Thursday, 16 April 2026
Home Blog Page 8902

Bentrok Suporter Militer Versus Sipil di Cibinong, Satu Tewas

BOGOR DAILY- Tagar bertuliskan ‘savepersitafans’ berseliweran di media sosial. Begitu pula dengan ucapan dukacita atas kematian Banu Rusman pada Kamis (12/10). Remaja berusia 17 tahun itu jadi korban bentrokan antara suporter militer vs sipil usai pertandingan babak 16 besar Liga 2 antara Persita Tangerang melawan PSMS Medan di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Rabu (11/10). Sementara sejumlah korban masih dirawat di RSUD Cibinong karena luka berat.

Buntut dari kerusuhan tersebut, seorang suporter Persita bernama Banu Rusman (17) harus meregang nyawa. Pemuda asal Tangerang Sela­tan itu mengalami luka sobek di bagian kepala. Akhirnya ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Cibinong, Kamis (12/10).

Tadi malam jenazah Banu tiba di rumah duka di Kapling Serpong, RT 02/04, Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan, sekitar pukul 20:10 WIB. Kakak ipar korban, Aria mengatakan, jenazah akan dibawa ke Peka­longan, Jawa Tengah, untuk dimakamkan. “Dimakamkan di Pekalongan, desanya di Se­ragi Timur,” kata Aria.

Sementara itu, 17 korban luka lainnya masih dalam pe­rawatan di RSUD Cibinong. Sebagian dari mereka adalah perempuan dengan rentang usia 17-25 tahun. Kabar ini langsung diumumkan di akun Instagram resmi Persita dan menjadi trending topik di Twit­ter dan sejumlah media sosial lainnya.

Sekadar diketahui, bentrok antara suporter militer dan sipil itu terjadi di Stadion Mini Persikabo usai pertandingan. Dari informasi yang dihimpun, keributan berawal saat sejum­lah suporter Persita yang ber­jumlah sekitar 20 orang tiba-tiba turun ke pinggir lapangan. Mereka melempari tribun yang diisi suporter militer dari PSMS Medan yang didominasi dari Divisi Infanteri 1 Kostrad Ci­lodong. Saat itu pula suporter militer turun ke lapangan mengejar suporter sipil hing­ga terjadi aksi saling serang.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky membenarkan soal te­wasnya salah seorang suporter. Namun ia tak ingin berkomen­tar banyak lantaran masih melakukan penyelidikan. “Iya, nanti ya sedang kami selidiki. Mohon maaf,” kata Dicky lewat telepon.

Kerusuhan antara suporter sipil dan militer bukan kali pertama. Suporter militer para pendukung PS TNI juga pernah terlibat kerusuhan dengan suporter Persegres Gresik di awal-awal Liga 1 pada Mei 2016. Sejumlah kor­ban sipil mengalami luka-luka saat kerusuhan itu.

Tahun ini saja sembilan su­porter tewas meregang nyawa akibat bentrok. Dua di anta­ranya merupakan suporter dari Persita yang Agustus lalu baru menyaksikan di Liga 2 melawan Lampung Sakti. Se­dangkan insiden bentrok su­porter yang terjadi di wilayah Cibinong sudah berulang kali terjadi meski pengamanan pun sudah dilakukan.

Seperti saat laga Persita vs PSMS Medan Rabu (11/10). Kabag Ops Polres Bogor Kom­pol Faisal Pasaribu mengatakan, jajarannya sudah mengerahkan 300 pasukan pengendali mas­sa untuk mengamankan pertan­dingan. Namun, bentrokan tak terelakkan. Faisal mengklaim pihaknya berhasil membubar­kan keributan sepuluh menit kemudian.

“Kami sudah berhasil mem­bubarkan keributan antarsu­porter ini. Dalam kejadian ini kami tak mengamankan su­porter, baik dari kubu Persita maupun dari PSMS Medan,” singkat Kompol Faisal Pasa­ribu usai kerusuhan.

Kematian Banu semakin menambah catatan buruk keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia. Data Save Our Soccer (SOS) mencatat ada 57 korban tewas suporter Indonesia sejak 1995.

Terpisah, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Edy Rahmay­adi berjanji akan mengusut aksi kerusuhan yang melibat­kan suporter militer. Perwira bintang tiga itu menegaskan akan menghukum para per­sonelnya jika terbukti men­jadi pelaku kekerasan terhadap suporter sipil di Indonesia. “Sudah pasti akan saya hukum. Akan saya hukum,” kata Edy, Kamis (12/10).

Edy yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indo­nesia (PSSI) pun mengakui kerusuhan tersebut melibatkan para personel militer. “Iya, itu kebanyakan memang dari Kostrad. Ada beberapa juga yang dari masyarakat (sipil),”terangnya.

Beredar Rekaman Kerusuhan PKL Puncak, Nih Videonya

BOGOR DAILY-Sebuah video pembakaran yang dilakukan oleh sekelompok orang dikawasan Puncak mengundang perhatian masyarakat.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena menjelaskan, video pembakaran yang ramai diperbincangkan itu bukan berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Lokasi kejadian kata AKP Ita di daerah Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur yang masih masuk jalur Puncak.

“Kejadiannya bukan di Puncak Bogor, tapi masuknya wilayah Cianjur,” ujar AKP Ita

Menurutnya, hingga saat ini belum ada lagi pembongkaran yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor di kawasan Puncak dalam rangka penertiban untuk pelebaran jalan.

“Di Kabupaten Bogor belum ada penertiban lagi sampai sekarang,” terangnya.

Cek Videonya di sini.

‘Pelajar Zaman Now’, Tawuran Masih Bawa Jimat Tali Pocong

0

BOGOR DAILY-Ada-ada saja ulah ‘pelajar zaman now’ di Kota Bogor. Setelah tertangkap karna melakukan aksi tawuran, rupanya beberapa dari mereka kedapatan memakai jimat.

Bahkan salah satu jenis jimat tersebut antara lain adalah tali pocong yang sudah lama.

Salah seorang warga yang merupakan mekanik salah satu bengkel di Jalan KS Tubun Kecamatan Bogor Utara, Ivan (26) mengatakan bahwa aksi tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 usai azan zuhur.

Keributan teresebut awalnya terjadi di dekat mal Plaza Jambu Dua para pelajar berlarian mengarah Jalan Soleh Iskandar.

“Mereka jumlahnya cukup banyak ada puluhan. Sempat berlarian ke sini tapi berhasil dicegat polisi,” ujarnya kepada Pojokjabar.

Selanjutnya, kata Ivan, mereka dikumpulkan di sebuah halaman bengkel untuk diberikan arahan.

Kemudian semuanya diangkut dengan menggunakan truk polisi menuju Kantor Polresta Bogor Kota.

Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Rachmat Gumilar mengatakan bahwa seluruhnya dikumpulkan di halaman belakang untuk diperiksa satu persatu.

Ketika diperiksa, memang tidak didapatkan senjata tajam, melainkan malah menemukan beberapa jimat.

Tali tersebut ditalikan di tubuh salah satu pelajar ditutup dengan seragam sekolah.

“Bau banget talinya. Katanya sih dia pakai itu biar kuat saat tawuran. Ada jimat lainnya juga yang ditaruh di kantong,” ungkapnya, Rabu (11/10/2017).

Total pelajar yang diamankan jumlahnya ada sebanyak 33 orang. Mereka diamankan ketika hendak bertawuran dengan salah satu gerombolan dari sekolah di Kota Bogor.

“Hal ini diketahui dengan adanya pengakuan dari salah satu pelajar dan chat whatsapp handphone dari salah satu pelajar, yang sudah janjian terlebih dahulu untuk melakukan aksi tawuran di lokasi,” pungkasnya.

 

Korban Bentrok Suporter di Stadion Mini Cibinong Masih Dirawat

BOGOR DAILY- Berawal dari sebuah ejekan dan nyanyian suporter PSMS Medan yang berseragam hijau, membuat suasana pertandingan antara PSMS Medan Vs Persita Tanggerang ricuh.

Kericuhan terjadi ketika laga PSMS Medan Vs Persita Tanggerang berakhir. Pertandingan sendiri berlangsung di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/2017) sore hari, kemarin.

“Jadi kronologisnya saat itu salah seorang Suporter PSMS Medan berpakian hijau, bisa artikan sendiri lah sedang melakukan yel-yel, di mana yel-yel seorang suporter tersebut meneriakan warna ungu sama dengan Janda, di situlah saling saut terjadi, namun seusai pertandingan seorang seporter Persita Tanggerang turun ke lapangan memprotes hingga akhirnya  lemparan batu pun tak terhindarkan,” kata media Officer Aris, saat dihubungi lewat telepon.

Namun pihak media officer belum bisa memastikan yang berseragam hujau tersebut berasal dari mana. Akibat dari kericuhan tersebut puluhan suporter yang luka yang serius.

“Kebanyakan mereka mangalami luka lembab, tapi mereka sedang dalam penanganan di ruang medis,” ucapnya.

Sementara untuk pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan PSMS Medan dengan Skor 1 – 0. Sedangkan para korbanya masih dalam perawatan di RSUD Cibinong.

Berikut nama-nama korban luka yang masih dirawat.

  1. Selvi, perempuan, 19 tahun, alamat Tanggerang mengalami luka memar pada tangan kiri;
  2. Banu Rusman, laki laki, 17 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  3. Fajar, laki laki, 25 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  4. Riki, laki laki, 15 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  5. Febri, laki laki, 16 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  6. M. Febriansyah, laki laki, 23 tahun, alamat Bogor, luka sobek pada bagian kepala;
  7. Bela, perempuan, 20 tahun, alamat Tanggerang, luka memar pada bagian kepala;
  8. Andita, perempuan 19 tahun, alamat Tanggerang, Asma kambuh;
  9. Dea, perempuan, 15 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  10. Ega, laki laki, 21 tahun, alamat Bogor, luka pada bagian kepala;
  11. Erika, perempuan, 17 tahun, alamat Tanggerang, luka memar pada bagian punggung;
  12. Afida, perempuan, 17 tahun, alamat Tanggerang, luka lecet pada bagian kaki;
  13. Fatmawati, perempuan, 30 tahun, alamat Tanggerang, luka memar pada bagian kepala;
  14. Nurul Fajri, laki laki, 17 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  15. Kamaludin, laki laki, 18 tahun, alamat Tanggerang, luka sobek pada bagian kepala;
  16. Haryati, perempuan, 20 tahun, alamat Tanggerang, pingsan terinjak injak;
  17. Aldi, laki laki, 24 tahun, alamat Tanggerang, luka memar pada bagian kepala dan wajah;18. Wiro Danu, laki laki, 21 tahun, alamat Tanggerang, pingsan.

 

Pengacara Langganan Seleb Ini Dituduh Hamili Model

0

BOGOR DAILY-Seorang mantan model majalah pria dewasa, bernama Putri Stagi muncul mengaku dihamili dan ditelantarkan anaknya oleh pengacara Ferry Juan. Ferry Juan pun langsung memberikan klarifikasi dan penjelasan Ferry Juan.

Kamis (12/11/2017), Ferry Juan mengaku tertawa melihat dan mendengar pengakuan Putri Stagi dan pengacaranya Razman Arief Nasution. Menurutnya, ada yang benar ada juga yang tidak benar diungkapkan oleh Putri Stagi.

“Demi Tuhan saya nggak kenal sama perempuan ini. Dia tahu nomor dan alamat saya dari media katanya. Setelah dia telepon dan SMS saya dia selalu mengganggu saya,” tegas Ferry Juan

“Itu anak diajarin buat bilang kata-katanya di SMS panggil Daddy. Kamu jangan ngajarin anak rusak,” ucapnya.

Ferry membenarkan kalau dia memaki bahkan mengusir Putri. Itu dilakukannya karena Putri Stagi, tiba-tiba membawa anaknya yang diberi nama Sanneth Kathuria ke rumah Ferry dan mengatakan kalau itu adalah anaknya.

“Saya nggak kenal wanita ini. Kalau saya maki-maki iya, karena dia tiba-tiba datang ke rumah saya bawa anak itu. Mengaku kalau itu adalah anak saya. Itu kejadian saat ramai-ramai saya dengan Zarima,” ungkapnya.

Saat Putri Stagi membawa Sanneth ke rumahnya, awalnya Ferry menyangka itu adalah klien yang ingin minta bantuan. Tapi ternyata setelah Putri mengeluarkan pengakuan yang tidak benar membuat Ferry Juan marah.

“Saya usir maki-maki, keluar dari rumah saya. Kalau saya baik-baik disangka memberikan hati. Termasuk pegawai saya ikut maki-maki dia. Saya tidak kenal siapa kamu,” cerita Ferry

“Selanjutnya betul saya datang sama supir saya ke sekolah anak itu, saya mencari kepala sekolahnya. Anak itu saya panggil, bukan maki-maki di sekolah bilang haram jaddah. Bilang sama kepala sekolah ini anak ngaco panggil saya daddy bilang kalau saya bapaknya,” sambung  pengacara langganan para seleb itu.

Ferry membantah dirinya berkata kasar pada Sanneth di sekolah. Pengacara yang juga menangani kasus Zarima itu, mengatakan dirinya sangat bangga dengan marga Juan pada namanya sehingga tak mungkin dia menyuruh Putri menamai anaknya Cencen.

“Pengacaranya bilang penalantaran anak. Tanya surat kawinnya mana. Bukti-buktinya apa. Itu anak siapa. Kalau dari Zarima itu memang anak saya, Nikita aja saya kasih nama Nikita Juan,” pungkas Ferry.

Ferry juga berpacu pada pasal 163 HIR menyatakan barang siapa mendalilkan sesuatu atau peristiwa maka dia diwajibkan membuktikan sesuatu atau peristiwa tersebut. Untuk tes DNA, Ferry memang tak mau melakukannya.

“Kan dia yang menuduh saya. Saya nggak mau ikutin dia. Besok-besok akan ada banyak perempuan yang seenaknya minta tes DNA ke saya,” jawab Ferry Juan tertawa.

Heboh! Akun Ini Ajak Keluarga Sembah Matahari Sebagai Tuhan

0

BOGOR DAILY-Media Sosial (Medsos) Facebook kembali gempar. Kali ini, sebuah akun facebook bernama Misnadi Abdullah (Adi) membuat status-status mencengangkan yang diduga kuat menganut aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

Dalam postingan di akun pribadinya, pria yang diduga kuat tinggal di Kabupaten Probolinggo ini mempercayai bahwa matahari itu merupakan Tuhan.

Bahkan, dalam beberapa kali postingannya, ia terlihat sangat mempercayai bahwa matahari itu sebagai tuhan. Pria ini dikenal sebagai si penyebar agama matahari.

Berikut beberapa postingan di akun FB milik Misnadi Abdullah :

*Perlu kalian pahami semua…demi alloh dan rosululloh saw…aq tdk ada maksud merusak sareat islam yg sdh begitu indah dan sempurna ini.
Aku cm mau melengkapi kekurangan yg ada…yaitu kita semua umat islam tdk tahu bentuk dan wujud alloh yg kita sembah. Perkiraan kita selama ini alloh itu ghoib…tdk mampu dilihat dg mata biasa. Dan kukira pendapat tsb salah besar. Krn alloh itu AD-DHOHIRU…MAHA NYATA.
Dan mustahil bersifat BATHIN… Atau ghoib….krn alloh itu ANNUR…berupa cahaya…atau sinar.
Selama aku hidup…yg namanya sinar itu nyata…wlo itu sinar alfa dan sinar x.
Menawarkan wujud alloh…kpd kalian semua…!!!
Krn nenurutku…matahari pantas dan punya hak untuk dijadikan alloh.
Krn tanpa sinar DIA…tdk mungkin ada kehidupan dimuka bumi ini.
Selain itu…dari 119 poin kriteria alloh yaitu 20 sifat wajib alloh dan 99 asmaul husnaNya…matahari klop dan memenuhi smua kriteria tsb.
Apa dasarnya penyembahan pd matahari tsb…??? QS.AL-AN’AM ayat 76-79…sangat jelas menyatakan klo nabi ibrohim pernah nenyembah dan menganggap matahari sbg alloh.
Namun keyakinan beliau tumbang krn dianggap matahari mengalami ketenggelaman.
Pdhl kita smua thu…matahari tdk pernah tenggelam…DIA tetap bertengger dg perkasanya diatas bumi kita dibelahan lainnya.

Bahkan ironisnya, pria yang di akun Facebooknya menulis sebagai alumnus sebuah perguruan tinggi di Malang ini juga mengajak anak-anaknya untuk ikut menyembah matahari. Itu terlihat dalam postingan di akun FBnya.

Netizen risih dengan postingan Misnadi yang menyebut bahwa Matahari adalah sumber kehidupan manusia yang patut diagungkan.

Beberapa netizen pun menanggapinya dengan geram. Bahkan, beberapa diantara dari netizen pun mengecam dengan apa yang dilakukan Misnadi tersebut.

Seperti yang dituliskan akun Uud Bass Selva.

Dalam komentarnya, ia menuliskan: “intinya manausia yang menyamakan Allah dengan suatu dzat adalah musyrik / kafir dan jaminan jahanam baginya, karena tidak ada satupun dzat yang menyerupainya”.

Akun Al de Besst juga mengomentari postingan Misnadi.

Ia juga mengomentarinya, “Pesong udah pikiran..mo buat ajaran baru ya.. Ntar ngaku tuhan ato rosul ni ? Coba minum baygon biar cepat sembuh ya”.

Sayful Anam mengomentari: “hei misnadi, jaga tu mulut, sebelum bicara, fikiran kamu, udah dirasuki iblis, syariat kamu kocarkacir, jangan ngomong yang gak penting”.

Sampai berita diturunkan, wartawan Surya masih meminta konfirmasi dari kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia terkait hal ini.

Nilai Kontrak Lahan PKL Puncak Lebih dari Rp1,2 Miliar

BOGOR DAILY- Pengerjaan cut and fill relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Puncak gagal dikerjakan. Pasalnya, anggaran ganti rugi tanaman untuk lahan perkebunan Gunung Mas atau PT Perkebunan Nusantara (PN) mencapai Rp1,2 Miliar. Jumlah itu belum termasuk biaya sewanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Penataan PKL Puncak Dace Supriadi membenarkan, bahwa teken kontrak Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT.PN dengan syarat tercantumkan biaya ganti rugi tanaman perkebunan Rp1,2 miliar serta biaya sewa lahan selama tiga tahun sebesar Rp62 juta. Permasalahan tersebut sudah di sampaikan langsung ke Bupati.

Ia berharap, untuk mengentaskan program relokasi PKL Puncak bisa selesai hingga akhir Oktober ini. “Guna mendapatkan anggaran, kita akan berkoordinasi dengan Bagian Keuangan (Pemerintah Daerah (Pemda) Bogor agar segera dibayarkan biaya ganti rugi dan sewa lahan dengan menggunakan APBD Perubahan 2017,” bebernya.

Dace menambahkan, skala prioritas Pemda yaitu merelokasikan PKL pada satu titik dilahan PT PN sebelum cut and fill, tentunya mou diteken dulu dengan dua syarat untuk relokasi tahap pertama di Taman Wisata Matahari (TWM) sudah terealisasi.

Sedangkan, persiapan relokasi di Sari Sumber Bumi Pakuan (SSBP) belum dipersiapkan, lahan ini akan disiapkan secara bertahap setelah menyelesaikan relokasi di lahan Gunung Mas

“Kalau sewa masih kita nego karena untuk kepentingan masyarakat. Karena dasarnya kita minta sewa selama lima tahun, tetapi mereka baru menyetujui untuk 3 tahun ke depan,” tutupnya.

Tunjangan Naik, 23 Anggota DPRD Masih Saja Pakai Mobil Dinas

BOGOR DAILY- Dari 46 unit mobil plat merah yang digunakan anggota DPRD Kabupaten Bogor, baru 23 unit yang dikembalikan ke Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Bogor. Artinya masih ada 23 wakil rakyat yang masih mempergunakan kendaraan tersebut.

Pengembalian mobil dinas ini buntut dari pengesahan gaji baru bagi 50 anggota DPRD Kabupaten Bogor yang diberlakukan tahun ini. Dalam aturan baru, setiap anggota dewan mendapat tunjangan komunikasi Rp8,4 juta per bulan, tunjangan transportasi Rp7,5 juta per bulan dan tunjangan reses Rp14,7 juta per empat bulan. Dengan munculnya tunjangan transportasi, maka mobil dinas anggota DPRD akan ditarik. Namun sejak aturan yang disahkan Agustus lalu, baru 23 unit saja yang dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kepala Subbagian Umum Setwan Kabupaten Bogor Aan Solihat membenarkan jika baru 23 anggota dewan yang mengembalikan mobilnya. Setelah diserahkan, langsung dibuatkan berita acara penyerahan kendaraan dan dilakukan pengecekan kondisi kendaraan, termasuk kelengkapan surat-suratnya. “Masih 3 unit lagi yang belum diserahkan dewan. Kita targetkan minggu depan mobil dinas dewan semuanya di serahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” katanya.

Ia menambahkan, setwan sudah dua kali melayangkan surat pemberitahuan ke setiap anggota dewan agar menyerahkan mobil jenis Toyota Rush tahun 2015/2016.

Pasca teguran tersebut, anggota dewa menunjukkan respons positif sehingga banyak yang mengembalikan mobil dinas. “Walaupun kondisi bannya sudah mulai gundul atau jelek, body nya lecet tentunya dapat dimaklumi, mengingat mobilisasi dewan juga sangat tinggi,” bebernya.

Anggotta DPRD Kabupaten Bogor Wasto mengatakan, aturannya sudah jelas bahwa mobil dinas yang digunakan dewan harus dikembalikan. Dari anggota Fraksi PKS yang terdiri dari lima orang, semuanya sudah mengembalikan mobil Dinas ke Setwan. “Saya sudah serahkan mobil dinas ke Setwan minggu lalu, termasuk para anggota Fraksi PKS,” katanya .

Sementara itu, puluhan mobil bekas wakil rakyat ini rencananya akan didistribusikan ke sejumlah kecamatan bila ada pengajuan. Namun tidak semuanya kecamatan yang menukarkan mobil dinasnya. Seperti halnya Camat Kemang Nana Mulyana. Menurut dia, Kecamatan Kemang tidak mengajukan adanya penukaran mobil dan masih tetap mengunakan mobil yang lama. Puluhan mobil bekas anggota dewan, kata dia, kemungkinan besar dikhususkan untuk camat yang wilayah kerjanya di daerah yang jauh dari pusat pemerintah, sehingga membutuhkan kendaraan operasional yang optimal.

“Kita tetap mengunakan kendaraan mobil dinas tipe Rush tahun 2012 karna kondisinya masih bagus dan layak digunakan,” tukasnya.

Pihak Desa Tolak Rencana Pembangunan Mal di Bojonggede

BOGOR DAILY- Pemerintah Desa menolak keras rencana pembangunan mal di kawasan Bojonggede. Ini menyusul adanya rancangan Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Bappedalitbang Kabupaten Bogor Ajat Rohmat Jatnika mengatakan, ada dua alternatif yang disertakan dalam Detail Engineering Design (DED) pada rencana pembangunan tempat transit di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Alternatif yang direncanakan yakni dengan membangun jembatan penyeberangan. Jembatan itu nantinya akan menghubungkan stasiun dengan Terminal Bojonggede. Sedangkan yang kedua dengan konsep TOD yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal disekitaran terminal.

“Jika mengunakan konsep TOD dengan konsep pengembangan ke arah bisnis, kemungkinan besar akan ada Mall di Bojonggede,” katanya.

Ajat menjelaskan, pembangunan ini bertujuan untuk menghilangkan macet di kawasan Stasiun Bojonggede. Untuk pengerjaan pembangunan jembatan penghubung antara stasiun dan terminal Bojonggede rencanyanya yang akan mengerjakanya dari BPTJ. “Lahanya harus dibebasan lahan dilakukan oleh BPTJ, tapi sejauh ini masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Namun, rencana itu ditolak Kepala Desa Bojonggede Dede Malvina. Ia mengaku belum mendapat laporan akan di bangun mall di kawasan Bojonggede. Pemdes dan masyarakat tentunya menolak keras jika di bangun mal tanpa diperbaiki dulu infrastrukturnya. Sebab, lebar Jalan Raya Bojonggede hanya delapan meter, sehingga tidak mungkin di bangun mall yang ada berdampak kemacetan. “Kalau infrastrukutrnya belum diperbaiki, kita menolak dibangun mal. Yang ada malah tambah parah macetnya,” tutupnya

Dedi Mulyadi Siap Mundur dari Golkar

0

BOGOR DAILY-Dedi Mulyadi me­milih mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat (Jabar) jika elektabilitas partainya di Jabar mero­sot. Pernyataan ini diutarakan untuk memicu para pimpinan partai di Jabar menggerakkan mesin partai.

”Semua pimpinan di Jabar harus siap mundur kalau tren dukungan kepada Partai Golkar turun. Karena kalau turun terus berarti kepemimpinan yang kami jalankan tidak bermakna,” kata Dedi, Rabu (11/10).

Analisa tren dukungan tersebut akan dilakukan tim khusus. Men­urutnya, tim khusus terse­but akan mengumpulkan  data hingga 2018. Dari situ barulah diketahui capaian apa yang sudah Golkar lakukan untuk masyarakat.

Dia meyakini kebijakan ter­sebut dimaksudkan menjaga elektabilitas partai di semua wilayah Jabar. ”Ini juga agar seluruh pimpinan serius be­kerja. Kesepakatan ini dibuat pakta integritasnya. Saya yang akan pertama tanda tangan,” imbuhnya.

Bupati Purwakarta itu pun me­nepis anggapan bahwa hal ini merupakan reaksi dari soliditas partai berlambang beringin ter­ganggu. Ini buntut dari mencuat­nya Golkar yang tidak akan men­gusung Dedi Mulyadi, melainkan Ridwan Kamil.

”Kami masih solid. Surat ke­putusan masih dirumuskan DPP. Yang jelas meskipun saya tidak merasa dirugikan, tapi pernya­taan yang mengganggu soliditas partai itu bukan pengurus,” te­rangnya.