang.

“H-..,” tulis Kahiyang.

Sebelumnya, Kahiyang mengunggah foto pre-wedding bersama Bobby dengan latar pantai. Mereka terlihat begitu mesra berpegangan tangan dengan latar belakang pantai di Nusa Penida, Bali.

Pernikahan Kahiyang-Bobby akan berlangsung pada 8 November 2017 di Graha Saba Buana, Solo. Setelah resepsi pernikahan di Solo, keduanya akan menggelar resepsi di Medan. Lokasinya di dekat kediaman Bobby di Medan.

Duh, Warga Diminta Tanda Tangan Proyek Apartemen di St.Bogor

0

BOGOR DAILY-  Ketua RT RT 4/ 6, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Gunara mengungkapkan PT Waskita sempat mengirimkan surat terkait rencana pembangunan apartemen di kawasan Stasiun Bogor.

Gunara yang juga sebagai pengamat hukum berujar, surat tersebut bukan sebagai pemberitahuan.

“Jadi itu surat pemberitahuan tapi ada kolom untuk tanda tangan warga, rt, rw, seharusnya kalau pemberitahuan kan cukup penyampain informasi terkait pembamgunan saja,” jelasnya.

Gunara menuturkan bahwa, hingga saat ini memang belum ada sosialisasi terkait pembangunan apartemen tersebut kepada warga sekitaran Stasiun Bogor.

“Itulah yang membuat warga bertanya-tanya, seharusnya adakan sosialisasi dulu,” ujar pria yang kediamannya tak jauh dari Stasiun Bogor.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, sosialisasi kepada warga soal pembangunan apartemen sangalah penting.

Sebab, melalui sosialiasi, warga bukan hanya akan mendapatkan informasi soal pembangunan apartemen, melainkan pihak PT Waskita maupum PT KAI pun dapat mengetahui dampak apa saja yang sekiranya akan dirasakan oleh warga sekitar.

“Setiap pembangunan itu kan ada dampak positif san negatif, positifnya bisa meningkatkan perekonomian, negatifnya mungkin bisa berdampak pada lingkungan, kesehatan, kemudian apakah dengan adanya pembangunan apartemen itu bermanfaat atau tidak bagi warga sekitar,” urainya.

Dia pun mengimbau kepada pemilik proyek agar terlebih dahulu memberikan sosialiasi kepada warga sebelum melakukan aktivitas pembangunan.

“Ya sesuai mekanisme saja, warga perlu mendapat ruang untuk berbicara, tapi sekarang warga saja belum tahu menahu soal pembangunan apartemen, untuk itu sosialisasi atau pemberitahuan resmi itu perlu segera dilakukan,” pungkasnya

 

 

Mulai Mengerucut, Koalisi Pancasila Terbentuk di Pilgub 2018

0

BOGOR DAILY-PDIP dan Golkar sepakat koalisi dalam menghadapi Pilgub serta Pilkada serentak untuk 16 kabupaten dan kota di Jabar pada 2018 mendatang. Kedua partai besar ini membentuk nama ‘Koalisi Pancasila’.

Pimpinan PDIP dan Golkar tingkat Jabar kembali menggelar pertemuan. Berbagai hal dibahas dalam pertemuan yang digelar tertutup di kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jumat (13/10/2017).

Terbangunnya ‘Koalisi Pancasila’ ini diyakini menjadi kekuatan besar di ajang demokrasi lima tahunan tersebut. Apalagi PDIP dan Golkar bakal mendapat tambahan dukungan dari Hanura.

“Kita sepakat berkoalisi baik di kabupaten dan kota dan juga di Pilgub Jabar. Kita namakan koalisi ini ‘Koalisi Pancasila’,” kata Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin.

Ia menyatakan akan segera melaporkan hasil kesepakatan yang telah dibangun bersama Golkar kepada pengurus pusat PDIP. “Kami akan lapor ke DPP, Golkar juga akan lapor ke DPP terkait kesepakatan di tingkat Jabar ini. Kita serahkan ke DPP dan biar DPP yang bicara lebih lanjut,” ucap Tubagus.

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi menegaskan ‘Koalisi Pancasila’ ini bukan semata-mata soal urusan politik belaka. Tapi, sambung dia, cakupannya menyangkut hal paling mendasar soal konteks pembangunan Jabar yang lebih baik.

“Kita tidak ingin sebuah koalisi ini hanya sekadar simbol. Tapi harus lebih substansi dami kesejahteraan masyarakat Jabar. Makanya kita beri nama ‘Koalisi Pancasila’,” ujar Dedi.

Hati-hati, Jalan Puncak II Rawan Amblas

BOGOR DAILY-Hujan deras para pengendara harus waspada melintasi Ruas Jalan Desa Batulawang Kecamatan Cipanas karena rawan amblas. Sehingga pengendara harus berhati – hati.

Kepala desa Batulawang Nanang Rohendi menjelaskan, curah hujan yang tinggi pengendara diminta berhati – hati jika melintasi jalan Puncak II.

”Jalannya saat ini mengalami rusak berat dan medan yang berbahaya. Jalur di Batulawang atau yang disebut jalan Puncak II rawan amblas. Jadi masyarakat dan wisatawan harus berhati – hati,” jelasnya.

Dijelaskannya, pengajuan perbaikan jalan sudah disampaikan kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur. Akan tetapi, amat disayangkan hingga saat ini belum ada perbaikan dari Pemkab Cianjur.

”Kami mendesak segera dilakukan perbaikan oleh Pemkab Cianjur, karena perbaikan jalan tersebut merupakan wewenang Pemkab Cianjur,” terangnya.

Pihaknya mendesak pemerintah merealisasikan perbaikan jalur Puncak II yang melintang dari Cianjur – Bogor menggunakan dana dari APBN. Pasalnya, jalur tersebut sangat penting fungsinya untuk pengembangan pariwisata Cipanas.

”Banyak pejabat yang sudah melakukan survei lapangan jalan, tetapi jalan Batulawang ini tak kunjung dibangun. Jelas ini kami sangat sesalkan, ” pungkasnya.

Bupati Bogor Serukan Penyelamatan Kawasan Puncak

BOGOR DAILY-Bupati Kabupaten Bogor Nurhayanti, terus mendorong upaya-upaya penertiban vila-vila di kawasan Puncak yang dibangun tanpa izin. Hal itu dilakukan sebagai upaya penyelamatan dan proses penghijauan di areal kawasan puncak Bogor.

“Kabupaten Bogor umumnya Puncak sebagai daerah hulu sungai Ciliwung dan Cisadane maka harus diselamatkan karena merupakan daerah konservasi,” kata Nurhayanti, Sabtu (14/10).

Nurhayanti mengatakan, secara berlanjut akan melakukan penanaman pohon, dan pembuatan biopori untuk upaya penyelamatan. Di samping itu, menurut dia, Pemkab Bogor juga tengah mengembangkan beberapa kawasan di kabupaten Bogor untuk jadikan destinasi pariwisata yang lebih luas.

“Sehingga objek parisiwata akan tersebar di wilayah lainnya, sehingga wisatawan yang datang ke Bogor punya banyak pilihan,” kata dia. Karenanya dia mengimbau, semua pihak dapat turut membantu merealisasikan penyelamatan di kawasan Puncak

Guardiola Dinobatkan Sebagai pelatih Terbaik Liga Primer

0

BOGOR DAILY-Pep Guardiola dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Liga Primer pada bulan September. Dilansir dari Sky Sports, Jumat (13/10), ia diberikan penghargaan itu setelah membawa Manchester City ke puncak klasemen Liga Primer Inggris.

The Citizens saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan 19 poin, torehan angka yang sama dengan Manchester United, yang duduk di posisi kedua klasemen karena selisih gol. City mencatat awal yang mengesankan musim ini, dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu membawa City bermain dengan gemilang di awal musim ini. Yang mana, mereka memenangkan keempat pertandingan Liga Primer pada September dan mencetak 17 gol.

City memulai September dengan kemenangan 5-0 atas Liverpool di Stadion Etihad. Hasil itu diikuti dengan kemenangan 6-0 di Watford dan kemenangan 5-0 atas Crystal Palace di Etihad. The Citizens menutup September dengan hasil paling mengesankan dalam sejarah Liga Primer dengan meraih kemenangan 1-0 atas juara bertahan Chelsea pada 30 September lalu.

Hasil yang luar biasa itu cukup baik bagi Guardiola untuk meraih penghargaan sebagai Pemain Terbaik pada September. Pelatih asal Spanyol itu mengalahkan nominasi pelatih lainnya, yakni Jose Mourinho (Manchester United), Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspurs), dan Arsene Wenger (Arsenal).

Ini adalah kali kedua pelatih berusia 46 tahun itu memenangkan penghargaan tersebut, sejak ia memimpin City pada musim panas 2016.

Gara-gara Ricuh PKL Cianjur, Pengusaha Puncak Rugi

BOGOR DAILY-Ricuh di jalur Puncak Kabupaten Cianjur setelah pembongkaran PKL, Rabu 11 Oktober 2017 lalu berdampak negatif bagi Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut membuat sejumlah wisatawan membatalkan kunjungannya ke kawasan wisata jalur Puncak akhir pekan ini.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Bogor M Teguh Mulyana mengakuinya setelah mendapatkan laporan dari pengelola tempat-tempat wisata dan penginapan di kawasan Puncak Kabupaten Bogor. “Tamu-tamu saya yang rencananya ada kegiatan minggu depan (akhir pekan ini) jadi pada mundur,” katanya, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurut Teguh, para wisatawan tidak membeda-bedakan Jalur Puncak wilayah Kabupaten Bogor dan Cianjur sehingga menganggap situasi yang terjadi di wilayah Cipanas, Cianjur dialami seluruh kawasan di Puncak. Kericuhan para pedagang dianggap sebagai bentuk kegagalan dan kecerobohan pemerintah Kabupaten Cianjur.

Ia membandingkan proses pembongkaran lapak PKL di Jalur Puncak Kabupaten Bogor sebelumnya bisa berlangsung lebih kondusif. Menurut Teguh, pemerintah daerahnya lebih matang mempersiapkan pelaksanaan pembongkaran tahap pertama itu melalui komunikasi yang intensif dengan para pemilik lapak yang akan dibongkar.

Meski berjalan lancar, Teguh menganggap pelaksanaan pembongkaran tahap pertama di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu tetap berdampak negatif. “Pembongkaran PKL di sepanjang Jalur Puncak mengakibatkan penurunan tingkat kunjungan wisatawan sebanyak 45-50 persen,” katanya.

Penurunannya minat berkunjung menurutnya terjadi sebagian besar pada wisatawan asal Jakarta dan daerah sekitarnya. Situasi itu diperkirakan terjadi selama permasalahan PKL belum bisa diselesaikan pemerintah daerah setempat. Ia menilai kondisinya bisa kembali pulih paling tidak enam bulan setelah pembongkaran PKL tersebut dilakukan.

Kericuhan kali ini dikhawatirkan memperburuk kondisi kenyamanan para wisatawan di wilayah Puncak. Teguh mengaku lebih gencar mempromosikan potensi wisata kawasan Puncak dengan menangkal kabar-kabar bohong di media sosial dan pesan siar yang menyebut kondisi keamanan di Jalur Puncak belum kondusif pasca-kericuhan sebelumnya.

Terkait kabar bohong yang marak tersiar di tengah warganet, pihak Kepolisian Resor Kabupaten Bogor memastikan situasi di wilayahnya sangat kondusif. Kepala Subbagian Hubungan Kerja Polres Bogor, Ita Puspita Lena mengakui ada pembongkaran lapak PKL di wilayah Kabupaten Cianjur yang diwarnai kericuhan.

“Namun demikian, kejadian tersebut segera diatasi dan tidak terjadi kemacetan yang panjang, para pedagang mengerti dan membersihkan kembali puing-puing tersebut,” kata Ita mengonfirmasi. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir dengan keamanan di sana saat ini.

Dalam salah satu pesan siar yang beredar di tengah masyarakat disebutkan kondisi Jalur Puncak dalam status siaga dua setelah kericuhan tersebut. Masyarakat yang akan menuju kawasan Puncak juga diimbau mengurungkan niatnya untuk menghindari kemacetan atau situasi tidak aman

Gerindra Ancang-ancang Rebut 15 Kursi DPRD di Pileg 2019

0

BOGOR DAILYDewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor terus melakukan persiapan untuk menyambut pemilihan legislatif (pileg) 2019. Perolehan 15 kursi jadi target yang ditetapkan partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

Ketua DPC Partai Gerindra, Sopian Ali Agam, mengatakan bahwa target tersebut realistis lantaran diperoleh dari perhitungan tiga kursi di masing-masing daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kota Bogor. Sebab dari hasil survei yang dilakukan pada April tahun ini, Gerindra Kota Bogor memiliki penilaian mencapai 21 persen. Sedangkan partai lain dibawah 10 persen. “Kita yakin bisa naik karena kita selalu genjot terus melalui figur wilayah. Kita juga petakan terus dimana wilayah yang lemah dan itu akan kita terus genjot. Pergerakan intinya dilakukan secara intens terus,” ucapnya.

Saat ini, sudah ada sebanyak 40 calon yang disiapkan untuk mengikuti Pileg 2019. “Kita sudah terus siapkan calon di setiap wilayah. Mulai dari perangkat hingga figur itu sudah berjalan semua,” kata Sopian.

Sopian pun menjelaskan, menjadi calon anggota legislatif dari Partai Gerindra bukanlah perkara mudah. Karena ada beberapa persyaratan yang diajukan bagi mereka yang ingin maju dalam bursa Pileg 2019. Diantaranya mereka harus turun ke wilayah dan memenuhi target untuk merekrut atau membentuk kader sesuai jumlah TPS yang ada di wilayahnya masing-masing. “Target itu harus sampai 100 persen dan dilakukan secara bertahap. Kalau tidak memenuhi target tentu akan dicoret. Itu berlaku bukan hanya untuk anggota baru, tetapi yang sekarang sudah menjadi dewan pun kalau tidak mencapai target tentu akan dicoret,” jelas dia.

Dengan begitu, Sopian meminta agar para figur mulai bekerja keras sejak saat ini. Karena Gerindra pun sudah menyiapkan panggung untuk mereka turun ke lapangan melalui program revolusi putih dan paradok yang telah berjalan sejak 2015. “Semua harus kerja. Tidak boleh main-main, karena kita itu serius dan semua berangkat dari nol. Target penambahan KTA tahun ini 20 ribu,” tutupnya.